JIGE 5 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. Alifa Mei Ajeng Rahayu1. Dwi Eko Waluyo2 Program Studi Manajemen. Universitas Dian Nuswantoro. Semarang. Indonesia *Corresponding author email: almearahayu252@gmail. Article Info Article history: Received March 07, 2024 Approved May 12, 2024 Keywords: Return On Equity. Current Ratio. Sales Growth. Kebijakan Dividen. Nilai Perusahaan ABSTRACT The purpose of this study is to see how return on equity (ROE), current ratio (CR), sales growth (SG), and dividend policy (DPR) affect company value (Tobin's Q). Quantitative methods were used for the study. Research population of companies in the food and beverage industry listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2022. The study sample consisted of 18 companies that met certain criteria and received as many as 90 In the process of analysis and data validity using eviews panel data 12. Panel data analysis includes descriptive statistical tests, regression model selection tests, classical assumption tests, panel data regression tests, and panel data hypothesis result tests. The results of the persial test data (T) explain that Return on equity. Sales Growth, and Dividend Policy have a significant effect on company value, while Current ratio has no effect on company value. While the results of simultaneous test data (F) show that these components, namely Return on equity. Current ratio. Sales growth and dividend policy have a significant effect on company value. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana return on equity (ROE), current rasio (CR), sales growth (SG), dan kebijakan dividen (DPR) mempengaruhi nilai perusahaan (TobinAos Q). Metode kuantitatif digunakan untuk penelitian ini. Populasi penelitian perusahaan dalam industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018 hingga 2022. Sampel penelitian terdiri dari 18 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu dan menerima sebanyak 90 observasi. Dalam proses analisis dan validitas data menggunakan data panel eviews 12. Analisis data panel termasuk uji statistik deskriptif, uji pemilihan model regresi, uji asumsi klasik, uji regresi data panel, dan uji hasil hipotesis data Hasil data uji persial (T) menjelaskan Return on equity. Sales Growth, dan Kebijakan Dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara Current ratio tidak berpengaruh terhadap nilai Sedangkan hasil data uji simultan (F) menunjukkan komponen ini yaitu Return on equity. Current ratio. Sales growth dan Kebijakan dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. - 1274 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Copyright A 2024. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Rahayu. , & Waluyo. Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. Jurnal Ilmiah Global Education, 5. , 1274Ae1287. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Dalam era bisnis, setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai saat mendirikannya, seperti meningkatkan keberuntungan atau kesuksesan bagi pemegang saham . Peningkatan nilai perusahaan, menjadi kesuksesan bagi pemilik saham yang dialami terus meningkat. Nilai perusahaan yang cenderung tinggi dilihat menjadi suatu ketertarikan bagi investor dalam menginvestasikan sahamnya (Bernandhi dan Muid, 2. Kinerja nilai perusahaan tercermin dalam harga saham. Diartikan tingginya nilai tawaran harga saham yang dibentuk, maka kualitas nilai perusahaan akan membaik, begitupun sebaliknya rendahnya nilai tawaran harga saham yang dibentuk maka kualitas nilai perusahaan akan buruk (Iswajuni et al. Evaluasi kinerja perusahaan dari masyarakat dilihat adanya permintaan/penawaran pasar modal (Harmono, 2. Perhitungan nilai perusahaan memakai rasio tobin's q, metode paling akurat karena mempertimbangkan semua aspek utang, ekuitas, dan modal saham, termasuk saham biasa. Semakin tinggi nilai pasar maka pengorbanan investor dalam mengeluarkan modal investasi akan lebih banyak pada perusahan tersebut. (Fazaria & Isnarita. Berikut pergerakan nilai perusahaan . obinAos . selama lima tahun, perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 hingga 2022. Sumber: Bursa Efek Indonesia Gambar 1 Pergerakan Nilai Perusahaan (TobinAos Q) Sektor Makanan dan Minuman Pergerakan pada tampilan gambar 1 di