Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 7. No 1. Januari 2026 INERANCY ALKITAB DAN KORELASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI KELUARGA KELLY SIMANJUNTAK SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BAPTIS PAPUA kellysimanjuntak82@gmail. DESI SIANIPAR UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA sianipar@uki. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ineransi Alkitab yakni keyakinan bahwa Alkitab secara keseluruhan adalah firman Allah yang benar, akurat, dan bebas dari kesalahan dalam penyataan kebenaran teologisnya serta mengkaji korelasinya terhadap implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam konteks keluarga. Dalam perspektif teologis dan pedagogis, ineransi Alkitab menjadi dasar yang tak tergantikan dalam membentuk pola pikir dan karakter Kristiani yang berlandaskan pada otoritas ilahi. Keluarga, sebagai unit pertama dan utama dalam pendidikan iman, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Kristen yang bersumber dari Alkitab. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi deskriptif terhadap praktik PAK dalam keluarga Kristen, penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman orang tua terhadap konsep ineransi Alkitab sangat menentukan kualitas pembinaan iman di rumah. Keluarga yang menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan sehari-hari cenderung menjalankan praktik-praktik spiritual secara konsisten, seperti ibadah keluarga, pembacaan Alkitab bersama, dan pengambilan keputusan yang selaras dengan prinsip firman Tuhan. Sebaliknya, ketidaktegasan dalam meyakini kebenaran Alkitab berpotensi menciptakan relativisme moral dalam pendidikan iman anak. Oleh karena itu, penguatan pemahaman tentang ineransi Alkitab kepada orang tua perlu menjadi bagian penting dari pelayanan gereja agar PAK dalam keluarga dapat dilaksanakan secara utuh dan berdampak jangka panjang. Kesimpulannya, terdapat korelasi yang signifikan antara keyakinan terhadap ineransi Alkitab dan efektivitas Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga Kristen masa kini. Kata Kunci: Ineransi Alkitab. Pendidikan Agama Kristen. Keluarga Kristen. Otoritas Firman Tuhan. Pembinaan Iman Anak ABSTRACT This study aims to analyze the concept of Biblical inerrancy, namely the belief that the Bible as a whole is the true, accurate, and error-free Word of God in its theological truth claims, and to examine its correlation with the implementation of Christian Religious Education (CRE) within the family context. From theological and pedagogical perspectives. Biblical inerrancy serves as an irreplaceable foundation in shaping Christian thought patterns and character based on divine authority. The family, as the first and primary unit of faith education, holds the responsibility of instilling Christian values rooted in the Bible. Through a qualitative method using literature review and descriptive observation of CRE practices in Christian families, this study reveals that parents' understanding of the concept of Biblical inerrancy greatly influences the quality of faith formation at home. Families that uphold the Bible as the highest authority in daily life tend to carry out spiritual practices consistently, such as family worship. Bible reading together, and making decisions in accordance with Biblical principles. Conversely, a lack of firmness in believing in the truth of the Bible may lead to moral relativism in childrenAos faith education. Therefore, strengthening parentsAo understanding of Biblical inerrancy must become an essential aspect of church ministry so that CRE in the family can be conducted holistically and produce lasting spiritual impact. In conclusion, there is a significant correlation between belief in Biblical inerrancy and the effectiveness of Christian Religious Education in todayAos Christian families. Keywords: Biblical Inerrancy. Christian Religious Education. Christian Family. Authority Of God's Word. Faith Formation Of Children PENDAHULUAN Alkitab merupakan firman Allah yang mutlak benar, tidak mengandung kesalahan, dan tidak mungkin salah dalam hal apa pun. 1 Keyakinan ini dikenal sebagai ineransi Alkitab, yang berarti bahwa seluruh isi Alkitab, dari kata, huruf, tanda baca seperti koma bahkan titik, adalah bagian dari penyataan Allah yang sempurna dan tanpa cacat. Alkitab bukan sekadar teks kuno atau dokumen historis, tetapi merupakan pernyataan hati Allah kepada umat-Nya. Setiap