Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PEMANFAATAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENGUATKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP IT BAITUL JANNAH BANDAR LAMPUNG Arinta Rara Kirana1. Hesti Noviyana2. Wawat Suryati3. Sintia Sukmawati4. Wayan Dion Wibowo5 STKIP PGRI Bandar Lampung arintarara@gmail. com, hestihestinovinovi@gmail. com, 3wawatsuryati@gmail. sintiasukmawati@gmail. com, 5wayandionwibowo@gmail. Abstrak: Terdapat enam indikator untuk terlahir pelajar Pancasila, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Tujuan ini dapat diwujudkan melalui pembelajan berbasis proyek (Project Based Learnin. Kegiatan siswa dalam pembelajaran berbasis proyek memicu lahirnya kemandirian, kolaborasi, dan kreativitas. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya pengetahuan yang baik dari guru dalam menumbuhkan profil pelajar Pancasila sesuai amanat kurikulum merdeka, yang salah satunya melalui Project Based Learning. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk menambah pengetahuan guru SMP IT Baitul Jannah mengenai pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila. Kegiatan ini berlangsung di bulan Oktober 2023. Metode kegiatan berupa pelatihan langsung yang diberikan tim pengabdi, sebagai wujud kejasama antara STKIP PGRI Bandar Lampung dengan SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Dari kegiatan yang dilakukan diperoleh hasil berupa adanya peningkatan kompetensi guru mengenai pemanfaatan Project Based Learning serta semakin kuatnya profil pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Kata Kunci: Project Based Learning. Profil Pelajar Pancasila Abstract: There are six indicators for the birth of a Pancasila student, namely faith and devotion to God Almighty and noble character, global diversity, mutual cooperation, independence, critical reasoning and creativity. This goal can be realized through project-based learning (Project Based Learnin. Student activities in project-based learning trigger independence, collaboration and creativity. In this regard, there is a need for good knowledge from teachers in growing the profile of Pancasila students according to the mandate of the independent curriculum, one of which is through Project Based Learning. In this regard, the aim of holding this training is to increase the knowledge of Baitul Jannah IT Middle School teachers regarding the use of Project Based Learning to strengthen the profile of Pancasila students. This activity will take place in October 2023. The activity method is in the form of direct training provided by the service team, as a form of collaboration between STKIP PGRI Bandar Lampung and SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. From the activities carried out, results were obtained in the form of an increase in teacher competence regarding the use of Project Based Learning as well as a stronger profile of Pancasila students at SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Keywords: Project Based Learning. Pancasila Student Profile Pemanfaatan Project Based Learning untuk Menguatkan Profil Pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung PENDAHULUAN Salah satu karakteristik utama dalam penerapan kurikulum merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learnin. yang bertujuan membangun karakter profil pelajar Pancasila Pembelajaran berbasis proyek adalah metode pembelajaran yang menekankan pada proyek atau kegiatan sebagai inti Dalam proses belajar peserta didik dapat melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis. Melalui berbagai kegiatan pada project based learning membantu pembelajaran pada kurikulum merdeka menjadi lebih aplikatif dan interaktif. Penerapan project kurikulum merdeka. Berbagai inovasi dalam penerapan pengalaman dan tantangan yang lebih berharga bagi peserta didik. Inovasi yang dihadirkan dalam kurikulum merdeka juga merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan generasi yang memiliki daya saing global. Pemerintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi kurikulum baru yang lebih memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya, yaitu kurikulum merdeka belajar. Sejalan dengan yang dipaparkan Sufyadi, dkk. dalam Dewi . 