Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Januari 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Analisis Dinamika Kepribadian pada Tokoh Tara dalam Novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia Dina Aprilia Dewi Sofiana1. Zahra Kautsa Syadida2. Eva Dwi Kurniawan3 1,2,3 Universitas Teknologi Yogyakarta E-mail: dina. 5221111127@student. 522111138@student. kurniawan@staff. Abstract The purpose of this study is to analyze the characteristics of the character Tara in the novel Katarsis by Anastasia Aemilia. The researcher uses Sigmund Freud's personality dynamics theory to examine Tara's traits that appear in Anastasia Aemilia's novel Katarsis. The work is a "thriller psychology" genre. The protagonist's involvement in a serial murder plot and the complex dynamics of the novel's female protagonist are points of contention. This research utilizes literary psychology methodology to conduct descriptive qualitative research. The findings show that the female protagonist in the novel exhibits tendencies of aggression and anxiety. Tara's destructive, hurtful and murderous actions characterize her aggressive tendencies. A negative affective state accompanied by bodily feelings is known as anxiety. On the other hand. Tara also has psychopathic behavior and has manipulative, antisocial and impulsive behavior. Keywords: Agression. Personality dynamics. Literature psychology. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik tokoh Tara dalam novel Katarsis karya Anastasia Aemilia. Peneliti menggunakan teori dinamika kepribadian Sigmund Freud untuk mengkaji sifat-sifat Tara yang muncul dalam novel Katarsis karya Anastasia Aemilia. Karya yang diangkat bergenre "thriller psychology". Keterlibatan protagonis dalam plot pembunuhan berantai dan dinamika kompleks karakter wanita protagonis novel menjadi poin perdebatan. Penelitian ini menggunakan metodologi psikologi sastra untuk melakukan penelitian kualitatif deskriptif. Temuan ini menunjukkan bahwa tokoh protagonis perempuan dalam novel tersebut menunjukkan kecenderungan agresi dan kecemasan. Tindakan destruktif, menyakitkan, dan membunuh yang ditunjukkan Tara mencirikan kecenderungan agresifnya. Keadaan afektif negatif yang disertai perasaan jasmani dikenal sebagai kecemasan. Disisi lain tokoh Tara juga memiliki perilaku psikopatik dan memiliki sifat manipulasi, antisosial dan bertindak impulsif. Kata-kata kunci: Agresi. Dinamika kepribadian. Psikologi sastra. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 PENDAHULUAN Menurut teori kepribadian dinamis Freud, orang ingin bersantai dan menikmati hidup semaksimal mungkin. Energi fisik dan mental yang mendorongnya berasal dari hasrat mendalam yang dimilikinya. 1 Sigmund Freud mengatakan bahwa manusia mempunyai dua naluri sekaligus, yaitu naluri bertahan hidup . dan naluri menghancurkan diri sendiri yang disebut naluri kematian . eath instin. Menurut Freud, agresi bermula dari naluri kematian yang bermanifestasi dalam bentuk penghancuran diri, namun kemudian secara tidak langsung bermanifestasi dalam bentuk agresi terhadap orang 2 Kecemasan, menurut Sigmund Freud, adalah keadaan emosi buruk yang disertai sensasi tubuh yang menandakan bahaya akan segera terjadi. Sensasi yang mengganggu ini selalu ada, meski tidak selalu mudah untuk dijelaskan. Konsep dalam novel Katarsis adalah karya fiksi psychology thriller dan mengangkat tema perilaku psikopat dan pembunuhan berantai. Novel ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun. Tara menjadi satu- satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Tokoh Tara memiliki perilaku agresi . dan kecemasan yang merugikan diri sendiri dan orang disekitarnya. Novel ini juga