Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 116-123 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Identifikasi Gaya Belajar Anak Usia Dini melalui Pendekatan Deskriptif di TK Gugus I Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Aulia Dwi Putri1. Taopik Rahman2. Resa Respati3 Abstract Keywords: Learning Styles. Visual. Auditory. Kinesthetic. Early Childhood. This study aims to describe the learning styles of 4Ae5 year old children in Kindergarten Cluster I. Cipedes District, based on the VAK (Visual. Auditory, and Kinestheti. Understanding children's learning style tendencies is crucial to support a learning process that aligns with the developmental characteristics of early childhood. This study used a quantitative approach with descriptive methods. The research sample consisted of 123 children aged 4Ae5 years selected using a random sampling Data were collected through observation questionnaires completed by 12 class teachers, and analyzed using descriptive statistics with the help of SPSS and Microsoft Excel. The results showed that most children had visual and kinesthetic learning styles in the high category, each with 99 children . 5%). Auditory learning styles were also quite high, with 78 children . 4%), while no children were in the low category for all three types of learning styles. These findings indicate that visual and kinesthetic learning styles are more dominant than auditory in children aged 4Ae5 years at the research location. These findings demonstrate the importance of teachers understanding children's learning style tendencies to design appropriate learning. This research provides practical contributions for early childhood education teachers in designing varied activities that address all learning styles. Its novelty lies in the quantitative mapping of early childhood learning styles at the local level as a basis for data-driven learning planning. Kata kunci: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gaya belajar anak usia 4Ae 5 tahun di TK Gugus I Kecamatan Cipedes berdasarkan model VAK (Visual. Auditori, dan Kinesteti. Pemahaman terhadap kecenderungan gaya belajar anak sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 123 anak usia 4Ae5 tahun yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui angket observasi yang diisi oleh 12 guru kelas, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki gaya belajar visual dan kinestetik dalam kategori tinggi, masing-masing sebanyak 99 anak . ,5%). Gaya Gaya Belajar. Visual. Auditori. Kinestetik. Anak Usia Dini. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: auliadwiputri21@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: opik@upi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: respati@upi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 belajar auditori juga cukup tinggi, dengan jumlah 78 anak . ,4%), sementara tidak ada anak yang berada dalam kategori rendah untuk ketiga jenis gaya belajar tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya belajar visual dan kinestetik lebih dominan dibandingkan auditori pada anak usia 4Ae5 tahun di lokasi penelitian. Temuan ini menunjukkan pentingnya guru memahami kecenderungan gaya belajar anak untuk menyusun pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang bervariasi dan menyentuh seluruh gaya belajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan kuantitatif gaya belajar anak usia dini di tingkat lokal sebagai dasar perencanaan pembelajaran berbasis data. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 31 Mei 2025 12 Juli 2025 14 Juli 2025 16 Juli 2025 Cara Mensitasi Artikel: Putri. Rahman. , & Respati. Identifikasi Gaya Belajar Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Deskriptif Di TK Gugus I Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 116-123, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Taopik Rahman, opik@upi. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan sarana yang berperan penting dalam membentuk fondasi perkembangan anak secara menyeluruh (Hidayah et al. , 2019. Arifudin & Hasbi, 2. Anak usia 4Ae5 tahun sedang berada dalam masa emas . olden ag. yang ditandai oleh perkembangan pesat pada aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik (Kalsum et al. , 2023. Nurani, 2013. Respati & Rahmasari, 2. Pada tahap ini, anak menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi serta memiliki minat alami terhadap berbagai hal baru yang anak temui dalam lingkungan belajar (Talango, 2020. Respati , 2. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk menyelenggarakan proses pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan Dalam konteks tersebut, pemahaman terhadap gaya belajar anak menjadi aspek yang penting untuk diperhatikan (Anawati et al. , 2025. Fitria et al. , 2. Nasution . alam Supit et al. , 2. mengemukakan bahwa gaya belajar merupakan pola tetap yang dimiliki anak dalam merespons rangsangan atau informasi, yang tercermin melalui cara anak mengingat, berpikir, dan menyelesaikan tugas atau permasalahan. Priyatna . alam Saputri & Afifah, 2. menyatakan bahwa gaya belajar merupakan metode yang digunakan anak dalam menerima informasi baru serta cara anak memproses informasi tersebut untuk belajar. Dengan demikian, pemahaman yang baik terhadap gaya belajar anak dapat membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna bagi anak. Berdasarkan teori VAK (Visual. Auditory. Kinestheti. yang dikembangkan oleh Fleming, setiap anak memiliki kecenderungan gaya belajar yang berbeda-beda: anak visual belajar lebih efektif melalui penglihatan, anak auditori melalui pendengaran, dan anak kinestetik melalui aktivitas gerak atau sentuhan (Fleming & Baume, 2. Penelitian Sanjaya et al . mengungkapkan bahwa anak usia dini memiliki beragam gaya belajar yang perlu difasilitasi melalui pendekatan yang tepat. Temuan ini menekankan bahwa guru perlu memiliki kreativitas dalam merancang bahan ajar serta memahami karakteristik gaya belajar anak untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Namun pada kenyataannya, tidak semua guru memiliki pemahaman yang mendalam tentang gaya belajar anak. Banyak proses pembelajaran di kelas yang belum disesuaikan dengan kecenderungan belajar masing-masing individu. Akibatnya, anak-anak yang memiliki gaya belajar tertentu mungkin merasa kurang terlibat atau tidak mendapatkan stimulasi yang sesuai, sehingga berpotensi menurunkan minat belajar anak (Putri et al. , 2. Hal ini menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian, sebab guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap keragaman anak. Penyesuaian pendekatan pembelajaran berdasarkan gaya belajar diyakini dapat meningkatkan efektivitas pengajaran serta membantu anak dalam memahami materi secara lebih optimal. Minat anak terhadap kegiatan belajar sering kali selaras dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar anak (Rahmah et al. , 2. Ketika anak mendapatkan stimulasi yang tepat, anak cenderung menunjukkan ketertarikan, antusiasme, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran (Susilowati, 2. Anak visual akan lebih bersemangat saat disuguhkan gambar dan warna, anak auditori lebih responsif terhadap cerita atau lagu, dan anak kinestetik lebih antusias jika dilibatkan dalam aktivitas gerak atau praktik langsung (Ritonga & Rahma, 2. Situasi ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap gaya belajar bukan hanya membantu guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga menjadi kunci dalam menumbuhkan minat belajar anak secara alami dan berkelanjutan. Berdasarkan tinjauan pustaka, sebagian besar penelitian sebelumnya masih membahas gaya belajar anak usia dini secara umum dan belum secara spesifik memetakan profil gaya belajar anak usia 4Ae5 tahun berdasarkan pendekatan VAK dalam konteks lokal. Misalnya, penelitian Sanjaya, dkk . dan Putri, dkk . menyoroti pentingnya guru memahami gaya belajar anak, namun belum menyajikan data yang menunjukkan berapa banyak anak yang cenderung memiliki gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik di satuan pendidikan tertentu. Selain itu, belum ditemukan penelitian yang secara khusus menggambarkan kecenderungan gaya belajar anak usia dini di wilayah Tasikmalaya, khususnya di TK Gugus I Kecamatan Cipedes. Inilah yang menjadi celah penelitian . esearch ga. yang hendak dijawab dalam studi ini, yaitu memberikan gambaran nyata tentang variasi gaya belajar anak berdasarkan pendekatan VAK di lingkungan pendidikan anak usia dini pada tingkat lokal. Dengan demikian, kebaruan . dari penelitian ini terletak pada pemetaan profil gaya belajar anak usia 4Ae5 tahun secara deskriptif menggunakan pendekatan VAK yang diadaptasi dalam bentuk instrumen yang diisi oleh guru. Penelitian ini juga dilaksanakan pada lokasi spesifik, yaitu di TK Gugus I Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, yang belum banyak diteliti sebelumnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmiah mengenai karakteristik belajar anak usia dini serta memberikan informasi praktis yang dapat dimanfaatkan oleh guru PAUD untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar anak di kelas. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil gaya belajar anak usia 4Ae5 tahun di TK Gugus I Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Dengan mengetahui kecenderungan gaya belajar anak, guru diharapkan dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat guna serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di kelas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD, khususnya dalam pengembangan pendekatan pembelajaran yang responsif terhadap karakter dan minat anak sejak dini. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan terhadap anak usia 4Ae5 tahun (Kelompok A) yang terdaftar di TK Gugus I Kecamatan Cipedes. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Kota Tasikmalaya. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 178 anak, dan dari jumlah tersebut diambil sampel sebanyak 123 anak dengan menggunakan teknik sampling random sederhana, yaitu pengambilan sampel secara acak agar setiap individu dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Menurut Sugiono, kuisioner merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menyajikan daftar pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden guna memperoleh jawaban (Sugiyono, 2022. Dianti, 2. Kuisioner ini diisi oleh 12 guru yang mengajar di kelompok A TK Gugus I Kecamatan Cipedes. Instrumen ini terdiri dari 30 item pernyataan yang mencerminkan indikator-indikator gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik berdasarkan teori Fleming. Instrumen ini telah divalidasi oleh seorang ahli PAUD, yaitu dosen psikologi yang berkompeten dalam bidang perkembangan anak usia dini, untuk memastikan kesesuaian isi dengan karakteristik anak usia 4Ae5 tahun. Uji reliabilitas instrumen dilakukan menggunakan rumus Alpha Cronbach, dengan hasil sebesar 0,957, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dan konsisten dalam mengukur kecenderungan gaya belajar anak. Setiap gaya belajar terdiri dari 2 indikator yang dikembangkan menjadi item-item pernyataan dalam kuisioner. Berikut adalah indikator dari masingmasing gaya belajar yaitu: . Anak memahami informasi melalui pengamatan. Anak tertarik pada media visual. Anak memahami informasi melalui suara dan cerita. Anak merespons instruksi . Anak memahami informasi melalui gerakan dan aktivitas fisik. Anak tertarik saat belajar melibatkan gerakan fisik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, yakni menghitung persentase frekuensi dari masing-masing kategori gaya belajar. Sholikhah . alam Martias. Wijayanti et al. , 2. mengungkapkan bahwa statistika deskriptif merupakan jenis statistika yang digunakan untuk mengumpulkan, menyusun, dan mengolah data sehingga dapat disajikan secara sistematis guna memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu keadaan atau peristiwa tertentu yang menjadi sumber data . Proses analisis dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis angket yang diisi oleh 12 guru terhadap 123 anak usia 4Ae5 tahun di TK Gugus I Kecamatan Cipedes, diperoleh data distribusi gaya belajar sebagai berikut: Tabel 1. Kategori Gaya Belajar Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik Kategori Jumlah Anak Persentase (%) Tinggi 80,5% Sedang 19,5% Rendah Tinggi 63,4% Sedang 36,6% Rendah Tinggi 80,5% Sedang 19,5% Rendah Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Grafik Distribusi Gaya Belajar Anak Tinggi Sedang Visual Auditori Rendah Kinestetik Gambar 1. Grafik Distribusi Gaya Belajar Anak Dari hasil tabulasi data tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar anak cenderung memiliki gaya belajar visual dan kinestetik dalam kategori tinggi, masing-masing sebanyak 99 anak . ,5%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas anak lebih responsif terhadap stimulasi visual dan aktivitas fisik dalam proses belajar. Sementara itu, gaya belajar auditori dalam kategori tinggi dimiliki oleh 78 anak . ,4%), yang artinya masih cukup signifikan meskipun lebih rendah dibandingkan dua gaya belajar Tidak terdapat anak yang berada dalam kategori rendah untuk ketiga jenis gaya belajar tersebut, yang menunjukkan bahwa semua anak memiliki setidaknya tingkat kemampuan sedang dalam semua gaya belajar. Pembahasan Hasil ini menunjukkan bahwa gaya belajar visual dan kinestetik lebih dominan dibandingkan auditori di kalangan anak usia 4Ae5 tahun di TK Gugus I Kecamatan Cipedes. Anak dengan gaya belajar visual cenderung lebih cepat memahami informasi melalui gambar, warna, dan pengamatan langsung, yang sesuai dengan perkembangan indera penglihatan yang pesat pada usia dini. Sedangkan anak dengan gaya belajar kinestetik lebih efektif dalam belajar melalui aktivitas fisik, permainan, dan manipulatif yang melibatkan gerakan tubuh. Sementara itu, anak-anak dengan gaya belajar auditori meskipun cukup banyak, perlu didukung dengan pendekatan pembelajaran berbasis audio yang dikombinasikan dengan metode visual dan kinestetik agar hasil belajarnya optimal. Temuan ini sejalan dengan teori VAK (Visual. Auditory. Kinestheti. yang dikemukakan oleh Fleming dan Mills . , yang menyatakan bahwa setiap individu memiliki preferensi gaya belajar yang berbeda dan dominan pada salah satu atau lebih dari tiga tipe tersebut (El-Saftawy et al. , 2. Fleming . sebagaimana dikutip dalam Dharma & Numertayasa . menjelaskan bahwa anak usia dini sangat responsif terhadap stimulasi visual dan aktivitas fisik, karena perkembangan persepsi sensorik dan motorik mereka sedang berada pada masa puncak. Dengan demikian, pembelajaran yang mengaktifkan penglihatan dan gerakan motorik lebih efektif dalam membantu anak memahami konsep secara menyeluruh. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Hasil penelitian ini diperkuat oleh Sanjaya dkk. yang menegaskan bahwa setiap anak memiliki gaya belajar unik dan guru perlu merancang strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik tersebut. Ketika guru memahami gaya belajar anak, mereka dapat menyesuaikan media dan metode yang digunakan agar lebih sesuai dengan minat dan cara belajar anak, yang pada akhirnya akan meningkatkan keterlibatan aktif dan hasil belajar. Penelitian lain oleh NafiAoah . juga menegaskan pentingnya penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi di taman kanak-kanak untuk menjangkau semua gaya belajar anak secara proporsional. Guru perlu mengembangkan aktivitas pembelajaran yang menyentuh seluruh aspek gaya belajar, misalnya penggunaan alat peraga visual seperti gambar dan video, permainan gerak untuk anak kinestetik, serta lagu dan cerita untuk anak auditori. Pendekatan pembelajaran yang bervariasi ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bermakna bagi semua anak. Dengan demikian, potensi belajar anak dapat dimaksimalkan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan anak. Pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi gaya belajar visual dan kinestetik ini tidak hanya meningkatkan pemahaman terhadap materi, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan aspek kognitif dan motorik anak secara bersamaan (Hidayah et al. , 2. Masa usia 4Ae5 tahun merupakan masa emas perkembangan otak dan kemampuan sensorimotorik yang sangat cepat berkembang (Nurhadi, 2. Oleh karena itu, penerapan metode pembelajaran yang melibatkan stimulasi visual dan aktivitas fisik secara terintegrasi dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Anak-anak pun akan lebih termotivasi dan aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran ketika metode yang digunakan sesuai dengan gaya belajar anak. Selain itu, guru perlu melakukan observasi dan evaluasi secara berkala terhadap gaya belajar anak agar dapat menyesuaikan metode dan media pembelajaran secara dinamis sesuai perkembangan dan kebutuhan anak (Zagoto & Yarni, 2. Penyesuaian ini penting untuk menghindari kejenuhan dan memastikan setiap anak mendapatkan pendekatan yang optimal sesuai karakteristiknya (Dunn & Burke, 2. Guru juga dapat mengidentifikasi perubahan preferensi gaya belajar yang mungkin terjadi seiring waktu sehingga proses pembelajaran tetap relevan dan efektif. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan anak-anak dapat mengembangkan potensi maksimal sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran di TK Gugus I sebaiknya diarahkan pada pembelajaran diferensiasi yang responsif terhadap profil gaya belajar anak. Pendekatan ini terbukti mendukung keterlibatan aktif, meningkatkan efektivitas belajar, serta memaksimalkan potensi anak usia dini sesuai dengan karakteristik belajarnya masing-masing. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap 123 anak usia 4Ae5 tahun di TK Gugus I Kecamatan Cipedes, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar yang paling dominan adalah gaya belajar visual dan kinestetik, dengan masing-masing 80,5% anak berada pada kategori tinggi. Gaya belajar auditori juga menunjukkan dominasi yang cukup tinggi, yaitu 63,4% anak berada dalam kategori tinggi. Tidak ditemukan anak yang berada dalam kategori rendah untuk ketiga gaya belajar, yang menunjukkan bahwa seluruh anak memiliki kecenderungan gaya belajar tertentu yang dapat diidentifikasi melalui observasi oleh guru. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman guru terhadap karakteristik gaya belajar anak usia dini merupakan hal yang sangat penting sebagai dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing anak. Strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kecenderungan gaya belajar anak terbukti dapat menciptakan suasana Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 belajar yang lebih menyenangkan, bermakna, dan efektif bagi anak usia dini. Penelitian ini menyarankan agar guru secara berkala melakukan identifikasi dan observasi terhadap gaya belajar anak, karena preferensi belajar dapat berubah seiring waktu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan maupun perkembangan individu. Dengan pemahaman yang terus diperbarui, guru dapat menyesuaikan metode, media, dan pendekatan pembelajaran secara lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan anak. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu belum mengkaji hubungan antara gaya belajar anak dengan capaian pembelajaran atau perkembangan kognitif. Penelitian ini hanya bersifat deskriptif dan belum mengukur dampak langsung dari penyesuaian pembelajaran berdasarkan gaya belajar terhadap hasil belajar anak. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan pendekatan kuantitatif atau campuran untuk mengeksplorasi pengaruh pendekatan pembelajaran berbasis gaya belajar terhadap capaian belajar anak, khususnya pada aspek kognitif, bahasa, atau sosial-emosional. Penelitian lanjutan juga dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan peran guru dalam memediasi pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar DAFTAR KEPUSTAKAAN Anawati. Eva. Siagian. , & Werdiningsih. Psikoedukasi Mengenal Gaya Belajar Anak Sebagai Upaya Mengoptimalkan Ilmu Parenting Siswa PAUD ( Pendidikan Anak Usia Din. Sambara: Jurnal Pegabdian Kepada Masyarakat, 3, 55Ae59. Arifudin. , & Hasbi. Konsep Dasar Pendidkan Anak Usia Dini. Widina Bhakti Persada. Dharma. , & Numertayasa. Analisis Gaya Belajar Anak Dalam Belajar Bahasa Inggris Konteks Budaya Lokal Bali. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11. , 498Ae511. Dianti. Metode Penelitian Kuantitatif. In Angewandte Chemie International Edition, 6. , 951Ae952. Eureka Media Aksara. Dunn. , & Burke. Learning Style: The Clue To You. LSCY: Research and Implementation Manual, 172. El-Saftawy. Latif. ShamsEldeen. Alghamdi. Mahfoz. , & Aboulhoda. Influence of applying VARK learning styles on enhancing teaching skills: application of learning theories. BMC Medical Education, 24. Fitria. Mawarni. Tinggi. , & Kesehatan Banyuwangi. Psikoedukasi Mengenal Gaya Belajar Sebagai Upaya Mengoptimalkan Kecerdasan Anak. Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), 4. , 89Ae94. Fleming. , & Baume. Learning Styles Again: VARKing up the right tree! Journal of the Royal Institute of Chemistry, 82. , 566Ae568. Hidayah. Wulandari. , & Putri. Perkembangan pada Anak menurut Santrock. ECJ: Early Childhood Juournal, 3. , 88Ae101. Kalsum. Arsy. Salsabilah. Putri. , & Noviani. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Perspektif Islam. Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 1. , 94Ae113. Martias. Statistika Deskriptif Sebagai Kumpulan Informasi. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 16. , 40. NafiAoah. Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar Untuk Anak Usia Dini Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Era Pandemi. Seminar Nasional Paud Holistik Intergratif . September, 15Ae22. Nurani. Kosep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. PT INDEKS. https://news. id/strategipendidikan-pajak-untuk-anak-usia-dini-11555 Nurhadi. Teori kognitivisme serta aplikasinya dalam pembelajaran. EDISI : Jurnal Edukasi Dan Sains, 2. , 77Ae95. Putri. Angelina. Claudia. , & Mujazi. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa di kecamatan larangan tangerang. Rahmah. Karyanto. Effendi. Farih. Imami. Nur. Yolanda. Ardiyansyah. Pascasarjana. , & Profesi. Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa. STEAM Engineering (Journal of Science. Technology. Education and Mechanical Engineerin. , 6. , 122Ae128. Respati. Nur. , & Rahman. Gerak dan Lagu Sebagai Model Stimulasi Pengembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12. , 321-330. Respati. , & Rahmasari. Notasi Berwarna: Inovasi Visual dalam Stimulasi Minat Belajar Musik pada Anak Usia Dini. Early Childhood:Jurnal Pendidikan, 8. , 112Ae121. Ritonga. , & Rahma. Analisis gaya belajar VAK pada pembelajaran daring terhadap minat belajar siswa. Jurnal Analisa, 7. , 76Ae86. Sanjaya. Farantika. , & Candra. Identifikasi Gaya Belajar Anak Usia Dini. Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 3. , 52Ae62. Saputri. , & Afifah. Gaya Belajar Anak Usia Dini Kelompok B Tk Margobhakti Kota Madiun. Jurnal CARE (Children Advisory Researsh and Educatio. , 6. , 30Ae34. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. In Metode Penelitian Komunikasi. Penerbit Alfabeta Bandung. Supit. Melianti. Lasut. , & Tumbel. Gaya Belajar Visual. Auditori. Kinestetik terhadap Hasil Belajar Siswa. Journal on Education, 5. , 6994Ae7003. Susilowati. Pemahaman Gaya Belajar Pada Anak Usia Dini. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 1. , 89Ae100. Talango. Konsep Perkembangan Anak Usia Dini. Early Childhood Islamic Education Journal, 1. , 92Ae105. Wijayanti. Malau. Sova. Ngli. Sugiri. Ardhiarisca. Astuti. , & Saidah. Statistik deskriptif. Widina Media Utama. Zagoto. , & Yarni. Perbedaan Individu Dari Gaya Belajarnya Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran. JUrnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 2. , 259Ae265.