RESEARCH PAPER published: 31-05-2022 doi: 10. 21070/sej. The Analysis of Pedagogical Content Knowledge (PCK) at Natural Science Teachers in SMP Negeri 4 Sidoarjo Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Guru IPA di SMP Negeri 4 Sidoarjo Mochamad Nashrullah*1. Septi Budi Sartika2. Nur Efendi3 Prodi Pendidikan IPA. Fakultas Pskologi dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ISSN 2540 9859 . Edited by: Noly Shofiyah *Correspondence Mochamad Nashrullah nashrullah@umsida. Received: 12-03-2022 Accepted: 23-05-2022 Published: 31-05-2022 Citation: Nashrullah M. Septi Budi Sartika, & Nur Efendi . The Analysis of Pedagogical Content Knowledge (PCK) at Natural Science Teachers in SMP Negeri 4 Sidoarjo Science Education Journal (SEJ). 6:1. doi: 10. 21070/sej. This study aims to analyze . Pedagogical Content Knowledge (PCK) profile of IPA teachers in teaching science in terms of PCK component in pentagon model . constraint of PCK science teacher in teaching science. The PCK component consists of five components including: Component K1 . eaching orientatio. K2 . nowledge of Curriculu. K3 . nowledge of student. K4 . nowledge of learning strateg. and K5 . nowledge of assessmen. The research is a qualitative with phenomenology approach. The subject of the research was a science teacher at SMPN 4 Sidoarjo. Data collection techniques in this study using documentation, observation and interviews. Data analysis phase using Miles and Huberman model. Test the validity of the data used triangulation technique. Based on the research results revealed PCK teacher profile: K1 component is science learning oriented to develop the cognitive, psychomotor and affective aspects of students by applying constructivism learning theory. K2 component that is understanding the curriculum 2013 and apply it to learning but conducted development on objectives, content and learning materials. K3 component: identify that students do not experience misconception and in managing the classroom asking the students who have the advantage to help other students. K4 component is applying discovery learning model with scientific approach 5M . bserving, asking, collecting data, associating and creatin. K5 component is the assessment of the students covering 3 aspects . ognitive, affective and psychomoto. with assessment methods of quetion and observation, and teachers do not experience PCK constraints in teaching Water Pollution Material. In the next research is expected to reveal three other teacher Keywords: Pedagogical Content Knowledge (PCK). Science Teachers Junior High School Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis . profil Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru IPA dalam mengajarkan IPA ditinjau dari komponen PCK pada model pentagon . kendala PCK guru IPA dalam mengajarkan IPA. Komponen PCK terdiri dari lima komponen meliputi: Komponen K1 . rientasi pengajara. K2 . engetahuan tentang Kurikulu. K3 . engetahuan tentang Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2022 | Volume 6 | Issue 1 sisw. K4 . engetahuan tentang strategi pembelajara. dan K5 . engetahuan tentang penilaia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Subjek penelitian adalah seorang guru IPA di SMPN 4 Sidoarjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, observasi dan wawancara. Tahap analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian terungkap Profil PCK guru: komponen K1 yaitu pembelajaran IPA diorientasikan untuk mengembangkan ranah kognitif, psikomotor dan afektif siswa dengan menerapkan teori belajar konstruktifisme, komponen K2 yaitu memahami kurikulum 2013 dan menerapkannya pada pembelajaran namun dilakukan pengembangan pada tujuan, isi dan