AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 UPAYA PENINGKATAN LITERASI WAKAF TUNAI DI PONDOK PESANTREN Setyo Tri Wahyudi1*. Dwi Retno Widiyanti2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya * Penulis Korespodensi : dr_wdy@ub. Abstrak- Kegiatan literasi pada bidang keuangan, khususnya terkait dengan Wakaf tunai dari, oleh, dan untuk Masyarakat dilakukan oleh BWI. Kementerian Keuangan, dan juga pihak kampus kepada masyarakat, guna merealisasikan potensi wakaf di Indonesia sebesar Rp180 triliun. Terdapat beberapa tantangan-tantangan utama dalam mengembangkan potensi wakaf tunai di Indonesia selain tantangan tata kelola, di antaranya rendahnya literasi masyarakat Indonesia akan wakaf tunai dan terbatasnya instrumen keuangan dalam mengembangkan nilai . wakaf uang. nilai Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara Nasional secara keseluruhan mendapatkan skor 50,48 masuk dalam kategori rendah, terdiri dari Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Dasar sebesar 57,67 dan Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Lanjutan sebesar 37,97. Masyarakat provinsi Jawa Timur adalah termasuk dalam kelompok daerah yang mempunya nilai ILW dalam kategori menengah yang cenderung rendah. Dengan menggunakan pendekatan metode workshop untuk pesantren, program Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan angka literasi wakaf tunai di lingkunagna pesantren yang ada di Kecamatan Jabung. Kabupaten Malang. Jawa Timur Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat. Pesantren. Kabupaten Malang Abstract-Literacy activities in the financial sector, especially those related to cash waqf from community, by community, and for the community are carried out by BWI, the Ministry of Finance, and also the campus to the community, in order to realize the potential of waqf in Indonesia of Rp180 trillion. There are several main challenges in developing the potential of cash waqf in Indonesia in addition to governance challenges, including the low literacy of the Indonesian people about cash waqf and limited financial instruments in developing the value . of cash waqf. The National Waqf Literacy Index (ILW) value overall got a score of 50. 48 which was included in the low category, consisting of the Basic Waqf Understanding Literacy Value of 57. 67 and the Advanced Waqf Understanding Literacy Value of 37. The people of East Java province are included in the group of regions that have ILW scores in the medium category which tend to be low. By using a workshop method approach for pesantren, this Community Service program is expected to be able to increase the literacy rate of cash waqf in the pesantren environment in Jabung District. Malang Regency. East Java. Keywords: Community Service Program. Islamic Boarding School. Malang Regency PENDAHULUAN Menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI), wakaf uang yang terkumpul dalam periode 20112018 hanya Rp255 miliar dari potensinya sebesar Rp180 triliun. Namun, hingga tanggal 20 Desember 2020 total wakaf tunai yang terkumpul dan ditempatkan di bank . hanya sebesar Rp328 miliar, sementara project based wakaf mencapai Rp597 miliar. Terdapat beberapa tantangan-tantangan utama dalam mengembangkan potensi wakaf tunai di Indonesia selain tantangan tata kelola, di antaranya rendahnya literasi masyarakat Indonesia akan wakaf tunai dan terbatasnya instrumen keuangan dalam mengembangkan nilai . wakaf uang. Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1302 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 Gambar 1. Skor Indeks Literasi Wakaf Nasional Tahun 2020 Berdasarkan Laporan Survey Literasi Wakaf Nasional Tahun 2020, nilai Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara Nasional secara keseluruhan mendapatkan skor 50,48 masuk dalam kategori rendah, terdiri dari Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Dasar sebesar 57,67 dan Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Lanjutan sebesar 37,97. Maknanya, bahwa sebagian besar keseluruhan masyarakat muslim di Indonesia mempunyai tingkat literasi dalam kategori dasar dan rendah. Adapun Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan Wakaf Uang adalah seperti pada peluncuran produk Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) ataupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). CWLS adalah untuk menambah pilihan instrumen pengembangan wakaf uang sekaligus sebagai wadah investasi wakaf uang unggulan . man dan imbal hasil tingg. Sedangkan dana wakaf uang pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) adalah melalui mekanisme private placement yang semula besaran penempatan minimal adalah Rp250 miliar diturunkan menjadi Rp50 miliar untuk dapat mengakomodasi dana wakaf uang. Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) pada 25 Januari 2021 sebagai bagian mendukung percepatan pembangunan nasional. Titik berat gerakan ini adalah menetapkan wakaf uang sebagai program strategis wakaf nasional, serta memayungi berbagai program inisiatif pengembangan wakaf uang di Indonesia, maupun menjadi momentum percepatan penguatan literasi, partisipasi, dan kebermanfaatan wakaf uang. Wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan oleh seseorang, sekelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai, termasuk dalam pengertian uang tunai adalah surat berharga. Wakaf uang merupakan pengembangan wakaf dari yang semula berupa aset tidak bergerak . anah dan banguna. , menjadi aset bergerak/tunai seperti uang. Beberapa keunggulan wakaf uang, diantaranya: Membuka ruang partisipasi yang lebih luas dari tanah dan bangunan bagi masyarakat untuk berwakaf, dengan nilai yang relatif jauh lebih kecil. Pokok wakaf uang dapat berperan sebagai sumber pembiayaan pembangunan aset negara, sementara manfaatnya dapat digunakan untuk mendanai kebutuhan pendanaan sosial masyarakat luas. Wakaf uang berpeluang mendorong sektor keuangan syariah untuk lebih kuat dan maju. Pelaksanaan edukasi mengenai literasi wakaf uang dalam rangka meningkatkan potensi realisasi wakaf dari masyarakat sangat diperlukan. Literasi wakaf tidak terbatas pada pengertian pengetahuan, keterampilan dan keyakinan akan lembaga, pemanfaatan wakaf semata, namun pengetahuan mengenai program-program pemerintah berikut serta produk-produk wakaf uang yang dapat meningkatkan pemanfaatannya untuk masyarakat juga harus dipahami betul. Sehingga selanjutnya dapat mendorong terwujudnya target utama peningkatan manfaat wakaf untuk kesejahteraan masyarakat. Optimalisasi pengelolaan wakaf di beberapa negara menunjukkan hasil yang memuaskan. Diantara Negara tersebut adalah Mesir. Saudi Arabia. Yordania. Turki. Bangladesh. Singapura dengan Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1303 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 penduduk Muslim minoritas telah berhasil mengelola wakaf sehingga asset wakafnya mencapai US$250 juta pada tahun 2007 dan pendapatannya digunakan untuk pembangunan dan kebaikan masyarakat (Lubis, et al, . Wakaf uang mempunyai potensi menciptakan kesejahteraan sosial. Undang-Undang no. 41 tentang Wakaf diharapkan dapat mengubah paradigm masyarakat Indonesia tentang peruntukan wakaf, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa harta benda wakaf dapat berupa harta tidak bergerak dan harta bergerak seperti uang, logam mulia, surat berharga, kendaraan, hak atas kekayaan intelektual, dll. Wakaf harta bergerak dikenal dengan wakaf uang. Besarnya potensi ini ternyata tidak diikuti dengan realisasi. Menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI), wakaf uang yang terkumpul dalam periode 2011-2018 hanya Rp255 miliar dari potensinya sebesar Rp180 triliun. Namun, hingga tanggal 20 Desember 2020 total wakaf tunai yang terkumpul dan ditempatkan di bank . hanya sebesar Rp328 miliar, sementara project based wakaf mencapai Rp597 miliar. Kesenjangan potensi dan realisasi wakaf tersebut antara lain disebabkan karena harta benda wakaf tidak produktif, pola pikIr nadzir masih tradisional, dan wakaf uang belum tersebar luas (Achmad Djunaedi, 2. Penghambat pengembangan wakaf di Indonesia antara lain adalah pemahaman masyarakat, kemampuan nadzir yang terbatas, serta anggapan masyarakat bahwa urusan wakaf sudah selesai dan tidak perlu diperdalam lagi. Tentang wakaf uang beliau menyatakan bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui wakaf uang karena sosialisasinya belum dilakukan secara maksimal. Nilai Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara Nasional secara keseluruhan mendapatkan skor 50,48 masuk dalam kategori rendah, terdiri dari Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Dasar sebesar 57,67 dan Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Lanjutan sebesar 37,97. Maknanya, bahwa sebagian besar keseluruhan masyarakat muslim di Indonesia mempunyai tingkat literasi dalam kategori dasar dan rendah. Terdapat beberapa tantangan-tantangan utama dalam mengembangkan potensi wakaf tunai di Indonesia selain tantangan tata kelola, di antaranya rendahnya