atas, bisa dilihat pada industri makanan dan minuman menggunakan rata-rata perhitungan rasio tobin's q dari 18 perusahaan selama periode 2018 hingga 2022. Pada periode 2018 sebesar 1,89% dan 2019 mengalami penurunan sebesar 1,88% artinya kapitalisasi pasar (MVE) menurun relatif terhadap asset yang menunjukkan kepercayaan investor/pasar akan menurun, lalu dari tahun 2019-2021 mengalami peningkatan menjadi 1,98% yang artinya kapitalisasi pasar (MVE) meningkat terhadap asset yang menunjukkan kepercayaan investor/pasar yang lebih tinggi, sementara pada periode tahun 2022 Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1275 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . mengalami penurunan kembali sebesar 1,79% artinya kapitalisasi pasar (MVE) menurun terhadap asset dan menyebabkan kepercayaan investor akan menurun kembali. Sehingga pada grafik diatas dapat dijelaskan pergerakan nilai perusahaan mengalami naik turun kapitalisasi pasar (MVE) terhadap aset dan hampir mengalami overvalue, dimana harga jualnya yang terlalu tinggi atau nilai perusahaan lebih dari 2 menyebabkan investor mengalami kerugian dan keraguan bagi calon penanam modal untuk menginvestasikannya pada perusahaan tersebut. Oleh karena itu calon investor bisa menjadikan ini sebagai gambaran dalam pemilihan penanaman modal saham perusahaan yang bagus dan tepat. Jika nilai perusahaan semakin meningkat, mengindikasikan perkembangan yang positif juga bagi perusahaan. Perusahaan industri makanan dan minuman bukan hanya menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, tetapi bisa sebagai mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaan dengan menyeimbangkan kestabilan ekonomi pada perusahaan tersebut. Fenomena ini menciptakan indikasi beberapa faktor, seperti Return on Equty. Current Ratio. Sales Growth, serta Kebijakan Dividen, yang bisa menjadi pengaruh pada nilai perusahaan. Pengaruh yang disebabkan nilai perusahaan yakni return on equity (ROE), gambaran pada asset dengan nilai ekuitas (Nurulrahmatiah,dkk, 2. Tingginya nilai Return on equity menjadi peningkatan juga pada nilai perusahaan, begitu juga sebaliknya. Didukung juga pada penelitian Dewi Sukmawardini . dan Made Olivia . menyatakan Return on Equity berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan berbeda dengan penelitian Jariah . menyatakan Return on Equity tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh yang kedua nilai perusahaan ialah current ratio (CR). Penurunan current ratio akan berdampak juga pada nilai perusahaan yang buruk dan peningkatan current ratio yang terlalu tinggi juga kurang baik, banyak dana perusahaan yang aktivitasnya menurun sehingga dapat mengurangi laba perusahaan atau mengalami kerugian. Maka dari itu perusahaan harus melakukan pembayaran kewajiban jangka pendek tepat waktu, sehingga bisa menarik dimata para investor agar dapat menginvestasikan modalnya pada perusahaan tersebut. Didukung juga pada penelitian Juhandi . , current ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, penelitian oleh Selin Lumoly. Sri Murni, dan Victoria N. Untu . menyatakan current ratio tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh faktor ketiga terhadap nilai perusahaan ialah variabel sales growth (SG), pencapaian penjualan perusahaan pada masa lalu dipergunakan dapat memprediksikan pencapaian perusahaan dimasa depan. Semakin besar jumlah dana perusahaan akan semakin banyak juga aset yang dimiliki, sehingga pertumbuhan penjualan yang signifikan dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Jika pertumbuhan penjualan perusahaan positif dan meningkat, hal ini menjadi harapan bagi pemilik perusahaan dan menarik minat investor untuk Didukung oleh penelitian Dewi & Sujana . menyatakan sales growth berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan beda halnya terhadap penelitian dari Astutik . dan Mandalika . menyatakan sales growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan serta penelitian Romadhina dan Andhitiyara . menyatakan sales growth tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Pengaruh faktor nilai perusahaan yang terakhir ialah kebijakan dividen (DPR). Ketika perusahaan membagikan dividen dapat memengaruhi nilai perusahaan karena dividen yang dibayarkan tinggi, harga saham akan cenderung