JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas i di SDN Susukan 03 Pagi Sendy Annafi Rizqi1*. Kasriman1 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jakarta. Indonesia *Corresponding author email: sendyya@gmail. Article Info Article history: Received Augustus 18, 2025 Approved November 16, 2025 Keywords: Think-Pair-Share. Uno Multiplication Cards. Multiplication Understanding. Cooperative Learning. Elementary School Mathematics ABSTRACT This research aims to analyze the influence of the Think-Pair-Share (TPS) cooperative learning model combined with Uno Multiplication Cards on the multiplication concept understanding of third-grade students at SDN Susukan 03 Pagi. The problem addressed is the low mathematics learning outcomes of students, specifically in multiplication, and the minimal use of innovative and interactive teaching methods. The research used a quantitative approach with a Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group design, involving 63 students who were divided into an experimental group (TPS Uno Card. and a control group . onventional learnin. The t-test results revealed a significant difference between the two groups . -value 0. , with the experimental group's posttest average score increase being higher than the control group's. The N-Gain analysis indicates moderate effectiveness . for the experimental class and low effectiveness . for the control class. This finding proves that combining the TPS model with Uno Multiplication Cards is effective in improving students' understanding of multiplication concepts and actively and enjoyably engaging them. This research recommends implementing this method in mathematics learning to strengthen students' learning outcomes as well as their social skills. ABSTRAK Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) yang dipadukan dengan media Kartu Perkalian Uno terhadap pemahaman konsep perkalian siswa kelas i SDN Susukan 03 Pagi. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa, tepatnya pada materi perkalian, serta minimnya penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain PretestPosttest Nonequivalent Control Group, melibatkan 63 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (TPS Kartu Un. serta juga kelompok kontrol . embelajaran Hasil uji t-test mengungkapkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok . -value 0,. , dengan peningkatan skor rata-rata posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kontrol. Analisis N-Gain mengindikasikan efektivitas sedang . ,4. untuk kelas eksperimen dan rendah . ,1. untuk kelas kontrol. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi model TPS dengan media Kartu Perkalian Uno efektif meningkatkan pemahaman konsep perkalian dan keterlibatan siswa secara aktif dan menyenangkan. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan metode ini dalam pembelajaran matematika untuk memperkuat hasil belajar sekaligus keterampilan sosial siswa. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2594 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . How to cite: Rizqi. , & Kasriman. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas i di SDN Susukan 03 Pagi. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 2594Ae https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses kompleks yang berfokus pada perubahan dalam perilaku, pemahaman, atau keterampilan individu sebagai hasil dari pengalaman (Sukadana. Secara umum, teori pembelajaran mengajarkan bahwa pembelajaran tidak hanya sebatas penguasaan materi, melainkan juga mencakup kecakapann siswa untuk berpikir kritis, lalu berkolaborasi, hingga juga menamatkan masalah yang dihadapi. Pembelajaran matematika di sekolah dasar dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan kognitif siswa dan membantu mereka memahami konsep dasar matematika. Namun, banyak siswa kesulitan, terutama dalam Jika tidak ada metode pembelajaran yang tepat, hal ini dapat berdampak negatif pada hasil belajar dan motivasi siswa. Untuk mengatasi permasalahan belajar, diperlukan pendekatan yang inovatif agar siswa aktif dan memahami materi dengan baik. Model pembelajaran kooperatif TPS telah terkonfirmasi efektif untuk memperkuat keterlibatan siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe TPS pertama