PENGARUH MOTIVASI. LOYALITAS. KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI ASN DI DINAS PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN SIDOARJO Renna Dwi Irfianti1. I Made Bagus Dwiarta2 dwiirfanti13@gmail. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ABSTRACT Penelitian ini bertujuan menganalisa adakah Pengaruh Motivasi. Loyalitas. Komitmen Organisasi terhadap Semangat Kerja pegawai ASN di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan yang dipakai yakni kuantitatif deskriptif serta populasi dalam penelitian ini 135 pegawai dan sampel yang digunakan yakni sebanyak 135 pegawai Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo. Sesuai hasil statistik diperoleh hasil t-hitung Motivasi 2,082 & signifikansi 0,039 < 0,05. Diperoleh thitung Loyalitas 3,167 & signifikansi 0,002 < 0,05. Diperoleh t-hitung Komitmen Organisasi 2,874 & signifikansi 0,005 < 0,05. Didapatkan hasil f-hitung 9,542 & signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya secara uji-t & uji-f terbukti terdapat pengaruh Motivasi. Loyalitas. Komitmen Organisasi secara signifikan dan positif terhadap Semangat Kerja pegawai ASN di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo. Kata kunci : Motivasi. Loyalitas. Komitmen Organisasi dan Semangat Kerja PENDAHULUAN Banyak perusahaan atau pengusaha maupun instansi lembaga juga merasakan dampak hadirnya pandemi Covid-19. Peristiwa ini, mengharuskan pemerintah untuk memberikan peraturan pada sitem kerja seluruh perusahaan di Indonesia tidak terkecuali kantor instansi pemerintahan juga. Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penangan Covid-19. Dimana pada peraturan tersebut mengatur juga tentang pelaksanaan Work From Office (WFO) untuk pegawai ASN untuk mengutamakan protokol kesehatan bersamaan dengan jumlah pegawai yang minimum. Dengan adanya peraturan pemerintah tersebut serta himbauan dari Bupati untuk seluruh ASN di Kantor Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo berusaha dengan baik untuk mengikuti seluruh peraturan pemerintah guna untuk memutus rantai penularan Covid-19. Namun ASN juga berusaha beradaptasi dengan sistem kerja New Normal agar tetap bisa memberikan pelayanan terbaik untuk Bagi para pegawai negeri sipil (PNS), pemerintah kemudian menghadirkan beberapa fasiltas tambahan seperti pemasukan yang tidak termasuk dalam gaji pokok maupun tunjangan selama pandemi berlangsung. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Manajemen sumber daya manusia dalam hal ini ialah ilmu serta teknologi yang dapat mengelola penggunaan sumber daya mansia untuk mendukung keberhasilan suatu organisasi. Motivasi pegawai Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu faktor yang dapat membuat pemerintah semakin maju dalam mencapai Pada dasarnya, manusia cenderung bertindak karena kepentingan diri sendiri atau di luar kepentingan diri sendiri. Pekerjaan karyawan dengan motivasi yang kuat untuk bekerja dan mendukung keterampilan dan pengetahuan sangat Artinya, salah satu faktor yang mengatur berhasil tidaknya perusahaan ialah motivasi karyawan. Motivasi sebagai suatu bentuk penyebab yang mampu mendorong seseorang untuk mengerjakan suatu aktivitas dalam tujuan mencapai kepuasan yang dicari. Oleh karena itu, termotivasinya seseorang akan membuat dirinya mengerjakan sebuah upaya yang lebih besar dalam rangka meraih kepuasan tersebut. Loyalitas pegawai juga akan ditentukan oleh derajat komitmen pegawai terhadap Komitmen tersebut akan mencerminkan tingkat keseriusan pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Karena memberi banyak perhatian akan berpengaruh positif