meningkat, maka nilai perusahaan juga bisa meningkat (Sahputra et al. , 2. Sari . menyiratkan kebijakan dividen (DPR) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan beda halnya dengan pengkajian Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1276 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . yang dilakukan Rohaeni. Hidayat, dan Fatimah . menyiratkan kebijakan dividen (DPR) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dari landasan diatas, terdapat fenomena yang menyebabkan perubahan nilai perusahaan karena harga saham serta pengaruh faktor-faktor perbedaan hasil penelitian yang dinyatakan oleh peneliti sebelumnya. Oleh sebab itu, peneliti untuk mengarahkan penelitian lagi dan dapat memberikan data kepada perusahaan dalam mengelola keuangan secara baik, berdampak pada tingginya nilai perusahaan. Dan peneliti ingin mengangkat judul AuPengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. Ay. Teori sinyal mengacu pada tindakan yang memberikan petunjuk dan informasi kepada investor atau informasi yang sudah diumumkan oleh manajemen dalam menunjukkan kemampuan bagi pemilik perusahaan. Informasi ini penting bagi para investor dan pengusaha, karena dapat disampaikan penjelasan, catatan, dan pandangan tentang kondisi masa lampau, masa kini, dan masa mendatang atau kelangsungan perusahaan serta dampaknya pada perusahaan (Brigham & Houston, 2. Nilai Perusahaan dapat diuraikan untuk mencerminkan bagaimana calon investor dapat megubah penilaian mereka terhadap perusahaan (Setyawati, 2. Pada dasarnya, nilai perusahaan diprovikasikan dengan tobinAos q yang melibatkan dua penilaian yang sebanding yaitu nilai pasar aset dihitung dengan nilai pasar total saham yang beredar serta utang, pada biaya pengganti dari aktiva perusahaan (Fiakas, 2. Perusahaan yang kuat umumnya memiliki nilai perusahaan . obinAos . yang besar, sementara yang rendah biasanya dioperasikan di industri yang sangat kompetitif atau mengalami penurunan (Brealey dan Myers, 2. Return on Equity (ROE) ialah rasio profitabilitas dapat diukur menggunakan laba bersih sebagai hasil pengembalian ekuitas kepada pemilik saham (Widyantari & Yadnya, 2. Pemilihan ROE dalam penelitian ini didasarkan pada kemampuannya dalam menyiratkan tingkat pengembalian modal yang telah diinvestasikan pemegang saham. Ketika ROE mencapai tingkat yang tinggi, harga saham cenderung meningkat, dan akan menaikkan nilai perusahaan dan nilai investasi yang ditanamkan pemodal. Dengan arti kata lain semakin tinggi ROE, mengindikasikan besaran keuntungan yang diperoleh meningkat oleh setiap dana yang diinvestasikan pada modal. Current Ratio (CR) ialah menilai dalam membayarkan hutang jangka pendek atau hutang yang mendekati jatuh tempo secara penuh. CR secara umum menjelaskan besaran aset lancar yang bisa dipakai untuk membayar hutang jangka pendek, akan segera memasuki waktu jatuh Current Ratio sebagai indikator tingkat keamanan atau sering disebut sebagai margin of safety (Kasmir, 2. Semakin tinggi CR, tingkat nilai perusahaan juga semakin tinggi. Kenaikan Current Ratio sering kali terjadi karena peningkatan aset lancar dari perputaran kas ke persediaan, yang memungkinkan produksi dapat melaksanakan penjualan (Ali, 2. Sales Growth (Pertumbuhan penjuala. ialah mengukur kemampuan meningkatkan penjualan dibandingkan total penjualan (Kasmir, 2. Pertumbuhan penjualan diamati melalui peningkatan volume penjualan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan, yang dapat menutupi biaya yang terkait dengan aktivitas operasi dan investasi untuk mencapai tujuan peningkatan nilai perusahaan. Kesuksesan perusahaan dalam menjalankan strategi dapat diukur dari tingkat pertumbuhan penjualan yang semakin besar. Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1277 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Kebijakan dividen berarti suatu perusahaan membagikan seluruh atau sebagian laba yang dihasilkan selama suatu periode sebagai dividen dan menahan sisanya sebagai laba ditahan (Sutrisno, 2. Dan diartikan juga menentukan jumlah keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham dan jumlah keuntungan yang tersedia untuk investasi bisnis (Brigham dan Davis, 2. Dalam operasinya, perusahaan harus memperhatikan kebijakan dividen karena mempengaruhi kreditur, pemegang saham, perusahaan, dan masyarakat (Thirtayatra dan Arlianto, 2. Dividen Payout Ratio (DPR) adalah indikator kebijakan dividen perusahaan dan digunakan untuk mengukur jumlah dividen yang dibagikan per lembar saham dibandingkan dengan keuntungan per lembar saham. Hipotesis dan Kerangkan Konseptual yang dikembangkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Pengaruh Return on Equity Terhadap Nilai Perusahaan Return on Equity (ROE) suatu rasio profitabilitas diukur efektivitas perusahaan dalam mendapatkan laba bersih sebagai pengembalian atas modal yang digunkan oleh para pemegang Peningkatan ROE menyiratkan kekuatan kinerja baik dari pemilik emiten, sementara jika ROE turun, bisa mengindikasikan posisi yang kurang kuat (Kasmir, 2. Temuan tersebut dapat diperkuat dengan hasil pengkajian Dewi Sukmawardini . dan Made Olivia . yang menyiratkan bahwasannya ROE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Maka dari itu, bisa diambil kesimpulan bahwa hipotesis yang dirumuskan sebagai berikut: H1: Return on Equity berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Pengaruh Current Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Current Ratio (CR) dapat digunakan sebagai parameter tingkat likuiditas suatu Rasio yang dijadikan parameter untuk mengevaluasi perusahaan dalam membayarkan kewajiban jangka pendek. Tingkat curent ratio yang semakin besar, maka efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset lancarnya semakin meningkat, dengan kinerja perusahaan yang terus membaik dalam meningkatkan tingkat likuiditas untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Hal ini memberikan sinyal positif kepada para pemilik modal guna melakukan investasi, yang pada gilirannya bisa menaikkan harga saham serta nilai perusahaan secara keseluruhan (Brigham & Houston, 2. Pernyataan ini diperkuat oleh temuan Juhandi . menyatakan Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Oleh karena itu, hipotesis bisa dirumuskan sebagai berikut: H2: Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Pengaruh Sales Growth Terhadap Nilai Perusahaan Sales Growth, dapat dianggap sebagai rasio yang dipakai mengukur suatu perusahaan dalam mempertahankan posisinya dalam perekonomian sektor sektor usahanya di tengah Perubahan dalam pertumbuhan penjualan diharapkan bisa menaikkan kinerja perusahaan serta dianggap dapat memberikan kontribusi pada peningkatan keuntungan laba yang dihasilkan (Pradana, 2013, dalam Gustian, 2. Tingkat pertumbuhan penjualan perusahaan mempunyai potensi untuk dipengaruhi oleh nilai perusahaan karena pertumbuhan penjualan bisa diartikan sebagai indikator perkembangan perusahaan yang positif, sehingga memperoleh tanggapan positif dari para investor. Pendapat ini diperkuat oleh Dewi & Sujana . yang menjelaskan Sales Growth berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Maka dari itu, hipotesis bisa dirumuskan sebagai berikut. H3: Sales Growth berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1278 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan dividen ialah keputusan keuangan yang melibatkan penyaluran laba kepada pemilik saham, baik berbentuk dividen atau diinvestasikan kembali pada emiten sebagai laba yang ditahan perusahaan pada laba bersih setelah pajak (Putra & Lestari, 2. Dalam konteks pengkajian ini, kebijakan dividen dievaluasi memakai dividen payout ratio (DPR), yang membedakan pembayaran per saham dengan laba per saham. Pernyataan tersebut diperkuat dalam penelitian Sari . menjelaskan kebijakan dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Maka dari itu, bisa ditentukan hipotesis yang dirumuskan sebagai berikut: H4: Kebijakan Dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan METODE Penggunaan analisis data penelitian ini kuantitatif, menggunakan variabel independen seperti Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth, serta Kebijakan Dividen terhadap variabel dependen dengan Nilai Perusahaan (TobinAos Q). Populasi perusahaan manfukatur industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2018 hingga 2022, sebanyak 18 perusahaan dengan sample 90 data. Secara sampel yang digunakan adalah purposive sampling, data yang dipertimbangkan dengan kriteria tertentu. Kriteria yang dipertimbangkan sampel penelitian ini, yaitu: Tabel 1 Kriteria Sampel