SIPISSANGNGI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. lppm-unasman. id/index. php/sipissangngi SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. ISSN. : 2775-2054 PELATIHAN PENYEMBELIHAN HALAL DAN PENGGUNAAN APD BAGI PETERNAK KAMBING ASPERKAM TANAH LAUT Article history Received: 15 September 2025 Revised: 15 September 2025 Accepted: 17 September 2025 DOI: 10. 35329/jp. 1Hajar Isworo, 1Abdul Muta Ali, 1*Itang Purnama, 1Ahmad Ramadhani, 1Noor Hidayah 1Program Studi Teknologi Pakan Ternak. Politeknik Negeri Tanah Laut. *Corresponding author Itangpurnama25@gmail. Abstrak Permintaan kambing untuk konsumsi, aqiqah, dan qurban di Kabupaten Tanah Laut terus meningkat. Berdasarkan data BPS tahun 2024, produksi karkas kambing mencapai 156. 013 ekor. Namun, sebagian besar peternak ASPERKAM Tanah Laut belum memahami teknik penyembelihan halal sesuai syariat Islam dan belum terbiasa menggunakan alat pelindung diri (APD). Kondisi ini berisiko menurunkan mutu daging, menimbulkan keraguan status halal, serta mengabaikan keselamatan Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyembelihan halal serta penggunaan APD. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan melibatkan 23 peserta serta pendampingan ahli dan tokoh agama. Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa 93,18% peserta memahami proses penyembelihan halal setelah mengikuti pelatihan, sedangkan 91,30% peserta memberikan respon positif terhadap penggunaan APD dengan pernyataan setuju dan sangat setuju. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi penyembelihan halal dan kesadaran penggunaan APD. Program diharapkan mendukung peningkatan kualitas daging kambing, pemenuhan kebutuhan ibadah, serta memberikan dampak ekonomi bagi Kata kunci: Alat Pelindung Diri. Kurban dan Aqiqah. Peternak Kambing. Penyembelihan Halal Gambar 1. Pemberian materi mengenai SKKNI 147 tentang penyembelihan ternak Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA PENDAHULUAN Penyembelihan hewan merupakan aktivitas penting dalam penyediaan pangan asal hewan, khususnya daging kambing yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Bagi umat Muslim, penyembelihan tidak hanya sekadar memotong hewan, tetapi juga harus sesuai dengan prinsip syariat Islam, menjaga kesejahteraan hewan, serta memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan kerja (Rosyidi, 2. Dengan demikian, pemahaman terhadap teknik penyembelihan halal menjadi sangat penting, karena kesalahan dalam proses dapat mengurangi kualitas daging bahkan meragukan status kehalalannya. Penyembelihan halal mensyaratkan pemenuhan aturan tertentu, seperti menurut pendapat Riyadi, . Syarat dan kompetensi juru sembelih halal (JULEHA) dalam perpektif hokum islam yakni penyembelih yang beragama Islam, penggunaan alat yang tajam, pembacaan basmalah, serta pemotongan saluran pernapasan dan makanan secara Jika tidak dilakukan sesuai ketentuan, daging berpotensi dihukumi bangkai sehingga haram dikonsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa teknik penyembelihan yang tepat memiliki peran langsung terhadap mutu pangan sekaligus ketenangan batin konsumen (Njoga dkk. , 2. Selain aspek keagamaan, faktor keselamatan kerja juru sembelih juga harus Di beberapa negara berkembang seperti di negara Bhutan di enam distrik utama penghasil daging yang meliputi daerah (Chukha. Dagana. Samdrupjongkhar. Samtse. Sarpang, dan Tsiran. hal ini menjadi perhatian penting dimana menurut Dorje dkk . Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa praktik penyembelihan hewan masih didominasi oleh cara darurat/sederhana dengan minim penerapan standar kesejahteraan hewan baik pada ayam broiler, babi, maupun sapi, masih jauh dari praktik yang aman dan animal welfare, serta dilakukan dengan keterbatasan fasilitas modern dan tanpa penggunaan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Sedangkan menurut Awuni dkk. Praktik penyembelihan di negara berkembang seperti Ghana proses penyembelihan dengan mengedepankan kesejahteraan ternak sebelum pelaksanaan pemotongan dan tidak menyakiti ternak dan perlunya