Volume 25 Issue 3 . Pages 458-461 FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi ISSN: 1411-1713 (Prin. 2528-150X (Onlin. Penerapan sistem evaluasi kinerja karyawan berbasis management by objective Muhammad Imam Muttaqijn1A. Tatang Purnawan2. Agung Budi3 Universitas Muhammadiyah Tangerang Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penilaian kinerja karyawan berbasis Management by Objective (MBO) di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan FGD (Forum Group Discussio. Wawancara dilakukan pada karyawan di PT. XYZ dengan ruang lingkup evaluasi 5W & 1H. Untuk keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dengan analisis kualitatif: pengumpulan data, penyajian data dan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian evaluasi kinerja karyawan berbasis MBO di PT. XYZ telah memenuhi ruang lingkup yang ideal . W & 1H) termasuk dengan telah digunakannya aplikasi HRMS (Sunfis. Saran peneliti diperlukannya peningkatan kompetensi karyawan oleh Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan refreshing training terkait pelaksanaan MBO agar pelaksanaan evaluasi kinerja karyawan di PT. XYZ berjalan lebih objektif antar karyawan dan antar unit bisnis. Kata kunci: Evaluasi kinerja. management by objective Implementation of management-based employee performance evaluation system by Abstract Study aims to evaluate an employee performance appraisal system based on Management by Objective (MBO) at PT. Total Persada Makmur Chemical (PT. TPMC). This study uses a qualitative Data collection was carried out through interviews and FGD (Forum Group Discussio. Interviews were conducted with employees at PT. TPMC with a 5W & 1H evaluation scope. For the validity of the data using source triangulation. Data analysis with qualitative analysis: data collection, data presentation and data reduction. The results showed that the MBO based employee performance evaluation assessment system at PT. TPMC met the ideal scope . W & 1H) including the use of the HRMS (Sunfis. The researcher's suggestion is that the Human Resources (HR) Department needs to increase employee competence through refreshing training activities related to the implementation of MBO so that the implementation of employee performance evaluation at PT. TPMC runs more objectively between employees and between business units. Key words: Performance evaluation. management by objective Copyright A 2023 Muhammad Imam Muttaqijn. Tatang Purnawan. Agung Budi A Corresponding Author Email: imammuttaqijn@gmail. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 458 Penerapan sistem evaluasi kinerja karyawan berbasis management by objective Muhammad Imam Muttaqijn. Tatang Purnawan. Agung Budi PENDAHULUAN AuPerformance evaluationAy atau AuPerformance appraisalAy. Appraisal berasal dari kata Latin AuappratiareAy yang berarti memberikan nilai atau harga. Evaluasi kinerja berarti memberikan nilai atas pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang untuk diberikan imbalan, kompensasi atau penghargaan. Evaluasi kinerja merupakan cara yang paling adil dalam memberikan imbalan atau penghargaan kepada pekerja atau karyawan termasuk karyawan yang ada di PT. XYZ. (Dalam Mangkunegara, 2005:. Salah satu ruang lingkup penilaian kinerja adalah metoda modern yaitu melalui Management by Objective (MBO) (Robbins, 2. Menurut Veithzal Rivai . MBO atau yang berarti manajemen berdasarkan sasaran artinya adalah satu bentuk penilaian dimana karyawan dan penyelia bersama-sama menetapkan tujuan-tujuan atau sasaran-sasaran pelaksanaan kerja di waktu yang akan datang. MBO bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan merumuskan tujuan organisasi dan sasaran kerja karyawan yang berada di Idealnya, karyawan akan mendapatkan masukan yang kuat untuk mengidentifikasikan sasaran kerja, waktu realisasi, target, dan perkiraan output target. MBO mengikutsertakan on going tracking dan umpan balik kedalam proses pencapaian sasaran kerja. Prinsip di balik MBO adalah