Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. *Arjuna Arjuna . Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana. Email: arjuna@radenfatah. id1, opik@uinsgd. id2, dadanrusmana@uinsgd. 17@gmail. 1,2,. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jawa Barat. Indonesia Universitas Al-Azhar Cairo. Egypt Abstract This study aims to analyze the reconstruction of the basic concept of Islamic education in the Qur'an in addressing moral decadence in the era of Society 5. Using a qualitative approach, this article draws on various references, including books and articles, as supporting data . ibrary researc. The data analysis technique employed is content analysis. In the current era. Islamic education must implement the fundamental concepts outlined in the Qur'an to equip students with a solid foundation to face the challenges of Society The findings reveal that the reconstruction of the basic concept of Islamic education in the Qur'an for the Society 5. 0 era includes: first, addressing moral decadence in the modern context. second, integrating Islamic values in digital education. third, contextual character education. fourth, problem-based learning. fifth, strengthening social and emotional skills. and sixth, collaboration between technology and spiritual With a strong foundation in faith and morals, students will be better equipped to maintain their integrity in a changing world. Education should go beyond measuring student abilities and focus on guiding them to act according to Islamic values and ethics as outlined in the Qur'an. Keywords: Al-Quran. Decadence. Islamic Education. Reconstruction. Society 5. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam AlQur'an untuk mengatasi dekadensi moral pada era Society 5. Menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini mengacu pada berbagai referensi, seperti buku dan artikel, sebagai data pendukung penelitian . ibrary Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Pendidikan Islam saat ini harus menerapkan konsep dasar yang dijelaskan dalam Al-Qur'an untuk membekali peserta didik dengan landasan yang kokoh dalam menghadapi tantangan era Society 5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rekonstruksi konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam Al-Qur'an di era Society 5. 0 mencakup: pertama, mengatasi dekadensi moral dalam konteks modern. kedua, integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan ketiga, pendidikan karakter yang kontekstual. keempat, pembelajaran berbasis masalah . roblembased learnin. kelima, penguatan keterampilan sosial dan emosional. keenam, kolaborasi antara teknologi dan nilai-nilai spiritual. Dengan dasar yang kuat dalam iman dan akhlak, peserta didik akan lebih mampu menjaga integritasnya di tengah perubahan zaman. Pendidikan harus melampaui pengukuran kemampuan peserta didik dan berfokus pada pembimbingan mereka untuk bertindak sesuai dengan akhlak dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Al-Qur'an. Kata Kunci: Al-Quran. Dekadensi. Pendidikan Islam. Rekonstruksi. Society 5. Cara Mensitasi Artikel: Arjuna & Kurahman. P & Rusmana. D & Maulana. Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , 203-223. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: arjuna@radenfatah. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 24/10/2024 : 03/12/2024 : 30/12/2024 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. PENDAHULUAN Perkembangan era digital yang amat pesat saat ini, dikenal sebagai society 5. manusia dihadapkan dengan tantangan baru yang kompleks, terutama pada aspek dekadensi moral (Hasanah. Hakim, & Zain, 2023, p. Society 5. 0, merupakan konsep yang dikolaborasikan antara teknologi canggih dengan kehidupan sosial, mengarahkan kita untuk senantiasa siap menghadapi perubahan berbagai aspek kehidupan dalam skala yang cepat, seperti pendidikan dan moralitas. Dengan adanya kemajuan teknologi yang luar biasa, lahir sebuah kekhawatiran terhadap dekadensi atau penurunan nilai-nilai moral serta etika yang mendasari sikap manusia (Marwah & Nasution, 2019, p. Peserta didik adalah suatu komponen yang ada pada ruang lingkup pendidikan yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan, baik jasmani ataupun rohani (Ramli, 2015, p. Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan dalam keadaan sadar, direncanakan sebagai penghasil generasi ulung, berakhlak karimah, serta mempunyai kemampuan yang dibutuhkan oleh diri sendiri dan lingkungan sekitar (Syarifuddin, 2021, 15Ae. Namun, saat ini sangat banyak fenomena yang terjadi pada tataran peserta didik, seperti kasus tawuran, narkoba, perbuatan asusila di kalangan pelajar, geng motor yang berkeliaran membuat resah masyarakat, serta banyaknya penyebaran hoax di media Beberapa fenomena ini marak terjadi sebagai akibat dari era society 5. pertumbuhan ilmu pengetahuan serta perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini, walaupun dampak positif yang menyertainya juga banyak (Indarta et al. , 2022, p. Dengan demikian, untuk meminimalisir hal tersebut terjadi, perlu adanya penguatan konsep ilmu pendidikan Islam yang dapat menyesuaikan kebutuhan peserta didik (Patimah & Herlambang, 2021, p. Dalam tinjauan historis, pendidikan Islam merupakan konsep dari pendidikan Rasulullah yang mengacu pada Al-Quran sebagai nilai-nilai Islam (Sabtina, 2023, p. Terkhusus, perkembangan dan pertumbuhan pada masa Rasulullah, yang dikenal dengan periode pembinaan pendidikan Islam dengan menerima ajaran Islam. Setelah Rasulullah menerima wahyu sebagai tanda diangkatnya menjadi rasul, sampai ajaran Islam sempurna yang menjadi warisan budaya umat Islam. Sejarah pendidikan Islam pada masa Rasulullah perlu diulik kembali dan merekonstruksi kembali konsep yang tertera dalam Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. Al-Quran, untuk menjadikannya sebagai kiblat dalam penanaman nilai dan sebagai pondasi pendidikan Islam pada peserta didik, khusus nya di era society 5. 