bahan pembelajaran, komponen K3 yaitu mengidentifikasi bahwa siswa tidak mengalami miskonsepsi dan dalam mengelola kelas guru memanfaatkan siswa yang mempunyai kelebihan untuk membantu siswa yang lain, komponen K4 yaitu menerapkan model pembelajaran penemuan dengan pendekatan saintifik 5M yang meliputi . engamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mencipt. , komponen K5 yaitu penilaian terhadap siswa meliputi 3 aspek . ognitif, afektif dan psikomoto. dengan metode penilaian tanya jawab dan observasi, dan guru tidak mengalami kendala PCK dalam mengajarkan Materi Pencemaran air. Dalam penelitian selanjutnya diharapkan dapat menngungkap tiga kompetensi guru yang lain. Kata Kunci: Guru IPA SMP. Pedagogical Content Knowledge (PCK) Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2022 | Volume 6 | Issue 1 The Analysis of Pedagogical Contect Knowledge (PCK) at Natural Science A. Nashrullah M. Septi Budi Sartika, & Nur Efendi menunjukkan PCK guru tergolong masih rendah dimana guru belum memahami tiga aspek PCK yakni pengetahuan tentang peserta didik dan karakteristiknya, pengetahuan tentang Kurikulum dan pengetahuan tentang pengembangan potensi peserta didik (Yohafrinal et al. , 2. Penelitian lain yang yang berusaha mengungkap PCK empat guru profesional dalam mengajarkan konsep abstrak dan sukar dalam hal ini materi getaran dan gelombang, hasil penelitian ini menunjukkan masih rendahnya PCK guru dimana ide/ konsep dasar yang diinginkan guru untuk dipelajari oleh siswa belum mewakili konsep dasar yang dibutuhkan untuk memahami konsep tersebut, pengetahuan guru tentang materi getaran dan gelombang kurang komprehensif dan pengalaman belajar dan metode yang digunakan guru yang diberikan pada peserta didik kurang bervariasi (Purwaningsih, 2. Dalam penelitian lain yang berusaha mengungkap perbedaan PCK guru pemula dan senior menunjukkan bahwasannya PCK merupakan keahlian individu, dipengaruhi oleh konteks/suasana mengajar, isi dan pengalaman, yang dimana guru senior lebih fleksibel dalam menggunakan strategi mengajar, disesuaikan kondisi dilapangan dan keadaan siswa. Sementara guru junior lebih fokus pada kedalaman materi dan model-model pembelajaran yang digunakan begitu pula dengan penggunaan strategi pembelajaran cenderung kurang fleksibel dan lebih mengacu pada perencanaan yang sudah dibuat (Anwar et al. , 2. Dari fakta-fakta diatas dapat disimpulkan disimpulkan bahwasannya PCK merupakan pengetahuan yang dikembangkan guru pengalaman, bagaimana mengajarkan suatu materi dalam aneka cara yang paling efektif untuk mendapatkan kekayaan pemahaman peserta didik, guru senior yang memiliki pengalaman belum tentu memiliki kemampuan PCK yang baik karena kurangnya pemahaman terhadap PCK maka dari itu perlunya guru mengetahuai kemampuan PCK mereka dan dapat mengembangkan PCK mereka secara terarah seiring dengan pengalaman mereka. Dalam pembelajaran IPA. PCK dapat diartikan suatu pengetahuan guru dalam memilih suatu analogi, ilustrasi, contoh, penjelasan, atau demonstrasi yang paling efektif untuk mewakili dan merumuskan topik suatu materi IPA sehingga dapat dipahami oleh peserta didik (Wisudawati & Sulistyowati. PCK guru IPA seringkali jadi fokus kajian penelitian, hal ini dikarenakan materi-materi IPA memiliki karakteristik yang cenderung abstrak dan sukar, menuntut seorang guru IPA untuk berinovasi dalam merumuskan suatu model pembelajaran yang tepat untuk menyampaikannya untuk banyak peneliti tertarik mengungkap dan berusaha mengembangkan PCK guru IPA. Kajian mengenai PCK guru IPA diharapkan dapat mengembangkan PCK guru secara terarah sehingga mampu melaksanakan pembelajaran yang PCK guru IPA di SMPN 4 Sidoarjo sendiri berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa PCK guru IPA dalam mengajarkan IPA belum pernah diungkap sebelumnya, istilah PCK bahkan menjadi istilah yang asing dan baru tahu ketika peneliti mengajukan ijin penelitian. Hal ini menunjukkan PCK guru masih bersifat implisit dan belum pernah dilakukan penelitian maupun uji kompetensi PENDAHULUAN Salah satu yang sering dipergunakan untuk menjelaskan interaksi pembelajaran adalah dengan menyelidiki hubungan korelasi antara penerapan suatu metode dengan tingkat keberhasilan pembelajaran murid. Melalui pendekatan itu dapat diselidiki kelebihan metode yang satu dibandingkan dengan metode yang lain pada kondisi tertentu, khususnya diukur dari tingkat keberhasilan yang dicapai oleh para murid. Di dalam pendekatan dan analisis itu, ada satu faktor yang sangat penting yaitu faktor kognisi guru, 1990-an penelitian tentang kinerja guru mengalami pergeseran, dengan fokus aspek kognisi guru. Pergeseran didorong oleh diusulkannya sebuah konstruk yang dikenal sebagai Pedagogical Content Knowledge (PCK) (Shulman, 1. Sebuah penelitian yang berusaha mengungkap aspek Kognisi guru penting dilakukan mengingat seorang guru merupakan sosok yang memegang peran utama dalam menentukan keberhasilan peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang baik (Sendy, 2. PCK merupakan pengetahuan yang memadukan antara Pedagogical Knowledge dan Content Knowledge yang membentuk suatu pengetahuan mengenai bagaimana suatu konsep atau materi yang disampaikan pada proses pembelajaran dapat dipahami oleh siswa yang dimana kemampun ini terbentuk seiring waktu dan bertambahnya pengalaman mengajar (Hadiyanti, 2. , sejak pertama kali diperkenalkan banyak para peneliti pendidikan yang telah mengembangkan PCK seorang guru terlebih pada seorang guru sains/ IPA. Hasil yang dikemukakan menunjukkan bahwa PCK merupakan merupakan keahlian khusus dengan keistimewaan individu dan berlainan, yang dipengaruhi oleh konteks/suasana mengajar, isi dan pengalaman (Anwar et al. Seyogianya tugas guru ialah menjembatani pemikiran ilmuan dengan pemikiran peserta didiknya yang menunutut guru tidak hanya pandai dalam memahami suatu konten sains saja namun harus memiliki PCK yang baik. Dengan guru perlu menmgembangkan PCKnya untuk mewujudkan suatu pembelajaran yang efektif dan dapat mengembangkan potensi peserta didik, dengan memiliki PCK yang baik guru akan mampu mengolah suatu teori kedalam suatu bentuk pembelajaran yang dpat mengarahkan peserta didik pada Penelitian mengenai PCK guru telah banyak dilakukan baik yang berusaha menganalisis profil PCK guru maupun menilai perkembangan PCK guru. Hasil penelitian mengenai PCK pada guru pemula, menunjukkan bahwa PCK mahasiswa calon guru masih rendah terutama pada point menentukan materi yang sesuai dengan kompetensi dasar (KD) yang dipilih, media pembelajaran yang dipilih cenderung menampilkan deskripsi namun minim ilustrasi dan metode pembelajaran yang digunakan cenderung metode ceramah karena kebanyakan mahasiswa kesulitan menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan (Agustina, 2. Studi PCK yang dilakukan pada guru profesional juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dari guru pemula dalam pengetahuan PCK, penelitian dilakukan pada sembilan guru profesional yang hasilnya Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2022 | Volume 6 | Issue 1 The Analysis of Pedagogical Contect Knowledge (PCK) at Natural Science A. Nashrullah M. Septi Budi Sartika, & Nur Efendi yang berusaha mengungkap secara eksplisit PCK guru. Guru di SMPN 4 Sidoarjo pernah mengikuti progam Uji Kompetensi Guru (UKG), namun fokus dalam uji kompetensi tersebut adalah untuk mengukur kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru secara