Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS BAHASA INGGRIS SEBAGAI UPAYA MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI DI STIT MUHAMMADIYAH BANJAR Nana Supriatna1. Lanlan Muhria2. Haris Hamdani3. Adi Irfan Marjuqi4 Email : alularajwamauludiah2016@gmail. STIT Muhammadiyah Banjar1,4 Universitas Sindang Kasih Majalengka2 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya3 ABSTRAK Saat ini, masyarakat global sedang menghadapi fenomena globalisasi. Situasi ini secara tidak langsung telah membawa tuntutan-tuntutan yang memerlukan perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat. Globalisasi menimbulkan berbagai tantangan, termasuk kemampuan bertahan menghadapi fenomena global, kesiapan untuk bersaing di era kompetisi, serta peningkatan kualitas diri sebagai sumber daya manusia yang memenuhi syarat. Hal ini dapat diupayakan melalui pembaharuan pendidikan dan penciptaan inovasi-inovasi baru dalam bidang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis bahasa Inggris diharapkan menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan Mahasiswamenghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran PAI berbasis bahasa Inggris dapat menjadi upaya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian dilakukan di STIT Muhammad Banjar pada semester II tahun akademik 2023/2024 dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI berbasis bahasa Inggris dapat menjadi upaya untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan globalisasi karena memberikan manfaat yang relevan sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Kata Kunci: Pembelajaran PAI. Pembelajaran Berbasis Bahasa Inggris. Globalisasi. ABSTRACT Today, society is faced with the phenomenon of globalization. This is immediately give demands that need more attention from all levels of society. The existence of globalization causes several challenges including self-defense to face global phenomena, self-readiness to face the era of competition, and readiness to improve self quality as a qualified human resource. It can be accomplished through educational reforms and creating new innovations in education. English- based Islamic Religious Education Learning is expected to be one of the way to prepare students to face the challenges of globalization. This research aims to find out how English-based learning of Islamic Religious Education is one of the way to face the challenges of globalization. The research is conducted on second Semester of STIT Muhammad Banjar. This research used descriptive-qualitative research method The results of this study can be concluded that English-based Islamic religious education learning can be used as one of the way to prepare students to face the challenges of globalization because of the many benefits that are relevantas the solution for this matter. Keyword: PAI Learning. English-Based Learning. Globalization. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 mampu bersaing di tingkat Nasional maupun Internasional. Salah satu strategi untuk membuat PENDAHULUAN Mahasiswa unggul dalam bidang akademik dan Pendidikan selalu berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan (Zulmy, 2. Oleh karena itu, pendidikan idealnya dirancang dengan mempertimbangkan relevansinya dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah (Wibowo, 2. Saat ini, masyarakat global dihadapkan pada fenomena globalisasi. Hal ini secara tidak langsung Mahasiswa menjadikan kampus berstandar internasional. Kelas dengan pembelajaran menggunakan Bahasa Inggris merupakan salah satu fasilitas yang ditawarkan Internasional. menimbulkan berbagai tuntutan yang memerlukan perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat. Bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu Dengan adanya globalisasi, masyarakat dituntut kunci untuk adaptasi dan kompetisi di era untuk menghadapi beberapa tantangan, termasuk globalisasi (Wijaya, 2. Penguasaan Bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sangat penting, global, kesiapan menghadapi era kompetisi, serta sehingga kampus ingin agar mahasiswa mampu kesiapan meningkatkan kualitas dan kapasitas diri memahami dan menguasai bahasa tersebut dengan agar menjadi sumber daya manusia yang kompeten berbicara dalam bahasa Inggris