0 (Maulidi, 2022, p. Sebagaimana yang terdapat dalam sirah disebutkan bahwa Rasulullah telah berhasil mendidik kaum kafir Quraisy pada masa itu menjadi insan bertakwa dalam rentang waktu yang tidak lama, sekitar 23 tahun. Keberhasilan Rasulullah dalam membina umat tentu tidak didapatkan dengan mudah, melainkan mendapat dukungan dari berbagai hal, salah satunya adalah konsep dasar ilmu pendidikan Islam (Rohman, 2013, 110Ae. Penelitian tentang kajian Konsep ilmu pendidikan Islam telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Beberapa di antaranya penelitian M. Asymar A. Pulungan, menjelaskan bahwa konsep dasar pendidikan Islam terbagi menjadi tiga konsep yaitu attarbiyah, taAolim dan taAodib. Melalui pendidikan Islam, siswa diharapkan mampu mengembangkan kamampuannya dalam segi kognitif, afektif serta psikomotorik dan bisa menyelaraskan seluruhnya, dengan harapan terwujudnya insan yang bertakwa dalam menjalani kehidupan sebagai khalifah (Pulungan, 2022, p. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Abdul Rohman, menjelaskan bahwa konsep pendidikan Masa Rasullullah secara tersirat bukanlah pendidikan yang murni pendidikan Islam saja, melainkan bercampur dengan pemikiran politik, social, ekonomi, sejarah kebudayaan yang membentuk acuan umum ideology Islam. Rasulullah menjadi gambaran hidup pemikiran pendidikan Islam karena ucapan, perkataan, serta sikap yang diambilnya menjadi gambaran kerangka pendidikan Islam (Rohman, 2013, p. Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan oleh Fitriani, menjelaskan bahwa perubahan materi pendidikan Islam yang di ajarkan pada era disrupsi harus adaptif dengan berkembangnya zaman, tetapi tetap memerhatikan pondasi dan esensi nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan demikian, perlu adanya rekontruksi konsep pendidikan yang dapat memberikan respon perubahan sejalan dengan perkembangan pendidikan Islam secara kreatif, inovatif dan solutif dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pendidikan Islam yang diajarkan oleh Nabi Saw (Fitriani. Kurahman, & Suhartini, 2023, p. Berdasarkan literatur terdahulu, maka peneliti akan menganalisis tentang rekonstruksi konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam Al-Quran kepada peserta didik di tengah dekadensi moral era society 5. Hal ini dimulai dari sebuah realita bahwa moral Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. dan etika peserta didik saat ini sedang mengalami krisis. Sebagai upaya preventif, perlu adanya rekontruksi ulang pendidikan Islam melalui konsep pendidikan yang ada di dalam Al-Quran. Upaya tersebut bertujuan agar peserta didik mempunyai dasar dalam memilih dan memilah hal-hal yang baik serta kurang baik untuk diikuti, apalagi pada era society 0 saat ini dimanapun dan siapapun bisa dengan mudah melakukan akses pada berbagai macam hal. Selain itu, menjadi upaya untuk menjadikan pendidikan Islam tidak particular tetapi adaptif. Dengan demikian, setidaknya pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana rekontruksi konsep dasar pendidikan Islam dalam Al-Quran terhadap dekadensi moral pada Era Society 5. Secara implisit tujuan penelitian ini ialah menganalisis rekonstruksi konsep dasar pendidikan dalam Al-Quran terhadap dekadensi moral pada era society 5. Untuk mengetahui kejelasan penelitian perlu dilakukan tinjauan pustaka. Bertujuan agar peneliti dapat memfokuskan topik utama penelitian. Secara etimologi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rekonstruksi merupakan pengembalian seperti semula (Pendidikan & Kebudayaan Riset, 2. Rekonstruksi terdiri dari dua kata, yaitu AureAy yang memiliki arti pembaharuan, sedangkan AukonstruksiAy susunan . odel, tata leta. suatu bangunan. Jadi, dapat diartikan bahwa rekonstruksi adalah upaya untuk membangun kembali suatu nilai atau sistem. Dalam dunia pendidikan baik pada operasionalnya ataupun dalam hal penyusunan konsep teoritis harus mempunyai dasar yang kokoh. Hal ini bertujuan untuk seluruh elemen pendidikan mempunyai keteguhan serta keyakinan yang kokoh sehingga praktik pendidikan tidak simpang siur tanpa arah dan mudah terpengaruh dari luar pendidikan. Allah SWT berfirman dalam Q. An-Nisa: 59 yang dapat diketahui sebagai dasar dari pendidikan Islam sebagai berikut: a a acEEA AacEE OA AOI IIa O A AE aA ca AOE O aOaE eE I a aII aE I n AuaI eI a I aA O s A aacONa ua aEA ca AOaOA ca AOaOA AeaOOac N EacA AE aOEA ca AOA Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, patuhlah kepada Allah dan patuhlah kepada Rasul (Ny. , dan ulil amri yang ada diantara kamu, jika kamu berbeda pendapat tentang suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qura. dan Rasul (Sunnahny. Ay. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa apapun urusanya umat Islam, maka wajib berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah. Dengan demikian, pendidikan Islam merupakan salah satu aktivitas manusia yang bertujuan untuk membimbing individu menuju kebaikan, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang sesuai dengan nilainilai yang baik. Hal ini meliputi ketaatan terhadap segala perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Semua aktivitas pendidikan ini harus berada dalam koridor aturan-aturan yang ditetapkan oleh Allah. Oleh karena itu, dasar utama dalam pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah, yang menjadi pedoman dalam menjalankan proses pendidikan tersebut (Pulungan, 2022, p. Menurut Mushtafa Al-Ghulayani, pendidikan Islam merupakan suatu bentuk penanaman akhlak yang mulia kedalam jiwa peserta didik dalam masa pertumbuhannya dan di iringi dengan arahan dan nasihat, dengan demikian akhlak mereka menjadi meresap dalam jiwa mereka untuk mewujudkan sifat kebaikan (Pulungan, 2022, p. Pendidikan Islam merupakan sebuah langkah untuk merubah perilaku seseorang didalam proses kehidupannya atau masyarakat dan kehidupan yang ada pada alam sekitar melalui proses pendidikan. Kaitanya dengan Islam ada tiga istilah umum yang lumrah digunakan dalam dunia pendidikan (Isla. , yaitu: at-tarbiyyah . lmu tentang ar-Rab. , at-taAolim . engetahuan teoritis, kreatifitas serta sikap yang menjunjung tinggi nilai ilmia. , dan attaAodib . ubungan antara ilmu dan ama. atau integrasi (Pulungan, 2022, p. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat dipahami bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seorang pendidik terhadap peserta didik agar ia berkembang dengan baik sesuai dengan nilai nilai agama Islam. Dengan demikian, untuk membentuk karakter peserta didik yang lebih baik mengenai cara mengintegrasikan nilainilai dasar pendidikan Islam dengan kebutuhan dan tantangan zaman modern, sehingga dapat memberikan solusi yang relevan untuk masalah dekadensi moral yang dihadapi masyarakat saat ini. METODE Penelitian mengimplementasikan metode deksriptif analisis (Darmalaksana, 2020, p. Selain itu, sebagai pemberi gagasan baru terkait rekonstruksi konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam Al-Quran terhadap dekadensi moral pada Era Society 5. Penelitian ini merupakan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. jenis penelitian pustaka . ibrary researc. , yang mengandalkan berbagai referensi yang mencakup topik utama, seperti buku, artikel, dan sumber-sumber lain yang relevan sebagai data pendukung. Selain itu, juga menggunakan penelitian teoritis, sumber-sumber serta publikasi ilmiah lainya yang berhubungan dengan budaya, norma-norma, serta nilai nilai yang berkembang (Sugiyono, 2. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pencarian sumber-sumber yang berkaitan, lalu dilakukan analisis dan uji data untuk menggambarkan rekonstruksi konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam Al-Quran terhadap dekadensi moral pada Era Society 5. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten . ontent analysis,) untuk menghasilkan kesimpulan yang sesuai konteks dan dapat diterima. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran Al-Quran adalah kalamullah yang tidak ada yang bisa menyerupai Al-Quran, dari segi bacaan, surah, kandungan, bahkan satu huruf pun tidak ada yang sanggup menandingi Al-Quran (Khalid, 2017, p. Al-Quran hadir sebagai An-Nur agar manusia menyadari hakikat dan jati diri mereka sebagai hamba Allah di bumi dan sebagai pengingat supaya manusia tidak terlena akan kehidupan dunia (Majid & Sugitanata, 2021. Dengan kata lain Al-Quran merupakan rujukan dalam kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan . Manusia yang di kategorikan dalam ruang lingkup pembinaan merupakan mahluk yang memiliki unsur jasmani, jiwa yang baik, serta memiliki akal Karena pembinaan akal akan melahirkan sebuah ilmu pengetahuan, dan pembinaan jiwa akan menimbulkan sifat yang suci dan etika yang baik. Sedangkan pembinaan jasmani dapat membentuk suatu keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan (Ridwan, 2018, p. Pendidikan adalah kunci dalam berlangsungnya kehidupan (Rahman. Munandar. Fitriani. Karlina, & Yumriani, 2022, p. Dengan demikian. Pendidikan dan Islam memiliki korelasi yang erat yang bersifat organis-fungsional, maksutnya adalah pendidikan dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan ke-Islaman, sedangkan Islam menjadi pondasi dari perkembangan pendidikan Islam (Tafsir et al. , 2004, p. Pendidikan Islam ternyata memiliki berbagai keunikan makna didalam Al-Quran sehingga melahirkan perdebatan hangat tentang konsep pendidikan Islam bagi para Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. Pendidikan berperan dalam melahirkan generasi dan tidak cukup tanpa disertai dengan konsep yang benar dan sesuai dengan Al-Quran dan Hadist (Zahwa Putri Naila. Soffia. Nurul Azizah. Pramudya Ibni, & Hudi, 2024, p. Konsep pendidikan yang berdasarkan Al-Quran akan menjadi sangat penting untuk mempengaruhi pemahaman pendidikan, terkhusus pada pendidikan Islam (Syamsiah & Ichsan, 2019, p. Era Society 5. 