terpisah. Maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian di SMPN 4 Sidoarjo untuk mengungkap profil PCK guru IPA disekolah tersebut serta kendala-kendala PCK guru IPA dalam mengajarkan IPA. Profil PCK guru dapat diketahui dengan menggunakan model PCK sebagai kerangka untuk mengungkap profil dan perkembangan PCK guru, model PCK terdiri atas beberapa komponen meliputi orientasi pengajaran, pengetahuan tentang Kurikulum, pengetahuan tentang siswa, pengetahuan tentang penilaian dan pengetahuan tentang strategi pengajaran (Nyoman Ari Cahyani Damawati, 2. komponen PCK tersebut sejalan dengan komponen PCK model pentagon (Park & Chih Chen, 2. Melalui analisis masing-masing komponen tersebut akan terlihat profil dan perkembangan PCK guru. Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis secara mendalam PCK guru profesional dalam mengajarkan IPA menggunakan model PCK Pentagon dan kendala-kendala PCK guru dalam mengajarkan IPA. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil PCK Guru IPA Profil PCK guru pada penelitian ini dideskripsikan melalui pendekatan PCK model pentagon sebagaimana yang dikemukakakn oleh (Imaduddin et al. , 2. , komponen tersebut digambarkan pada Figure 1 (Park & Chih Chen, [Figure 1 about here. Komponen PCK terdiri dari Komponen K1 . rientasi pengajara. K2 . engetahuan tentang Kurikulu. K3 . engetahuan tentang sisw. K4 . engetahuan tentang strategi pembelajara. dan K5 . engetahuan tentang penilaia. Profil PCK diungkap dengan mendeskripsikan hadil isian dokumen CoRe. Lembar Observasi dan wawancara, sehingga didapatkan sebuah kesimpulan profil PCK guru. Profil PCK Guru di uraikan sebagai berikut: Komponen K1 mengungkap Orientasi guru terhadap pembelajaran, cara guru atau apa yang diyakini guru mengenai konseptualisasi ilmu mengajar. Komponen K1 . Guru mengorientasikan bahwasannya pembelajaran IPA tidak menitikberatkan pada capaian kognitif siswa saja melainkan juga menumbuhkembangkan rana sikap dan keterampilan, hal ini sejalan dengan hakikat IPA sebagai a way of thinking, a way of investigating, abody of knowledge, dan science and its interaction with technology and society (Chiappetta & Koballa, 2. sehingga sudah IPA, menumbuhkembangkan kompetensi peserta didik pada ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan (Anwar et al. Guru memiliki orientasi bahwasannya pembelajaran IPA siswa dituntut untuk membangun sendiri pengetahuannya dan guru bertindak sebagai fasilitator, apa yang dikemukakan guru merupakan aplikasi dari teori belajar konstruktivisme yang memahami belajar sebagai proses pembentukan . pengetahuan oleh yang belajar itu sendiri dan guru berperan sebagai pemerhati tahaptahap belajarnya (Lestari & Fauziati, 2. , karena pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seorang guru kepada siswa tanpa ada keterlibatan siswa dalam pembelajaran (Irwantoro & Suryana, 2. Komponen K2 meliputi: Guru memahami bahwasannya kurikulum yang diterapkan sekolah tempatnya menagajar adalah kurikulum nasional yang memiliki cirikhas yang aktif selama pembelajaran adalah siswa atau yang dikenal dengan student centered dan pembelajaran berbasis scientific approach (Sufairoh, 2. , apa yang difahami guru mengenai kurikulum sudah sesuai dengan data profil sekolah mengenai kurikulum yang diterapkan sekolah SMPN 4 Sidoarjo. Guru telah memahami mengenai tujuan, isi dan bahan METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini dilakukan untuk mengkaji suatu fenomena atau apa yang nampak perihal profil PCK guru dan kedala PCK guru dalam mengajarkan IPA. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu orang guru mata pelajaran IPA di Kelas IX di SMPN 4 Sidoarjo tahun ajaran 2017-2018. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga teknik, yaitu Dokumentasi. Observasi. dan Wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman yang terdiri atas: Tahap reduksi data. Pada mengabstraksikan dan mentransformasikan data yang Tahap display data. Pada tahap ini peneliti menampilkan data hasil penelitian dengan mengkategorikan data dalam dua bagian yakni kategori profil PCK Guru IPA dan Kendala-kendala Guru IPA dalam mengajarkan IPA, display data pada penelitian ini berupa deskripsi. Tahap penarikan kesimpulan/verifikasi data. Pada tahap ini peneliti mengolah data yang dipaparkan pada tahap display data untuk mendapatkan sebuah kesimpulan mengenai Profil PCK guru dan kendalakendala PCK guru IPA dalam mengajarkan IPA. Dalam penelitian ini, digunakan triangulasi teknik dengan menggunakan dokumen CoRe. Lembar Observasi dan Triangulasi data dilakukan dengan cara check dan recheck untuk mendapatkan data yang kredibel. May 2022 | Volume 6 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index The Analysis of Pedagogical Contect Knowledge (PCK) at Natural Science A. Nashrullah M. Septi Budi Sartika, & Nur Efendi pembelajaran, dan telah melakukan pengembangan materi yakni menambahkan pembahasan mengenai sifat asam, basah atau netral yang didalam silabus pada kurikulum tidak terdapat pembahasan tersebut. Guru menambahkan pembahasan itu karena dinilai relevan dan bisa berguna bagi anak-anak untuk mengetahui bahwasanya kehidupan ikan akan terganggu pada kondisi air bersifat basah karena pengaruh detergen, apa yang dilakukan guru dikatakan pengembangan didasarkan pada silabus yang ditetapkan oleh Kemendikbud . yang disajikan dalam Table 1. pencemaran air, penyebab pencemaran air dan dampak pencemaran air, kegiatan pembelajaran berbasis discovery akan mampu meningkatkan kemampuan siswa untuk menggali pengetahuan secara mandiri dan meningkatkan ketrampilan proses siswa (Wahono et al. , 2. Prosedur pembelajaran yang dipakai, guru dalam mengajarkan materi pencemaran air, kegiatan pembelajaran ini meliputi Kegiatan 5 M (Mengamati. Menanya. Mengumpulkan data. Mengasosiasi. Mencipt. Menutup kegiatan pembelajaran guru mereview hasil pembelajaran dan memberikan pertanyaan pada siswa untuk mengecek pemahaman siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil pembelajaran, apa yang dilakukan guru mengenai prosedur pembelajaran dengan 5M tidak sesuai dengan langkah pembelajaran 5M menurut (Sani, 2. yang terdiri dari kegiatan: mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan informasi, menalar/asosiasi, dan komunikasi, namun apa yang dilakukan guru merupakan hal yang dibenarkan oleh (Irwantoro & Suryana, 2. bahwa langkah pembelajaran pendekatan saintifik meliputi: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, dan mencipta. Komponen K5 merupakan pengetahuan guru akan penilaian yang meliputi: Guru memiliki pengetahuan dimensi pembelajaran yang perlu dinilai dalam pembelajaran IPA meliputi sikap, proses dan kognitif siswa sehingga siswa tidak hanya diukur berdasarkan kemampuan kognitif saja. Karena dalam pembelajaran IPA dituntut untuk dapat menumbuhkembangkan kompetensi peserta didik pada ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan, maka dari itu untuk mengetahui tingkat perkembangan siswa perlu dilakukan penilaian terhadap tiga ranah tersebut (Wahono et al. , 2. Pengetahuan guru mengenai metode Ae metode penilaian yang digunakan untuk mengukur pemahaman siswa sudah baik penilaian dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan pada akhir pembelajaran. Metode tanya jawab digunakan guru untuk menilai rana kognitif yang dimana ini dilakukan pada saat kelompok mempresentasikan hasil pengamtannya dan pada saat akhir pembelajaran sebelum guru membuat kesimpulan