KESKOM. : 57-63 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Pelaksanaan Promosi Kesehatan Dalam Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis The Implementation Of Health Promotion In The Management Of Tuberculosis Disease Donny AlAan1. Nurvi Susanti2. Risa Amalia3. Alhidayati4 1,2,3,4 STIKes Hang Tuah Pekanbaru ABSTRACT ABSTRAK Pulmonary Tuberculosis is a contagious disease caused by the bacteria called Micro Tuberculosis which can be transmi ed through sputum sparks. Based on data from the Rejosari Health Center in 2017 there were 155 TB cases, in 2018 there were 136 TB cases and in 2019 there were 138 TB cases, a total of 429 TB This study aims to see the implementa on of Health Promo on in the preven on of pulmonary tuberculosis. It was a qualita ve research. The research subjects consisted of 3 main informants, namely the Head of the Community Health Centre. Health Promo on and Tuberculosis Program holders, 2 suppor ng informants, namely the Tuberculosis Cadre and the Co mmunity. Data co lle c o n thro ugh inte r vie ws and observa ons. Data management techniques with triangula on. The results showed that community empowerment was s ll lacking because community empowerment had not been maximally carried out, such as training which was only conducted once and only for pulmonary tuberculosis cadres. Advocacy in the preven on of tuberculosis is s ll lacking in overcoming the budget for the preven on of tuberculosis. It is s ll hoped that from the BOK budget and reducing the eAorts of Community Health Centre in increasing the sustainability of Anancing, partnerships in the preven on of tuberculosis have been It is hoped that the Rejosari Community Health Center will further improve community empowerment, advocacy and partnerships in tuberculosis preven on programs. Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Micro Tuberculosis yang bisa menular melalui percikan dahak. Berdasarkan data Puskesmas Rejosari tahun 2017 terdapat 155 kasus TB, tahun 2018 terdapat 136 kasus TB dan tahun 2019 terdapat 138 kasus TB, total keseluruhan 429 kasus TB. Peneli an ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Promosi Kesehatan dalam penanggulangan Tuberkulosis Paru. Metode peneli an kualita f. Subjek peneli an terdiri dari 3 orang informan utama yaitu Kepala Puskesmas. Tenaga Promkes dan pemegang Program Tuberkulosis, 2 orang informan pendukung yaitu Kader Tuberkulosis dan Masyarakat. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Teknik pengelolaan data dengan triangulasi. Hasil peneli an menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat masih kurang dikarenakan pemberdayaan masyarakat belum maksimal dilakukan seper pela han yang dilakukan hanya sekali dan dilakukan terhadap kader-kader tuberkulosis paru saja. Advokasi dalam penanggulangan tuberkulosis masih kurang dikarenakan anggaran dana dalam penanggulangan tuberkulosis masih mengharapkan dari anggaran BOK dan kurangnya upaya puskesmas dalam meningkatkan kesinambungan pembiayaan, kemitraan dalam penanggulangan tuberkulosis sudah Diharapkan kepada pihak Puskesmas Rejosari lebih meningkatkan pemberdayaan masyarakat, advokasi serta kemitraan dalam program penanggulangan tuberkulosis. Keywords : Advocacy. Community Empowerment. Tuberculosis Control Ka t a Ku n c i : A d v o ka s i . Pe m b e rd aya a n M a sya ra ka t . Penanggulangan Tuberkulosis Correspondence : Nurvi Susan . Email : nurvisusan 83@gmail. com, 085374077076 A Received 04 November 2020 A Accepted 01 Maret 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 58 April 2021 PENDAHULUAN Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh suatu bakteri yang dinamakan micro tuberculosis yang dapat menular melalui percikan dahak. Penyakit Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur, yang diawasi oleh Pengawasan Minum Obat (PMO). Tuberkulosis masih menjadi suatu masalah dalam kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan, dan kema an yang nggi sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan (Kemenkes, 2. Berdasarkan data diperoleh dari bidang P2P Dinas kota Pekanbaru pada tahun 2016 penemuan kasus TB sebanyak 1. kasus, pada tahun 2017 penemuan kasus TB meningkat sebanyak 344 kasus, dan pada tahun 2018 penemuan kasus TB terus meningkat sebanyak 4. 