0 saat ini, pendidikan dikenal dengan berbagai istilah education, training and instruction yang dipergunakan dalam makna dan arti yang berkaitan serta saling melengkapi (Gunawan, 2022, p. Definisi pendidikan memiliki banyak istilah, antara lain Al-Tarbiyah. At-TaAolim. At-TaAodib. At-Tadris. At-Tafaqquh. Al-Talqin dan sebagainya (MaAozumi. Syihabudin, & Najmudin, 2019, p. Namun mengacu pada First World Conference on Muslim Education di Jeddah yang diselenggarakan oleh Universitas King Abdul Aziz, menegaskan bahwa konsep pendidikan Islam didefinisikan dalam tiga istilah, antara lain Tarbiyah. TaAolim dan TaAodib (Yumnah, 2019, pp. 166Ae. Al-Tarbiyah Kata tarbiyah berasal dari tiga kata akar kebahasaan, yaitu tarbiyah-yarbuu-rabba yang memiliki pengertian berkembang. Menurut Ahmad Tafsir. Tarbiyah adalah pengertian dari kata pendidikan (Bahri, 2020, p. Mahmud Yunus menjelaskan kata Tarbiyah berasal dari bentuk isim faAil yang dipetik dari fiAil . ata kerj. yang memiliki arti AupendidikanAy (Yunus, 2010, p. Para ilmuwan muslim berbeda pendapat mengenai pengertian tarbiyah, antara lain Sayyid Qutb menjelaskan bahwa tarbiyah dapat membantu menumbuhkan sikap kedewasaan juga mental yang baik yang bermuara pada akhlakul karimah terhadap peserta didik sebagai usaha dalam pemeliharan jasmani dan rohani peserta didik (Syukri. Frarera. Nurhaliza. Ritonga, & Darlis, 2023, p. Fakhrul Razi dalam penelitian Ahmad Syukri menjelaskan bahwa definisi tarbiyah itu sangat Iuas, termasuk pendidikan yang bersifat qauli atau Lisan serta aspek yang terlihat seperti perilaku (Syukri et al. , 2023, p. Dari segi definisi, at-Tarbiyah mengacu pada proses pemeliharaan dan peningkatan potensi . isik, intelektual, sosial, estetika, dan spiritua. yang melekat pada diri siswa. Proses ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang optimal melalui metode pengasuhan, perawatan, pemeliharaan, peningkatan, dan pengelolaan yang terencana, sistematis, dan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. Dalam bahasa Indonesia, istilah at-Tarbiyah diartikan sebagai Oleh karena itu, tarbiyah mencakup pendidikan jasmani, akal, akhlak, emosi, keindahan, dan social. Al-Qur'an tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap konsep-konsep pendidikan (Anam. Yusuf, & Saada, 2022, p. Dalam kitab suci ini, terdapat berbagai pengetahuan yang berguna untuk membimbing manusia dalam menjalani hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan Dengan demikian. Al-Qur'an tidak hanya berperan sebagai panduan spiritual, tetapi juga sebagai landasan pendidikan yang mendalam dan luas, yang meliputi berbagai aspek kehidupan umat manusia. Menurut al-Baydlawy, istilah "rabb" berasal dari kata "tarbiyah," yang berarti menyampaikan sesuatu secara bertahap hingga menjadi sempurna (Ridwan, 2018, p. Dalam hal fungsinya, kata "A "Aterbagi menjadi tiga, antara lain sebagai pemilik atau penguasa, sebagai Tuhan yang dipatuhi, serta sebagai pengatur. Secara etimologis, istilah at-Tarbiyah memiliki akar dari tiga kata yang saling terkait. Salah satu asal katanya adalah rabaa-yarbu, yang berarti bertambah dan tumbuh. Pemahaman tentang konsep ini dapat ditemukan dalam firman Allah dalam Surah Ar-Rum: 39, yang mengilustrasikan makna pertumbuhan dan peningkatan: a a a o e Aac AaE O O aIA eac AacEEa OI e O a I acaI I eEOs aaO a O I O NA AEA AOA AEA AIA AEA AEA AOA AIA a AA ia AacEEa AaOA ac Aa A AOI e O a I caI I caU EcaaOa O A Aa aA O IA AaN aI E aI A Artinya: AuRiba yang kamu berikan agar berkembang pada harta orang lain, tidaklah berkembang dalam pandangan Allah. Adapun zakat yang kamu berikan dengan maksud memperoleh keridaan Allah, . merekalah orang-orang yang melipatgandakan . Ay. Dalam ayat tersebut, kata AuyarbuAy berakar dari kata kerja rabaa-yarbu-rabaan, yang mengandung arti AubertambahAy (NurAoaini. Sugiati. Dana. Wahyudi, & Ramadhani, 2020, p. Dalam bahasa. Auribay berarti kelebihan. Ayat ini menyamakan makna kata AuyarbuAy dengan konsep Auriba,Ay yang merujuk pada pertambahan atau penambahan harta. Kemudian rabba-yarubbu dengan wazan madda-yamuddu, yang berarti memperbaiki, mengelola, membimbing, menjaga, mengasuh, dan memelihara. Imam Baidhowi dalam Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. tafsirnya menyatakan bahwa makna dasar dari ar-rabb adalah kata tarbiyah, yang mengacu pada proses penyampaian sesuatu secara bertahap (Ridwan, 2018, p. Allah berfirman dalam Surah Ali-Imran: 79: AOA aacAOEE I aEOIaO acUIOA Artinya: Aujadilah orang-orang yang memiliki karakter RabbaniAy. Dalam ayat tersebut, kata rabbani berasal dari kata rabba, yang berarti pendidik atau pelindung. Pembentukan kata ini melibatkan penambahan huruf ya' yang mengubah maknanya, misalnya insaan menjadi insaani. Dengan penambahan alif dan nun sebelum ya', kata rabba menjadi rabbani, yang merujuk pada seseorang yang memiliki pengetahuan dan ketakwaan tinggi terhadap Allah. Dalam Tafsir Al-Mishbah. Quraish Shihab menjelaskan bahwa rabbani merujuk pada individu yang terlibat secara terusmenerus dalam pengajaran atau pembelajaran kitab suci, menunjukkan dedikasi mendalam terhadap ilmu agama (Gunawan, 2022, p. Dalam surah Al-Isra: 30 Allah aac AA AE C Ea I I Oac a OO C a aA a AE O aA caA acI A Artinya: AuSungguh. Tuhanmu memberi kelapangan rezeki kepada siapa yang Dia inginkan dan membatasi rezeki bagi siapa yang Dia kehendakiAy. Dalam ayat tersebut, istilah rabbika menggambarkan bagaimana