Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Inventarisasi Jenis Ikan Hias dan Ancaman Invasifnya yang Dipasarkan di Kabupaten Purbalingga Lintang Cyan Nugraheni1. Bangkit Wiranata2. Lailatul Azmi Nugrahaeni3. Taufik Budhi Pramono4 1,2,3,4 Program Studi Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Jenderal Soedirman ARTICLE INFO Article history: DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Perdagangan. Ikan Hias. Introduksi. Invasif ABSTRACT Ikan invasif menjadi faktor utama penyebab kerentanan ikan endemik di Indonesia dan bahkan menyebabkan kepunahan. Ikan invansif sebagaian besar dimulai dari adanya introduksi ikan hias ke perairan umum, penting untuk melakukan pendataan dalam rangka pengendalian ikan invasif di Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan hias yang dijual di Kabupaten Purbalingga dan tingkat ancaman pada penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan menggunkan Survei aktif secara purposive dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada toko penjual ikan hias di Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 21 spesies ikan hias dari 20 yang diperdagangkan yang termasuk dalam kategori berbahaya atau berpotensi Para penjual ikan hias yang menjadi responden tidak mengetahui bahwa jenis-jenis ikan hias yang mereka jual termasuk invasif dan berpotensi invasif. Hal tersebut menimbulkan risiko tinggi dan bahaya yang serius bagi ekosistem air apa bila tidak di imbangi dengan pengetahuan ikan Pelepas liaran ikan invasif dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem, menurunkan keanekaragaman hayati, dan bahkan mengancam kelangsungan hidup spesies asli di perairan tersebut. Edukasi tentang bahaya ikan invasif perlu ditingkatkan, tidak hanya pada penjual tetapi juga pada pembeli agar mereka tidak melepaskan ikan tersebut ke perairan umum. Perlu adanya regulasi pemerintah yang ketat pada impor ikan hias dalam rangka mengendalikan ikan invasif di Indonesia, pendataan dan edukasi tentang bahayanya perlu ditingkatkan. Dengan meningkatkan kesadaran tentang bahaya ikan invasif, diharapkan masyarakat dapat mengurangi dampak negatifnya pada ekosistem perairan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi penting bagi para penjual ikan hias dan juga otoritas yang terkait. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Lintang Cyan Nugraheni Universitas Jenderal Soedirman Jl. Dr. Soeparno. Komplek GOR Soesilo Soedarman Karangwangkal Purwokerto, 53122 Email: lintang. nugraheni@mhs. PENDAHULUAN Ancaman terhadap keragaman ikan di perairan umum saat ini sangat mengkhawatirkan (Pramono et. Hal ini diakibatkan adanya introduksi spesies ikan asing yang bersifat invasif (Dewantoro dan Rachmatika. Gunawan dan Jumadi 2. Introduksi ikan adalah kegiatan melepaskan ikan spesies baru ke dalam suatu Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 perairan baik yang disengaja maupun tidak (Rahardjo, 2. Ikan introduksi yang berpotensi invasive di suatu ekosistem umumnya dicirikan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dengan perubahan lingkungan dan memiliki fekunditas yang tinggi (Sentosa et al. Sifat-sifat ikan invasive tersebut tentunya akan menyebabkan daya kompetisinya semakin tinggi dibandingkan ikan asli (Dewantoro dan Rachmatika, 2. Salah satu jenis Ikan yang sangat bepotensi invasive adalah ikan hias dan eksotik. Kegiatan perdagangan ikan hias dapat menjadi salah satu sumber persebaran spesies ikan