bercerita tentang usaha terapi katarsis yang dilakukan oleh psikiater. Masalah dalam novel Katarsis adalah kasus pembunuhan berantai yang belum diketahui pelakunya. Tara adalah korban yang selamat dalam pembunuhan tersebut yang membuatnya menjadi kunci utama dalam mengungkap pelaku. Namun. Tara memiliki perilaku anti sosial yang membuat kepolisian dan psikiater kesusahan dalam mencari keterangan saksi mata dari korban. Sedangkan di sisi lain. Tara merasa trauma terhadap kejadian yang menimpanya saat terkurung dalam kotak perkakas, ia mempunyai perilaku agresi, berperilaku sadis, suka memanipulasi orang sekitarnya sehingga memperburuk Tara juga menunjukkan dirinya berperilaku psikopat dengan membunuh saudara dan keluarganya. Psikopat menurut American Psychiatric Association menjelaskan istilah lain dari gangguan kepribadian anti sosial secara terus menerus melakukan perilaku anti sosial, tidak menghiraukan dan melanggar hak orang lain. Psikopat umumnya dianggap sebagai Jess Feist. Gregory J. Feist, and Tomi Ann Roberts. Teori Kepribadian (Jakarta: Salemba Humanika, 2. Purwandari. AuAgresi Ditinjau Dari Pembawaan Dan Lingkungan,Ay Dinamika Pendidikan 1, no. Feist. Feist, and Roberts. Teori Kepribadian. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Dina Aprilia Dewi Sofiana. Zahra Kautsa Syadida. Eva Dwi Kurniawan: Analisis Dinamika Kepribadian pada Tokoh Tara dalam Novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia gangguan kepribadian yang didefinisikan sebagai sekumpulan sifat interpersonal, emosional, gaya hidup dan sifat-sifat serta perilaku anti sosial, termasuk harga diri yang berlebih, egosentris, penuh tipuan, emosi dangkal, kurang Empati dan penyesalan, tidak bertanggungjawab, impulusif, dan cenderung melanggar norma sosial. Perilaku anti sosial pada seseorang terjadi karena kurangnya kemampuan memproses informasi secara emosional, dan kurangnya kemampuan dalam memahami orang lain. Tara dalam novel diceritakan tidak mau berinteraksi dengan orang lain termasuk keluarganya. Perilaku suka memanipulasi merupakan ciri yang sering dilakukan oleh psikopat untuk melancarkan atau menutupi aksi kejahatannya. Dalam pelaksanaannya, bentuk perilaku suka memanipulasi ini dilakukan oleh psikopat dengan cara berbohong, menipu, dan berbicara sendiri. Di dalam novel Tara kerap kali menunjukkan sikap manipulasi dengan berbohong untuk menutupi kejahatannya. Penelitian terdahulu dalam Jurnal Sastra Indonesia berjudul Fenomena Perilaku Psikopat dalam Novel Katarsis karya Anastasia Aemilia: Kajian Psikologi Sastra. Jurnal ini dipublikasikan pada tahun 2018. Metode yang digunakan adalah pendekatan psikologi Hasil penelitian terhadap novel Katarsis adalah peneliti menganalisis perilaku psikopat pada beberapa tokoh. Sedangkan jurnal yang kami susun lebih berfokus pada dinamika kepribadian tokoh Tara saja menggunakan teori Sigmund Freud. Dalam penelitian sebelumnya lebih berfokus pada perilaku psikopat sedangkan milik kami lebih berfokus pada perilaku agresi dan kecemasan. Penelitian sebelumnya juga lebih menjelaskan beberapa tokoh yang memiliki perilaku psikopat. Sedangkan dari yang kami susun lebih berfokus pada satu tokoh saja yaitu Tara. Perbedaan juga terdapat dalam cara menganalisis tokoh, dalam jurnal kami terdapat bukti teks yang ada pada novel. Katarsis adalah sebuah bentuk ekspresi terhadap pelepasan emosi yang dirasakan Katarsis terkadang disamakan dengan abreaksi yang didefinisikan sebagai bentuk luapan emosi seseorang yang menyakitkan dengan melibatkan kesadaran. Istilah katarsis ini berasal dari Bahasa Yunani yaitu AukathorosAy yang berarti Auuntuk menyucikanAy atau Auuntuk membersihkan. Ay Istilah ini banyak digunakan dalam berbagai bidang keahlian, salah satunya adalah bidang psikologi. Berdasarkan teori Sigmund Freud menjelaskan Frans. Mardian Putra. AuTelaah Theory Of Pointless Punishment Terhadap Psikopat Sebagai Pelaku Tindak Pidana Dalam Putusan Mahkamah Agung No. 14444 K/ Pid/ 2009Ay. University Of Bengkulu Law Journal 7, no. 2 (October 20, 2. : 84Ae97, https://doi. org/10. 