JURNAL ABDI INSANI Volume 13. Nomor 4. April 2026 http://abdiinsani. e-ISSN : 2828-3155. p-ISSN : 2828-4321 PEMBERDAYAAN KADER DAN IBU BALITA DENGAN KONSEP NUTRI-SMART SEBAGAI UPAYA MENUJU GAMPONG SEHAT UJUNG KALAK Empowering Cadres and Mothers of Toddlers with the Nutri-SMART Concept as an Effort Towards a Healthy Village in Ujung Kalak Sri Wahyuni Muhsin1*. Rinawati1. Wardah Iskandar1 Radhi Fadhillah2 1Program Studi Gizi Universitas Teuku Umar, 2Program Studi Akuakultur Universitas Teuku Umar Jalan Alue Peunyareng. Ujong Tanoh Darat. Meureubo. Kabupaten Aceh Barat. Aceh 23681 *Alamat Korespondensi: sriwahyunimuhsin@utu. (Tanggal Submission: 17 Desember 2025. Tanggal Accepted : 27 April 2. Kata Kunci : Abstrak : Antropometri. PMT. Underweight Masalah gizi balita masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan yang dialami balita adalah underweight yang prevalensinya meningkat dari tahun 2023 sebesar 15,9% menjadi 16. 8% pada tahun 2024. Dampak yang akan terjadi apabila anak mengalami kondisi stunting dan underweight yaitu anak akan mengalami gangguan pada tumbuh kembang sehingga berpotensi menderita penyakit tidak menular dengan risiko yang tinggi. Permasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah rendahnya tingkat literasi gizi di kalangan masyarakat, hingga praktik pemberian makanan yang kurang tepat terutama di kalangan ibu balita yang memegang peran sentral dalam pengasuhan dan pemberian asupan gizi keluarga. Selain faktor langsung, juga ada faktor tidak langsung yang dapat menyebabkan masalah gizi yaitu kurang optimalnya pelayanan kesehatan contohnya adalah pelayanan di Posyandu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemberdayaan kepada kelompok mitra yaitu kader dan ibu balita di Gampong Ujung Kalak. Metode pelaksanaan program ini dilakukan melalui Pelatihan pengukuran balita yang akurat, edukasi serta pendampingan di Gampong Ujung Kalak dalam hal membuat Menu PMT dengan konsep Nutri-SMART, dengan menambahkan bahan pangan daun peugagan yang kaya nutrisi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu balita terkait masalah underweight dengan presentase pemahaman dari 26. 6% menjadi 93. 3% dari hasil pre-test dan posttest. Kemudian kader juga lebih memahami cara pengukuran yang tepat dan akurat terutama pada kalibrasi alat, serta meningkatkan keterampilan kader dan ibu balita dalam pembuatan PMT yang bervariasi. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Muhsin et al. , 341 Key word : Abstract : Antropometry. PMT. Underweight The problem of toddler nutrition remains a major challenge in efforts to improve the quality of public health. One of the problems experienced by toddlers is underweight, the prevalence of which increased from 15. 9% in 2023 8% in 2024. The impact that will occur if children experience stunting and underweight conditions is that children will experience growth and development disorders so that they have the potential to suffer from noncommunicable diseases with a high risk. This problem is caused by several factors, one of which is the low level of nutritional literacy among the community, to inappropriate feeding practices, especially among mothers of toddlers who play a central role in caring for and providing family nutrition. addition to direct factors, there are also indirect factors that can cause nutritional problems, namely suboptimal health services, for example, services at the Integrated Health Post (Posyand. This community service activity aims to empower partner groups, namely cadres and mothers of toddlers in Ujung Kalak Village. The method of implementation of this program is carried out through training on accurate toddler measurements, education and mentoring in Ujung Kalak Village in terms of creating PMT Menus with the Nutri-SMART concept, by adding nutrient-rich peugagan leaves. The results of the community service activities showed an increase in mothers' understanding of underweight issues, with understanding increasing from 26. 6 percent to 93. 3 percent based on pre- and post-test results. Furthermore, cadres also gained a better understanding of proper and accurate measurement methods, particularly in instrument calibration, and improved the skills of both cadres and mothers in preparing a variety of PMT. Panduan sitasi / citation guidance (APPA 7th editio. Muhsin. Rinawati. Iskandar. , & Fadhillah. Pemberdayaan Kader dan Ibu Balita dengan Konsep Nutri-Smart Sebagai Upaya Menuju Gampong Sehat Ujung Kalak. Jurnal Abdi Insani, 13. , 341-347. https://doi. org/10. 29303/abdiinsani. PENDAHULUAN Masalah gizi balita masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Berdasarkan data pada tahun 2022, prevalensi stunting mencapai 21,6%, tahun 2023 menjadi 21. 5% dan turun lagi menjadi 19. 8% pada tahun 2024, menunjukkan penurunan yang tidak terlalu signifikan yaitu sebesar 1. Selain stunting, permasalahan lainnya yang dialami balita adalah underweight yang prevalensinya meningkat dari tahun 2023 sebesar 15,9% menjadi 16. pada tahun 2024 (SSGI, 2. Dampak yang akan terjadi apabila anak mengalami kondisi stunting dan underweight yaitu anak akan mengalami gangguan pada tumbuh kembang sehingga berpotensi menderita penyakit tidak menular dengan risiko yang tinggi. Permasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah rendahnya tingkat literasi gizi di kalangan masyarakat, hingga praktik pemberian makanan yang kurang tepat terutama di kalangan ibu balita yang memegang peran sentral dalam pengasuhan dan pemberian asupan gizi keluarga. Selain faktor langsung, juga ada faktor tidak langsung yang dapat menyebabkan masalah gizi yaitu kurang optimalnya pelayanan kesehatan contohnya adalah pelayanan di Posyandu. Kader posyandu adalah salah satu bidang yang berkontribusi pada upaya penurunan stunting, terutama dengan kemampuan mereka untuk mendeteksi stunting pada tahap awal (Probohastuti, 2. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat gampong juga kerap menghadapi keterbatasan dalam hal pelatihan, pendampingan, dan pemutakhiran informasi gizi dan kesehatan. Sehingga perlu adanya pemberdayaan bagi kelompok kader dan ibu balita. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Muhsin et al. , 342 Gampong Ujung Kalak merupakan salah satu Gampong yang berada di pusat kota dan memiliki 2 posyandu yang beranggotakan 10 orang kader tetapi masih terdapat masalah gizi yaitu stunting dan Posyandu memegang peran yang sangat penting dalam memantau tumbuh kembang Hal ini dilakukan melalui kegiatan penimbangan, pencatatan, dan pelaporan status gizi balita yang dilaksanakan secara terjadwal setiap bulan (Wardah, 2. Sehingga sangat penting untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi untuk keberhasilan implementasi intervensi kesehatan (Permatasari, 2. Salah satu upaya dalam menjalankan program penurunan angka kejadian masalah gizi adalah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan melalui posyandu. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi balita, dikarenakan menurut data SSGI . pada capaian pemberian MPASI beragam, presentasenya turun dari 60,9% menjadi 48. 3% sehingga perlu ditingkatkan kembali dalam membuat PMT yang beragam. Pengolahan makanan sehat yang didasarkan dari kreativitas orang tua merupakan sikap nyata yang dapat mencegah pertumbuhan stunting di lingkungan keluarganya (Ridiayanti, 2. Balita yang sedang dalam masa pertumbuhan sangat disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, khususnya hewani. Selain itu, konsumsi buah dan sayuran yang sehat juga sangat penting untuk memenuhi asupan yang Salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat, untuk PMT sebaiknya berbasis bahan pangan yang sangat mudah didapatkan seperti dengan menambahkan daun peugagan. Daun pegagan (Centella asiatica L. Urba. memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami karena kandungan senyawa klorofil, tanin, dan flavonoid yang terdapat dalam daunnya. Senyawa-senyawa ini mampu memberikan pigmen warna hijau kekuningan (Safitri, 2. Selain itu, daun Pegagan mengandung berbagai senyawa bioaktif, salah satunya adalah antioksidan (Sutardi, 2. vitamin C. B1. B2, dan A, termasuk -karoten zat besi, kalium, dan kalsium (Hasyim, 2. sehingga dapat menjadi alternatif pilihan herbal yang dimanfaatkan untuk mencegah stunting (Zahara, 2. Peningkatan kapasitas kader dapat diperoleh melalui beberapa kegiatan yaitu pembekalan berupa pelatihan pengukuran balita yang akurat, pemberian edukasi tentang masalah gizi pada kader dan ibu balita serta demonstrasi pembuatan MP-ASI/PMT sehingga kegiatan penyuluhan dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan kader dan ibu balita di posyandu. Peran kader memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku dan pengetahuan ibu mengenai stunting serta cara pengolahan makanan. Hal ini disebabkan karena kader posyandu menjadi akses utama bagi ibu dalam memperoleh informasi mengenai berbagai upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (Hamdy, 2. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemberdayaan kepada kelompok mitra melalui Pelatihan pengukuran balita yang akurat, edukasi serta pendampingan di Gampong Ujung Kalak dalam hal membuat Menu PMT dengan konsep Nutri-SMART, dimana kader dan ibu balita akan membuat PMT beragam dengan menambahkan bahan pangan daun peugagan yang kaya nutrisi. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, maka diharapkan dapat membantu para kader dibidang kesehatan dalam hal pembuatan PMT yang beragam dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah didapatkan dan METODE KEGIATAN Kegiatan Pengabdian dilaksanakan di Gampong Ujung Kalak. Aceh Barat mulai bulan September s/d November 2025. Metode pelaksanaan PKM dilaksanakan dengan cara edukasi masalah underweight, pelatihan antropometri, dan pelatihan pembuatan PMT yang diikuti oleh 10 kader dan 30 orang ibu balita. Tahapan kegiatan pengabdian seperti ditampilkan pada Gambar 1. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Muhsin et al. , 343 Gambar 1. Diagram Alir Penyusunan Kegiatan Pengabdian Persiapan dan penyusunan program. Tim pengabdi melakukan pertemuan dengan ketua kader selaku mitra untuk memperoleh data masalah gizi yang ada di Gampong Ujung Kalak. Tim pengusul dan mitra melakukan diskusi permasalahan yang ada di Gampong ujung kalak. (Gambar . Kemudian tim dan mitra melakukan kesepakatan penyelesaian masalah dan mitra menerima solusi yang ditawarkan oleh tim pengusul, yang kemudian dituangkan dalam surat kesediaan kerja sama. Program kemudian disusun berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Hasil pertemuan berupa tujuan kegiatan, tahapan-tahapan pelaksanaan, jadwal pelaksanaan, dan peserta yang terlibat. Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah Edukasi masalah gizi. Pelatihan pengukuran antropometri, dan Pembuatan PMT berbahan baku daun peugagan. Gambar2. Sosialisasi Program Kepada Ketua Kader Gampong Ujung Kalak Edukasi terkait masalah gizi yaitu underweight. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan dan memberi pemahaman ibu balita terkait masalah gizi. Materi diberikan dari pukul 10. dalam bentuk ceramah dan diskusi. Edukasi dihadiri oleh 30 orang ibu balita, dan 10 orang Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu balita, tim pengabdian melakukan pre-test dan post-test terlebih dahulu. Pelatihan Antropometri. Pelatihan ini bertujuan agar kader dan ibu balita dapat menggunakan alat antropometri dengan baik sehingga dapat mengukur pertumbuhan balita dengan tepat dan akurat. Pelatihan diawali dengan pemberian materi oleh tim pengabdian terkait teknik pengukuran balita serta tata cara kalibrasi alat sehingga pengukuran akan lebih akurat. Pelatihan ini di ikuti oleh 10 orang kader posyandu di Gampong Ujung Kalak. Pelatihan dilakukan dari pukul 09. 30 dalam bentuk ceramah, diskusi dan demonstrasi pengukuran Pelatihan Pembuatan PMT. Pelatihan ini diberikan untuk seluruh kader posyandu dan beberapa ibu balita yang ada di Gampong Ujung Kalak. Kegiatan ini bertujuan agar keterampilan kader dan ibu balita meningkat dalam hal pembuatan PMT yang bervariasi, salah satunya dengan menggunakan daun peugagan yang terdapat banyak kandungan gizinya Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Muhsin et al. , 344 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dilakukan di posyandu Gampong Ujung Kalak. Peserta kegiatan edukasi, pelatihan, dan pembuatan PMT dihadiri oleh ibu balita dan kader posyandu (Gambar . Gambar 3. Peserta Kegiatan Pengabdian (Edukasi. Pelatihan. Pembuatan PMT) Edukasi stunting dan pelatihan pengukuran antropometri Edukasi dilakukan dengan menampilkan power point (PPT) sebagai media. Sebelum dilakukan edukasi, peserta dibagikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Pemateri memulai penyampaian materi dengan sebuah pertanyaan, apa saja yang telah peserta ketahui penyebab stunting. Peserta menjawab yang menyebabkan stunting adalah dari faktor genetik dan makanan saja. Selanjutnya pemateri memaparkan bahwa faktor penyebab stunting bukan hanya karena faktor genetik dan makanan saja, tetapi ada faktor lainnya seperti pengetahuan, tingkat ekonomi, infeksi penyakit, kecukupan nutrisi saat hamil dll. Selain itu pemateri juga memaparkan Pelatihan pengukuran antropometri dilakukan setelah penjelasan terkait stunting tujuannya adalah para kader lebih memahami tata cara penggunaan alat dan cara mengukur yang Diskusi dilakukan setelah edukasi dan praktik pengukuran antropometri. Pertanyaan peserta ditanggapi oleh narasumber dan dijelaskan kembali apabila belum dipahami. Kuesioner dibagikan kembali untuk mengukur pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi. Berikut ini adalah tingkat pemahaman peserta terkait stunting setelah dilakukan edukasi (Tabel . Tabel 1. Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Sbelum dan Sesudah Edukasi Kategori Skor Pre-Test Skor Post-Test Pengetahuan Baik Kurang Baik Berdasarkan skor pre-test, 26. 6 % responden . memiliki pengetahuan yang baik mengenai permasalahan gizi stunting dan underweight pada bayi dan balita. Sebanyak 73. 3% . memiliki pengetahuan kurang baik mengenai permasalahan gizi stunting dan underweight sebelum dilakukan penyuluhan. Berdasarkan skor post-test, 93,3% responden memiliki pengetahuan yang baik permasalahan gizi stunting dan underweight dan 6,7% responden tetap memiliki pengetahuan yang kurang baik mengenai permasalahan gizi stunting dan underweight setelah dilakukan intervensi edukasi. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan kepada kader dapat meningkatkan pengetahuan kader posyandu (Anggita et al. Pelatihan Pembuatan PMT Pelatihan ini diberikan untuk seluruh kader posyandu dan beberapa ibu balita yang ada di Gampong Ujung Kalak. Kegiatan ini bertujuan agar keterampilan kader dan ibu balita meningkat dalam hal pembuatan PMT yang bervariasi, salah satunya dengan menggunakan daun peugagan yang terdapat banyak kandungan gizinya. Program penganganan stunting dan underweight telah diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Muhsin et al. , 345 bagi balita dan ibu hamil. Pemenuhan nutrisi bagi balita dapat diberikan dengan PMT yang berbahan dasar lokal yang mudah diakses oleh masyarakat Gampong Ujung Kalak. Tantangannya adalah dibutuhkan pengetahuan dan ide kreatif dari masyarakat agar bahan lokal tersebut dapat diolah menjadi produk makanan yang menarik dan inovatif. Program PMT ini berfokus untuk pemenuhan kebutuhan gizi dengan memberikan makanan tambahan yang mengandung zat gizi makro dan mikro (Sirajuddin et al. , 2. Apabila balita kurang konsumsi zat gizi mikro akan memperparah risiko stunting dan underweight (Widiastuti & Hadi, 2. Pengetahuan dan keterampilan ibu yang meningkat dalam mengolah PMT diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting. Selain itu edukasi gizi berbasis partisipasi dapat mengubah perilaku konsumsi keluarga (Maghfiroh et al. , 2. Keterlibatan ibu dalam praktik langsung pengolahan makanan meningkatkan rasa percaya diri dan sikap positif terhadap inovasi pangan lokal (Asykari et al. , 2. PMT yang dibuat pada kegiatan pengabdian ini adalah nugget, puding dan rolade. Pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan para kader untuk membuat PMT (Muhsin et al. , 2. Gambar 4. Produk PMT yang di Buat Oleh Kader dan Ibu Balita KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pemahaman atau pengetahuan ibu balita setelah dilakukan edukasi stunting dan underweight sebesar 20% yaitu 3% . memiliki pengetahuan kurang baik mengenai permasalahan gizi stunting dan underweight sebelum dilakukan penyuluhan. Berdasarkan skor post-test, 93,3% responden memiliki pengetahuan yang baik permasalahan gizi stunting dan underweight. Kader posyandu dapat memahami kalibrasi alat serta menggunakan alat secara tepat sehingga pengukuran jadi lebih akurat. Kader dan Ibu Balita jadi lebih terampil dalam pembuatan PMT berbahan baku pangan lokal yaitu daun Peugagan. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucapkan kepada pihak LPPM-PMP Universitas Teuku Umar yang telah memberikan pendanaan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset (PKMBR), dengan nomor kontrak 136/UN59. L1/AL. 04/PM/2025. Tanggal 1 Juli 2025 DAFTAR PUSTAKA