pelatihan serta isu religi dan budaya masih menjadi isu terkini dan membutuhkan kesadaran dari pelaku penyembelihan. hal ini sejalan dengan keadaan di negara Indonesia dimana hal tersebut terutama pengetahuan penyembelihan, kesehateraan hewan serta penerapan APD masih dalam proses berkembang dan butuh pemerataan pengetahuan kepada masyarakat teutama yang masih menjalankan proses Pada praktik tradisional, masih banyak penyembelih yang bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD), seperti sarung tangan, apron, atau pelindung wajah. Padahal, ketiadaan APD dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja, luka akibat benda tajam, serta paparan darah yang berpotensi membawa penyakit. Jenis apd yang wajib digunakan meliputi helm, kacamata, masker, apron, sarung tangan anti sayat sepatu bot (Putri dkk. Kesadaran terhadap pentingnya APD sering kali diabaikan karena dianggap tidak terbiasa digunakan sejak awal (Zulmaneri dkk. , 2. Padahal, dari sisi kesehatan kerja. APD merupakan perlindungan dasar untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga kebersihan daging hasil sembelihan. Kondisi tersebut juga ditemukan di Peternakan dan Pemotongan Ternak Kambing Asperkam Tanah Laut, yang berperan sebagai salah satu sentra penyediaan daging kambing di daerahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, populasi kambing di Tanah Laut mencapai 17. 506 ekor, sedangkan produksi untuk konsumsi daging kambing/karkas untuk masyarakat tercatat sekitar 156. 013 ekor. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan daging kambing yang jauh melebihi jumlah populasi lokal, sehingga sebagian besar harus dipasok dari luar daerah. Kondisi ini sekaligus memberikan peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan produksi dan kualitas penyembelihan agar mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya untuk kebutuhan aqikah, qurban, dan konsumsi rumah tangga. Tetapi dlam hala pemenuham ketersediaan daging ini harus dibarengi dengan proses yang aman dan meminimalkan resiko kecelakaan kerja oleh peternak yang Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA melakukan pemotongan hewan kambing. Meskipun tidak semua peternak ini mengetahui pentinnya penggunakaan dari APD. Kesenjangan pengetahuan dan praktik inilah yang menjadi dasar perlunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan teknik penyembelihan halal dan penggunaan APD. Hingga saat ini, belum banyak program pelatihan yang secara khusus mengintegrasikan aspek kehalalan penyembelihan dengan keselamatan kerja juru sembelih di tingkat peternak lokal. Padahal, keterampilan ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi peternak melalui peningkatan kepercayaan konsumen dan perluasan pasar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak dan juru sembelih kambing di Tanah Laut. Pendekatan dilakukan melalui teori, praktik pemotongan sesuai syariat, serta pelatihan penggunaan APD dalam simulasi penyembelihan. Diharapkan kegiatan ini mampu mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih aman, halal, dan profesional, sekaligus meningkatkan pendapatan peternak dalam memenuhi permintaan konsumen secara berkelanjutan. METODE Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Peternakan yang berlokasi di Kabupaten Tanah Laut. Kalimantan Selatan. Waktu pelaksanaan berlangsung pada bulan Juli sampai Agustus 2025. Adapun bahan yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi dua ekor ternak kambing jantan serta dua puluh pasang alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari: helm, kacamata safety, masker, apron, sarung tangan latek, sarung tangan anti sayat dan sepatu bot. selain itu digunakan pula pisau sembelih serta sharpening stell untuk proses pemotongan. Peserta kegiatan adalah peternak kambing yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Kambing (ASPERKAM) Tanah Laut yang berjumlah 23 orang, dengan melibatkan ahli penyembelihan halal dari DPD juru sembelih halal (JULEHA) Kabupaten Tanah Laut, praktisi pemotongan hewan, serta tokoh agama Islam sebagai narasumber dan pendamping kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis dalam melakukan penyembelihan halal yang sesuai dengan syariat Islam dan aman dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri atas: Persiapan Kegiatan Dilakukan koordinasi dengan para anggota ASPERKAM Tanah Laut serta tokoh agama untuk menentukan lokasi, jumlah peserta, serta penyediaan kambing, peralatan pemotongan, dan APD yang dibutuhkan. Penyampaian Materi Teori Materi teori disampaikan melalui ceramah interaktif oleh tokoh agama Islam mengenai syariat penyembelihan halal, serta oleh praktisi penyembelihan mengenai teknik pemotongan hewan yang baik dan benar. Selain itu, ahli penyembelihan menjelaskan pentingnya penggunaan APD untuk keselamatan juru sembelih. Praktik dan Demonstrasi Peserta mengikuti demonstrasi pemotongan halal yang dilakukan oleh ahli dengan bimbingan tokoh agama. Selanjutnya, peserta diberi kesempatan melakukan praktik langsung mulai dari persiapan hewan, pemotongan sesuai syariat, hingga penerapan penggunaan APD . arung tanganlatek/ kain dan sarung tangan anti sayat, apron, pelindung wajah seperti masker, kacamata dan helem dan pelindung kaki seperti sepatu Diskusi. Evaluasi, dan Refleksi Setelah praktik, dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menampung kendala yang dialami peserta. Evaluasi dilakukan dengan mengamati keterampilan peserta saat praktik sedan memberikan umpan balik dari ahli maupun tokoh agama. Instrumen Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA evaluasi berupa lembar observasi serta soal ujian tertulis setelah praktik untuk mengukur keterampilan dan pemahaman teori. Data dianalisis secara deskriptif, baik kuantitatif dari hasil observasi dan ujian, maupun kualitatif dari catatan lapangan dan refleksi peserta. Pendampingan Lanjutan Kegiatan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga dilanjutkan dengan monitoring dan pendampingan oleh tim, guna memastikan penerapan teknik penyembelihan halal dan penggunaan APD dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh peternak. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peternak kambing ASPERKAM Tanah Laut untuk melaksanakan penyembelihan yang halal, aman, dan sesuai standar, sehingga dapat meningkatkan kualitas daging kambing, memenuhi kebutuhan konsumen, serta menunjang keberlanjutan usaha peternakan kambing di daerah tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Peserta Kegiatan Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah sekitar 23 orang peternak kambing yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Kambing (ASPERKAM) Kabupaten Tanah Laut. Pemilihan peserta mempertimbangkan pengalaman beternak minimal satu tahun sehingga mereka memiliki latar belakang yang cukup untuk menerima materi lanjutan tentang penyembelihan halal dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Keberadaan peserta dengan pengalaman nyata di lapangan memberi gambaran awal mengenai kebutuhan mereka terhadap peningkatan keterampilan dalam bidang penyembelihan halal. Asosiasi ASPERKAM berperan aktif dalam menyiapkan peserta sekaligus menjadi mitra kegiatan. Hal ini memudahkan proses rekrutmen dan memastikan bahwa peserta benar-benar berasal dari kalangan peternak aktif. Dengan begitu, hasil pelatihan ini dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari mereka. Berdasarkan observasi awal, sebagian besar peserta sudah terbiasa menyembelih kambing, namun cara yang dilakukan masih berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa memperhatikan syarat syariat Islam secara detail maupun aspek higienis. Kondisi ini menjadi dasar kuat untuk menyusun materi pelatihan yang lebih komprehensif. Data latar belakang peserta kemudian disusun dalam bentuk tabel yang memuat informasi nama,nama farm, alamat. Data profil peserta kegiatan dapat dilihat pada Tabel Tabel 1. Identitas Peserta Pengabdian Nama Nama Farm Padlan Ayu Farm Purnomo Panglima Farm Isbakir PRG Farm Untung Golek M Rafi Akbar Mass Bar Farm Sunardi Taqwa Farm Pujiono Berkah Ali I Alila Saiful Bahri Andini Farm 10 M. Warikul Khlolik Putra Jaya Farm 11 Handi