33369/ubelaj. Mohammad Khikam Zahidi and Hidayah Budi QurAoani. AuCitraan Psikopat Pada Tokoh Utama Dalam Naskah Drama AoCerminAo Karya Nano Riantiarno,Ay Deiksis 13, no. : 178. https://doi. org/10. 30998/deiksis. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 bahwa katarsis mampu melepaskan rasa sakit di masa lalu dengan cara meluapkan rasa sakitnya tersebut secara menyeluruh. Menurut buku AuAbnormal PsychologyAy: AuOrang dengan kepribadian anti sosial melanggar hak orang lain dan impulsif. Namun, mereka sering kali secara fisik menawan dan setidaknya memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Tingkat rata-rata orang normal. Orang dengan gangguan psikopat, anti sosial, atau anti sosial dianggap memiliki perilaku tidak bermoral dan sosial, impulsif, dan kurang memiliki penyesalan dan rasa malu. Perilaku yang menandai gangguan kepribadian anti sosial Polanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut hingga dewasa. Ay7 Perilaku impulsif merupakan salah satu ciri yang melekat pada psikopat. Pada umumnya psikopat mempunyai kepribadian yang impulsif. Perilaku impulsif seorang psikopat terlihat dari kurangnya refleksi diri, yang diwujudkan dalam bentuk kegagalan dalam mempertimbangkan tindakan yang akan diambil sebelumnya. Psikopat cenderung tidak menghabiskan banyak waktu untuk mempertimbangkan pro dan kontra suatu tindakan atau mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi. Perilaku impulsif seorang psikopat terlihat dari kurangnya refleksi diri, yang diwujudkan dalam bentuk kegagalan dalam mempertimbangkan tindakan yang akan diambil sebelumnya. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Deskriptif berarti memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum manifestasi atau pola satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang dan perilaku yang dapat diamati. Metode deskriptif adalah suatu proses pemecahan suatu masalah dengan cara menguraikan topik atau objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang dapat diamati. Secara lebih rinci penelitian ini merupakan analisis isi. Analisis dilakukan terhadap tokoh Tara. Mohammad Aqil Baihaqi. Dian Siti Nurjanah, and Medina Chodijah. AuAnalog Shocking Therapy Sebagai Metode Katarsis Terhadap Ketenangan Jiwa Pada Karyawan,Ay Syifa al-Qulub 4, no. : 1Ae10. http://dx. org/10. 15575/saq. Meilanny Budiarti Santoso. Hetty Krisnani, and Gevia Nur Isna Deraputri. AuGangguan Kepribadian Antisosial Pada Narapidana,Ay Share : Social Work Journal 7, no. : 18. https://doi. org/10. 24198/share. Ratih Rahmawati. Budi Rukhyana, and Mugiyanti Mugiyanti. AuGangguan Kepribadian Psikopatik Tokoh Utama Dalam Film Kokuhaku,Ay IDEA : Jurnal Studi Jepang 3, no. : 68Ae75. https://doi. org/10. 33751/idea. Renni Handayani Sembiring. Herlina Herlina, and Siti Gomo Attas. AuKepribadian Tokoh Utama Dalam Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye Kajian Psikoanalisis Carl Gustav Jung,Ay Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Dina Aprilia Dewi Sofiana. Zahra Kautsa Syadida. Eva Dwi Kurniawan: Analisis Dinamika Kepribadian pada Tokoh Tara dalam Novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia Pendekatan psikologi sastra adalah suatu pendekatan yang berupaya memahami prosa fiksi sebagai suatu ciptaan yang tidak terlepas dari aspek psikologis, khususnya aspek pengarang, pembaca, dan sebagainya. 