Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 LITERASI DIGITAL GERAKAN SUKA BACA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI INDONESIA CAKAP DIGITAL Manik Sunuantari1*). Imsar Gunawan2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia *) Surel korespodensi : 1manik. sunuantari@uai. id, 2imsar. gunawan14@gmail. Kronologi Naskah: diterima 13 Juni 2023. direvisi 14 Juni 2023. diputuskan 31 Juli 2023 Abstract The rise of various digital media platforms provides many choices for people to access various information, especially for the millennial generation. Gerakan Suka Baca (GSB) is a community that focuses on literacy and education for children who do not have access to paid private tutoring, especially in utilizing digital technology. Even though it is only carried out on weekends, it is hoped that it can minimize the lagging behind of children who are less able to get better knowledge. The activities carried out are targeted at street children, underprivileged, and those who live in densely populated areas. The GSB community helps children to be able to access information and knowledge through digital media. Digital literacy should start at a young age so that they can sort out information that is appropriate for their Capable children are expected not to choose the wrong content that is not appropriate and even tends to interfere with their development and activities. Through the GSB Community, children have a place to develop their interests and talents with assistance from GSB As the next generation of the nation, children are expected to be able to create a digitally capable Indonesian generation. Keywords: digital literacy, digital skill, community of Gerakan Suka Baca Abstrak Maraknya berbagai platform media digital memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai informasi, terutama bagi generasi milinial. Gerakan Suka Baca (GSB)sebagai salah satu komunitas yang fokus pada literasi dan pendidikan anak-anak yang tidak memiliki akses untuk melakukan bimbingan belajar privat berbayar, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital. Meskipun dilakukan hanya di akhir pekan diharapkan dapat meminimalisir ketertinggalam anak-anak yang kurang mampu mendapatkan ilmu pengetahuan lebh baik. Aktivitas yang dilakukan ditargetkan pada anak-anak jalanan, kurang mampu, serta mereka yang tinggal di lokasi padat penduduk. Komunitas GSB membantu anak-anak untuk dapat mengakses informasi dan pengetahuan melalui media digita. Literasi digital harus dimulai sejak masih anak-anak sehingga mereka dapat memilah informasi yang tepat untuk usia mereka. Anak-anak cakap diharapkan tidak salah memilih konten yang tidak sesuai bahkan cenderung mengganggu perkembangan dan aktivitas mereka. Melalui Komunitas GSB, anakanak memiliki wadah untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dengan pendampingan dari para relawan GSB. Sebagai generasi penerus bangsa anak-anak diharapkan mampu mewujudkan generasi Indonesia yang cakap digital. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 Kata Kunci: literasi digital, cakap digital, komunitas Gerakan Suka Baca PENDAHULUAN Indonesia termasuk negara yang rendah dalam literasi, bahkan menempati ranking ke10 negara dari bawah, berdasarkan hasil survey Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun Tingkat literasi Indonesia pada penelitian di 70 negara berada di nomor 62 (Jaya, 2. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa merupakan aset negara di masa mendatang. Oleh karena itu perlu ditanamkan kecintaan terhadap berbagai literatur sebagai sumber ilmu Namun tentu saja materi bacaan yang sesuai dengan usia masing-masing. Sayangnya seringkali masalah ekonomi menjadi salah satu alasan bagi anak untuk mendapatkan informasi yang baik yang dapat mendukung kreativitas mereka. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus memiliki karakter nilainilai keIndonesiaan berlandaskan Pancasila. Berdasarkan Kerangka Acuan Pendidikan Karakter . disebutkan bahwa karakter adalah nilai-nilai yang unik dan diyakini baik dalam diri seseorang yang nampak dari perilaku. Adapun nilai-nilai yang dijiwai sila Pancasila meliputi 4 sumber yaitu :olah hati, olah pikir, olah rasa dan karsa serta olahraga seseorang maupun sekelompok orang. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak adalah faktor lingkungan, dimana anak tumbuh dan berkembang. Lingkungan dimana anak berada, seperti keluarga, tempat tinggal dan teman bergaul akan memberikan pengaruh dasar dlam perkembangan seseorang selanjutnya. Perkembangan teknologi informasi komunikasi yang cepat menuntut manusia untuk meningkatkan pengetahuannya dalam pemanfaatan teknologi itu sendiri. Situasi ini memberikan tantangan bagi semua pihak untuk ambil bagian dalam dunia baru, yaitu dunia Dalam proses pertukaran informasi maka semua pihak akan sangat mengandalkan teknologi infirmasi dan komunikasi berbasis digital. Seiring dengan perkembangan teknologi maka kebutuhan akan literasi juga mengalami perubahan. Menurut Lamb dalam (Iriantara, 2. literasi merupakan kemampuan menempatkan, mengevaluasi, menggunakan, dan mengkomunikasikan melalui berbagai sumber daya baik itu sumber daya dalam bentuk teks, visual maupun audio visual. Maraknya berbagai informasi yang muncul hampir setiap detik menjadi perhatian semua pihak dalam memanfaatkan informasi tersebut. Luapan informasi yang demikian besar dapat memberikan dampak pada sikap dan perilaku khalayak (Sunuantari et al. , 2. Namun dalam kenyataannya, literasi digital memunculkan gap antar kelompok. Nampak adanya ketidakadilan dalam literasi digital antara kelompok kaya dan miskin, berlaku juga bagi anak-anak. Sehingga menciptakan kesenjangan dalam ketrampilan penggunaan teknologi digital terutama di usia produktif (NEUMAN & CELANO, 2. (Gee, 2. (Lankshear & Knobel, 2. Wilayah Depok secara geografis berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, masuk dalam wilayah Jabodetabek. Seiring dengan perkembangan wilayah kota. Depok mengalami tekanan kuat, karena semakin tingginya lahan yang digunakan sebagai pemukiman. Semakin maraknya pembangunan perumahan di wilayah Depok menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH). Hal tersebut mengakibatkan menurunnya ruang bermain bagi anak, padahal RTH bermanfaat tidak hanya untuk tumbuh tanaman namun juga dapat berfungsi luas, antara lain : Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 Fungsi ekologi, sebagai paru-paru kota yang dapat menyerap kadar CO2, menambah oksigen, memberikan kesejukan untuk resapan air serta dapat meredam kebisingan lalu Fungsi rekreasi, dapat digunakan sebagai tempat olahraga atau ruang bermain bagi anak supaya anak dapat melakukan sosialisasi dengan lingkungan, tidak hanya menonton televisi atau bermain gawai Fungsi estetis, adanya RTH dapat memperindah lingkungan, sehingga memberikan stimulus adanya energi positif Fungsi planologi, sebagai pemisah antara ruang satu dengan ruang lainnya yang berbeda peruntukannya. Fungsi pendidikan, bagi anak-anak akan memberikan pelajaran dalam mengenal limgkungan serta belajar untuk melestarikan lingkungan alam. Fungsi ekonomis, jika dikelola dengan baik maka dapat menjadi taman kota yang menghasilkan nilai ekonomi bagi pengelola, sehingga dapat mendorong kesejahetraan masyarakat sekitar (Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2. Menurunnya ruang terbuka hijau menyebabkan anak-anak sering bermain di tempat yang tidak seharusnya, mereka banyak bermain di jalanan. Wilayah hunian yang padat penduduk, menjadi peluang anak untuk keluar dari rumah bermain dengan teman sebaya. Sehingga akan berimbas pada sulitnya membangun karakter anak. Orangtua juga mengalami kesulitan untuk mengawasi teman-teman bermain anak-anak mereka. Tidak jarang anak-anak memilih bermain di jalanan yang lingkup pergaulannya cenderung bebas. Bahkan tidak jarang justru mereka lebih sering berada di jalanan ketimbang di rumah. Belum lagi jika situasi di rumah juga tidak memberikan kenyamanan, anak-anak akan mencari teman di luar rumah sebagai rujukan. Adanya kondisi seperti itu maka komunitas Gerakan Suka Baca (GSB) Depok tergerak untuk mengarahkan anak-anak