JURNAL BANUA OGE TADULAKO Vol. : 104-110. Mei 2025 ISSN: 2828-2353 Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD (Application of Problem Based Learning Model in Improving Learning Outcomes of Class IV Primary School Student. Sari. Rizal. Salma. Universitas Tadulako1,2 SD Negeri 23 Palu3 *) e-mail: ekasaripuput@gmail. Abstract This research aims to improve the Pancasila Education learning outcomes of class IV students at SD Negeri 23 Palu through the application of learning models Problem Based Learning (PBL). Classroom Action Research (PTK) was carried out in two cycles, involving 20 The results showed that the average student score increased significantly. In the first cycle, the level of learning completion reached 70%, while in the second cycle it increased to 95%. PBL is implemented through structured steps, including problem analysis, reflection, and active communication. This model is successful in creating a conducive learning atmosphere, increasing student activity, and facilitating in-depth understanding of concepts. In conclusion, the application of the PBL model is effective in improving students' PPKn learning outcomes, providing meaningful learning experiences, and meeting the Minimum Completeness Criteria (KKM) targets. This research supports the use of PBL to improve the quality of education at the elementary school level. Keywords: learning outcomes, problem based learning, pancasila education pembelajaran itu sendiri merupakan suatu kegiatan belajar PENDAHULUAN mengajar yang melibatkan guru sebagai pihak yang mengajar Pendidikan merupakan suatu proses kegiatan yang dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dilakukan untuk mengubah tingkah laku ke arah yang lebih siswa, sedangkan siswa sebagai seseorang yang ingin belajar baik dan pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan dalam mengembangkan diri baik secara kognitif, afektif dan kemampuan yang telah dimiliki seseorang. Pendidikan Jadi. Pendidikan tidak hanya mengembangkan merupakan proses meningkatkan kualitas manusia baik dari mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat pembelajaran-pembelajaran yang diajarkan sehingga dapat dengan menanamkan nilai-nilai moral. bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan Upaya meningkatkan pendidikan ditunjang oleh unsur- Menurut Susilo . Menjaga dan memupuk harga diri unsur pendidikan seperti kesiapan guru dalam mengajar, bangsa lebih mudah dilakukan oleh masyarakat yang telah pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran sehingga merupakan ikhtiar mulia karena berupaya mencerdaskan dapat menghasilkan hasil belajar yang maksimal dan kehidupan masyarakat suatu bangsa dan negara. Anak- mewujudkan pendidikan yang baik dalam menciptakan anak adalah tulang punggung setiap komunitas, dan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut pendapat pendidikan membantu mereka berkembang menjadi individu Jainiyah et al. Dimulai pada hari pertama perjalanan yang berbakti dan kuat secara spiritual. Dapat didefinisi pendidikan formal mereka dan berlanjut hingga sekolah pengajaran adalah sebuah cara perubahan etika serta perilaku oleh individu atau sosial dalam upaya mewujudkan bertanggung jawab untuk belajar dari guru yang juga merupakan pendidik yang berkualitas melalui pengajaran. Sebab, pembelajaran, bimbingan serta pembinaan . Makna http://jurnal. id/index. php/jbot metode/model anak-anak sebagian JBOT 4 . : 104-110. Mei 2025 Sari et al Pembelajaran merupakan proses interaksi antara yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes peserta didik dan pendidik dan sumber belajar dalam satu mengenai mata pelajaran tertentu. Hasil belajar digunakan untuk melihat hasil akhir berdasarkan pemahaman siswa terjadinya perubahan tingkah laku proses penambahan dalam menerima dan menerapkan materi pembelajaran yang informasi dan kemampuan atau suatu proses transfer ilmu sudah diajarkan yang dapat diamati dan diukur dalam dari dua arah yakni antara pendidik . ebagai sumber ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Peserta didik akan dan informas. dan peserta didik . ebagai penerima mendapatkan hasil belajar yang maksimal ketika