Article Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Personal Hygiene Siswa SDN 19 Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Tahun Dwi Murti1. Malik Saepudin 1*. Bambang Prayetno1 Jurusan Kesehatan Lingkungan. Poltekkes Kemenkes Pontianak * Correspondence: mlksaepudin66@gmail. Abstrak: Personal Hygiene was an individual or group effort to maintain health through It had a significant role in the growth and development of a child because elementary school children aged 6 to 12 years have a body that was vulnerable to health problems. This study aimed to describe the knowledge and behavior of Personal Hygiene students of SDN 19 Temajuk. Paloh District. Sambas Regency. This research was a descriptive study with a research population The research sample was 47 respondents consisting of 4th grade and 5th grade students. Citation: Murti. Saepudin. Prayetno. Au Gambaran Data was collected by filling out questionnaires and observations. The result of good knowledge Pengetahuan dan Perilaku Personal research was 34 . 34%) respondents, 9 . 15%) respondents were sufficient, and 4 . Hygiene Siswa SDN 19 Temajuk respondents were lacking. Sufficient behavior was 25 . 19%) respondents, 15 . 91%) good Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Tahun 2022 Ay Jurnal Riset respondents and 7 . 9%) less respondents. The conclusion of this study was that the knowledge Kesehatan Masyarakat, vol. 4, no. of Personal Hygiene of grade 4 and 5 at the SDN 19 Temajuk has mostly good knowledge. Apr. Meanwhile, the Personal Hygiene behavior of students is still in the sufficient category. The https://doi. org/10. 14710/jrkm. Received: 22 Feb 2024 author suggests that students can apply better Personal Hygiene behavior. Keywords : Knowledge. Behavior. Personal Hygiene. Elementary School Students Accepted: 14 Maret 2024 Published: 30 April 2024 Pendahuluan Personal Hygiene merupakan usaha dari individu atau kelompok dalam menjaga kesehatan melalui kebersihan. Personal Hygiene merupakan upaya individu dalam Copyright: A 2024 by the authors. Universitas Diponegoro. Powered by Public Knowledge Project OJS and Mason Publishing OJS theme. memelihara kebersihan diri, meliputi mandi, kebersihan kulit, gigi, mulut, mata, hidung, telinga, rambut, kaki, kuku, dan genital (Puspita et al. , 2. Pengetahuan tentang Personal Hygiene atau kebersihan diri mempunyai peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang seorang anak, karena pada anak sekolah dasar yaitu pada usia 6 sampai 12 tahun memiliki tubuh yang rentan terhadap masalah kesehatan (Anggraini et al. , 2. Anak-anak pada usia 6 sampai 12 tahun atau usia kanak-kanak akhir dan duduk di bangku sekolah dasar dan sedang mengalami perkembangan secara sosial. Pada usia ini Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 2 https://ejournal2. id/index. php/jrkm/index Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 2 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 48 of 54 orang tua tidak lagi secara penuh mengawasi setiap aktivitas anaknya. Pada masa tersebut anak-anak mulai belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan mereka akan cenderung lebih aktif untuk mengambangkan rasa ingin tahunya yang besar, serta bergaul bersama teman sebayanya. Karena hal tersebutlah anak-anak mengabaikan kebersihan tubuh, perilaku sehat, dan kebiasaan bersihnya (Puspita et al. , 2. Perilaku menjaga kebersihan diri adalah suatu upaya untuk memberdayakan siswa, guru, serta masyarakat lingkungan sekolah agar menjadi tahu, mau, serta mampu mempraktekkan bagaimana cara menjaga Personal Hygiene dan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat, sehingga dengan demikian tercipta sekolah yang bersih dan sehat, yang berdampak pada siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah yang terlindung dari berbagai ancaman dan gangguan penyakit (Anggraini et al. , 2. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak, pelayanan kesehatan anak usia sekolah dilakukan melalui usaha kesehatan sekolah. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020, cakupan sekolah SD/MI yang melakukan pelayanan kesehatan di Indonesia adalah 84,7%. Terdapat tiga Provinsi dengan cakupan terendah sekolah SD/MI yang melakukan pelayanan kesehatan adalah Papua . ,9%). Kalimantan Utara . ,6%), dan Sumatera Utara . ,6%). Pelayan kesehatan pada anak sekolah dasar meliputi peningkatan derajat kesehatan dan kemampuan hidup sehat atau Personal Hygiene peserta didik. Personal Hygiene pada anak usia sekolah dasar di Indonesia berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, anemia, penyakit kulit, cacingan, dan diare. Anakanak usia sekolah dasar yang tidak begitu mengerti dengan baik bagaimana menjaga Personal Hygiene khususnya kebersihan tangan dapat berpotensi menyebabkan penyakit cacingan. Selain kecacingan, penyakit lain yang juga disebabkan karena Personal Hygiene yang kurang adalah penyakit kulit. Personal Hygiene yang kurang pada anak juga dapat menyebabkan diare (Kusuma, 2. Berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020, jumlah penderita diare semua umur yaitu sebanyak 36. 