e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. DARI ORGANISASI KE DUNIA PENDIDIKAN: MEMBANGUN SANTRI SEBAGAI PEMIMPIN DAN GURU MASA DEPAN DI PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 06 SERPONG Saiful Anwar1. Sri Utaminingsih2. Febiyansyah3. Estherini Heratity Pratiwi4. Luky Fatur Ramadhan5. Zulkifli6. Lailiah7 1,2,3,4,5,6,7 Universitas Pamulang, dosen00902@unpam. id , dosen00456@unpam. id2, febiyansyah96@gmail. estherinipratiwi@gmail. com4, lukyfr02@gmail. com5, zoel. cheme@gmail. com 6, lailiah54@gmail. ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini, yang berjudul "Dari Organisasi ke Dunia Pendidikan: Membangun Santri sebagai Pemimpin dan Guru Masa Depan," bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan organisasi di kalangan santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 06 Serpong. Melalui workshop dan sesi interaktif, program ini dirancang untuk membekali santri dengan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang kompeten dan pendidik yang inspiratif. Inisiatif ini menyoroti peran penting pesantren dalam membentuk pemimpin masa depan yang mengintegrasikan kepemimpinan etis dengan praktik pendidikan modern. Melalui program ini, peserta didorong untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan mereka sambil mengintegrasikan nilai-nilai Islam, mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin dan pengajar yang efektif baik di kehidupan pribadi maupun profesional. Program ini juga fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dengan penekanan pada penerapan dunia nyata. Tujuan utama program ini adalah membangun dasar yang kuat bagi santri untuk menjadi agen perubahan di masyarakat mereka. Kata Kunci :Kepemimpinan. Keterampilan Organisasi. Pengembangan Santri. Pengabdian Masyarakat. Guru. ABSTRACT This community service program, titled "From Organization to Education: Building Santri as Future Leaders and Teachers," aims to develop leadership and organizational skills among the students . of Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 06 Serpong. The program, conducted through workshops and interactive sessions, is designed to equip santri with the essential skills required to become competent leaders and inspiring The initiative highlights the important role of pesantren in shaping future leaders who integrate ethical leadership with modern educational practices. Through this program, participants are encouraged to enhance their leadership abilities while incorporating Islamic values, preparing them to lead and teach effectively in both personal and professional spheres. The program also focuses on fostering skills in communication, management, and decision-making, with an emphasis on real-world applications. Ultimately, the program aims to build a strong foundation for santri to become change-makers in their communities. Kata Kunci :Leadership. Organizational Skills. Student Development. Community Service. Teacher. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. PENDAHULUAN Pesantren di Indonesia memiliki peran penting dalam pendidikan Islam dan pembangunan karakter bangsa (Ali, 2. Sebagai lembaga pendidikan bersejarah, pesantren tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga membentuk kepribadian santri. Fokus pada akhlak dan moralitas menjadi pondasi utama dalam kehidupan seorang santri. Pesantren bertujuan membentuk individu yang cerdas dan berbudi pekerti, siap menghadapi tantangan di Selain penguasaan ilmu agama, pendidikan pesantren juga mengembangkan kompetensi sosial dan kepemimpinan, yang sangat penting di era modern. Pendidikan pesantren harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan kontribusi positif. Gambar 1. Open ceremony peserta,panitia,guru-guru pondok,kepala pondok,dosen-dosen magister manajemen pendidikan unpam dan kaprodi magister manajemen pendidikan unpam . Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 06 Serpong. Program ini memberikan pelatihan tentang komunikasi, manajemen organisasi, dan pengambilan keputusan. Santri didorong mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan. Pelatihan ini diharapkan menghasilkan pemimpin yang kompeten dan etis, siap berkontribusi untuk masyarakat. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, santri diharapkan dapat berpikir kritis dan menyelesaikan masalah praktis (Anwar, 2. Melalui program ini, pesantren membekali santri untuk menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan mereka e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Pentingnya Keterampilan Kepemimpinan di Pesantren Peran guru meliputi sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pemimpin, pengelola pembelajaran, model dan teladan, anggota masyarakat, administrator, penasehat, pembaharu . , pendorong kreativitas, dan evaluator (Utaminingsih et al. , 2021, hal. Kepemimpinan di pesantren melibatkan lebih dari sekadar menjadi guru dan memimpin ini juga tentang memotivasi dan membimbing individu untuk mencapai kemajuan Kepemimpinan yang baik memerlukan pemahaman prinsip etika dan keterampilan dalam pengelolaan sumber daya di pesantren (Greenleaf, 2. Pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama dan pembentukan karakter. Kualitas kepemimpinan yang baik sangat penting untuk keberhasilan pengelolaan dan pengembangan potensi santri. Kepemimpinan yang efektif, menurut Bass . , harus bisa menginspirasi dan memotivasi orang