Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. No. Maret 2025, pp. 13A23 E-ISSN: 2622-6804 P-ISSN: 2963-1955. DOI:10. ye Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital The Role of Technology in Enhancing Social Engagement of Religious Communities on Digital Platforms Arisyi Yusran1 Fitra Putri Oganda2 . Nanda Septiani3* . Noah Rangi4 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Raharja. Indonesia 2 Fakultas Sains Teknologi. Universitas Raharja. Indonesia 3 Fakultas Manajemen Ritel. Universitas Raharja. Indonesia 4 Fakultas Agama Islam. Pandawan Incorporation. New Zealand 1 arisyi. yusran@gmail. com, 2 fitra. putri@raharja. info, 3 nanda. septiani@raharja. info 4 no. rangi3@pandawan. *Penulis Koresponden Article Info ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi dalam meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama, dengan fokus pada penggunaan platform digital. Latar belakang penelitian ini berakar pada perubahan signifikan dalam cara interaksi sosial akibat kemajuan teknologi informasi, terutama di tengah pandemi yang membatasi interaksi tatap muka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis konten dari platform digital yang digunakan oleh komunitas agama. Permasalahan yang diangkat meliputi bagaimana teknologi, khususnya platform digital, dapat berfungsi sebagai alat untuk memperkuat hubungan antar anggota komunitas, memfasilitasi diskusi, dan mendukung kegiatan keagamaan yang sebelumnya dilakukan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan keagamaan, serta membangun komunitas yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa teknologi memiliki peran yang krusial dalam mendukung keterlibatan sosial di komunitas agama, dengan potensi untuk memperluas jangkauan dan aksesibilitas kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, pengelola komunitas perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi sebagai bagian integral dalam strategi pengembangan komunitas mereka untuk memaksimalkan dampak positif di era digital ini. Submit 07 Januari 2025 Revisi 12 Februari 2025 Diterima 13 Maret 2025 Diterbikan 15 Maret 2025 Kata Kunci: Teknologi Digital Keagamaan Keterlibatan Sosial Digital Dampak Teknologi Keagamaan Keywords: Religious Digital Technology Digital Social Engagement Impact of Religious Technology This is an open access article under the CC BY 4. 0 license. ABSTRACT This study aims to analyze the role of technology in enhancing social engagement in religious communities, focusing on the use of digital platforms. The background of this research is rooted in significant changes in social interactions due to advancements in information technology, especially during the pandemic, which limited face-to-face interactions. The research employs a qualitative approach, utilizing in-depth interviews and content analysis of digital platforms used by religious communities. The issues addressed include how technology, particularly digital platforms, can serve as a tool to strengthen relationships among community members, facilitate discussions, and support religious activities that were previously conducted in person. The findings indicate that digital platforms not only function as a means of communication but also enhance member participation in religious activities and foster a more inclusive and responsive community. The study concludes that technology plays a crucial role in supporting social engagement in religious communities, with Journal homepage: https://journal. id/al-waarits ye E-ISSN: 2622-6804 P-ISSN: 2963-1955 the potential to expand the reach and accessibility of religious activities. Therefore, community leaders should consider integrating technology as an essential part of their community development strategies to maximize its positive impact in the digital era. This is an open access article under the CC BY 4. 0 license. DOI: https://doi. org/10. 