secara rutin. (Sofia, 2. Tantangan-tantangan yang ada Tujuannya keterampilan bahasa asing yang baik, tidak terbatas pendidikan di Indonesia untuk terus berkembang dalam pengetahuan, memiliki pandangan yang luas, dan berinovasi. Perkembangan pendidikan yang dan mampu bersaing di tingkat global. Namun, di berkelanjutan membutuhkan inovasi baru untuk lapangan, kampus yang menerapkan kurikulum menjaga keseimbangan dengan perubahan yang internasional belum sepenuhnya efektif. Salah satu Kualitas adalah tantangan pertama yang masalahnya adalah penggunaan bahasa Inggris yang hanya terbatas pada mata pelajaran sains. Selain itu, (W. Nurkencana & Sumartana, 1. Era globalisasi secara tidak langsung telah memunculkan era Internasional, baik di kampus umum maupun kompetisi, di mana berbicara tentang kompetisi kampus internasional dengan label Islam, tidak berarti berbicara tentang keunggulan (Haidar, menjamin bahwa kampus tersebut memiliki jiwa internasional, terutama dalam penggunaan bahasa persaingan dalam dunia pendidikan, sekolah- Inggris yang menjadi simbol dari sistem kampus berlabel internasional. Dengan pendidikan yang kompeten dan berkualitas sesuai Banyak kampus yang mengklaim sebagai dengan kebutuhan global. Hal ini terbukti dengan kampus internasional sebenarnya tidak memenuhi munculnya berbagai kampus yang memiliki sistem standar internasional baik dalam penggunaan standar internasional dan menyediakan fasilitas kurikulum maupun bahasa Inggris sebagai bahasa khusus, baik dari segi sarana dan prasarana, utama dalam pembelajaran. Beberapa dari kampus kegiatan pembelajaran, hingga tenaga ahli yang tersebut hanya menggunakan disiapkan secara khusus untuk mendukung dan meningkatkan kualitas kampus tersebut. Tujuannya adalah agar kampus dapat menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan Mahasiswa yang Inggris Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Indonesia dalam bahasa Inggris, termasuk pembelajaran PAI. menjelaskan materi secara lengkap. Selain itu, kultur dan kurikulum yang mereka gunakan sama dengan kampus umum yang tidak memiliki label internasional memperhatikan esensi internasional yang seharusnya STIT Muhammad Banjar adalah sebuah kampus Islam yang mencoba ke arah kurikulum berbasis internasional yang terletak di kota Banjar dan lagi dirancang menjadi International university sejak Berbeda dengan kampus lainnya. STIT Muhammad Banjar menggunakan bahasa Inggris dalam semua mata pelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam. Tidak hanya dalam penggunaan bahasa, keunikan kampus ini juga terletak pada keinginan mahasiswa yang luar biasa sehingga melahirkan Inggris Saat ini. Pendidikan Agama Islam (PAI) telah menjadi suatu kebutuhan yang Sejarah mencatat masa keemasan Bani Abbasiyah di bawah pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid dan putranya. Al MaAomun, di mana terjadi perkembangan yang pesat dalam ilmu pengetahuan agama dan umum. Bidang-bidang seperti fikih, tafsir, hadis, kalam, tasawuf, dan siyasah berkembang, begitu pula dengan ilmu umum seperti Perkembangan penguasaan bahasa lain-lain. Islam. Penguasaan bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, menjadi sangat penting bagi generasi muda Islam saat ini. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan bahasa Inggris dalam pembelajaran PAI di berbagai kampus. Dengan diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan pengetahuan mereka, kemajuan peradaban dunia di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang menyeluruh mengenai Inggris Pendidikan Agama Islam (PAI) di STIT Muhammad Banjar. Penelitian ini difokuskan pada semester II dimana seluruh kegiatan pembelajarannya dilakukan METODE Metode penelitian pendidikan merupakan Akibatnya, tujuan untuk menc cara yang bersifat ilmiah untuk memperoleh kevalidan sebuah data dengan tujuan untuk membuktikan data tersebut dengan menggunakan dipergunakan untuk memperoleh pemahaman, memperoleh pemecahan, serta sebagai antisipasi permasalahan di bidang pendidikan (Sugiono. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif memahami fakta lapangan dan di ceritakan ulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan pedagogi, yang mengacu pada strategi pengembangan seluruh kemampuan dasar untuk membentuk pribadi secara Data diperoleh melalui observasi dan Observasi dilakukan pada tanggal 5 Februari 2024, sedangkan wawancara dilakukan dengan beberapa narasumber, termasuk mahasiswa semester II STIT Muhammad Banjar pada tanggal 9 Februari 2024. Dosen Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Bpk Adi Irfan Marjuqi M. Pd pada tanggal 9 Februari 2024. Kaprodi sekaligus mewawancarai Ketua STIT Muhammad Banjar bpk Maman Sulaeman SE. ,MM pada tanggal 9 Februari 2024. English Specialist bpk. Nana Supriatna M. Pd pada tanggal 10 Februari 2024, dan Manager of quality assurance agency pada Februari Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 faktor lain yang turut berperan penting, seperti HASIL DAN PEMBAHASAN digunakan, fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran PAI Definisi Pembelajaran Menurut Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi dalam karya Muhibbin Syah, pembelajaran, metode pengajaran, evaluasi, dan pembelajaran adalah sebuah proses sistemik dan sebagainya (Hidayat, 2. sistematis yang melibatkan aktivitas belajar dan Agama Islam, mengajar dengan berbagai komponen yang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2/1989 Pasal 39 ayat 2, adalah salah satu berlangsung secara berkesinambungan (Syah, komponen yang wajib ada dalam kurikulum setiap jalur, jenis, jenjang, dan pendidikan. Pasal Mudjiono, pembelajaran adalah kegiatan yang tersebut menegaskan bahwa kurikulum harus terstruktur dengan desain instruksional untuk mencakup pendidikan pancasila, agama, dan menciptakan pembelajaran yang aktif bagi siswa, di mana guru bertanggung jawab dalam pendidikan agama, termasuk Islam dan agama menyediakan sumber belajar (Mudjiono & lainnya, adalah bagian esensial dalam sistem Dimyati, 2. Undang-Undang No. 20 Tahun pendidikan nasional. Selain Dimyati 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga . Pendidikan agama Islam dapat diartikan sebagai menjelaskan bahwa pembelajaran adalah proses upaya yang disengaja untuk mempersiapkan interaksi antara pendidik dan Mahasiswa yang Mahasiswa dalam memahami, mempercayai, menggunakan sumber belajar dalam lingkungan menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam belajar (Majid, 2. Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya yang disengaja oleh guru untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran dengan tujuan menciptakan interaksi yang menghasilkan perubahan positif pada peserta . Pendidikan Faktor-faktor Pembelajaran Tantangan Proses pembelajaran adalah masalah yang kompleks karena melibatkan interaksi antara berbagai Dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, dua faktor yang sangat penting adalah peran pendidik sebagai subjek pembelajaran dan peran Mahasiswa sebagai objek pembelajaran. Tanpa partisipasi aktif dari kedua belah pihak serta psikomotorik, dan afektif, proses pembelajaran tidak akan mencapai hasil yang optimal. Namun, selain kedua faktor ini, terdapat juga faktor- Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 latihan, dan pengarahan, dengan tetap menghormati metode dalam merancang kurikulum pendidikan sebagai upaya memperkuat agama Islam tidak jauh berbeda dengan metode kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat yang diterapkan dalam pendidikan umum. Ada dua untuk mencapai kesatuan nasional. alasan utama mengapa metode ini digunakan untuk agama lain . Tujuan Pendidikan Agama Islam (PAI) secara mengatur kurikulum PAI agar lebih efektif, umum adalah untuk meningkatkan pemahaman, menarik, dan relevan dengan konteks sosial serta isi Mahasiswa terhadap ajaran Islam, sehingga Landasan motivasional: Tujuannya adalah untuk mereka menjadi umat muslim yang beriman dan membangkitkan minat individu Mahasiswa dalam bertakwa kepada Allah SWT, serta menjadi individu muslim yang memiliki akhlak mulia. mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap Materi Pendidikan Agama Islam mencakup inti pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari. dari ajaran Islam, yang meliputi tiga hal pokok: Landasan keimanan . , keIslaman . , dan menanamkan nilai-nilai keagamaan dan keyakinan ihsan . pada peserta didik, sehingga tindakan mereka Ini Islam. Aqidah adalah keyakinan yang berhubungan selalu mengikuti prinsip dan semangat yang baik dengan