Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Tersedia: https://journal. id/index. php/jpbb Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di SD Negeri 10 Langkai Tania Molut1*. Reva Margaretha2. Icha Munthe3. Kevin Imanuel4. Agnes Monica5. Yunanie6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Palangkaraya. Indonesia *Penulis Korespondensi: taniamolut26@gmail. Abstrack. This study, entitled "The Role of Teachers in Addressing Learning Difficulties in Fifth-Grade Students at SD Negeri 10 Langkai," aims to answer the following questions: identifying factors influencing student learning difficulties, how teachers identify these difficulties, and the strategies teachers employ to address these learning The purpose of this study is to explore the factors contributing to student learning difficulties and the roles and strategies teachers employ in identifying and addressing learning difficulties in fifth-grade students at SD Negeri 10 Langkai. This study employed a qualitative, descriptive approach. The subjects were 16 fifth-grade students and one homeroom teacher. Data collection techniques included interviews and observations. Data were analyzed using data reduction and conclusion-drawing methods. Observations in fifth-grade students at SD Negeri 10 Langkai revealed several clear indications of students' low understanding of mathematics. First, cognitive disorientation, characterized by confused facial expressions and an inability to provide appropriate verbal responses when the teacher asks questions. Second, students repeatedly ask questions. Third, students experience difficulties in solving problems. To address this issue, teachers focus on students experiencing learning difficulties by providing problems and repeating material until students understand what is being taught, while also utilizing interactive learning media such as Canva and Wayground. Throughout the learning process, teachers employ Problem-Based Learning (PBL) methods. Keywords: Interactive Media. Learning Difficulties. Mathematics Learning. Problem Based Learning. Role Of Teachers. Abstrak. Penelitian ini berjudul "Peran Guru Dalam Menanggulangi Kesulitan Belajar Siswa Kelas V Di SD Negeri 10 Langkai. " Pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab dalam studi ini meliputi identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan belajar siswa, bagaimana guru berperan dalam mengidentifikasi kesulitan tersebut, dan strategi yang diterapkan guru untuk mengatasi kendala belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan belajar siswa serta peran dan strategi guru dalam mengenali dan mengatasi masalah belajar siswa kelas V di SD Negeri 10 Langkai. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa kelas V dan satu guru wali kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan metode reduksi data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil observasi di kelas V SD Negeri 10 Langkai, ditemukan beberapa indikasi yang jelas terkait dengan rendahnya pemahaman siswa dalam materi Pertama, adanya disorientasi kognitif yang ditandai dengan ekspresi wajah bingung serta ketidakmampuan untuk memberikan respons verbal yang tepat ketika guru memberikan pertanyaan. Kedua, adanya pertanyaan yang diulang-ulang dari siswa. Ketiga, kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dalam menghadapi masalah ini, guru berfokus pada siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan memberikan soal dan mengulang penjelasan materi hingga siswa dapat memahami apa yang diajarkan, serta memanfaatkan media pembelajaran interaktif seperti Canva dan Wayground. Selama proses pembelajaran, guru menerapkan metode Problem Based Learning (PBL). Kata Kunci: Kesulitan Belajar. Media Interaktif. Pembelajaran Matematika. Peran Guru. Problem Based Learning. Naskah Masuk: 02 Mei 2026. Revisi: 27 Mei 2026. Diterima: 16 Juni 2026. Terbit: 20 Juni 2026 Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di SD Negeri 10 Langkai LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan upaya yang dirancang dan dilakukan secara sadar untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi individu yang memiliki iman, akhlak yang baik, pengetahuan, keterampilan, kreativitas, kemandirian, dan tanggung jawab. Sebagai fondasi dalam pembangunan negara, pendidikan memiliki peran krusial dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang seimbang dalam aspek spiritual, intelektual, dan fisik. Belajar adalah proses yang mengubah perilaku melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Dalam kegiatan pembelajaran, baik guru maupun siswa menginginkan hasil yang memuaskan, namun pada kenyataannya masih terdapat siswa yang menghadapi kendala dalam belajar. Kendala ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor fisik, psikologis, bahasa, emosional, ekonomi, budaya, atau lingkungan. Kendala belajar merupakan situasi di mana seorang siswa tidak mampu memenuhi tuntutan pembelajaran dengan baik, sehingga pencapaian akademisnya tidak Masalah ini sering dijumpai di berbagai sekolah, termasuk di SDN 10 Langkai kelas V. Dalam pelaksanaannya, keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada peran guru dalam mengajar dan membimbing siswa. Namun, tantangan sering kali muncul dalam bentuk kendala belajar yang dihadapi siswa. Kendala belajar adalah situasi di mana siswa tidak mampu belajar dengan baik, baik dalam proses penerimaan maupun pemahaman materi. Kondisi ini bisa terlihat dari nilai yang rendah, kemungkinan gagal dalam kelas, atau kesulitan di bidang studi tertentu. Dalam proses pembelajaran di sekolah, baik guru maupun siswa pasti berharap untuk mencapai hasil yang memuaskan. Guru berharap siswa dapat berhasil dalam proses belajarnya, sedangkan siswa berharap guru dapat menyampaikan materi dengan baik agar mereka memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Namun, dalam kenyataannya, harapan tersebut tidak selalu terpenuhi, dan aktivitas belajar tidak selalu berjalan dengan mulus, sering kali ada berbagai masalah yang muncul, terutama kendala belajar yang dialami siswa. Situasi ini merupakan masalah umum yang dihadapi dalam proses pengajaran. Kendala belajar yang dialami siswa beragam, baik dalam hal menerima materi, menyerap pelajaran, atau bahkan Setiap siswa secara prinsipil berhak untuk mencapai prestasi belajar yang Namun, dalam praktiknya, setiap siswa memiliki perbedaan, baik dalam hal kecerdasan (IQ), keterampilan fisik, asal usul keluarga, pola perilaku, maupun metode belajar yang Perbedaan yang ada ini mempengaruhi variasi dalam cara belajar yang dimiliki Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. masing-masing anak. Oleh karena itu, kondisi di mana pelajar mengalami kesulitan dalam proses belajar, baik saat menerimanya maupun memahami isi materi, dikenal sebagai hambatan dalam belajar. Hambatan belajar adalah kondisi di mana anak didik tidak mampu belajar secara normal, diakibatkan oleh ancaman, rintangan, atau gangguan dalam proses belajar mereka untuk mencapai tujuan pendidikan, sehingga diperlukan usaha yang lebih serius untuk Hambatan belajar secara operasional bisa terlihat dari kondisi nyata adanya siswa yang mengalami kegagalan dalam satu kelas, atau siswa yang mendapatkan nilai kurang memuaskan dalam beberapa pelajaran yang mereka ambil. Hambatan belajar adalah suatu keadaan yang merujuk pada berbagai kelainan yang mempengaruhi proses mendapatkan, mengorganisir, menyimpan, memahami, dan menggunakan informasi, baik secara verbal maupun non-verbal. Dampak dari hambatan belajar menyebabkan siswa menghadapi kesulitan dalam menjalankan proses berpikir karena hal-hal yang berkaitan dengan hambatan belajar itu berpengaruh pada fungsi intelektual secara keseluruhan. Dengan demikian, tantangan yang mengganggu keberhasilan proses pembelajaran siswa menjadi beban bagi guru dan para peserta didik. Secara fundamental, hambatan dalam belajar yang dihadapi siswa tidak selalu disebabkan oleh tingkat kecerdasan yang rendah. Namun, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kesulitan belajar. Kesulitan yang dialami siswa bisa berasal dari dalam diri mereka sendiri . aktor interna. maupun dari faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar peserta didik meliputi . aspek biologis seperti kesehatan dan cacat fisik. aspek psikologis yang mencakup kecerdasan, perhatian, minat, bakat, dan emosi. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa terdiri dari . lingkungan keluarga yang meliputi peran orang tua, suasana rumah, dan kondisi ekonomi keluarga. lingkungan sekolah yang berisi cara penyampaian materi yang tidak efektif, hubungan antara guru dan siswa yang kurang baik, interaksi antar siswa yang tidak harmonis, materi pelajaran yang sulit dipahami oleh siswa, serta kelengkapan alat-alat . lingkungan masyarakat yang mencakup media massa, pergaulan, dan cara hidup tetangga. Terlebih lagi, dalam mata pelajaran matematika yang sering dianggap sulit atau abstrak, penting untuk mendeteksi kesulitan belajar sedini mungkin. Dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan sangat penting agar anak dapat mengatasi hambatan tersebut dan mencapai hasil belajar yang memuaskan. Berdasarkan hasil pengamatan dari kelompok, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik, guru menerapkan media pembelajaran (LCD) dengan menggunakan alat interaktif seperti Canva dan Wayground, namun masih ada beberapa siswa yang menghadapi kesulitan dalam proses belajar tersebut. Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di SD Negeri 10 Langkai Kesulitan belajar yang di alami peserta didik dalam matematika di antaranya: . kurangnya pemahaman peserta didik pada materi yang di ajarkan dapat dilihat ketika guru memberikan soal tes evaluasi, padahal wali kelasnya sudah mengajarkan kepada mereka satu per satu tentang materi tersebut. peserta didik tidak mampu menjawab pertanyaan guru akhirnya guru membantu peserta didik sampai paham dengan materi tersebut. Kesulitan belajar yang dialami siswa disebabkan siswa tidak berkonsentrasi saat belajar, siswa memiliki berbagai kesibukan saat guru sedang menjelaskan seperti berbicara dengan teman sebangkunya, ada yang sibuk mencatat materi pembelajaran padahal guru sedang menjelaskan, adanya siswa yang menunjukkan perilaku belajar yang tidak semestinya seperti pura-pura belajar dan menunjukkan perilaku tidak peduli. Serta kurangnya minat dan motivasi belajar dalam diri peserta didik. Dalam konteks ini, guru dipahami sebagai sosok pemimpin, arsitek yang memiliki kemampuan untuk membentuk karakter dan jiwa siswa, yang memiliki kekuatan dasar untuk membentuk serta mengembangkan kepribadian mereka menjadi individu yang bermanfaat bagi agama, negara, masyarakat, dan kehidupan sosial. Berdasarkan teori tersebut, penulis menyimpulkan bahwa guru berperan sebagai pengawas di lapangan pendidikan yang selalu berinteraksi dengan siswa sebagai fokus utama dalam proses Guru juga dianggap sebagai pendidik yang memiliki pengetahuan lebih dan mampu menanamkan nilai-nilai dalam diri siswa. KAJIAN TEORITIS Pengertian dan Peran Guru Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia AuGuru adalah orang yang pekerjaannya . ata pencariannya, profesiny. mengajar dan mendidikAy. Menurut Muhammad Dani . 2: . , menyatakan bahwa AuGuru dapat diartikan sebagai seorang yang fungsinya berkaitan dengan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dalam segala aspeknya, spiritual emosional, intelektual, fisik dan lain-lainAy. Dalam pengertian yang sederhana. Seorang guru adalah seseorang yang membantu siswa mempelajari hal-hal baru. Seorang guru memiliki keterampilan dan pengetahuan yang tepat, sehat jasmani dan rohani, serta bekerja untuk membantu negara mencapai tujuan pendidikannya. Menurut Febriana . peran dan fungsi guru mempengaruhi pendidikan yang diberikan sekolah . Berikut peran dan fungsi guru sebagai berikut: . Sebagai pendidik ,guru senantiasa mengupayakan stabilitas emosi dan kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan peserta didik. Sebagai bagian integrasi dari masyarakat. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. guru di tuntut memiliki kemampuan sosial yang mampu berinteraksi dengan berbagai . Sebagai pemimpin, seorang guru tidak hanya menguasai materi pelajaran tetapi juga berperan sebagai pemimpin. Sebagai administrator, guru mampu mengelola berbagai tugas administrasi dengan jujur teliti Guru bukan hanya sebagai seseorang yang masuk ke kelas untuk mengajar ,tapi guru berperan sebagai bagian dari integrasi masyarakat, pemimpin dan administrator serta memastikan apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Kesulitan Belajar Peserta Didik Martini . alam Resiana dkk. , 2. , hambatan belajar adalah suatu kondisi yang menyebabkan individu mengalami kesulitan dalam melaksanakan aktivitas belajar dengan Hambatan belajar yang umum dialami oleh siswa sering kali disebabkan oleh kurangnya minat siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Di samping itu, siswa juga cenderung kurang fokus saat guru menyampaikan materi pembelajaran. Kesulitan