Penelitian Tidak Masuk Kriteria Masuk Kriteria Kriteria Perusahaan sektor industri makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) 2017-2022 Perusahaan sektor industri makanan dan minuman yang membagikan dividen tunai selama periode 2018-2022 Total Sampel Jumlah data yang diolah . sample tahun 2018-2022 Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder pada laporan tahunan perusahaan disitus website w. id, lalu mengolah data menggunakan Eviews 12. Metode analisis data menggunakan uji statistika deskriptif, lalu uji pemilihan model regresi data panel Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1279 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . eperti Uji Chow. Uji Hausman, serta Uji Lagrange Multiplie. , kemudian uji asumsi klasik . eperti Uji Normalitas dan Uji Multikolinierita. , selanjutnya uji regresi data panel dan terakhir uji hipotesis data panel . eperti Uji Koefisien Determinasi (R. Uji Simultan (F), serta Uji Parsial . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskriptif Uji statistik deskriptif berfungsi untuk memberikan gambaran pada data. Hasil uji statistik deskriptif menggunakan eviews 12 dengan melihat nilai minimum, maksimum, mean . ata-rat. , standar deviasi, dan jumlah observasi. Hasil dari analisis statistik deskriptif bisa dilihat dalam tabel dibawah ini: Tabel 2 Uji Statistik Deskriptif Sumber: Data Olah Eviews 12, 2024 Berdasarkan tabel 1 menunjukan uji statistik deskriptif variabel yang dipakai dalam penelitian sejumlah data observasi selama 5 tahun yaitu 90 dari 18 perusahaan, diambil dari annual report yang diterbitkan oleh perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022 sebagai berikut: Pada variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan dihitung dengan rasio TobinAos Q memiliki nilai minimum sejumlah 1,050000 yang artinya manajemen perusahaan berhasil mengelola kapitalisasi pasar dengan asset perusahaan karena lebih dari satu nilai perusahaannya, nilai maksimum sejumlah 3,320000 yang artinya manajemen perusahaan telah gagal mengelola kapitalisasi pasar dengan asset perusahaan karena lebih tinggi dari dua atau mengalami overvalue, nilai rata-rata sejumlah 1,900444, dan nilai standar deviasi sejumlah 0,607779. Lalu variabel independent Return on Equity pada nilai minimum sejumlah -0,200000 yang diartikan perusahaan tersebut mengelola modalnya untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham tidak berhasil atau gagal karena kurang dari angka satu, nilai maksimum 0,270000 diartikan perusahaan tersebut dalam mengelola modalnya untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham berhasil maka dimasa depan ada kemungkinan tingkat return on equity juga meningkat karena lebih dari satu, nilai rata-rata sejumlah 0,089889, dan nilai standar deviasi sejumlah 0,114200. Kemudian variabel independent Current Ratio (X. menunjukan bahwa nilai minimum sejumlah 0,110000 berarti perusahaan tidak mampu mengelola asset dengan baik atau tidak mampu melunasi kewajiban jangka pendek sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan karena kurang dari dua persen, nilai maksimum sejumlah 1,600000 berarti perusahaan tidak mampu mengelola asset dengan baik atau tidak mampu melunasi Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1280 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . kewajiban jangka pendek sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan karena kurang dari dua persen, nilai rata-rata sejumlah 0,928667, serta nilai standar deviasi sejumlah 0,325266. Selanjutnya variabel independen Sales Growth (X. menunjukan pada nilai minimum sejumlah 0,000000 berarti kegagalan berinvestasi pada periode sebelumnya dan tidak bisa dijadikan prediksi pertumbuhan kedepannya, nilai maksimum sejumlah 0,900000 yang diartikan mecapai 5-10% berarti keberhasilan berinvestasi pada periode sebelumnya dan bisa dijadikan prediksi pertumbuhan kedepannya, serta nilai rata-rata sebesar 0,228111, dengan nilai standar deviasi sejumlah 0,196468. Yang terakhir variabel independen Kebijakan Dividen (X. pada nilai minimum sejumlah 0,130000 berarti perusahaan tersebut pada masa ekspansi karena lebih membutuhkan dana untuk biaya ekspansi karena kurang dari lima persen, nilai maksimum nya 1,900000 berarti perusahaan tersebut erusaha