batin, tentang keesaan Allah. Sang Pencipta . khlakul mahmuda. Selain itu, terdapat beberapa yang Maha Esa yang mengatur dan menghapuskan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran alam semesta ini. Pendidikan Agama Islam, seperti yang dijelaskan Syariah adalah kumpulan tindakan lahiriah yang oleh Andayani . mengekspresikan ketaatan kepada Allah SWT. Pendekatan Keimanan adalah cara yang dengan mematuhi peraturan dan hukum-Nya, untuk digunakan untuk memberikan kesempatan mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan kepada Mahasiswa untuk mengembangkan sesama manusia sertakehidupan manusia. pemahaman tentang Tuhan sebagai sumber Akhlak adalah praktik-praktik yang melengkapi kehidupan bagi makhluk hidup di dunia. mengajarkan tata cara hidup manusia. Dari tiga Islam, beberapa cabang ilmu agama, seperti Ilmu Tauhid. Ilmu Fiqih, dan Ilmu Akhlak. Ketiga prinsip ini kemudian diperdalam dengan pembahasan hukum Islam yang mencakup Al-Qur'an. Al-Hadits, dan Sejarah Islam, menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam mencakup keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan makhluk hidup lainnya maupun (Hablun minanna. (Majid, 2. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam mengacu pada cara atau langkah-langkah yang digunakan baik oleh pengajar maupun Mahasiswa Penggunaan Pengalaman adalah memberikan kesempatan kepada Mahasiswa untuk secara langsung merasakan hasil dari pengalaman akhlak dan Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Pembiasaan adalah memberikan kesempatan penerapan bahasa Inggris secara menyeluruh sebagai Mahasiswa perilaku dan sikap yang sesuai dengan ajaran pembelajaran, termasuk persiapan, pelaksanaan, agama Islam dan budaya, agar mereka dapat dan evaluasi, baik secara lisan maupun tertulis, menghadapi permasalahan kehidupan. serta secara aktif dan pasif. Pendekatan rasional adalah usaha untuk Mahasiswa PEMBELAJARAN BERBASIS BAHASA ASING Khususnya memahami dan membedakan berbagai jenis mengalami perkembangan pesat seiring dengan bahan ajar, serta hal-hal yang berkaitan meningkatnya era globalisasi dan perdagangan dengan perilaku baik dan buruk dalam pada tahun 1990-an, bahasa inggris masih kehidupan sehari-hari. dianggap sebagai sesuatu yang eksklusif, tetapi pendekatan emosional adalah upaya untuk Mahasiswaagar perilaku yang sesuai dengan ajaran agama seiring berjalannya waktu, bahasa ini telah menjadi pengajaran bahasa inggris dimulai dari tingkat pendidikan dasar, bahkan dari taman kanak-kanak atau playgroup. namun, dalam prakteknya, masih Islam dan budaya bangsa. terdapat banyak kendala dan kekurangan dalam Pendekatan fungsional adalah upaya untuk proses pembelajaran bahasa inggris. tujuan dari menyajikan berbagai bentuk materi standar pembelajaran menggunakan bahasa kedua atau bahkan di indonesia sendiri menjadi bahasa ketiga. ibadah/fiqh, dan sejarah, dengan menekankan karena bahasa ibunya orang -orang indonesia manfaatnya bagi Mahasiswadalam kehidupan adalah bahasa daerah yang kedua adalah bahasa sehari-hari. indonesia dan yang ketiga baru bahasa asing antara Al- QurAoan. Keteladanan adalah usaha untuk menjadikan guru agama Islam, guru non-agama, serta semua stakeholder di sekolah dan orang tua Mahasiswasebagai lain adalah untuk memaksimalkan pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang tertulis dalam buku-buku berbahasa asing, memungkinkan mahasiswa berkomunikasi dengan orang asing menggunakan bahasa asing, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk Evaluasi Pendidikan Agama Islam adalah suatu pembangunan nasional. beberapa hal yang perlu proses yang dilakukan untuk menilai nilai dari diperhatikan dalam penggunaan bahasa ketiga atau bahasa asing termasuk keberadaan dosen yang aspek dalam termasuk materi ajar, pendidik, peserta didik, dan dengan baik, mengevaluasi pencapaian tujuan pendidikan dan penguasaan dosen terhadap keterampilan berbahasa Evaluasi asing, dan penggunaan bahasa asing yang sesuai perbaikan-perbaikan. PAI menggunakan tes tertulis dan melihat performa Lebih Implementasi bahasa Inggris dalam pembelajaran PAI merupakan instruksi dalam bahasa ibu. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Bahasa Inggris digunakan dalam semua Kemudian mahasiswa diminta untuk mengarang dengan aspek kegiatan pembelajaran, mulai dari tahap bahasa Inggris yang telah dipelajari dengan tema-tema persiapan yang mencakup pembuatan Satuan Acara yang diolah mencakup dasar-dasar berbahasa tanpa Perkuliahan (SAP) dan penyusunan silabus, hingga menghilangkan esensi keagamaan itu sendiri: I love Allah. I love Rosulullah. I love my parents. I love myself. I love each other. I love environment, yang pembelajaran seperti pembuatan soal ujian, semuanya menggunakan bahasa Inggris sepenuhnya. Selain itu. Akhlak. Fiqih, serta SKI yang dijadikan dalam sebuah penggunaan bahasa Inggris diterapkan dalam seluruh buku (Khoirunnisa, 2. Berdasarkan observasi proses pembelajaran di beberapa mata kuliah, yang dilakukan, pembelajaran praktik berupa kegiatan termasuk Pendidikan Agama Islam. Langkah ini keagamaan dilakukan setiap hari oleh dosen PAI merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan dengan bantuan dosen mata kuliah lain. Praktik ibadah STIT Muhammad Banjar, yaitu menyediakan tempat harian meliputi wudhu, shalat berjamaah, mengaji, dan pendidikan yang menyinergikan tiga aspek keilmuan: membaca Asmaul Husna (Ketua STIT Muhammad nilai keislaman, kearifan lokal, dan nilai internasional. Banjar, komunikasi pribadi, 7 Februari 2. Implementasi bahasaInggris menjadi cara konkret untuk Penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran PAI memberikan banyak manfaat positif bagi siswa, menghasilkan Mahasiswa yang siap menghadapi dan diantaranya: Pertama, memotivasi mahasiswa STIT bersaing di tingkat global. Penerapan bahasa Inggris Muhammad Banjar untuk menguasai bahasa Inggris. dalam pembelajaran PAI pada mahasiswa semester II Penerapan bahasa Inggris dalam seluruh kegiatan di di STIT Muhammad Banjar telah dilakukan sejak kampus, khususnya pembelajaran, 2022, sebagaimana diungkapkan oleh Ketua STIT mahasiswa untuk menguasai bahasa Inggris dan Muhammad. termotivasi untuk meningkatkan kemampuan mereka. diterapkan sejak 2022 berlanjut hingga saat ini, dan Kedua, membantu menumbuhkan rasa percaya diri. akan terus berlangsung. Saya ingin sepenuhnya Penguasaan bahasa Inggris oleh mahasiswa STIT maksimal, jadi sejak awal saya telah berkomitmen Muhammad Banjar meningkatkan rasa percaya diri untukmenerapkan bahasa Inggris secara penuhAy Ketua mereka, terlihat dari keaktifan mereka bertanya dan STIT Muhammad Banjar komunikasi pribadi, 7 Maret Mata kuliah PAI menggunakan bahasa Inggris (Khoirunnisa, 2. Ketiga, pembentukan akhlak diampu oleh Nana Supriatna S. Pd. ,M. Pd. Yang yang baik. Dengan kemajuan teknologi, anak-anak lineritas S1 dan S2 nya sudah pendidikan Bahasa mudah mengakses hal-hal negatif. Penerapan bahasa Inggris. Inggris Penggunaan Inggris STIT Muhammad Banjar menggunakan Al-Qur'an STIT Hadits. Aqidah Muhammad Banjar menghindarkan mahasiswa dari ucapan yang kurang kurikulum dari Kementerian Pendidikan. Kementerian pantas karena kampus hanya mengajarkan bahasa Agama dan Cambridge (Khoirunnisa, 2. Inggris yang formal dan baik, yang secara tidak Pelaksanaan pembelajaran PAI di STIT langsung membentuk akhlak baik bagi mahasiswa. Muhammad Banjar terdiri dari pembelajaran teori dan Keempat, meningkatkan keterampilan bahasa Inggris Pembelajaran teori diajarkan secara tematik Mempelajari bahasa Inggris yang bukan dengan menggabungkan beberapa mata kuliah seperti Al-Qur'an Hadits. Aqidah Akhlak. Fiqih, serta Sejarah Kelima, memperluas wawasan mahasiswa dan Kebudayaan Islam (SKI) yang ada pada dengan mempermudah mereka menyerap informasi kurikulum Kementerian Agama. Mata Kuliah tersebut dari berbagai sumber, baik berbahasa Indonesia digabung dan disajikan dalam konsep yang berbeda. maupun Inggris. Implementasi penggunaan bahasa Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Inggris pada pembelajaran PAI di STIT Muhammad Ketiga. Banjar berhasil. Hal ini terlihat dari observasi di kelas, memunculkan kesadaran akan keterkaitan global. Keempat, disampaikan, dan aktif merespon dalam bahasa Inggris kesamaan masalah global. Oleh karena itu, dengan baik (Khoirunnisa, 2. Kedua, keberhasilan persiapan untuk menghadapi era globalisasi menjadi terlihat dari kemampuan mahasiswa mengerjakan soal esensial, termasuk keahlian dalam teknologi dan dan memperoleh nilai akhir yang tinggi dalam mata ketrampilan