Jurnal AUDHI Vol. No. Juli 2023. Pages 10-20 p-ISSN: 2662-2469. e-ISSN: 2774-8243 https://jurnal. id/index. php/AUDHI MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA PAPAN PINTAR Nurlina Ismawati1. Sri Widayati2. LuAoluAo Khumairoh3 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Surabaya Jl. Lidah Wetan. Lidah Wetan. Kec. Lakarsantri. Kota Surabaya . Email: nurlinaismawati@gmail. Abstrak - Pengenalan keaksaraan awal pada anak usia dini sebaiknya dilakukan dengan cara yang Salah satu caranya adalah dengan menggunakan media papan pintar. Papan pintar adalah bidang persegi yang digunakan sebagai media untuk mengucapkan bunyi huruf. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilakukan di TK Labschool Universitas Negeri Surabaya (UNESA) 1 dengan subjek penelitian anak-anak di kelompok B2 yang terdiri dari 11 anak, dengan 5 anak laki-laki dan 6 anak perempuan dalam rentang usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pengenalan huruf di kelompok B2 TK Labschool Unesa 1. Pada siklus 1, kemampuan keaksaraan awal anak dengan melalui media papan pintar adalah sebesar 63,63%. Pada siklus 2, kemampuan keaksaraan awal anak dengan melalui media papan pintar pada kelompok B2 di TK Labschool Unesa 1 telah mencapai persentase sebesar 81,81%, dengan demikian penelitian ini telah berhasil. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan pintar dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan awal pada anak dengan rentarng usia 5-6 tahun di kelompok B2 TK Labschool Unesa 1. Kata kunci AeKemampuan Keaksaraan Awal. Media Papan Pintar. Penelitian Tindakan Kelas Abstract - The introduction of early literacy in early childhood should be done in a fun way. One fun way to improve literacy skills in early childhood is to use smart boards. The smart board is a square area that is used as a medium for pronouncing letter sounds. This study used the type of Classroom Action Research (CAR) and was conducted at the Surabaya State University (UNESA) 1 Labschool Kindergarten with research subjects children in group B2 consisting of 11 children, with 5 boys and 6 girls in the age range 5-6 years. The data collection technique used in this study was observation and documentation, while the data analysis technique used was quantitative descriptive. The results showed that there was an increase in the ability to recognize letters in group B2 TK Labschool Unesa 1. In cycle 1, children's initial literacy skills using smart boards were 63. In cycle 2, the child's initial literacy skills through the smart board media in group B2 at TK Labschool Unesa 1 had reached a percentage of 81. 81%, thus this study was successful. Therefore, it can be concluded that the use of smart board media can improve early literacy skills in children with an age range of 5-6 years in group B2 TK Labschool Unesa 1. Keywords - Early Literacy Ability. Smart Board Media. Classroom action research Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. PENDAHULUAN spek perkembangan bahasa ialah salah satu aspek yang membutuhkan stimulus semenjak usia dini. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbu. No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini yang meliputi perkembangan mengungkapkan bahasa, dan perkembangan anak dalam keaksaraan. Keaksaraan awal atau pra-keaksaraan merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan anak dalam keaksaraan . embaca dan menuli. , yang dikuasai sebelum belajar cara membaca dan menulis sesungguhnya (Sumardi & Haryanto, 2. Selain itu makna dari keaksaraan awal adalah kemampuan membaca dan menulis, mengenal huruf, dan memahami tulisan (Afnida et al. , 2022. Bacotang, 2013. Handayani, 2019. Hewi, 2020. Listriani & Sumadi, 2021. Novitasari et al. , 2018. Purnamasari et al. , 2. Keaksaraan merupakan kunci dasar bagi anak usia dini untuk belajar membaca dan menulis, serta menjadi fondasi dalam bidang akademik lainnya (Listriani & Sumadi, 2. Menurut Reghe . , keterampilan membaca dan menulis pada tahap awal adalah keterampilan dasar yang sangat penting bagi anak dalam mempersiapkan diri untuk mempelajari kegiatan belajar yang lebih kompleks. Pembelajaran keaksaraan awal sangat penting dilakukan sebagai kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Mengenalkan keaksaraan pada anak usia dini kemampuan mengenal huruf, bunyi huruf, dan bahasa kepada anak. Kemampuan keaksaraan yang baik, erat hubungannya dengan kemampuan membaca dan menulis anak (Yusrina, 2. Namun perlu diingat bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tersebut tetap memperhatikan perkembangan diri anak, serta harus sesuai dengan karakteristik anak yang berorientasi pada kegiatan menyenangkan, sehingga tidak terdapat unsur pemaksaan (Farini & Rohita. Hapsari et al. , 2. Berdasarkan penelitian Putri et al. , . pembelajaran dapat menstimulus perkembangan kemampuan keaksaraan awal anak. Media yang digunakan dapat berupa benda yang disenangi anak, nama yang ditempel pada benda, kebiasaan pengucapan setiap hari dan berulang. Untuk mengenalkan anak pada kemampuan menulis dan mengenal bentuk simbol huruf dapat dilakukan melalui kegiatan menulis di atas pasir, menulis menggunakan kuas dan cat air, menulis di atas tepung yang diberi warna, menulis di nampan yang berisi kopi, menulis dengan bermacam-macam spidol, dan lain Sementara itu untuk mengenalkan anak agar dapat membaca tulisan, dapat dilakukan melalui buku cerita pengenalan konsep alphabet, baik huruf kecil maupun huruf besar, buku cerita pengenalan awalan huruf pada kata, buku cerita pengenalan kata, video lagu alphabet yang di dalam videonya terdapat tampilan simbol huruf alphabet kecil maupun besar, video lagu anak yang di dalam videonya menampilkan kata dan kalimat dari lirik lagu, dan lain sebagainya. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, keaksaraan awal memiliki arti yaitu pengenalan pada literasi awal yang berkembang pada anak usia dini dengan cara mengembangkan kemampuan melek huruf, mengenal tulisan dan membaca tulisan. Kegiatan stimulasi tersebut menggunakan berbagai media pembelajaran keaksaraan awal anak. Hasil obervasi awal yang dilakukan di Kelompok B2 TK Labschool Unesa 1 Surabaya, menunjukkan bahwa pembelajaran pengenalan keaksaraan awal dikelompok tersebut masih tergolong rendah. Hanya 3 dari 11 anak yang menunjukkan munculnya kemampuan mengenal huruf serta memahami bentuk dan bunyi huruf, artinya terdapat 8 dari 11 anak belum menunjukkan kemampuan dalam mengenal huruf serta memahami bentuk dan bunyi huruf. Dimana menyebutkan huruf yang berbeda, seperti b, p, r. Selain itu anak masih belum mampu memahami hubungan antara bunyi huruf dan bentuk huruf, sehingga hal tersebut membuat anak kesulitaan untuk menulis huruf dengan Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. Kegiatan pembelajaran mengenai keaksaraan awal yang dilakukan di TK Labschool Unesa 1 Surabaya, masih dilakukan dengan kegiatan yang monoton, yakni menyalin kata/ kalimat dari papan tulis ke buku tulis, menulis ulang huruf di buku tulis, dan kegiatan ekstrakurikuler membaca yang dilakukan setiap satu minggu Kegiatan-kegiatan yang monoton tersebut disinyalir dapat membuat anak cepat merasa bosan, sehingga stimulasi untuk kemampuan keaksaraan awal pada anak belum tercapai dengan maksimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, masih terdapat 7-8 anak yang belum mengenal abjad, belum mampu mengikuti pola penulisan, belum mengenali bentuk serta belum dapat membedakan antara huruf b, p, r, dan y. Faktor yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya kegiatan yang menarik perhatian murid sehingga kemampuan awal membaca dan menulis belum optimal. Selain itu, ditemukan bahwa guru lebih memperhatikan kegiatan menyalin kata dan menulis huruf alfabet di buku catatan mereka. Berdasarkan hasil observasi, guru hanya menjelaskan materi