Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 12 Ae 24 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Penerapan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Gambar Terhadap Peningkatan Keterampilan Berpikir Peserta Didik ImroAoatul Khusna . Dian Ayu Larasati . Ketut Prasetyo . Dhimas Bagus Virgiawan . , . , . , . Program Studi S1 Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya Abstrak Model pembelajaran sangat penting menjadi penentu bagi pendidik bukan hanya sumber belajar pada saat Oleh sebab itu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) mempunyai kelebihan dalam proses pembelajaran akan lebih menarik, karena peserta didik mampu belajar bersama-sama dan mendiskusikan jawabannya sendiri dengan teman sekelompoknya atau saling bertukar pikiran. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media gambar dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimental dengan desain one-group pretest - posttest design. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu pre-test dan post-test. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan kelas VII-F dengan jumlah 32 peserta didik. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Tes tersebut berupa soal uraian. Teknik analisis data menggunakan Uji-T Sampel berpasangan dan Uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pre-test memperoleh nilai signifikansi 0, 192 > 0,05 sedangkan data post-test memperoleh nilai signifikansi 0,130 > 0,05, maka data pre-test dan posttest juga dinyatakan berdistribusi normal. Uji paired t test mempunyai nilai signifikasi adalah 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir peserta didik sebelum tes dan sesudah tes dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). Perbedaan tersebut ditunjukkan oleh nilai signifikansi kurang 05 dengan keterampilan berpikir peserta didik meningkat sebesar 55,20 % dari nilai rata-rata N-Gain score yaitu 0,55 yang berarti kategori sedang. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif. Think Pair Share (TPS). Keterampilan Berpikir Abstract The learning model is very important as a determinant for educators, not just as a source of learning during the teaching process. Therefore, the application of the cooperative learning model type think pair share (TPS) has advantages in the learning process, making it more engaging, because students are able to learn together and discuss their answers with their group members or exchange ideas. This research aims to determine whether the application of the cooperative learning model type think pair share (TPS) assisted by image media in social studies learning can improve students' thinking skills. This study uses a pre-experimental research design with a one-group pretest-posttest design. The instruments used in this study are pre-test and post-test. The research sample used purposive sampling with class VII-F, consisting of 32 students. The data collection technique used in this research is a test. The test consists of essay questions. The data analysis technique uses the Paired Sample TTest and N-Gain Test. The research results show that the normality test results indicate that the pre-test data obtained a significance value of 0. 192 > 0. 05, while the post-test data obtained a significance value of 0. 130 > 0. 05, thus the pre-test and post-test data are also stated to be normally distributed. The paired t-test has a significance value of 0. 000 < 0. 05, so H0 is rejected and H1 is accepted, which means there is a significant difference in students' AU 12 This is an open access article under the CCAeBY-SA Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU thinking skills before and after the test with the application of the cooperative learning model type think pair share (TPS). The difference is indicated by a significance value of less than 0. 05, with students' thinking skills increasing by 55. 20% from the average N-Gain score of 0. 55, which means a moderate category. Keywords: Cooperative Learning. Think Pair Share (TPS). Thinking Skills How to Cite: Khusna. Penerapan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Gambar Terhadap Peningkatan Keterampilan Berpikir Peserta Didik. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 5 (No. halaman 12 - 24 PENDAHULUAN Pemikiran seseorang berkembang setiap saat ditandai adanya perubahan-perubahan mengenai makna dan arti pendidikan. Berdasarkan temuan dan perubahan di lapangan komponen sistem pendidikan akan semakin bertambah. Teori-teori baru muncul karena pola pemikiran ahli pendidikan semakin berkembang dalam mengelola dan mengamati pendidikan. Keeksisan pembelajaran dan kependidikan juga didukung oleh kemajuan teknologi. Perbedaan pandangan seseorang mengenai makna dan pengertian pendidikan pastinya berbeda dari negara satu dengan negara lainnya (Rahman, 2. Dengan demikian, sebelum ada hasil penelitian dan teori baru mengenai makna dan signifikansi dalam pendidikan, maka hasil penelitian dan teori yang sudah ada akan tetap memiliki signifikansi referensi yang relevan. Pendidikan dalam perundang-undangan No. 20 tahun 2003 yaitu upaya peserta didik dengan terencana dan sadar sebagai wujud suasana pembelajaran aktif dan belajar dalam menumbuhkan potensi dalam dirinya. Sasaran dari upaya ini adalah agar peserta didik punya kekuatan spiritual keagamaan, kecerdasan, kepribadian, pengendalian diri, akhlak mulia, dan keterampilan yang dapat digunakan di hidup mereka dan di lingkungan mereka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "pendidikan" terbentuk dari kata dasar "didik", yang artinya suatu metode, cara maupun tindakan membimbing. Selain itu, terdapat juga istilah pendidikan yaitu sebuah tindakan untuk merubah etika dan perilaku seorang yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian seseorang dalam mematangkan atau mendewasakannya. Hal tersebut dilaksanakan manusia melalui proses pendidikan, pembelajaran, bimbingan serta pembinaan (Pristiwanti, 2. Pendidikan merupakan aspek penting dalam menentukan kualitas suatu bangsa. Secara sederhana, pendidikan suatu upaya mengembangkan karakter seseorang berdasarkan prinsip budaya Peradaban suatu masyarakat berkembang melalui proses pendidikan. Hakikat pendidikan bagi manusia untuk melestarikan kehidupannya yang telah ada sepanjang peradaban manusia (Ernawati, 2. Pemberdayaan peserta didik diharapkan menghasilkan individu yang aktif, kreatif, inovatif, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Metode atau model pembelajaran memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas proses belajar. Pendidik tidak hanya berfungsi sebagai sumber belajar, tetapi juga bertanggung jawab menciptakan pembelajaran yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. Pemilihan model pembelajaran harus disesuaikan dengan materi dan tingkat kesulitannya. Motivasi belajar peserta didik akan meningkat jika pendidik mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, yang pada akhirnya berdampak positif pada hasil belajar. Pendidik perlu merancang metode atau strategi pembelajaran yang efektif untuk sesi tatap muka di Model pembelajaran mengacu pada perencanaan yang digunakan pendidik selama proses belajar-mengajar, mencakup pola pengajaran dan perangkat pembelajaran seperti kurikulum, media pembelajaran, dan buku (Kamil, 2. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah Think Pair Share (TPS). Model ini mendorong peserta didik untuk berpikir secara individu, berpasangan untuk berdiskusi, serta berbagi ide dengan anggota kelompok lainnya. TPS memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkolaborasi, saling membantu, dan berbagi pemahaman (Hasanuddin, 2. Penerapan metode kooperatif seperti TPS diharapkan AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU menciptakan suasana belajar yang lebih bervariasi, menarik, interaktif, dan menyenangkan. Hal ini penting karena metode pembelajaran yang terlalu berpusat pada pendidik cenderung membuat peserta didik mudah bosan atau kehilangan fokus. Media pembelajaran salah satu komponen penting yang memengaruhi keberhasilan proses belajar. Oleh karena itu, pendidik perlu memahami keberadaan dan penggunaan media pembelajaran dengan baik. Penelitian ini menggunakan media gambar sebagai alat bantu dalam proses Media gambar, yang bersifat visual, bertujuan menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik secara lebih efektif. Menurut teori kerucut pengalaman Edgar Dale, hasil belajar yang optimal diperoleh melalui pengalaman langsung. Salah satu jenis media dalam kerucut pengalaman ini adalah lambang visual, seperti gambar (Magdalena, 2. Penggunaan media gambar menciptakan keterkaitan visual dengan konsep "melihat gambar" . ooking at picture. , yang membantu peserta didik memahami materi secara lebih jelas. Dengan melibatkan media pembelajaran seperti gambar, diharapkan proses belajar menjadi lebih terarah, menarik, dan mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik. Keterampilan berpikir menjadi kecakapan penting dalam pendidikan yang perlu dikembangkan untuk membantu peserta didik memecahkan berbagai persoalan. Peserta didik dalam proses pembelajaran dituntut untuk berpikir kritis dan mencari jawaban atas masalah yang dihadapi (Juliyantika, 2. Dengan keterampilan berpikir yang baik, peserta didik diharapkan mampu menyelesaikan masalah secara mandiri dan menyimpulkan jawaban dengan tepat sesuai konteks Namun, tantangan yang muncul di era modern adalah kebiasaan peserta didik yang cenderung malas berpikir. Banyak yang lebih memilih bertanya kepada teman yang dianggap lebih pintar atau mencari jawaban melalui internet, seperti browsing di google, daripada