invasif yang akan menjadi suatu ancaman signifikan terhadap ekosistem setempat (Ishikawa dan Tachihara, 2014. Achmad et al. , 2. Pernyebaran ikan invasif ini dikhawatirkan terjadi pelepas liaran dalam perairan umum yang nantinya akan merusak ekosistem (Shaleh et al. , 2. Terkadang orang senantiasa banyak menikmati keindahan, keunikan dan sifat ikan hias pada saat awal saja. Apabila telah merasaa bosan, tidak jarang seringkali dibuang atau lepas-liar secara sengaja. Beberapa kasus telah terjadi ditemukan jenis ikan hias dan eksotik di perairan umum seperti di Sungai Brantas ditemukan ikan Arapaima gigas dengan panjang rata-rata 1,5-2 m dan berat rata-rata 23-25 Kg. Ikan Jaguar di Waduk Malahayati Bumiayu Jawa Tengah, ikan Louhan di Danau Mantano Sulawesi Selatan. Lobster Air Tawar Cherax spp, zebra cichlid (Amatitlania nigrofasciat. di Danau Batur dan Beratan (Sentosa et. Pengendalian dan penyebaran ikan invasif di Indonesia utamanya pada perairan umum hingga saat ini masih belum dilaksanakan secara optimal (Achmad et al. , 2. Syafei dan Sudinno . , menyatakan bahwa perlu menekan perkembangan dan perluasan jenis ikan yang bukan ikan asli . Salah satu upaya mitigasi akan pelepasliaran ikan hias adalah melakukan inventarisasi jenis-jenis ikan hias yang diperdagangkan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan hias yang diperdagangkan di Purbalingga masuk dalam kategori berbahaya, invasif, dan berpotensi invasif, dan mengetahui potensi pelepasliarannya melalui penjual berdasarkan karakteristik biologis yang bisa memicu pelepasliarannya dan persepsi pelaku perdagangan terhadap spesies tersebut. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2022 di sembilan toko ikan hias di daerah Purbalingga, yaitu Aba Aquarium. Bettaquatic Store Purbalingga. Dedi Aquarium. DL Aquatic. Fery Aquafish. Indra Aquabird. Paquito Aquarium. Ranah Pancing dan Aquarium, dan Subur Aquarium. Berikut merupakan titik pengambilan data penelitian: Nama Toko Tabel 1. Lokasi pengambilan data penelitian Alamat Lokasi Pengambilan Data Aba Aquarium Dusun 2. Blater. Kecamatan Kalimanah. Purbalingga. Jawa Tengah. Bettaquatic Store Purbalingga Dusun 1. Mangunegara. Kecamatan Mrebet. Purbalingga. Jawa Tengah. Dedi Aquarium Jl. MT. Haryono NO. Dusun 1. Purbalingga Kulon. Purbalingga. Jawa Tengah. DL Aquatic Jl. Purbalingga-Bobotsari. Dusun 1. Bojongsari. Purbalingga. Jawa Tengah. Fery Aquafish karangklesem RT. 07 RW. Dusun i. Karangklesem. Kec. Kutasari. Purbalingga. Jawa Tengah. Foto Toko Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Nama Toko Alamat Lokasi Pengambilan Data Indra Aquabird Jl. Raya Padamara No. 99 Kecamatan Padamara. Purbalingga. Jawa Tengah. Paquito Aquarium Dusun V. Kecamatan Kutasari. Purbalingga. Jawa Tengah. Ranah Pancing dan Aquarium Jl. Raya Tobong. Dusun V. Kecamatan Kutasari. Purbalingga. Jawa Tengah. Subur Aquarium Purbayasa RT 03/RW 02. Kalitunggar. Kecamatan Padamara. Purbalingga. Jawa Tengah. Foto Toko Observasi dan Identifikasi ikan berdasarkan karakter morfologi ikan hias. Wawancara dilakukan dengan mengunjungi toko ikan hias di Purbalingga dan kemudian menanyakan kepada penjual maupun pembeli mengenai jenis ikan hias invasif maupun introduksi. Dalam menentukan jenis ikan hias disesuaikan dengan karakteristik morfologi ikan hias yang diobservasi dan diidentikasi menggunakan w. org (Froese & Pauly, 2. Perolehan data primer dikumpulkan melalui inventarisasi spesies ikan hias yang tersedia di lokasi responden, kemudian melakukan kategorisasi dalam tingkatan berbahaya/invasif dan berpotensi invasif berdasarkan lampiran Keputusan Kepala Badan Karantina Ikan. Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Nomor 31/KEP-BKIPM/ 2017 (BKIPM, 2. dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 41/PERMEN-KP/ 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2. Pengumpulan data primer berbentuk wawancara langsung dengan responden. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber informasi pendukung berupa studi kepustakaan serta hasil penelitian sebelumnya termasuk data sebaran spesies ikan hias pada perairan umum (Suryaningsih et al. , 2018. Pramono et al. , 2018. Pramono et , 2. , baik bersifat asli, berpotensi invasif, dan infasif. HASIL DAN PEMBAHASAN Inventarisasi jenis-jenis ikan hias yang diperdagangkan di daerah Kabupaten Purbalingga pada penelitian ini relatif cukup banyak. Tercatat terdapat 21 jenis jenis ikan hias yang diperdagangkan pada 9 toko ikan hias yang berada di wilayah Kabupaten Purbalingga (Tabel . Tabel 2. Jenis-jenis ikan hias yang diperdagangkan di Kabupaten Purbalingga Nama Ilmiah Nama Umum Channa striata Channa / gabus Danio rerio Zebra Xiphophorus maculatus Platy Puntigrus tetrazona Sumatera Trichopodus trichopterus Sepat Biru Melanotaeniidae Rainbow Apteronotus albifrons Black Ghost Pterophyllum scalare Manfish Hypostomus plecostomus Sapu Sapu Poecilia reticulata Guppy Amphilophus labiatus Red Devil Astronotus ocellatus Oscar Carassius auratus Koki Puntius conchonius Barbir Rasbora Rasbora Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Nama Ilmiah Barbonymus schwanenfeldii Labidochromis caeruleus Melanochomis auratus Channa micropeltes Atractosteus spatula Pygocentrus nattereri Nama Umum Kaviat Lemon Niasa Toman Ikan Aligator Ikan Piranha Tabel 3. Kategorisai status dan potensi invasif ikan hias yang diperdagangkan di Purbalingga Jenis Spesies Akuatik Status Berbahaya. Invasif. Acuan Potensial Invasif Channa a, b, c Danio Rerio a, b Platy a, b Sumatera a, b Sepat Biru a, b Rainbow a, b Black Ghost a, b Manfish Ikan Introduksi a, b Sapu Sapu a, b Guppy a, b Red Devil a, b, c Oscar a, b Koki a, b Barbir a, b Rasbora a, b Caviat a, b, c Lemon Konings. Kazembe, . "Labidochromis Caeruleus". IUCN Red List Threatened Species. Doi:10. 2305/IUCN. UK. RLTS. T61090A148673526. Niasa Toman Ikan Aligator Ikan Piranha a, b a, b, c a, b, c a, b, c *) Ni = Non Invasif. Pi = Potensi Invasif. I = Invasif **) A = Permen Nomor 19/Permen-Kp/2020. B = Permen Nomor 41/Permen-Kp/2014. C = Permen Lhk 94/Menlhk/Setjen/Kum. 1/12/2016. Toko ikan hias yang memperdagangkan ragam jenis ikan hias ini umumnya tidak memproduksi sendiri, namun mendapat pasokan dari berbagai daerah seperti Banjarnegara. Tulungagung, dan dari pembudidaya ikan hias lokal. Para pedagang ikan hias juga tidak memahami ragam jenis ikan hias yang dijual menjadi salah satu simpul peredaran ikan yang masuk kategori invasive dan berpotensi invasive. Indeks sebaran, distribusi dan perdagangan ragam ikan hias dari yang rendah, sedang dan tinggi tersaji pada Tabel 4. Jenis ikan yang memiliki tingkat perdagangan dan persebaran tinggi terdapat sebanyak 8 jenis ikan diantaranya Channa striata. Danio rerio. Puntigrus tetrazona. Pterophyllum scalare. Poecilia reticulata. Carassius auratus. Barbonymus schwanenfeldii, dan Labidochromis caeruleus. Ikan introduksi dengan jumlah persebaran tinggi ini disebabkan karena banyaknya pembeli yang merasa tertarik dengan jenis-jenis ikan tersebut karena memiliki keunggulan, keindahan dan daya tarik tersendiri. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Tabel 4. Indeks Persebaran Ikan Introduksi Wilayah Purbalingga Nama Ilmiah Status Channa striata Tinggi Danio rerio Tinggi Xiphophorus maculatus Sedang Puntigrus tetrazona Tinggi Trichopodus trichopterus Sedang Melanotaeniidae Rendah Apteronotus albifrons Sedang Pterophyllum scalare Tinggi Hypostomus plecostomus Sedang Poecilia reticulate Tinggi Amphilophus labiatus Rendah Astronotus ocellatus Sedang Carassius auratus Tinggi Puntius conchonius Sedang Rasbora Rendah Barbonymus schwanenfeldii Tinggi Labidochromis caeruleus Tinggi Melanochomis auratus Sedang Channa micropeltes Sedang Atractosteus spatula Sedang Pygocentrus nattereri Redah Keterangan: Tinggi : Persebaran luas ditemukan Ou 6 toko ikan hias Sedang : Persebaran merata ditemukan 3-5 toko ikan hias Rendah : Persebaran luas ditemukan < 3 toko ikan hias Masuknya ikan introduksi ke dalam suatu ekosistem perairan memunculkan dampak negatif pada ekosistem jika ikan bersifat invasif. Jenis ikan invasif berkembang dan berkompetisi dengan jenis ikan lokal, dan akan menjadi pengganggu jenis ikan lokal sehingga terjadi perubahan pada ekosistem (Umar et. , 2. Ancaman keanekaragaman hayati dapat dideteksi dari indikasi spesies ikan invasif memangsa spesies ikan yang berukuran kecil (Blackwell, 2. Rusaknya keseimbangan ekosistem oleh spesies asing menyebabkan komponen di dalamnya juga berubah. Seperti menurunnya keanekaragaman. Biodiversity loss (Gibbs, 2. , hilang atau berkurangnya beberapa jenis ikan asli dan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Suryaningsih et al. , . ditemukan jenis ikan hias seperti Rasbora lateristriata. Poecilia reticulata, dan Channa striata pada sungai Klawing Purbalingga. Saprudin . , juga melaporkan bahwa terdapat beberapa jenis ikan hias invasif di Daerah Aliran Sungai Klawing seperti yaitu ikan sapu-sapu (Hypostomus Plecostomu. , ikan red devil (Amphilopus labiatu. , ikan jaguar (Parachromis managuensi. , ikan louhan (Amphiloplus labiatu. , ikan platy pedang (Xiphoporus heller. , dan ikan platy (Xiphophrus maculatu. Ikan hias tersebut memiliki potensi resiko sedang hingga tinggi. Persebaran ikan invasif yang masif dan tidak terkendali ini, selain perdagangan konvensional juga adanya pemasaran secara online, yang mana jangkauan wilayahnya lebih luas (Santoso et al. , 2. Perdagangan ikan hias yang meluas dengan pembeli yang tidak diprediksi dan disertai ketidatahuan pembeli terkait ikan invasif akan meningkatkan kemungkinan pelepasliaran ikan invasif baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Adanya beberapa jenis ikan hias yang tersebar dalam DAS Klawing menandakan bahwa memang terjadinya pelepasliaran ikan hias di perairan umum. Kondisi keberadaan ikan invasive yang terjadi di Sungai Klawing ternyata juga terjadi di beberapa perairan umum lainnya. Danau Batur dan Beratan di Bali, terdapat ikan hias seperti dari genus Amphilophus spp. zebra chiclid Amatitlania nigrofasciata. Cherax spp. , ikan Guppy Poecilia reticulata, dan Xiphophorus hellerii (Sentosa et. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Purbalingga dan sekitarnya rentan terhadap peredaran spesies akuatik berbahaya, invasif, dan berpotensi invasif. Apalagi survei menunjukkan bahwa semua responden tidak mengetahui tentang spesies yang bahaya bagi ekosistem dan kesehatan manusia. Minimnya izin membuat pengawasan otoritas kompeten kurang optimal. Kurangnya edukasi kepada konsumen dan para pelaku perdagangan, sangat memungkinkan penyebaran ikan invasif di perairan umum utamanya daerah Kabupaten Purbalingga. Responden yang tidak mengetahui jenis ikan invasive, namun hanya sebatas ikan galak/ karnivora. Banyak pula yang tidak mengetahui bahwa ikan seperti guppy, louhan, plati pedang, gabus, dan toman yang menarik memiliki potensi invasif berdasarkan Keputusan Kepala BKIPM Nomor 31/KEP-BKIPM/2017. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Pada penelitian ini, terdapat 7 . jenis ikan yang bersifat invasif, 8 jenis ikan yang berpotensi invasif, dan 7 ikan yang bersifat non-invasif. Keberadaan ikan invasif perlu diwaspadai jika dilepaskan ke lingkungan akan menjadi ancaman. Achmad et al. menyebutkan bahwa terkadang ada masyarakat yang secara sengaja melepaskan ikan invasif ke perairan. Hal tersebut tentunya akan membahayakan kelestarian lingkungan. Menurut Hurunin . , ikan dapat dikatakan memiliki potensi invasif umumnya memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, sehingga bisa mendominasi perairan dan memusnahkan ikan asli, kompetisi makanan. Bahkan tak jarang terdapat bebarapa kasus ikan invasif memakan telur ikan asli, yang berdampak pada menurunya populasi ikan asli (Saprudin, 2. Ikan hias yang diperjualbelikan di Indonesia sebagian besar termasuk ikan introduksi yang berasal dari luar wilayah Indonesiai. Introduksi ikan berpotensi menjadi ikan invasive seperti halnya Ikan Guppy yang mampu beradaptasi dengan mudah dan tergolong ikan omnivora sehingga mudah mendominasi suatu perairan. Keberadaan ikan introduksi tersebut berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan. Andriyono dan Fitrani . menyebutkan bahwa terdapat tiga dampak keberadaan ikan introduksi, diantaranya yaitu dampak terhadap lingkungan, kesehatan satwa liar dan masyarakat serta dampak ekonomi. Dampak terhadap lingkungan dan kesehatan satwa terkait ikan introduksi dapat menjadi predator, parasit, kompetitor, agen masuknya pathogen ke dalam lingkungan, dan kemungkinan terjadinya perkawinan silang yang akan mengancamam ikan asli (Umar dan Sulaiman, 2. Keberadaan spesies ikan asing invasif telah memberikan dampak buruk berupa penurunan populasi ikanikan lokal yang mendiami perairan . ative specie. seperti yang telah dilaporkan di beberapa negara di dunia. Kurangnya pengetahuan masyarakat selama ini menjadikan ikan invasif setiap tahun bertanbah populasinyaa. Pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis ikan invasif, dampak keberadaannya bagi ekosistem, serta cara penanganan ikan invasif tersebut sangat penting untuk mengurangi peningkatan populasi ikan invasive dan mencegah dampak lebih besar yang ditimbulkan ikan invasif ini (Nurkhozin et al. , 2. Adanya ikan asing invasif akan merugikan ekosistem perairan, yaitu: . sebagai pesaing makanan, pesaing habitat, dan menjadi predator bagi ikan asli, karena ikan asing invasif ini menjadi pemangsa dan ikan endemik bagi ikan asli. sebagai pembawa penyakit yang sebelumnya tidak ada dalam ekosistem perairan. Kedua hal tersebut akan mengubah komposisi dan struktur populasi ikan, mendominasi dan menyingkirkan ikan asli dan ikan endemik. Untuk melihat karakteristik suatu jenis ikan invasif, ada beberapa kondisi pada ekosistem bisa diamati : kelimpahan spesies introduksi yang baru ditebar