literasi masyarakat Indonesia akan wakaf tunai dan terbatasnya instrumen keuangan dalam mengembangkan nilai . wakaf uang. Dalam realitanya masyarakat Muslim Indonesia lebih mengenal zakat, infak, sedekah dibandingkan wakaf yang masih terkesan ekslusif. Masyarakat mengaanggap bahwa wakaf umumnya berwujud benda tidak bergerak, khusunya tanah (Djalaluddin, 2. Berdasarkan peran penting yang dapat dilakukan wakaf untuk kesejahteraan sosial maka adalah penting untuk meningkatkan literasi Wakaf Uang di masyarakat. Permasalahan Dan Solusi Permasalahan Di bawah ini ditampilkan dalam grafik bahwa terdapat data skor indeks literasi wakaf per provinsi yang dilakukan oleh BWI pada tahun 2020. Setidaknya terdapat 28 dari 32 Provinsi yang dilakukan survey tersebut berada pada skor rendah, dan hanya 4 provinsi yang memiliki skor literasi wakaf dengan kategori menengah/moderat. Jawa Timur masuk pada kategori indeks literasi wakaf dengan skor rendah di tahun 2020. Gambar 2. Skor Indeks Literasi Wakaf Per Provinsi Tahun 2020 Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1304 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 Kabupaten Malang menjadi salah satu basis masyarakat muslim terbanyak di propinsi Jawa Timur, namun skor literasi di propinsi Jawa Timur terdata masih dalam kategori rendah. Berdasarkan survey yang dilakukan di tiga pesantren di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang sebelumnya, permasalahan mitra yang terjadi terkait dengan literasi wakaf tunai: Kajian fikih muamalah mencakup kajian-kajian fikih muamalah klasik belum ada spesifik membahas Literasi wakaf di lingkungan pesantren-pesantren di Kecamatan Jabung umumnya berdasarkan fikih klasik, wakaf pada fasilitas-fasilitas ibadah. Literasi wakaf tunai di lingkungan pesantren-pesantren di Kecamatan Jabung masih belum ada. Dalam pemanfaatan wakaf, belum ada yang memanfaatkan wakaf tunai dalam pengembangan lembaga pesantren-pesantren. Berdasarkan survey yang telah dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia setidaknya beberapa rekomendasi kebijakan: Bagi Otoritas atau Regulator Wakaf Sebagai Hasil Survey ILW yang pertama, maka hasil survey ini menjadi referensi awal BWI dalam menyusun strategi sosialisasi guna mengembangkan perwakafan nasional secara umum. Survey ini akan dilaksanakan berkelanjutan sebagai salah satu alat evaluasi keberhasilan program edukasi dan peningkatan literasi wakaf masyarakat Cakupan survey yang meliputi 32 provinsi juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi BWI daerah, kelompok alim ulama, akademisi, nadzir dan seluruh stakeholder perwakafan ditiap daerah untuk menyesukaian setrateginya Untuk wilayah-wilayah dengan literasi wakaf yang sudah tinggi, hendaknya dapat diikuti dengan peningkatan mobilisasi aset wakaf yang lebih aggressive, meskipun harus diakui secara umum literasi wakaf nasional masih jauh lebih rendah dibandingkan zakat. Hal ini harus dipandang sebagai sebuah peluang terbukanya potensi wakaf yang sangat besar yang belum tergarap Untuk propinsi-propinsi dengan ILW yang terendah, perlu dilakukan pendalaman tersendiri untuk mencari apa kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan literasi wakaf, sementara bagi propinsi dengan ILW tinggi harapannya dapat membagi pengalamannya dengan daerah lain Preferensi responden atas pemilihan nadzir yang akuntabel dan transparan, menjadi catatan tersendiri bagi regulator khususnya dalam upaya untuk menerapkan standar kompetensi nadzir dalam mengelola aset wakaf serta peraturan lain yang dianggap perlu guna meningkatkan transparansi kinerja nadzir kepada masyarakat Dengan demikian hasil Survey ini dapat menjadi panduan bagi pihak regulator dalam Menyusun kebijakan dalam pengelolaan dan pengembangan aset wakaf secara lebih terencana, efektif, efisien dan terukur. Bagi Organisasi Pengelola Wakaf/Nadzir (OPW) Hasil Survey Indeks Literasi Wakaf ini dapat menjadi gambaran awal bagi para nadzir baik yang berskala nasional maupun daerah, khususnya dalam menilai kinerjanya dalam meningkatkan literasi perwakafan masyarakat. Sehingga pada gilirannya dapat dijadikan dasar penyusunan strategi dalam memasarkan dan memobilisasi produk-produk wakaf di masing-masing wilayah. Hasil survey menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat masih rendah, namun demikian ada sejumlah daerah dengan tingkat literasi yang moderat/menengah. Ini dapat dijadikan benchmark bagi nadzir apakah tingginya ILW diikuti oleh meningkatnya jumlah mobilisasi aset wakaf, dan