menutupi situasi bisnis buruk pada investor dengan menawarkan dividen yang besar atau tidak berencana menggunakan modal kerja secara agresif untuk melakukan ekspansi, nilai rata-rata sebesar 0,437333, serta nilai standar deviasinya sejumlah 0,255957. Pemilihan Model Data Panel Uji Chow Tabel 3 Uji Chow Sumber: Data Olah Eviews 12, 2024 Pada tabel 2 di atas terlihat kedua nilai probabilitas Cross Section F & Chi-square yaitu 0,0000 lebih kecil dari nilai Alpha 0,05. sehingga, menunjukkan bahwa pilihan yang terbaik digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Apabila FEM pilihan terbaik pada uji Chow, maka dilanjutkan ke uji Hausman. Uji Hausman Tabel 4 Uji Hausman Sumber: Data Olah Eviews 12, 2024 Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1281 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Berikutnya pada tabel 3 menunjukan nilai probabilitas Cross-section random adalah 0,2621 lebih besar dari Alpha 0,05. Jadi uji Hausman, model yang terbaik yakni menggunakan Random Effect Model (REM). Jika uji hausman terpilih yaitu REM kemudian dilanjut pada Uji Lagrange Multiplier. Uji Lagrange Multiplier Tabel 5 Uji Lagrange Multiplier Sumber: Data Olahan Eviews 12, 2024 Selanjutnya tabel 4 diatas, nilai probabilitas Breusch-Pagan adalah 0,0000 lebih kecil dari Alpha 0,05. Jadi berdasarkan uji LM, model terbaik yaitu pada Random Effect Model (REM). Uji Asumsi Klasik Model yang dipilih pada regresi ini adalah REM (Random Effec. , sehingga pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan GLS (General Least Squar. Pendekatan GLS (General Least Squar. , uji heterokedastisitas tidak wajib dilakukan menurut Setyawan et al, 2019. Maka dari itu regresi data yang digunakan dua uji asumsi klasik yakni uji normalitas dan uji multikolinieritas. Dari hasil uji asumsi klasik yang telah dilaksanakan dapat dilihat sebagai berikut: Uji Normalitas Sumber: Data Olah Eviews 12, 2024 Gambar 3 Uji Normalitas Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1282 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Berikut hasil uji normalitas pada gambar 3 menyatakan tingkat probabilitas seluruh variable sebesar 0,651539. Disebabkan nilai probability lebih besar dari . , jadi dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi ini terdistribusikan secara normal. Uji Multikolinieritas Tabel 6 Uji Multikolinearitas Sumber: Data Olahan Eviews 12, 2024 Hasil uji multikolinieritas pada tabel 5 di atas, menunjukkan koefisien korelasi antara ROE dan CR. ROE dan SG. ROE dan DPR, serta CR dan DPR pada variabel yang memiliki nilai kurang dari 0,85 menyatakan data terbebas dari multikolinieritas atau berhasil lolos uji multikolinieritas, sehingga masalah multikolinieritas tidak terjadi. Hasil Hipotesis Uji Regresi Data Panel Hasil Uji regresi data panel ini sebagai mengevaluasi dampak Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth, dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan. Hasil uji regresi data panel bisa ditemukan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 7 Uji Regresi Data Panel Sumber: Data Olahan Eviews 12, 2024 Dengan merujuk pada tabel 6 di atas, persamaan regresi bisa dirumuskan yakni: Interpretasi yang dihasil sebagai berikut: Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1283 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Hasil persamaan diatas diketahui nilai konstanta sebesar 1. 473 menunjukkan apabila semua variable independennya konstan dan tidak mengalami perubahan, maka nilai perusahaan (TobinAos Q) akan bernilai sebesar 1. Nilai Koefisien regresi pada Return on Equity (X. 899 dengan tanda positif menunjukkan apabila Return on Equity naik 1 satuan dengan variabel independent lain diasumsikan konstan, maka akan menaikkan nilai perusahaan (TobinAos Q) sebesar 0. Nilai Koefisien regresi Current Ratio (X. 060 dengan tanda positif menunjukkan apabila Current Ratio naik 1 satuan dengan variabel independent lain diasumsikan konstan, maka akan menaikkan nilai perusahaan (TobinAos Q) sebesar 0. Nilai Koefisien regresi Sales Growth (X. sebesar - 0. 