terkait pembelajaran pada hari tersebut, hanya menjelaskan bentuk-bentuk huruf, sehingga anak tidak menguasainya dengan baik, dan belum bisa menyebutkan huruf yang berbeda, seperti b, p, r, y. Guru juga mengatakan kemampuan literasi anak untuk mengikuti pola huruf, mengenal bentuk huruf dan memahami bunyi huruf cenderung lemah. Oleh karena itu, pengenalan keaksaraan awal pada anak usia dini harusnya dilakukan dengan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, yang dapat dilakukan dengan bermain. Dengan merancang kegiatan bermain, para guru untuk anak usia dini dapat mengajarkan materi tertentu dengan cara yang menyenangkan. Terbukti bahwa kegiatan bermain adalah metode yang efektif dalam merangsang perkembangan anak (Hewi, 2020. Lestari. Novitasari et al. , 2018. Nurkhasanah & Utami, 2023. Widayati et al. , 2. Salah satu cara untuk meningkatkan keaksaraan menggunakan media papan pintar. Menurut Kusumawati & Widayati . dan Wahab et , . , papan adalah bahan yang terbuat dari kayu, besi, batu dan sebagainya, yang berbentuk segi empat, lebar dan tipis. Sementara yang dimaksud media pembelajaran papan pintar adalah salah satu media pembelajaran 2D yang terdiri dari tripleks atau papan dan kain flanel yang dibuat untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu kepada siswa dengan efektif (Sari, 2016. Suryanti, 2. Penelitian mengenai penggunaan papan pintar telah dilakukan diantaranya oleh Kusumawati & Widayati . Dalam dituliskan bahwa media papan pintar dapat meningkatkan kemampuan menyebutkan bunyi huruf pada anak kelompok B TK Aisyiyah 65 Surabaya. Putri & Kasriman, . dalam pengaruh penggunaan alat bantu pembelajaran papan pintar . mart boar. pada kemampuan membaca awal siswa di kelas 1 SDN Pulau Harapan 01 Pagi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil uji effect size menunjukkan nilai sebesar 0,986 yang menandakan pengaruh yang sangat signifikan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan papan pintar sebagai media untuk menstimulus keaksaraan awal anak usia 5-6 tahun. Papan pintar merujuk pada sebuah bidang persegi yang berfungsi sebagai alat bantu anak untuk mengucapkan bunyi huruf. Media papan pintar merupakan media yang menarik perhatian anak, hal itu dikarenakan dalam penggunaannya, papan pintar memakai gambar dan huruf-huruf yang ditulis di atas tutup botol, sehingga anakanak merasa tertarik dan tidak cepat merasa Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal pada anak di kelompok B2 TK Labschool Unesa METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK pembelajaran dalam kelas dengan cara menyelesaikan masalah melalui tindakan yang direncanakan dengan baik, dilakukan dalam situasi yang sesuai, serta mengevaluasi setiap dampak dari tindakan tersebut. PTK yang dipakai dalam penelitian ini mengacu pada model Kurt Lewin yang menjelaskan bahwa konsep utama dari PTK meliputi empat tahap Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. yaitu: . (Reghe, 2. Pelaksanaan penelitian tindakan adalah sebuah proses yang berlangsung secara berulang-ulang. Indikator dari penelitian ini yaitu kemampuan anak dalam menyebutkan huruf yang berbeda, seperti b, p, r, dan y, serta kemampuan literasi anak untuk mengikuti pola huruf, mengenal bentuk huruf dan memahami bunyi huruf. P: Angka presentase Frekuensi N: jumlah presentase/ banyaknya individu/ Penelitian ini dikatakan berhasil apabila mencapai target 75% dari jumlah keseluruhan anak, yaitu 8 dari 11 anak, sudah berada di kriteria Ausudah munculAy dalam perkembangan kemampuan menyebutkan huruf yang berbeda, seperti b, p, r, dan y, serta kemampuan literasi anak untuk mengikuti pola huruf, mengenal bentuk huruf dan memahami bunyi huruf. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Bagan Alur PTK (Arikunto et al. , 2. Subjek penelitian ini ialah murid-murid di kelas B2 TK Labschool Unesa 1 Surabaya dengan total jumlah siswa sebanyak 11 orang yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan yang berusia antara 5 hingga 6 Penelitian dilakukan mulai dari tanggal 27 Februari hingga 4 Mei 2023. Metode pengumpulan informasi dilakukan melalui Observasi dilakukan dengan memerhatikan dan mencatat segala kegiatan siswa selama penggunaan media papan pintar dilakukan. Sedangkan dokumentasi dilakukan dengan menganalisis dokumen-dokumen berupa dokumen sekolah, modul ajar, dan buku. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data hasil persentase peningkatan kemampuan membaca awal anak yang dapat diukur menggunakan rumus yang mengacu pada pendapat Sujiono . alam Reghe, 2. yaitu sebagai berikut: yce ycE = ycu x 100 Data yang dikumpulkan terkait dengan keaksaraan awal mengenali bentuk huruf dan menggunakan papan pintar yang dilakukan oleh kelompok B2 TK Labschool Unesa 1 Surabaya diperoleh hasil bahwa terdapat 8 dari 11 anak yang masih belum dapat mengenal bentuk huruf dan bunyinya, anak masih sering menulis beberapa huruf seperti huruf b, p, r, y dengan terbalik, serta anak masih kesulitan dalam mengenal huruf yang digabung menjadi suku Pemaparan Siklus 1 Pelaksanaan kegiatan penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan topik pembelajaran yang sesuai dengan jadwal yang telah Penelitian ini terdiri dari empat observasi, dan refleksi. Perencanaan Rencana pembelajaran Siklus 1 dilaksanakan pada hari Kamis-Selasa tanggal 09-14 Maret Rencana pada Siklus I mencakup kegiatan sebagai berikut: Berkoordinasi dengan guru kelas B2 sebelum melakukan tindakan. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan dan Harian (RPPM/H) yang mencakup aktivitas pengenalan dasar membaca dan menulis yang sesuai dengan topik dan subtopik kurikulum sekolah. Menyiapkan media mengenal keaksaraan awal anak. Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. Media papan pintar yang digunakan pada siklus 1 masih berupa papan kertas duplet yang dihias sedemikian rupa dengan leher botol yang melekat pada papan, dan menyediakan tutup botol yang ditulisi dengan huruf abjad dari huruf a-z. Berikut tampilan dari media papan pintar yang peneliti gunakan pada siklus 1. Sebelum memasuki ruang kelas, anak-anak dapat dengan tertib untuk mencuci tangan. Setelah mencuci tangan, anak-anak masuk ke kelas sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka untuk berdo'a. Setelah berdo'a, seluruh anak kemudian berkumpul di kelas untuk berdo'a bersama serta menghafalkan Pancasila dan ikrar Putra-Putri Labschool Unesa. Setelah memberikan motivasi, dan bernyanyi bersama, serta memberikan pengantar tentang materi yang akan disampaikan. Kegiatan Inti Gambar 2. Media Papan Pintar Siklus 1 Menyiapkan lembar observasi mengamati aktivitas anak Menyusun instrumen penilaian Pelaksanaan Siklus 1 dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 Maret 2023. Topik pembelajaran yang disampaikan yaitu Aku Sayang Binatang, dengan sub topik Binatang Terbang (KupuKup. Implementasi aktivitas penelitian ini terdiri dari: Kegiatan pendahuluan Anak-anak tiba secara bergiliran untuk menyapa guru, kemudian meletakkan tas mereka di tempat penyimpanan masing-masing. Setelah itu, mereka bermain dengan temanteman di luar kelas. Ketika bel berbunyi sebagai tanda untuk memulai aktivitas circle time, anakanak berkumpul membentuk lingkaran. Kegiatan circle time bertujuan supaya anakanak dapat memulai kegiatan belajar dengan Pada kegiatan circle time anak-anak diajak bernyanyi, melompat, menari, dan mengenalkan pembelajaran apa yang akan dilakukan di hari ini. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan motorik kasar, anak-anak membentuk 2 barisan berdasarkan jenis Kegiatan motorik kasar ini dilakukan dengan tujuan agar perkembangan motorik kasar pada anak dapat terstimulus dengan baik. Setelah itu, anak-anak memasuki ruang kelas. Pada kegiatan inti, terdapat dua tahapan yaitu tahapan mengamati dan menanya serta melakukan aktivitas kegiatan. Pada tahapan mengamati dan menanya, anak-anak diajak untuk melihat dan mendengar dongeng tentang kupu-kupu, selain itu anak-anak juga diajak untuk mengamati alat dan bahan peralatan main dan berdiskusi mengenai apa saja yang sudah mereka dengar hingga aturan main kegiatan yang akan dilakukan. Guru menanyakan kepada anak tentang kegiatan yang akan dilakukan. Kemudian, guru juga menjelaskan tentang media papan pintar yang menggunakan gambar dan penutup botol yang telah ditulisi dengan abjad serta kertas kosong untuk mencatat kata-kata yang telah dibentuk dengan media papan pintar. Setelah tahap observasi dan tanya jawab, dilakukan tahap pelaksanaan aktivitas. Pada tahap ini, anak-anak memiliki kebebasan untuk memilih permainan apa yang ingin dimainkan terlebih dahulu sesuai dengan aturan yang sudah disepakati di awal. Saat permainan yang digunakan telah penuh, anak-anak diizinkan untuk bermain secara bebas di sudut bermain sambil menunggu tempat kosong tersedia. Ketika bermain papan pintar, anak-anak diminta untuk menemukan huruf yang dibutuhkan untuk membentuk nama gambar yang telah disediakan oleh guru. Setelah itu, mereka harus menyebutkannya dan mencatatnya di lembar kosong yang telah diberikan oleh guru. Pada akhir kegiatan inti, guru memberikan penghargaan berupa bintang kepada anak-anak yang berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan. Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. Gambar 3. Kegiatan Anak Bermain Papan Pintar Pada Siklus 1 Kegiatan Penutup Pada akhir kegiatan, anak-anak diminta untuk membuka bekal makanan yang dibawa dari rumah untuk makan bersama. Setelah makan, mereka diizinkan bermain bebas di dalam kelas. Kemudian, anak-anak diminta untuk merapikan semua mainan sebelum berkumpul membentuk lingkaran untuk membahas pembelajaran hari ini, terutama mengenai keaksaraan awal. Guru kemudian mengevaluasi materi yang telah dipelajari dan memberitahu anak-anak tentang pembelajaran besok. Akhirnya, guru menutup kegiatan dengan memberikan motivasi, menyanyikan lagu, berdoa, dan mengucapkan salam kepada anak-anak. Observasi Peneliti kemampuan anak dalam mengenali huruf serta memahami bentuk dan suara huruf selama proses pembelajaran. Observasi dilakukan dengan lembar catatan anekdot. Berikut ini adalah hasil observasi para peneliti mengenai kemampuan anak dalam mengenali huruf dan memahami bentuk serta suara huruf: Tabel 1. Hasil Kemampuan Anak dalam Mengenal Huruf serta Memahami Bentuk dan Bunyi Huruf Nama Inisial Anak Yas Ken Elg Mar Aks Alv Cik Kir Ava She Kriteria Muncul Belum muncul Belum muncul Muncul Muncul Belum muncul Muncul Muncul Belum muncul Muncul Muncul Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa kemampuan keaksaraan awal pada anak usia 5-6 tahun di kelas B2 TK Labschool Unesa 1 mengalami peningkatan. Dari yang awalnya terdapat 3 anak yang kemampuan keaksaraan awalnya sudah muncul, kini meningkat menjadi 7 anak. Jika dipersentasekan menjadi 63. Berikut tabel hasil rekapitulasi data pada siklus Tabel 2. Hasil Rekapitulasi Data Siklus 1 Siklu Jumlah Anak Jumlah Anak Belum Sudah Keseluruha Muncu Muncu Persen (%) Refleksi Pada tahap refleksi peneliti dan kolaborator observasi terhadap tindakan yang dilakukan. Berdasarkan hasil observasi siklus 1 dapat dilakukan analisis sebagai berikut: Kelebihan siklus I adalah anak melakukan kegiatan di bawah bimbingan guru, kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana, dan pada akhir kegiatan pembelajaran guru membimbing dan memotivasi anak aga mau belajar. Proses pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1 masih memiliki kekurangan yaitu terkait media papan pintar yang digunakan oleh peneliti. Media yang digunakan . apan pinta. masih belum begitu kuat, dalam hal ini perekat yang digunakan untuk merekatkan leher botol mudah lepas, sehinggamembuat anak tidak fokus dalam menyusun huruf menggunakan tutup botol, oleh karena itu media papan pintar