dan remaja pada kegiatan yang bernilai positif sehingga terbentuk karakter baik. Keberadaan Komunitas GSB diharapkan dapat menjadi lingkungan yang memberikan anak-anak kenyamanan di masa tumbuh kembang anak. Sebagai sebuah komunitas kecil di wilayah Depok. GSb bertujuan untuk membentuk pribadi anak lebih percaya diri sebagai manusia. Adanya kepercayaan diri akan mendorong anak-anak menjadi pribadi yang berani tampi dengan prestasi yang dimiliki. Anak akan merasa sama dengan orang lain, meski mereka dalam kondisi terbatas. GSB lebih diarahkan pada aktivitas pendidikan dan literasi, sehingga anak tidak hanya mampu mencari informasi namun mampu memanfaatkan informasi agar lebih berdaya guna. Di era digital saat ini, maka diperlukan pemahaman yang baik tentang teknologi digital. Sehingga teknologi tidak hanya berfungsi menghibur, tetapi juga sebagai wahana pencarian ilmu pengetahuan. Pemahaman tentang literasi digital harus dimulai sejak anak mengenal teknologi digital, dalam rangka menyiapkan diri mereka untuk tidak mudah terjebak dalam teknologi digital itu sendiri. METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk literasi digital bagi generasi muda khususnya bagi anak-anak dilaksanakan di Komunitas Gerakan Suka Baca (GSB) yang berlokasi di Depok. Jawa Barat. Kegiatan awal yaitu dengan melakukan analisis kebutuhan bagi anak-anak Komunitas GSB. Kegiatan diarahkan sesuai visi dan misi Komunitas GSB yaitu pentingnya literasi dan pendidikan bagi masyarakat marginal di sekitar Depok, khususnya anak-anak yang berstatus pelajar Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 Berdasarkan analisis kebutuhan, maka tahap kedua yaitu melakukan literasi tentang media digital kepada para pelajar Sekolah Dasar yang tergabung dalam Komunitas GSB. Kegiatan literasim dikemas dalam bentuk daring, hal ini dilakukan karena situasi dan kondisi pandemi serta adanya kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka. dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Kota Depok. Sehingga kegiatan literasi dilakukan dalam bentuk online yang diikuti oleh Komunitas GSB. Melalui literasi tersebut, diharapkan anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan mampu memanfaatkan informasi yang beredar di berbagai media digital dengan baik dan benar. Penggunaan media digital hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Dengan demikian anak-anak dapat memilah dan memilih setiap informasi, sehingga dapat terhindar dari berbagai dampak negatif munculnya media digital. Tahap berikutnya yang dilakukan adalah dengan menambah bahan bacaan anak-anak, yaitu dengan menyediakan buku-buku bacaan sesuai kebutuhan anak di perpustakaan Komunitas GSB. Beragam bahan bacaan akan mendorong anak-anak untuk selalu membaca sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Hal ini sejalan dengan harapan Komunitas GSB, bahwa anak-anak mampu membaca 5 halaman setiap hari. Mendorong kelompok marginal untuk suka membaca harus dimulai sejak anak-anak, terutama sejak anak dapat membaca. Sehingga membaca menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan secara Membaca tidak hanya dari informasi yang ada di media cetak,namun juga membaca di media yang berbasis digoital. Tahap terakhir adalah evaluasi setelah kegiatan dilaksanakan, salah satunya melakukan kunjungan ke lokasi anak-anak yang terlibat ke rumah masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa peserta kegiatan telah memahami pentingnya literasi digital bagi Selain evaluasi juga diarahkan dengan ikut terlibat dalam menambah ketersediaan relawan untuk meningkatkan kualitas Komunitas GSB dalam mendorong literasi dan pendidikan anak. HASIL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Sebagai salah satu komunitas yang peduli dengan perkembangan anak bangsa, khususnya generasi muda. Gerakan Suka Baca memberikan berbagai peluang dan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam meraih prestasi di bidang akademik. Gerakan Suka Baca (GSB) lahir pada 16 Oktober 2016 dengan tujuan untuk meningkatkan literasi dan pendidikan anak. Bertempat di kota