439 kasus. Wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terdiri dari 21 puskesmas, dimana Puskesmas Rejosari merupakan puskesmas yang ter nggi angka kejadian TB paru sebanyak 136 kasus pada tahun 2018 kemudian disusul dengan Puskesmas Payung Sekaki dengan kasus 112 kasus dan Puskesmas Harapan Raya 104 kasus pada tahun 2018. Berdasarkan pada kondisi tersebut, perlu adanya suatu upaya promosi kesehatan yang baik dalam penanggulangan kasus TB paru, dimana dengan adanya suatu upaya dalam promosi kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap gejala- gejala, maupun cara penularan TB paru. Menurut Notoadmojo . peran promosi kesehatan dalam perubahan perilaku, promosi kesehatan dalam ar pendidikan, secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, ataupun masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan atau promosi kesehatan, dan batasan itu tersirat unsur - unsur : input sasaran pendidikan . ndividu, kelompok, masyaraka. , dan pendidik pelaku pendidikan. Proses upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain. Output melakukan apa yang diharapkan atau perilaku. Berdasarkan survei awal pada Puskesmas Rejosari didapatkan angka kasus TB paru di Puskesmas Rejosari pada tahun 2019 sebanyak 138 kasus, angka ini cenderung meningkat pada tahun sebelumnya, kemudian berdasarkan wawancara dengan pemegang program TB di Puskesmas Rejosari pihak puskesmas telah melakukan Promosi Kesehatan dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan juga pasien TB yang melakukan pengobatan ke Puskesmas Rejosari. Promosi kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Rejosari terhadap penanggulangan Penyakit TB masih kurang, promosi kesehatan yang dilakukan hanya sekedar penyampaian informasi. Informasi yang diberikan tersebut dak memberikan dampak signiAkan terhadap masyarakat di Puskesmas Rejosari. h p://jurnal. Advokasi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Rejosari masih belum maksimal karena puskesmas masih mengandalkan peraturan Nasional yang dibuat oleh Kemenkes yang secara Nasional dan Puskesmas Rejosari berkerjasama dengan Lembaga Ke s e h ata n N a h d l at u l U l a m a ( L K N U ) te r b u k d a l a m pembentukan kader TB paru yang direkrut oleh Lembaga LKNU. Kemitraan dan promosi kesehatan dak berjalan dengan maksimal terbuk dari meningkatnya angka kejadian kasus TB di Puskesmas Rejosari pada tahun 2016 kasus TB sebanyak 76 kasus dan meningkat tahun 2017 sebanyak 155 kasus, kemudian turun ke angka 136 kasus pada tahun 2018, dan kemudian naik sebanyak 138 kasus pada tahun 2019. Berdasarkan survei awal pada tanggal 12 Juli dengan melakukan waancara pada 3 masyarakat Kelurahan Rejosari, dak begitu memahami mengenai bagaimana penularan TB itu bisa terjadi, yang mereka ketahui hanya TB itu menular melalui makanan dan minum saja, padahal dengan melalui percik dahaklah penularan TB itu cepat tertular, dan juga 1 dari 3 masyarakat dak mengetahui bahwa adanya penyuluhan yang dilakukan pihak puskesmas tentang penanggulangan penyakit TB. Oleh sebab itu peneli tertarik melakukan tentang pelaksanaan promosi kesehatan dalam penanggulangan penyakit Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rejosari. Peneli an ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Promosi Kesehatan dalam penanggulangan Tuberkulosis Paru di puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. METODE Jenis peneli