perlu diperbaiki supaya dapat digunakan pada siklus 2 secara Perbaikan akan dilakukan pada siklus 2 untuk meningkatkan daya dukung papan pintar agar dapat digunakan secara optimal. Hasil yang diperoleh dari tindakan siklus 1 menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf pada anak sudah meningkat. Namun hasil yang diperoleh pada siklus 1 belum memenuhi indikator yang diinginkan, sehingga perlu dilakukan siklus 2. Berdasarkan hasil refleksi dari perencanaan Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. siklus 1 maka direncanakan akan dilaksanakan pada siklus 2 terkait meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak. Pemaparan Siklus 2 Menurut hasil observasi pada siklus pertama yang dilakukan oleh peneliti, terlihat adanya peningkatan pada kemampuan membaca dan menulis awal anak. Namun, peningkatan tersebut masih belum mencapai indikator yang Oleh karena itu, peneliti melanjutkan ke siklus kedua dengan melakukan kegiatan sebagai berikut: Perencanaan Rencana pembelajaran siklus ke-2 dilaksanakan pada tanggal 16 hingga 18 Maret 2023, mulai dari hari Kamis hingga Sabtu. Pada tahap perencanaannya, dilakukan kegiatan berupa penyusunan jadwal bersama dengan guru dari kelompok B2 sebelum melakukan tindakan. Menyusun jadwal dengan guru kelas Membuat rencana pembelajaran mingguan dan harian (RPPM/H), termasuk kegiatan pembelajaran keaksaraan awal untuk anak sesuai topik dan sub topik sekolah. Menyiapkan media yang digunakan dalam mengenal keaksaraan awal anak. Ketika menyiapkan media, peneliti membuat perbaikan pada media papan pintar dengan memberikan kain flanel sebagai dasar lapisan papan pintar. Hal tersebut bertujuan supaya leher botol dapat melekat kuat dengan papan yang digunakan. Berikut tampilan dari media papan pintar pada Pelaksanaan Siklus 2 berlangsung pada hari Senin, 20 Maret Topik pembelajaran yang diberikan adalah binatang, sub topik binatang gajah. Pelaksanaan penelitian tersebut meliputi hal-hal berikut: Kegiatan pendahuluan Anak-anak tiba di sekolah dan secara bergiliran menyapa serta bersalaman dengan guru, sebelum menaruh tas mereka di loker masing-masing. Kemudian, mereka bermain bersama di luar ruang kelas. Setelah bel berbunyi, anak-anak berkumpul membentuk lingkaran untuk aktivitas circle time. Kegiatan circle time bertujuan supaya anak-anak dapat memulai kegiatan belajar dengan senang. Pada kegiatan circle time anakanak diajak bernyanyi, melompat, menari, dan mengenalkan pembelajaran apa yang akan dilakukan di hari ini. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan motorik kasar, anak-anak membentuk 2 barisan berdasarkan jenis kelamin. Kegiatan motorik kasar ini dilakukan dengan tujuan agar perkembangan motorik kasar pada anak dapat terstimulus dengan baik. Setelah itu, anak-anak memasuki ruang kelas. Sebelum memasuki ruang kelas, anak-anak dapat dengan tertib untuk mencuci tangan. Setelah mencuci tangan, anak-anak masuk ke kelas sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka untuk berdo'a. Setelah berdo'a, seluruh anak kemudian berkumpul di kelas untuk menghafalkan Pancasila dan ikrar Putra-Putri Labschool Unesa. Setelah itu, guru mencatat kehadiran murid, memberikan motivasi, dan bernyanyi bersama, serta memberikan pengantar tentang materi yang akan disampaikan. Kegiatan Inti Gambar 4. Media Papan Pintar Siklus 2 Menyiapkan lembar observasi mengamati aktivitas anak didik Menyusun instrumen penilaian Pada kegiatan inti, terdapat dua tahapan yaitu tahapan mengamati dan menanya serta melakukan aktivitas kegiatan. Pada tahapan mengamati dan menanya, anak-anak diajak untuk melihat dan mendengar video tentang binatang gajah. Selain itu anak-anak juga diajak untuk mengamati alat dan bahan peralatan main dan berdiskusi mengenai apa saja yang sudah mereka dengar hingga aturan main kegiatan yang akan dilakukan. Guru bertanya kepada anak didik mengenai kegiatan yang akan Kemudian guru juga menjelaskan