34306/alwaarits. This is an open-access article under the CC-BY license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. AAuthors retain all copyrights PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang pesat telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan agama. Teknologi digital, khususnya internet dan platform media sosial, kini memfasilitasi interaksi yang lebih cepat dan akses informasi yang lebih luas, menciptakan berbagai peluang bagi komunitas untuk memperkuat hubungan sosial antar anggotanya . Di bidang agama, perkembangan ini membuka ruang baru bagi komunitas agama untuk saling berbagi informasi, pengetahuan, dan nilai-nilai spiritual tanpa batasan geografis. Komunitas agama Islam, misalnya, telah memanfaatkan platform digital seperti media sosial, aplikasi doa, dan situs web untuk mengakses ceramah, berbagi nasihat spiritual, dan memperkuat ikatan keagamaan di antara para anggotanya . Platform-platform ini memungkinkan umat berinteraksi dan terhubung dalam komunitas global, berbagi pengalaman keagamaan, serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam aktivitas sosial berbasis agama. Namun, masih diperlukan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana teknologi ini memengaruhi keterlibatan sosial di dalam komunitas agama secara spesifik dan sejauh mana teknologi dapat memperkuat ikatan sosial antar anggota komunitas agama . Walaupun teknologi digital telah memainkan peran penting dalam memperluas akses informasi dan memperkuat koneksi sosial, masih terdapat kekurangan dalam penelitian yang mendalami bagaimana teknologi secara spesifik memengaruhi keterlibatan sosial dalam komunitas agama. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana teknologi dapat meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama Islam, serta sejauh mana platform digital ini mampu mendukung keterlibatan aktif para anggota dalam kehidupan keagamaan mereka. Selain itu, penelitian ini juga mempertanyakan apakah platform digital memberikan dampak positif yang signifikan atau justru menimbulkan tantangan baru dalam interaksi antar anggota komunitas . Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi digital dalam meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama Islam melalui platform digital. Secara spesifik, penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana platform digital seperti media sosial, aplikasi religi, dan situs web dapat memperkuat ikatan sosial antar anggota komunitas, serta menganalisis berbagai cara di mana teknologi tersebut dimanfaatkan oleh komunitas agama Islam untuk mendukung kegiatan sosial dan spiritual . Penelitian ini memiliki signifikansi yang penting bagi komunitas agama dan dunia teknologi. Bagi komunitas agama, hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak positif teknologi dalam memperkuat interaksi sosial dan ikatan keagamaan antar anggota komunitas. Dengan begitu, komunitas agama dapat lebih bijaksana dalam memanfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan spiritual dan sosial mereka. Di sisi lain, bagi pengembang teknologi, penelitian ini dapat menjadi landasan untuk menciptakan atau mengembangkan platform yang lebih responsif terhadap kebutuhan sosial dan spiritual komunitas agama. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi positif bagi perkembangan integrasi teknologi dan agama di era digital ini . TINJAUAN PUSTAKA Fitur-fitur spesifik dari Tabel 1 memiliki peran penting dalam mendukung keterlibatan sosial. Misalnya, fitur grup diskusi pada WhatsApp memungkinkan anggota komunitas untuk berbagi informasi secara cepat dan mendalam, sedangkan fitur pengingat waktu ibadah pada Muslim Pro membantu pengguna menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah harian. Di Facebook Groups, fitur acara virtual memberikan ruang untuk mengorganisasi pertemuan daring yang melibatkan banyak anggota secara interaktif . Selain itu. Quran. Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. No. Maret 2025: 13Ae23 Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. ye Tabel 1. Platform Digital dan Fungsinya dalam Keterlibatan Sosial Platform Digital Fitur Utama Fungsi dalam Keterlibatan Sosial WhatsApp Pengingat ibadah, arah kiblat Mendukung aktivitas keagamaan harian Muslim Pro Pengingat ibadah, arah kiblat Mendukung aktivitas keagamaan harian Facebook Groups Forum diskusi, acara Diskusi keagamaan, pertemuan online Instagram Konten video dan live Penyebaran dakwah, informasi keagamaan Quran. Pembacaan Al-Quran, tafsir Mendukung aktivitas spiritual, belajar menyediakan pengalaman pembelajaran agama yang terstruktur melalui fitur pembacaan Al-Quran dan tafsir, yang memfasilitasi aktivitas spiritual yang lebih personal dan mendalam. Keterlibatan sosial dalam komunitas agama mengacu pada partisipasi aktif anggota dalam berbagai kegiatan dan interaksi yang mendukung ikatan sosial dan spiritual . Menurut teori keterlibatan sosial, adanya interaksi yang kuat antara individu dan komunitas dapat membentuk rasa memiliki dan solidaritas yang tinggi di antara anggota komunitas. Dalam konteks agama, keterlibatan sosial sering kali diukur dari partisipasi dalam aktivitas keagamaan, seperti menghadiri pertemuan rutin, berbagi pengalaman spiritual, dan melakukan kegiatan sosial yang bernilai keagamaan . Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Stark dan Finke, menunjukkan bahwa keterlibatan sosial dalam komunitas agama dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan memberikan dukungan moral kepada para anggotanya. Pada komunitas agama Islam, keterlibatan sosial ini juga erat kaitannya dengan penguatan ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim. Keterlibatan ini penting untuk menjaga harmoni dalam komunitas dan memperkuat keyakinan anggota terhadap ajaran agama yang mereka anut . Penerimaan Teknologi dalam Pendidikan Penerimaan teknologi dalam Pendidikan telah menjadi fokus penelitian yang signifikan, terutama dengan berkembangnya model-model penerimaan teknologi seperti Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) . TAM, yang dikembangkan oleh Fred Davis, menyatakan bahwa penerimaan teknologi dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. dan persepsi manfaat . erceived usefulnes. Model ini telah banyak digunakan dalam studi terkait Pendidikan untuk menganalisis bagaimana siswa dan guru menerima teknologi dalam pembelajaran. Sementara itu. UTAUT, yang diperkenalkan oleh, memperluas TAM dengan memasukkan variabel tambahan seperti pengaruh sosial dan kondisi pendukung, yang dinilai relevan dalam mengukur penerimaan teknologi di lingkungan Pendidikan . Kedua model ini menjadi landasan dalam memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi penerimaan TIK dalam konteks Pendidikan Islam, terutama ketika mempertimbangkan variabel yang lebih spesifik, seperti nilai agama. Studi Kasus Terkait Penelitian terkait mengenai peran teknologi digital dalam komunitas agama menunjukkan adanya dampak yang bervariasi pada keterlibatan sosial. Studi yang dilakukan oleh Cheong . pada komunitas Kristen menunjukkan bahwa media sosial membantu memperluas jangkauan pesan keagamaan dan mendukung komunikasi antar anggota jemaat. Di sisi lain, platform digital juga menjadi media efektif dalam mengorganisasi acara keagamaan dan kegiatan sosial . Pada komunitas Islam, internet dan media sosial telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan Islam dan mendukung kegiatan dakwah. bagaimana komunitas Muslim menggunakan forum online dan media sosial untuk saling mendukung dan mendiskusikan isu-isu keagamaan . Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital dapat memperkuat hubungan sosial dan memperluas jangkauan komunitas, tetapi juga membawa tantangan, seperti potensi terjadinya miskomunikasi atau konflik antar anggota. Melalui tinjauan pustaka ini, penelitian ini ingin mengkaji lebih dalam bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan keterlibatan sosial secara signifikan di komunitas agama Islam, serta menganalisis berbagai pola dan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial di platform digital . E-ISSN: 2622-6804 P-ISSN: 2963-1955 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi komunitas agama Islam terhadap penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan keterlibatan sosial . Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada eksplorasi peran teknologi dalam konteks sosial dan spiritual, di mana pemahaman terhadap pengalaman individu dan dinamika interaksi dalam komunitas agama menjadi hal yang esensial. Ke depannya, pendekatan kuantitatif dapat diintegrasikan untuk melengkapi metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini . Data kuantitatif, seperti survei berbasis skala yang lebih besar atau analisis statistik, dapat memberikan validasi yang lebih luas terhadap temuan serta memperkuat generalisasi hasil penelitian. Pendekatan campuran ini memungkinkan penelitian untuk menggabungkan kedalaman wawasan kualitatif dengan kekuatan data numerik yang lebih representatif. Selain itu, pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi yang kaya dan kompleks melalui wawancara serta observasi mendalam . Subjek dan Objek Penelitian Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah anggota komunitas agama Islam yang aktif menggunakan platform digital untuk kegiatan keagamaan. Subjek ini meliputi individu yang rutin menggunakan aplikasi religi, media sosial, atau forum online untuk berinteraksi dengan sesama anggota komunitas, berbagi pengetahuan keagamaan, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial berbasis agama . Objek Penelitian Objek penelitian adalah platform digital yang populer di kalangan komunitas Muslim, seperti Muslim Pro. Quran. com, dan media sosial (Instagram. Facebook, atau grup WhatsAp. yang digunakan untuk tujuan keagamaan. Penelitian ini akan berfokus pada bagaimana fitur-fitur dalam platform ini mendukung keterlibatan sosial, seperti pengingat ibadah, pengaturan jadwal kegiatan, serta fungsi komunikasi antar anggota . Teknik Pengumpulan Data Wawancara Mendalam Wawancara mendalam dilakukan dengan beberapa anggota komunitas Islam yang aktif menggunakan platform digital untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Wawancara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi digital, jenis interaksi yang terjadi, dan sejauh mana teknologi tersebut memperkuat keterlibatan sosial . Survei Kualitatif Survei kualitatif juga digunakan untuk mendapatkan data yang lebih luas dari responden yang tersebar, terutama terkait frekuensi penggunaan teknologi dalam aktivitas keagamaan dan persepsi mereka tentang dampaknya terhadap hubungan sosial . Analisis Konten Analisis konten dilakukan pada beberapa unggahan di platform digital atau media sosial yang berkaitan dengan aktivitas komunitas, seperti diskusi keagamaan, pengumuman kegiatan, atau ajakan untuk berpartisipasi dalam acara sosial. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memahami tema dan bentuk interaksi yang dominan di platform tersebut . Analisis Data Data yang diperoleh melalui wawancara dan survei kualitatif akan dianalisis menggunakan analisis tematik, di mana pola-pola utama terkait keterlibatan sosial akan diidentifikasi dan dikategorikan . Proses ini melibatkan pengkodean data untuk menemukan tema-tema seperti Aupeningkatan solidaritas,Ay Audukungan spiritual,Ay atau Aukolaborasi dalam kegiatan sosial. Ay Hasil dari analisis konten akan digunakan untuk melengkapi data tematik dengan gambaran interaksi yang lebih rinci, khususnya mengenai cara-cara komunikasi yang dilakukan anggota komunitas di platform digital . Data ini kemudian dibandingkan dengan literatur yang relevan untuk melihat kesamaan atau perbedaan antara pengalaman komunitas yang diteliti dengan temuan penelitian sebelumnya. Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. No. Maret 2025: 13Ae23 Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan platform digital secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan komunikasi, partisipasi, dan dukungan sosial antar anggota komunitas agama Islam. Setiap platform digital memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam mendukung keterlibatan sosial dalam komunitas agama . WhatsApp, dengan fitur grup diskusinya, sangat efektif untuk komunikasi langsung dan koordinasi kegiatan komunitas, tetapi kurang optimal dalam menyediakan konten edukasi keagamaan yang terstruktur. Sebaliknya. Muslim Pro unggul dalam menyediakan fitur yang mendukung ibadah, seperti pengingat waktu sholat dan arah kiblat, tetapi tidak memiliki aspek interaktif yang memungkinkan diskusi antar pengguna . Facebook Groups menawarkan keseimbangan antara keduanya, dengan kemampuan mengadakan diskusi terbuka, membagikan konten keagamaan, dan mengatur acara virtual yang melibatkan banyak anggota. Namun, tantangan utama dari Facebook Groups adalah kurangnya kontrol terhadap informasi yang beredar, yang dapat menyebabkan perbedaan interpretasi ajaran agama. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan ini, komunitas agama dapat memilih platform yang paling sesuai dengan kebutuhan interaksi sosial dan spiritual Beberapa temuan utama meliputi: Peningkatan Komunikasi Platform digital, seperti WhatsApp dan grup Facebook, memungkinkan anggota komunitas untuk tetap terhubung dalam diskusi keagamaan dan berbagai pengumuman acara. Teknologi ini memungkinkan komunikasi yang lebih cepat dan aksesibilitas yang lebih tinggi, sehingga anggota dapat berinteraksi kapan saja dan di mana saja. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial Aplikasi religi dan media sosial juga memudahkan anggota komunitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial, seperti penggalangan dana, acara buka puasa bersama, atau pertemuan rutin. Platform digital menjadi alat yang efektif untuk mengkoordinasikan acara dan mendorong partisipasi yang lebih luas. Dukungan Sosial dan Spiritual Banyak anggota komunitas yang merasa didukung secara emosional dan spiritual melalui interaksi di platform digital. Dukungan ini tampak melalui diskusi keagamaan yang memberikan inspirasi dan nasihat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan ajaran agama Islam. Analisis hasil menunjukkan bahwa platform digital memainkan peran penting dalam membentuk ikatan sosial yang lebih kuat dalam komunitas agama. Temuan ini sejalan dengan teori keterlibatan sosial yang menyatakan bahwa teknologi dapat memperluas ruang interaksi sosial. Dalam konteks komunitas agama, media sosial dan aplikasi digital memberikan ruang bagi anggota untuk saling terhubung, berbagi pengetahuan, dan mendukung satu sama lain, meskipun berada di lokasi yang berbeda. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi komunitas agama dalam pemanfaatan teknologi digital: Kehilangan Koneksi Emosional Langsung Meskipun interaksi digital mempermudah komunikasi, beberapa anggota komunitas merasakan keterbatasan dalam membangun kedekatan emosional yang biasanya diperoleh melalui pertemuan fisik. Kehadiran virtual dapat mengurangi intensitas hubungan sosial, yang terkadang diperlukan dalam interaksi Tantangan dalam Pengelolaan Informasi Terdapat risiko misinformasi atau konflik dalam interaksi digital, terutama ketika diskusi mengenai topik sensitif muncul. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan pendapat yang memicu ketegangan di antara anggota komunitas. Secara keseluruhan, meskipun platform digital memberikan manfaat besar, komunitas agama perlu strategi yang tepat untuk mengatasi tantangan-tantangan ini agar teknologi dapat digunakan secara optimal ye E-ISSN: 2622-6804 P-ISSN: 2963-1955 dan efektif. Berdasarkan temuan penelitian ini, terlihat bahwa platform digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan komunikasi, partisipasi, dan dukungan sosial dalam komunitas agama . Namun, untuk memaksimalkan manfaat tersebut dan mengatasi tantangan yang ada, diperlukan strategi praktis yang dapat diimplementasikan oleh komunitas agama dan pengembang teknologi. Bagian berikut akan menguraikan langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk mewujudkan hal ini. Pemanfaatan teknologi digital