kata dalam Alkitab diilhamkan secara langsung oleh Roh Kudus kepada para penulis manusia yang dipilih-Nya. 2 Oleh karena itu, membahas konsep ineransi Alkitab akan selalu menjadi topik yang relevan dan menarik, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga. Dalam teologi Kristen, pengilhaman Alkitab merupakan fondasi penting untuk memahami keabsahan dan otoritas firman Tuhan. Terdapat beberapa istilah utama dalam doktrin ini. Pertama, penyataan umum, yaitu bagaimana Allah menyatakan diri-Nya melalui alam semesta, sejarah, dan hati nurani manusia. Kedua, ilham atau inspirasi, di mana Allah melalui Roh Kudus membimbing para penulis Alkitab sehingga mereka mencatat kebenaran ilahi dengan akurat. Ketiga, otoritas Alkitab, artinya karena Alkitab berasal dari Allah, maka ia memiliki kewibawaan ilahi dalam segala aspek kehidupan. Keempat, ineransi, yaitu keyakinan bahwa Alkitab tidak mungkin salah dalam segala hal yang dinyatakannya, baik teologis, moral, maupun historis. Dan kelima, pencerahan, yakni karya Roh Kudus yang menerangi pikiran para penulis dan juga para pembaca agar dapat memahami kebenaran firman Allah. Konsep ineransi ini sangat penting dalam kehidupan iman Kristen, khususnya dalam konteks pendidikan iman dalam keluarga. Keluarga Kristen merupakan unit terkecil dan pertama dalam struktur sosial gereja yang memiliki peran sentral dalam membentuk dasar spiritual anak-anak. Oleh karena itu, ajaran tentang ineransi Alkitab harus menjadi bagian inti dalam pendidikan di rumah. Ketika keluarga Kristen meyakini bahwa Alkitab adalah kebenaran Allah yang mutlak, maka setiap tindakan, pikiran, dan keputusan yang diambil akan didasarkan pada prinsip-prinsip firman Tuhan. Hal ini akan membentuk karakter Kristiani yang kokoh dan menjadikan setiap anggota keluarga sebagai murid Kristus yang hidupnya menjadi surat terbuka bagi dunia. Mengajarkan ineransi Alkitab kepada anak-anak tidak hanya sebatas menyampaikan isi kitab suci, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa firman Tuhan adalah dasar yang tidak tergoyahkan. 4 Keluarga yang hidup dalam kesadaran akan kebenaran Alkitab akan membangun budaya rohani yang kuat, seperti membaca Alkitab secara rutin, berdoa bersama, berdiskusi tentang nilai-nilai Kristen, serta meneladani kehidupan Yesus dalam Pendidikan iman dalam keluarga yang didasarkan pada ineransi Alkitab akan melahirkan generasi yang mampu berdiri teguh di tengah tantangan zaman. Hal ini menjadi semakin krusial dalam era masyarakat 5. 0, di mana gelombang informasi, teknologi digital, dan media sosial begitu dominan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan remaja hidup dalam arus informasi yang cepat, instan, dan sering kali bertentangan dengan nilai-nilai kekristenan. Tawaran logika modern yang tampak rasional namun mengabaikan dimensi iman dapat menggoyahkan kepercayaan mereka terhadap Alkitab jika tidak dibekali dengan fondasi iman yang kuat sejak dini. Oleh karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama yang memperkuat iman dan memperkenalkan otoritas Alkitab sebagai kebenaran yang tidak tergantikan. Tantangan utama dalam era digital ini adalah munculnya relativisme moral dan pluralisme nilai yang sering kali mengaburkan batas antara yang benar dan yang salah. Anak-anak dibombardir dengan ide-ide yang mempromosikan kebebasan absolut tanpa pertanggungjawaban moral. Jika keluarga Kristen tidak Norman L. Geisler. Inerrancy (Michigan: Zondervan, 2. , 2Ae4. Thomas Nelson. Study Bible:The Complete Resource for Studying GodAos Word (Nashville: Thomas Nelson Publisher, 2. , 28Ae David C. Cook. Bible Lesson Commentary (Colorado: David C. Cook Publisher, 2. , 15. Wendy Efriduansyah Situmorang. AuApologetika Terhadap Higher Criticism Atas Inerrancy Alkitab Bagi Iman Kristen,Ay Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan 3, no. 1 (February 2. : 11Ae24. menanamkan sejak dini bahwa Alkitab adalah standar kebenaran mutlak, maka anak-anak akan mudah terombang-ambing oleh berbagai ideologi yang menyimpang. Ineransi Alkitab menjadi jawaban teologis dan praktis untuk menegaskan bahwa kebenaran bukanlah hasil kesepakatan manusia, melainkan berasal dari Allah yang tidak pernah salah. Untuk itu, gereja dan lembaga Kristen perlu memperlengkapi orang tua dengan pemahaman teologis yang kokoh mengenai ineransi Alkitab. 