an kualita f dengan memperoleh informasi mendalam terhadap penanggulangan TB. Lokasi peneli an ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya kota Pekanbaru, waktu peneli an pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus Tahun 2020. Teknik dalam penentuan sampel dalam peneli an ini yaitu menggunakan purposive Sampling yaitu peneli menentukan sendiri sampel yang akan diambil karena ada beberapa per mbangan tertentu yaitu informan yang diambil adalah orang yang mengetahui tentang masalah yang diteli . Adapun informan dalam peneli an ini antara lain: 3 orang informan utama : 1 orang Kepala Puskesmas Rejosari, 1 orang Penanggung Jawab Promkes dan 1 orang Penanggung Jawab TB. 2 orang informan pendukung: 1 orang kader Puskesmas Rejosari dan 1 orang Masyarakat di Wilayah Puskesmas Rejosari. Variabel peneli an ini yaitu Pemberdayaan masyarakat. Advokasi dan Kemitraan. Analisis data dilakukan dengan membuat matriks yang berisi data ringkasan hasil wawancara mendalam. Wawancara mendalam menggunakan Alat perekam smartphone, dan kamera smarphone Data dari informan direduksi menjadi informasi yang bermakna sesuai dengan kategori. Tahap akhir dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan atau veriAkasi. Nurvi Susan , et al The Implementa on Of Health Promo on In The Management Of Tuberculosis Disease Pelaksanaan Promosi Kesehatan Dalam Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis HASIL PENELITIAN Pemberdayaan Masyarakat Dari hasil wawancara mendalam tentang pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan tuberkulosis yang dilakukan pihak puskesmas, pihak puskesmas sudah melakukan beberapa upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi risiko terjadinya tuberkulosis, hasil wawancara mendalam yang dilakukan pada 3 orang informan utama didapatkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Rejosari merupakan pemberdayaan pela han, penyuluhan dan juga menggunakan media media promosi. Informan utama 1 menyatakan adanya pela han dan pembekalan terhadap kader. hal ini sesuai dengan pernyataan Au A. pemberdayaan masyarakat kita punya kader tb, dan juga kader posyandu, juga kita perdayakan dengan pela han, tepatnya memberikan pembekalan kepada masyarakat kader tb terutama bagaimana cara menanggulangi tb di sekitar masayrakat sekitar mereka gituAAy. nforman utama I) Berdasarkan hasil wawancara terhadap informan utama 1 . menyatakan selain melakukan pela han dan pembekalan Puskesmas Rejosari memiliki media terkait dengan penanggulangan tuberkulosis AuA. Media kita punya pamphlet, brosur, leCet ada, semua media, apalagi,facebook jugaA. nforman Utama . Ay Pada informan utama 2 . , didapatkan wawancara mendalam tentang pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Puskesmas Rejosari menyatakan bahwa pemberdayaan dilakukan dengan penyuluhan dan juga pela han Hal ini terlihat dari hasil wawancara berikut ini: AuAA. Pemberdayaan kita lakukan penyuluhan dalam gedung dan juga penyuluhan luar gedung, penyuluhan dalam gedung kita mmelakukan penyuluhan kepada pengunjung puskesmas ya, salah satunya yang ada di dekat loket, da nada juga promosinya dibagian pengibatanAA. Kalau di luar gedung kita melakukan kemasyarakat langsung itu kita bisa laksanakan di posyandu, dan pertemuan-pertemuan tokoh masyarakat kita juga masuk da nada juga ke masyarakat umum lainnya. kalau pela hannya sekali aja sih, untukk kadernya, sekali itu untuk pemahaman cara mencari suspeknyakanA. nforman utama . Ay Berdasarkan hasil wawancara terhadap informan utama 2 . menyatakan selain melakukan penyuluhan dan pela han puskesmas rejosari juga memiliki media terkait dengan penanggulangan tuberkulosis. Hal ini terlihat dari hasil wawancara sebagai berikut : AuA. kita punya leCet untuk dibagi-bagikan yak ke masyarakat, media elektronik wa itu juga da kita buatkanA. nforman utama . Au Pada informan utama 3 ( g. , didapatkan wawancara mendalam tentang pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Puskesmas Rejosari, menyatakan bahwa adanya penyuluhan tentang TB yang dilakukan di Sekolah. Hal ini terlihat dari hasil wawancara berikut ini: AoA. selain itu yak anak sekolah yakan, pas ini,pas namanya tu, ada kegiatan di sekolah kita masih juga penyuluhan tentang tbA. nforman utama . Ay Berdasarkan hasil wawancara terhadap informan utama 3 ( g. menyatakan selain melakukan penyuluhan juga Puskesmas Rejosari memiliki media terkait dengan penanggulangan Hal ini terlihat dari hasil wawancara sebagai berikut AuA. ya, ini apanamaya, penyuluhan siap itu kasih leCeat gitu, setelah iyu dari infokus kan kita tadi, kalau kita ngasih, apa itu, ngasih penyuluhan kemasyrakat kalau kita ngomongA. nforman utama . Ay Pernyataan ini didukung oleh informan pendukung yang menyatakan bahwa puskesmas pernah melakukan penyuluhan di posyandu-posyandu Au. ada, puskesmas sering mengadakan penyuluhan, kadangkadang pertemuan apadi posyandu gitukan, dikasih penyuluhan gitukan kemasyarakatA. nforman pendukung . Ay Hal ini juga terlihat dari hasil observasi yang dilakukan di Puskesmas Rejosari. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan bahwasanya adanya dokumentasi penyuluhan dan penyebaran leCet yang dilakukan pihak puskesmas, dan juga serta mediamedia yang ada di ruangan Poli Tb di Puskesmas Resjosari dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Ceklis Observasi Berdasarkan Tabel 1 diperoleh analisis data peneli pemberdayaan masyarakat dari aspek penyuluhan, media promosi, kunjungan rumah dan sarana sebagian besar ada sedangkan dari aspek dartar hadir pela an dak ada. Advokasi Advokasi merupakan upaya atau proses terencana untuk memperoleh komitmen dan dukungan dari pemangku kebijakan yang dilakukan secara presuasif dengan menggunakan informasi yang akurat dan tepat. Hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan 3 ( g. orang informan utama didapatkan bahwa masih kurangnya dukungan dan peraturan-peraturan dalam penanggulangan TB antar lintas sektor, hal ini sesuai dengan penyataan sebagai berikut: AuA. masih kurang ya, masih kurang, tetapi kkekurangan itu bukan bera dak dipedulikan tetapi emang j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 60 April program yang direncanakan itu banyakAA. nforman utama . Ay Berdasarkan hasil wawancara terhadap informan utama 1 . menyatakan bahwan adanya peraturan daerah terakit mengenai penanggulangan Tuberkulosis, namun kepala puskesmas sendiri dak mengetahui peraturan seper apa itu. Sesuai dengan pernyataan informan utama : AuA. ada, mintak sama pj tb nyaAya mangkanya nan k, bilang pj tb nya, pokoknya mereka punya juknis, nan k tau apanya itu eh, karena itu semua dia yang inikan, dia yang menyimpanA. sesuai dengan intruksi dan arahan dari kebijakan . nforman utama . Ay Pada informan utama 2 . didapatkan wawancara mendalam tentang advokasi mengenai dukungan pemerintah dalam penanggulangan TB diPuskesmas Rejosari yang mennyatakan banyaknya dukungan dari semua pihak. Hal ini terlihat dari hasil wawancara berikut: AuA. untuk tb, semua kita advokasikanya banyak ya, bisa kekelurahan, kekecamatan,lintas sektor, banyak mereka semua mendukung untuk semua programA . nforman utama . Ay Dalam wawancara terhadap informan utama 2 . menyatakan bahwa dak adanya peraturan daerah terakit mengenai penanggulangan Tuberkulosis. Hal ini terlihat dalam wawancara sebagai berikut : AuA. ya enggaklah, enggak ada, sedangkan rokok aja, nggak ada aturannya sampai seakrangA. nforman Utama . Ay Pada informan utama 3 didapatkan wawancara mendalam adanya dukungan pemerintah/perha an pemerintah dalam penanggulangan tb, hal ini terlihat dengan hasil wawancara sebagai berikut: AuAehh dukungannya, dukunglah, apanamanya itu memperha kan tb,masih