komunikasi. Bahasa Inggris, sebagai kuliah PAI. Bapak Adi Irfan Marjuqi S. Pd. bahasa global, menjadi kunci untuk berpartisipasi menyatakan bahwa awalnya ada kekhawatiran siswa secara luas dalam lingkup internasional. akan tertinggal dalam pemahaman materi, tetapi hasil PENUTUP ujian menunjukkan nilai yang memuaskan, dengan minimal nilai 80. Evaluasi pembelajaran dengan Simpulan bahasa Inggris tidak membuat hasil penilaian buruk. Pelaksanaan Pendidikan mahasiswa mampu mencapai nilai tinggi. Hal ini Agama Islam di kelas semester II tahun 2023/2024 mahasiswa STIT Muhammad Banjar sepenuhnya bahasa Inggris pada pembelajaran PAI di mahasiswa dilakukan menggunakan bahasa Inggris sebagai STIT Muhammad Banjar berhasil terlaksana dengan pembelajaran, termasuk pembuatan Satuan Acara Echols Mulai dari persiapan Perkuliahan (SAP) dan penyusunan silabus, hingga bahwa globalisasi, yang berasal dari bahasa Inggris pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang mencakup "globalization", mengacu pada proses menjadikan interaksi dalam kelas, serta evaluasi pembelajaran suatu hal bersifat mendunia atau sejagat. Menurut seperti pembuatan soal ujian, semuanya dilakukan Scholte, seperti yang diuraikan oleh Zubaedi, dalam bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa ada lima konsep untuk memahami globalisasi: kegiatan pembelajaran PAI untuk Mahasiswa Semester II di mahasiswa STIT Muhammad Banjar pertumbuhan dalam pertukaran dan ketergantungan benar-benar berbasis bahasa Inggris. Mata Kuliah PAI berbasis bahasa Inggris terbukti sebagai upaya Marwadi hambatan-hambatan Mahasiswamenghadapi pemerintah terhadap mobilitas antarnegara untuk tantangan globalisasi. Ini terlihat dari berbagai menciptakan ekonomi terbuka dan bebas. manfaat yang diterima oleh mahasiswa seperti sebagai universalisasi, yang merupakan penyebaran benda atau pengalaman kepada seluruh orang di Inggris, peningkatan rasa percaya diri baik pada keempat, sebagai fenomena westernisasi atau modernisasi yang mencakup dinamika sosial maupun dosen, pembentukan akhlakul karimah, modern seperti industrialisme dan kapitalisme. peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, serta kelima, sebagai penghapus batas teritorial yang menghilangkan batas- batas geografis. Menurut memudahkan mereka menyerap informasi dari Sadegh, berbagai sumber, baik berbahasa Indonesia maupun Pertama, perubahan konsep tentang bahasa Inggris. Implementasi penggunaan bahasa ruang dan waktu karena perkembangan teknologi Inggris dalam matakuliah PAI di STIT Muhammad informasi dan transportasi. Kedua, peningkatan Banjardapat dikatakan berhasil. Hal ini terlihat dari volume interaksi sosial karena kemajuan teknologi. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 dua hal: Pertama, kegiatan pembelajaran di kelas Islamic School. berlangsung sangat kondusif, dengan mahasiswa Majid. Rosdakarya. mampu memahami apa yang disampaikan oleh dosen pengampu dan aktif merespons materi perkuliahan dalam bahasa Inggris dengan baik. Strategi Pembelajaran. Mali. Visi Pembaharuan Pendidikan Islam. Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penyusunan NaskahIndonesia. Kedua. Mahasiswa mampu mengerjakan soal dengan baik dan meraih nilai akhir yang tinggi dalam matakuliah PAI. Saran Diharapkan untuk penelitian selanjutnya agar lebih memperhatikan lagi pengembanganpengembangan dan inovasi dalam dunia pendidikan. Saran dari peneliti yang peneliti sampaikan adalah diharapkan ada yang meneruskan lagi penelitian pendidikan dimasa yang akan datang. Adapun suatu inovasi yang dikembangkan oleh peneliti adalah pengembangan dalam dunia tekhnologi pendidikan. Moleong, . Metodologi PenelitianKualitatif. PT. Remaja Rosdakarya Mudjiono, & Dimyati. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Muhaimin. Ghafir. , & Rahman. Strategi Belajar Mengajar PenerapannyaDalam PengembaganPendidikan Agama. CV Citra Media Karya Anak Bangsa. Mujiharto. March [Personalcommunicatio. Nurkencana. , & Sumartana. Evaluasi Pendidikan. Usaha Nasional. Pewangi. Tantangan Pendidikan Islam di Era Globalisasi. Tarbawi : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1. , 1Ae11. https://doi. org/10. 26618/jtw. Semoga kelak akan ada peneliti yang lebih mumpuni untuk meneliti tentang hal tersebut. DAFTAR PUSTAKA