guru bertanya pada siswa mengenai materi yang telah dipelajari. Metode observasi digunakan guru untuk menilai sikap dan proses. Penilaian dilakukan selama pembelajaran berlangsung Guru berkeliling mengunjungi kelompok selama melakukan Penilaian dalam pembelajaran IPA memang seharusnya dilakukan seiring dengan pembelajaran baik pada saat proses pembelajaran maupun diakhir proses pembelajaran, lebih lanjut aspek yang dinilai meliputi sikap siswa serta melakukan pendampingan jika menemukan sikap siswa yang negatif sedangkan penilaian diakhir pembelajaran dapat dilakukan melalui teknik tes yang mana dapat dilakukan melalui lesan, tugas, esai, ulangan harian, ulangan tengah semester, ujian akhir semester, sampai ujian nasional (Wahono et al. , 2. [Table 1 about here. Komponen K3 menggambarkan pengetahuan guru terhadap siswa mengenai topik dan area yang mungkin dirasa sulit dipahami oleh siswa dan perbedaan kemampuan serta gaya belajar masing-masing siswa. Komponen ini meliputi: Untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa pada materi yang diajarkan guru menggunakan model pembelajaran Discovery Learning, dengan menggunakan Model pembelajaran ini guru berusaha mereduksi sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya Miskonsepsi (Alberto Yonathan Tangke Allo. Budi Jatmiko, 2. Pada akhir pembelajaran guru mengungkapkan bahwa tidak ada materi yang dirasa sulit oleh siswa serta tidak terjadi miskonsepsi yang dialami siswa dalam pembelajaran pencemaran air. Sehingga guru tidak memerlukan tindakan khusus untuk mengatasi miskonsepsi pada materi pembelajaran. Pengetahuan guru mengenai karakteristik siswa selama pembelajaran, adanya perbedaan kemampuan dan gaya belajar, untuk memenuhi kebutuhan siswa yang beragam guru membuat kelompok-kelompok beranggotakan siswa yang tidak homogen hal ini dimaksudkan agar siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat dibantu siswa yang pandai dikelompoknya sehingga meminimalisir peran Guru memfokuskan perhatian pada dua kelompok yang dilihat mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran, yang dilakukan guru menunjukkan pemahaman guru bahwasannya peserta didik mempunyai latar belakang yang berbeda. Implikasinya harus memberi perlakuan atau pelayanan pendidikan yang sesuai dengan perbedaan yang dimiliki peserta didik tersebut (Irwantoro & Suryana, 2. Komponen K4 merupakan pengetahuan guru dalam memilih strategi mengajarkan materi IPA. Komponen ini . Pengetahuan guru mengenai strategi pembelajaran sudah baik, guru telah memilih strategi pembelajaran dengan pendekatan Scientific Approach dengan 5M. Metode pembelajaran pengamatan dan diskusi serta menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Guru mengembangkan pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif menggali pengetahuannya sendiri. Melalui kegiatan penyelidikan siswa diharapkan mampu May 2022 | Volume 6 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index The Analysis of Pedagogical Contect Knowledge (PCK) at Natural Science A. Nashrullah M. Septi Budi Sartika, & Nur Efendi Group Production 2016. Lestari. , & Fauziati. Model PBL Pembelajaran IPA Dalam Perspektif Konstruktivisme Untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Sains Lentera Arfak (JPSLA), 1. , 7Ae13. Nyoman Ari Cahyani Damawati. Pemahaman Terhadap PCK (Pedagogical Content Knowledg. untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru. Seminar Nasional ALFA IV, 1Ae5. Park. , & Chih Chen. Mapping Out the Integration of the Components of Pedagogical Content Knowledge (PCK): Examples From High School Biology Classrooms. Journal Of Research In Science Teaching Wiley Periodicals. Purwaningsih. Potret Representasi Pedagogical Content Knowledge (PCK) Guru dalam Mengajarkan Materi Getaran dan Gelombang pada Siswa Smp. Indonesian Journal Applied Physics, 5. , https://doi. org/10. 