kira-kira apa saja kendala yang dihadapi dalam upaya mewujudkannya Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1305 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 Hal diatas dapat dikerjakan bersama-sama antara nadzir dengan LKSPWU dalam menciptakan ecosystem perwakafan yang inovatif dan modern baik dari sisi pengumpulan, pengelolaan dan pemanfaatan aset wakaf Preferensi responden dalam melaksanakan wakafnya dilakukan melalui nadzir Lembaga, namun yang menarik adalah pemberian wakaf langsung kepada mauquf alaih justru menempati posisi ke-2 sebesar 29%, hal ini men-konfirmasi rendahnya literasi masyarakat akan wakaf. Dimana aktivitas wakaf tercampur dengan aktivitas infaq/sadaqah secara umum Alasan pemilihan nadzir didasarkan atas akuntabilitas dan transparansinya. Harapannya hal ini ini dapat ditindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas dan profesionalisme oleh para nadzir. Seiring dengan rencana penerapan sertifikasi nadzir oleh pihak regulator Pentingnya membangun sinergi dengan para alim ulama, mengingat sumber informasi utama tentang wakaf masih diperoleh dari ceramah dan pengajian, tidak kalah pentingnya adalah pemanfaatan Media social yang mampu menjangkau area yang lebih luas serta segmen millennial yang memiliki potensi dalam mengakumulasi aset wakaf dimasa mendatang BAHAN DAN METODE Merujuk pada data Laporan Survey Literasi Wakaf Nasional Tahun 2020, terdapat 28 provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat literasi wakaf yang berada pada skor rendah. Jawa Timur termasuk dalam kategori provinsi dengan skor yang rendah. Menyoroti dari rekomendasi yang penting untuk ditindak lanjuti bahwa Sinergi antara berbagai elemen dapat dikerjakan bersama-sama antara nadzir dengan LKSPWU dalam menciptakan eco-system perwakafan yang inovatif dan modern baik dari sisi pengumpulan, pengelolaan dan pemanfaatan aset wakaf Preferensi responden dalam melaksanakan wakafnya dilakukan melalui nadzir Lembaga, namun yang menarik adalah pemberian wakaf langsung kepada mauquf alaih justru menempati posisi ke-2 sebesar 29%, yangmana ini adalah konfirmasi rendahnya literasi masyarakat akan wakaf. Dimana aktivitas wakaf tercampur dengan aktivitas infaq/sadaqah secara umum Alasan pemilihan nadzir didasarkan atas akuntabilitas dan transparansinya. Harapannya hal ini ini dapat ditindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas dan profesionalisme oleh para nadzir. Seiring dengan rencana penerapan sertifikasi nadzir oleh pihak regulator Pentingnya membangun sinergi dengan para alim ulama, mengingat sumber informasi utama tentang wakaf masih diperoleh dari ceramah dan pengajian, tidak kalah pentingnya adalah pemanfaatan Media sosial yang mampu menjangkau area yang lebih luas serta segmen millennial yang memiliki potensi dalam mengakumulasi aset wakaf dimasa mendatang Sehingga kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan dan penyuluhan di pondok-pondok pesantren sebagai basis masyarakat yang menjembatani antara alim ulama dengan masyarakat. Materi pengabdian berdasarkan informasi yang cukup dan data-data terkait konsep wakaf uang, potensi pemanfaatannya bagi masyarakat, serta produk-produk wakaf uang yang kini telah bersinergi dengan kebijakan pemerintah guna menjangkau pemanfaatan yang lebih luas lagi. Adapun langkahlangkah yang dilakukan yaitu: tahap meningkatkan pengetahuan individu mengenai konsep wakaf dan wakaf uang, potensi besar dari pemanfaatan wakaf . pada tahap perencanaan, mengajak individu untuk mengidentifikasi potensi wakaf yang ada pada lingkungan terdekat berikut serta potensi manfaatnya Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1306 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 . pada tahap implementasi, setiap individu sebagai lapisan masyarakat yang pada gilirannya akan menjadi alim ulama dapat menjadi sumber informasi utama tentang wakaf bagi masyarakat melalui ceramah dan pengajian yang diberikannya Gambar 3. Gambaran Iptek Secara rinci berikut adalah penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan kegiatan: Tahap persiapan dan perencanaan: Tahap persiapan terdiri dari studi lapang dan literatur yang digunakan oleh tim untuk memperdalam materi dan permasalahan yang mendasar guna menyampaikan materi terkait dengan tema kegiatan. Tahap sosialisasi dan pelatihan: Tahap ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih mendalam kepada peserta kegiatan pengabdian untuk lebih mendalami dan mengetahui mengenai literasi wakaf tunai. Analisa dan Evaluasi: Hal yang dianalisa dan dievaluasi dalam kegiatan ini adalah tentang bagaimana respon peserta dengan adanya program ini, begitu pula perkembangannya selama program berlangsung. Penyusunan Laporan: Penyusunan ini sebagai laporan pertanggungjawaban penulis atas program yang dilaksanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan diskusi bersama antara dunia akademis dan masyarakat. Adapun target dari kegiatan ini adalah upaya dunia akademis untuk meningkatkan wawasan masyarakat mengenai literasi wakaf tunai. Adapun program secara rinci dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut: Tabel 1. Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Jenis Kegiatan Luaran Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1307 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 Masyarakat dapat memahami pentingnya pemanfaatan wakaf baik wakaf melalui aset tidak bergerak maupun wakaf dengan aset bergerak, yaitu salah satunya adalah wakaf tunai atau wakaf dalam bentuk uang di lingkungan pesantren, sehingga nantinya para santri dapat mentransfer pemahamannya kepada masyarakat muslim pada umumnya di masa depan. Materi mengenai AuUpaya Peningkatan Literasi Wakaf Tunai di PesantrenAy Adapun susunan acara adalah sebagai berikut: dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat Tabel 2. : Susunan Acara Program Pengabdian kepada Masyarakat Hari Kamis, 30 Juni 2022 Waktu Kegiatan 00 Ae 09. Registrasi 30 Ae 09. Pembukaan 45 Ae 11. Materi AuUpaya Peningkatan Literasi Wakaf Tunai di PesantrenAy 15 Ae 12. Diskusi Penutupan Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: Ceramah Dalam kegiatan ini materi diberikan dalam bentuk ceramah dimana peserta memperoleh wawasan mengenai wakaf, jenis-jenis wakaf serta bagaimana wakaf tunai dapat memberikan kontribusi kepada kesejahteraan masyarakat. Diskusi Setelah ceramah, materi langsung didiskusikan melalui tanya jawab antara pemateri dengan peserta kegiatan. Monitoring dan Evaluasi Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui hasil pengisian kuesioner melalui laman https://s. id/sosialisasiwakaftunai2022 oleh peserta pada akhir kegiatan. Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1308 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juni 2022. Kegiatan ini dimulai pukul 09. 00 - 12. 00 dan bertempat di Balai Kecamatan Jabung. Kabupaten Malang. Gambar 4. Lokasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Berikut ini adalah gambar lokasi Kantor Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang merupakan lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun jarak tempuh lokasi kegiatan dari Universitas Brawijaya sejauh 18. 9 km dan membutuhkan waktu tempuh kurang lebih selama 45 menit. Gambar 5. Peta Lokasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kegiatan ini diawali dengan pendataan atau registrasi masyarakat Kecamatan Jabung yang hadir sebagai peserta kegiatan Tahap registrasi ini dimulai pukul 09. 00 sampai dengan 09. Pada tahap ini peserta mengisi presensi kehadiran dan mendapat pengarahan dan informasi oleh Dwi Retno Widiyanti selaku anggota tim pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, adalah sesi pembukaan oleh Bapak Irwan Gunawan selaku Camat Kecamatan Jabung yang memberikan pemaparan terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Jabung. Menurut penuturan beliau, sebagian besar masyarakat memiliki mata pencaharian di sektor informal, yaitu petani dan pedagang atau wirausaha. Pekerjaan di sektor informal berimplikasi pada pendapatan yang tidak menentu setiap bulannya, tergantung situasi dan kondisi perekonomian, namun demikian pengeluaran atau konsumsi tetap harus dipenuhi. Maka, berdasar kondisi tersebut dibutuhkan peningkatan literasi wakaf tunai pada masyarakat sebagai upaya mengatur, merencanakan dan mengelola pendapatannya untuk memenuhi kesejahteraan Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1309 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 Seusai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemberian materi oleh Setyo Tri Wahyudi. Ph. D dan Dwi Retno Widiyanti. Sc. Gambar 6. Penyampaian Materi AuUpaya Peningkatan Literasi Wakaf Tunai di Pondok PesantrenAy Secara nasional maupun provinsi, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terdapat pada sektor "Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah perdesaan terhadap lembaga keuangan, produk dan atau layanan jasa keuangan masih rendah dan tidak merata pada setiap sektor industri jasa keuangan. Sehingga, memiliki implikasi pada tingkat pemanfaatan produk atau layanan jasa keuangan," jelas beliau. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga cukup penting bagi masyarakat supaya lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat produk-produk dari lembaga keuangan, dan terhindar dari penipuan berkedok lembaga keuangan, termasuk halnya investasi bodong. Berkaitan dalam hal pengelolaan keuangan, untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan dan pengelolaan keuangan seseorang dapat diukur dengan yang disebut sebagai literasi keuangan. Literasi keuangan . inancial literac. dapat diartikan sebagai pengetahuan keuangan seseorang dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan (Lusardi & Mitchell 2007: . Pengelolaan dan pengetahuan keuangan yang baik tidak hanya dapat digunakan untuk menabung, berinvestasi, atau hal bermanfaat lainnya, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan dapat mengurangi gaya hidup yang konsumtif, karena dapat mengetahui dengan bijak dengan cara membuat keputusan yang efektif untuk perencanaan keuangan di masa depan dan meningkatkan sumber daya keuangan yang dimilikinya. Kesulitan keuangan bukan hanya terjadi oleh seseorang yang memiliki penghasilan rendah atau berpendapatan kecil, tetapi kesulitan keuangan juga dapat terjadi oleh seseorang yang tidak mengetahui atau tidak memahami cara mengelola uang yang baik dalam hal ini terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan, seperti kesalahan penggunaan kredit, berinvestasi, dan tidak mengerti yang mana kebutuhan dan keinginan yang tentunya harus mengutamakan kebutuhan hidup terlebih dahulu, serta tidak adanya perencanaan keuangan, dll (Meutia, 2016: . Memahami dan memanfaatkan literasi wakaf tunai, merupakan hal vital untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera, dan berkualitas. Terlebih lagi jika seseorang dapat mengelola keuangan dengan pintar, di antaranya dapat mengelola kredit dan berinvestasi dengan cerdas. Hal tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup di masa depan, di antaranya dapat digunakan untuk mendanai sekolah atau pendidikan tinggi, asuransi, dan program lainnya. Dengan berakhirnya sesi diskusi atau tanya jawab, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sosial bagi warga masyarakat Kecamatan Jabung yang terdampak secara ekonomi karena pandemi covid-19. Setyo Tri Wahyudi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1310 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1302-1311 KESIMPULAN Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan tanpa hambatan. Semua materi dalam kegiatan pelatihan ini berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Bila dilihat dari respon masyarakat, terlihat para peserta sangat antusias sekali untuk mengikuti acara, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi pengalaman. Hal ini dikarenakan tema kegiatan yang disampaikan merupakan gambaran kondisi dan situasi pernah yang dialami masyarakat. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kegiatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi wakaf tunai melalui pendekatan workshop. Dapat diambil kesimpulan, bahwa dari para peserta kegiatan, jika tingkat literasi wakaf tunai diklasifikasikan berdasarkan Laporan Literasi Wakaf dari BWI, maka sebagian besar masyarakat tergolong sufficient literate dimana masyarakat memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang wakaf tunai serta produk dari lembaga-lembaga wakaf maupun penyalur wakaf tunai dari lembaga jasa keuangan yang saat ini bergerak di bidang wakaf tunai. Beberapa warga masyarakat Kecamatan Jabung masih ada yang terlibat pinjaman online illegal tanpa memahami resiko yang akan dihadapi di masa depan. Mengingat kegiatan ini hanya dilakukan selama satu hari saja dengan jumlah peserta yang dibatasi karena situasi pandemi, harapannya di waktu yang akan datang kegiatan ini tetap bisa dijalankan dengan menambah jumlah peserta lagi mengingat kegiatan seperti ini sangat diperlukan sekali bagi masyarakat dalam mengembangkan serta merealisasikan potensi wakaf masyarakat UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih ditujukan kepada pihak-pihak terkait yang telah membawa kesuksesan acara ini terutama kepada Pemerintah Kecamatan jabung Kabupaten Malang. Begitu pula kepada penyedia dana yaitu Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Perwakilan-perwakilan Pesantren di Jabung yang telah meluangkan waktu guna mengikuti acara ini. DAFTAR PUSTAKA