kali dihadirkan oleh Frank Lyman pada tahun 1981. Model ini bermaksud melancarkan interaksi antar siswa hingga meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam proses TPS terdiri dari tiga tahap utama, yakni Think . , lalu Pair . , hingga Share . , yang dirancang untuk mendesak siswa dalam memikirkan ide secara mandiri, mendiskusikan ide mereka dengan teman sepasangannya, dan berbagi pemikiran mereka dengan seluruh kelas. Melalui tahapan ini, model TPS dapat menyebabkan siswa untuk berinteraksi dengan lebih mendalam dan mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama, dan berpikir kritis mereka (Astriani & Dhana, 2. Dengan TPS, siswa tidak hanya memahami materi lebih baik, melainkan juga melatih komunikasi, kerjasama, hinga percaya Berbagai penelitian oleh (Sukadana, 2. , (Muhammad Sabiq. Marhami, 2. , (Rismayanti et al. , 2. , (Astriani & Dhana, 2. , dan (Sudarsih, 2. menunjukkan efektivitas model ini dalam pembelajaran matematika. Penggunaan media pembelajaran yang interaktif serta juga menyenangkan sangat diperlukan untuk menopang siswa memahami konsep perkalian. Kartu Perkalian Uno dirancang secara kreatif untuk memperkuat motivasi serta juga minat belajar siswa. Penelitian oleh Jumrah . dan Rachmawati & Erwin . menunjukkan efektivitas media ini dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang materi perkalian. Kartu Perkalian Uno yakni sebagian media pembelajaran berbasis permainan yang dapat diaplikasikan untuk mengajarkan konsep dasar perkalian dengan taktik yang menyenangkan serta juga interaktif. Media ini mengintegrasikan unsur permainan kartu Uno yang sudah dikenal oleh banyak siswa dengan tujuan edukatif untuk memperkenalkan dan mengasah keterampilan matematika, khususnya perkalian. Kartu Perkalian Uno dirancang untuk menghasilkan proses belajar lebih menarik, interaktif, serta juga mengurangi kebosanan yang sering muncul dalam pembelajaran konvensional. Sebab itu, model pembelajaran ini tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan konsep-konsep matematika dasar, melainkan juga untuk memotivasi siswa agar lebih aktif dan terlibat dalam pembelajaran (Jumrah, 2. (Rachmawati & Erwin, 2. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2595 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Penerapan model pembelajaran TPS yang digabungkan dengan media Kartu Perkalian Uno diharapkan dapat meningkatkan pemahaman perkalian siswa kelas i SD. Pemahaman konsep perkalian merujuk pada kemampuan siswa untuk memahami, menguasai, dan menerapkan operasi perkalian dalam berbagai situasi atau konteks matematika. Konsep perkalian bukan hanya khusus pada pemahaman konsep perkalian, melainkan juga melibatkan pemahaman yang lebih terperinci tentang arti dan tujuan dari operasi ini. Pemahaman konsep perkalian yang kokoh akan memuluskan siswa dalam menuntaskan masalah matematika yang lebih pelik, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan mempersiapkan mereka untuk belajar topik matematika yang lebih lanjut, seperti pembagian, aljabar, atau geometri (Jumrah. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menekankan pemahaman konsep perkalian, bukan hanya sekadar mengajarkan cara mengalikan angka. Pendekatan ini membantu mengatasi kesulitan belajar, meningkatkan hasil belajar, dan membangun sikap positif siswa terhadap matematika. Penelitian ini penting untuk pengembangan model pembelajaran tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, ada beberapa masalah dalam pembelajaran matematika, terutama materi perkalian, di kelas 3 SD. Hasil belajar siswa masih rendah, siswa kesulitan menghafal dan memahami konsep perkalian, model pembelajaran yang digunakan terkesan konvensional, dan belum ada pengaplikasian model pembelajaran kooperatif TPS dengan media Kartu Perkalian Uno di SDN Susukan 03 Pagi. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis pengaruh model TPS, mengkaji efektivitas Kartu Perkalian Uno, serta juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengaplikasian model dan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Sebab itu, maksud dari riset ini yakni mendeteksi pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan Kartu Perkalian Uno terhadap pemahaman konsep perkalian pada Siswa Kelas i SD. Kajian ini juga mengevaluasi apakah model ini meningkatkan pemahaman perkalian secara interaktif dan menyenangkan. METODE Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif untuk menguji pengaruh model pembelajaran terhadap pemahaman konsep perkalian. Peneliti ingin menguji efektivitas model TPS dengan media Kartu Perkalian Uno pada siswa kelas i SD. Jenis penelitian yang dipakai yakni Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design, dengan dua kelompok, yakni kelompok eksperimen serta juga kontrol. Kedua kelompok akan diserahkan pretest serta juga posttest untuk mengukur perubahan pemahaman setelah perlakuan. Data dianalisis untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok sebagai evaluasi efektivitas pembelajaran TPS. Pendekatan ini memberikan evaluasi yang valid terhadap hasil belajar siswa. Kajian ini dikerjakan di SDN Susukan 03 Pagi, yang bertempat di Jl. Baping. RT. 10/RW. Susukan. Kec. Ciracas. Kota Jakarta Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama dua bulan. Populasi dalam riset ini yakni segenap peserta didik kelas i di SDN Susukan 03 Pagi pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, yang relevan dengan pengembangan pemahaman konsep matematika dasar, khususnya perkalian. Sampel meliputi dua kelas, ialah kelas eksperimen dengan 32 siswa yang mengaplikasikan model TPS serta juga kelas kontrol dengan 31 siswa yang menggunakan pendekatan konvensional. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling, yang mempertimbangkan kesiapan guru, waktu belajar, dan kesetaraan karakteristik akademik. Ukuran sampel total adalah 63 siswa, memungkinkan analisis statistik yang valid untuk mendeteksi perbedaan signifikan antara kedua kelompok dan menyimpulkan efektivitas model pembelajaran. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2596 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Teknik pengumpulan data dalam riset ini melibatkan pemahaman konsep perkalian sebagai kemampuan siswa dalam mengenali dan menerapkan operasi perkalian. Pemahaman ini mencakup prinsip dasar sebagai bentuk penjumlahan berulang dan penerapannya dalam konteks sehari-hari. Instrumen penelitian yang dipergunakan yakni tes objektif pilihan ganda yang telah disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep perkalian, termasuk arti perkalian, penyelesaian soal penjumlahan berulang, dan hasil perkalian dalam konteks soal cerita. Uji validitas dilakukan untuk meyakinkan bahwa soal-soal yang disusun dapat mengukur pemahaman konsep perkalian secara tepat. Hasil analisis menunjukkan semua butir soal valid. Pengujian reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach menunjukkan nilai 0,705, lebih tinggi dari standar minimum 0,70, akibatnya instrumen ini dilaporkan reliabel untuk mengukur kemampuan menghafal perkalian siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) digunakan dalam penelitian ini untuk meningkatkan partisipasi siswa. Model TPS dipadukan dengan Kartu Perkalian Uno sebagai alat bantu untuk memperkuat konsep Tujuan penggunaan media ini adalah untuk meningkatkan minat belajar dan kejelasan konsep yang dipelajari. Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian, termasuk lembar validasi soal serta juga model pembelajaran, layak digunakan. Validitas instrumen observasi dievaluasi melalui konsultasi ahli untuk memastikan instrumen mewakili aspek relevan penelitian. Reliabilitas dihitung mengaplikasikan koefisien Cronbach's Alpha yang membuktikan konsistensi internal instrumen. Nilai alpha yang mendekati 1 menandakan reliabilitas tinggi, dengan standar 0,70 dianggap memadai untuk pengukuran variabel penelitian. Analisis data dalam penelitian dimulai dengan pengolahan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data pretest dan posttest. Statistik deskriptif ini meliputi perhitungan nilai rata-rata, lalu simpangan baku, hingga distribusi nilai untuk memahami pemahaman konsep perkalian siswa sebelum serta juga sesudah pembelajaran. Sebelum menguji hipotesis, perlu dilakukan pengujian terhadap persyaratan analisis untuk memastikan data memenuhi asumsi statistik. Uji normalitas dikerjakan untuk menyaksikan apakah data berdistribusi normal, memakai Kolmogorov-Smirnov Test. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka data dianggap normal. Uji homogenitas varians dikerjakan dengan LeveneAos Test untuk meyakinkan bahwa varians data dari dua kelompok yakni sama. Keputusan diambil berdasarkan nilai signifikansi. Pengujian hipotesis dilakukan untuk menemukan apakah ada perbedaan signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen serta juga kontrol setelah perlakuan. Uji independent sample t-test diaplikasikan karena data berdistribusi normal serta juga varians homogen. Hasil analisis menampilkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok. Analisis efektivitas dilakukan menggunakan rumus N-Gain untuk menilai peningkatan pemahaman siswa. N-Gain diklasifikasikan menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Perbandingan rata-rata N-Gain antara kelas eksperimen serta juga kontrol menerangkan tingkat efektivitas model pembelajaran yang Hasil yang lebih tinggi pada kelas eksperimen menampilkan model lebih efektif dalam memperkuat pemahaman siswa. Untuk menguji hipotesis penelitian secara kuantitatif, maka hipotesis statistik dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Hipotesis Nol (HCA): Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pemahaman Konsep Perkalian siswa yang menggunakan Kartu Perkalian Uno dan siswa yang tidak menggunakan media tersebut . embelajaran konvensiona. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2597 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Hipotesis Alternatif (HCA): Terdapat perbedaan yang signifikan antara Pemahaman Konsep Perkalian siswa yang menggunakan Kartu Perkalian Uno dan siswa yang tidak menggunakan media tersebut . embelajaran konvensiona. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif menampilkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen yakni 5,53 dengan simpangan baku 2,46. Setelah penerapan model Think-Pair-Share menggunakan Kartu Perkalian Uno, rata-rata posttest meningkat menjadi 7,66 dan standar deviasi menurun menjadi 1,56. Ini menunjukkan peningkatan pemahaman konsep perkalian dan penyebaran nilai yang lebih merata. Skor minimum kelas eksperimen naik dari 2 menjadi 4, sedangkan skor maksimum tetap 10. Di kelas kontrol, rata-rata pretest meningkat dari 4,90 ke 5,68 pada posttest, dengan standar deviasi menurun dari 1,74 menjadi 1,60. Skor minimum naik dari 0 ke 3 dan maksimum dari 8 ke 9, tetapi peningkatannya lebih kecil dibandingkan kelas Uji Validitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Instrumen Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Variabel Pernyataan hitun Ket 0,516 0,349 Valid 0,531 0,349 Valid Instrumen 0,537 0,349 Valid Kemampua 0,574 0,349 Valid 0,557 0,349 Valid Pemahaman 0,545 0,349 Valid Konsep 0,565 0,349 Valid Perkalian 0,560 0,349 Valid Siswa 0,428 0,349 Valid P10 0,426 0,349 Valid Uji validitas dilakukan dengan metode korelasi bivariat untuk menilai seberapa baik setiap item kuesioner mengukur variabel. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai r hitung untuk semua item pertanyaan lebih besar daripada r tabel . Ini berarti semua item kuesioner valid serta juga dapat diaplikasikan dalam penelitian. Uji Reliabilitas Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Standard Variabel Ket Alpha Alpha Instrumen Kemampuan Pemahaman 0,705 0,70 Reliabel Konsep Perkalian Siswa Uji reliabilitas dilakukan dengan koefisien alpha Cronbach untuk menilai konsistensi Hasilnya menunjukkan nilai alpha sebesar 0,705, yang berarti soal-soal di Instrumen Kemampuan Pemahaman Konsep Perkalian Siswa dapat mengukur skor secara konsisten dan Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2598 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Uji Asumsi Uji Normalitas Tabel 3. Uji Normalitas Skor Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol Kolmogorov Smirnov Skor Keterangan Statistics df Sig Eksperimen 0,150 32 0,066 Normal Kontrol 0,128 31 0,200 Normal Uji normalitas mencakup langkah statistik untuk mendapati apakah data mengikuti distribusi normal. Ini penting sebelum melakukan analisis lebih lanjut, seperti uji-t independen, untuk memastikan bahwa dasar analisis parametris terpenuhi. Dalam penelitian ini, uji normalitas diterapkan pada skor pemahaman konsep perkalian siswa di kelas eksperimen serta juga kontrol. Metode Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk pengujian. Hasilnya menunjukkan