527 penderita atau 27% dari perkiraan penderita semua umur yaitu sebesar 135. cakupan pelayanan penderita diare semua umur tertinggi adalah Kabupaten Kubu Raya yaitu 62,5%. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Sambas, pada tahun 2020 di Kabupaten Sambas terdapat 4. 116 kasus diare dengan persentase sebesar 54%. Dibandingkan tahun sebelumnya mengalami penurunan, dimana pada tahun 2019 terdapat 6. 195 kasus. Berdasarkan data Profil Puskesmas Temajuk tahun 2019 penyakit kulit alergi maupun infeksi dan diare termasuk dalam data sepuluh besar penyakit di wilayah Puskesmas Temajuk sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap penanganan kasus Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 2 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 49 of 54 Dilaporkan terjadi 12 kasus diare. Dari data yang dilaporkan Angka Kesakitan Diare tahun 2019 sebanyak 25 orang dengan persentase 113,6%. Kasus diare ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Personal Hygiene pada anak-anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pengetahuan, perilaku anak-anak terhadap Personal Hygiene, peran guru di sekolah, peran dan dukungan orang tua, ketersediaan sarana prasarana kebersihan diri dan juga akses terhadap media-media kesehatan (Kusuma, 2. Dalam penelitian Anggraini et al. mengenai Gambaran Personal Hygiene pada Siswa Sekolah Dasar Inpres 3/77 Ranowangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa bahwa, perilaku Personal Hygiene siswa masih rendah dan dalam penelitian Determinan Personal Hygiene pada Anak usia 9-12 Tahun yang dilakukan Kusuma . , hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30,1% kurang baik dalam melakukan Personal Hygiene, 38,4% memiliki pengetahuan kurang, 42,5% memiliki sikap negatif. Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk adalah salah satu sekolah dasar yang berada di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk juga merupakan sekolah yang berada di daerah perbatasan yaitu perbatasan Indonesia dan Malaysia. Karena berada di daerah perbatasan maka masih harus dioptimalkan perkembangan pendidikannya antara lain yaitu mengenai Pendidikan kesehatan diri salah satunya ialah mengenai Personal Hygiene. Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk memiliki jumlah siswa sebanyak 176 siswa, dengan jumlah siswa di kelas satu sebanyak 30 siswa, kelas dua sebanyak 29 siswa, kelas tiga sebanyak 54 siswa, siswa kelas empat sebanyak 31 siswa, siswa kelas lima sebanyak 20 siswa, dan siswa kelas enam sebanyak 22 siswa. Dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 82 siswa dan siswa perempuan sebanyak 94 siswa. Menurut hasil observasi. Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk memiliki halaman sekolah yang cukup bersih, tidak ada sampah yang berserakan dan untuk ruangan kelas cukup bersih. Namun memiliki WC/toilet siswa yang kurang kebersihannya atau kotor. Selain itu pula. Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang masih belum memadai. Hasil observasi yang dilakukan secara random pada siswa kelas 4 sampai 6 terdapat beberapa siswa yang memiliki kuku tangan yang panjang dan kotor, keluhan sakit gigi, bau mulut, rambut yang berbau tidak sedap, pakaian yang terdapat bercak kotoran dan berbau tidak sedap serta masih terdapat siswa yang saat bermain di luar ruangan kelas tidak menggunakan alas kaki dan tidak mencuci tangan dan kaki setelah selesai bermain. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan dan perilaku personal hy- Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 2 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 50 of 54 giene siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas tahun 2022. Metode Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2. Jenis penelitian ini yang dimaksud yaitu suatu pendekatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan dan perilaku Personal Hygiene siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas pada tanggal 27-28 Mei 2022. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas sebanyak 51 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa total populasi pada kelas IV dan V yang berjumlah 51 orang dengan jumlah siswa di masing-masing kelas IV dan V yaitu kelas IV berjumlah 31 orang dan kelas V berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner oleh responden dan observasi. Alat bantu yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel. Hasil dan Pembahasan Pengetahuan Personal Hygiene Siswa Sekolah dasar Negeri 19 Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Tahun 2022 Tabel 1. Pengetahuan Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk Tahun 2022 Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) Baik 72,34 Cukup 19,15 Kurang 8,51 Jumlah Tabel 1 menunjukkan dari 47 responden yang memiliki pengetahuan baik 34 orang dengan persentase 72,34%, responden yang memiliki pengetahuan cukup 9 orang dengan persentase 19,15%, dan responden yang memiliki pengetahuan kurang 4 orang dengan persentase 8,51%. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian Fatmawati & Fitriawati . mengenai Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Siswa-Siswi Tentang Personal Hygiene di SD Negeri Kota Jambi didapat bahwa 67 responden . %) memiliki pengetahuan baik. Pengetahuan merupakan hasil penginderaan manusia, atau hasil Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 2 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 51 of 54 tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimiliki, dan dipengaruhi oleh indentitas perhatian dan persepsi terhadap objek (Yunita & Sureskiarti, 2. Banyaknya siswa yang berpengetahuan baik mengenai personal hygiene ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden ini kemungkinan dipengaruhi oleh peran orang tua yang baik yang selalu memberikan informasi dan mengawasi responden dalam melakukan Personal Hygiene atau informasi dari petugas kesehatan selain itu pengetahuan responden diperoleh melalui media seperti buku, internet atau poster yang berisi informasi mengenai Personal Hygiene. Dari hasil penelitian, masih banyak terdapat beberapa pertanyaan yang banyak dijawab salah oleh responden yaitu pertanyaan mengenai tujuan dari personal hygiene adalah meningkatkan derajat kesehatan, memelihara kesehatan diri, pencegahan penyakit dan menciptakan keindahan, penampilan tidak rapi, kuku panjang, dan bau mulut adalah ciri-ciri seseorang kurang Personal Hygiene, badan gatal-gatal dan tubuh lebih mudah terkena penyakit kulit merupakan akibat dari kurangnya Personal Hygiene, dan apabila tidak mencuci tangan pakai sabun dapat menyebabkan diare dan infeksi Hal ini menunjukkan bahwa banyak responden yang belum mengetahui mengenai tujuan, ciri-ciri dan cara menjaga kebersihan diri terutama dalam menjaga kebersihan tangan, kuku dan mulut. Kurangnya pengetahuan ini karena sebelumnya siswa belum pernah diberikan penjelasan mengenai tujuan, ciri-ciri, dan cara dalam menjaga kebersihan diri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Notoatmodjo . , salah satu faktor yang dapat mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan kepercayaan orang. Hal ini juga dapat berdampak buruk kepada kesehatan anak karena kurangnya menjaga kebersihan diri akan mengakibatkan timbulnya suatu penyakit seperti penyakit kulit, gatal-gatal, kecacingan, diare maupun kerusakan pada gigi. Oleh karena itu sangat diperlukan upaya dari orang tua dirumah dalam menjelaskan dan mengawasi anak dalam menjaga kebersihan diri terutama kebersihan tangan, kuku dan mulut. Tidak hanya itu peningkatan pengetahuan siswa dapat juga diberikan oleh guru di Misalnya melalui bimbingan dari UKS dengan memberikan konseling bagi siswa disekolah untuk menjaga kebersihan dirinya. Selain itu untuk peningkatan pengetahuan siswa juga dapat diberikan oleh tenaga kesehatan yang membiayai sekolah tersebut dengan metode misalnya metode ceramah atau dengan media yang lebih menarik seperti gambar, poster, leaflet dan brosur atau melalui pemutaran film yang terkait Personal Hygiene. Perilaku Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Tahun 2022 Tabel 2 menunjukkan dari 47 responden yang memiliki perilaku cukup 25 orang dengan persentase 53,19%, memiliki perilaku baik 15 orang dengan persentase 31,91%, dan responden yang memiliki perilaku kurang 7 orang dengan persentase 14,9%. Hasil penelitian Fatmawati & Fitriawati . mengenai Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 2 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 52 of 54 Siswa-Siswi Tentang Personal Hygiene di SD Negeri Kota Jambi didapat bahwa responden yang memiliki perilaku baik yaitu 56 . %) responden dan responden yang memiliki perilaku kurang baik sebanyak 36 . %) responden. Tabel 2. Perilaku Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk Tahun 2022 Perilaku Frekuensi Persentase (%) Baik 31,91 