JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. KEMISKINAN SEBAGAI MASALAH SOSIAL BERDASARKAN PANDANGAN KEHIDUPAN SOSIAL MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH KELAS PALEMBANG 1,2 Carissa Muthia Nadira. Sani Safitri 1,2 Program Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sriwijaya Email: carissamuthianadira@gmail. sani_safitri@fkip. ABSTRAK Sebagai permasalahan yang kompleks, kemiskinan menjadi masalah sosial dalam pembahasan yang Pada umumnya, kemiskinan seringkali terjadi dalam negara yang berkembang. Indonesia sebagai negara berkembang juga mengalami permasalahan sosial berupa kemiskinan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui masalah sosial kemiskinan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Kajian data pustaka yang memuat informasi yang kemudian diolah sebagai bahan penelitian, yang bersumber dari jurnal dan buku. Dalam artikel ini, dilakukan pembahasan mengenai kemiskinan, juga ditambah pandangan kehidupan sosial dari mahasiswa pendidikan sejarah kelas Palembang. Artikel ini membahas bagaimana penyebab hingga dampak masalah kemiskinan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kemiskinan dapat diatasi dengan diadakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kesempatan kerja, akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, dan lain-lain. Kedua hal tersebut dikembangkan pokokpokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Kata Kunci: Kemiskinan. masalah sosial. IPS. ABSTRACT As a complex problem, poverty becomes a social problem in serious discussion. In general, poverty often occurs in developing countries. Indonesia as a developing country also experiences social problems in the form of poverty. This article aims to find out the problem of social poverty that occurs. The method used is a qualitative approach method with literature studies. Literature data studies containing information that is then processed as research material, sourced from journals and books. In this article, a discussion is carried out on poverty, also added to the views of social life from history education students in the Palembang class. This article discusses how the causes and impacts of poverty problems. The conclusion in this study is that poverty can be overcome by holding quality and affordable education, skills training to increase employment opportunities, access to affordable health services, and others. Both of these things are developed into new ideas which are the essence of the research findings. Keywords: Poverty. social problem. IPS. PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan sosial (IPS) atau juga dapat disebut social studies adalah penyederhanaan ilmu-ilmu sosial yang bertujuan sebagai pengajaran, mencakup ekonomi, sejarah, sosiologi, geografi, antropologi, dan lain-lain (Ratnawaty, 2. Social studies digunakan sebagai pembawa berkelanjutan pada disiplin ilmu-ilmu sosial sebagaimana social studies yang bersifat interdisipliner, hal itu berarti dengan penetapan DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. sebuah masalah-masalah tertentu berdasarkan kerangka referensi, kemudian melakukan peninjauan melalui berbagai sudut pandangan dan mencari hubungan antara satu dengan yang lain menggunakan logika. Dalam perkembangan masyarakat. IPS dibutuhkan agar masyarakat tersebut dapat mencapai kesejahteraan (Marhayani, 2. Aspek kehidupan sosial yang berkaitan dengan dengan ilmu pengetahuan sosial sebagai landasan terciptanya gejala sosial dan masalah sosial. Masalah sosial adalah suatu kondisi dan situasi dimana dibutuhkan pemecahan masalah untuk di atasi. IPS sebagai pembelajaran memerlukan bagaimana siswa dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutannya di kehidupan masyarakat, tidak hanya berdasarkan materi yang dipelajari Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengangkat contoh kasus gejala sosial dan masalah sosial pada lingkungan masyarakat, sehingga siswa dapat mengerti secara lebih Dalam hal ini dapat diangkat dalam masyarakat dengan kasus masalah sosial, yaitu mengenai masalah kemiskinan. Kemiskinan merupakan masalah sosial yang mengkhawatirkan dan kompleks di dunia. Kemiskinan sebagai masalah sosial yang seringkali terjadi di negara berkembang. Sebagai negara berkembang. Indonesia juga mengalami masalah kemiskinan. Suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan serta menggapai tujuan hidupnya dalam tingkat minimal dapat disebut sebagai kemiskinan (Itang, 2. Kompleks berarti dalam membahas kemiskinan, aspek yang ikut dibahas bukan hanya ekonomi melainkan terdapat berbagai macam aspek lainnya seperti dimensi sosial, kesehatan, lingkungan, budaya, pendidikan, sosial politik, agama, serta budi pekerti (Suryawati, 2. Kemiskinan perlu dibahas secara multidimensional sebagai upaya kebijakan untuk mengatasinya. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini digunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi Dalam hal ini, peneliti mengumpulkan data yang didapatkan dari jawaban kuesioner yang telah dibuat peneliti, selain itu peneliti juga mengumpulkan berbagai kajian data pustaka yang memuat informasi yang kemudian diolah sebagai bahan penelitian, yang bersumber dari jurnal dan buku. Dalam penelitian ini, peneliti menelaah bagaimana fenomena kemiskinan terjadi, sehingga akan ditelaah penyebab, serta dampaknya bagi kehidupan. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. Tabel 1. Pertanyaan Yang Diberikan Kepada Responden Mengenai Masalah Kemiskinan Pertanyaan Apakah disekitar lingkungan anda terdapat kasus kemiskinan? Jika ada, bagaimana respon anda terhadap kasus kemiskinan tersebut? Jika ada, bagaimana respon serta menanggulangi kemiskinan tersebut? HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kemiskinan adalah suatu masalah kompleks sehingga harus dipandang melalui berbagai macam aspek pandangan. Dalam pandangan ekonomi, jelas kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya meskipun dalam tingkat minimal. Dalam pandangan perpolitikan, kemiskinan adalah suatu kondisi seseorang tidak mempunyai kekuatan untuk kekuasaan . Juga, dalam pandangan sosial psikologis, kemiskinan adalah kurangnya kesempatan untuk peningkatan produktivitas akibat dari stuktur dan dukungan sosial yang tidak memadai. Faktor paling kuat sebagai pengaruh munculnya kemiskinan diantaranya pendidikan, keterbatasan akses kesehatan, lokasi, keuangan, pendapatan, dan pelayanan publik. Menurut Gunawan Sumodiningrat . , kemiskinan terbagi dalam tiga pengertian, antara lain . seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya yang meliputi sandang, pangan, papan. kemiskinan kultural, artinya seseorang tersebut miskin atas budayanya karena tidak mau berusaha. kemiskinan yang relatif, hal ini berkaitan dengan pembangunan, dimana ketidakseimbangan pembangunan yang menyebabkan pendapatan tidak seimbang. Seorang ahli bernama Oscar Lewis mengemukakan teori kemiskinan budaya, yaitu kemiskinan disebabkan oleh dalam diri . sebagai akibat dari budaya orang miskin, misalnya rendahnya pendidikan sehingga tidak memiliki etos kerja, kemiskinan akibat kemalasan, terlalu mudah menyerah, dan lain-lain. Sedangkan penyebab kemiskinan oleh hal luar . adalah adanya peraturan resmi . yang menghambat seseorang untuk memanfaatkan sumber daya dirinya, hal ini dapat disebut sebagai kemiskinan struktural dimana seseorang yang miskin tersebut dapat berkembang namun terhalang kesempatan akibat dari sistem dan struktur sosial (Huraerah, 2. Secara konsepsional, kemiskinan adalah dimana seseorang tidak dapat mencukupi kebutuhannya secara dasar. Secara operasional kemiskinan adalah orangorang yang berada pada tingkatan terendah. Penduduk miskin adalah orang-orang yang DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. berada pada tingkatan rendah, dimana pembangunan sebagai upaya menanggulangi serta menargetkan agar sekelompok orang tersebut dapat naik sehingga tidak berada pada garis rendah (Anwar, 2. Kemiskinan lahir sebagai dampak dari proses pembangunan yang tidak mencapai target kepada sebuah perbaikan sosial, sehingga tujuan dari program penanggulangan kemiskinan adalah kesejahteraan masyarakat. Tabel 2. Jawaban Dari Pertanyaan Yang Diberikan Responden Pertanyaan Apakah disekitar lingkungan Jawaban Dari Ada: 12 Mungkin ada: 2 Tidak ada: 0 Jika ada, bagaimana respon anda terhadap kasus kemiskinan Terdapat berbagai macam respon dari responden, tetapi rata-rata bantuan secara pribadi, dan 8 responden menjawab menyerahkan kepada pemerintah, misalnya