10 Kata hermeneutika dalam novel Katarsis adalah kata Aumulutku terkunciAy pada kalimat AuMulutku terkunci dan mataku tertuju pada kaki mejaAy yang bermakna bungkam atau tidak mau bercerita. Tahapan yang kami lakukan dalam penelitian jurnal adalah membaca karya sastra berupa novel secara tuntas, menandai hal-hal yang penting, mencatat halaman novel, mencari referensi jurnal lain, dan membaca buku teori dari Sigmund Freud. HASIL DAN PEMBAHASAN Sigmund Freud adalah tokoh yang terkenal dalam psikologi dengan teori Dalam teori psikoanalisis terdapat teori dinamika kepribadian. Teori ini untuk mengidentifikasi dorongan-dorongan utama dalam menunjukkan perilaku manusia. Dalam novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia menunjukkan adanya dorongan-dorongan Dorongan yang kami temukan pada tokoh utama novel yaitu Tara berupa agresi dan kecemasan. Penjabaran lebih lanjut, akan dijelaskan pada bukti kutipan dalam novel Agresi Agresi tokoh perempuan dalam novel dapat dilihat pada kalimat di bawah ini: AuLangsung saja kudorong dia dengan satu tangan. Anak itu terjungkal ke belakang dan kepalanya terbentur tepian kotak pasir yang cukup keras. Ay11 Dari kutipan diatas dapat dijelaskan bahwa Tara melakukan perbuatan kekerasan kepada anak kecil saat pergi ke bertamasya di taman kota. Pada awalnya ia melihat anak kecil yang asyik bermain pasir dengan sekop dan ember. Tara mengajak anak kecil itu bermain dan melihat anak kecil itu tertawa cekikikan saat bermain. Tara merasa tidak senang dengan suara anak kecil itu sebab Tara tidak pernah bahagia karena hal sepele seperti bermain pasir. Anak kecil itu menawarkan sekopnya pada Tara tapi Tara merebutnya langsung sehingga anak itu menjerit karena kelakukan Tara. Tidak tahan karena suara jeritan itu Tara langsung mendorongnya hingga anak itu mengalami benturan di kepala. Transformatika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya 2, no. : 157. https://doi. org/10. 31002/transformatika. v%vi%i. Evi Chamalah and Reni Nuryyati. AuKepribadian Anak Dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye: Analisis Psikologi Sastra Sigmund Freud,Ay Jurnal Sastra Indonesia 12, no. : 138Ae147. https://doi. org/10. 15294/jsi. Anastasia Aemilia. Katarsis (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 AuErangan Moses tak lama berubah menjadi seruan ketika melihatku mengayunkan gesper itu ke arahnya. Darah mulai mengalir. Awalnya hanya luka kecil, tapi aku tidak Dan semakin sering kulayangkan ke kepalanya, aliran darah jadi semakin deras, semakin banyak yang merembes di seprai. Bunyi hantaman yang meremukkan tengkoraknya seperti timpani dalam orchestra besar yang membawakan simfoni di Ay12 Dari kutipan tersebut dapat dijelaskan bahwa Tara melakukan tindakan agresi . Moses disebabkan karena Moses pernah melecehkan Tara yang membuat Tara menjadi marah dan membencinya. Sehingga Tara membunuh Moses dengan membabi buta. Tara melakukan manipulasi dengan memanfaatkan kebodohan Moses yang menganggap gesper besi besar bergambar Harley-Davidson itu sebagai hal terkeren yang dia punya. Sehingga membuat Moses menjadi lengah dan memanfaatkan hal tersebut untuk membalaskan dendamnya kepada Moses. Bahkan saat luka kecil pertama Moses. Tara tidak berhenti menyerangnya hingga terdengar bunyi hantaman yang meremukkan tengkoraknya dan ia sangat menikmati bunyi itu seperti alunan simfoni di telinganya. AuMereka mengikatku. Kedua tanganku diikat dengan posisi punggung tangan saling Tubuhku yang membungkuk ditekannya sampai lantai, hingga punggungku nyeri setengah mati. Anak iblis! Kau bukan anakku. Sudah ku bilang, anak ini seharusnya dibuang saja. Ay13 Dari kutipan tersebut dapat dijelaskan bahwa Bara dan