Tuhan mengatur rezeki bagi siapa yang Dia pilih, yang mencerminkan kekuasaan Tuhan dalam memperbesar atau mempersempit rezeki. Konsep tarbiyah adalah proses pendidikan yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup manusia, membimbing mereka menuju kondisi yang lebih baik sesuai kemampuan (Nurwahid Ihsanudin, 2023, p. Proses ini mencakup aspek pengelolaan hidup agar berjalan dengan teratur. Dalam konteks pendidikan Islam, al-Tarbiyah melibatkan empat elemen kunci, pertama memelihara fitrah peserta didik, kedua mengembangkan potensi mereka, ketiga mengarahkan fitrah untuk mencapai kesempurnaan, keempat menerapkan pendidikan secara komprehensif. Dengan demikian, tarbiyah mencakup seluruh dimensi pendidikan, termasuk kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual. TaAolim Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. Istilah taAolim dapat diuraikan melalui penggunaan kata allama, yuAoallimu, serta taAolim itu sendiri. YuAoallimu mengacu pada tindakan mengajar, sementara taAolim berarti proses pengajaran atau orang yang mengajar. Menurut Rasyid Ridha, seperti yang disampaikan dalam penelitian Linna Susanti, taAolim diartikan sebagai usaha menanamkan beragam pengetahuan ke dalam jiwa seseorang tanpa adanya pembatasan atau syarat yang perlu dipenuhi (Susanti. Al Khoiron. Nurhuda, & Al Fajri, 2023, p. Al-Malagi berpendapat bahwa ajaran ta'lim dianjurkan sebagaimana yang diajarkan Nabi Adam, yaitu melalui proses belajar, mengamati, dan menganalisis sesuai petunjuk Allah Swt (Sitompul. Lubis. Jannah, & Tarigan, 2022, p. Dengan kata lain, ta'lim hanya berfokus pada aspek kognitif dan tidak mencakup bidang lainnya. Allah menjelaskan makna taAolim dalam surah Al-Baqarah: 151 sebagai berikut: (Wazan Aoallama Ae yuallimu - taAoliima. a a AI OOa Eca aI aE I acI aEA Ae O EEA AE I EI AO aE I a OUE caII aE I O Ea O EO aE I e eOI OOacaEO aE I OOa Eca aI aE aI EEA A aE OIa O E aI O IA Artinya: AuSeperti Kami telah menyempurnakan nikmat-Ku atasmu. Kami mengutus Nabi Muhammad sebagai Rasul dari kalanganmu untuk membacakan wahyu-wahyu Kami kepadamu, membersihkan dirimu, serta mengajarkan Al-Qur'an dan sunah. Selain itu. Rasul ini juga akan memberikan pengetahuan tentang hal-hal yang sebelumnya tidak kamu ketahuiAy. Ayat ini mengandung maksud bahwa istilah AumengajarkanAy merujuk pada pengutusan Nabi Muhammad oleh Allah untuk mengajarkan al-hikmah, yang meliputi sunah Rasul. Ini mencakup berbagai aspek seperti ucapan, perbuatan, dan pembenaran yang dilakukan oleh Nabi kepada umatnya. Selanjutnya pada surah Al-JumuAoah: 2 sebagai berikut: a aa a a AI Oa I EIa OA AaN O Eac a O A ac A aA UEacaIA A O EEA AO a OUE caII aN I O Ea O EON I e eON OOacaEON I OOa Eca aI aN aI EE eA sA eE sE acIa IA AOA AaI I C aE EA OA Artinya: AuDialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhamma. kepada kaum yang buta huruf dari . mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayatayat-Nya, menyucikan . mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al212 Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. QurAoa. dan Hikmah . , meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyataAy. Istilah yu'allimuhum, yang berasal dari kata dasar 'allama-yu'allimu . , menunjukkan salah satu tugas utama Rasulullah SAW, yaitu mengajarkan Al-Qur'an dan Sunnah kepada umatnya yang belum memiliki pengetahuan memadai. Dalam konteks ini, taAolim diterjemahkan sebagai AupengajaranAy atau AuinstruksiAy. Hal ini juga tercermin dalam pengajaran Allah kepada Nabi Adam, ketika Dia memberikan pengetahuan tentang namanama benda di sekelilingnya sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 3132: a a a a e AOA A aN I EO E IE aiO E A CA AO Eac I e I UE e aEEac N aac A AaI U e eN aUE I aEI a I eAC A AE IaO A Artinya:AuDia mengajarkan kepada Adam nama-nama . seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman. AuSebutkan kepada-Ku nama-nama . ini jika kamu benar!Ay. A E EaO aI EEaO aIA AE UE a E I EI acUE I Eac I I IA ACEaO a eIA AacE IA Artinya:AuMereka menjawab. AuMaha Suci Engkau. Tidak ada pengetahuan bagi kami, selain yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha BijaksanaAy. Dalam Tafsir Al-Mishbah. Quraish Shihab menguraikan bahwa ayat tersebut menjelaskan bagaimana Allah memberikan pengajaran kepada manusia mengenai potensi mereka untuk memahami nama, fungsi, dan karakteristik berbagai benda. Setelah mengajarkan hal tersebut. Allah menyebutkan benda-benda yang dimaksud sesuai dengan pertanyaan yang ada. (Shihab, 2. Dalam Tafsir Al-Manar. Rasyid Ridha menjelaskan bahwa taAolim merujuk pada proses penyampaian ilmu pengetahuan kepada individu tanpa adanya batasan atau ketentuan tertentu. Ini menunjukkan bahwa taAolim terutama melibatkan aspek kognitif dan belum mencakup dimensi lainnya (Ridwan, 2018, p. Konsep ini menekankan bahwa taAolim berfokus pada proses transfer pengetahuan dari pengajar . uAoalli. kepada peserta didik . utaAoalli. , tanpa melibatkan dimensi pendidikan lainnya. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. Wazan Alama Ae YaAolamu atau alima Ae yaAolamu sebagai mana tertera pada surah Yunus: 5 sebagai berikut: aAEA aAEIA a AO acOE CI IaO acOCacN II aE Ea EIO A a ANO Eac aO E EacIA eaac A I E CA AacEEA AOA AOA A a ca A A A Aa A a aAeEA a eAUEOA e AA aE A A EaC OI Oac E aI O IA ac AE acUE aU EacaC Oa AA Artinya: AuDialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan . Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda . ebesaran-Ny. kepada kaum yang mengetahuiAy. Ayat ini menegaskan bahwa Allah mengajarkan manusia memahami waktu dan tahun melalui fenomena alam seperti peredaran matahari dan bulan. Hal ini menunjukkan pemberian akal kepada manusia untuk menggali pengetahuan dan rasa ingin tahu yang Kata litaAolamuu yang berasal dari akar kata Aoalama-yaAolamu . memperkuat makna ini. Bentuk jamaknya, yaAolamuuna, seperti dalam QS. Asy-Syura: 18, menunjukkan orang-orang yang memahami kebenaran wahyu Allah. Ayat ini mengingatkan pentingnya memanfaatkan akal untuk belajar dan memahami tanda-tanda kebesaran-Nya. Lalu pada surah An-Nahl: 78 Allah menjelaskan kata taAolamun sebagai AIA AA O UEAai I E Eac aE IA ca AacEEa aE I acaI I aaO aI aacI eNa aE I UE E aI O I O acO E E aE aIA ace AOA AE I O UEA A aE aO IA Artinya: AuAllah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur. Ay Surah An-Nahl ayat 78 menggambarkan bahwa Allah menciptakan manusia tanpa pengetahuan saat dilahirkan, kemudian menganugerahi pendengaran, penglihatan, dan hati agar mereka dapat bersyukur. Hal ini menunjukkan proses pembelajaran sepanjang hidup, sebagaimana dijelaskan oleh Abdul Fattah Jalal, bahwa taAolim adalah upaya terusmenerus untuk bergerak dari ketidaktahuan menuju pengetahuan. Ta'lim menitikberatkan pada transfer ilmu, di mana guru dan ahli berperan penting dalam mengembangkan intelektual peserta didik (Pulungan, 2022, p. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. TaAodib Kata ta'dib, yang bermakna pendidikan atau mendidik, muncul dalam salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: "Addabani Rabbi fa'ahsana ta'dibi" (Tuhanku telah mendidikku dengan bai. Hadits ini secara gamblang menunjukkan penggunaan kata ta'dib atau bentuk turunannya, addabani, yang mengacu pada pendidikan atau proses mendidik. Hadits tersebut menegaskan bahwa Allah mendidik Nabi dengan cara yang sempurna, sehingga memperlihatkan makna ta'dib sebagai bentuk pendidikan yang menyeluruh, baik dari sisi moral, etika, maupun spiritual (Ridwan, 2018. Selain itu. Ta'dib biasanya dipahami dalam pengertian pendidikan tata krama, sopan santun, adab, budipekerti, akhlak, moral dan etika. Ta'dib, yang memiliki akar kata yang sama dengan adab, juga berarti pendidikan dalam peradaban atau budaya. Artinya, orang yang berpendidikan adalah orang yang beradab. Sebaliknya, peradaban yang berkualitas dapat dicapai melalui pendidikan. (Dalam bahasa Inggris, ta'dib diartikan sebagai "the process of learning for social behavior" atau proses pendidikan untuk perilaku sosial (Susanti et al. , 2023, pp. 16Ae. Istilah taAodib sering kali diterjemahkan sebagai AutrainingAy atau "sports" dalam Barat. Secara etimologis, kata ini berasal dari aduba-yaAodubu, yang menunjukkan proses disiplin dan pelatihan diri dengan cara yang terhormat dan patuh. Konsep adaba-yaAodibbu berkaitan dengan pengembangan perilaku yang baik (Yunus, 2010, p. Dengan demikian, kata kerja yang berasal dari taAodib mencakup berbagai aspek seperti edukasi atau pendidikan, pembentukan perilaku budi pekerti, sikap disiplin, muhasabah diri, dan tindakan positif yang mendukung karakter yang baik. Sayyid Muhammad Naquib Al-Attas dalam karyanya menyatakan bahwa istilah ta'db adalah yang paling sesuai untuk menggambarkan konsep AupendidikanAy secara spesifik (Nurwahid Ihsanudin, 2023, p. Dia berpendapat bahwa istilah tarbiyah terlalu luas karena mencakup pendidikan untuk berbagai makhluk, termasuk hewan, sehingga kurang tepat jika digunakan untuk mendefinisikan pendidikan manusia. Meskipun istilah ta'db memiliki makna yang sangat berharga, istilah tersebut tidak disebutkan dalam Al-Qur'an. Ada beberapa alasan mengapa istilah ini tidak muncul dalam kitab suci, pertama, nilai-nilai yang terkandung dalam ta'db sudah ada dalam istilah lain yang juga Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. berhubungan dengan pendidikan, seperti tarbiyah dan taAolim. Kedua. Al-Qur'an memiliki sifat global dan fokus pada prinsip-prinsip dasar, sehingga tidak membahas istilah yang lebih spesifik. Menurut Al-Attas, tidak perlu merujuk pada beberapa istilah pendidikan Islam seperti tarbiyah, taAolim, dan ta'db secara bersamaan, karena ta'db adalah istilah yang paling tepat dan akurat untuk menggambarkan pendidikan dalam konteks Islam (Ridwan, 2018, p. Rekontruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era Society 5. Di tengah perubahan pesat dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam era Society 5. 0, baik peserta didik maupun pendidik dihadapkan pada kebutuhan untuk memperbarui pendekatan mereka terhadap pendidikan Islam. Konsep-konsep dasar pendidikan Islam, yaitu Tarbiyah. Ta'lim, dan Ta'dib, sebagaimana dijelaskan dalam AlQuran, memerlukan rekonstruksi untuk tetap relevan dan efektif (Hidayat. Masyath, & Indratno, 2024, p. Dengan dekadensi moral yang semakin marak, penting untuk menerapkan kembali prinsip-prinsip ini dalam konteks yang sesuai dengan perkembangan zaman. Melalui pembaruan dan penyesuaian konsep-konsep tersebut, pendidikan Islam dapat lebih efektif dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik, menghadapi tantangan moral, dan menyelaraskan diri dengan kemajuan teknologi yang Al-Quran, sebagai sumber utama ajaran Islam, menawarkan panduan yang tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga mendalam dalam hal pendidikan (Suryadi, 2022, p. Di dalamnya terkandung prinsip-prinsip yang menekankan pentingnya pembentukan karakter, akhlak, dan pengetahuan yang holistik. Namun, dalam era Society 5. 