untuk memastikan bahwa setiap karyawan memiliki pemahaman yang jelas terhadap tujuan atau sasaran organisasi, seperti halnya mereka memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mencapai tujuan Sistem MBO membuat manajer dan karyawan bekerja untuk menjalankan dan meraih rencananya, yang mana secara otomatis akan turut mendukung tercapainya tujuan organisasi. Secara umum MBO di PT. XYZ dimulai dengan pemaparan objektif perusahaan (Corporate Objectiv. oleh Presiden Direktur di bulan terakhir tahun fiskal berjalan di pertemuan bulanan MBO perusahaan ini kemudian menjadi acuan selanjutnya untuk penyusunan MBO di tingkat organisasi di bawahnya sampai ke tingkat karyawan staff. MBO didiskusikan dan disepakati antara karyawan dan atasannya termasuk target kriteria, target waktu dan inisiatifnya untuk kemudian di-upload ke HRMS (Sunfis. Di mana sesuai dengan kebijakan di PT. XYZ maka evaluasi kinerja karyawan dilakukan untuk periode tengah dan akhir tahun fiskal. Evaluasi tersebut di-upload ke HRMS (Sunfis. dan akan menjadi referensi final score penilaian kinerja. Dari pengamatan awal peneliti dan dihubungkan dengan ruang lingkup evaluasi 5W & 1H maka terdapat beberapa hal yang masih menjadi permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBO di PT. TPMC yaitu berhubungan dengan masih kurangnya kompetensi karyawan dalam pembuatan MBO yang baik yang berpengaruh terhadap pencapaian objektif unit bisnis dan perusahaan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan FGD (Forum Group Discussio. Wawancara dilakukan pada karyawan di PT. TPMC dengan ruang lingkup evaluasi 5W & 1H. Untuk keabsahan data dengan menggunakan triangulasi Analisis data dengan analisis kualitatif: pengumpulan data, penyajian data dan reduksi data. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari penelitian dengan pendekatan kualitatif, triangulasi sumber ruang lingkup evaluasi 5W & 1H ini didapatkan hasil sebagai berikut: WHO (Siap. Berbicara WHO adalah pihak yang dinilai dan penilai di PT. XYZ yang dalam hal ini adalah karyawan dan atasan langsungnya. Dimana khusus karyawan yang masuk juga ke tim manajemen perusahaan maka selain Presiden Direktur sebagai atasan langsungnya akan hadir juga Direktur yang membawahi departemen SDM. WHAT (Ap. Pada bagian WHAT terkait dengan apa yang akan dinilai dalam penilaian kinerja tersebut. Maka didapatkan 3 hal di PT. XYZ dengan adanya obyek . , dimensi waktu . tahun fiska. dan serta spesifikasi penilaian yang meliputi pencapaian objektif dan personal factor. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi Penerapan sistem evaluasi kinerja karyawan berbasis management by objective Muhammad Imam Muttaqijn. Tatang Purnawan. Agung Budi WHY (Mengap. Pada bagian WHY didapatkan juga hal-hal utama yang masuk dalam ruang lingkup ini yaitu membantu mekanisme umpan balik dan komunikasi, meningkatkan prestasi kerja, dasar pengembangan karir, dasar pemberian dan peningkatan balas jasa serta menentukan kebutuhan akan pelatihan. WHEN (Kapa. Kapan (WHEN) menunjukkan waktu penilaian kinerja karyawan yang dilakukan di PT. TPMC dimana didapatkan bahwa penilaian dilakukan secara formal . etiap semester dan setiap tahu. maupun informal . ecara terus meneru. saat interaksi pekerjaan antara bawahan dengan atasan. WHERE (Diman. Hasil penelitian bagian ke-5 dari 5W adalah WHERE didapatkan bahwa penilaian kinerja karyawan di PT. TPMC dilakukan secara on the job appraisal . empat dalam organisasi yaitu kantor dimana selama pandemik Covid-19 proses penilaian dilakukan juga secara virtual melalui Teams Selain 5W di atas yang terlibat dalam ruang lingkup penilaian kinerja terdapat juga 1H (HOW) dimana yang didapatkan dari penelitian ini adalah bagaimana penilaian kinerja karyawan dilakukan di PT. XYZ? Dan hasilnya PT. XYZ menggunakan salah satu metoda modern yaitu MBO. Dari penelitian tersebut didapatkan juga beberapa hasil lain yang terungkap yaitu kekurangan kompetensi baik karyawan maupun atasan terkait pembuatan