belajar juga dikenal sebagai gangguan belajar yang artinya adalah suatu bentuk ketidakmampuan atau kurang berhasil dalam mengerti konsep, prinsip, atau algoritma, meskipun sudah berusaha Kesulitan belajar merupakan suatu hal yang dialami oleh beberapa siswa di sekolah dasar, bahkan dialami oleh siswa yang. Belajar di tingkat yang lebih tinggi. Berikut adalah ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar: . Kekurangan dalam menghitung adalah bahwa siswa yang mengerti berbagai konsep matematika dengan baik belum tentu memiliki kemampuan menghitung yang sama. Ini terjadi karena siswa sering salah memahami simbol-simbol matematika dengan kenyataan yang sebenarnya ada. Kesulitan dalam mengaplikasikan pengetahuan, salah satu masalah besar yang dihadapi oleh siswa yang kesulitan belajar matematika adalah ketidakmampuan mereka untuk mengaplikasikan pengetahuan. Ini terutama terlihat dalam usaha mereka menghubungkan konsep-konsep matematika yang sudah dipelajari dengan penerapan nyata atau situasi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, meskipun siswa sudah mengerti konsep matematika secara teori di kelas, mereka masih mengalami kesulitan saat harus menggunakan konsep itu untuk menyelesaikan masalah praktis atau soal-soal yang berhubungan dengan keadaan nyata di luar pembelajaran. Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di SD Negeri 10 Langkai METODE PENELITIAN Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan kategori penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 10 Langkai. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V sebanyak 16 orang dan 1 Wali kelas. Pengambilan subjek pada penelitian ini secara purposive dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut menunjukkan gejala kesulitan belajar pada mata pelajaran Matematika. Teknik untuk mengumpulkan informasi melalui wawancara dan pengamatan. Hasil dari pengumpulan informasi dengan wawancara dan pengamatan dianalisis melalui dua pendekatan yakni pengurangan data dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Peserta didik kelas V di SD Negeri 10 Langkai menghadapi berbagai tantangan dalam belajar matematika. Kesulitan yang dialami siswa berasal dari faktor-faktor dalam diri mereka . aktor interna. dan dari lingkungan luar mereka . aktor eksterna. Faktor yang bersumber dari dalam diri . aktor interna. yang menyebabkan kesulitan belajar siswa meliputi . faktor biologis yang mencakup kesehatan dan keterbatasan fisik. faktor psikologis yang terdiri dari kecerdasan, konsentrasi, minat, bakat, dan emosi. Sementara itu, faktor yang datang dari luar . aktor eksterna. yang menyebabkan siswa kesulitan dalam belajar terdiri dari . lingkungan keluarga yang mencakup faktor orang tua, suasana rumah, dan kondisi ekonomi . lingkungan sekolah yang meliputi metode pengajaran yang kurang efektif, hubungan antara guru dan siswa yang tidak harmonis, interaksi antar siswa yang tidak baik, materi pelajaran yang sukar dimengerti oleh anak, dan kurangnya kelengkapan alat-alat belajar. lingkungan masyarakat yang mencakup media massa, teman sebaya, dan karakter kehidupan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil wawancara di SD Negeri 10 Langkai dengan wali kelas V, ditemukan bahwa terdapat lima siswa di kelas V yang kesulitan mengikuti pembelajaran matematika karena faktor internal dan eksternal. Dari segi faktor internal, peserta didik menunjukkan kemampuan kognitif yang relatif lambat dan minat belajar yang rendah serta memerlukan pengulangan untuk memahami materi pembelajaran. Sedangkan untuk faktor eksternal, dukungan dan fasilitas dari orang tua peserta didik terhadap proses belajar mereka kurang memadai. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. Dalam hal ini guru berperan menjadi fasilitator pembelajaran hal ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan bahwa guru bertugas menyediakan lingkungan yang kaya akan sumber belajar agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya secara mandiri (Brown, 2. Dalam konteks ini efektivitas pembelajaran tidak lagi diukur dari seberapa banyak materi yang disampaikan guru, melainkan seberapa jauh guru mampu memicu keterlibatan aktif siswa melalui media pembelajaran interaktif, selanjutnya guru berperan dalam memberikan akselerasi melalui materi pengayaan game-based learning . embelajaran berbasis gam. untuk