Cahya Iman HCI Farm 12 Paulus Hadid Telogo Kasih 13 Sujarwo Arga Farm 14 Anwar R S W Farm Alamat Darat Jorong Balerejo Jorong Tirtajaya Pabahanan Tebing Siring Tebing Siring Sarang Halang Batu Ampar Batu Ampar Pemalongan Tanjung Balerejo Lama Usaha 5 Tahun 1 Tahun 9 Bulan 2 Tahun 8 Tahun 2 Tahun 7 Tahun 4 Tahun 8 Tahun 6 Tahun 3 Tahun 1 Tahun 1 Tahun 6 Tahun 1 Tahun Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA Nama Nama Farm Alamat 15 Maksum Rosyidi Orchid 85 Farm Pelaihari 16 Hari S Tekad 94 Farm Pelaihari 17 Suyanto Adiba Farm Pelaihari 18 Jacky S Aimahyra Farm Pelaihari 19 Ahmad Badowi Adiba Farm Pelaihari 20 N Salim Luhur Farm Tebing Siring 21 Budi Setiawan Sima Farm Karang Taruna 22 M Bustomi Tomys Panggung 23 M Ihsan Tomys Panggung Sumber: Informasi Data Pengabdian oleh Penulis Lama Usaha 5 Tahun 5 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 7 Tahun 3 Tahun 3 Tahun Tabel ini tidak hanya berfungsi sebagai gambaran umum, tetapi juga menjadi dasar analisis kebutuhan pelatihan. Jumlah peserta yang relatif kecil, yaitu sekitar 23 orang, justru memberikan keuntungan tersendiri. Dalam kelompok yang terbatas, proses penyampaian materi dan bimbingan praktik dapat dilakukan lebih intensif, sehingga setiap peserta berkesempatan mendapat perhatian langsung dari instruktur. Kegiatan ini juga memperlihatkan adanya variasi latar belakang peserta, yang berbeda dari berbagai farm dimana hal ini menjadi variasi dan wilayah yang berbeda beda di Kabupaten Tanah Laut. Variasi ini pula berbeda baik dari sisi lama usaha. Variasi ini justru memperkaya diskusi selama pelatihan, karena setiap peserta dapat berbagi pengalaman nyata yang berbeda . antoso, 2. Secara keseluruhan, profil peserta menunjukkan bahwa mereka merupakan kelompok sasaran yang tepat. Mereka memiliki potensi untuk menyerap pengetahuan baru, menerapkan dalam praktik, dan menyebarkan kepada komunitas peternak lainnya di Kabupaten Tanah Laut. Penyampaian Materi dan Praktik Penyembelihan Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai fikih penyembelihan halal. Peserta diberi pemahaman dasar berdadarkan SKKNI 147 tahun 2022 bahwa syarat utama penyembelihan meliputi penyembelih beragama Islam, membaca basmalah, serta memutus saluran makanan, saluran pernapasan, dan dua pembuluh darah utama, memperhatikan ketajaman pisau, mengetahui arah kiblat mengetahui tujuan penyembelihan serta memperlakukan hewan dengan baik. Pengetahuan ini menjadi landasan penting agar setiap pemotongan benar-benar sesuai syariat Islam. Selain aspek syariat, pemateri juga membahas secara detail titik potong yang tepat untuk kambing, umur kambing yang sesuai untuk dipotong, serta cara merebahkan kambing sebelum disembelih. Tahap perebahan ini ditekankan agar dilakukan dengan metode yang tidak menimbulkan stres berlebih pada hewan, sehingga kualitas daging tetap terjaga. Materi berikutnya menyoroti pentingnya penggunaan APD sebelum proses Seperti pernyataan Ramadhani dkk. , . pentingnya sosialisasi penerapan kebersihan dan penggunaan APD di tempat pemotongan ternak dalam mencegah bahaya kerja. sehingga dalam penyamaian materi yang disusun Instruktur memperlihatkan jenis-jenis APD seperti sarung tangan, apron, sepatu boot, dan masker, sekaligus menjelaskan fungsi masing-masing. Peserta juga diberi penjelasan mengenai risiko kesehatan dan keamanan kerja apabila APD tidak digunakan. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung oleh ahli penyembelihan. Peserta mengamati tahapan yang ditunjukkan mulai dari pemakaian APD, teknik perebahan kambing, hingga pemotongan yang sesuai standar halal. Tahapan berikutnya adalah praktik langsung oleh peserta dengan didampingi ahli. Setiap peserta berkesempatan melakukan simulasi penyembelihan kambing sesuai prosedur dilakukan dengan penentuantitik potong sembelih dan praktik penggunaan APD oleh semua peserta kemudian dilakukan pemotongan ternak kambing oleh dua orang peserta dengan bimbingan intensif oleh ahli Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA dari JULEHA Tanah Laut. Pada tahap ini, bimbingan intensif diberikan agar