dalam komunitas agama Islam juga dipengaruhi oleh faktor budaya dan demografi, seperti usia, gender, dan latar belakang sosial . Generasi muda lebih cenderung memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook Groups untuk berdiskusi dan berbagi konten keagamaan, sementara kelompok usia yang lebih tua lebih nyaman menggunakan WhatsApp atau Muslim Pro untuk komunikasi dan ibadah harian. Dari segi gender, wanita dalam komunitas Islam sering menggunakan platform digital sebagai sarana untuk mengikuti kajian keagamaan secara daring, sementara pria lebih aktif dalam diskusi dan perencanaan kegiatan komunitas melalui grup WhatsApp . Selain itu, komunitas di daerah perkotaan yang memiliki akses internet lebih baik lebih mudah mengadopsi teknologi digital dibandingkan dengan komunitas di pedesaan, di mana keterbatasan akses internet dapat menjadi tantangan utama dalam pemanfaatan platform digital untuk kegiatan keagamaan. Pemahaman terhadap perbedaan ini penting agar strategi digital yang diterapkan oleh komunitas agama dapat lebih inklusif dan efektif dalam menjangkau seluruh anggota . Gambar 1. Diagram Batang tentang Penggunaan Platform Digital untuk Aktivitas Keagamaan Sebagai pelengkap Gambar 1, penelitian ini juga menyertakan visualisasi tambahan yang lebih dinamis untuk menggambarkan interaksi sosial serta pola komunikasi digital dalam komunitas agama. Visualisasi ini memberikan wawasan lebih mendalam mengenai bagaimana anggota komunitas berinteraksi satu sama lain melalui platform digital, baik dalam diskusi keagamaan maupun dalam berbagi informasi penting. Dengan adanya representasi visual ini, pola hubungan dalam komunitas dapat dipahami dengan lebih jelas dan Gambar 2. Peta Hubungan Interaksi Antar Anggota Komunitas Digital Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. No. Maret 2025: 13Ae23 Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. ye Gambar 2 secara khusus menampilkan pola hubungan antar anggota komunitas dalam platform digital yang mereka gunakan. Berdasarkan temuan penelitian, anggota komunitas yang memiliki peran sentral sering kali berfungsi sebagai penggerak utama dalam diskusi keagamaan serta sebagai penyebar informasi yang paling Mereka memainkan peran penting dalam memastikan penyebaran informasi yang luas dan membangun keterlibatan yang lebih erat di antara anggota komunitas lainnya. Analisis terhadap Gambar 2 juga menunjukkan bahwa dalam komunitas terdapat beberapa kelompok aktif yang secara konsisten berkontribusi dalam diskusi dan interaksi digital. Kelompok-kelompok ini memiliki peran signifikan dalam menjaga keberlanjutan komunikasi serta membangun koneksi antara anggota yang lebih pasif dan kurang aktif. Keberadaan kelompok aktif ini menunjukkan adanya dinamika sosial yang beragam dalam komunitas, yang dapat menjadi faktor utama dalam efektivitas penyebaran informasi dan keterlibatan Gambar 3. Grafik Waktu Keterlibatan Sosial Harian di Platform Digital Selain itu. Gambar 3 menggambarkan pola keterlibatan sosial berdasarkan waktu tertentu dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas anggota komunitas cenderung meningkat pada malam hari dan akhir pekan. Hal ini berkaitan erat dengan waktu luang yang lebih banyak tersedia bagi anggota komunitas, sehingga mereka lebih aktif dalam berpartisipasi dalam diskusi, berbagi informasi, atau mengikuti kegiatan digital lainnya yang diadakan dalam komunitas. Informasi dari Gambar 3 ini dapat dimanfaatkan oleh pengelola komunitas untuk merancang jadwal kegiatan digital yang lebih efektif dan sesuai dengan pola keterlibatan anggota. Dengan memahami kapan anggota komunitas paling aktif, pengelola dapat menentukan waktu terbaik untuk mengadakan diskusi, seminar daring, atau aktivitas lain yang memerlukan partisipasi luas. Visualisasi ini juga memperkuat analisis sebelumnya dengan memberikan gambaran konkret tentang pola interaksi anggota komunitas, sehingga strategi komunikasi dan pengelolaan komunitas dapat lebih dioptimalkan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi komunitas agama dan pengembang platform digital dalam merancang teknologi yang mendukung interaksi sosial yang sehat, efektif, dan bermakna bagi penggunanya. Dalam penggunaan platform digital, komunitas agama juga menghadapi berbagai tantangan terkait keamanan siber yang dapat mempengaruhi kepercayaan dan kenyamanan anggota Salah satu ancaman utama adalah pelanggaran privasi data, di mana informasi pribadi anggota komunitas dapat dikumpulkan dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, peretasan akun media sosial dan aplikasi keagamaan menjadi risiko yang cukup signifikan, terutama jika pengguna tidak menerapkan langkah-langkah keamanan seperti autentikasi dua faktor. Penyalahgunaan informasi juga menjadi permasalahan yang sering terjadi, misalnya penyebaran berita palsu atau distorsi ajaran agama melalui platform digital, yang dapat menyebabkan disinformasi dalam komunitas. Oleh karena itu, pengelola komunitas agama perlu menerapkan kebijakan keamanan yang ketat, termasuk edukasi anggota tentang praktik keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta moderasi konten untuk mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan. E-ISSN: 2622-6804 P-ISSN: 2963-1955 IMPLIKASI PENELITIAN Temuan ini memberikan beberapa implikasi praktis yang bermanfaat bagi pengembangan komunitas agama dan platform digital: Pengembangan Program Berbasis Digital Komunitas agama dapat mengadopsi program berbasis digital untuk mengkoordinasikan kegiatan sosial dan keagamaan dengan lebih efektif. Misalnya, kalender acara digital, penggalangan dana online, dan grup diskusi berbasis aplikasi dapat menjadi alat yang berguna untuk meningkatkan keterlibatan anggota. Penyediaan Pelatihan Penggunaan Teknologi Pelatihan penggunaan platform digital dapat diberikan kepada anggota komunitas agar mereka dapat menggunakan teknologi dengan bijaksana dan menghindari penyebaran informasi yang keliru. Peningkatan Fitur Keamanan dan Moderasi Platform digital yang digunakan oleh komunitas agama dapat mengembangkan fitur keamanan dan moderasi yang lebih kuat untuk memastikan bahwa informasi yang beredar adalah valid dan menghindari konflik dalam diskusi online. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi digital, terutama melalui media sosial dan aplikasi religi, memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama Islam. Platform digital mempermudah komunikasi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan sosial. Selain itu, teknologi ini memberikan dukungan sosial dan spiritual bagi anggota komunitas, bahkan ketika mereka terpisah oleh jarak. Dalam konteks teknologi yang semakin disruptif, komunitas agama perlu mempertimbangkan nilai-nilai agama sebagai landasan untuk menilai dampak sosial teknologi. Prinsip-prinsip seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan dapat menjadi panduan dalam memanfaatkan teknologi digital. Sebagai contoh, komunitas agama harus memastikan bahwa penggunaan teknologi tidak mendukung manipulasi data atau penyalahgunaan informasi untuk kepentingan tertentu. Selain itu, penting untuk membangun kesadaran tentang perlindungan data pribadi dan menjaga kepercayaan anggota komunitas terhadap platform digital yang digunakan. Pengelola komunitas dapat menetapkan kode etik untuk penggunaan teknologi, termasuk panduan tentang cara menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Misalnya, pengelola dapat menerapkan moderasi konten untuk mencegah penyebaran informasi palsu atau menyesatkan. Komunitas juga dapat memanfaatkan nilai agama untuk mengedukasi anggotanya tentang etika digital, seperti menghormati privasi, menghindari manipulasi data, dan menggunakan teknologi untuk tujuan positif yang selaras dengan nilai spiritual dan sosial. Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan. Bagi komunitas agama, pemanfaatan platform digital dapat dimaksimalkan dengan membentuk grup diskusi, melakukan penggalangan dana sosial, serta mengumumkan berbagai kegiatan keagamaan. Selain itu, pelatihan teknologi bagi anggota komunitas yang masih kurang familiar dengan platform digital juga perlu dilakukan agar mereka dapat menggunakan teknologi secara bijak dan efisien. Sementara itu, bagi pengembang teknologi, penting untuk mempertimbangkan penambahan fitur-fitur yang mendukung keterlibatan sosial serta meningkatkan aspek keamanan. Beberapa fitur yang dapat dikembangkan antara lain moderasi konten otomatis dan pengaturan privasi yang lebih baik guna memastikan interaksi dalam komunitas berlangsung dengan aman dan nyaman, tanpa kekhawatiran terkait keamanan data maupun penyebaran informasi yang tidak akurat. Salah satu keterbatasan utama dalam penelitian ini adalah bahwa data yang dikumpulkan melalui wawancara dan survei kualitatif bergantung pada pengalaman subjektif responden, yang dapat menyebabkan bias atau kurangnya representasi dari komunitas yang lebih luas. Responden yang diwawancarai mungkin memiliki perspektif yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi mereka, sehingga temuan penelitian ini tidak dapat sepenuhnya digeneralisasi untuk seluruh komunitas agama Islam yang menggunakan teknologi digital. Untuk mengatasi keterbatasan ini, penelitian di masa depan dapat mengadopsi metode triangulasi dengan menggabungkan wawancara, survei kuantitatif dengan sampel yang lebih besar, serta analisis data sekunder dari penggunaan platform digital. Pendekatan campuran ini akan membantu meningkatkan validitas dan objektivitas penelitian, sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih akurat dalam menggambarkan fenomena yang diteliti. Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar kajian ini dilakukan pada komunitas agama lain atau platform digital yang lebih beragam guna memperluas pemahaman tentang peran teknologi dalam konteks keterlibatan sosial. Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. No. Maret 2025: 13Ae23 Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. ye Penelitian di masa depan sebaiknya memperluas cakupan dengan mencakup komunitas agama lain, seperti Kristen. Hindu. Buddha, atau kelompok lintas agama, untuk lebih memahami efek universal dan kontekstual teknologi terhadap keterlibatan sosial. Mengkaji konteks yang beragam ini dapat mengungkap pola umum dan tantangan unik yang muncul dalam tradisi keagamaan yang berbeda, sehingga memperkaya pemahaman kita tentang peran teknologi dalam memperkuat kohesi sosial lintas agama. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar atau pendekatan campuran dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai dampak penggunaan teknologi terhadap berbagai aspek keterlibatan sosial di komunitas agama. DEKLARASI Tentang Authors Arisyi Yusran (AY) https://orcid. org/0009-0000-9680-2232 Fitra Oganda (FO) https://orcid. org/0000-0002-4590-0657 Nanda Septiani (NS) Noah Rangi (NG) https://orcid. org/0009-0005-8150-6963 https://orcid. org/0009-0004-6616-956X Author Contributions Konseptualisasi dilakukan oleh AY. Metodologi dikembangkan oleh FO, sementara pengembangan perangkat lunak ditangani oleh NS. Validasi dilakukan oleh AY dan NG, sedangkan analisis formal dikerjakan oleh FO dan NG. NS bertanggung jawab atas investigasi dan pengelolaan data, sementara sumber daya disediakan oleh AY. Penulisan draf awal diselesaikan oleh FO dan NG, dengan tinjauan serta penyuntingan dilakukan oleh FO dan AY. Visualisasi dikerjakan oleh NS. Seluruh penulis, yaitu AY. FO. NS, dan NG, telah membaca dan menyetujui versi akhir manuskrip yang dipublikasikan. Pernyataan Ketersediaan Data Data yang disajikan dalam penelitian ini tersedia berdasarkan permintaan kepada penulis yang bersangkutan. Pendanaan Para penulis tidak menerima dukungan finansial apa pun untuk penelitian, penulisan, dan/atau publikasi artikel ini. Pernyataan Konflik Kepentingan Para penulis menyatakan bahwa mereka tidak memiliki konflik kepentingan, kepentingan finansial yang bersaing, atau hubungan pribadi yang dapat memengaruhi pekerjaan yang dilaporkan dalam makalah ini. DAFTAR PUSTAKA