2: . , bahwa kurikulum merdeka dirancang dengan mempertimbangkan perkembangan dan menyesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik sehingga pembelajaran Dalam kerangka dasar kurikulum merdeka terdapat program proyek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan pendekatan project based learning yang dilaksanakan dalam pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan Pembelajaran proyek penguatan profil pelajar Pancasila ini dilaksanakan di luar program intrakurikuler di dalam Tujuan dari pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila untuk memberikan pengalaman belajar informal kepada peserta didik dengan struktur belajar yang fleksibel, pembelajaran yang interaktif, dan membuat peserta didik terlibat langsung dengan lingkungan kompetensi yang terdapat dalam profil pelajar Pancasila. Terdapat enam profil pendidikan karakter ini. Keenam profil tersebut disebut sebagai profil Pelajar Pancasila, yaitu . berakhlak mulia, . bernalar kritis, . kreativitas, . kebhinekaan global, . kemandirian, . gotong royong. (Sufyadi, dkk. , 2. Profil pelajar Pancasila Menurut Kemendikbud, . 1: . adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, maupun ekstrakulikuler. Dengan itu berdasarkan visi dan misi kementrian Pendidikan dan kebudayaan yang terdapat dalam peraturan mentri Pendidikan dan kebudayaan nomor 22 tahun 2020 mengenai rencana strategis Kementerian Pendidikan dan kebudayaan tahun 2020-2024 yaitu berbunyi: Aypelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berprilaku sesuai dengan nilai nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa, dan berahklak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatifAy (Juliani dan Bastian, 2021: . Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Wawat Suryati. Sintia Sukmawati. Wayan Dion Wibowo Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 221- 230 berprilaku sesuai nilai-nilai Pancasila (Kemendikbud, 2021: . Profil pelajar Pancasila merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan kualiatas Pendidikan di Indonesia yang mana mengedepankan pada pembentukan Pada era kemajuan teknologi globalisasi saat ini, peran Pendidikan nilai dan karakter sangat dibutuhkan demi perkembangan manusianya (Fais dan Kurniawati, 2. dalam Rachmawati, dkk . 2: 3. Penguatan profil pelajar Pancasila memfokuskan pada penanaman karakter juga kemampuan dalam kehidupan seharihari ditanamkan dalam individu serta peserta didik melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakulikuler maupun ekstrakulikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila juga budaya kerja (Rahayuningsih. Rachmawati, dkk . 2: 3. Hal tersebut sesuai jawaban dari pertanyaan besar dalam sistem Pendidikan di Indonesia. Profil pelajar Pancasila dibuat sebagai jawaban dari satu pertanyaan besar, tentang kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh system Pendidikan Indonesia. Kompetensi tersebut antara lain kompeten, memiliki karakter juga bertingkah laku mengacu pada nilai nilai Pancasila (Makarim, 2. dalam Rachmawati, dkk . Kemendikbud menetapkan enam indikator dari profil pelajar Pancasila. Adapun keenam indicator tersebut seperti tertuang dalam restra Kemendikbud . dan dijelaskan Kembali oleh mendikbud (Kompas, 2. dalam Juliani dan Bastian, . 1: . , yang tergambar pada Gambar 1 berikut: Gambar 1. Dimensi Profil Pelajar Pancasila Menurut Kemendikbud, . 1: . manfaat dari projek penguatan profil pelajar Pancasila memberika ruang bagi pendidikan untuk dapat mempraktikkan Pancasila. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menguatkan profil pelajar Pancasila adalah melalui project based learning. Metode ini sangat sesuai untuk diterapkan dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila, mengingat project based learning meningkatkan berkolaborasi, memecahkan masalah, berkomunikasi, dimana kemampuan ini diharapkan dalam pembangunan profil pelajar Pancasila. Pentingnya project based learning Pelajar Pancasila sebagaimana disebutkan dalam Mentri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 52/M/2022 tentang pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, menyebutkan AuProyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan korikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun beradasarkan standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel dari segi pelaksanaanAy. Pemanfaatan Project Based Learning untuk Menguatkan Profil Pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung Project Based Learning memuat menumbuhkan sikap belajar siswa yang lebih disiplin dan dapat membuat siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar. project based learning juga memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Selain itu. Project Based Learning juga memfasilitasi peserta didik masalah, bersifat students centered, dan menghasilkan produk nyata berupa hasil proyek (Nurfitriyanti, 2. Sangat jelas bahwa Project Based Learning mampu menguatkan profil pelajar Pancasila sesuai kompetensi yang diharapkan pada revolusi industri. Anamat kurikulum merdeka terkait penguatan profil pelajar Pancasila sebagian besar dapat terwujud melalui metode ini. Melihat amanat kurikulum merdeka dalam upaya membentuk generasi unggul yang berkhebinekaan global, tentu menjadi perhatian khusus bagaimana pemanfaatan Project Based Learning. Kondisi peralihan kurikulum ini juga mendatangkan berbagai permasalahan, yang salah satunya terjadi pada mitra pengabdian yaitu SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Mitra pengabdian membutuhkan kegiatan pelatihan yang dapat menjawab keresahannya mengenai implementasi kurikulum merdeka guna membentuk profil pelajar sesuai harapan Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan pelatihan yang dapat menambah pemanfaatan project based learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila. Analisis situasi yang telah terurai di atas, dapat dikatakan mengungkap memerlukan tindak lanjut diantaranya: . Kurangnya pengetahuan sasaran kegiatan pengabdian . uru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampun. mengenai pemanfaatan project based learning dalam menguatkan profil pelajar Pancasila, . Implementasi kurikulum merdeka pada mitra belum sesuai karakteristik kurikulum melalui pembelajaran berbasis projek untuk mengembangkan skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, . Minimnya kegiatan pelatihan terkait terutama dalam penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasisi Kondisi yang terjadi pada mitra pengabdian di atas, yang menjadi dasar tim pengabdi ingin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan pemanfaatan project based learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Kegiatan pelatihan ini pengetahuan bagi sasaran kegiatan, melainkan juga sebagai jawaban atas keresahan mitra dalam implementasi kurikulum merdeka. Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan guru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung mengenai hakikat dan karakteristik kurikulum merdeka yang menjadikan Project Based Learning sarana mengembangkan soft skill dan membangun karakter profil pelajar Pancasila pada peserta didik. Pelatihan dilakukan dalam satu hari kegiatan dan kemampuan tentang: . Hakikat project merdeka, . Project Based Learning dalam upaya penguatan profil pelajar Pancasila, . Aplikasi Project Based Learning pada tingkat sekolah menengah. Kegiatan pengabdian msyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, sebagai wujud kerjasama antara mitra dengan STKIP PGRI Bandar Lampung. Kegiatan dilaksanakan dengan tim pengabdi memberikan pelatihan langsung serta berbagi pengetahuan terkait project Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sasaran kegiatan . uru SMP IT Baitul Janna. mendapatkan Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Wawat Suryati. Sintia Sukmawati. Wayan Dion Wibowo Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 221- 230 tambahan pengetahuan dan pengalaman terkait project based learning dalam kurikulum merdeka dan bagaimana project based learning dalam menguatkan profil pelajar Pancasila dalam membentuk generasi unggul. METODE Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada mitra, realisasi pemecahan masalah yang ditawarkan adalah berupa pelatihan pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2023 bertempat di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung, kecamatan Kemiling, kota Bandar Lampung. Provinsi Lampung. Kegiatan pelatihan ini dimulai pukul 08. 