atau pelaksamaan evaluasi MBO yang dimungkinkan akan menyebabkan kurang objektifnya proses & penilaian MBO antar karyawan maupun unit bisnis. Melihat hasil penelitian di atas dan membandingkannya dengan teori tentang ruang lingkup evaluasi kinerja . W & 1H) dapat disampaikan pembahasan dari hasil penelitian tersebut sebagai Secara umum sistem evaluasi kinerja di PT. XYZ berbasis MBO telah memenuhi ruang lingkup yang ideal . W & 1H) termasuk dengan adanya aplikasi Human Research Management System - HRMS (Sunfis. Namun demikian terdapat beberapa hal yang menarik untuk dibahas lebih lanjut baik dari aspek ruang lingkup evaluasi kinerja baik 5W & 1H maupun kompetensi terkait pelaksanaan MBO. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Rahman et. bahwa MBO memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada Bank Komersial. Hasil penelitian Islami . MBO merupakan metode penilaian kinerja yang efektif untuk evaluasi kinerja karyawan individu dan dapat meningkatkan efektivitas karyawan dalam organisasi. Terkait poin WHO (Siap. karena ruang lingkup penilaian kinerja di PT. XYZ berbasis MBO maka pihak yang terlibat dalam proses & penilaian MBO hanya karyawan dan atasannya langsung saja dan belum melibatkan pihak lain seperti rekan kerja, bawahan, manajer personalia, konsultan dan kombinasi dari semuanya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Muharlisiani dkk. bahwa dalam pencapaian perlu melibatkan karyawan dan manajer untuk membahas dan menyepakati tugas dan tanggung jawab dan proses pengecekan secara bersama-sama melalui proses revies. MBO mengharuskan manajer menetapkan tujuan yang diukur dan relevan pada setiap karyawan kemudian mendiskusikan kemajuan dalam pencapaian tujuan (Dessler 2017: . Untuk poin WHAT (Ap. WHY (Mengap. dan WHEN (Kapa. maka sistem evaluasi kinerja karyawan di PT. XYZ sudah secara lengkap mencakupnya. Sementara untuk WHERE (Diman. jika merujuk kepada jenis bidang usaha PT. XYZ maka proses penilaian kinerja karyawan di PT. XYZ tidak menggunakan pendekatan off the job appraisal . antor konsultan atau dalam masyarakat atau tempat lain di luar organisas. Pada poin terakhir lainnya yaitu HOW (Bagaiman. didapatkan bahwa PT. XYZ telah menggunakan salah satu metoda modern yaitu MBO dalam melakukan penilaian kinerja karyawannya. Terkait hasil penelitian lainnya yaitu kekurangan kompetensi baik karyawan maupun atasan dalam pembuatan dan/atau pelaksanaan evaluasi MBO yang dimungkinkan akan menyebabkan kurang baik dan objektifnya proses & penilaian MBO antar karyawan ataupun unit bisnis. Hal ini kemungkinan disebabkan karena kurang efektifnya pelaksanaan sosialisasi dokumen terkai MBO tersebut yang selama ini hanya dilakukan secara self-reading yang sifatnya hanya satu arah dan tidak ada interaksi dengan document owner MBO (Departemen SDM) sehingga pemahaman tentang arahan pembuatan MBO tidak berjalanan dengan baik di tingkat karyawan maupun unit bisnis. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Huang . bahwa karyawan diwajibkan mampu mengatasi masalah empiris dan MBO dapat menilai kompetensi relatif karyawan dalam tugas tersebut dan perlu perbandingan dengan karyawan lain dengan tingkat dan tanggung jawab yang sama. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 460 Penerapan sistem evaluasi kinerja karyawan berbasis management by objective Muhammad Imam Muttaqijn. Tatang Purnawan. Agung Budi SIMPULAN Dari penelitian tersebut dapat disampaikan simpulan bahwa sistem penilaian evaluasi kinerja karyawan berbasis MBO di PT. XYZ telah memenuhi ruang lingkup yang ideal . W & 1H) termasuk dengan telah digunakannya aplikasi HRMS (Sunfis. Berdasarkan penelitian tersebut, maka perlu dilakukan peningkatan kompetensi karyawan oleh bagian Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan refreshing training terkait MBO agar pembuatan dan pelaksanaan evaluasi kinerja karyawan di PT. XYZ berjalan lebih baik dan lebih objektif antar karyawan dan antar unit bisnis. DAFTAR PUSTAKA