guru Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, maka disusunlah kurikulum yang memperhatikan tahap- digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran, guru harus tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan dapat memilih model yang tepat untuk menyesuaikan model pembelajaran yang disampaikan membuat siswa lebih paham Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan merasa pembelajaran tersebut mudah dipelajari. Unsur penting lain dalam dunia pendidikan selain Hasil observasi yang dilakukan di SDN 23 Palu penyusunan kurikulum, adalah guru. Walaupun kurikulum khususnya pada peserta didik kelas IV pada pembelajaran yang baik dan fasilitas yang memadai sangat penting. Pendidikan Pancasila menunjukkan bahwa guru dalam keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam menerapkan kurikulum tersebut dengan efektif Selama proses pembelajaran berlangsung guru . Peran guru di dalam kelas memberikan kontribusi penting menjelaskan dan peserta didik sebagai pendengar saja. dalam menentukan arah pembelajaran. Guru dituntut untuk Keadaan ini membuat peserta didik merasa bosan yang selalu memikirkan perencanaan pembelajaran yang dapat berakibat hasil belajar peserta didik yang rendah. Peserta meningkatkan kualitas belajar siswa. Guru harus mampu didik menjadi kurang aktif dan kurang memahami materi mengelola proses pembelajaran yang memberikan stimulus yang disampaikan guru. Permasalahan tersebut didukung pada siswa sehingga siswa antusias dalam mengikuti oleh data hasil belajar siswa pra siklus , menunjukkan 50% Pembelajaran akan lebih menyenangkan jika masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yang guru mampu menerapkan model pembelajaran yang efektif. telah ditetapkan oleh satuan pendidikan. Tercapainya KKM Penerapan merupakan wujud dari keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran dikelas. Maka dari itu guru dituntut harus lebih mempermudah peserta didik dalam menerima dan mengelola kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan model informasi yang diterimanya. Ketika peserta didik terlibat pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan langsung dan aktif dalam proses pembelajaran maka akan disampaikan sehingga dapat tercipta suasana pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. yang kondusif. Sebagai seorang guru berkewajiban untuk meningkatkan yang tepat menjadi suatu hal yang sangat penting dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang dapat membangun menanamkan pemahaman peserta didik mengenai suatu semangat peserta didik saat menerima pembelajaran. Upaya pengetahuan sehingga hasil belajar peserta didik dapat guru dalam mengembangkan aktivitas belajar peserta didik tercapai dengan baik. Indikator hasil belajar dilihat dari menjadi penentu keberhasilan pembelajaran yang dilakukan pencapaian siswa terhadap kriteria ketuntasan minimal. Hasil belajar adalah sebagai tingkat keberhasilan peserta Dalam didik dalam mempelajari materi pembelajaran di sekolah mengetahui hasil belajar siswa yang terjadi di kelas. http://jurnal. id/index. php/jbot Guru Berdasarkan hal tersebut, pemilihan model pembelajaran JBOT 4 . : 104-110. Mei 2025 Sari et al Berdasarkan hasil observasi terhadap peserta didik kelas IV berkolaborasi untuk mencari solusi dari permasalahan . di SD Negeri 23 Palu diperoleh data bahwa hasil belajar Model pembelajaran ini terdiri dari beberapa tahapan, untuk siswa pada pelajaran Pendidikan Pancasila masih rendah. tahapan pertama melakukan perencanaan, tahap kedua Hasil observasi tersebut menunjukkan data berupa analisis dan refleksi, tahap ketiga guru menstimulus peserta rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran didik untuk komunikatif, kritis, dan kreatif untuk mencari Pendidikan Pancasila. Nilai rata-rata dari 20 siswa pada permasalahan serta memfokuskan peserta didik untuk ulangan harian Pendidikan Pancasila tahun ajaran 2024/2025 memastikan hipotesis. Menurut Hopkins dalam Setyosari . masih sangat rendah. Rata-rata nilai harian 63,75 dan peserta Penelitian didik yang memperoleh nilai mencapai KKM hanya mengombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan sebanyak 6 peserta