setiap langkah dilakukan dengan benar. Proses pengabdian yang dilakukan dapat dilihat pda gambargambar berikut: Gambar 2. Proses Pemberian Materi Tentang Fikih Sembelih Ternak Kambing Gambar 3. Pemberian materi pentingnya menggunakan APD dalam penyembelihan ternak Gambar 4. Peragaan penggunaan APD Gambar 5. Materi Penentuan Umur Ternak Gambar 6. Pelatihan Penyembelihan & status kematian ternak dibawah Bimbingan Ahli Dokumentasi berupa foto diambil selama kegiatan untuk memperlihatkan keterlibatan aktif peserta, baik saat menerima materi, mengenakan APD, maupun melaksanakan praktik penyembelihan. Foto tersebut menjadi bukti nyata sekaligus media publikasi kegiatan. Bahwa dengan adanya tahapan materi dan praktik ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung. Hal ini menjadi hasil yang posistif karena dalam prilaku yang terjadi dilapangan mengenai proses Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA penggunaan apd yang ditemukan oleh Lestari dan jamili . penerapan mengenai APD dilapangan oleh pelaku sembelih ternak kadang tidak dilakukan dan belum terlaksana. Proses belajar menjadi lebih bermakna karena mereka bisa merasakan perbedaan antara kebiasaan lama dengan teknik penyembelihan halal yang benar. Perubahan signifikan terlihat pada peserta setelah mengikuti kegiatan ini. Pada awal kegiatan, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami detail syarat penyembelihan halal maupun pentingnya penggunaan APD. Pengetahuan mereka masih terbatas pada praktik yang diwariskan secara turun-temurun. Setelah materi disampaikan dan praktik dilakukan, memperlihatkan peningkatan pemahaman yang cukup besar. Peserta mampu menyebutkan syarat penyembelihan halal dengan tepat, menentukan titik potong yang benar, serta menjelaskan fungsi APD yang Selain itu, keterampilan peserta dalam praktik penyembelihan juga meningkat. Awalnya, beberapa peserta masih ragu dalam memegang pisau dan menentukan titik Namun, dengan bimbingan ahli, mereka menjadi lebih percaya diri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ali dkk. , . proses pelatihan yang dilakukan dan diawasi oleh ahli dalam pelaksanaan praktik sembelih halal kepada peserta akan memberikan pengetahuan dan kepercayaan pada peserta pelatihan. Peserta memperoleh pemahaman baru mengenai teknik merebahkan kambing sebelum dilakukan penyembelihan. Cara perebahan yang diajarkan menekankan pentingnya posisi tubuh hewan, penggunaan tenaga secara proporsional, serta menghindari perlakuan yang dapat menimbulkan stress dan menurunkan kualitas daging. Hal ini sesuai dengan pendapat Wibowo dan Rahman, . Proses perebahan yang benar pada ternak akan mempermudah pelaksanaan pemotongan dan mendukung kualitas daging yang Pengetahuan ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami penyembelihan dari sisi syariat, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan memiliki kaitan erat dengan kualitas daging karena hewan yang diperlakukan dengan baik menghasilkan produk yang lebih sehat dan bernilai jual lebih Pemahaman tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tuntutan konsumen yang semakin peduli terhadap kualitas produk hewani. Perubahan sikap juga terlihat pada penerapan alat pelindung diri (APD). Sebagian peserta awalnya menganggap penggunaan APD tidak penting dan hanya menjadi beban tambahan dalam bekerja. Pemahaman mereka mulai berubah setelah mendapat penjelasan mengenai risiko kecelakaan kerja dan kemungkinan kontaminasi silang terhadap daging. Hal ini sesuai denganpernyataan dari Mail dkk. , . penyembelihan ternak yang terserang penyakit terutama yang dapat menular pada manusia. Praktik langsung membuat peserta menyadari manfaat nyata dari APD, baik untuk keselamatan pribadi maupun untuk menjaga kebersihan produk. Berikut merupakan berbagai macam APD yang digunakan dalam pelatihan dan dibagikan kepada peserta: Gambar 7. Kacamata pelindung Gambar 8. Helm, sepatu bot & sarung tangan anti sayat Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA Gambar 9. Masker Gambar 10. Pengecekan Apron dan sarung tangan Hasil dari pembagian apd kepada