Depok. GSB mengembangkan kegiatannya setiap hari Minggu, tepatnya di Jl. Margonda Raya. Depok. Jawa Barat. Kegiatan dalam bentuk pembelajaran (KBM) dilakukan di Sekolah Master Depok dan Lapak Baca Anak di Taman Lembah Gurame Depok. Berbagai aktivitas yang dilakukan GSB saat ini lebih terfokus untuk lokasi Depok, meskipun di beberapa kota lain juga menyelenggarakan aktivitas yang sama. GSB mendorong agar anak-anak wilayah Depok dan sekitarnya menjadi lebih produktif. Selain itu diharapkan dengan ikut dalam komunitas GSB, mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi terkait materi belajar atau hal lain yang tidak dapat diselesaikan di sekolah. Sehingga untuk mendukung keberlangsungan GSB, maka harus ada kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya membuka kesempatan pada relawan untuk ikut bergabung dalam Komunitas GSB. Hal ini dilakukan dengan harapan akan semakin menurunnya kesenjangan literasi dan pendidikan kelompok marjinal. Pada akhirnya dapat mendorong kelompok marginal dalam meraih prestasi di bidang akademik. Upaya membangun kesadaran dalam pemanfaatan media digital, maka perlu dilakukan literasi digital mulai dari anak-anak, sehingga mereka dapat memanfaatkan media digital untuk meningkatkan pengetahuan mereka, tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan saja. Sebagai Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 kegiatan awal, dilakukan webinar secara daring untuk memberikan pengetahuan anak tentang teknologi digital. Peserta webinar berasal dari GSB yang tersebar di berbagai wilayah, selain dari GSB Depok ada peserta dari Surabaya. Magelang, dan Semarang. Banyaknya peserta dari luar Depok menambah antusiame peserta dari GSB Depok. Gambar 1: Kegiatan Literasi Digital Melalui Daring Kegiatan literasi digital dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak-anak yang tergabung dalam komunitas GSB pentingnya literasi digital bagi mereka. Materi yang disampaikan juga memberikan berbagai situs belajar yang dapat dimanfaatkan anak-anak sesuai usia dan kebutuhan masing-masing. Beberapa yang dikenalkan adalah : Rumah KEMDIKBUD (Situs Belajar Online Kemdikbu. https://belajar. Sejak 15 Juli 2011 Rumah Belajar diluncurkan dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa terkait ketersediaan sumber media pembelajaran berbentuk bahan belajar interaktif dalam bentuk gambar, animasi, video dan simulasi, dalam bentuk buku digital. Konten yang terdapat di Rumah Belajar memberikan kesempatan agar proses pembelajaran berjalan secara interaktif antara guru dan siswa. Baik siswa maupun guru dapat mengakses saat jam belajar atau di luar jam belajar. Perangkat yang digunakan untuk akses Rumah Belajar beragam, selama ada dukungan koneksi internet maka dapat dilakukan pembelajaran. Radio Suara Edukasi Kemdikbud http://suaraedukasi. Radio Edukasi merupakan stasiun radio yang didirikan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Radio Edukasi menyajikan berbagai informasi pendidikan baik yang bersifat formal maupun non formal. Berbagai variasi menu siaran pendidikan ada di radio ini, bahkan memfasilitasi kebutuhan penyandag disabilitas yaitu untuk tuna netra. Selain itu juga menyediakan pendidikan bahasa Inggris yang dapat nantinya dapat membantu anak-anak supaya mereka siap memasuki dunia global. TV Edukasi Kemdikbud Media Belajar Online Audio Visua. http://tve. TV Edukasi atau TVE bertujuan untuk memberikan layanan siaran pendidikan untuk menunjang kebutuhan pendidikan nasional. TVE menyediakan siaran untuk semua jalur, jenjang, jenis pendidikan yang melibatkan para praktisi pendidikan dan masyarakat terlibat dalam pengelolaan acara siarannya. Ketiga website tersebut dikenalkan kepada anak-anak GSB dalam rangka memberikan informasi tentang peluang untuk mendapatkan berbagai materi yang mereka butuhkan. Adanya berbagai media yang dapat dimanfaatkan anak-anak akan menambah wawasan mereka untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang tidak terbatas. Sehingga memberikan kesempatan pada anak-anak yang berada dalam level sosial ekonomi bawah dapat mengejar