didik atau dengan persentase sebesar substansi, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin Hal ini disebabkan dalam proses pembelajaran belum inkuiri atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan yang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan keterampilan proses belajar peserta didik dan dalam dan perubahan. Tindakan Kelas pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan PBL memungkinkan peserta didik untuk berpikir kritis, penugasan saja. Dalam kegiatan pembelajaran yang sudah berkreasi, dan berkomunikasi menyelesaikan masalah secara dilakukan berdasarkan hasil observasi peserta didik merasa berkolaborasi terkait dengan materi pembelajaran yang bosan pada materi pembelajaran Pendidikan Pancasila. Pembelajaran kelompok adalah cara yang sangat Penerapan model pembelajaran yang kurang mengaktifkan baik untuk meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa. peserta didik membuat siswa tidak percaya diri untuk Sebagai guru, kita harus terus memfasilitasi proses belajar bertanya dan berperan aktif saat pembelajaran berlangsung siswa agar mereka dapat berkembang lebih baik . Dengan sehingga pemahaman peserta didik dalam pembelajaran pun demikian, peserta didik dapat memahami konsep yang lebih rendah dan juga tujuan utama pembelajaran yang ingin dalam dan meningkatkan kemampuan mereka dalam dicapai tidak tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, mengaplikasikan teori ke dalam praktik. Pembelajaran kritis siswa menggunakan model ini membuat peserta didik aktif dalam merupakan hal yang penting dalam pendekatan Problem belajar menyelesaikan masalah yang dihadapi. Peneliti Based berusaha memperbaiki proses belajar pada pembelajaran Problem Learning. Menurut Sari et al. melalui metode Based Learning. Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Negeri 23 Palu untuk pemikiran analitis, keterampilan pemecahan masalah, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan pengetahuan dasar dengan menerapkan konsep teoretis pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tantangan dunia nyata. METODE Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada siswa kelas IV Peneliti berjumlah 27 orang p. PTK bertujuan untuk meningkatkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning profesionalitas guru dalam menjalankan profesi keguruannya dalam penelitian ini untuk dapat meningkatkan hasil belajar . Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model SD Negeri 23 Palu. Sulawesi Tengah. pembelajaran PBL pada pelajaran Pendidikan Pancasila. Problem Based Learning dapat disebut sebagai model http://jurnal. id/index. php/jbot peserta didik kelas IV SD Negeri 23 Palu yang Penelitian Tindakan Kelas suatu bentuk penelitian praktis JBOT 4 . : 104-110. Mei 2025 Sari et al yang dilakukan guru di dalam kelas untuk memperbaiki menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning proses pembelajaran. Menurut Mulia et al. bahwa PTK (PBL). Wawancara digunakan untuk mengungkapkan data terdiri dari penelitian, tindakan, dan kelas. PTK memiliki secara kualitatif. Wawancara digunakan untuk memperoleh data mengenai proses pembelajaran yang dialami peserta mengidentifikasi masalah yang terjadi, dan mengembangkan didik sebelum diberi tindakan dengan menggunakan model solusi yang efektif. PTK juga membantu guru memperoleh Problem Based Learning (PBL). Dokumentasi, dalam pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diaplikasikan penelitian ini, teknik dokumentasi untuk memperoleh data dalam proses pembelajaran, serta meningkatkan kemampuan mengenai sekolah, jumlah peserta didik, dan dokumen- profesional dan kemampuan komunikasi. dokumen lain yang mendukung dalam proses pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam pelaksanaannya . Catatan lapangan, digunakan untuk mencatat berbagai terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, aspek pembelajaran di kelas, pengelolaan kelas, suasana observasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti kelas, dan berbagai kegiatan lain yang terjadi selama menyiapkan perangkat yang diperlukan dalam tindakan dan dan . Tes, pada penelitian ini adalah tes tertulis Tindakan yang dilakukan yaitu penggunaan Model berupa butir soal dan diukur menggunakan rubrik penilaian. Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tes ini Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan memecahkan masalah yang dilihat dari hasil mengerjakan sebagai berikut: . Peneliti menyiapkan Modul Ajar yang soal dengan benar dan sesuai dengan rubrik penilaian. Data memuat serangkaian kegiatan pembelajaran menggunakan kuantitatif diperoleh dari hasil pengukuran dan analisis yang Problem Based Learning (PBL), . Menyiapkan instrumen digunakan dalam perencanaan serta penarikan kesimpulan penelitian, dan . Menyiapkan alat dokumentasi untuk . merekam proses pembelajaran. Penelitian ini dianggap berhasil apabila hasil belajar Kegiatan observasi dilakukan pada waktu penelitian Observasi dilakukan untuk mengukur keaktifan siswa peserta didik kelas IV SD Negeri 23 Palu meningkat. perubahan yang merupakan dampak dari adanya tindakan Meningkatnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran terhadap kegiatan siswa dalam penerapan model Problem Pendidikan Based Learning (PBL). Selain observasi, peneliti juga pembelajaran berlangsung dan peningkatan persentase Peningkatan ini berupa nilai rata-rata kelas pembelajaran selesai. Hasil evaluasi telah diperoleh pada mencapai persentase banyaknya peserta didik yang tuntas siklus I merupakan pijakan dalam merencanakan siklus II minimum 80% dari jumlah siswa kelas IV SD Negeri 23 dengan tahapan yang sama dengan siklus I. Penilaian kelas Palu Kabupaten Provinsi Sulawesi Tengah. peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Pancasila merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi HASIL DAN PEMBAHASAN untuk pemberian keputusan terhadap hasil belajar siswa . Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik: . Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas IV Observasi atau pengamatan, kegiatan ini dilakukan di dalam SD Negeri 23 Palu dengan jumlah keseluruhan peserta didik yaitu 20 peserta didik. Pada bagian ini, akan dipaparkan hasil memperoleh data tentang situasi proses pembelajaran yang analisis dan data penelitian tentang hasil Pendidikan berlangsung di kelas yang diobservasi. Observasi dilakukan Pancasila pada peserta didik kelas IV. Nugrahani & M. Hum untuk mengumpulkan data proses pembelajaran dan hasil . teknik analisis data merupakan cara untuk mengolah belajar peserta didik selama proses pembelajaran dengan data yang terkumpul dan berhubungan erat dengan rumusan http://jurnal. id/index. php/jbot JBOT 4 . : 104-110. Mei 2025 Pelaksanaan Sari et al Penelitian Tindakan Kelas mendapat nilai hasil belajarnya selesai minimal 80%. Dari dilakukan pada dua siklus. Pada setiap akhir pertemuan tabel tersebut terlihat bahwa persentase peserta didik yang siklus penelitian, peneliti melakukan evaluasi. Setelah selesai nilai ketuntasannya baru mencapai 70% maka PTK harus tindakan per siklus, peneliti melakukan refleksi untuk dilanjutkan ke siklus ke 2 dengan perbaikan-perbaikan dalam perbaikan proses pembelajaran apabila diperlukan maka pembelajaran di siklus 1. Adapun hasil pengolahan hasil peneliti akan melanjutkan pada siklus berikutnya. Susilowati belajar siklus 2 secara rinci disajikan dalam tabel berikut ini. Susilowati . menyatakan Penelitian Tindakan Kelas Tabel 2. Nilai peserta didik pada siklus 1 dan siklus 2 (PTK) ini juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori Kategori Nilai Belum Tuntas (KKM) adalah sebagai berikut persentase tidak tuntas penurunan dari siklus 1 ke siklus 2 . ari 30% menjadi 5%). sebesar 40% dan persentase yang telah diselesaikan sebesar Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan Jika dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik . ari 70% menjadi 95%). Indikator keberhasilan PTK kali ini pada kondisi awal, hasil belajar pada siklus 1 mengalami berhasil jika menunjukkan persentase peserta didik yang Dapat dilihat dari Tabel 1. memperoleh nilai hasil belajarnya sudah tuntas mencapai Pendidikan Pancasila (KKM: 62,4, minimal 80%. Dari tabel 2 menunjukkan bahwa persentase Tabel 1. Nilai peserta didik kondisi awal dan siklus 1 Kategori Nilai Kondisi Siklus 1 Awal Belum Tuntas (