peserta menunjukkan minat dan kesadaran yang yang signifikan. Penerapan APD terbukti memberikan kenyamanan dan perlindungan yang lebih baik bagi peserta. Sarung tangan, masker, apron, dan sepatu boot membantu mencegah cedera serta mengurangi risiko terpapar darah atau cairan tubuh hewan. Keberadaan APD juga menjamin bahwa proses penyembelihan berlangsung lebih higienis, sehingga hasil sembelihan sesuai dengan standar kesehatan dan keamanan pangan. Metode pelatihan yang digunakan berperan penting dalam keberhasilan kegiatan. Kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik langsung memberikan pengalaman belajar yang Peserta memperoleh penjelasan, menyaksikan penerapan yang benar, kemudian mempraktikkan sendiri di bawah bimbingan instruktur. Proses ini memungkinkan peserta memperbaiki kesalahan secara langsung sehingga keterampilan yang diperoleh lebih kuat tertanam. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan sekaligus keterampilan Materi yang diperoleh tidak hanya bersifat konseptual, tetapi dapat diaplikasikan secara nyata dalam praktik penyembelihan sehari-hari. Keterampilan yang dikuasai meningkatkan rasa percaya diri peserta karena mereka mampu melakukan pemotongan sesuai dengan syariat Islam dan prinsip kebersihan. Hasil pelatihan menunjukkan peserta pelatihan bersedia menggunakan APD dalam praktik penyembelihan dan dapat dilihat pada gambar 11: Gambar 11. Peserta Pelatihan Menggunakan APD Manfaat kegiatan ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta secara pribadi, tetapi juga menyebar kepada peternak lain di lingkungan sekitar. Peserta dapat berperan Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA sebagai agen perubahan dalam memperkenalkan pentingnya penyembelihan halal dan penggunaan APD. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini mencakup peningkatan kualitas daging kambing, pemenuhan kebutuhan konsumen terutama dalam acara aqikah, serta peningkatan pendapatan peternak melalui penyediaan produk yang halal, aman, dan bernilai tinggi. Respon Peserta Respon peserta terhadap kegiatan sangat positif. Mereka mengikuti dengan antusias sejak penyampaian materi hingga praktik penyembelihan. Antusiasme ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terkait detail teknis maupun hukum syariat dalam penyembelihan. Peserta berdiskusi dan bertanya kepada pemateri dapat dilihat pada gambar 12: Gambar 12. Salah Satu Peserta Bertanya Kepada Pemateri Peserta mengaku bahwa sebelum mengikuti kegiatan, mereka hanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun tanpa mengetahui secara detail aturan syariat. Dengan adanya pelatihan ini, mereka merasa memperoleh pengetahuan baru yang lebih jelas dan berdasrkan hasil evaluasi setelah pelatihan didapatkan data pengetahuan Teknik penyemebeliha sesuai dengan SKKNI 147 menganai penyemebelihan hewan setelah pelatihan kepada peserta ASPERKAM hasil dapat dilihat pada Gambar 13: Pengetahuan Teknik Penyembelihan Cukup mengerti, 6. Mengerti. Gambar 13. Pengetahuan Teknik Penyembelihan setelah Pelatihan Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA Hasil evaluasi akhir setelah dilakukan pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta ASPERKAM . ,18%) menyatakan mengerti teknik penyembelihan ternak, sementara 6,82% lainnya menyatakan cukup mengerti. Temuan ini memperlihatkan bahwa pelatihan berjalan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Meskipun masih ada sebagian kecil yang belum sepenuhnya memahami, secara umum kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memberikan pemahaman yang baik mengenai penyembelihan ternak yang benar. Setelah dilakukan pelatihan memang biasanya peserta mampu dan memahami hasil pelatihan hal ini sejalan dengan pelatihan sembelih halal yang dilakukan oleh Putra dkk. , . dimana dilakukan pengabdian kepada masyarakat mengenai Teknik pemotongan untuk memenuhi kebutuhan mitra dalam menghadapi permasalahan pengetahuan pemotongan ternak. Selnjutnya pelatihan peningkatan pengetahuan pemotongan ternak sejalan dengan yang dilakukan oleh Susanti dan Lestari . Pelatihan penyembelihan hewan qurban berbasis partisipatif berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat, terbukti dengan 90% indikator penyembelihan yang telah sesuai syariat dan standar kesehatan. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi di akhir kegiatan setelah pengabdian penyemeblihan dilanjutkan evaluasi pemahaman mengenai APD dari peternak ASPERKAM dapat dilihat pada Gambar 14. Pentingnya Menggunakan APD Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Gambar 14. Pentingnya Menggunakan APD Hasil pelatihan penyembelihan halal yang diberikan, tingkat penerimaan peserta terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat secara signifikan. Data menunjukkan bahwa 73,91% responden menyatakan sangat setuju dan 17,39% setuju, sehingga lebih dari 91,30% peserta memiliki kesadaran positif mengenai pentingnya APD. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil memberikan pemahaman praktis sekaligus motivasi kepada peserta untuk mengutamakan keselamatan kerja dan kebersihan produk hewan sembelihan. Selain itu, meskipun masih terdapat 8,70% responden yang bersikap netral, tidak ada satupun responden yang menyatakan tidak setuju ataupun sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa resistensi terhadap penggunaan APD semakin berkurang setelah dilakukan pendampingan, sehingga praktik penggunaan APD lebih mudah diterapkan secara konsisten di lapangan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap positif yang mendukung penerapan standar kesehatan, keselamatan dan prinsip halal dalam proses penyembelihan. hal ini sama dengan survei pengetahuan dan kesadaran yang dilakukan oleh Kimidu dkk. , . dimana dilakukan survei di Kajiado Kenya mengenai kesadaran dari pekerja mengenai pentingnya APD dalam penyembelihan yang mana 80,0% pekerja menunjukkan tingkat pengetahuan Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Hajar Isworo, dkk. / Pelatihan Penyembelihan halal dan Penggunaan APD bagiA yang tinggi dan kesadaran dalam melindungi diri dari kecelakaan kerja. Hal ini berbalik dengan survei yang dilakukan oleh Njoga dkk. , . kesadaran menggunakan APD penyembelihan ternak di kota Abuja Nigeria pada saat penyemeblihan masih minim dan menunjukkan hasil Penggunaan APD selama proses penyembelihan dilakukan oleh pekerja RPH berkisar 35,7%. Selanjutnya hasil yang didapatkan dibandingkan dengan hasil pelatihan dan kesadaran dari penggunaan APD yang dilakukan oleh Ramadhani dkk. hasil penelitian pengetahuan dan kesadaran menggunakan APD yang dilakukan tempat pemotongan ayam CV. Semeru Borneo Selaras mencapai 90%. Kegiatan pelatihan ternyata memberikan efek signifikan dimana bisa menambah pengetahuan, kesadaran dan kemauan menggunakan APD dalam pekerjaan dan menjadi respon positif. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai penyembelihan halal dan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi peternak kambing ASPERKAM Tanah Laut memberikan dampak positif yang nyata dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan Pemahaman terhadap syariat penyembelihan memberikan nilai positif berkisar 93,18% peserta memahami pelatihan yang dilakukan meliputi teknik perebahan kambing, hingga praktik pemotongan sesuai standar mengalami peningkatan signifikan. Perubahan sikap terhadap penggunaan APD menunjukkan kesadaran tinggi mencapai 91,30% hal ini menunjukkan bahwa perlengkapan tersebut bukan hanya alat tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam menjamin keselamatan kerja dan higienitas daging. Penerapan metode pelatihan yang mengintegrasikan teori, demonstrasi, dan praktik terbukti efektif dalam membentuk kompetensi peserta, sehingga mereka mampu melaksanakan penyembelihan halal dengan benar dan percaya diri. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu daging kambing, memenuhi kebutuhan aqikah dan konsumsi masyarakat, serta mendorong peningkatan pendapatan peternak. Peserta juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada peternak lain, sehingga standar penyembelihan halal dan penggunaan APD dapat diterapkan secara lebih luas dan berkelanjutan DAFTAR PUSTAKA