terhadap loyalitas pegawai. Komitmen organisasi merupakan persaingan global yang intensif dan memperlukan ketanggapan,akan memberi motivasi pada komitmen organisasi ataupun komitmen pegawai, membanggun kesetiaan pegawai untuk menciptakan sintetis dari tujuan pegawai dan organisasi atau perusahaan sehingga pegawai mau melakukan pekerjaan, seolah mereka memiliki pemerintahaan atau bidang organisasi. semangat kerja adalah ruang lingkup lingkungan kerja. Lingkungan kerja pemerintah perlu dicermati karena lingkungan kerja berpengaruh langsung dengan pegawai dan karyawan. Lingkungan kerja yang baik akan menghadirkan kenyamanan bagi pegawai saat melakukan pekerjaannya yang berpengaruh meningkatkan semangat kerja pegawai. Begitu pula sebaliknya, jika lingkungan kerja tidak baik ataupun merugikan, tentu saja karyawan akan merasa kurang nyaman dan kurang bersemangat dalam bekerja yang dihasilkan akan Faktor-faktor yang memberikan pengaruh motivasi karyawan berkaitan dengan kinerja individu, misalnya: gaji, promosi, pencapaian hingga tujuan yang tidak tercapai dll. Sedangkan, faktor-faktor yang memberikan pengaruh pada semangat karyawan berhubungan pada lingkungan kerja keseluruhan, mencakup pengawasan, penghargaan dan pengakuan, kepuasan kerja, iklim kerja. Motivasi yang menyempurnakan dalam peningkatan semangat karyawan. Sedangkan semangat merupakan salah satu faktor yang menentukan motivasi, yakni faktor yang mempengarui motivasi seorang karyawan. METODE PENELITIAN Dijelaskan riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, akan halnya populasi dalam penelitian ini 135 pegawai dan sampel yang digunakan yakni sebanyak 135 pegawai Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Sesuai hasil uji statistik telah terbukti seluruh item telah valid. Sehingga layak untuk lanjut ke pengujian selanjutnya. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Uji Reliabilitas Tabel 1 Uji Reliabilitas Variabel Nilai Nilai Kritis Keterangan Motivasi(X. Reliabel Loyalitas (X. Reliabel Komitmen Organisasi (X. Reliabel Semangat Kerja (Y) Reliabel Sumber :Lampiran Output SPSS Pengujian Instrumen, data diolah Sesuai hasil tabel diatas terbukti data telah reliabel, didapatkan seluruh alpha cronbach > ,06. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Sesuai hasil statistik, telah terbukti data berdistribusi normal. Didapatkan signifikansi 0,200 . ,200 > 0,. Uji Multikolnieritas Hasil dari uji multikolonieritas, diketahui nilai VIF dalam variabel motivasi sebanyak 1,066 . ,066 < . , variabel loyalitas sebesar 1,072 . ,072 < . dan variabel komitmen organisasi sebanyak 1,006 . ,006 < . Sesuai hasil tabel di atas sudah terbukti data terbebas oleh gangguan multikolineritas. Uji Autokorelasi Sesuai hasil yang sudah terbukti data terbebas oleh gangguan autokorelasi, sebab DW (Durbin-Watso. sebanyak 1,718. Bahwasanya nilai tersebut hadir antara nilai 1,55 hingga 2,46. Uji Heterokedastisitas JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Gambar 1. Uji Heterokedatisitas Sesuai gambar diatas telah terbukti data terbebas dari adanya gangguan Uji Analisis Regresi Linier Berganda Akan halnya persamaan regresi berganda bisa dirumuskan sebagai berikut : Y = 8,284 0,102X1 0,383X2 0,201X3 e Didapatkan konstanta 8,284. Dengan demikian motivasi, loyalitas dan komitmen organisasi sama dengan nol, sehingga nilai variabel semangat kerja menjadisebanyak 8,284. Untuk nilai koefisien regresi variabel motivasi sebanyak 0,102. Nilai motivasi bertanda positif menggambarkan pengaruh dengan arah yang Berarti jikalau variabel motivasi mengalami kenaikan satu satuan, maka nilai semangat kerja akan