0, di mana interaksi manusia sering kali terjalin melalui layar digital dan nilai-nilai moral sering kali terabaikan, penting untuk menggali kembali dan mengadaptasi konsep-konsep ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh peserta didik di tengah dekadensi moral adalah, pertama mencermati dekadensi moral dalam konteks modern. Dekadensi moral yang semakin nyata dalam masyarakat modern, seperti penurunan etika, materialisme yang berlebihan, dan kehilangan identitas budaya, merupakan tantangan serius. Fenomena ini sering kali dipicu oleh kemajuan teknologi yang pesat dan perubahan cepat Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. dalam pola pikir sosial. Dalam konteks ini, pendidikan Islam harus menghadapi tantangan ini dengan memberikan panduan yang kokoh dan relevan. Konsep dasar pendidikan Islam dalam Al-Quran menekankan pembentukan karakter yang baik dan pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Prinsipprinsip ini, seperti penanaman akhlak mulia, pemahaman mendalam tentang hakikat kehidupan, dan tanggung jawab sosial, perlu diterjemahkan dalam konteks Society 5. Salah satu langkah rekonstruksi yang penting adalah, . integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan digital. Pendidikan Islam perlu menyertakan aspek moral dan etika dalam penggunaan teknologi. Ini termasuk pembekalan tentang bagaimana bersikap bijak dalam dunia maya, melawan berita palsu, dan menjaga integritas pribadi di era digital, . pendidikan karakter yang kontekstual. Menerapkan prinsip-prinsip akhlak yang diajarkan dalam Al-Quran dengan cara yang relevan dengan situasi saat ini. Misalnya, memperkuat pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan empati di dunia virtual yang sering kali mendorong perilaku anonim dan kurang bertanggung jawab, . pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learnin. Menerapkan metode ini dalam konteks pendidikan Islam untuk membantu siswa menghadapi situasi dunia nyata dengan nilai-nilai Islam sebagai panduan. Ini membantu siswa menghubungkan teori dengan praktik dan memperkuat aplikasi nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari (Akhirudin & Rivauz, 2023, p. Kedua, penguatan keterampilan sosial dan emosional. Pendidikan Islam di era Society 5. 0 tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan tetapi juga harus mencakup pengembangan keterampilan sosial dan emosional. Dalam dunia yang serba cepat dan sering kali individualistik, kemampuan untuk berinteraksi dengan baik, mengelola emosi, dan bekerja dalam tim sangat penting. Pendidikan Islam dapat memainkan peran besar dalam hal ini dengan menanamkan nilai-nilai seperti toleransi, kerjasama, dan kepedulian. Ketiga, kolaborasi antara teknologi dan nilai-nilai spiritual. Mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan Islam harus dilakukan dengan bijak, mengedepankan nilai-nilai spiritual sebagai dasar (Salsabila. Trisda Spando. Astuti. Rahmadia, & Nugroho, 2023, p. Penggunaan aplikasi pendidikan, platform digital, dan alat teknologi lainnya harus dipastikan tidak hanya efektif dalam transfer ilmu tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan akhlak yang baik. Di tengah arus deras Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. perubahan global dan tantangan moral yang semakin kompleks, rekonstruksi konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam Al-Quran adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan tetap relevan dan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 2: a e a U a a ca e aoA aEE E aE a E a eO au aA eONa u NO aEE aI aC eOIA Artinya: AuKitab (Al-QurAoa. ini tidak ada keraguan di dalamnya, . a merupaka. petunjuk bagi orang-orang yang bertakwaAy. Ayat di atas menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah sumber petunjuk yang sempurna untuk membangun kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai moral dan keilmuan. Pendidikan Islam yang didasarkan pada Al-Qur'an memastikan generasi penerus memiliki integritas dan kemampuan untuk menghadapi tantangan zaman dengan nilainilai Islami sebagai pedoman. Dengan mengadopsi pendekatan yang sesuai dengan era Society 5. 0, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai Islam tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan karakter dan integritas di dunia yang semakin digital ini (Hambali. Rusmana. Susanti. Khermarinah, & Fakhrurrazi, 2. Orientasi Konsep Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran terhadap Era Society 5. Menghadapi era Society 5. 0, pendidikan Islam yang berlandaskan prinsip Al-Qur'an menjadi semakin penting. Integrasi teknologi tinggi dengan dunia fisik dan digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Oleh karena itu, adaptasi nilai-nilai pendidikan Islam dengan perkembangan zaman adalah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan era ini. Memahami Konsep Dasar dalam Al-Quran Al-Quran mengajarkan beberapa konsep dasar pendidikan yang fundamental, seperti Tarbiyah. TaAolim, dan TaAodib (Susanti et al. , 2023, p. Tarbiyah menekankan pembentukan karakter dan pengembangan potensi individu secara holistik, yang dalam era Society 5. 