13057/ijap. Sani. Metode Pembelajaran Saintifik Untuk Implementasi Kurikulum PT Bumi Aksara, 53. , 1689Ae1699. Sendy. Analisis Kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Guru IPA Kelas IX SMP Muhammadiyah se-Kota Surakarta Berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Shulman. Definiciyn de cymputo - Quy es. Significado y Concepto. American Educational Research Association Is Collaborating with JSTOR to Digitize. Preserve and Extend Access to Educational Researcher. , 15. , 1. https://definicion. de/computo/ Sufairoh. Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran K-13. Jurnal Pendidikan Profesional, 5. , 116Ae125. Sukaesih. Ridlo. , & Saptono. Profil Kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Calon Guru Biologi. Jurnal Lembaran Ilmu Kependidikan, 46. , 68Ae74. https://journal. id/nju/index. php/LIK/article/view/11026/6830 Wahono. Fida. , & Siti. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Balitbang. Kemendikbud. Wisudawati. , & Sulistyowati. Metodologi Pembelajaran IPA. Bumi Aksara. Yohafrinal. , & Risnita. Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Guru MIPA di SMA Negeri 11 Kota Jambi. Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 4. https://doi. org/10. 22437/jmpmipa. KESIMPULAN Dari hasil penelitian terungkap yakni . Profil PCK guru ditinjau dari komponen PCK model pentagon, pada komponen K1 guru berorientasi bahwa pembelajaran IPA harus mengembangkan ranah kognitif, psikomotor dan afektif dan berkaitan dengan teori belajar guru menerapkan teori belajar konstruktifisme, komponen K2 guru memahami kurikulum yang digunakan disekolah adalah kurikulum 2013 dan guru menerapkannya pada pembelajaran namun dilakukan pengembangan pada tujuan, isi dan bahan pembelajaran, komponen K3 guru mengidentifikasi bahwa siswa tidak mengalami miskonsepsi dan dalam mengelola kelas guru memanfaatkan siswa yang berdaya untuk membantu siswa yang lain, komponen K4 guru meyakini untuk mengajarkan materi pencemaran air strategi yang efektif adalah model discovery learning dengan pendekatan scientific approach 5M yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mencipta dan komponen K5 berkaitan dengan penilaian meliputi 3 aspek yang dinilai . ognitif, afektif dan psikomoto. dengan metode penilaian tanya jawab dan observasi. Kemampuan PCK guru IPA masuk dalam kategori Baik, hal yang menunjang berkembangnya Kemampuan PCK guru adanya kegiatan refleksi, pelatihan dan diskusi dengan guru yang lainnya sehingga timbul sebuah gagasan untuk melakukan perbaikan pembelajaran (Sukaesih et al. , 2. Guru dapat mengembangkan kualitas pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan kontinum (Anwar et al. Guru tidak mengalami kendala dalam mengajarkan materi pencemaran air. berdasarkan data dokumen, observasi dan wawancara terungkap bahwasannya dalam mengajarkan materi pencemaran air tidak mengalami kendala. Conflict of Interest Statement: The authors declare that the research was conducted in the absence of any commercial or financial relationships that could be construed as a potential conflict of interest. Copyright A 2022 Nashrullah M. Septi Budi Sartika, & Nur Efendi. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License (CC BY). The use, dis- tribution or reproduction in other forums is permitted, provided the original author. and the copyright owner. are credited and that the original publication in this jour- nal is cited, in accordance with accepted academic practice. No use, distribution or reproduction is permitted which does not comply with these terms. REFERENCES