800 dengan tanda negatif menunjukkan apabila Sales Growth naik 1 satuan dengan variabel independent lain diasumsikan konstan, maka akan menurunkan nilai perusahaan (TobinAos Q) sebesar 0. Nilai Koefisien regresi Kebijakan Dividen (X. 078 dengan tanda positif menunjukkan apabila Kebijakan Dividen naik 1 satuan dengan variabel independent lain diasumsikan konstan, maka akan menaikkan nilai perusahaan (TobinAos Q) sejumlah 1. Uji Kofisien Determinasi (R. Dalam tabel 6 diatas, nilai koefisien determinasi R2 (Adjusted R-square. bernilai positif yaitu 0,316424 menunjukkan variabel bebas yaitu Return on Equity (ROE). Current Ratio (CR). Sales Growth (SG), dan Kebijakan Dividen (DPR) dengan variabel terikat hanya bisa menjelaskan nilai perusahaan sebesar 31,6424% sedangkan sisanya 68,3276% dipengaruhi variabel lainnya yang tidak dapat diteliti pada penelitian ini. Uji Simultan (Uji F) lalu tabel 6 diatas, dapat dilihat nilai F-statistic sebesar 11,29941 lebih besar dari f-tabel 2,710646771. Nilai probability (F-statisti. sebesar 0,000000 lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan menunjukkan secara simultan return on equity, current ratio, sales growth, dan kebijakan deviden berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan . obinAos . Uji Parsial (Uji T) Berikutnya hasil pengujian dalam tabel diatas bisa disimpulkan dibawah ini, yakni: Berdasarkan table 6 diatas menjelaskan pada variabel Return on Equity t-statistic adalah 2,596903 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,987289865. Nilai probability variabel Return on Equity sebesar 0,0111 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan H1 diterima menunjukkan bahwa variabel Return on Equity berpengaruh signifikan terhadap nilai Berdasarkan table 6 diatas menjelaskan pada variabel Current Ratio t-statistic adalah 0,375954 lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,987289865. Nilai probability variabel Current Ratio sebesar 0,7079 lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan H2 ditolak menunjukkan bahwa variabel Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan table 6 diatas menjelaskan pada variabel Sales Growth t-statistic adalah 2,794971 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,987289865. Nilai probability variabel Sales Growth sebesar 0,0064 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan H3 diterima menunjukkan bahwa variabel Sales Growth berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1284 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Berdasarkan table 6 diatas menjelaskan pada variabel Kebijakan Dividen t-statistic adalah 419345 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,987289865. Nilai probability variabel Kebijakan Dividen sebesar 0,0000 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan H4 diterima menunjukkan bahwa variabel Kebijakan Dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai Pembahasan Pengaruh Return on Equity Terhadap Nilai Perusahaan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh return on equity terhadap nilai Hasil analisis menerangkan pengaruh return on equity terhadap nilai perusahaan berdasarkan tabel 6 diatas pada uji t nilai probabilitynya adalah 0,0111 kurang dari 0,05 dan tstatistic sebesar 2,596903 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,987289865. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa AuReturn on Equity Berpengaruh Signifikan Terhadap Nilai PerusahaanAy dan hipotesis alternatif (H. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian dari Dewi Sukmawardini . dan Made Olivia . , yang dimana menyatakan Return on Equty berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Kesimpulan penjelasannya bahwa semakin tinggi tingkat Return on Equity, nilai perusahaan cenderung meningkat. Serta sebaliknya, semakin rendah tingkat Return on Equity, nilai perusahaan akan rendah. Dengan arti kata lain semakin tinggi ROE, mengindikasikan besaran keuntungan yang diperoleh meningkat oleh setiap dana yang diinvestasikan pada modal. Sedangkan penelitian ini berbanding terbalik pada penelitian Jariah . menyatakan Return on Equity tidak berpengaruh terhadap nilai Pengaruh Current Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Penelitian selanjutnya yaitu pengaruh current ratio pada nilai perusahaan yang dapat dilihat pada tabel 6 menerangkan bahwa hasil uji t nilai probabilitasnya 0,7079 lebih besar dari 0,05 dan t-statistic sebesar 0,375954 lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,987289865. Sehingga menunjukkan AuCurrent Ratio Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Nilai PerusahaanAy dengan kata lain hipotesis alternatif (H. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Selin Lumoly. Sri Murni, dan Victoria N. Untu . yang tersirat current ratio tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat dijelaskan, karena perusahaan tidak melunasi hutang jangka pendeknya tepat waktu yang berarti likuiditas perusahaan rendah dan tidak menjamin nilai perusahaan akan lebih baik. Sehingga, tidak dapat menarik perhatian investor disebabkan menunjukkan hasil keuangan yang negatif dan tidak dapat meningkatkan kualitas nilai perusahaan. Beda halnya dengan penelitian Juhandi . , current ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Sales Growth Terhadap Nilai Perusahaan Penelitian selanjutnya pengaruh sales growth terhadap nilai perusahaan menjelaskan pengaruh sales growth terhadap nilai perusahaan diperoleh data uji t pada nilai probabilitas 0,0064 lebih kecil dari 0,05 dan t-statistic sebesar - 2,794971 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,987289865. Sehingga menunjukkan AuSales Growth Berpengaruh Negatif dan Signifikan Terhadap Nilai PerusahaanAy dan dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astutik . dan Mandalika . menyatakan sales growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth dan Kebijakan Dividen A - 1285 Rahayu & Waluyo/ Jurnal Ilmiah Global Education 5 . dijelaskan, tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi dan tidak mengikuti perputaran piutang yang tinggi pula akan menjadi sinyal negatif bagi pasar, karena akan mengganggu arus kas. Penyebab lainnya juga pada saat perusahaan tidak bisa tumbuh lagi dikhawatirkan investor akan mengurungkan minat untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian Romadhina dan Andhitiyara . menyatakan sales growth tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Penelitian terakhir pengaruh kebijakan deviden terhadap nilai perusahaan menjelaskan pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan diperoleh uji t pada nilai probabilitas 0,0000 lebih kecil dari 0,05 dan t-statistic adalah 5. 419345 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,987289865. Hasil menyatakan bahwa AuKebijakan Dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaanAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari . , mendapatkan hasil bahwa kebijakan deviden berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini bisa dimaknai, semakin tinggi kebijakan deviden maka akan semakin tinggi nilai perusahaan. Sebaliknya, jika kebijakan deviden rendah maka nilai perusahaan rendah. Dengan kata lain, kebijakan dividen bertindak sebagai penentu jumlah laba yang akan diberikan terhadap pemilik saham dan jumlah laba yang bisa digunakan sebagai investasi perusahaan. Berbanding terbalik dengan penelitian Rohaeni. Hidayat, dan Fatimah . menyiratkan kebijakan dividen (DPR) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. KESIMPULAN Peristiwa terjadinya pergerakan naik turun nilai perusahaan yang disebabkan harga saham dan hampir overvalue dapat menjadi acuan agar para investor melihat perusahaan mana yang nilai perusahaan bagus agar dapat menanamkan modal sahamnya. Tujuan penelitian ini ialah menilai sejauh mana dampak variabel Return on Equity. Current Ratio. Sales Growth, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan industri Makanan dan Minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama 5 tahun . Menunjukkan pada hasil penelitian dan data uji hipotesis yang telah dikerjakan, dapat menjelaskan hasil dari Return on Equity. Sales Growth, serta Kebijakan Dividen berpengaruh signifikan pada nilai perusahaan atau disimpulkan H1. H3 dan H4 diterima, sedangkan Current Ratio (CR) tidak adanya pengaruh pada nilai perusahaan yang artinya H2 ditolak. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya memakai sampel lebih dari jumlah sampel pada pengkajian ini akan memberikan hasilnya lebih baik, memakai objek lain tidak hanya pada industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 hingga 2022, tetapi juga dari sektor lainnya, dan diharapkan menambah periode sehingga bisa mengetahui pengaruh antar variabel jika diamati pada jangka waktu lebih lama lagi. DAFTAR PUSTAKA