Arif sedang mencari bukti atas kematian Moses. Namun. Tara tidak mau mengakui perbuatanya, lalu Arif dan Bara mengikat Tara karena ia dicurigai telah membunuh Moses. Bara dan Arif juga telah menyiksa Tara hingga kesakitan dan melontarkan kata-kata kasar. Agresi ditunjukkan dengan Bara dan Arif mengikat Tara, kedua tangan Tara diikat hingga punggungnya nyeri setengah mati. Lalu Bara mengangkat dan menaruh tubuh Tara di pundaknya, dijatuhkan tubuh Tara di lantai dan kepalanya terbentur kotak perkakas Arif yang tersembunyi di sudut gudang. AuBara menjatuhkan tubuhku ke lantai, di ruangan rendah, sempit, dan gelap. Kepalaku sempat terbentur kotak kayu perkakas Arif yang tersembunyi di sudut gudang. Ay14 Ibid. Ibid. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Dina Aprilia Dewi Sofiana. Zahra Kautsa Syadida. Eva Dwi Kurniawan: Analisis Dinamika Kepribadian pada Tokoh Tara dalam Novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia Dari kutipan tersebut dapat dijelaskan bahwa di situasi tersebut Bara melakukan agresi dengan menyiksa Tara. Alasannya karena dendamnya pada Tara yang tidak mau mengakui jika telah membunuh Moses sepupunya sendiri dan mengelak dari fakta yang Tara berpura-pura tidak mengetahui tentang pembunuhan Moses yang membuat keluarganya geram dan terus mendesak Tara untuk mengakui perbuatannya. Bara akan terus menyiksa Tara hingga ia jujur dan menjawab semua pertanyaan dari keluarga Moses. Tidak hanya disiksa namun Tara dibungkam mulutnya karena ia hanya menjerit saja. AuBara dan Arif membuat keributan di lantai atas. Mereka membongkar kamarku,lalu bertengkar di ruang depan. Tak lama. Bara membuka pintu gudang dan menyeretku keluar ke tengah dapur. Benar-benar menyeretku, sampai dengkulku yang beradu dengan lantai terasa seperti terbakar. Ay15 Dari kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa perilaku agresi ditunjukkan ketika Bara menyeret Tara sampai dengkul Tara beradu dengan lantai hingga terasa seperti terbakar. Rambut Tara juga dijambak karena kekesalan Bara. Lalu Bara mencengkram pergelangan Lalu Bara mengangkat Tara dan melemparnya ke gudang, itu terjadi lantaran pembunuhan yang dilakukan oleh Tara kepada Moses masih belum terungkap dan adanya pengakuan yang jelas sehingga mereka masih menyekap Tara. Walaupun mereka keluarga namun perlakuan Bara dan Arif pada Tara sangat kejam padahal keluarga Tara menitipkannya pada mereka. Ini juga bermula karena Tara dilecehkan oleh Moses tanpa sepengetahuan orang tuanya dan Tara membalas dendam dengan membunuhnya. AuDi dalam gudang yang gelap dan sempit itu, ingatkanku kembali pada malam ketika darah itu menyembur ke segala arah di kamarku. Darah dari vena ketika aku memotong kedua lengannya, yang ku akui cukup sulit kulakukan menggunakan pisau dapur seadanya. Aku harus mengulang gerakanku di tempat yang sama ketika tulang sendi itu tak kunjung hancur. Ay16 Dari kutipan diatas dapat dijelaskan bahwa Tara melakukan pembunuhan terhadap Moses yaitu sepupunya yang telah melecehkannya. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh tangannya sendiri. Tara memotong kedua lengan Moses dengan pisau dapur dan mengulang gerakan yang sama karena tukang sendi tak kunjung hancur. Ketika percikan darah Moses masuk ke mulut Tara, ia tak keberatan karena mereka memiliki golongan darah yang sama. Lalu kedua tangan Moses dimasukkan dengan karung goni, lalu dimasukkan ke tangki air dan sisa tubuh yang lain dimasukkan ke tong besar. Alasan Tara Ibid. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 memasukkan ke tangki air karena ia merasa tidak bisa berbuat baik dengan tidak memisahkan Moses dengan kedua orangtuanya. AuSisa tenagaku kugunakan untuk mencabut pisau besar itu dari sarungnya. Tak sampai dua detik pisau itu berada di tanganku, langsung kulepaskan seraya membalikkan tubuhku, tepat menuju sasaran, menancap di antara tulang belikat dan tulang punggung Sasi. Ia pun jatuh kedepan, dengan tubuh putranya sebagai penyangga. Ay17 Dari kutipan tersebut dapat dijelaskan bahwa Tara melakukan pembunuhan terhadap Ibu Moses (Sas. Di dalam cerita. Tara menunjukkan sifat psikopatnya . dimana ia berpikir bahwa ia sangat menyukai dapur karena ia disana dapat dengan mudah mendapatkan pisau. Disisi lain Tara menganggap bahwa perbuatan membunuh Sasi itu adalah suatu kebaikan. Dimana ia ingin menyelamatkan Ibu Moses (Sas. dari kesedihan yang membuatnya kehabisan air mata dan tenaga. Dia berpikir bahwa Sasi ingin bertemu dengan Moses dan membuatnya ingin menebus kesalahannya karena telah memisahkan Ibu dari anaknya. Bahkan setelah melakukan semua pembunuhan tersebut ia tersenyum dan Dan pisau kecil yang tajam itu pun menembus perutnya, membuatnya membelalak dan memekikkan sakit dalam dekapanku. Aku mencabut pisauku, membuatnya mengerang lagi, lalu melayangkannya sekali lagi, menembus perutnya. AuBukan ini yang kurencanakan. Aku ingin membuatmu jadi harta paling istimewa. Aku tak ingin membuatmu terluka ketika memasukkanmu dalam kotak harta karun ayahku yang sudah disiapkan untukmu. Ay18 Dari kutipan tersebut dapat dijelaskan bahwa Ello teman masa kecil Tara melakukan agresi dengan menancapkan pisau ke perutnya. Ello melakukannya karena ia merasa tak lebih buruk dan menjijikkan dari Tara yang membunuh sepupunya, memotongmotong tubuhnya dan membaginya ke beberapa tempat di rumah pamannya sekaligus di dalam tangki air. Ello juga merupakan psikopat dan ayahnyalah pemilik kotak perkakas disudut gudang yang telah menjadikan Tara trauma karena terjebak di dalamnya. Ello dan ayahnya sama-sama seorang pembunuh. Sebenarnya Ello telah lama mencari-cari Tara lalu merencanakan pembunuhan ini dan Ello menganggap Tara adalah harta karun yang paling Kecemasan Kecemasan tokoh perempuan dalam novel dapat dilihat pada kutipan di bawah ini: Ibid. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Dina Aprilia Dewi Sofiana. Zahra Kautsa Syadida. Eva Dwi Kurniawan: Analisis Dinamika Kepribadian pada Tokoh Tara dalam Novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia AuDarah tak pernah mengusikku. Tapi kotak perkakas kayu yang biasanya selalu menghiasi gudang sempit itu mendadak menjadi kengerian terburukku. Aku tak pernah menyadarinya selain dari mimpi yang menghantuiku setiap malam. Ay19 Dari kutipan diatas dapat dijelaskan bahwa Tara mengalami kecemasan berlebihan yang mengakibatkan ia bermimpi buruk setiap malam. Ia merasa cemas dan takut terhadap kotak perkakas karena mengingatkan ia pada pengalaman buruk saat berada dalam kotak yang sempit. Bahkan saat melihat darah ataupun ia berdarah reaksinya biasa saja tetapi saat melihat atau teringat kotak perkakas ia langsung merasa cemas dan takut. Ia juga takut akan tempat yang gelap dan sempit. Ia juga menghindari sudut ruangan dikarenakan kotak perkakas selalu berada di sudut ruangan. AuDebar jantungku seperti menggedor-gedor tulang rusuk, mendesakku melangkah Seperti ada tangan yang mencengkeram bahuku, memaksaku berbalik dari jendela, dan tanpa pikir panjang aku meninggalkan kamar. Ay20 Dari kutipan diatas dijelaskan bahwa Tara sedang cemas, jantungnya berdebar Hal itu terjadi karena Arif dan Sasi mengajak Tara menemui seorang psikiater. Tara merasa keputusannya untuk bersedia ke psikiater adalah keputusan yang buruk. Tara juga merasa khawatir dengan apa yang dikatakan dan dikerjakan psikiater tersebut. Tara tidak suka menghadapi situasi seperti bertemu psikiater. Tara merasa tidak