memperha kan tb banget sihA. nforman utama . Ay Berdasarkan hasil wawancara terhadap informan utama 3 ( g. menyatakan bahwa adanya peraturan tentang penanggulangan tb namun pj tb sendiri dak sepenuhnya mengetahui apa saja peraturan tersebut. Hal ini terlihat dalam wawancara sebagai berikut AuA. ada yaa, tapi kalau untuk apa-apa, ke TU lah ya,Aitu peraturan penyaringan suspek, ya inilahkan terkait tbA. kita ya sesuai inilah, sama peraturan iniA. nforman utama . Ay Kemitraan Hasil wawancara terhadap 3 orang informan utama didapatkan, bahwa adanya kerjasama antara lembaga-lembaga terkait dalam penanggulangan tuberkulosis. Hal ini sesui dengan pernyataan sebagai berikut : AuAada, kita kan disinikan ada beberapa klinik atau DPMAuAyayasan-yayasan mungkin dari penanggung jawab tb nyaA. nforman utama . h p://jurnal. AuAAda, darii. e yayasan asyah, asy, apa ya, nuk ida kmren ada ngomong?? Yayasan apa gituAohh apa gitu namanya, saya kurang tau jugak, aisya, aysyah ya?? Kalau sekarang yayasan apa gitu. mungkin ada yang terbaru mitra mereka, 2 tapi saya lupa namaya, yang satunya, kan yang terbaru ada lagi niA. nforman utama . Ay . okter prak k Mandiri. jadi kita kerja sama dengan mereka dalam penanggulanagan tbAA. nforman utama . Ay Hal ini juga terlihat dari hassil observasi yang dilakukan di Puskesmas Rejosari. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan bahwa adanya surat Mou Kemitaan dengan lembaga-lembaga PEMBAHASAN Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Tuberkulosis Paru Pada peneli an ini peneli mendapatkan, bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan hal yang pen ng dalam proses penanggulangan tuberkulosis paru di Puskesmas Rejosari. Pemberdayaan masyarakat berupa pela han belum maksimal dilakukan oleh Puskesmas Rejosari, dikarenakan pela han yang dilakukan hanya sekali dan itu dilakukan hanya terhadap kaderkader tuberculosis paru. Hal ini sangat disayangkan mengingat pemberdayaan masyarakat sangat pen ng dalam mengembangkan pengetahuan masyarakat agar hidup lebih bersih dan sehat. Berdasarkan peneli an (Rita dkk, 2. tentang pemberdayaan masyaarakat dalam peningkatan penjaringan suspek kesembuhan penderita tuberkulosis. Pemberdayan masyarakat melalui Retraining Kader TB. Penyuluhan. Pela han PMO, dapat meningkatkan dan mengembangkan kegiatan dalam bidang- bidang sosial, kesejahteraan masyarakat, kesehatan, sehinga dapat membantu program Pemerintah dalam Penangulangan Tuberkulosis . Op malisasi peran kader TB ini akan meningkatkan cakupan capaian suspek, dan meningkatkan angka kesembuhan pada penderita Tuberkulosis, sehinga berdampak pada peningkatan kesehatan dan masyarakat bebas dari Tuberkulosis. Hal ini terlihat dari capaian se ap tahun meningkat, baik capaian suspek, maupun Kesembuhan. Dimana diatas target indikator nasional. Peneli an ini didukung hasil peneli an yang dilakukan oleh Arini, . Tentang Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis di Puskesmas Tambakrejo Kota Surabaya. Proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Puskesmas Tambakrejo dalam Program P2TB pada penderita TB. PMO, tokoh masyarakat dan lintas sektor dapat disimpulkan telah dilakukan namun masih belum op mal, yaitu dalam kategori sedang, proses pemberdayaan masyarakat pada tokoh masyarakat dalam kategori sedang dan kurang. Hasil pemberdayaan masyarakat yaitu intensitas par sipasi Nurvi Susan , et al The Implementa on Of Health Promo on In The Management Of Tuberculosis Disease Pelaksanaan Promosi Kesehatan Dalam Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis masyarakat melipu intensitas par sipasi penderita. PMO, tokoh masyarakat dan lintas sektor dapat disimpulkan dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan walaupun proses pemberdayaan masih kurang op mal, namun kemauan masyarakat untuk berpar sipasi masih nggi. Proses pemberdayaan