Cukup 53,19 Kurang Jumlah Dari hasil penelitian yang dilakukan, rata-rata perilaku siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk masih dalam kategori cukup ada 25 responden dengan persentase 53,19%. Namun masih ditemukan beberapa siswa yang kurang dalam penerapan perilaku Personal Hygiene yaitu terdapat 7 responden dengan persentase 14,9%). Tetapi masih banyak juga siswa yang memiliki perilaku yang baik yaitu 15 responden dengan persentase 31,19%. Siswa yang memiliki perilaku Personal Hygiene yang baik ini telah mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari orang tua mereka sehingga mereka dapat berperilaku menjaga kebersihan diri selain itu siswa juga sudah memiliki kesadaran diri untuk meningkatkan motivasi dalam dirinya untuk berperilaku menjaga kebersihan diri. Oleh karena itu diharapkan kepada siswa yang memiliki perilaku Personal Hygiene yang baik dan orang tua yang membimbing dan mengawasi anaknya dengan baik mengenai kebersihan diri dapat terus menerapkannya sehingga bisa menjadi contoh untuk siswa dan orang tua lainnya. Serta, menurut Astrilia . perlu dilakukan upaya pemeliharaan Personal Hygiene secara rutin, karena pemeliharaan Personal Hygiene diperlukan untuk mendapatkan kenyamanan individu, keamanan dan kesehatan. Adapun perilaku yang masih kurang diterapkan oleh siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk yaitu mengenai jangka waktu yang baik untuk mengganti pakaian, manfaat menggosok gigi, bahaya makan makanan yang terlalu panas, dingin dan terlalu asam serta manis untuk kesehatan gigi, perilaku mencuci tangan, tidak menggunakan alas kaki pada saat bermain di luar ruangan, tidak mencuci kaki dengan air mengalir dan sabun setelah beraktivitas diluar ruangan, tidak mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan kecil serta sebelum dan sesudah makan, tidak memotong kuku secara rutin atau jika kuku sudah panjang, perilaku membersihkan mata, telinga dan hidung yang tidak menggunakan cara dan alat yang benar. Dari perilaku yang kurang diterapkan tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan siswa yaitu dapat menyebabkan penyakit seperti penyakit kulit karena tidak mengganti pakaian setelah mandi atau jika pakaian sudah kotor. Jika tidak menggosok gigi dengan baik dan rutin yaitu 3 kali sehari serta jika mengkonsumsi makanan yang terlalu dingin, asam dan panas akan menyebabkan kerusakan pada gigi yaitu gigi berlubang (Carie. Tidak menggunakan alas kaki saat bermain dan tidak mencuci kaki Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 2 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 53 of 54 menggunakan air mengalir dan sabun setelah beraktivitas di luar ruangan akan menimbulkan penyakit seperti kecacingan dan juga penyakit kulit. Tidak mencuci tangan dengan air sabun setelah buang air besar dan kecil serta sebelum dan sesudah makan dan tidak memotong kuku secara rutin atau jika kuku sudah panjang dan kotor akan dapat menyebabkan diare dan kecacingan. Membersihkan mata, telinga dan hidung yang tidak menggunakan cara dan alat yang bener juga akan berdampak buruk pada kesehatan mata, telinga dan hidung seperti iritasi pada mata akibat membersihkan mata dengan menggosoknya menggunakan jari. Perilaku siswa yang kurang tersebut akan berbahaya jika pengetahuannya juga Untuk itu diperlukan peran orang tua siswa untuk memberikan bimbingan dan mengawasi anak untuk berperilaku menjaga kebersihan diri. siswa juga harus meningkatkan motivasi dalam dirinya untuk berperilaku menjaga kebersihan diri seperti mencari informasi mengenai kebersihan pada petugas kesehatan, orang tua maupun guru di sekolah. Selain itu, setelah mendapatkan informasi sebaiknya siswa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi petugas kesehatan sebaiknya selalu memberikan penyuluhan secara rutin di sekolah-sekolah mengenai PHBS khususnya menjaga kebersihan diri pada anak sekolah Selain itu, bagi pihak sekolah untuk memberikan Pendidikan dan mengarahkan siswa untuk melakukan Personal Hygiene dengan memasang poster maupun materi-materi yang menarik mengenai Personal Hygiene sehingga siswa tertarik untuk membacanya dan siswa mudah untuk menerapkannya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa pengetahuan Personal Hygiene siswa kelas 4 dan 5 di Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk sebagian besar berpengetahuan baik, dan perilaku Personal Hygiene siswa rata-rata masih dalam kategori cukup. Penulis menyarankan agar siswa dapat menerapkan perilaku Personal Hygiene yang lebih baik, dan pihak sekolah sebaiknya menyediakan fasilitas penunjang seperti tempat cuci tangan, sabun dan air bersih yang cukup. Referensi