6 Program pembinaan iman keluarga, pelatihan parenting Kristen, serta penyediaan bahan ajar yang berlandaskan pada prinsip Alkitab yang tidak salah harus menjadi prioritas dalam pelayanan gerejawi. Orang tua harus diajar bahwa mereka adalah imam dalam keluarganya, yang bertanggung jawab memimpin dan mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anaknya. Keyakinan terhadap ineransi Alkitab memiliki korelasi yang sangat signifikan dengan efektivitas Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga. Ketika Alkitab diterima sebagai kebenaran mutlak yang tidak mengandung kesalahan, maka seluruh aspek pendidikan iman di rumah akan berakar kuat pada otoritas ilahi. Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh dengan tantangan nilai, keluarga Kristen harus tetap berpegang pada Alkitab sebagai satu-satunya sumber kebenaran dan pedoman hidup. Dengan demikian, generasi yang dibesarkan dalam keluarga yang menjadikan Alkitab sebagai dasar utama kehidupan akan tumbuh menjadi pribadi yang teguh dalam iman, berintegritas tinggi, serta mampu memberi teladan hidup yang benar. Mereka akan menjadi terang yang menerangi kegelapan dan garam yang memberi rasa bagi dunia, mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus secara nyata. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode studi pustaka . ibrary researc. dan penyajian data secara deskriptif. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami objek dalam kondisi alamiah, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dalam proses pengumpulan dan analisis data. Menurut Lexy J. Moleong, penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan secara holistik, serta disajikan dalam bentuk deskripsi kata-kata dan bahasa dalam konteks yang alamiah, dengan memanfaatkan berbagai metode alami. 7 Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh berbagai literatur yang relevan, termasuk buku-buku teologis dan hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Referensi-referensi ini digunakan untuk memperkuat analisis dan mendukung validitas argumen yang dikembangkan dalam tulisan ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Ineransi Alkitab Kata Ineransi . ari bahasa Latin inerranti. adalah keyakinan bahwa Alkitab, dalam naskah aslinya, sepenuhnya bebas dari kesalahan dalam segala hal yang dinyatakannya baik menyangkut doktrin, moralitas, sejarah, maupun fakta-fakta lainnya. Doktrin ini menegaskan bahwa karena Alkitab diilhamkan oleh Allah, maka isinya tidak mengandung kesalahan atau kontradiksi. Ineransi mencakup semua aspek, termasuk sejarah, geografi, dan ilmu pengetahuan, bukan hanya hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan atau iman . Kata Ineransi dan Infabilitas akan menjadi hal yang kita pegang teguh dalam Sejarah ineransi ini. Sejak zaman para Bapa Gereja, seperti Agustinus, telah diyakini bahwa Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan dan tanpa kesalahan. Agustinus mengembangkan teori inspirasi AyconcursiveAy, yang menyatakan bahwa Allah adalah penulis utama Alkitab, namun menulisnya melalui para penulis manusia yang dipimpin oleh Roh Kudus. Pandangan ini menjadi dasar bagi doktrin ineransi yang berkembang di kemudian hari. Infalibilitas Alkitab Infalibilitas . ari bahasa Latin infallibilita. adalah keyakinan bahwa Alkitab tidak mungkin gagal dalam menyampaikan kebenaran dan tidak akan menyesatkan pembacanya dalam hal-hal yang berkaitan dengan iman dan moralitas. Ini berarti bahwa Alkitab memiliki otoritas yang absolut dan tidak bercacat dalam ajarannya, sehingga dapat dipercaya sepenuhnya sebagai pedoman hidup. Wendy Efriduansyah Situmorang. AuApologetika Terhadap Higher Criticism Atas Inerrancy Alkitab Bagi Iman Kristen,Ay 11Ae24. Norman L. Geisler. Inerrancy, 1Ae2. Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 14. Louis Berkhoff. Dasar Pendidikan Kristen (Jakarta: Momentum, 2. , 121. Jhon Milton Gregory. Tujuh Hukum Mengajar (Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara. , 2. , 18. Meskipun berbeda, ineransi dan infalibilitas saling melengkapi. Ineransi menekankan bahwa Alkitab bebas dari kesalahan dalam semua pernyataannya dan Infalibilitas menekankan bahwa Alkitab tidak akan gagal dalam menyampaikan kebenaran yang diperlukan untuk keselamatan dan kehidupan iman. Dengan kata lain, jika Alkitab tidak mengandung kesalahan . , maka ia juga tidak akan menyesatkan . Latar belakang Sejarah Ineransi Alkitab Muculnya Gerakan pencerahan Pendekatan kritik historis terhadap Alkitab mulai berkembang di mana orang mulai meneliti Alkitab bukan sebagai firman ilahi, tapi sebagai dokumen sejarah yang bisa salah atau bertentangan. Beberapa ahli menyimpulkan bahwa Alkitab mengandung mitos atau kesalahan, terutama dalam cerita-cerita Perjanjian Lama Pendekatan kritik historis terhadap Alkitab mulai berkembang di mana orang mulai meneliti Alkitab bukan sebagai firman ilahi, tapi sebagai dokumen sejarah yang bisa salah atau bertentangan. Dalam Latar belakang kemunculan Inneransi alkitab ini, setidaknya kita dapat lihat beberapa tokoh yang memberikan paparan mendalam seperti: Julius Wellhausen . 