menemui peningkatkan sebesar 0,102. Sedangkan nilai koefisien regresi variabel fidelity adalah 0,383. Menunjukkan besar pengaruh variabel loyalitas terhadap semangat kerja. Sedangkan untuk nilai koefisien regresi variabel komitmen organisasi sebanyak 0,201. Memperlihatkan besaran pengaruh variabel komitmen organisasi terhadap semangat kerja. Nilai komitmen organisasi bertanda positif menggambarkan pengaruh. Berarti jikalau variabel komitmen organisasi menemui kenaikan satu satuan, maka nilai semangat kerja akan menemui peningkatan sebanyak 0,201. Uji Determinasi Didapatkan hasil 0,179. Artinya Hal tersebut menunjukkan bahwasanya variabel motivasi, loyalitas serta komitmen organisasi mampu memberi pengaruh pada variabel semangat kerja sebanyak 17,9%, sementara sisanya diberikan pengaruh oleh variabel bebas lainnya. Uji Hipotesis Uji-t Didapatkan nilai t-hitung variabel motivasi sebesar 2,082 dengan nilai signifikan sebesar 0,039. Dimana nilai signifikan 0,039 < 0,05. Dengan demikian, dapat dinyatakan hipotesis diterima, yang artinya Motivasi memberikan pengaruh signifikan terhadap semangat kerja. Sedangkan didapatkan nilai t-hitung variabel loyalitas sebesar 3,167 dengan nilai signifikan sebesar 0,002. Dimana nilai signifikan 0,002 < 0,05. Dengan hasil demikian, dapat dinyatakan hipotesis diterima, dengan artian loyalitas memberikan pengaruh signifikan terhadap semangat kerja Sedangkan didapatkan nilai t-hitung variabel komitmen organisasi sebesar 2,874 dengan nilai signifikan sebesar 0,005. Dimana nilai signifikan 0,005 < 0,05. Dengan demikian, dapat dinyatakan hipotesis diterima, dengan artian komitmen organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap semangat kerja Uji-F Didapatkan hasil nilai F-hitung sebesar 9,542 dengan nilai signifikan yaitu 0,000 dimana 0,000< 0,05. Dengan demikian, dapat dinyatakan Hipotesis diterima yang berarti motivasi, loyalitas serta komitmen organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap semangat kerja. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis CONCLUSION Dari hasil diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : Motivasi memberi pengaruh signifikan terhadap semangat kerja. Hasil yang didapatkan dalam pengujian menggunakan uji-t memperoleh nilai signifikan sebesar < 0,05 , dari hasil tersebut dapatlah disimpulkan bahwasanya hipotesis yang diajukan diterima serta terbukti Loyalitas memberi pengaruh signifikan terhadap semangat kerja. Hasil yang didapatkan dalam pengujian menggunakan uji-t memperoleh nilai signifikan sebesar < 0,05 , dari hasil tersebut dapatlah disimpulkan bahwasanya hipotesis yang diajukan diterima serta terbukti Komitmen organisasi memberi pengaruh signifikan terhadap semangat Hasil yang didapatkan dalam pengujian menggunakan uji-t memperoleh nilai signifikan sebesar < 0,05 , dari hasil tersebut dapatlah disimpulkan bahwasanya hipotesis yang diajukan diterima serta terbukti Motivasi, loyalitas dan komitmen organisasi dengan simultan berpengaruh terhadap semangat kerja. Hasil diperoleh berdasar pengujian dalam uji-F memperoleh nilai signifikan sebesar < 0,05 , dari hasil tersebut dapatlah disimpulkan bahwasanya hipotesis yang diajukan diterima serta terbukti kebenarannya. KETERBATASAN PENELITIAN Peneliti telah berupaya dalam melakukan penelitian ini, tetapi tentu saja penelitian ini masih memiliki keterbatasan, diantaranya adalah responden terkadang tidak mengisi jawaban kuesioner menyesuaikan dengan kenyataan sesungguhnya dan faktor-faktor yang memberikan pengaruh semangat kerja terbatas, hanyalah tiga variabel yakni motivasi, loyalitas dan komitmen. DAFTAR PUSTAKA