mencoba memecahkan masalah secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mandiri. Pentingnya penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) diharapkan dapat menempatkan pendidik sebagai fasilitator dalam pembelajaran IPS di SMP Hang Tuah 1 Surabaya. Pembelajaran ini tergolong model pembelajaran kooperatif dengan sintak penyajian materi klasikal, karena memberikan peserta didik suatu persoalan. Adanya persoalan tersebut peserta didik bekerja kelompok dengan cara berpasangan (Think Pai. dan presentasi kelompok (Shar. Pemilihan Model Think Pair Share (TPS) dalam pembelajaran IPS ini memungkinkan peserta didik berpikir secara mandiri, kemudian berpasangan dengan teman untuk mendiskusikan ide, dan akhirnya berbagi hasil diskusi dengan kelompok yang lebih besar atau seluruh kelas. Hal tersebut menciptakan lingkungan belajar yang mendorong keterlibatan aktif. Pendidik hanya menyajikan satu materi dalam waktu yang singkat. Salah satu keuntungan utama dari penerapan TPS adalah kemampuannya untuk membantu peserta didik yang punya beragam keterampilan berpikir (Fauziah, 2. Adanya penerapan metode tersebut diharapkan peserta didik dapat meningkatkan semangat berpikir dalam belajarnya di kelas dalam mengerjakan soal maupun memecahkan suatu masalah. Peserta didik Bukan hanya mempunyai kepintaran maupun hasil belajar yang bagus tetapi juga harus diterapkan oleh peserta didik. Apabila mereka mempunyai tingkat kepintaran sedang maupun rendah diharapkan mereka tetap mengasah kemampuan pikirnya di dalam kelas dan semangat untuk mengasah kemampuan berpikir mereka tanpa bermalas-malasan. Penjelasan tersebut menjelaskan apabila keterampilan berpikir memegang peranan penting peserta didik di kelas saat pembelajaran (Wibowo, 2. Penelitian ini mempunyai tujuan menganalisis sejauh mana penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik saat proses pembelajaran IPS dalam menerapkan model pembelajaran Kooperatif. Adanya penelitian ini peneliti dapat melihat ada tidaknya pengaruh Penerapan Model Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan Media Gambar dalam Pembelajaran IPS Terhadap Peningkatan Keterampilan Berpikir Peserta didik SMP Hang Tuah 1 Surabaya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperinmental. Desain pra-eksperimental adalah salah satu penelitian kuantitatif eksperimental yang menguji sebuah kelompok atau berbagai kelompok dengan menerapkan faktor sebab akibat. Sementara itu. One-Group Pre-test Post-test dipilih sebagai desain penelitian ini. Peneliti melakukan eksperimen pada satu kelompok pre-test dan post-test tanpa adanya kelompok kontrol atau pembanding. Peserta didik kelas VII-F SMP Hang Tuah 1 Surabaya dengan jumlah 32 orang sebagai subjek treatmen penelitian ini. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari tes berupa pre-test dan post-test dalam bentuk uraian dengan jumlah enam soal . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji paired T-Test sebagai uji hipotesis dan uji N-Gain sebagai uji peningkatan hasil dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Subjek Penelitian Profil dari SMP Hang Tuah 1 Surabaya sebagai subjek penelitian merupakan salah satu sekolah SMP swasta di Surabaya dengan akreditasi A yang berlokasi di Jl. Bogowonto No. Darmo. Kec. Wonokromo. Surabaya. Jawa Timur 60241. Awal berdiri SMP Hang Tuah 1 Surabaya pada tahun 1958 yang berada di Jl. Opak no. 26, tidak jauh dari lokasi sekarang yang hanya berjarak 600 m. pada tahun 1990 SMP Hang Tuah 1 Surabaya berpindah lokasi dengan pertimbangan yang luas dan strategis yakni di Jl. Bogowonto 57 Surabaya. Selang beberapa tahun setelahnya SMP Hang Tuah 1 Surabaya menunjukkan perkembangannya dengan membangun sarana ibadah . dan laboratorium pada tahun 2008. Pembangunan tersebut berlangsung di tahun-tahun berikutnya. SMP Hang Tuah 1 Surabaya mempunyai visi yaitu Profil dari SMP Hang Tuah 1 Surabaya sebagai subjek penelitian merupakan salah satu sekolah SMP swasta di Surabaya dengan akreditasi A yang berlokasi di Jl. Bogowonto No. Darmo. Kec. Wonokromo. Surabaya. Jawa Timur 60241. Awal berdiri SMP Hang Tuah 1 Surabaya pada tahun 1958 yang berada di Jl. Opak no. 26, tidak jauh dari lokasi sekarang yang hanya berjarak 600 m. pada tahun 1990 SMP Hang Tuah 1 Surabaya berpindah lokasi dengan pertimbangan yang luas dan strategis yakni di Jl. Bogowonto 57 Surabaya. Selang beberapa tahun setelahnya SMP Hang Tuah 1 Surabaya menunjukkan perkembangannya dengan membangun sarana ibadah . dan laboratorium pada tahun 2008. Pembangunan tersebut berlangsung di tahun-tahun berikutnya. Validitas dan Reliabilitas Validitas Peningkatan keterampilan berpikir peserta didik bisa dilihat dari pelakasanaan pre test dan post Dalam soal pre test dan post test terdapat enam soal uraian. Sebelum digunakan untuk melihat hasil keterampilan berpikir peserta didik sebelum dan sesudah perlakuan, soal tes ini dilakukan validasi menggunakan SPSS dengan product moment person correlation. Dasar pengambilan keputusan uji validitas ini adalah dengan membandingkan nilai rhitung dan r tabel. Nilai rtabel digunakan dalam penelitian ini karena pada pelaksanaan uji validitas jumlah sampel yang digunakan adalah 30 peserta didik. Pada tabel di bawah bisa dilihat penilaian hasil validasi soal tes. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU Tabel 1. Hasil validasi Item Soal Tes No. Soal R Hitung R Tabel Kesimpulan Interpretasi Soal_1 0,518 0,349 Valid Cukup Soal_2 0,712 0,349 Valid Tinggi Soal_3 0,610 0,349 Valid Tinggi Soal_4 0,789 0,349 Valid Tinggi Soal_5 0,726 0,349 Valid Tinggi Soal_6 0,722 0,349 Valid Tinggi Jika nilai r hitung > r tabel . maka instrument soal tersebut dapat dikatakan Valid Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 Tabel di atas menggambarkan dari enam pertanyaan memiliki nilai rhitung > dari rtabel, yaitu 0,349. Dalam tabel di atas juga terdapat enam soal yang mempunyai interpretasi nilai kevalidan tinggi dan sisanya mempunyai interpretasi nilai kevalidan cukup. Berdasarkan tabel tersebut disimpulkan bahwa soal tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Responden untuk uji coba soal tes adalah peserta didik berjumlah 30 dari kelas VII D yang setelah dilakukannya uji coba diketahui bahwa item soal tes valid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa soal tes Aulayak digunakan tanpa ada revisiAy. Reliabilitas Instrument tes dilakukan validasi dan dinyatakan valid, dilaksanakan kegiatan pre test dan post test. Dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) diharapkan dapat mempengaruhi keterampilan berpikir peserta didik. Keterampilan berpikir peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dapat dilihat dalam tabel dibawah ini. Sedangkan untuk hasil uji reliabilitas sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas item soal tes Hasil CronbachAos Alpha Koefisien CronbachAos Alpha Kesimpulan 0,768 0,70 Ae 0,90 Reliebel Tinggi Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 Uji reliabilitas instrumen tes adalah langkah selanjutnya setelah analisis validitas. Uji reliabilitas dilaksanakan agar mengetahui seberapa konsisten suatu alat. Untuk menghitung reliabilitas. Cronbach's Alpha digunakan. Pada tabel di atas bisa dilihat hasil nilai Cronbach's Alpha untuk AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU mengetahui apakah variabel tersebut dapat dipercaya. Syaratnya adalah Nilai Alpha CronbachAos harus lebih besar dari Nilai korfisiensi, jadi mencari koefisiensi terlebih dahulu. Diperoleh alpha= 0,768. Karena hasil alpha CronbachAos 0,768 masuk koefisiensi 0,70 Ae 0,90, bisa disimpulkan bahwa instrumen soal tes tersebut andal atau reliabel dengan interpretasi tinggi. Hasil Pre-test dan Post-Test Peningkatan keterampilan berpikir peserta didik bisa dilihat dari pelakasanaan pre test dan post test. Pre test dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dengan model kooeratif tipe think pair share (TPS). Pembelajaran ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan berpikir yang dimiliki peserta didik. Sedangkan post test dilaksanakan sesudah peserta didik melaksanakan proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe think pair share (TPS). Berikut grafik nilai pretest dan posttest peserta didik kelas VII-F sebagai berikut. Gambar 1. Grafik Nilai Pre-test dan Post-test Pada gambar diatas terdapat grafik yang menggambarkan nilai sebelum perlakuan dan sesudah Hasil pre-test dengan nilai terkecil sebesar 35 dan nilai terbesar sebesar 70. Sedangkan hasil post-test nilai terkecil sebesar 60 dan nilai terbesar sebesar 100. Tes dilakukan oleh kelas VII-F dengan jumlah 32 peserta didik. Tabel 3. Rekapitulasi Deskriptif Data Hasil Pre test dan Post Test Descriptive Statistics Minimum Maksimum Kelompok Pre-test Kelas Eksperimen Mean 53,28 Post-test Kelas Eksperimen 79,53 Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 Pretest dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dengan model kooeratif tipe think pair share (TPS). Pembelajaran ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan keterampilan berpikir yang dimiliki peserta didik. Sedangkan post test dilaksanakan sesudah peserta didik melaksanakan proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe think pair share (TPS). Ukuran pemusatan dan penyebaran data hasil pra- test pada tabel di atas, yaitu: Skor maksimum 70 dan skor Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU minimum 35, rata-rata (Mea. sebesar 53,28 dan standar deviasi 10. 