mempertahankan motivasi belajar peserta didik. Sebagaimana dikemukakan oleh Gee . bahwa mekanisme permainan dalam pendidikan berfungsi untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif melalui tantangan yang terukur sehingga siswa tidak hanya sekedar menghafal materi tetapi juga mengalami proses berpikir secara kritis. Sedangkan menurut Kapp . , mengemukakan bahwa penggunaan elemen mekanik permainan seperti kompetensi dan batasan waktu atau . ime pressur. dalam aktivitas kelas terbukti efektif untuk meningkatkan retensi memori dan motivasi intrinsik siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan belajar siswa kelas V dalam mata pelajaran matematika, diterapkan metode pembelajaran yang berfokus pada Problem Based Learning (PBL) dan Game Based Learning (GBL). Strategi yang diterapkan oleh guru selama proses pembelajaran matematika agar lebih menarik dan menyenangkan adalah dengan memanfaatkan media interaktif seperti Canva, yang menyajikan materi pelajaran dengan gambar dan warna. Di akhir sesi belajar, guru menggunakan platform interaktif WayGround untuk menilai sejauh mana pemahaman siswa. Selanjutnya, guru memberikan bimbingan kepada siswa yang belum memahami materi hingga mereka mencapai pengertian, tanpa hanya menitikberatkan perhatian pada satu siswa, serta melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan siswa untuk mendeteksi siswa yang masih mengalami kesulitan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesulitan yang dihadapi siswa kelas V di SD Negeri 10 dalam mempelajari matematika. Langkai dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan kognitif yang lambat serta rendahnya minat dan motivasi belajar, serta faktor eksternal yang mencakup kurangnya dukungan orang tua dalam memfasilitasi pembelajaran. Fenomena ini teridentifikasi melalui indikasi disorientasi kognitif, munculnya pertanyaan berulang, dan hambatan dalam menyelesaikan soal evaluasi. Dalam mengatasi persoalan tersebut, guru mengoptimalkan Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di SD Negeri 10 Langkai perannya sebagai fasilitator dengan menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) dan Game-Based Learning (GBL) guna meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Implementasi strategi ini didukung oleh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi seperti Canva dan Wayground, serta pemberian pendampingan intensif berupa pengulangan materi dan pengecekan tugas secara personal hingga peserta didik mencapai pemahaman yang DAFTAR REFERENSI Abdurrahman. Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Rineka Cipta. Ahmadi. , & Supriyono. Psikologi belajar (Edisi Revis. Rineka Cipta. Aini. , & Rosidah. Strategi guru kelas dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada siswa kelas V sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8. , 245Ae258. Brown. Constructivism in modern education: Principles and practices. Academic Press. Dani. Menjadi guru profesional: Usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dalam segala aspek. Penerbit Edukasi Indonesia. Djamarah. Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Rineka Cipta. Febriana. Peran, fungsi, dan kompetensi guru dalam sistem pendidikan modern. Bumi Aksara. Gee. What video games have to teach us about learning and literacy (Revised ed. Palgrave Macmillan. Hamalik. Proses belajar mengajar. Bumi Aksara. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Arti kata guru. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Kapp. The gamification of learning and instruction: Game-based methods and strategies for training and education. Wiley. Lestari. , & Yudhanegara. Penelitian pendidikan matematika. Refika Aditama. Mulyadi. Diagnosis kesulitan belajar: Bimbingan terhadap kesulitan belajar spesifik. Remaja Rosdakarya. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. Ningsih. , & Setyawan. Analisis faktor penyebab kesulitan belajar matematika operasi hitung pecahan pada siswa kelas V SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11. , 89Ae102. Resiana. Martini, & Utama. Analisis faktor-faktor penyebab hambatan belajar pada siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9. , 145Ae156. Sugiyono. Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Wahyudi, & Kriswandani. Pengembangan pembelajaran matematika sd. Satya Wacana University Press.