mengenai media papan pintar dengan Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. menggunakan gambar dan tutup botol yang sudah ditulisi huruf-huruf serta lembar kosong untuk mencatat kata yang sudah disusun dengan papan pintar. mengakhiri pembelajaran dengan memberikan semangat, menyanyi, berdoa, serta menyapa anak dengan ucapan salam. Observasi Setelah melakukan aktivitas kegiatan, anakanak bebas memilih permainan apa yang ingin dimainkan lebih dulu sesuai aturan yang sudah disepakati di awal. Ketika permainan yang digunakan sudah penuh semua, anak-anak dipersilakan untuk bermain bebas di area pojok bermain, sambil menunggu ada tempat yang Pada saat bermain papan pintar, anakanak diminta untuk menemukan huruf apa saja yang dibutuhkan untuk menyusun nama gambar yang sudah disediakan oleh guru sambil menyebutkannya kemudian mencatatnya di lembar kosong yang sudah disediakan oleh Setelah anak menyelesaikan tugas yang diberikan guru, di akhir kegiatan inti, guru memberikan reward bintang sebagai ucapan terima kasih kepada anak karena telah menyelesaikan tugas yang diberikan guru dengan baik. Gambar 5. Kegiatan Anak Bermain Papan Pintar Pada Siklus 2 Kegiatan Penutup Pada kegiatan penutup, anak-anak diminta untuk mengeluarkan bekal makanan yang dibawa dari rumah untuk dimakan bersama. Setelah anak-anak diperbolehkan untuk bermain bebas di dalam Setelah itu anak-anak diminta untuk membereskan semua mainan, kemudian anakanak diajak duduk melingkar dan menanyakan kembali pembelajaran hari ini, khususnya terkait dengan keaksaraan awal. Guru kemudian mereview materi pembelajaran pada hari ini dengan kegiatan tanya jawab dan dilanjutkan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari selanjutnya kepada anak-anak. Kemudian, guru Peneliti kemampuan keaksaraan awal pada anak dalam mengenali huruf serta memahami bentuk dan bunyi huruf selama proses pembelajaran. Observasi dilakukan dengan mengunakan lembar catatan anekdot sebagai instrumen Berikut ini adalah hasil observasi peneliti mengenai kemampuan anak dalam keaksaraan awal . engenali huruf dan memahami bentuk serta suara huru. Tabel 3. Hasil Kemampuan Anak Dalam Mengenal Huruf Serta Memahami Bentuk Dan Bunyi Huruf Siklu Jumlah Anak Belum Muncu Sudah Muncu Jumlah Anak Keseluruha Perse (%) Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa kemampuan keaksaraan awal pada anak usia 5-6 tahun di kelas B2 TK Labschool Unesa 1 mengalami peningkatan. Setelah dilakukannya siklus 2, kemampuan anak dalam mengenal huruf serta memahami bentuk dan bunyi huruf mengalami peningkatan lagi, yakni pada siklus 1 terdapat 7 anak yang kemampuan keaksaraan awalnya sudah muncul, pada siklus 2 meningkat menjadi 9 anak. Apabila dipresentasekan Berikut disajikan hasil rekapitulasi data pada siklus 2: Tabel 4. Hasil Rekapitulasi Data Siklus 2 Nama Inisial Anak Yas Ken Elg Mar Aks Alv Cik Kir Ava She Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Kriteria Muncul Muncul Muncul Muncul Muncul Belum muncul Muncul Muncul Belum muncul Muncul Muncul Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. Refleksi Hasil evaluasi keaksaraan awal melalui media papan pintar di kelompok B2 TK Labschool Unesa peningkatan keaksaraan awal dan memenuhi tujuan yang ditetapkan. Pada kegiatan ini, anak bermain media papan pintar lebih antusias dan senang. Dengan perbaikan hambatan yang terjadi pada siklus 1, telah kemampuan keaksaraan awal anak meningkat. Dari hasil tersebut, dapat disampaikan bahwa penerapan media papan pintar berhasil meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak pada kelompok B2 di TK Labschool Unesa 1 Surabaya sesuai dengan indikator yang ditetapkan, yakni mencapai 81,81%. Angka ini telah melebihi target minimal sebesar 75% dari total keseluruhan anak. Berikut sajian data persentase mengenai hasil penelitian ini: Tabel 5. Data Persentase Hasil Penelitian Siklus Jumlah Anak Jumlah Perse Belum Sudah Anak