287, sedangkan data hasil post test skor maksimum 100 dan skor minimum 60, rata-rata (Mea. sebesar 79,53 dan standar deviasi 9,948. Dari paparan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai belajar peserta didik meningkat antara sebelum dan setelah adanya pengimplementasian model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Hal tersebut didukung adanya peningkatan keterampilan berpikir peserta didik setelah adanya model pembelajaran tersebut. Adapun kriteria nilai peserta didik sebagai berikut. Tabel 4. Kriteria penilaian Nilai Kriteria Rendah Sedang Tinggi Sumber: Diadaptasi dari ( (Fatmala, 2. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai 0,60 masuk dalam kategori rendah, nilai 65-85 masuk dalam kategori sedang dan 85-100 masuk dalam kategori tinggi. Berikut tabel kriteria penilaian Pre-test keterampilan berpikir peserta didik. Tabel 5. Hasil Pretest (Keterampilan berpikir awa. Peserta Didik Kategori Nilai rendah Nilai sedang Nilai tinggi Jumlah Presentase Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 Jumlah peserta didik pada saat pre-test berjumlah 32. berdasarkan tabel 4. 5 diatas kemampuan awal terdapat 84 % dengan total 27 peserta didik berkategori rendah dan terdapat 16% dengan total 5 peserta didik berkategori sedang. Berikut tabel kriteria penelitian Post-test keterampilan berpikir peserta didik. Tabel 6. Hasil Posttest (Keterampilan Berpikir Akhi. Peserta Didik Kategori Jumlah Presentase Nilai rendah Nilai sedang Nilai tinggi Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 Jumlah peserta didik pada saat pre-test berjumlah 32. berdasarkan tabel 4. 6 diatas kemampuan akhir terdapat 6% dengan total 2 peserta didik berkategori rendah, 59% dengan total 5 peserta AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU didik berkategori sedang dan terdapat 34% dengan total 11 peserta didik berkategori tinggi. Berikut gambar klasifikasi presentase nilai pre-test dan post-test peserta didik. Gambar 2. Presentase Nilai Pre-test dan Post-testAU Berdasarkan gambar diagram batang tingkat hasil ketercapaian peserta didik sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Dari gambar di atas menunjukkan meningkatnya presentase hasil tes keterampilan berpikir peserta didik SMP kelas VII-F dengan jumlah 32 peserta didik dengan perbedaan hasil yang signifikan. Hasil Uji Normalitas Hasil dari uji deskriptif statistik data pre-test dan post-test keterampilan berpikir peserta didik berbantuan media gambar dengan materi pemberdayaan masyarakat. Sedangkan sasaran dari uji normalitas menurut Sugiyono yaitu untuk mengetahui apakah data yang didapatkan berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan Kolmogorof Ae Smirnov pada SPSS (Statistical Package Social Scienc. versi 25, sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelompok Nilai Keterampilan Berpikir Awal (Pre-Tes. Kelas VII-F (Kelas 0,192 Eksperime. Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 Signifikansi (Si. Kemampuan Berpikir Akhir (Post-Tes. 0,130 Keterangan Berdistribusi Gambar tabel di atas bisa kita ketahui apabila data pre-test memperoleh nilai signifikansi 0, 192 > 0,05, maka dinyatakan data hasil pre-test berdistribusi normal. Sedangkan data post-test memperoleh nilai signifikansi 0,130 > 0,05, maka data post-test juga dinyatakan berdistribusi normal. Dengan demikian uji hipotesis yang akan digunakan adalah uji statistika parametrik. Dalam penggunaan uji tersebut terdapat dua data yang akan dilakukan uji hipotesis karena memiliki data yang berdistribusi normal. Selanjutnya analisis data menggunakan test parametric dikarenakan data Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Paired T-Test Pengujian hipotesis statistika parametrik menggunakan uji T sampel berpasangan. Uji paired t-test merupakan uji yang dilakukan untuk perbandingan dua rata-rata sampel yang berasal dari subjek yang sama dengan menggunakan metode pengujian statistik. Penggunaan uji ini untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ghozali . Uji paired t test merupakan uji beda dengan sampel berhubungan digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua sampel yang berhubungan. Hasil uji ini diukur dengan alat uji beda sampel berpasangan, juga dikenal sebagai uji t sampel berpasangan. Mengetahui dasar pengambilan keputusan uji ini adalah dari nilai Asymp. Sig. -taile. Jika nilai Asymp. Sig. -taile. < 0,05, maka tidak adanya perbedaan yang signifikan. Uji hasil paired t test data pre-test dan post-test bisa dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 8. Hasil Uji Paired T-Test Data Hasil Pre-test dan Post-test Nilai t hitung -11,634 Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 Nilai Signifikansi 0,000 Diketahui dari signifikasi nilai paired t test pada tabel di atas adalah 0,000 yang di mana nilai ini kurang dari 0,05, maka DF = N-1 = 31, dengan jumlah 32 peserta didik. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terjadi perbedaan adanya peningkatan keterampilan berpikir peserta didik sebelum tes dan setelah tes dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). Hasil Uji N-Gain Pengujian N Gain dalam melihat perbedaan hasil pre-test dan post-test. Yang bertujuan melihat ada tidaknya peningkatan keterampilan berpikir peserta didik setelah diberikan treatmen pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). Berikut ini tabel hasil uji N-Gain: Tabel 9. Hasil Uji N-Gain Kelompok Mean Pre-test Post-test Kelas VII-F (Kelas 53,28 Eksperime. Sumber: Diolah oleh penulis, 2024 79,53 N Gain Kategori 0,55 Sedang Tabel 5 diatas menunjukkan bahwa hasil penjumlahan uji N-Gain score memaparkan bahwa nilai rata-rata N-Gain score yaitu 0,55 yang artinya termasuk dalam kategori sedang atau meningkat sebesar 55,20%. Kesimpulan dari tabel di atas bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar lebih meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik dalam pembelajaran IPS dari pada pembelajaran IPS seperti biasa atau konvensional. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Gambar dalam Pembelajaran IPS Terhadap Peningkatan Keterampilan Berpikir Peserta Didik Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU Penelitian ini berlatarbelakang pada pembelajaran IPS peserta didik masih sulit dalam mengeluarkan pemikiran-pemikiran mereka yang disebut dengan keterampilan berpikir. Kesulitan tersebut terjadi karena pendidik masih mengandalkan penjelasan pendidik di depan kelas, peserta didik juga masih banyak yang bermain dan tidur saat pembelajaran IPS berlangsung. Selain itu terdapat beberapa peserta didik yang belum maksimal dalam mengerjakan tugas dari pendidik dengan mengandalkan jawaban dari google maupun menyontek temannya sehingga sangat mempengaruhi berkembangnya keterampilan berpikir peserta didik. Oleh karena itu diberikan solusi untuk persoalan tersebut dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media gambar. Tujuan penelitian ini sendiri yaitu untuk melihat apakah pengimplemetasian metode pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media gambar dapat mempengaruhi peningkatan keterampilan berpikir peserta didik. Pada penelitian ini berlokasi di SMP Hang Tuah 1 Surabaya dengan menggunakan satu kelas yaitu VII-F dengan jumlah 32 peserta didik. Suasana pembelajaran kooperatif ini, setiap peserta didik merasa termotivasi untuk bekerja secara maksimal, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Pembelajaran kooperatif tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga menekankan pentingnya keterampilan interpersonal dan kemampuan bekerja sama, yang akan berdampak positif pada pembentukan karakter serta prestasi peserta didik. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan kerja sama di antara peserta didik saat bekerja dalam kelompok adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Metode ini memberikan keefektifannya dalam menciptakan variasi dalam pola diskusi kelas, dengan anggapan bahwa semua diskusi memerlukan aturan untuk menjaga keteraturan kelas. Prosedur Think Pair Share memberikan lebih banyak waktu bagi peserta didik untuk berpikir, merespons, dan saling membantu satu sama lain. Proses pengambilan data penelitian ini menerapkan tiga pertemuan dengan dua tahapan yaitu tahapan pertama dan tahapan kedua. Sebelum itu dilakukannya uji coba soal tes atau uji validasi dari item soal tes. Soal test tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai pre-test dan post-test. Uji coba soal dilakukan pada kelas VII-D di SMP Hang Tuah 1 Surabaya. Setelah dikukannya uji coba item soal test menunjukkan valid dan reliebel, sehingga soal tersebut valid atau layak dan konsisten digunakan saat penelitian. Pada Tahapan pertama. Peneliti melakukan pre-test pada kelas yang dipilih untuk memperoleh data peserta didik. Tes yang digunakan adalah tes tertulis, peserta didik mengerjakan soal uraian sesuai materi yang diberikan. Tujuan dari tes tersebut adalah untuk menilai keterampilan berpikir peserta didik. Tetapi sebelum diberikan tes, pendidik menjelaskan materi di depan kelas atau dengan metode ceramah. Selanjutnya pada Tahapan kedua. Peneliti memberikan perlakuan di kelas pada tahapan kedua dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media gambar. Peneliti memberikan post-test pada pertemuan terakhir kelas yang dipilih untuk mendapatkan data peserta Tes yang diberikan adalah tes tertulis, peserta didik mengerjakan soal uraian sesuai materi yang diberikan. Tujuan dari tes tersebut adalah untuk menilai peningkatan keterampilan berpikir peserta didik setelah mendapatkan treatmen. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) di kelas VII-F terbukti keefektifannya dalam peningkatan keterampilan kerja sama dan kolaborasi peserta didik, terutama bagi mereka yang awalnya kurang terampil dalam hal ini. Model TPS berpengaruh terhadap cara berpikir peserta didik secara mandiri, kemudian berpasangan dengan teman untuk mendiskusikan ide, dan akhirnya berbagi hasil diskusi dengan kelompok yang lebih besar atau seluruh kelas. Ini menciptakan lingkungan belajar yang mendorong keterlibatan aktif. Salah satu keuntungan utama dari penerapan TPS adalah kemampuannya untuk membantu peserta didik yang punya beragam keterampilan berpikir. Peserta didik yang berkemampuan tinggi berperan sebagai tutor bagi teman sebayanya yang memiliki kemampuan lebih rendah, sehingga pengetahuan mereka terus berkembang melalui proses mengajar. Sebaliknya, peserta didik yang AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU berkemampuan rendah mendapatkan bantuan yang lebih personal dari teman sebayanya, yang membantu mereka memahami materi dengan lebih baik. Melalui proses ini. TPS berhasil memfasilitasi pembelajaran yang inklusif dan efektif. Peserta didik dengan kemampuan tinggi tidak hanya memperdalam pemahaman mereka dengan mengajarkan orang lain, tetapi peserta didik dengan kemampuan rendah juga merasa lebih didukung, yang meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman mereka. Dengan demikian. TPS memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik, tanpa memandang tingkat kemampuan mereka, dan mendorong suasana pembelajaran yang kolaboratif serta saling mendukung. Pembahasan ini menguraikan hasil analisis data pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media gambar dalam pembelajaran IPS terhadap keterampilan berpikir peserta didik. Di dalam penelitian ini, didapati bahwa kelas VII-F . elas yang dijadikan sebagai eksperime. mencapai dengan jumlah rata-rata nilai pre-test 53,28, dengan nilai paling tinggi 70 dan paling rendah 35. Sementara untuk nilai rata-rata posttest, kelas tersebut mencapai 79,53, dengan nilai paling tinggi 100 dan paling rendah 60. Ini berarti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran menunjukkan keefektifan lebih dibandingkan dengan pembelajaran biasa atau tanpa penggunaan model pembelajaran. Tandanya bisa dilihat dari perhitungan rata-rata hasil nilai post test di kelas VII-F setelah perlakuan yang lebih intensif, mencapai 79,53, sementara sebelum perlakuan, rata-rata kelas mencapai 53,28. Hasil dari peningkatan dari nilai pretest ke nilai posttest dengan hasil yang baik. Hal ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir peserta didik kelas VII SMP Hang Tuah 1 Surabaya. Berdasarkan uji normalitas yang dihasilkan, hasil pre-test disimpulkan berdistribusi normal dengan signifikansi perolehan 0,192 > 0,05. Nilai signifikansi hasil post-test dinyatakan berdistribusi normal dengan perolehan 0,130 > 0,05. Jika data dikatakan memiliki distribusi normal, langkah selanjutnya adalah melakukan uji parametrik. Dalam memeriksa hipotesis pengukuran parametrik, digunakannya uji paired t test. Uji ini nilai signifikansi sebesar 0,000 sehingga lebih rendah dari nilai batas 0,05. Bisa ditarik kesimpulan hipotesis nol (H. ditolak, sementara hipotesis alternatif (H. Hal ini memperlihatkan adanya perbedaan signifikansi dalam keterampilan berpikir peserta didik sebelum dan sesudah tes ketika model pembelajaran kooperatif jenis think pair share (TPS) diterapkan. Berapa besar Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Gambar dalam Pembelajaran IPS Terhadap Peningkatan Keterampilan Berpikir Peserta Didik Penelitian ini, terlihat bahwa kelas VII-F . elas yang menjadi kelompok eksperime. memperoleh rata-rata nilai pretest yaitu 53,28, dengan nilai paling tinggi mencapai 70 dan nilai paling rendah Sementara itu, rata-rata nilai posttest mencapai 79,53, dengan nilai paling tinggi mencapai 100 dan nilai paling rendah 60. Jadi, terdapat kesimpulan bahwa pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran kooperatif. tersebut dapat memengaruhi kenaikan nilai pada peserta didik. Faktor kenaikan nilai ini selaras dengan berkembangnya keterampilan berpikir peserta didik dengan sebelum dan setelah adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari signifikansi hasil kurang dari 0. 05 dengan keterampilan berpikir peserta didik meningkat dari rata-rata N-Gain score yaitu 0,55 yang artinya berkategori sedang atau meningkat sebesar 55,20%. Dengan didukung penelitian terdahulu (Meilana, 2. bahwa ada pengaruh signifikansi dari model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap kemampuan berpikir kritis Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik kelas V SDN Bintara VI Bekasi Barat. Dan (Anastasia, 2. dengan hasil penelitian kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis terbukti lebih tinggi saat belajar mengimplentasikan model Think Pair Share dibandingkan dengan pembelajaran biasa, sehingga model ini memberikan dampak yang signifikan AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan hasil uji tersebut bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik dengan hasil signifikan pre-test dan post-test. Media gambar dalam penelitian memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan berpikir karena mampu menyajikan informasi secara visual yang menarik, mudah dipahami, dan merangsang aktivitas kognitif. Media gambar sangat mendukung keterampilan berpikir peserta didik yaitu meningkatkan pemahaman dan analisis karena media gambar menyajikan informasi dalam bentuk visual yang memudahkan peserta didik memahami konsep abstrak atau kompleks. Selain itu. Peserta didik diajak menganalisis elemen-elemen gambar, seperti pola, warna, atau hubungan antar objek, yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis. Media gambar juga memancin peserta didik untuk berpikir kritis seperti memancing pertanyaan seperti "Apa yang terjadi dalam gambar ini?" atau "Mengapa objek ini digambarkan demikian?", sehingga peserta didik dilatih untuk mengevaluasi informasi yang tersirat dalam gambar, meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Selanjutnya yiatu memfasilitasi pemecahan masalah karena gambar yang berisi situasi masalah atau ilustrasi skenario tertentu dapat digunakan untuk melatih peserta didik dalam menyusun strategi solusi dan proses ini melibatkan berpikir logis dan kreatif untuk menemukan jawaban. Terakhir dapat mendorong kreativitas peserta didik untuk berimajinasi dan menghubungkan informasi dengan pengalaman mereka sendiri dan ini membantu dalam pengembangan berpikir kreatif, seperti menghasilkan ide-ide baru atau menyusun narasi berdasarkan gambar. Hasil penelitian ini memperlihatkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dapat meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik dengan aspek kelebihan antara lain (Rizki, 2. : membiasakan peserta didik untuk saling tukar pendapat dan pemikiran, meningkatkan keaktifan dalam kegiatan belajar karena penyelesaikan tugas dikerjakan secara berkelompok, dan peserta didik dapat membagi atau presentasi hasil diskusi dari kelompoknya dengan sesama temannya sehingga gagasan atau pendapat mereka bisa menyebar, sehingga dari pembelajaran tersebut seluruh peserta didik akan mendapatkan informasi yang beragam. Selain itu juga didukung dengan kelebihan penggunaan media dalam pembelajaran menurut (Hamid, 2. yaitu: memudahkan proses belajar peserta didik yang berlangsung dengan pendidik, meningkatnya motivasi serta minat mereka dalam aktivitas belajar tersebut dan juga adanya batasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra dapat diatasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa media gambar sangat berpengaruh dalam pembelajaran kooperatif karena selain mereka belajar dalam kelompok, proses belajar mereka lebih meningkat dan efektif. Karena adanya media gambar tersebut, peserta didik dapat mengidentifikasi gambar tersebut dan menyimpulkan apa makna dari gambar secara mandiri dan kelompok. Hal ini selaras dengan teori kerucut Edgar dale mengenai hasil belajar seseorang diperoleh melalui pengalaman langsung . melalui gambar dalam hal ini media gambar masuk kategori lambang visual. Selain itu, teori ini mengarah pada teori kontruktivisme Vigotsky yang menjelaskan tentang pemahaman spontan dengan pengamatan inderawi, dimana hal tersebut sesuai dengan apa yang diterapkan pada peserta didik dalam penelitian ini. Peserta didik memperoleh pemahaman langsung atau spontan dari media gambar yang digunakan karena melibatkan keterkaitan visual dengan teori kerucut yaitu lihat gambar . ooking at picture. Adanya media belajar ini peserta didik menjadi lebih terarah dan memacu mereka menimbulkan ide-ide baru dari sudut pandang masingmasing individu yang meningkat serta mereka lebih semangat karena belajar secara berkelompok saat proses pembelajaran menggunakan model kooperatif ini. Jadi, dengan kondisi pembelajaran tersebut keterampilan berpikir peserta didik dikatakan meningkat sesudah adanya model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbantuan media gambar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji N-Gain yang meningkat sebesar 55,20% dengan klasifikasi kategori sedang. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 12-24AU KESIMPULAN Terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media gambar dalam pembelajaran IPS terhadap peningkatan keterampilan berpikir peserta didik SMP Hang Tuah 1 Surabaya. Dengan mempertimbangkan nilai pre-test dan post-test. Hal ini ditunjukkan nilai hasil uji paired t test yaitu 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang Sedangkan besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media gambar dalam pembelajaran IPS terhadap peningkatan keterampilan berpikir peserta didik SMP Hang Tuah 1 Surabaya yaitu sebesar 0,55 atau 55,20 % menggunakan nilai N-Gain score, dengan klasifikasi nilai peningkatan sedang. DAFTAR PUSTAKA