lain dengan cara yang tidak hanya efisien tetapi juga etis. Para pemimpin pesantren, seperti kyai atau guru, bertanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai etik Islam. Mereka harus menjadi contoh teladan dan mengedepankan kepentingan orang lain. Keterampilan kepemimpinan di pesantren harus mengintegrasikan pengelolaan organisasi dengan pengembangan pribadi santri (Northouse, 2. Teori kepemimpinan transformasional dari Bass dan Avolio . mengedepankan pentingnya pemimpin yang membawa perubahan positif melalui inspirasi. Pemimpin di pesantren juga harus bisa memotivasi santri untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi umat. Pelatihan kepemimpinan di pesantren perlu mencakup keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan. Pemimpin harus bisa mengelola organisasi dan menghadapi tantangan dunia Program pelatihan ditujukan untuk meningkatkan keterampilan santri dalam manajemen dan integritas (Utaminingsih et al. , 2. Pendidikan di Pesantren dan Tantangan Masa Depan Sistem pendidikan di pesantren di Indonesia, meskipun sudah sangat berperan dalam mencetak generasi yang berkarakter, menghadapi tantangan besar dalam menghadapi perkembangan zaman (Zain et al. , 2. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pada ajaran Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas para santri. Namun, tantangan utama yang dihadapi pesantren adalah bagaimana mengadaptasi sistem pendidikan mereka agar tetap relevan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Di era digital ini, masyarakat semakin mengandalkan teknologi untuk berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang Pendidikan (Silfiyasari & Zhafi, 2. Oleh karena itu, pesantren harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tanpa kehilangan esensi ajaran Islam yang mereka pegang. Program ini berusaha menjawab tantangan tersebut dengan memberikan keterampilan kepemimpinan yang mengintegrasikan pendekatan pendidikan modern, seperti pengelolaan kelas, penggunaan teknologi dalam mengajar, serta penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis pada pengalaman. Sejalan dengan hal tersebut, pesantren perlu mengembangkan metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori agama, tetapi juga melibatkan pendekatanpendekatan yang lebih praktis dan aplikatif, seperti pembelajaran berbasis teknologi, e-learning, dan penggunaan alat bantu pembelajaran modern lainnya (Bahrudin et al. , 2. Ini akan memberikan santri keterampilan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam pesantren maupun di masyarakat. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah pembelajaran berbasis inkuiri, yang memungkinkan para peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung. Pembelajaran berbasis inkuiri merupakan metode di mana peserta didik didorong untuk bertanya, mencari jawaban, dan e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. memecahkan masalah melalui pengamatan dan refleksi. Hal ini sejalan dengan pendapat Dewey . , yang menyatakan bahwa pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang aktif dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Dewey . berpendapat bahwa pembelajaran yang terbaik adalah yang memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam pengalaman langsung, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Dengan pendekatan ini, diharapkan para santri dapat lebih memahami dan mengaplikasikan keterampilan kepemimpinan dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya dalam lingkungan pesantren tetapi juga di masyarakat secara umum. Melalui pembelajaran berbasis inkuiri, santri diajak untuk lebih aktif dalam proses belajar, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pencarian pengetahuan. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Pendekatan ini sangat relevan di era digital ini, di mana informasi dapat diakses dengan mudah, namun keterampilan dalam memfilter, menganalisis, dan mengaplikasikan informasi tersebutlah yang sangat dibutuhkan oleh santri. Hal ini mendukung kemampuan santri untuk menjadi pemimpin yang bukan hanya mengetahui apa yang terjadi di dunia, tetapi juga memahami bagaimana cara merespons perubahan dan tantangan yang ada di lingkungan mereka (Schyn, 2. Dalam konteks pesantren, penerapan pembelajaran berbasis inkuiri dapat memperkenalkan santri pada dunia yang lebih luas, di luar batasan-batasan tradisional yang seringkali membatasi pandangan mereka. Dengan cara ini, pesantren dapat mengembangkan santri yang tidak hanya pandai dalam ilmu agama tetapi juga mampu memahami isu-isu kontemporer, termasuk teknologi, kepemimpinan, dan dinamika sosial masyarakat. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Mulyasa . , pembelajaran berbasis inkuiri memiliki potensi untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Selain itu, penting bagi pesantren untuk mengembangkan kurikulum yang fleksibel dan adaptif, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial yang semakin kompleks. Pendidikan yang dilakukan di pesantren harus melibatkan pengembangan keterampilan teknis dan sosial, sehingga para santri tidak hanya dapat menguasai ilmu agama, tetapi juga siap untuk berkontribusi di dunia luar sebagai pemimpin yang bijaksana dan beretika. Program ini juga mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran (Pujilestari & Susila, 2. Teknologi dapat digunakan untuk memperkenalkan metode pengajaran yang lebih modern dan efektif, serta memfasilitasi santri untuk mengakses informasi dan sumber belajar yang lebih luas. Penerapan teknologi dalam pendidikan pesantren akan sangat membantu dalam mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan masa depan, di mana teknologi akan memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia kerja dan masyarakat (Kozma, 2. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Gambar 2. Pemberian pemateri. diskusi,sesi tanya jawab,Pemberian sertifikat METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 06 Serpong. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan melalui sesi teori, diskusi, simulasi, dan Langkah-langkah berikut menjelaskan bagaimana kegiatan ini dilakukan selama tiga hari. Pada tahap persiapan, tim pengajar menyusun rencana program secara detail, termasuk pemilihan materi kepemimpinan, jadwal kegiatan, dan persiapan logistik untuk kelancaran program. Program ini mengombinasikan teori dengan penerapan praktis di pesantren, serta membagi peserta ke dalam kelompok untuk tugas simulasi dan diskusi. Hari pertama dimulai dengan seminar kepemimpinan yang memberikan pemahaman dasar tentang berbagai jenis kepemimpinan dan menekankan kepemimpinan yang etis. Di akhir seminar, sesi tanya jawab diadakan untuk membahas topik yang belum dipahami. Setelah seminar, santri e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. berdiskusi dalam kelompok kecil tentang peran mereka sebagai pemimpin di masa depan dan dampak kepemimpinan pada masyarakat. Pada hari kedua, santri mendapatkan pelatihan keterampilan organisasi yang mencakup pengelolaan waktu dan sumber daya. Kemudian, mereka mengikuti sesi simulasi kepemimpinan untuk mempraktekkan keterampilan yang diajarkan dalam situasi tertentu. Sesi ini bertujuan untuk Hari ketiga diawali dengan sesi tanya jawab dan umpan balik interaktif dari fasilitator. Kegiatan ditutup dengan evaluasi program, pemahaman materi, dan refleksi pribadi dari santri mengenai pengalaman mereka, serta umpan balik untuk perbaikan kegiatan di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pelatihan keterampilan kepemimpinan yang diadakan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 06 Serpong bertujuan untuk memberikan santri keterampilan kepemimpinan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dalam aspek keagamaan. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai metode seperti seminar, diskusi kelompok, pelatihan organisasi, simulasi kepemimpinan, dan evaluasi reflektif. Evaluasi menunjukkan program ini berdampak positif pada keterampilan kepemimpinan santri meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan untuk pengembangan selanjutnya. Salah satu hasil dari program adalah peningkatan pemahaman santri tentang kepemimpinan. Pada hari pertama, seminar kepemimpinan memberikan wawasan tentang teori-teori Santri belajar tentang kepemimpinan yang etis, mengedepankan nilai-nilai Islam seperti keadilan dan integritas. Evaluasi menunjukkan mayoritas santri merasa lebih percaya diri untuk menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang etis dalam kehidupan sehari-hari. Sesi pelatihan keterampilan organisasi di hari kedua membantu santri memahami cara mengorganisir kegiatan. Mereka belajar teknik manajemen waktu dan pembagian tugas yang penting bagi tugas kepemimpinan mereka ke depan. Pasca-program, santri dapat mengelola waktu dan sumber daya dengan lebih baik, serta melaksanakan kegiatan sosial dengan lebih terstruktur. Simulasi kepemimpinan memberi santri kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan dalam situasi nyata, termasuk pengelolaan konflik dan pengambilan keputusan. Hasilnya, banyak santri mampu menunjukkan kepemimpinan yang adil dan beretika. Di hari ketiga, sesi refleksi diri memungkinkan santri merenungkan pembelajaran mereka dan merencanakan implementasi keterampilan kepemimpinan di masa depan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Program pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 06 Serpong berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepemimpinan santri. Program ini berlangsung selama tiga hari dengan kegiatan seminar, diskusi, pelatihan organisasi, simulasi kepemimpinan, dan sesi refleksi diri. Hari pertama diisi dengan seminar yang memberikan pemahaman dasar tentang kepemimpinan dan etika. Santri belajar berbagai jenis kepemimpinan dan pentingnya integritas dalam Pada hari kedua, pelatihan keterampilan organisasi mengajarkan santri cara mengelola kegiatan dan waktu, serta cara efektif dalam membagi tugas. Mereka mempraktikkan teori yang dipelajari dalam simulasi yang mencerminkan kegiatan di pesantren. Simulasi kepemimpinan membantu santri menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata, termasuk manajemen konflik dan pengambilan keputusan yang adil. Hasilnya, banyak santri dapat e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. mengelola situasi dengan baik dan menunjukkan pemahaman tentang kepemimpinan yang Pada hari ketiga, sesi evaluasi dan refleksi memungkinkan santri menilai diri mereka dan merencanakan perbaikan keterampilan kepemimpinan di masa depan. Meskipun menghadapi tantangan seperti kurangnya kepercayaan diri, dukungan pembimbing membantu santri mengatasinya. Program ini mengintegrasikan teori kepemimpinan yang relevan, menekankan pentingnya pengalaman dan refleksi dalam proses belajar. Saran