PENGARUH TINGKAT BI RATE DAN GDP (GROSS DOMESTIC PRODUCT) TERHADAP KINERJA BISNIS DAN SOSIAL PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DENGAN KONSEP RISK MANAJEMEN DAN KECUKUPAN MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Angga Sukma Pratama Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Email: Anggasukma27@gmail. Abstract: The industry in Indonesia that survives the crisis in 2008 is sharia banking. In fact, the growth performance of Islamic banking financing remained high until February 2009 position with good performance. Therefore, the purpose of this study is to analyze the effect of BI Rate and Gross Domestic Product on Sharia Banking Performance in Indonesia. This research is descriptive research with quantitative The population in this study were Bank Indonesia. Central Bureau of Statistics, and Sharia Banking registered at Bank Indonesia in 2010-2015. For Syariah Banking, the sample is taken by purposive sampling. The type of data used in this study is secondary data. Data analysis used were: Normality test. Multicolinearity test of Heteroskedastity test. Linearity test. Autometeration test. Path Analysis, and t test. The results of this study illustrate that BI rate has indirectly affect the ZPR through NPF with a ttest of -2. 07, and GDP indirectly affect the ZPR through CAR with a t test of 17. Keywords: BI rate. GDP. NPf. CAR. Sharia Banking Performance PENDAHULUAN Bank syariah membuktikan diri sebagai lembaga keuangan yang dapat bertahan ditengah krisis perekonomian dunia pada tahun 2008. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,9% pada 2008 menjadi 2,2% pada tahun Kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi kinerja ekspor nasional, sehingga mengakibatkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Selain terhindar dari praktek ribawi yang dilaknat oleh Allah dan Rasulullah, beberapa sebab kokohnya Perbankan Syariah di nusantara dalam menghadapi krisis global adalah segmen Pembiayaan yang masih memprioritaskan aktivitas perekonomian domestik, sehingga belum memiliki tingkat integrasi yang tinggi dengan sistem keuangan global. Fakta menunjukkan bahwa kinerja pertumbuhan pembiayaan bank syariah tetap tinggi sampai posisi Februari 2009 dengan kinerja pembiayaan yang baik (Non Performing Financing di bawah 5%). Penyaluran pembiayaan oleh Angga Sukma Pratama perbankan syariah per Februari 2009 secara konsisten terus mengalami peningkatan dengan pertumbuhan sebesar 33,3% pada Februari 2008 menjadi 47,3% pada Februari 2009. Sementara itu, nilai pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah mencapai Rp. 40,2 triliun (Wibowo dan Muhammad, 2. Sebagai lembaga bisnis berbasis syariah, perbankan syariah memiliki tolok ukur kinerja yang berbeda dari perbankan konvensional. Selain kinerja bisnis, perbankan syariah dituntut pula untuk memiliki kinerja sosial yang Menurut Sofyan . dalam Wibowo dan Muhammad . Indikator yang digunakan untuk melihat Kinerja bisnis perbankan syariah adalah profitabilitasnya yang merupakan indikator yang paling tepat untuk mengukur kinerja suatu bank Semakin tinggi nilai ROA maka kinerja perbankan dinyatakan Baik. Tabel 1. Perkembangan ROA BUS dan UUS sejak 2011 hingga 2015 ROA 1,79 2,14 2,00 0,41 0,49 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sedangkan unutuk mengukur kinerja sosial, salah satu indikator yang digunakan adalah rasio zakat (ZR). Sebagai lembaga keuangan syariah, perbankan syariah harus mencapai tujuan dari syariah yang menurut para ekonom muslim seperti Imam Ghazali. Ibnu Taimiah, dan Imam Syatibi adalah kemaslahatan umat. Al-QurAoan surat Al Fajr ayat 15-20 menjelaskan bahwa menciptakan kemaslahatan dilakukan dengan redistribusi Artinya para muslim yang memiliki harta lebih diperintah oleh Allah SWT untuk berbagi harta supaya orang-orang yang membutuhkan juga merasakan nikmat Allah. Tujuan lain dari redistribusi pendapatan adalah menjauhkan manusia dari sifat mencintai dunia secara berlebihan. Merujuk pada ayat tersebut, zakat merupakan salah satu cara yang ditetapkan oleh Allah untuk merealisasikan kemaslahatan. Sehingga, dalam memenuhi fungsi 42 | IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Pengaruh Tingkat BI Rate Dan GDP A sosialnya perbankan syariah dituntut untuk melakukan penghimpunan dan penyaluran zakat. Tabel 2. Penghimpunan Dana Zakat Bank Mandiri Syariah 2010-2015 Dana Zakat (Jut. Sumber: Laporan Keuangan Bank Mandiri Syariah 2010-2015 Melihat dua tabel kinerja perbankan syariah diatas, dapat dideskripsikan secara normatif bahwa kinerja bisnis ataupun kinerja keuangan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, baik bersifat positif ataupun negatif. Fakta ini juga dapat menunjukkan bahwa dalam menjaga kinerjanya, perbankan syariah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan Faktor ekternal berasal dari luar perusahaan seperti keadaan makro ekonomi diantaranya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate / 7Day (Revers. Repo Rat. dan pertumbuhan Gross Domestic Product (GDB). Sultoni . , menyatakan bahwa tingkat suku bunga BI berpengaruh signifikan pada tingkat profitabilitas perbankan syariah di Indonesia. Penelitian Oktaviana juga didukung Penelitian yang dilakukan oleh Glenda . , yang menyatakan bahwa Tingkat suku bunga secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset (ROA). Sedangkan menurut Puspitasari . , bahwa variabel Suku Bunga SBI tidak berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA). Wibowo dan Muhammad . , menggambarkan Suku Bunga tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan syariah. Selanjutnya. GDP merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi diwilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Pada periode 20-2015, pertumbuhan GDP di Indonesia menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5,63%. IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 | 43 Angga Sukma Pratama Penelitian yang dilakukan Balkaoui . dalam Anggraini . , menemukan hasil berupa hubungan negatif antara pengungkapan sosial dengan tingkat financial leverage, hal ini berarti semakin tinggi rasio utang/modal semakin rendah pengungkapan sosial yang menggambarkan kecilnya kinerja sosial. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka tujuan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Menganalisis pengaruh BI rate (X. Gross Domestic Product (X. Non Performing Financing (Z. Capital Adiquancy Ratio (Z. , terhadap Return on Asset (Y. menganalisis pengaruh BI rate (X. Gross Domestic Product (X. Non Performing Financing (Z. Capital Adiquancy Ratio (Z. , terhadap Zakat Performance Rate (Y. KAJIAN PUSTAKA Perbankan Syariah Menurut UU No. 10 tahun 1998. Bank Umum Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Undang-Undang No. Tahun 2008, menyatakan bahwa kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah adalah kegiatan usaha yang tidak mengandung unsur riba, maisir, gharar, haram, dan zalim dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan demokrasi Lebih lanjut. Bank Syariah memiliki beberapa fungsi utama yaitu menghimpun dana dan menyalurkan dana masyarakat serta menyediakan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Selain itu, bank syariah juga mempunyai wewenang untuk menjalankan fungsi sosial dalam bentuk lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sadakah, hibah, ataupun dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada organisasi pengelola zakat. Makro Ekonomi Ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari prilaku unit-unit ekonomi individual, seperti: rumah tangga, perusahaan, dan struktur industri. Namun dalam penelitian ini hanya akan dijelaskan tentang inflasi yang erat kaitannya dengan suku bunga BI dan Pendapatan BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. Pendapatan nasional merupakan jumlah pendapatan masyarakat di negara dalam jangka waktu tertentu, atau jumlah seluruh 44 | IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Pengaruh Tingkat BI Rate Dan GDP A pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara dalam satu Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, produk nasional dapat dikelompokkan menjadi Gross Domestic Product (GDP), dan Gross National Product (GNP). GDP adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat dalam suatu negara dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Produk Domestik Bruto merupakan hasil semua kegiatan yang dikerjakan di dalam negeri, termasuk kegiatan orang asing yang ada di dalam negeri. Hasil perhitungan GDP akan menunjukkan seberapa baiknya pertumbuhan perekonomian negara (Rahardja, 2. Kinerja Perbankan Profitabilitas merupakan indikator yang paling penting untuk mengukur kinerja suatu bank. Return on Assets (ROA) memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning dalam kegiatan operasi perusahaan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan/memperoleh laba secara efektif dan efisien. Semakin besar ROA suatu perusahaan, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset (Dendawijaya, 2. ROA dapat diperoleh dengan perbadingan antara Net Income dengan Average Total Asset atau bisa dituliskan dengan rumus: ROA = Dalam konteks Islam. Menurut Maali et al . dalam Widayuni . , tanggung jawab sosial individu yang berasal dari firman Allah SWT yang terkandung dalam Al-Qur'an dan dari perbuatan dan ucapan (Suna. nabi Muhammad SAW juga berlaku untuk perusahaan. Tujuan utama dari bisnis syariah adalah untuk memenuhi kehendak Allah, melalui Al-Qur'an dan Sunah. Islam menganggap bekerja adalah sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan. Wajar bagi perusahaan untuk bertujuan mencapai keuntungan, akan tetapi tujuan ini harus dikejar menurut Syariah. Zakat sebagai bagian Corporate Social Responsibility merupakan suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan yang berbasis syariah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional Artinya, perusahaan dalam menjalankan operasional IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 | 45 Angga Sukma Pratama perusahaan tidak semata-mata hanya untuk mendapatkan keuntungan yang ditargetkan oleh manajemen dalam jangka pendek atau jangka panjang, akan tetapi semua aspek baik eksternal maupun internal perusahaan perlu Manajemen Resiko Resiko kredit perbankan tercermin dari rasio keuangan berupa Non Performing Loan. NPL diukur dari rasio perbandingan antara kredit bermasalah terhadap total kredit yang diberikan. NPL yang tinggi akan memperbesar biaya, sehingga berpotensi terhadap kerugian bank. Semakin tinggi rasio ini maka akan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar, dan oleh karena itu bank harus menanggung kerugian dalam kegiatan operasionalnya sehingga berpengaruh terhadap penurunan laba (ROA) yang diperoleh bank (Kasmir. Kredit dalam hal ini adalah kredit yang diberikan kepada pihak ketiga tidak termasuk kredit kepada bank lain. Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia, besarnya NPL yang baik adalah dibawah Pada bank syariah istilah Non Performing loan diganti Non Performing Finance (NPF) karena dalam syariah menggunakan prinsip pembiayaan. NPF adalah jumlah kredit yang bermasalah dan kemungkinan tidak dapat ditagih. Semakin besar nilai NPF maka semakin buruk kinerja bank tersebut (Muhamad, 2. Kecukupan Modal CAR adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko . redit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lai. ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber di luar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman . , dan lain-lain. Dengan kata lain, capital adquacy ratio adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan risiko, misal kredit yang diberikan (Dendawijaya :2. Hubungan antara CAR dengan ROA suatu bank adalah positif, dimana jika CAR suatu bank meningkat maka ROA akan meningkat juga. Besarnya Car 46 | IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Pengaruh Tingkat BI Rate Dan GDP A dapat diketahui dengan membandingkan antara modal sendiri dan ATMR (Aset Tertimbang Menurut Resik. CAR = Kerangka Pemikiran Hipotesis Penelitian H1. Ada pengaruh BI rate (X. Gross Domestic Product (X. Non Performing Financing (Z. Capital Adiquancy Ratio (Z. , terhadap Return on Asset (Y. H2. Ada pengaruh BI rate (X. Gross Domestic Product (X. Non Performing Financing (Z. Capital Adiquancy Ratio (Z. , terhadap Zakat Performance Rate (Y. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Indonesia. Badan Pusat Statistik, dan Bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia pada tahun Untuk Bank Syariah. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut : . Bank syariah merupakan Bank Umum Syariah (BUS). Bank Syariah tersebut membuat laporan keuangan per semester sekali pada periode 2010-2015 dan telah dipublikasikan. Data untuk penelitian tersedia antara tahun 2010-2015. Dari kriteria di atas terdapat 7 bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian adalah Bank BCA Syariah. Bank Mega Syariah. Bank Muamalat Indonesia. Bank Syariah Mandiri. Bank Rakyat Indonesia Syariah. Bank BNI Syariah. Bank Panin Syariah. IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 | 47 Angga Sukma Pratama Metode dan Analisis Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012: . Analisis Path Path analysis (PA) atau analisis jalur adalah analisis model kausal dari variabel independent . , variabel antara . , dan variabel dependen . dan semua variabel terukur. Dalam penelitian ini, analisis Path dengan regresi berganda digunakan untuk menguji apakah variabel-variabel BI rate (XI). GDP (X. , mempengaruhi ROA (Y. dan ZR (Y. melalui variabel NPF (Z. dan CAR (Z. sebagai Variabel HASIL PENELITIAN Tabel 4. Pengaruh BI rate (X. Gross Domestic Product (X. Non Performing Financing (Z. Capital Adiquancy Ratio (Z. , terhadap Return on Asset (Y. Hasil Uji: Berdasarkan output SPSS uji regresi linier berganda pada tabel Coefficient kelompok sig: Nilai Sig: BI rate (X. PValue . > 0,05 maka H0 diterima Gross Domestic Product (X. PValue . > 0,05 maka H0 diterima Non Performing Financing (Z. PValue . > 0,05 maka H0 diterima Capital Adiquancy Ratio (Z. PValue . > 0,05 maka H0 diterima 48 | IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Pengaruh Tingkat BI Rate Dan GDP A Dari berbagai faktor yang diuji, tidak ada yang memiliki pengaruh signifikan kepada ROA perbankan syariah. Tabel 5. Pengaruh BI rate (X. Gross Domestic Product (X. Non Performing Financing (Z. Capital Adiquancy Ratio (Z. , terhadap Zakat Performance Rate (Y. Hasil Uji: Berdasarkan output SPSS uji regresi linier berganda pada tabel Coefficient kelompok sig: Nilai Sig: BI rate (X. PValue . > 0,05 maka H0 diterima Gross Domestic Product (X. PValue . > 0,05 maka H0 diterima Non Performing Financing (Z. PValue . > 0,05 maka H0 diterima Capital Adiquancy Ratio (Z. PValue . > 0,05 maka H0 diterima Pengaruh tidak langsung BI rate dan GDP terhadap ROA dengan NPF sebagai Variabel Intervening Data diolah, diketahui hasil uji regresi antara variabel sebagai berikut BI Rate ke NPF GDP ke NPF NPF ke ROA t = 1,625 t = -0,018 t = -0,497 Se: 0,671 Se: 0,002 Se:0,382 BI rate Dari data diatas, menghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 1,940 IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 | 49 Angga Sukma Pratama t hitung = = 0,416 ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung < ttabel maka dapat disimpulkan bahwa BI rate tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui NPF Gross Domestic Product Dari data diatas, hmenghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 0,497 t hitung = = 0,018 ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung < ttabel maka dapat disimpulkan bahwa GDP tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui NPF Pengaruh tidak langsung BI rate dan GDP terhadap ROA dengan CAR sebagai Variabel Intervening Data diolah, diketahui hasil uji regresi antara variabel sebagai berikut BI Rate ke CAR GDP ke CAR CAR ke ROA t = -0,395 t = 0,794 t = -0,580 Se: 2,296 Se: 0,008 Se:0,120 BI rate Dari data diatas, hmenghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 2,686 t hitung = = 0,085 ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung < ttabel maka dapat disimpulkan bahwa BI rate tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui CAR Gross Domestic Product Dari data diatas, hmenghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 0,1534 t hitung = = 3,002 50 | IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Pengaruh Tingkat BI Rate Dan GDP A ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa GDP berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui CAR Pengaruh tidak langsung BI rate dan GDP terhadap ZPR dengan NPF sebagai Variabel Intervening Data diolah, diketahui hasil uji regresi antara variabel sebagai berikut: BI Rate ke NPF GDP ke NPF NPF ke ZPR t = 1,625 t = -0,018 t = -2,215 Se: 0,671 Se: 0,002 Se: 0,314 BI rate Dari data diatas, hmenghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 1,737 t hitung = = -2,0721 ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa BI rate berpengaruh negatif secara tidak langsung terhadap ZPR melalui NPF. Gross Domestic Product Dari data diatas, hmenghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 0,314 t hitung = = 0,127 ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung < ttabel maka dapat disimpulkan bahwa GDP tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ZPR melalui NPF. Pengaruh tidak langsung BI rate dan GDP terhadap ZPR dengan CAR sebagai Variabel Intervening Data diolah, diketahui hasil uji regresi antara variabel sebagai berikut BI Rate ke CAR t = -0,395 Se: 2,296 IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 | 51 Angga Sukma Pratama GDP ke CAR CAR ke ZPR t = 0,794 t = -3,275 Se: 0,008 Se:0,096 BI rate Dari data diatas, hmenghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 7,805 t hitung = = 0,165 ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung < ttabel maka dapat disimpulkan bahwa BI rate tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ZPR melalui CAR Gross Domestic Product Dari data diatas, hmenghasilkan nilai Standart Indirect Effect sebesar = 0,148 t hitung = = 17,569 ttabel = 1,703 berdasarkan perbandingan t hitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa GDP berpengaruh secara tidak langsung terhadap ZPR melalui CAR. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: BI rate, gross domestic product, net performing financing, dan capital adiquacy ratio terhadap return on asset (ROA) menghasilkan kesimpulan bahwa tidak ada yang memiliki pengaruh signifikan kepada ROA perbankan syariah. Dari hasil pengaruh langsung antara BI rate, gross domestic product (GDP), net performing financing (NPF), dan capital adiquacy ratio (CAR) terhadap zakat performance rate (ZPR) menghasilkan kesimpulan hanya Capital Adiquancy Ratio (Z. yang berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap Zakat Performance Rate. Pengaruh tidak langsung BI rate dan gross domestic product terhadap return on asset melalui NPF menyimpulkan hasil bahwa keduanya tidak memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui NPF. Selanjutnya pengaruh tidak langsung BI rate dan gross domestic product 52 | IQTISHODUNA Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Pengaruh Tingkat BI Rate Dan GDP A terhadap return on asset melalui CAR menyimpulkan hasil bahwa hanya GDP yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui CAR. Pengaruh tidak langsung BI rate dan gross domestic product terhadap ZPR melalui NPF menyimpulkan bahwa hanya BI rate yang berpengaruh negatif terhadap ZPR melalui NPF. Pengaruh tidak langsung antara BI rate dan gross domestic product terhadap ZPR melalui CAR menyimpulkan bahwa hanya GDP yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap ZPR melalui CAR. DAFTAR PUSTAKA