masyarakat pada program P2TB di Puskesmas Tambakrejo belum op mal karena perlu adanya diferensiasi kegiatan dalam upaya penyadaran, pengkapasitasan dan Terutama pada proses pendayaan yang pada semua komponen dalam kategori kurang. Dalam peneli an lain yang dilakukan oleh Mohamad Anis Fahmi, . tentang Efek vitas Pemberdayaan Masyarakat Melalui Metode Gerakan Peduli TB Paru (GPT) Untuk Meningkatkan Case Detec on Rate (CDR) Tb Paru Di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara Hasil peneli an menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui metode Gerakan Peduli TB paru (GPT) efek f untuk meningkatkan jumlah status suspek, periksa dahak dan BTA posi f di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui metode Gerakan Peduli TB paru (GPT) efek f untuk meningkatkan Case Detec on Rate (CDR) TB paru di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Advokasi dalam Penanggulangan Tuberkulosis Paru Berdasarkan analisis peneli bahwa advokasi dalam penanggulangan tuberkulosis sudah dilakukan pihak puskesmas namun belum maksimal, terlihat dari dukungan pemerintah yang hanya mendukung melalui dukungan dan perha an, kemudian terkait dengan dukungan berupa dana pihak puskesmas masih mengharapkan dana dari BOK serta upaya yang dilakukan pihak puskesmas dalam meningkatkan kesinabungan biaya masih Menurut peneli an Hakam & Maharani, . Analisis Kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis (TB) Di Kabupaten Sukoharjo Menggunakan Pendekatan Gap Analysis Dan Cri cal Succsess Factor (Cs. temuan kasus TB di Kabupaten Sukoharjo hingga tahun 2016 masih rendah. Penyebab masih ngginya kasus TB dan rendahnya temuan kasus TB di Kabupaten Sukoharjo disebabkan oleh penyebab mendasar, penyebab dak langsung, dan dak langsung. Diantaranya adalah belum adanya payung hukum khusus TB di ngkat Kabupaten maupun daerah. Dalam peneli an lain yang dilakukan Moulina dkk. , . Hasil peneli an menunjukkan bahwa implementasi advokasi dan pelaksanaan strategi komunikasi belum terlaksana sesuai pedoman AKMS seper belum adanya advokasi kepada pemangku kebijakan, pengembangan media promosi, kampanye Tuberkulosis melalui media massa baik cetak maupun elektronik, dan belum dilaksanakan pela han konseling serta komunikasi interpersonal bagi petugas kesehatan. Mobilisasi sosial di ngkat Dinas Kesehatan dan Puskesmas belum dilaksanakan seper belum ada pedoman mobilisasi sosial pengendalian Tuberkulosis dan perumusan kebijakan yang mendukung implementasi integrasi layanan yang terintegrasi dengan UKBM, belum melibatkan komunitas khusus dan LSM dan belum dilaksanakan sosialisasi piagam hak dan kewajiban pasien TB. Berdasarkan hasil peneli an Novfa ra . tentang Analisis Implementasi Kebijakan Tentang Gerakan Nagari Peduli Tuberkolosis Di Kenagarian Magek Kebijakan tentang Gerakan Nagari Peduli TB sangat mendukung untuk penanggulangan penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Agam khususnya di Kenagarian Magek. Tenaga pelaksana Gerakan Nagari Peduli TB adalah Kelompok Kader Nagari Peduli Tuberkulosis yang dibentuk oleh m pendamping dan Wali Nagari. Tidak ada pendanaan khusus untuk pelaksanaannya, begitu juga dengan sarana prasarana khusus untuk pelaksanaan kebijakan tentang Gerakan Nagari Peduli TB yang dak tersedia. Kebijakan tentang Gerakan Nagari Peduli TB telah disosialisaikan kepada masyarakat Nagari Magek dan telah diberikan pela han kepada Kelompok Kader Nagari Peduli TB. Proses perencanaan hanya ditentukan oleh Puskesmas Magek dan kurang melibatkan Kelompok Kader Nagari dalam membuat rencana kegiatan kerja. Standar Operasional Prosedur dak tersedia sehingga pelaksanaan kegiatan Kelompok Kader Nagari Peduli belum berjalan maksimal. Pengawasan dan pembinaan terhadap Kelompok Kader Nagari Peduli TB belum berjalan dengan baik, karena pengawasan dan pembinaan dilakukan dak ru n se