ternyata sangat tinggi, khususnya tingkat fekunditas tergolong . masa atau waktu yang dibutuhkan untuk regenerasi relatif singkat. memiliki kemampuan menguasai beragam habitat, atau dengan kata lain kisaran makanan sangat luas. dilihat dari sisi keragaman genetik tergolong sangat tinggi. Dengan karakteristik seperti ini, maka sangat jelas ikan asing invasif akan berdampak menjadi pesaing spesies asli dan endemik yang mengisi relung ekologis yang sama, akibat lanjut adalah mengganggu jejaring makanan dan mengurangi keanekaragaman hayati. Pada akhirnya, ikan asing invasif akan mengancam populasi ikan asli dan ikan endemic. Oleh karena itu upaya pengendalian dapat dilakukan dengan target utama pencegahan pelepasliaran melalui edukasi ke instansi pemerintah lokal dan masyarakat serta pengetatan lalu lintas antar area termasuk antar area tidak bebas. Upaya hukum lebih tegas diluar tempat pemasukan dan pengeluaran dapat menjadi target jangka panjang apabila usaha pembinaan dan pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan secara optimal. Langkahlangkah dalam pencegahan dan pengendalian ikan introduksi perlu dilakukan tahapan diantaranya adalah . Membangun penyamaan persepsi dari semua pemangku kebijakan, dan . Pelaku kegiatan perikanan, dan masyarakat perikanan tentang pencegahan. Karena akan lebih mudah mengendalikan spesies ikan asing invasif yang disengaja maupun tidak disengaja. dan sudah masuk dalam ekosistem perairan. Setelah melakukan penyamaan persepsi, maka kegiatan dilakukan serempak dengan menginformasikan berbagai spesies ikan yang yang digolongkan kedalam kelompok ikan asing invasif. Menurut Syafei . Kegiatan tersebut perlu dibentuk Standar Operasional, sehingga memudahkan identifikasi di lapangan. Pengendalian dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya sebagai berikut: Pengendalian kimiawi . enggunakan pestisida, herbisida,serta fungisid. Penggunaan cara ini cukup efektif, tetapi dapat ikut membunuh spesies non-invasif. Pengendalian mekanik . emindahan fisik spesies invasif, pemusnahan ikan infasif. , dan mengubah kondisi Tindakan ini memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi tetapi biaya yang diperlukan mahal dan membutuhkan tenaga yang banyak. Pengendalian hayati . ntroduksi musuh alami berupa predator atau parasit serta dengan pemusnahan ikan Cara ini lebih memperhatikan pelestarian lingkungan suatu ekosistem. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 SIMPULAN Jenis ikan hias yang diperdagangkan di Kabupaten Purbalingga relative cukup banyak dan peredarannya yang sangat tinggi berpotensi terlepasliarkan di perairan umum. Terjadi lepas-liar ini disebabkan karena minimnya pedagang dan pembeli tentang pengetahuan tentang sifat-sifat ikan hias tersebut. Saran Dalam bertujuan mengurangi dan menekan persebaran ikan introduksi yang bersifat invasif dapat dilakukan dengan adanya edukasi pada penjual dan pembeli agar mereka tidak melepaskan ikan tersebut ke perairan umum untuk mengurangi dampak negatifnya pada ekosistem perairan dan lebih berhati-hati dalam melakukan perawatan terhadap ikan hias. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan terimakasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Purbalingga atas izin dan dukungannya dalam pelaksanaan studi ini. Serta penulis ucapkan terimakasih terhadap koresponden yang berkenan dalam melakukan wawancara dan berpartisipasi dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA