Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. No. Agustus 2025, hlm. p-ISSN: 2355-7699 e-ISSN: 2528-6579 SISTEM KERJA ARTIFICIAL INTELLIGENCE SOFTWARE APLIKASI CLO 3D PADA PROSES PEMBUATAN PRODUK FASHION DESIGN Okta Purnawirawan*1. Muhdlor2 Universitas Brawijaya. Malang, 2SMK Ibu Kartini Semarang. Semarang Email: 1okta_p@ub. id, 2muhdhorr@gmail. *Penulis Korespondensi (Naskah masuk: 9 April 2025, diterima untuk diterbitkan: 30 Juni 2. Abstrak Penggunaan teknologi berbasis artificial intelligence menjadi prioritas utama industri, karena tuntutan efektifitas Industri desain fashion berupaya mengefektifitaskan proses produksi desain berbasis digital menggunakan software aplikasi berbasis artificial intelligence. Software aplikasi CLO 3D merupakan salah satu software yang dapat memvisualisasikan desain fashion dalam bentuk virtual reality dengan menggunakan konsep kerja artificial intelligence. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus berfokus mendeskripsikan sistem kerja artificial intelligence pada prosedur pembuatan desain fashion menggunakan software aplikasi CLO 3D. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian bahwa prosedur pembuatan desain fashion menggunakan software aplikasi CLO 3D terdiri dari delapan tahap. Konsep kerja artificial intelligence terdapat pada tahap pertama dan delapan. Tahap pertama dapat membuat avatar berbasis virtual reality dengan menentukan spesifikasi ketentuan bentuk tubuh yang dinginkan. Tahap delapan membuat dan mengubah desain fashion dua dimensi menjadi tiga dimensi berdasarkan pola tubuh avatar yang sebelumnya sudah dibuat. Berdasarkan penelitian tersebut bahwa software aplikasi CLO 3D menerapkan konsep kerja artificial intelligence. Teknologi artificial intelligence pada software aplikasi CLO 3D dapat mempermudah dalam membuat desain fashion dalam bentuk virtual reality dan memberikan efektifitas waktu proses pembuatannya. Kata kunci: artificial intelligence. CLO 3D, fashion design, virtual reality ARTIFICIAL INTELLIGENCE WORKING SYSTEM ON CLO 3D APPLICATION SOFTWARE IN THE PROCESS OF MAKING FASHION DESIGN PRODUCTS Abstract The use of artificial intelligence-based technology is a top priority for the industry, due to the demands of production effectiveness. The fashion design industry seeks to make the digital-based design production process effective using artificial intelligence-based application software. The CLO 3D application software is one of the software that can visualize fashion designs in virtual reality using the concept of artificial intelligence work. This research is a type of qualitative case study research focused on describing the artificial intelligence work system in the fashion design creation procedure using the CLO 3D application software. Data collection techniques with interviews and observations. The sample selection technique uses purposive sampling. The results of the study show that the fashion design creation procedure using the CLO 3D application software consists of eight stages. The concept of artificial intelligence work is in the first and eighth stages. The first stage can create a virtual reality-based avatar by determining the specifications of the desired body shape. The eighth stage creates and changes two-dimensional fashion designs into three dimensions based on the avatar body pattern that has been previously created. Based on this research, the CLO 3D application software applies the concept of artificial intelligence work. Artificial intelligence technology in the CLO 3D application software can make it easier to create fashion designs in virtual reality and provide effectiveness in the manufacturing process time. Keywords: artificial intelligence. CLO 3D, fashion design, virtual reality perencanaan dan pembuatan desain fashion. Indonesia memiliki peluang tinggi dalam menciptakan produk-produk desain fashion (Nursari & Hervianti, 2. dan (Putri, 2. Industri fashion PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang pesat berdampak pada proses digitalisasi pada semua aspek Salah satunya yaitu proses kegiatan 820 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Agustus 2025, hlm. Indonesia menjadi salah satu industri utama, dan sudah mencapai level Internasional. Kondisi tersebut menjadikan proses produksi desain fashion harus lebih efektif dan efisien dengan menggunakan perangkat teknologi informasi (Nobile et al. , 2. Perkembangan teknologi informasi berbasis artificial intelligence menjadi faktor pendukung. Pengusaha industri fashion pada saat ini juga sudah memulai perencanaan desain fashion secara digital menggunakan software aplikasi berbasis artificial Software aplikasi berbasis artificial intelligence untuk membuat desain fashion berbasis digital salah satunya yaitu Marvelous Designer 5. Software aplikasi tersebut dapat membuat desain fashion dalam bentuk tiga dimensi secara efektif (Khafaji, 2. Software aplikasi Marvelous Designer 5 dapat mensimulasikan desain fashion secara nyata menggunakan konsep kerja dari artificial Selain software aplikasi Marvelous Designer 5, terdapat software aplikasi hexagon yang dapat digunakan untuk membuat desain fashion dalam bentuk tiga dimensi (Lestari & Kharnolis. Software aplikasi yang dapat membuat produk desain fashion dalam bentuk tiga dimensi merupakan hasil dari konsep kerja artificial intelligence. Software aplikasi tersebut banyak digunakan karena dapat memvisualisasikan hasil rancangan desain dua dimensi menjadi tiga dimensi. Sehingga desainer dapat menganalisis bagaimana hasil akhir perencanaan desain fashion yang telah dibuat Berbagai industri juga menggunakan software aplikasi berbasis artificial intelligence tersebut dalam menghasilkan produk desain fashion berbasis digital tiga dimensi (Chan et al. , 2. Produk desain fashion berbasis digital tiga dimensi merupakan salah satu bentuk dari konsep virtual reality. Virtual reality memproyeksikan tampilan virtual dengan menggabungkan lingkungan nyata dan lingkungan maya (Nugraha et al. , 2. Konsep tampilan virtual pada produk desain fashion menjadi lebih nyata dan menarik (Starkey et al. Produk desain fashion dalam bentuk virtual reality menjadi salah satu produk hasil perkembangan teknologi informasi yang semakin maju (Lee et al. Hasil perkembangan teknologi dalam bidang virtual reality mempermudah desainer untuk memvisualisasikan bentuk rancangan fashion terlihat seperti nyata. Di era teknologi digital, virtual reality memiliki peluang tinggi dalam industri bidang desain Teknologi untuk mempromosikan mempublikasikan produk fashion berbasis digital (Satrinia et al. , 2. Selain itu, virtual reality memiliki konsep animasi untuk kegiatan peragaan busana hasil pembuatan desain fashion secara digital/maya (Nugroho et al. , 2. Kegiatan peragaan busana secara digital/maya dapat diakses secara online dan meminimalisir penggunaan sumber daya. Software aplikasi CLO 3D merupakan salah satu software aplikasi yang dapat memvisualisasikan desain fashion dalam bentuk virtual reality (Wang & Liu, 2. dan (Wang et al. CLO 3D merupakan software aplikasi untuk simulasi desain fashion berbasis virtual reality dalam bentuk tiga dimensi (El-Newashy & Zakaria, 2. dan (El-Newashy & El-Sayed, 2. Software aplikasi CLO 3D menghasilkan struktur desain fashion berbasis virtual reality hasil dari implementasi konsep kerja dari artificial intelligence (Cao & Wan, 2. Pada software aplikasi tersebut terdapat berbagai fasilitas menu untuk membuat desain fashion berbentuk tiga Pada software aplikasi CLO 3D terdapat fitur avatar model dalam jenis laki-laki dan perempuan sehingga memberikan efek virtual reality pada desain fashion secara nyata (Nguyen & Nguyen. Model avatar dapat dipilih sesuai dengan perancangan desain fashion yang telah dibuat Model avatar dapat digunakan sebagai acuan dalam mendesain perancangan fashion berbasis Model avatar dalam CLO 3D menjadi salah satu alternatif dalam membuat prototype desain fashion berbentuk tiga dimensi (Vrljanac et al. , 2. dan (Huang & Huang, 2. Berdasarkan penjelasan, artikel ini membahas bagaimana prosedur pembuatan desain fashion menggunakan software aplikasi CLO 3D yang mengimplementasikan sistem kerja dari artificial intelligence. Aplikasi CLO 3D dapat menghasilkan desain fashion tiga dimensi berbasis virtual reality. Peneliti juga mendapatkan berbagai contoh hasil desain fashion untuk memberikan informasi secara deskriptif hasil penggunaan software aplikasi CLO 3D. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian mendeskripsikan sistem kerja artificial intelligence pada prosedur pembuatan desain fashion menggunakan software aplikasi CLO 3D. Penelitian kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan data penelitian secara deskriptif dan sistematis berdasarkan kondisi faktual (Manurung, 2. , (Hanyfah et al. , 2. , dan (Azizah & Putri, 2. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian yaitu pengguna profesional bidang desain fashion yang menggunakan software aplikasi CLO 3D. Purnawirawan, dkk. Sistem Kerja Artificial IntelligenceA 821 Gambar 1. Avatar Model HASIL DAN PEMBAHASAN Prosedur pembuatan desain fashion dengan menggunakan software aplikasi CLO 3D terbagi menjadi delapan tahap. Konsep kerja artificial intelligence terdapat pada tahap pertama dan delapan. Tahap pertama membuat avatar berbasis virtual reality dengan menentukan spesifikasi ketentuan bentuk tubuh yang dinginkan. Tahap delapan membuat dan mengubah desain fashion dua dimensi menjadi tiga dimensi berdasarkan pola tubuh avatar yang sebelumnya sudah dibuat. Gambar 2. Desain Tampak Dua dan Tiga Dimensi 1 Membuat Avatar Model Tahap pertama, memilih dan mengatur ukuran bentuk tubuh dari avatar, sesuai Gambar 1. Avatar merupakan model peraga untuk mempermudah membuat desain fashion. Avatar pada software aplikasi CLO 3D berbentuk virtual reality. Avatar tersebut merupakan hasil implementasi artificial intelligence dari konsep desain fashion berbasis tiga Avatar memiliki dua jenis yaitu model yaitu laki-laki dan perempuan. Avatar bertujuan untuk membudahkan desainer dalam menganalogikan desain fashion secara tiga Pada tahap ini avatar dapat diatur sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh yang meliputi ukuran pinggang, dada, lengan, perut, kaki dan anggota tubuh lainnya. Proses tersebut yang CLO mengimplementasikan konsep kerja dari artificial Mengubah data numerik menjadi visual desain berbasis virtual reality. 2 Membuat Desain Fashion Dua Dimensi Tahap kedua, ketika sudah selesai membuat avatar berdasarkan ukuran tubuh yang telah dirancang, maka langkah selanjutnya yaitu membuat desain fashion secara dua dimensi. Sebelum melakukan tahap dua ini untuk mempermudah, sebaiknya sudah memiliki rancangan pola secara manual pada kertas gambar. Tujuannya agar ketika membuat desain secara digital sudah memiliki rancangan fashion yang akan dibuat. Gambar 3. Proses Dublikasi Desain Fashion Kelebihan software aplikasi CLO 3D ini karena mengimplementasikan sistem kerja artificial intelligence maka desainer dengan mudah dapat mengganti berbagai ukuran berdasarkan bentuk tubuh dari avatar yang sudah ada. Sehingga hanya memerlukan proses mendesain mengikuti bentuk tubuh dari avatar. Jika secara manual tentunya desainer hanya bisa menggambar secara dua dimensi di atas kertas saja. Selain itu kelebihan dari software aplikasi CLO 3D desainer dapat melakukan analisa dari bentuk dua dan tiga dimensi seperti pada Gambar 3 Menduplikasi Desain Fashion Tahap ketiga setelah desain fashion dua dimensi dari satu bagian sudah berhasil dibuat, maka langkah selanjutnya yaitu menduplikasi bagian kiri atau Sehingga memiliki ukuran yang sama/presisi. Kelebihan dari software aplikasi CLO 3D desainer cukup membuat desain sebagian dari posisi kiri atau kanan saja. Ketika desain sudah berhasil diduplikasi maka desain dapat menganalisis hasilnya dengan bentuk penampang dua dan tiga dimensi. Seperti pada Gambar 3. 4 Memberi Warna Desain Fashion Tahap keempat, setelah selesai membuat desain fashion secara lengkap dari posisi kiri dan kanan, maka selanjutnya yaitu memberikan efek warna pada desain tersebut. Jenis warna disesuaikan dengan kreatifitas pada masing-masing desainer. Tentunya dalam memilih warna berdasarkan rancangan awal desain yang sudah dibuat sebelumnya. Selain memberikan warna, software aplikasi CLO 3D ini memiliki kelebihan yaitu dapat memasukkan berbagai jenis tekstur pada gambar-gambar yang ada. 822 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Agustus 2025, hlm. Gambar 4. Pewarnaan Desain Fashion Gambar 5. Penyempurnaan Bentuk Desain Fashion Gambar 6. Dublikasi Desain Fashion Gambar 7. Menggabungkan Desain Fashion Artinya bahwa desain fashion tersebut tidak hanya dapat diwarnai saja melainkan dapat diberikan efek tekstur jenis lainnya. Sehingga lebih nyata dan sesuai dengan rancangan desain. 5 Menyempurnakan Bentuk Desain Fashion Tahap kelima, jika sudah selesai memberikan warna atau tekstur pada desain fashion, langkah selanjutnya yaitu menyempurnakan bentuk desain sesuai dengan bentuk tubuh avatar. Desainer akan menyempurnakan pada bagian pundak, dada, lengan, pinggul dan bagian lainnya. Sehingga hasilnya akan sesuai dengan tubuh avatar tersebut. Kelebihan dari software aplikasi CLO 3D ini desainer dengan bebas mengatur ulang ukuran desain fashion yang sebelumnya sudah dirancang. 6 Menduplikasi Desain Fashion Tahap keenam, jika desainer merasa bahwa ukuran desain sudah sesuai dengan bentuk tubuh avatar, maka selanjutnya menduplikasi desain menjadi dua bagian yaitu depan dan belakang. Tujuannya agar ukuran desain menjadi sama/presisi antara depan dan belakang. Hal tersebut menjadi kelebihan dari software aplikasi CLO 3D, desainer tidak perlu membuat secara utuh, sehingga waktu proses pembuatan menjadi efektif dan efisien. 7 Menggabungkan Desain Fashion Tahap ketujuh, jika sudah selesai menduplikasi desain fashion pada posisi depan dan belakang, serta posisi desain sudah sesuai dengan tubuh avatar maka langkah selanjutnya yaitu menggabungkan kedua desain tersebut. Kelebihan dari software aplikasi CLO 3D ini desainer dapat menarik garis hubung antara desain bagian depan dengan belakang dari posisi avatar. Gambar 8. Proses Converting Desain Fashion Desainer juga dapat menganalisis berdasarkan posisi dua dan tiga dimensi seperti pada Gambar 7. 8 Finishing Desain Fahsion Tahap menggabungkan desain, dengan menarik garis hubung antara desain bagian depan dengan belakang dari posisi avatar yaitu melakukan finishing dengan menconverting desain ke tubuh avatar pada Gambar Pada proses ini software aplikasi CLO 3D menerapkan sistem kerja dari artificial intelligence. Desain dua dimensi dirubah menjadi tiga dimensi berdasarkan bentuk tubuh avatar yang ada Hal tersebut menjadi kelebihan dari software aplikasi CLO 3D, karena desainer dapat menganalisis bagaimana hasil perancangan desain yang telah dibuatnya. Menurut Wang & Liu . , proses pembuatan desain fashion dengan menggunakan software aplikasi CLO 3D terdiri dari sembilan tahap, diantaranya yaitu: . Virtual garment fitting system. Making CLO virtual clothing. Mannequin . Import 2D pattern. Arrange the 3D position of the sample. Generate 3D samples. Fabric processing and adjustment. Purnawirawan, dkk. Sistem Kerja Artificial IntelligenceA 823 Gambar 9. Desain Fashion Produk 1 Gambar 10. Desain Fashion Produk 2 Gambar 11. Desain Fashion Produk 3 . Display the sample on the Web. Designers make adjustments according to user Berikut merupakan hasil pengembangan produk desain fashion dengan menggunakan software aplikasi CLO 3D, dengan prosedur dasar proses pembuatan yang sama. Desain fashion memiliki hubungan yang erat dengan model busana. Desain fashion merupakan hasil rancangan atau pola yang diciptakan oleh manusia dari suatu proses pemikiran atau ide, rasa keindahan atau seni, dan mempunyai tujuan tetentu yang dituangkan dalam bentuk dua demensi ataupun tiga demensi, sehingga dapat diwujudkan dalam bentuk pakaian. Terdapat tiga metode dalam proses mendesain yaitu metode kerangka kopseptual desain, metode tiga tahap, dan metode double diamond model (Indarti, 2. Jika dilihat dari perkembangan teknologi dalam mendesain busana, sangat erat kaitannya dengan jurusan merancang busana atau fashion desain. Pada saat ini perkembangan teknologi khususnya pada komputer desain fashion sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memudahkan para desainer dengan leluasa dalam membuat desain fashion berbasis digital. Komputer dengan dilengkapi software aplikasi desain fashion, membantu desainer dapat lebih efektif dan efisien dalam proses mendesai, karena gambar yang salah dapat di edit kembali tanpa membutuhkan waktu lama serta hasilnya lebih Akan tetapi mendesain menggunakan komputer diperlukan keahlian khusus dan pengalaman penggunaan software aplikasi desain yang mendalam, khususnya medesain dalam bentuk tiga dimensi. Desain fashion merupakan salah satu bagian dari industri kreatif yang memiliki karakteristik berupa ciptaan desain dua dimensi dengan diwujudkan dalam suatu karya tiga dimensi untuk dipertunjukkan dan didistribusikan kepada konsumen sebagai sebuah produk desain fashion (Krismawan, 2. Desain tiga dimensi adalah salah satu permodelan . dari suatu busana, sebagai tindak lanjut dari pembuatan desain busana. Permodelan ini seringkali digunakan sebagai master yang dipajang di suatu usaha butik/rumah mode, ataupun dapat dijadikan contoh, karena desain tiga dimensi dapat memvisualisasikan kondisi yang sesungguhnya dari suatu busana yang akan dibuat. Sesuai dengan namanya, maka desain tiga dimensi adalah gambar desain busana yang dibuat dalam format tiga dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang, lebar dan ketebalan, sehingga gambar tersebut memiliki ukuran volume. Selain itu, penggunaan pencetakan tiga dimensi sudah umum di banyak industri, termasuk industri fashion. Artificial Intelligence pada Aplikasi CLO 3D Berdasarkan hasil wawancara pengguna software aplikasi CLO 3D didapatkan hasil proses artificial intelligence pada software aplikasi CLO 3D terdapat pada beberapa bagian di dalam fitur. Diantaranya 9 Pemilihan Avatar Artificial intelligence pada software aplikasi CLO 3D memberikan kemudahan dalam menentukan desain model fashion . dalam bentu tiga dimensi yang terdiri dari dua jenis male . aki-lak. serta female . dengan dua golongan anakanak dan dewasa. Avatar memberikan efektifitas dalam membuat desain fashion berdasarkan bentuk Bentuk tubuh avatar dapat ditentukan berdasarkan rancangan konsep desainer. Postur tubuh avatar dapat dirubah berdasarkan ukuran badan seperti, lingkar pingang, lingkar dada, tubuh, tangan, dan kaki. 824 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Agustus 2025, hlm. Gambar 12. Avatar Male Pada Postur Anak Gambar 16. Desain Dua Dimensi Menjadi Tiga Dimensi Gambar 13. Avatar Female Pada Postur Anak Gambar 17. Proses Convert Berdasarkan Tubuh Avatar Gambar 14. Avatar Male Pada Postur Dewasa Gambar 15. Avatar Female Pada Postur Dewasa 10 Merubah Desain Dua Dimensi menjadi Tiga Dimensi Pada software aplikasi CLO 3D memberikan kemudahan dalam mengubah desain dua dimensi menjadi tiga dimensi. Fitur dalam aplikasi tersebut memiliki teknologi artificial intelligence dalam menconvert desain fashion sesuai dengan bentuk avatar yang direncanakan sebelumnya. Artificial intelligence pada software aplikasi CLO 3D memberikan kemudahan dalam memberikan gambaran desain dua dimensi menjadi tiga dimensi. Hal tersebut memudahkan desainer dalam memberikan gambaran hasil desain secara nyata pada tubuh manusia. Selain itu jika tidak sesuai, maka desainer dapat merubah hasil rencananya dalam bagian dua dimensi, sedangkan bagian tiga dimensi akan menyesuaikan. Berdasarkan diskripsi hasil wawancara tersebut, bahwa software aplikasi CLO 3D termasuk dalam jenis artificial intelligence, machine learning. Menurut Zahara et al. artificial intelligence teknologi kecerdasan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam berbagai bidang. Berdasarkan konsep tersebut maka software aplikasi CLO 3D termasuk dalam artificial intelligence. Pada aplikasi tersebut terdapat akurasi dalam mendesain bidang Selain itu, memiliki mekanisme sistem kerja dalam memberikan putusan untuk memprediksi visualisasi avatar berdasarkan masukan parameter nilai ukuran anggota tubuh. Selain itu, software aplikasi CLO 3D juga dapat memvisualisasikan desain dalam bentuk dua dan tiga dimensi berdasarkan hasil desain rancangan fashion. Menurut Permana et al. artificial intelligence dapat meniru atau mereplikasi kemampuan kognitif manusia. Berdasarkan konsep tersebut software aplikasi CLO 3D dapat meniru Purnawirawan, dkk. Sistem Kerja Artificial IntelligenceA 825 keterampilan mendesain manusia secara tiga dimensi. Berdasarkan tekonologi artificial intelligence, software aplikasi CLO 3D termasuk dalam jenis, expert systems. Jenis expert systems berfokus pada kemampuan untuk menjawab pertanyaan atau permasalahan dalam bidang tertentu. Permasalahan pada bidang fashion salah satunya yaitu bagaimana cara mengefektifkan proses mendesain. Penggunaan perangkat teknologi informasi dapat mempermudah desainer dalam merancang desain fashion dalam bentuk dua atau tiga dimensi dengan bantuan virtual Berdasarkan fungsi artificial intelligence, software aplikasi CLO 3D termasuk dalam jenis, reactive machines. Jenis reactive machines teknologi yang hanya memiliki kemampuan menerima data input tanpa proses menyimpan untuk digunakan pada proses selanjutnya. Artificial intelligence jenis tersebut hanya bekerja berdasarkan algoritma yang sudah diprogramkan dan hanya dapat merespon berdasarkan input yang diterima. Artificial intelligence jenis ini tidak dapat beroperasi dari waktu ke waktu karena tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan data yang diterima sebelumnya. Berdasarkan intelligence, software aplikasi CLO 3D termasuk dalam jenis, narrow . rtificial intelligence lema. Hanya dapat melakukan kegiatan atau menyelesaikan masalah tertentu dengan cara yang terukur dan bisa diulang serta memiliki kemampuan yang terbatas. Software aplikasi CLO 3D hanya dapat mengeksekusi berdasarkan data yang dimasukkan . Data yang masuk pada sistem akan digunakan sebagai parameter dalam menentukan bentuk visual dari jenis avatar yang akan menjadi model virtual. Selain itu, data digunakan untuk menentukan desain fashion dua dan tiga dimensi yang dirancangnya. KESIMPULAN Penggunaan teknologi berbasis artificial intelligence menjadi prioritas utama industri, karena tuntutan efektifitas produksi. Industri desain fashion berupaya mengefektifitaskan proses produksi desain berbasis digital menggunakan software aplikasi berbasis artificial intelligence. Software aplikasi CLO 3D merupakan salah satu software yang dapat memvisualisasikan desain fashion dalam bentuk virtual reality dengan menggunakan konsep kerja artificial intelligence. Prosedur pembuatan desain fashion menggunakan software aplikasi CLO 3D terdiri dari delapan tahap. Konsep kerja artificial intelligence terdapat pada tahap pertama dan delapan. Tahap pertama dapat membuat avatar berbasis virtual reality dengan menentukan spesifikasi ketentuan bentuk tubuh yang Tahap delapan membuat dan mengubah desain fashion dua dimensi menjadi tiga dimensi berdasarkan pola tubuh avatar yang sebelumnya sudah dibuat. Software aplikasi CLO 3D menerapkan konsep kerja artificial intelligence sehingga mempermudah dalam membuat desain fashion dalam bentuk virtual reality dan memberikan efektifitas waktu proses pembuatannya. DAFTAR PUSTAKA