Muncul Muncul Keseluruhan (%) Adapun grafik dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Persentase Anak (Belum Muncu. Persentase Anak (Sudah Muncu. Siklus 1 Siklus 2 Gambar 6. Grafik Perubahan Dari Pra-siklus. Siklus 1. Dan Siklus 2 Berdasarkan gambar grafik di atas, dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan dalam kemampuan Informasi menunjukkan bahwa penggunaan papan pintar sebagai media untuk mengajarkan anak-anak mengenal keaksaraan awal di kelompok B2 di TK Labschool Unesa 1 telah berhasil, dan sesuai dengan persentase keberhasilan siklus kedua yang melampaui 75% dari total anak-anak, yaitu 81,81%. Artinya, dari 11 anak, 9 telah mencapai kriteria yang diinginkan. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kemampuan keaksaraan awal melalui penggunaan papan pintar telah berhasil. Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa kemampuan keaksaraan awal dapat dipengaruhi oleh media pembelajaran yang digunakan, termasuk pada penggunaan papan pintar. Pada penelitian ini, papan pintar memberikan pengaruh untuk mengembangkan kemampuan keaksaraan awal anak usia dini, khususnya pada anak usia 5-6 tahun pada kelompok B2 TK Labschool Unesa 1. Hal itu sesuai dengan kajian penelitian yang dilakukan oleh (Kusumawati & Widayati, 2. yang menyatakan bahwa pemilihan media yang pembelajaran pada anak-anak, sehingga mereka dapat memahami dan menguasai materi dengan Dalam penelitian lain juga dijelaskan bahwa penggunaan media dapat meningkatkan kecerdasan analitis anak dalam menemukan halhal baru (F. Putri et al. , 2022. Sungkowati. Selain itu pada penelitian yang dilakukan oleh FatimatuzzaAorah et al. , . juga memperoleh hasil bahwa penggunaan media meningkatan kemampuan keaksaraan awal pada anak. Penggunaan media papan pintar . mart boar. di sekolah dapat dijadikan opsi oleh guru keterampilan membaca dan menulis pada anak. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri & Kasriman, . dalam penelitiannya juga memperoleh hasil bahwa penggunaan smart board sebagai media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kemampuan keaksaraan awal siswa kelas 1 di SDN Pulau Harapan 01 Pagi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil uji effect size menunjukkan angka 0,986 yang menandakan pengaruh yang sangat tinggi. Hal ini dapat Received 30 Mei 2023. Accepted 27 Juni 2023. Published 16 Juli 2023 Ismawati. Widayati. Khumairoh. Vol. No. 1, 2023, pp. dijelaskan karena penggunaan smart board sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman baru dan berharga bagi siswa, mendorong rasa ingin tahu dan konsentrasi siswa, dan memfasilitasi keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. (Maghfi & Suyadi, 2020. Putri & Kasriman, 2022. Reghe, 2. Dari kajian yang sudah dilakukan oleh peneliti, maka penggunaan papan pintar sebagai langkah kemampuan keaksaraan awal pada anak usia 56 tahun atau kelompok B2 di TK Labschool Unesa 1 dapat meningkatkan perkembangan Dikarenakan pada saat bermain papan pintar selain anak diajak berpikir mengenai simbolsimbol huruf, anak juga akan memahami penyusunan huruf menjadi kata. SIMPULAN DAN SARAN Temuan studi mengindikasikan adanya peningkatan keterampilan keaksaraan awal yang terjadi pada siklus pertama dan siklus Kemampuan mengenal keaksaraan awal anak melalui media papan pintar pada kelompok B2 di TK Labschool Unesa 1 telah berhasil dan sudah memenuhi target persentase keberhasilan sebesar 81. 81% dimana hasil tersebut memiliki arti 9 dari 11 anak sudah berada di kriteria sudah muncul. Hal tersebut permainan media papan pintar dapat keaksaraan awal anak usia 5-6 tahun di kelompok B2 TK Labschool Unesa 1. Kemampuan keaksaraan awal dengan menggunakan media papan pintar dilakukan secara berulang supaya kemampuan keaksaraan awal anak dapat meningkat. Selain itu, kepala lembaga dan guru kelas dapat menyusun kegiatan yang lebih asyik dan kemampuan keaksaraan awal anak. DAFTAR PUSTAKA