4Ae1. Julius Wellhausen adalah seorang teolog dan orientalis Jerman. Ia menulis tentang Hipotesis Dokumen (Documentary Hypothesi. : Taurat (Pentateuk. bukan ditulis oleh Musa, tapi merupakan kompilasi dari beberapa sumber berbeda (J. P) yang disusun jauh setelah zaman Musa. Ia menganggap banyak kisah dalam Kejadian-Ulangan sebagai refleksi mitologis atau rekonstruksi historis yang mencerminkan perkembangan agama Israel, bukan laporan sejarah Hermann Gunkel . 2Ae1. Hermann Gunkel Pelopor form criticism . ritik bentu. dalam studi Alkitab. Ia melihat banyak bagian Perjanjian Lama, terutama dalam kitab Kejadian dan Mazmur, sebagai literatur lisan yang berkembang dalam komunitas, dan berisi cerita rakyat, mitos, dan puisi yang tidak dimaksudkan sebagai sejarah literal. Martin Noth . 2Ae1. Mengembangkan pendekatan tradition history, yang menyelidiki bagaimana tradisi-tradisi lisan berkembang menjadi teks tertulis. Noth skeptis terhadap keakuratan historis dari banyak bagian Alkitab, terutama cerita-cerita awal Israel. Gerhard von Rad . 1Ae1. Teolog Perjanjian Lama asal Jerman. Meskipun tidak secara ekstrem menolak nilai teologis Alkitab, tetapi dia tetap menyatakan bahwa banyak bagian PL mengandung cerita yang lebih bersifat teologis dan simbolik daripada laporan sejarah faktual. Pandangan Kontemporer Ineransi Alkitab Saat ini, terdapat berbagai pandangan mengenai ineransi Alkitab: Ineransi Penuh: Meyakini bahwa Alkitab bebas dari kesalahan dalam semua aspek, termasuk sejarah dan ilmu pengetahuan. Ineransi Terbatas: Berpendapat bahwa ketidakbersalahan Alkitab terbatas pada ajaranajaran yang berkaitan dengan keselamatan, sementara aspek lain mungkin mengandung kesalahan. Ineransi Tujuan: Menekankan bahwa Alkitab tidak salah dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu membawa manusia kepada keselamatan melalui Yesus Kristus. Meskipun terdapat perbedaan pandangan, banyak kalangan Kristen tetap memegang teguh doktrin ineransi sebagai dasar kepercayaan bahwa Alkitab adalah firman Allah yang otoritatif dan dapat dipercaya sepenuhnya. Paulus Lilik Kristanto. Prinsip Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen (Yogyakarta: Penerbit Andi , 2. , 1Ae2. James Leo Garrett. Systematic Theology. Volume 2. Second Edition Biblical. Historical, and Evangelical (Eugene: Wipf and Stock Publishers, 2. , 19Ae20. Ligon Duncan. Covenant Theology: A Biblical. Theological, and Historical Study of GodAos Covenants (Illinois: Crossway Books, 2. , 41. Paul Daun. Prolegomena Bibliologi: Doktrin Alkitab (Manado: Yayasan Daun Family, 2. , 1Ae2. Doktrin Inerancy Alkitab Pengertian dari Inerancy alkitab adalah bahwa Alkitab seutuhnya/mutlak tanpa salah baik Perjanjian lama dan Perjanjian Baru baik dari segi penulisan maupun konteks yang ada. Carles C. Ryrie Menyatakan sejumlah perbedaan yang mengharuskan adanya ketelitian doktrin Alkitab dahulu jika seorang menyatakan bahwa ia percaya akan inspirasi penuh, pernyataan ini sudah cukup saya percaya inspirasi Alkitab baik secra verbal, fakta. Sejarah silsilah dan lain-lain maka perlu ada istilah ketidaksalahan Alkkitab setiap penambahan pada pernyataan dasar disebabkan oleh pengajaran yang salah muncul. Pendapat Feinberg tentang inerransi/ketaksalahan Alkitab adalah tulisan asli yang disebutkan dalam Alkitab adalah kebenaran tertinggi yang diketahui dan harus ditafsirkan dengan tepat. Alkitab menjelaskan segala peratuan tentang segala sesuatu, seperti relasi manusia dengan Allah, relasi antar sesama manusia, relasi manusia dengan alam semesta, etika dan moral. kebenaranNya terbukti mutlak dan kokoh. 