ap Output dari kebijakan tentang Gerakan Nagari Peduli dak maksimal karena Kelompok Kader Nagari Peduli dak melakukan kegiatan secara maksimal. Kemitraan dalam Penanggulangan Tuberkulosis paru Berdasarkan analisis peneli mendapatkan bahwa kerjasama lintas sektor sudah terjalin dengan baik, terbuk dari hasil observasi yang peneli temui bahwa adanya surat MoU dengan kedua belah pihak yang terkait. dan juga dukungan dari kelurahan setempat yang selalu mengundang pihak puskesmas dalam rangka edukasi kesehatan pada saat hari-hari acara di kelurahan. Akan tetapi kemitraan yang dimiliki Puskesmas Rejosari masih kurang mengingat wilayah kerja puskesmas yang cukup besar dan akses yang cukup jauh. Menurut peneli an yang dilakukan Armini dkk . tentang Dampak Kemitraan Prak si Swasta Terhadap Keterlambatan Dan Biaya Penanganan Tuberkulosis Di Kota Denpasar. Kemitraan PSw dapat memperpendek jarak antara munculnya gejala dengan diagnosis, namun dak berpengaruh terhadap jarak antara diagnosis dan pengobatan . aitu 3 har. Secara umum, kemitraan PPs meningkatkan penemuan kasus dan pengobatan TB di Kotamadia Denpasar. Biaya langsung untuk pengobatan TB dak ada oleh karena obat TB diberikan gra s. Biaya dak langsung dak berbeda secara bermakna antara sebelum dan setelah kemitraan berjalan . >0,. j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 62 April Berdasarkan hasil peneli an Manalu dkk. , . tentang peran tenaga kesehatan dalam dan kerjasama lintas sektor dalam pengendalian malaria. Lintas sektor masih belum berperan op mal dalam pengendalian malaria. Peran lintas sektor dilakukan sebatas kapasitasnya saja. Oleh karena itu, pengendalian malaria dak mungkin mencapai hasil yang op mal apabila dak melibatkan dukungan lintas sektor seper : legisla f, pemerintah daerah, instansi terkait, masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan, pihak swasta/dunia usaha. Perlu di ngkatkan keterlibatan Pemerintah pusat maupun daerah serta mitra kerja lainnya. Komitmen kerjasama antara lintas sektor dalam pengendalian lingkungan untuk penanggulangan malaria masih belum op mal. KESIMPULAN Pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan oleh Puskesmas Rejosari dengan melakukan pela han, penyuluhan dan penyebaran media promosi kesehatan kepada masyarakat, namun pelaksanaannya belum maksimal dikarenakan seper pela han yang dilakukan hanya sekali dan dilakukan terhadap kader-kader tuberculosis paru saja sehingga masyarakat belum merasakan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat terkait dengan Tuberkulosis. Advokasi penanggulangan tuberklosis paru yang dilakukan oleh Puskesmas Rejosari belum maksimal, karena masih kurangnya anggaran dana dalam penanggulangan tuberkulosis paru yang hanya mengharapkan dana dari BOK , dan juga upaya puskesmas dalam meningkatkan kesinambungan pembiayaan masih kurang. Puskesmas Rejosari sudah menjalin kemitraan dengan pelayanan kesehatan seper klinik , prak k dokter mandiri dan kerjasama dengan pihak kelurahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Disarankan dengan kondisi wilayah kerja Puskesmas Rejosari yang luas serta akses yang jauh, maka peneli merekomendasi perlu adanya tambahan kerja sama dengan mitra yang terkait dalam penanggulangan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimaksih juga penulis tujukan kepada Ketua STIKes Hang Tang Tuah Pekanbaru Bapak HanaA. SKM. Kes atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengiku dan menyelesaikan pendidikan Program S1 Kesehatan Masyarakat. Penulis juga sampaikan banyak terimakasih kepada Puskesmas Rejosari atas diberikannya izin kepada peneli untuk melakukan peneli an di wilayah kerjanya Puskesmas Rejosari. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada para informan yang telah meluangkan waktu dan kesediaan untuk berpar sipasi dalam peneli an ini. DAFTAR PUSTAKA