yakin dengan psikiater karena ia divonis tanpa menggunakan stetoskop, termometer dan rontgen. Hal itu membuat Tara merasa tidak masuk akal dan pergi meninggalkan kamar. AuBulan beriak di balik jendela. Panas mulai mempengaruhiku, membuat benakku berkhayal yang tidak-tidak. Ay21 Dari kutipan diatas dapat dijelaskan bahwa Tara sedang mengalami kecemasan. Tara khawatir dan hanya duduk di kasur. Pada situasi tersebut Tara masih berusaha mencari tahu cara berpikir psikiater tersebut. Tara mencoba meminjam banyak buku tebal dari perpustakaan. Namun semua itu tidak membantunya. Psikiater tetap menganalisis gerak-gerik Tara yang membuatnya cemas lalu Tara juga merasa seperti mendengar teriakan dan beragam suara yang tidak jelas dengan vonis-vonis yang tidak dimengerti. AuAl, aku sudah tidak sakit. Jadi, berhentilah melindungiku terus. Perlakukan aku dengan normal. Aku boleh cemas, kan? Bagaimana kalau aku menganggap enteng kebetulan ini, dan tiba-tiba, suatu hari, aku diculik, dibius, lalu dimasukkan di dalam kotak Ibid. Ibid. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 perkakas ituA, kembali lagi ke kotak perkakas ituA bau serbuk kayu ituAAy Tanpa sadar tubuhku mengayun maju mundur. Aku memeluk tubuhku sendiri dan menatap Alfons dengan nyalang. Ay22 Dari kutipan diatas menunjukkan kecemasan yang dialami Tara, dimana ia merasa takut, cemas dan khawatir akan mengalami lagi hal serupa seperti yang terjadi di masa lalu. Tara ingin Alfons sebagai psikiaternya menganggapnya normal. Tara sangat trauma dengan kotak perkakas. Tubuh Tara meringkuk di dalam kotak perkakas yang lebarnya tidak lebih daripada kandang anjing. Dimana kedua tangannya diikat menggunakan borgol plastik hingga pembuluh darahnya nyaris mati. Kepalanya dipaksanya menunduk dan tubuhnya tidak bisa bergerak. Hal itulah yang membuatnya mengalami kecemasan berlebihan dan Alfons sebagai psikiater berusaha menenangkannya. AuBelakangan ini aku selalu merasa tengkukku panas. Seperti ada mata yang mengawasi setiap gerak-gerikku. Bahkan saat mematikan lampu kamarku, aku masih merasa diawasi. Ay23 Dari kutipan diatas menunjukkan bahwa Tara mengalami halusinasi, kegelisahan dan kecemasan. Halusinasi yang dialami Tara yaitu ia selalu merasa tengkuknya panas. juga merasa ada mata yang mengawasi setiap gerak-geriknya, merasa ada sosok seperti Bahkan saat ingin pergi tidur ia merasa tak nyaman, saat mematikan lampu dan bersiap untuk tidur ia masih merasa terus diawasi. Dia mengatasi kecemasan dengan berlari, tetapi saat kelelahan dan dadanya sesak sensasi itu justru mengingatkannya pada hari-hari yang dihabiskan dalam kotak perkakas yang sempit dan membuat flashback mengenai trauma masa lalunya pada peristiwa pembunuhan berantai. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari analisis yang kami temukan pada novel Katarsis adalah adanya perilaku agresi dan kecemasan yang ditunjukkan oleh tokoh Tara. Novel Katarsis dapat dianalisis dengan pendekatan psikologi sastra dan teori psikoanalisis dinamika kepribadian Sigmund Freud. Agresi yang terdapat pada perilaku tokoh adalah melakukan pembunuhan secara sadis kepada keluarga dan saudaranya. Kecemasan pada tokoh adalah ia selalu merasa diawasi, diikuti, dan seperti melihat monster. Selain perilaku agresi dan kecemasan kami juga menemukan adanya perilaku antisosial, psikopat, sifat suka Ibid. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Dina Aprilia Dewi Sofiana. Zahra Kautsa Syadida. Eva Dwi Kurniawan: Analisis Dinamika Kepribadian pada Tokoh Tara dalam Novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia memanipulasi dan bertindak impulsif. Perilaku agresi dan kecemasan yang dialami Tara disebabkan oleh trauma di masa lalu. REFERENSI