15 Hal ini membuktikan Doktrin Inerancy Alkitab adalah kewajiban untuk kita terima dan pahami serta Imani bahwa semua penulis Alkitab dari masa kemasa di kendalikan oleh Allah sendiri dalam penulisan Alkitab baik seri kosa kata, kalimat dan narasi dari semua teks-teks Alkitab. Allah berdaulat dan berinisiatif unutuk membantu para penulis alkitab menyelesaikan semua Tulisan Alkitab seperti yang Allah kehendaki Sendiri. Sifat - sifat kitab suci/ atau Alkitab disebutkan ada tujuh yakni kitab suci tidak mungkin keliru, kitab suci adalah syarat mutlak, kitab suci berkuasa, kitab suci itu cukup, kitab suci itu terang, kitab suci itu mencapai maksud dan merupakan kesatuan. Sifat alkitab tidak mungkin keliru ini artinya kitab/Alkitab tidak mungkin salah sebab Allah tidak mungkin keliru dalam menyatakan isi hatiNya. beberapa ayat Firman Tuhan yang dapat kita baca di dalam Alkitab seperti TauratMu benar (Mazmur 119:. Segala perintahMu adalah benar (Mazmur 119:. FirmanMu adalah murni (Amsal 30:. , firmanMu adalah kebenaran (Yohanes 17:. Yang berarti bahwa Alkitab sesungguhnya dalah kebenaran Allah seratus persen tanpa andil dari manusia sekalipun manusialah yang menuliskan semua perkataan-perkataan Allah. Doktrin Ineransi Alkitab Menurut Chichago Staements of Biblical Inneransi (CSBI) Pada waktu Deklarasi di Chicago doktrin Ineransi Alkitab . ditulis dan ditandatangani oleh lebih dari 200 pemimpin Injil dan disinilah ditegaskan secara resmi dan teologis sebagai ciri khas Injili. Organisineransiasi seperti The International Council on Biblical Inerrancy (ICBI) menjadi pelopornya CSBI: Alkitab adalah benar dalam hal apa pun yang dibicarakannya apakah itu tentang penebusan, etika, sejarah, ilmu pengetahuan, atau apa pun dan ada beberapa pasal yang ditetapkan menjadi pedoman diantaranya adalah: Pasal VI Kami menegaskan bahwa seluruh Kitab Suci dan semua bagiannya, sampai kepada kata-kata aslinya, diberikan oleh inspirasi ilahi. Kami menolak bahwa inspirasi dapat diklaim hanya atas keseluruhan tanpa bagian-bagian, atau atas sebagian bagian tetapi bukan Pasal X . Kami menegaskan bahwa inspirasi, secara ketat, hanya berlaku pada naskah asli . , yang dalam pemeliharaan Allah dapat dikenali dengan sangat akurat melalui manuskrip yang tersedia. Kami juga menegaskan bahwa salinan dan terjemahan Alkitab adalah Firman Allah sejauh mereka setia merepresentasikan naskah asli. Kami menolak bahwa unsur penting dari iman Kristen dipengaruhi oleh tidak adanya naskah asli. Kami juga menolak bahwa ketiadaan ini membuat doktrin ineransi tidak valid atau tidak relevan. Pasal IAeXIX (Articles IAeXIX): Pasal XI Kami menegaskan bahwa Kitab Suci, karena diberikan oleh inspirasi ilahi, tidak dapat salah . , sehingga tidak menyesatkan kita, melainkan benar dan dapat dipercaya dalam semua hal yang dikatakannya. Kami menyangkal bahwa Alkitab bisa sekaligus tidak dapat salah dan salah dalam pernyataannya. Ketidakbersalahan dan ketiadaan kesalahan . dapat dibedakan tetapi tidak Pasal XII Kami menegaskan bahwa Kitab Suci secara keseluruhan adalah tanpa salah . , bebas dari segala kepalsuan, tipuan, atau penipuan. Kami menolak bahwa infalibilitas dan inerransi Alkitab terbatas hanya pada tema-tema spiritual, religius, atau Jonar T. H Situmorang. Bibliologi (Yogyakarta: Andi, 2. , 34. Paul Marston. Roger Forster GodAos Strategy in Human History (Eugene: Wipf and Stock Publishers, 2. , 25Ae26. Seodarmo. Ikhtisar Dogmatika (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 33. penebusan, sambil mengecualikan pernyataan dalam bidang sejarah dan sains. Kami juga menolak bahwa hipotesis ilmiah tentang sejarah bumi dapat digunakan untuk menentang pengajaran Alkitab tentang penciptaan dan air bah. Pasal Xi Kami menegaskan bahwa penggunaan istilah "inerransi" tepat secara teologis untuk menyatakan kebenaran penuh dari Kitab Suci. Kami menolak bahwa Kitab Suci boleh diukur dengan standar kebenaran dan kesalahan yang asing terhadap tujuan dan cara Kami juga menolak bahwa inerransi dibatalkan oleh fenomena-fenomena Alkitab seperti: ketidakpresisian teknis modern, ketidakteraturan tata bahasa atau ejaan, deskripsi berdasarkan pengamatan indrawi, pelaporan kebohongan, penggunaan hiperbola dan angka bulat, pengaturan topikal, perbedaan dalam narasi paralel, atau kutipan bebas. Pasal XV Kami menegaskan bahwa doktrin ineransi berakar dalam pengajaran Alkitab tentang inspirasi. Kami menolak bahwa ajaran Yesus tentang Kitab Suci dapat ditolak dengan alasan akomodasi atau keterbatasan natur manusia-Nya. Pasal XVI Kami menegaskan bahwa doktrin ineransi telah menjadi bagian dari iman gereja sepanjang sejarahnya. Kami menyangkal bahwa ineransi adalah doktrin yang ditemukan oleh Protestan skolastik, atau sekadar reaksi terhadap kritik Alkitab modern. Teori Inerancy Alkitab Ada beberapa teori Inerancy Alkitab/ketidaksalahan alkitab yang ditulis oleh Paulus Daun yakni. Pertama. Full Inerancy (Alkitab terdapat kesalaha. pandangan ini dikemukan oleh kaum Liberalis dan orang yang tidak percaya menyebutkan bahwa Alkitab adalah buah karya tulis manusia yang berisi pengalaman keagamaan saja. karena manusia yang menulis sehingga dipastikan terdapat kesalahan. Kedua, ketanpasalahan Alkitab (Limited Ineranc. yaitu pandangan yang berpendapat bahwa ketanpasalahan Alkitab terdapat pada hal-hal yang bersifat Sipiritual saja, kemungkinan yang berhubungan dengan sains, atau ilmia pasti terdapat kekeliruan. Ketiga Ketanpasalahan Penuh (Full Inneranc. pandangan ini berpendapat bahwa Alkitab tidak salah baik dari Aspek rohaninya maupun yang berkaitan dengan Sejarah dan ilmiah ( benar secara menyeluru. Ke empat Ketanpasalahan mutlak (Absolute Inneranc. pandangan ini adalah pandangan kaum Evangelikal menyatakan bahwa Alkitab secara mutlak tanpa salah dan kekeliruan baik dari aspek Rohani maupun aspek Sejarah dan ilmiah. Sikap ini di Ungkapkan dalam Konfrensi di Chicago yang diuraikan dalam 19 butir pada saat itu. Setidaknya ada tiga kata yang harus di ingat dalam inerrancy Alkitab ini yakni Penyataan. Pengilhaman dan juga Penerangan yang akan menjadi standart utama kita sebagi orang percaya dalam mempelajari dan menelaah Alkitab tanpa kesalahan. Lasor menyatakan 2 hal yaitu tentang penyataan dan Pengilhaman. Penyataan yakni Allah menyatatakan dirinya menyingkapkan, membuka. Dalam penyataan terdapat dalam komunikasi Allah dengan manusia melalui penglihatan yang diberikanNya. Firman yang diucapkannya dan perbuatan yang dilakukanNya. Dalam penyataan Allah terdapat juga penyataan Umum. Khusus. Bertahap dan juga Rencana Keselamatan yang dari Allah. Pengilhaman adalah karya Allah untuk menjamin bahwa Penyataan tersebut diteruskan dengan tepat kepada orang lain dan pada ahirnya dituliskan dalam Alkitab. Istilah Yunani di ilhami ialah AuTheopneustopAy 2 tim 3:16 yang berarti di nafaskan oleh Allah, yang berarti Allah adalah sumber kitab suci dan karena itu kitab suci mempunyai suatu sifat yang membawa dampak tertentu terhadap orang yang membaca dan mendengarnya. Sifat-sifat Alkitab Sifat-sifat Alkitab ada tiga yakni Alkitab adalah berwibawa yang ke dua alkitab adalah cukup, dan yang ketiga Alkitab adalah jelas. Walaupun pandangan ini sedikit bertentangan dengan gereja RK (Roma Katoli. namun Gereja-gereja Reformasi mengungkapkan pendapatnya. Alkitab Berwibawa Alkitab berwibawa artinya, kuasa ada pada alkitab karena Alkitab adalah hasl pengilhaman Ilahi Alkitab tidak bergantung pada Gereja, akan tetapi penerimaan kita terhadap Alkitab itu gereja tidak berdiri dibawah Alkitab karena gereja data tersesat Paul Daun. Prolegomena Bibliologi: Doktrin Alkitab, 11. William Sanford LaSor and David Allan Hubbard. Old Testament Survey:The Message. Form, and Background of the Old Testament (Michigan: W. B Erdsman Publishing, 1. , 5Ae6. Lasor. Pengantar Perjanjian Lama 1: Taurat Dan Sejarah (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 4. seperti yang terjadi dalam sejarah gereja, maka gereja dibawah Alkitab dan Alkitab menghujudkan instansi di atas gereja Alkitab adalah Cukup Konsili Terente . hingga Konsili Vatikan II, memutuskan Alkitab adalah Firman Allah yang diberikan dengan pengilhaman Roh kudus. Cukup berarti Alkitab cukup untuk memimpin orang kepada hidup yang kekal (Yohanes 29:30 dan 2 Tim 3. dan bagi Tuhan Yesus apa yang tertulis di Alkitab telah Cukup. Alkitab sudah Jelas Penafsir yang Paling Ulung ialah Roh kudus karena Ialah penulis Alkitab dan gereja adalah alat roh kudus untuk menafsir Firman Allah oleh karena itu tiap orang yang mau menafsir alkitab harus tunduk pada penafsiran gereja dalam pandangan gereja Reformasi alkitab adalah jelas dan jalan keselamatan jelas di gambarkan sehingga alkitab terbuka bagi tiap orang. Prinsip Alkitab Tentang Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Kristen bersumber pada Alkitab yang harus diyakini sebagai firman Allah tanpa salah karena Alkitab adalah wahyu Allah sendiri lewat Roh Kudus dan setiap pengajar wajiblah mereka memerlukan penerangan dari Roh Kudus dan pusat dari Pendidikan Agama Kristen itu sendiri adalah Yesus Kristus sendiri. 21 Seperti tertulis dalam Alkitab 2 Tim 3:16 AuSegala tulisan yang di ilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaranAy. Keluarga Kristen merupakan suatu Persekutuan antar anak-anak dengan ayah dan ibunya dan juga kakek dan nenek yang sanggup untuk menciptakan lingkungan mereka sendiri. Persekutuan yang hidup yang tertambat oleh kasih Kristus. 22 Dan tidak mungkin mereka meletakkan dasar hidup tanpa mempercayai Kitab suci/Alkitab adalah firman Allah yang tanpa salah. Selain menjadikan Alkitab sebagai dasar dari prinsip tentang Pendidikan Agama Kristen, hal lain yang cukup penting dan tidak dapat diabaikan adalah kebergantungan pada karya Roh Kudus. Roh Kudus adalah pengajar yang sesungguhnya (Yoh 14:. Roh Kudus bukan hanya membimbing untuk memahami kebenaran tetapi Roh Kudus juga adalah Roh Kebenaran (Yoh 16:. Korelasi Inerancy Alkiab dengan Pendidikan Kristen di Keluarga Korelasi/Hubungan Innerancy Alkitab dalam Pendidikan Kristen di keluarga akan menjadi pedoman dalam menerapkan nilai-nilai Iman kristiani dalam kehidupuan sehari-hari yang Dimana setiap keluarga-keluarga Kristian menyadari bahwa Firman Allah/Alkitab adalah kebenaran mutlak yang harus di junjung tinggi dan diamalkan dalam setiap sikap dan Tindakan yang akan diterapkan. Pendidikan Agama Kristen merupakan Pendidikan yang berporos pada pribadi Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai firman Allah yang digunakan sebagai sumber dan acuannya. Martin Luther 1483-1548 mendefinisikan Pendidikan Agama Kristen sebagai suatu pendidikan yang melibatkan warga jemaat untuk belajar teratur dan tertib agar setiap warga jemaat menyadari dosa mereka serta bersukacita dalam firman Yesus Kristus yang memerdekakan. Disamping itu Pendidikan Agama Kristen memperlengkapi mereka dengan sumber iman, khususnya yang berkaitan dengan hal berdoa. Alkitab, dan rupa-rupa kebudayaan sehingga mereka mampu untuk melayani sesamanya temasuk masyarakat dan negara serta mengambil bagian dan bertanggung jawab dalam persekutuan Kristen. Dengan kata lain, bahwa Pendidikan Agama Kristen menjadi acuan yang mendasar dalam setiap kehidupan orang percaya yang berpusat pada Kristus, dan Alkitab sebagai pusat dalam Pendidikan Agama Kristen. Selanjutnya Homrighousen menyatakan bahwa arti Pendidikan Agama Kristen yang sesungguhnya adalah dengan menerima pendidikan itu, oleh setiap orang baik muda, dan tua untuk memasuki persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan sendiri sehingga kita semua terhisap dalam persekutuannya untuk mempermuliakan nama-Nya di segala waktu dan tempat. Harun Hadiwijono. Iman Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 21. Paulus Lilik Kristanto. Prinsip Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen, 27. Homrighausen and I. Enklaar. Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 128. Paulus Lilik Kristanto. Prinsip Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen, 19. Enklaar. Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 39. Keluarga adalah komunitas terkecil dalam keuarga yang akan melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana ajaran Alkitab yang kita percaya untuk tunduk pada otoritas Alkitab sehingga suami, istri, dan anak-anak akan melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sangat disayangkan jika masih banyak keluarga kristiani yang belum mengambil tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan pedoman Alkitab. Jadi setiap orang maupun guru yang mengajar Pendidikan Agama Kristen haruslah mendasarkan teorinya pada Alkitab dan karya Roh Kudus Allah sebagai sumber autentik yang telah disahkan dan di percayai. Dan jika ada orang ataupun guru yang mengajar Pendidikan Agama Kristen, tidak berdasarkan prinsip-prinsip Alkitabiah, dan bergantung pada kuasa Roh kudus maka dapatlah di pastikan bahwa kemungkinan besar pengajaranya adalah salah dan sesat. Pola Asuh Orang Tua Kristen yang Alkitabiah Pola asuh orang tua Kristen dalam mendidik anak adalah dengan berlandaskan atau bersumber pada kebenaran Firman Allah. Elisabeth menegaskan dasar utama dan yang terpenting bagi keluarga yang berpusat pada Kristus (Ef. Para orang tua secara tegas dinasihati dalam Alkitab tentang bagaimana membesarkan anak-anak mereka untuk hidup sebagai pengikut Kristus. Pernyataan ini menjadi pengingat akan tugas dan tanggung jawab orang tua dalam menolong anak-anak mereka untuk mempelajari Alkitab agar mereka dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Lebih lanjut. Nainggolan dan Janis menjelaskan bahwa pendidikan agama Kristen di gereja, sekolah, masyarakat, dan keluarga pada dasarnya berlandaskan pada Alkitab . Timotius 3:. , sehingga tidak mungkin untuk memisahkan pendidikan bagi anak-anak, khususnya di bidang iman, dari Alkitab. Dalam hal ini, perlu disadari bahwa orang tua adalah guru . yang pertama bagi anak ditengah keluarga yang mendidik anak secara tidak formal serta berperan sangat plural dimana interaksi terjadi pada waktu bersama-sama di rumah ketika memberikan pengajaran terhadap anak. Jadi dengan Mengaplikasikan kebenaran Alkitab maka disepatutnya orang tua menjadi teladan dan role model dalam Setiap keluarga Kristiani. Dalam hal ini bukan hanya pola asuh yang tepat sesuai firman Allah yang dapat diterapkan dalam Pendidikan keluarga namun juga dalam pengambilan keputusan (Etik. keptusan yang harus di ambil dengan mempertimbangkan situasi yang tepat pada saat yang tepat dan waktu yang tepat yang kita harus percayai bahwa semuanya berasal dari Allah sesuai dengan kebenaran Alkitab sehingga kita menjadi dewasa dalam iman dan pengiringan kita kepada Tuhan tanpa ragu dan mempertanyakan bagaimana kebenaran dapat dipercaya setiap waktu. Kurikulum Pendidikan Kristen di Sekolah Kurikulum Pendidikan Agama Kristen di sekolah-sekolah hendaknya memegang kebenaran Alkitab sebagai firman Allah yang dilhamkan oleh Allah tanpa salah sedikitpun. Jhon Milton Grogory dalam bukunya the Seven laws of Twacing seorang guru/pendidik haruslah orang yang sungguh mengetahui Pelajaran, kebenaran yang diajarkannya. 25 hal ini berarti Pendidik Kristen harus terlebih dahulu memahami kebenaran Alkitab lalu mengajarkannya ke murid. Pendidikan agama Kristen tidak hanya mengutamakan transformasi intelektual namun juga transformasi Spritual. Spiritual harus menjadi pusat dalam membangun Pendidikan Kristen, dan spiritual harus menjadi payung dari semua kurikulum Pendidikan agama Kristen. Dengan mengedepankan spiritual dalam Pendidikan kristiani diharapkan semua sekolah-sekolah diseluruh Indonesia ini memiliki prinsip yang sama bahawa Pendidikan Kristen harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran yakni Alktab yang tanpa salah yang harus selalu menjadi pedoman. Tantangan digital dalam dunia Pendidikan sangat kuat namun Pendidikan Kristen harus menjadi garda terdepan dalam membangun sebuah bangsa. Dan anak-anak adalah harapan bangsa yang diharapkan akan melestarikan nilai-nilai kebenaran Alkitab dalam segala aspek kehidupan yang sedang berlangsung. Ini berarti bahwa ketergantungan pada Allah yang menciptakan segala sesuatunya dalam dunia ini termasuk manusia, kurikulum harus menjadi fokus dengan menekankan kebenaran Alkitab. Jhon Milton Gregory. Tujuh Hukum Mengajar, 28Ae29. Tandius Kogoya. Pendidikan Kristen Di Era Society 5. 0: Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kristen Yang Relevan (Yogyakarta: Lumina Media, 2. , 48Ae49. Jean-Louis Ska. Introduction to Reading the Pentateuch (Pennsylvania: Eisenbrauns, 2. , 89. KESIMPULAN Ineransi Alkitab atau ketidaksalahan Alkitab memiliki keterkaitan yang erat dan berkesinambungan dengan pola kehidupan umat Kristen yang menerima dan mempercayai Alkitab sebagai kebenaran mutlak tanpa kesalahan. Keyakinan ini dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga. Pertama. Alkitab berfungsi sebagai pedoman utama dalam kehidupan keluarga Kristiani. Keluarga yang menjunjung tinggi kebenaran firman Tuhan akan menjadikan Alkitab sebagai dasar dalam membangun relasi, mendidik anak, dan membentuk karakter keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Kedua. Alkitab menjadi acuan khusus dalam perencanaan pendidikan Kristen. Dalam hal ini. Alkitab harus menjadi pusat dalam penyusunan kurikulum, pemilihan metode pembelajaran, serta dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah Kristen. Pendidikan iman tidak dapat dipisahkan dari kebenaran yang bersumber dari firman Tuhan. Ketiga. Alkitab menjadi dasar dalam pengambilan keputusan etis dalam setiap aspek kehidupan. Umat Kristen harus merujuk pada Alkitab untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, serta menjadikan prinsip-prinsip ilahi sebagai standar moral dalam merencanakan dan menjalani kehidupan sehari-hari. Apabila ketiga aspek tersebut diterapkan secara konsisten, maka ajaran Alkitab bukan hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dihidupi secara praktis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian. Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga akan berjalan efektif dan mencerminkan kebenaran firman Allah secara utuh. DAFTAR PUSTAKA