00 sampai 00 WIB. Peserta kegiatan ini adalah guru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Realisasi dilakukan dengan rangkaian kegiatankegiatan berikut. Tim pengabdi melakukan studi literatur mengenai Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum Melakukan studi awal terkait implementasi kurikulum merdeka dan sejauh mana penguatan profil pelajar Pancasila pada mitra pengabdian masyarakat. Menyiapkan dengan menyesuaikan kebutuhan Menentukan waktu pelaksanaan dan bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada mitra pengabdian masyarakat terkait mengikuti pelatihan. Menyiapkan sarana dan prasarana melaksanakan kegiatan pelatihan dan berkoordinasi dengan mitra. Pelaksanaan pelatihan sesuai waktu yang telah disepakati. Pelaksanaan pelatihan pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka diawali dengan Pemberian menggunakan tampilan Powerpoint (PPT) pada layar ditambah adanya handout materi yang diberikan kepada masingmasing peserta . uru SMP SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampun. Setelah peserta paham dengan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Peserta juga diberikan contoh praktik baik berbasis Project Based Learning yang telah terbukti mampu meningkatkan profil pelajar Pancasila dari hasil riset. Peserta juga diminta untuk merencakan bentuk proyek seperti apa yang akan diberikan pada mata pelajarannya masing-masing, pengetahuan yang diterimanya dari Kegiatan praktik ini bertujuan agar dapat melihat dan mengevaluasi langsung bagaimana pemahaman peserta. Pelatihan yang dijabarkan sebagai realisasi pemecahan masalah diadakan dengan pemberian materi oleh tim pengabdi yang diberikan secara langsung dalam bentuk diskusi, ceramah, dan tanya jawab dengan peserta sesuai paparan Peserta . uru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampun. diberikan kurikulum merdeka, project based learning, hingga profil pelajar Pancasila. Dalam tahap ini tim pengabdi tidak hanya memberikan materi, namun memberikan realisasi secara nyata dari permasalahan yang terjadi pada mitra. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan jumlah peserta Pemanfaatan Project Based Learning untuk Menguatkan Profil Pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung sebanyak 21 peserta . uru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampun. Pelaksanaan pelatihan dilakukan untuk menyelesaikan masalah pada mitra terkait tuntutan dan implementasi kurikulum merdeka belajar. Metode kegiatan ini adalah berupa pelatihan dan pendampingan terhadap sasaran dalam memanfaatkan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa sesi. Sesi pertama berupa pemberian materi mengenai Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum Kegiatan selanjutnya pada sesi kedua adalah tanya jawab dan pemberian contoh praktik baik berbasis Project Based Learning meningkatkan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka. Kegiatan pelatihan diberikan secara jelas dengan terlebih dulu menguatkan pengetahuan peserta mengenai Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka dengan lengkap. Setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan, selanjutnya diadakan kegiatan evaluasi keteralaksanan dilihat dari dua aspek, yaitu . keterlibatan peserta dan . Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari dua komponen evaluasi tersebut. Indikator keterlibatan peserta adalah minimal 80% dari jumlah guru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung mengikuti kegiatan dan terlibat aktif dalam pelatihan yang Luaran kegiatan yang kompetensi guru pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan realisasi pemecahan masalah yang telah disusun, puncaknya adalah saat dilaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila pada mitra yang dilaksanakan mulai pukul 08. 00 hingga 00 WIB pada tanggal 28 Oktober 2023. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam beberapa tahap: Tahap I Tahap pembuakaan pelatihan oleh kepala sekolah SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung serta ketua tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Tahap II Tahap II dilakukan dengan pemberian materi oleh tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Materi disampaikan dalam hal ini adalah mengenai pemanfaatan project based learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila, contoh tema dan project sesuai mata bagaimana membuat praktik baik yang menyenangkan bagi peserta didik dengan mengusung tema pembelajaran berbasis proyek. Tahap i Tahap i dilaksanakan dengan pemecahan masalah dan tanya jawab terkait permasalahan yang ditemui guru SMP IT Baitul Jannah dalam implementasi kurikulum merdeka dan upaya penguatan profil pelajar Pancasila. Tahap IV Tahap IV dilaksanakan dengan pembuatan dan praktik langsung pembuatan tema project dalam upaya menguatkan profil pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah, berdasarkan pengalaman peserta. Tahap V Tahap ini merupakan tahap terakhir, dimana kegiatan yang dilakukan adalah evaluasi seluruh evaluasi tema proyek yang telah dibuat oleh peserta. Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Wawat Suryati. Sintia Sukmawati. Wayan Dion Wibowo Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 221- 230 Dari pengabdian yang dilaksanakan terlihat bahwa kegiatan dilaksanakan atas dasar permasalahan pada mitra dengan tujuan menambah kompetensi guru mengenai pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar, yang mampu menjadikan pembelajaran yang merdeka bagi guru dan peserta didik, sesuai karakteristik peserta didik, hingga dapat menjadikan pembelajaran yang bahagia. Dari dilaksanakan menunjukkan bahwa secara kegiatan berjalan dengan lancar sesuai Kegiatan pernyataan kesediaan bermitra dari kepala SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung kepada ketua tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung juga diserahkan secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini. Peserta kegiatan yaitu guru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung terlihat sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini. Peserta antusias bertanya dan aktif menemukan jawaban dari kesulitan yang dialami selama ini dalam membuat project yang mampu meningkatkan profil pelajar Pancasila. Peserta juga mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar, namun menemukan titik terang melalui kegiatan pelatihan yang dilakukan. Berbagai terpecahkan secara langsung dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Kondisi ini juga sebagai gambaran kesesuaian antara permasalahan dengan solusi yang diberikan tim pengabdi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila secara lebih rinci sebagai berikut: Hasil yang selalu didapat dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah adanya kerjasama yang baik masyarakat yang dalam hal ini adalah SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung dengan STKIP PGRI Bandar Lampung, dalam upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila. Keterlibatan penuh peserta kegiatan mulai dari pemaparan materi, tanya jawab, hingga kegiatan pembuatan tema dan perencanaan proyek sesuai mata pelajaran peserta. Kehadiran peserta 90% yang artinya kebehasilan kegiatan. Adanya peningkatan kemampuan dan kompetensi peserta kegiatan yaitu guru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung Project Based Learning guna menguatkan profil pelajar Pancasila. Tersedianya berbagai tema proyek yang telah dibuat oleh peserta sesuai mata pelajaran dan kebutuhan masing-masing. Kegiatan menjadi solusi bagi permasalahan mitra yang berkaitan dengan implementasi kurikulum merdeka belajar dan karakter peserta didik. Setelah seluruh rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat yang telah Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung mampu menyelesaikan permasalahan pada mitra pengabdian. Permasalahan terkait pemanfaatan Project Based Learning dan profil pelajar Pancasila kompetensi pada peserta kegiatan, yang mana merupakan aset pada mitra. Kegiatan pengabdian yang dilakukan sesuai kebutuhan mitra. Dapat dikatakan tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat tercapai dengan baik. Pemanfaatan Project Based Learning untuk Menguatkan Profil Pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung Hasil dari kegiatan ini juga terlihat dari adanya perubahan karakter peserta didik di SMP IT Baitul Jannah. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah adanya berbagai proyek yang diberikan guru SMP IT Baitul Jannah kepada peserta didik sebagai hasil kegiatan pegabdian masyarakat yang telah dilakukan, menjadikan peserta lebih mandiri, kreatif, kritis, serta semakin terbentuk kompetensi global yang diharapkan pada kurikulum merdeka. Dapat dikatakan bahwa profil pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung semakin kuat. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini senada dengan pendapat dari Nugrohadi & Anwar . bahwa dari pencapaian proyek profil pelajar Pancasila pengetahuan yang ada pada lingkungan sekitar dengan tetap dibimbing oleh guru, salah satunya dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan memberikan banyak keuntungan pada implementasi kurikulum merdeka di SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Pembelajaran menjadi lebih bervariasi, kemampuan peserta didik. Kreativitas peserta didik semakin meningkat melalui proyek-proyek yang dihadirkan peserta Menurut Sampurno dalam Martiati . 2: . Project Based Learning dapat membuat aktifitas siswa maksimal dalam pembelajaran, kreativitas meningkat, kemampuan berpikir kritis dan kinerja ilmiah siswa juga meningkat, mengembangkan keterampilan belajar jangka panjang. Project Based Learning berpotensi besar dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna, dan dapat meningkatkan kinerja ilmiah siswa dalam pembelajaran sehingga peran guru sebagai fasilitator dan mediator dapat terpenuhi dengan Pembelajaran berbasis proyek yang tercipta dari hasil kegiatan ini berhasil menguatkan profil pelajar Pancasila pada mitra pengabdian. Munculnya berbagai project penguatan profil pelajar Pancasila dari guru SMP IT Baitul Jannah juga sebagai hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. Project penguatan profil pelajar Pancasila yang diberikan guru dengan berbagai tema yang bervariasi juga mampu menjadikan pembelajaran di SMP IT Baitul Jannah lebih menarik, menyenangkan, serta mampu menggali potensi peseta didik secara lebih merdeka. Tentu kondisi ini mendukung implementasi kurikulum Pembelajaran membentuk peserta didik sebagai generasi berkarakter Pancasila, mulai dari beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Project Based Learning terbukti berhasil menjadi metode yang tepat untuk mewujudkan sebagian elemen dari Profil Pelajar Pancasila itu, yakni gotong-royong . , mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Hal ini dibuktikan dari hasil evaluasi kegiatan. Selain evaluasi, tim pengabdi juga melakukan tindak lanjut kegiatan dengan tetap berperan dalam mendampingi, mengkoordinir peserta . uru SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampun. dalam memanfaatkan Project Based Learning Profil Pelajar Pancasila. Hal ini diharapkan juga dapat Kurikulum Merdeka. SIMPULAN Kegiatan pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil Pelajar Pancasila Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Wawat Suryati. Sintia Sukmawati. Wayan Dion Wibowo Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 221- 230 pengabdian yaitu SMP IT Baitul Jannah Bandar Lampung berjalan dengan lancar yang ditunjukkan dengan respon positif dari seluruh warga sekolah. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berjalan sesuai perencanaan, mampu menambah kompetensi peserta . uru SMP IT Baitul Janna. mengenai pemanfaatan Project Based Learning untuk menguatkan profil pelajar Pancasila di tingkat sekolah Hasil kegiatan pengabdian lainnya adalah munculnya berbagai project penguatan profil pelajar Pancasila dari guru SMP IT Baitul Jannah, dari pengetahuan dan tema proyek yang dibuatnya saat kegiatan pengabdian Project penguatan profil pelajar Pancasila yang diberikan guru dengan berbagai tema yang bervariasi juga mampu menjadikan pembelajaran di SMP IT Baitul Jannah lebih menarik, menyenangkan, serta mampu menggali potensi peseta didik secara lebih merdeka. Pembelajaran yang terjadi di SMP IT Baitul Jannah, setelah berbagai proyek dari peserta kegiatan juga mewujudkan didik yang kritis, kreatif, kolaboratif, inovatif, dan partisipatif dalam mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Dengan demikian profil pelajar Pancasila di SMP IT Baitul Jannah semakin kuat setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pemanfaatan Project Based Learing. Dari hasil kegiatan di atas, kreativitas guru dalam menciptakan berbagai proyek guna menguatkan profil Pancasila. Berkembang kompetensi dan kreativitas guru, tentu kurikulum merdeka. Keberhasilan kegiatan pengabdian yang dilakukan diketahui dari hasil monitoring dan evaluasi kegiatan, yang menunjukkan keberhasilan kegiatan ini. Tim pengabdi juga melakukan tindak lanjut kegiatan dengan tetap berperan dalam mendampingi, mengarahkan, serta membantu mengkoordinir guru dalam menguatkan Profil Pelajar Pancasila melalui pemanfaatan Project Based Learning. DAFTAR PUSTAKA