dinas sosial atau pemberian program Jika ada, bagaimana respon serta Berikut ini adalah jawaban dari 12 responden yang menjawab ada. DOI : a. Setidaknya memiliki pekerjaan agar tidak semua masyarakat di sekitar mengalami kemiskinan dengan cara bekerja. Meningkatkan Akan memberikan bantuan bantuan kebutuhan bahan Memberikan bantuan dengan bansos . Memberikan bansos. Pemerintah dalam hal ini JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. pejabat di level terendah. Dalam DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 DOI : a. -ISSN. -ISSN. hal ini RT. RW, lurah, hingga camat harus bisa memantau semua warganya. Jika ada yg masuk kategori miskin. Bagianbagian dari pemerintah diatas harus segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk Atau bisa juga berkoordinasi dengan ulama dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan penanganan secara swadaya. Karena itulah salah satu fungsi mereka memangku jabatan di wilayah Mengedukasi melakukan pinjaman online karena itu akan membuat kasus kemiskinan menaik, membuka lapangan kerja seperti tenaga kerja untuk membuka usaha. Tentunya pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menangani fenomena kemiskinan tersebut antara lain dengan melalui bantuan sosial (Banso. serta tentu nya mengupayakan berbagai cara dalam menangani berbagai masalah kemiskinan tersebut yang salah satunya dengan cara Setidaknya memiliki pekerjaan agar tidak semua masyarakat di sekitar mengalami kemiskinan dengan cara bekerja. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. Bentuk- bentuk kemiskinan Menurut Nasikun . , terdapat bentuk-bentuk kemiskinan yang terbagi menjadi kemiskinan absolut, relatif, kuntural, serta struktural. Berikut ini adala penjelasannya, antara lain: Kemiskinan absolut, suatu kondisi dimana penghasilan seseorang rendah dan tidak dapat mencukupi hidupnya setidaknya pada batas minimum. Kemiskinan relatif, sebagai ketimpangan yang terjadi pada pendapatan seseorang atas kebijakan pembangunan tidak berjalan sebagaimana seharusnya . idak Kemiskinan kultural, dimana kemiskinan disebabkan oleh dalam dirinya sendiri . , yang disebabkan oleh faktor budayanya seperti sifat pemalas, tidak mau berusaha, boros, menolak untuk berusaha agar dapat memperbaiki kehidupan, tidak kreatif meskipun ada bantuan dari pihak luar. Kemiskinan struktural, aspek yang mengacu pada sistem sosial budaya dan sosial politik atas rendahnya akses terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu yang tidak mendukung pembebasan kemiskinan, tetapi seringkali menyebabkan suburnya kemiskinan sehingga menciptakan kemiskinan. Bentuk kemiskinan inilah yang menjadi penyebab tumbuh dan berkembangnya ketiga kemiskinan yang lain (Jarnasy, 2. Jenis-jenis kemiskinan Menurut MasAooed . , berikut ini penjelasan kemiskinan terbagi atas dua jenis yaitu kemiskinan yang tercipta secara alamiah dan kemiskinan buatan . Kemiskinan alamiah, dimana kondisi sumber daya alam yang langka sehingga menciptakan kemiskinan, misalnya keadaan tanah yang tandus. Kemiskinan buatan, sistem modernisasi atau pembangunan merupakan penyebab yang paling sering sehingga membuat masyarakat tidak dapat menguasai sumber daya, sarana, dan fasilitas ekonomi yang ada secara merata. Ciri kemiskinan Menurut Salim . , seseorang dapat dikatakan miskin apabila kehidupan orang tersebut masuk ke dalam ciri-ciri yaitu sebagai berikut. Seseorang tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, peralatan kerja, dan keterampilan. Rendahnya tingkat pendidikan. Bersifat menganggur atau tidak bekerja dan membuka usaha tapi dalam bentuk kecil . ektor informa. Kebanyakan berada di pedesaan atau daerah tertentu perkotaan . lum are. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. kesempatan untuk mendapatkan sesuatu seperti bahan kebutuhan pokok, pakaian, perumahan, fasilitas kesehatan, air minum, pendidikan, angkutan, fasilitas komunikasi, dan kesejahteraan sosial lainnya secara cukup kurang. Dampak kemiskinan Macam-macam kemiskinan berdampak bagi kehidupan, adapun dampak dari kemiskinan sebagai berikut (Itang, 2. Pengangguran, pengangguran berkaitan antara pendidikan dengan keterampilan seseorang. Apabila seseorang tersebut tidak mendapatkan pekerjaan sehingga ia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kriminalitas, kriminalitas merupakan cabang dari dampak kemiskinan. Setiap orang harus mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya ia akan merasa terdesak, sehingga muncul kriminalitas berupa perampokan, pencurian, penjambretan, dan lainlain. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan, dalam bidang pendidikan, hal ini merupakan dampak dari putus sekolah dan kurangnya kesempatan pendidikan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, misalnya ketidaksanggupan pada biaya. Sehingga dalam mencari pekerjaan, hal ini menjadi penghambat karena kesempatan untuk mencari pekerjaan yang layak akan kalah dengan yang memperoleh Kesehatan, kemiskinan berdampak besar pada kesehatan. Masyarakat miskin cenderung berkehidupan yang tidak layak, karena untuk memenuhi kehidupan sehari-hari pun terasa sulit. Sehingga tidak jarang, kemiskinan berdampak pada kesehatan, misalnya stunting, gizi buruk, atau penyakit Buruknya generasi penerus, keterbatasan generasi penerus akibat kemiskinan berdampak buruk pada kehidupan anak tersebut. Anak-anak berhak untuk mendapatkan pendidikan serta kehidupan yang layak, namun kemiskinan dapat membuat seseorang tidak mendapatkan haknya tersebut. Misalnya anak-anak jalanan yang mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. akan kehilangan haknya, di usia mereka harusnya mendapatkan pendidikan dan kebahagiaan. Hal ini mengakibatkan tekanan apabila anak tersebut memiliki tekad yang kuat untuk memperoleh pendidikan. Tekanan tersebut akan berdampak pada kesehatan mentalnya. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. KESIMPULAN IPS sebagai pembelajaran memerlukan bagaimana siswa dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutannya di kehidupan masyarakat, tidak hanya berdasarkan materi yang dipelajari saja. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengangkat contoh kasus gejala sosial dan masalah sosial pada lingkungan masyarakat, sehingga siswa dapat mengerti secara lebih jelas. Dalam hal ini dapat diangkat dalam masyarakat dengan kasus masalah sosial, yaitu mengenai masalah kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu kondisi hidup yang serba kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Kemiskinan disebabkan oleh berbagai hal, seperti kurangnya akses terhadap pekerjaan yang layak, kurangnya pendidikan dan keterampilan, diskriminasi dan ketidaksetaraan sosial, krisis ekonomi dan ketidakstabilan, dan lain-lain. Namun, kemiskinan dapat diatasi dengan misalnya diadakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kesempatan kerja, akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, dan lain-lain. Kedua hal tersebut dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan REFRENSI Anwar. Pengertian Kemiskinan. IAIN Medan. Budiarti. Pengembangan kemampuan kreativitas dalam pembelajaran IPS. Jurnal pendidikan ekonomi UM Metro, 3. , 61-72. Hasibuan. Juanda. , & Mulatsih. Analisis sebaran dan faktor penyebab kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusines. , 7. , 79-91. Huraerah. Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 12. , 3-13. Itang. Faktor Faktor Penyebab Kemiskinan. Tazkiyya: Jurnal Keislaman. Kemasyarakatan dan Kebudayaan, 16. , 1-30. Jarnasy. Keadilan. Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan. Belantika. Jakarta. MasAooed. Politik. Birokrasi dan Pembangunan. Pustaka Pelajar Offset. Yogyakarta. Nasikun. Diktat Mata Kuliah. Isu dan Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan. Magister Administrasi Publik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Rustantono. Rasyid. Cholifah. Yanti. Sumiharti. Amral. , . DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. Hutabarat. Exploring the Role of Family Economic Education in Meeting Economic Demands. Sociocultural Dynamics, and Enhancing Economic Literacy. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16. , 1947-1958. Salim. Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan. Idayu. Jakarta. Sumodiningrat. Penanggulangan Kemiskinan Melalui Kredit Pedesaan. Seri Kajian Fiskal dan Moneter No. Jakarta: PT. Bina Rena Pariwara Cetakan ke 2, h. Syawie. Kemiskinan dan kesenjangan sosial. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 16. DOI : a.