ketetinggalan Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 Banyaknya situs yang menyediakan konten pendidikan memberikan peluang bagi mereka yang ingin maju untuk dapat bersaing di pasar global nantinya. Selain pemberian informasi tentang berbagai website yang memiliki konten pendidikan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan acara kuis untuk menambah semangat Kuis yang diberikan juga terkait dengan informasi terkini yang berkaitan dengan pengetahuan umum. Sehingga diharapkan semua peserta dapat ikut terlibat, baik peserta yang masih SMP maupun yang duduk di bangku SMA. Bagi peserta yang berhasil menjawab akan mendapat hadiah menarik. Antusiasme peserta sangat besar, terlihat peserta hadir sampai acara Bahkan di luar sesi webinar masih banyak peserta yang saling sapa satu sama lain. Kegembiraan terpancar di wajah anak-anak GSB yang semangat untuk maju membangun masa depan mereka. Untuk menambah wawasan baca komunitas GSB, kegiatan dilanjutkan pada pemberian donasi buku yang dapat digunakan sebagai koleksi perpustakaan GSB. Pemberian buku dimaksudkan untuk menambah wawasan anak-anak GSB tentang berbagai informasi, sehingga mereka selalu dapat terhubung dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Waktu kosong mereka terisi dengan informasi yang dapat meningkatkan keingintahuan mereka. Mereka tidak lagi harus berkeliaran di jalanan namun dapat lebih tekun dalam membaca melalui buku yang tersedia di perpustakaan GSB. Waktu mereka tidak terbuang percuma, bahkan jika mereka kurang paham terhadap isi buku yang dibaca, dapat langsung didiskusikan dengan pembimbing yang ada di lokasi. Gambar 2: Kunjungan ke Lokasi Anak Gambar 3: Salah satu lokasi kegiatan anak Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 Kunjungan ke lokasi anak-anak GSB tinggal dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan mereka, sehingga diharapkan para pembimbing dapat berempati dengan situasi dan kondisi anak-anak GSB. Bahkan tidak jarang para pembimbing sebagai relawan memanfaatkan waktu kunjungan dengan memberikan motivasi dan diskusi bagi anak-anak tentang berbagai hal. Kehadiran para relawan memberikan dukungan tersendiri bagi anak-anak GSB, kegembiraan terpancar di wajah mereka pada saat dilakukan kunjungan. Situasi demikian memberikan sentuhan psikologis bagi anak-anak dan keluarga mereka. Orangtua juga merasa aman dan nyaman ketika anakanak mereka berada di lingkungan Komunitas GSB. SIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus diiringi dengan literasi digital dan kecakapan digital setiap orang. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus dipersiapkan dengan berbagai ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya informasi dalam pengembangan diri. Kemampuan adopsi teknologi dan penggunaan teknologi dimanfaatkan untuk mendukung tercapainya masa depan yang diinginkan. Informasi dapat diperoleh melalui berbagai sumber, baik dari buku, maupun media lain seperti internet dan media sosial. Motivasi membaca harus dimulai sejak anak-anak, sehingga mereka akan terbiasa memilih dan memilah informasi yang bermanfaat. Kolaborasi yang dilakukan Komunitas Gerakan Suka Baca selama ini sudah sangat baik, yaitu dengan mengajak berbagai pihak ikut terlibat dalam berbagai kegiatan Komunitas Gerakan Suka Baca. Kerjasama dapat dilakukan dengan mengajak akademisi dalam pemberian pendampingan kepada anak-anak sehingga mereka tidak salah dalam memilih informasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Selain itu dapat dilakukan kolaborasi dengan industri untuk mengembangkan Komunitas Gerakan Suka Baca di wilayah lain, khususnya di wilayah yang sulit dalam mendapatkan akses Kerjasama dapat dilakukan dengan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mampu bersaing di dunia global. Sehingga melalui berbagai kolaborasi diharapkan dapat mendorong generasi Indonesia cakap digital, sebagai bagian dari program pemerintah generasi Indonesia dalam mewujudkan generasi unggul dan berdaya saing. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 1,Nomor 2,Juli 2023, hlm 9-16 REFERENSI