0 harus beradaptasi untuk memperkuat moral di tengah arus informasi Ta'lim berfokus pada transfer pengetahuan, termasuk literasi digital, untuk melatih peserta didik menganalisis dan menggunakan teknologi dengan bijak (Susanti et Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. , 2023, p. Di era digital, ta'lim mencakup literasi digital untuk melatih peserta didik menggunakan teknologi dengan bijak. Sementara itu. TaAodib menitikberatkan pada pengembangan akhlak dan etika, mengajarkan tanggung jawab digital dan menjaga integritas dalam interaksi online. (Gunawan, 2022, p. Adaptasi Konsep dalam Konteks Era Digital Era Society 5. 0 menuntut pendidikan Islam mengadaptasi prinsip-prinsip Al-Qur'an dengan pendekatan modern. Pertama, integrasi teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan pengajaran tanpa mengabaikan nilai etika. Kedua, pembelajaran berbasis masalah dan kolaboratif untuk mengajarkan peserta didik cara menyelesaikan tantangan dunia nyata dengan prinsip Islam. Ketiga, pendidikan karakter yang adaptif, mengembangkan tidak hanya kemampuan akademik tetapi juga karakter, termasuk menjaga privasi, menghindari hoaks, dan berperilaku etis di dunia digital. (Pratiwi. Bramastia, & Purnama, 2022, p. Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Praktik Sehari-Hari Untuk memastikan bahwa nilai-nilai Islam tetap relevan di era Society 5. penerapannya harus dilakukan dengan cara yang menghubungkan teori dengan praktik. Pendidik dan peserta didik perlu berkomitmen pada penerapan nilai-nilai Islam dalam semua aspek kehidupan mereka, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Ini melibatkan, pertama, keteladanan dari pendidik. Pendidik harus menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai Islam di semua aspek kehidupannya, termasuk dalam penggunaan teknologi dan interaksi sosial. Keteladanan ini akan mempengaruhi peserta didik dan mengajarkan mereka cara berperilaku secara etis dan bermoral. Kedua, program pengembangan diri. Menyediakan program yang fokus pada pengembangan diri dan pemahaman etika dalam konteks digital. Ini membantu peserta didik menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai. Kolaborasi dan Sinergi Untuk mencapai orientasi yang efektif dari konsep ilmu pendidikan Islam dalam era Society 5. 0, dibutuhkan kolaborasi antara pendidik, lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas. Sinergi ini memastikan pendidikan Islam relevan dan mampu mengatasi tantangan zaman. Dengan pemahaman mendalam dan adaptasi bijaksana, serta integrasi prinsip pendidikan Islam dengan teknologi, pendidikan dapat menghasilkan individu Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. yang tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan global dengan nilai-nilai Islam yang kokoh (Patimah & Herlambang, 2. Pendidikan tidak hanya tentang penyampaian pengetahuan, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kerangka pendidikan Islam. Oleh karena itu, pendidikan harus mengadopsi konsep dasar pendidikan Islam yang dijelaskan dalam AlQur'an untuk membekali peserta didik dengan pegangan yang kokoh menghadapi tantangan Society 5. Dengan dasar yang kuat dalam keyakinan dan akhlak, peserta didik akan mampu menjaga integritas di tengah perubahan zaman. Pendidikan harus fokus pada pembimbingan agar peserta didik bertindak sesuai dengan akhlak dan nilai-nilai Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an. KESIMPULAN Rekonstruksi konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam Al-Qur'an menjadi kunci untuk menghadapi tantangan dekadensi moral di era Society 5. Pendidikan Islam, yang berlandaskan tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib, bertujuan membentuk individu yang cerdas secara intelektual sekaligus berakhlak mulia. Tarbiyah mendorong pengembangan potensi holistik, ta'lim menekankan transfer ilmu yang mendalam, dan ta'dib berfokus pada penanaman nilai etika dan moral Islami. Untuk menjawab tantangan era digital, pendidikan Islam harus mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam teknologi, memperkuat keterampilan sosial-emosional, serta menerapkan pembelajaran berbasis Dengan demikian, pendidikan Islam dapat melahirkan generasi berkarakter kuat, relevan dengan zaman, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Penelitian ini diharapkan memberikan dampak secara teoritis sebagai materi untuk pendidikan Islam. Secara praktis, ditargetkan untuk berkontribusi pada pengembangan konsep dasar ilmu pendidikan Islam dalam Al-Qur'an sebagai dasar untuk membangun sistem pendidikan Islam yang lebih baik. Namun, ada keterbatasan dalam artikel ini karena tidak dilakukan studi lapangan. Sehingga perlu adanya penelusuran lebih lanjut oleh peneliti selanjutnya dengan melakukan studi empiris untuk mengukur efektivitas rekonstruksi konsep pendidikan Islam ini dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik secara Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Arjuna Arjuna. Opik Taupik Kurahman. Dadan Rusmana. Hadi Maulana Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam dalam Al-Quran di Tengah Dekadensi Moral Pada Era society 5. REFERENSI