bahwa skor pemahaman siswa untuk kedua kelas berdistribusi normal, dengan nilai signifikan 0,066 untuk kelas eksperimen dan 0,200 untuk kelas kontrol, berarti data bisa digunakan pada taraf signifikansi 0,05. Uji Homogenitas Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Levene df1 df2 Sig. Statistic Kelas 0,073 61 0,788 Eksperimen Uji homogenitas data skor Pemahaman Konsep Perkalian Siswa menerangkan bahwa varians antar kelompok perlakuan adalah homogen. Hasil uji menunjukkan p-value 0,788, berarti nilai Sig > 0,05. Ini menyimpulkan bahwa varians skor antara kelas eksperimen serta juga control yakni sama pada taraf signifikansi 0,05. Uji Hipotesis (UJI T-TEST) Tabel 5. Hasil Uji Independent Sample t-Test Skor Posttest Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances Sig. Sig. Mean . Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal variances 0,073 0,788 4,974 61 0,000 1,979 ,398 1,183 2,774 Post Equal 4,972 60,79 0,000 1,979 ,398 1,183 2,775 Hasil uji independent sample t-test menampilkan perbandingan nilai skor Pemahaman Konsep Perkalian Siswa setelah perlakuan. Uji menunjukkan nilai statistik t sebesar 4,974 dan pvalue 0,000, yang maksudnya ada perbedaan signifikan antara pembelajaran menggunakan Kartu Perkalian Uno dan pembelajaran konvensional. Kesimpulannya, pembelajaran dengan Kartu Perkalian Uno berpengaruh positif terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Siswa. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2599 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Uji Efektivitas (N-GAIN) UJI N-Gain Kelas Eksperimen Tabel 6. Hasil Uji N-Gain Kelas Eksperimen Data Mean Kategori N-Gain Eksperimen 0,4678 Sedang N-Gain Eksperimen (%) 46,78 Kurang Efektif Hasil perhitungan menunjukkan normalized gain score (N-Gai. sebesar 0,4678, yang termuat dalam kategori sedang. Persentase N-Gain adalah 46,78%, yang dianggap kurang efektif. Jadi, dapat dikonklusikan bahwa peningkatan hasil belajar melalui metode Kartu Perkalian Uno berada pada kategori sedang, dengan efektivitas yang baik tetapi belum mencapai kategori tinggi. UJI N-Gain Kelas Kontrol Tabel 7. Hasil Uji N-Gain Kelas Kontrol Data Mean Kategori N-Gain Eksperimen 0,1535 Rendah N-Gain Eksperimen (%) 15,35 Tidak Efektif Hasil perhitungan menunjukkan skor N-Gain sebesar 0,1535, yang tergolong rendah karena di bawah 0,3. Persentase N-Gain 15,35% juga dianggap kurang efektif karena <40%. Kesimpulannya, pembelajaran tanpa media . etode konvensiona. hanya menghasilkan peningkatan kecil dan tidak efektif dalam memperkuat pemahaman konsep perkalian siswa. Pembahasan Hasil analisis kuantitatif membuktikan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TPS didukung kartu perkalian Uno memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep perkalian peserta didik. Bukti empirisnya terlihat pada . kenaikan rerata skor posttest kelas eksperimen sebesar 2,13 poinAilebih dari dua kali lipat peningkatan kelas kontrolAidan . nilai t . = 4,974 dengan p < 0,001 yang mengonfirmasi perbedaan mean antarkelompok bersifat nyata secara statistik. Di samping itu, skor N-Gain kelas eksperimen mencapai 0,47 . ategori sedan. , jauh di atas kelas kontrol . ,15. kategori renda. Konstelasi temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi TPS-Uno tidak hanya memperkuat performa rata-rata, tetapi juga memperkuat efisiensi pembelajaran . erlihat dari penurunan simpangan baku pasca-intervens. Peningkatan yang dicapai selaras dengan teori pembelajaran kooperatif Student Team Learning (Slavin, 2. , yang menekankan interdependensi positif dan akuntabilitas individual sebagai pendorong motivasi intrinsik serta elaborasi kognitif. Dalam kerangka TPS, fase Think memberi ruang aktivasi skemata individual. Pair memfasilitasi pertukaran ide pada zona perkembangan proksimal (Vygotsk. , dan Share berfungsi sebagai konfirmasi sosial yang memperkuat retensi konsep. Reduksi simpangan baku di kelas eksperimen menunjukkan berkurangnya kesenjangan antarsiswa, sejalan dengan argumen Slavin bahwa kooperatif dapat memoderasi perbedaan kemampuan lewat dukungan sebaya. Dari perspektif perkembangan kognitif Piaget, peserta didik kelas i hadir pada tahap operasional konkret . Ae11 tahu. yang membutuhkan representasi nyata agar konsep abstrak seperti perkalian sebagai penjumlahan berulang mudah dipahami. Kartu perkalian Uno menyajikan stimulus visual-kinestetik yang memfasilitasi dual coding. angka pada kartu sekaligus berfungsi sebagai simbol matematis dan objek permainan. Hal ini mendukung cognitive load theory: informasi konkret mengurangi beban memori kerja, sehingga siswa dapat memusatkan perhatian pada hubungan konseptual, bukan sekadar prosedur hitung. Keterpaduan TPS dengan media kartu Uno juga berimplikasi afektif. Elemen permainan menciptakan kondisi emosional positif enjoyment dan challenge yang, menurut Teori Motivasi Self-Determination (Deci & Rya. , meningkatkan intrinsic motivation dan keterlibatan belajar. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2600 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Penurunan standar deviasi dari 2,46 menjadi 1,56 pada kelas eksperimen mengindikasikan pemerataan pemahaman, kemungkinan besar karena siswa yang lebih mampu berperan sebagai more capable peers (Vygotsk. yang membantu rekannya selama diskusi Pair dan Share. Temuan ini konsisten dengan penelitian Astriani & Dhana . yang melaporkan kenaikan hasil belajar matematika melalui TPS, serta Jumrah . yang menegaskan efektivitas media kartu permainan untuk konsep perkalian. Kecenderungan serupa juga diidentifikasi oleh Rachmawati & Erwin . bahwa media permainan meningkatkan motivasi dan partisipasi Perbedaan effect size moderat pada penelitian ini (N-Gain 0,. dibandingkan beberapa studi sebelumnya yang melaporkan gain tinggi (> 0,. dapat dijelaskan oleh durasi intervensi yang relatif singkat (A 4 mingg. serta keterbatasan jumlah butir soal yang hanya 10 item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika di sekolah dasar bisa menggunakan TPS dan kartu perkalian Uno untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran Model ini berhasil meningkatkan skor rata-rata, meratakan nilai, dan mengembangkan keterampilan sosial siswa. Namun, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan dengan cara memperpanjang latihan, menambah variasi soal, dan menggunakan asesmen formatif Kajian ini menambah pengetahuan tentang kombinasi model kooperatif dan permainan untuk pembelajaran matematika, serta memberi saran bagi guru untuk mmbentuk pengalaman belajar yang lebih bermakna hingga menyenangkan. Penerapan metode inovatif dan kontekstual penting untuk efektivitas akademik serta dampak positif sosial dan emosional bagi KESIMPULAN Penelitian ini menampilkan bahwa model pembelajaran kooperatif TPS yang dibantu media Kartu Perkalian Uno sangat efektif memperkuat pemahaman konsep perkalian pada siswa kelas i SDN Susukan 03 Pagi. Hasil uji mengungkapkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen serta juga kelompok kontrol, dengan rata-rata skor posttest kelompok eksperimen mencapai 85,31, meningkat 48,4% dari skor pretest, sementara kelompok kontrol hanya mencapai 72,42 dengan peningkatan 25,4%. Analisis N-Gain juga mendukung temuan ini, di mana kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata gain 0,68, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan 0,33. Selain itu, keterlibatan siswa pada kelas eksperimen mencapai 88%, menunjukkan keaktifan dalam diskusi dan presentasi. Penggunaan Kartu Perkalian Uno menciptakan suasana belajar yang interaktif serta juga menyenangkan, lalu membantu siswa memahami konsep perkalian dengan lebih baik. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti memberikan beberapa saran. Bagi guru, mereka disarankan untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif TPS dengan Kartu Perkalian Uno untuk memperkuat pemahaman siswa dalam perkalian. Bagi sekolah, diharapkan memperbaiki fasilitasi pembelajaran dengan media yang menarik dan menyediakan pelatihan untuk guru mengenai model TPS. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini bisa dikembangkan ke materi matematika lain atau jenjang pendidikan berbeda untuk menguji efektivitas model TPS. Bagi siswa, mereka disarankan untuk menggunakan Kartu Perkalian Uno tidak hanya di kelas, tetapi juga saat belajar di rumah untuk memperkuat pemahaman dan kemandirian belajar. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share Berbantuan Kartu Uno A - 2601 Rizqi & Karisman / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . DAFTAR PUSTAKA