RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT. OBSERVE AND EXPLAIN TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS Reza Yuliska*. Nuraini Fatmi. Saifuddin. Fajrul Wahdi Ginting. Munzir Absa Program Studi Pendidikan Fisika. FKIP Universitas Malikussaleh. Aceh. Indonesia *e-mail: reza. 190730053@mhs. Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model predict, observe and explain terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi fluida statis di sma negeri 1 nisam. penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen design dengan menggunakan desains penelitian non equivalent control group design yang terdiri dari dua kelompok yaknik kelas kontrol dan kelas eksperimen. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. yang terdiri dari kelas xi f-1 sebagai kelas eksperimen dan xi f-2 sebagai kelas kontol. dengan jumlah siswa masing-masing kelas terdiri dari 20 orang. instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes soal pilihan hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata posttest pada kelas kontrol dengan nilai sebesar 65,25 sedangkan pada kelas eksperimen diperoleh nilai sebesar 85,75. berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji non parametrik dengan uji mann whitney test diperoleh hasil sig . sebesar 0,000 lebih kecil dari pada nilai signifikasi 0,05 yang artinya . ditolak dan . sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model predict, observe and explain terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi fluida statis. Kata Kunci: Model Predict. Observe And Explain. Hasil Belajar Kognitif THE EFFECT OF THE PREDICT. OBSERVE AND EXPLAIN LEARNING MODEL ON STUDENT COGNITIVE LEARNING OUTCOMES ON STATIC FLUID MATERIAL Abstract: this study aims to determine the effect of the predict, observe and explain model on students' cognitive learning outcomes on static fluid material at sma negeri 1 nisam. This study uses a type of quasi-experimental design research using a non-equivalent control group design consisting of two groups, namely the control class and the experimental class. The sampling technique in this study used purposive sampling techniques. It consists of class xi f-1 as experimental class and xi f-2 as dick class. With the number of students, each class consists of 20 people. The data collection instrument in this study used multiple-choice question tests. The results of this study obtained the average posttest score in the control class with a value of 25 while in the experimental class a value of 85. 75 was obtained. Based on the hypothesis test using a non-parametric test with a mann whitney test, a sig . -taile. result of 0. 000 is smaller than the signification value of 0. 05 which means . rejected and . So it can be concluded that there is an influence of the predict, observe and explain model on students' cognitive learning outcomes on static fluid material. Keywords: Predict. Observe And Explain Models. Cognitive Learning Out Comes PENDAHULUAN Persaingan pada era globalisasi ini sangat ketat dan terbuka. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menunjukan sikap kepedulian pada dunia pendidikan. Pendidikan merupakan syarat mutu standar sumber daya manusia untuk menjadi yang berkualitas tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Peran guru dalam proses pendidikanlah yang dapat membantu siswa untuk menghindari dampak negatif RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. era globalisasi. Ketersediaan guru yang berkualitas juga mampu menciptakan lulusan yang bisa menghadapi era globalisasi yang sarat dengan persaingan dan tantangan (Ali, 2. Proses pembelajaran sangat menentukan kemampuan pemahaman konsep siswa. Menurut (Safriana et al. , 2. pembelajaran aktif dan melibatkan siswa dengan lingkungannya dapat berdampak pada pemahaman konsep siswa. selain itu. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik jika terjadi interaksi antara guru, siswa dan sumber belajar. Hal tersebut termasuk ke dalam pembelajaran yang aktif. Pembelajaran yang aktif merupakan metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga, dengan menerapkan model pembelajaran aktif dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep ipa (Astuti. Pembelajaran fisika merupakan pembelajaran yang wajib di SMA jurusan IPA. Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam melalui serangkaian proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal. Pembelajaran fisika akan lebih efektif jika melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yaitu dengan memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri akan membuat siswa merasakan makna pembelajaran yang dilakukannya serta juga melatih keterampilan yang ada pada diri siswa (Panggabean. Permasalahan yang sering terjadi di dalam pembelajaran fisika yaitu proses pembelajaran masih menggunakan pembelajaran konversional, siswa hanya diberi materi dan contoh soal, kemudian mengerjakan soal latihan, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang mengembangkan keterampilan berfikirnya (Wijayanti, 2. Hal lain juga ditemukan bahwa siswa dalam kegiatan belajar hanya mencatat apa yang diterapkan oleh guru, sehingga kemampuan berfikir kritis siswa kurang terlatih. Siswa kurang mampu mengaitkan fakta-fakta yang ditemukan dalam menyelesaikan permasalahan. Siswa hanya menghafal materi tetapi tidak mampu memahami apa saja dihafalnya. Model pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga membuat siswa mudah jenuh dalam kegiatan Ketika guru menerangkan, siswa tidak fokus dan banyak berbicara dengan teman sebelahnya dan malah mengerjakan tugas mata pelajaran yang lain. Hal ini menyebabkan situasi belajar menjadi monoton dan siswa menjadi kurang aktif (Nurfiyani. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan guru bidang studi fisika sma negeri 1 nisam. Didapat informasi bahwa hasil belajar siswa masih dibawah harapan. Hal ini terlihat dari hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran fisika terbukti masih rendah yaitu nilai rata-rata ulangan harian hanya sedikit siswa yang mencapai kkm. Diketahui kriteria ketuntasan minimal . yang ditetapkan 78, sedangkan yang dihasilkan peserta didik hanya Dari perolehan tersebut terlihat hasil belajar peserta didik masih rendah. Selain itu juga proses pembelajaran terasa menoton yang mengakibatkan siswa hanya sebatas mencatat, mendengarkan dan mengerjakan soal latihan dari guru yang mengakibatkan siswa menjadi bosan dalam proses pembelajaran. Hasil belajar siswa kelas xi sman 1 nisam dikategorikan belum optimal. Dari 28 siswa dikelas xi f-1 dan 33 siswa dikelas xi f-2, diantaranya ada beberapa yang mengalami ketuntasan belajar, tetapi masih banyak siswa lainnya belum mengalami ketuntasan belajar atau nilainya masih dibawah kkm. Faktor lainnya juga menyebabkan belum optimalnya pencapaian hasil belajar tersebut adalah guru yang kurang kreatif menggunakan media pembelajaran. Menyikapi permasalahan tersebut, peneliti memberikan suatu alternatif solusi pembelajaran yang mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, yakni dengan menerapkan model pembelajaran predict, observe and explain . (Harjono, 2. Di dalam model pembelajaran predict, observe and explain, guru bersifat fasilitator, artinya siswa yang RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. aktif untuk menemukan suatu penyelesaian dalam permasalahan fisika dan guru sebagai pembimbing siswa menuju penyelesaian masalah. Didalam model pembelajaran ini terdiri 3 langkah kegiatan, yaitu prediction atau membuat prediksi, observation atau mengamati, dan explanation atau memberikan penjelasan. Pada pembelajaran predict, observe and explain. siswa dapat membuat dugaan secara bebas terhadap suatu persoalan fisika pada tahap prediksi. Kemudian siswa akan mencari penjelasan mengenai hasil tersebut, sehingga dengan menggunakan model ini proses belajar akan didapatkan. Selain itu, siswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan karena pemahaman konsep melalui model predict, observe and Berdasarkan uraian masalah diatas, maka diperlukan sebuah inovasi dalam pembelajaran yang berupa model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih bersemangat dalam memahami materi dan konsep fisika. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa yaitu dengan model pembelajaran. Karena adanya model ini siswa dapat lebih aktif belajar, sehingga mengingkatkan pemahaman pada konsep Maka penulis tertarik melakukan penelitian ini yang berjudul tentang Aupengaruh model pembelajaran predict, observe and explain terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi fluida statisAy. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperiment . ksperimen sem. Adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Penelitian menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan melakukan uji pretest dan Table 1. Skema desain penelitian pretest-postest control grup design. Kelas Pretest Perlakuan Posttest Ekperimen Kontrol Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas xi SMA. Sampel penelitian ini yaitu kelas xi f-1 dan xi f-2. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan secara langsung menggunakan uji tes soal dalam bentuk pilihan ganda. Tabel 2. Kisi-Kisi Tes Soal Pretest dan Posttest Indikator Tingkat Kognitif Nomor Soal 1 Menentukan 2 Menjelaskan 3 Menghitung 4 Menjelaskan 5 Menentukan 6 Menghitung 7 Menentukan 8 Menjelaskan 9 Membuktikan 10 Menjelaskan 11 Membuktikan 12 Menganalisis 13 Menganalisis RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index 14 Menentukan 15 Menjelaskan 16 Menjelaskan 17 Menentukan 18 Menghitung 19 Menghitung 20 Membuktikan 21 Menjelaskan 22 Menjelaskan 23 Menentukan 24 Menentukan 25 Menentukan 26 Menyebutkan 27 Membuktikan April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil nilai belajar siswa pada data pretes dan posttest untuk masing-masing kelas diperoleh nilai rata-rata dan standar deviasi disajikan pada tabel 3. Tabel 3. Data Pretest dan Posttest Sampel std deviation pretest kontrol Pretest eksperimen Posttest kontrol Posttest eksperimen 20 Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pretest pada kelas kontrol 30. 75 dan pretest kelas eksperimen 35. Nilai rata-rata posttest pada kelas kontrol adalah 65. 25 dan kelas eksperimen adalah 82. 75, dimana jumlah sampe pada masing-masing kelas adalah 20 orang. Setelah diperoleh data dilakukan uji prasyarat analisis data yaituuji normalitas dan homogenitas pada tabel Tabel 4. Uji Normalitas Pretest dan Posttest Shapiro-wilk Hasil Pretest kontrol 0,920 Pretest eksperimen 0,955 Posttest kontrol 0,884 Posttest eksperimen 0,872 0,100 0,449 0,021 0,013 dari hasil uji normalitas pada kelas kontrol dan eksperimen didapatkan nilai signifikan untuk kelas eksperimen dan kontrol lebh besar dari nilai 0,05. Maka data pada kelas kontrol dan eksperimen berdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Hasil Tabel 5. Homogenitas pretest Levene Statistik RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. http://ojs. id/index. php/relativitas/index Berdasarkan hasil output pada tabel 5 uji homogenitas didapatkan bahwa nilai 449 artiya nilai signifikanainya lebih besar dari 0,05 da dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh homogen. Uji Hipotesis Berikut ini hasil uji hipotesis untuk hasil belajar siswa Tabel 6. Hasil uji independent sampel t test . -taile. asumsi varians sama 0,07 Berdasarkan hasil output uji sampel independent pada bagian varian yang sama diketahui bahwa nilai sig . -taile. sebesar 0,07 >0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa h0 diterima h1 Hal ini berarti bahwa pada kedua kelas memiliki pemahaman yang sama pada materi fluida statis Data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest dilakukan analisis spss untuk melihat hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran predict, observe and explain pada materi fluida statis dikelas xi sma negeri 1 nisam. Setelah data pretest dan posttest diperoleh selanjtunya dinalisis secara kuantitatif melalui skor rata-rata. Hasil analisis data pretest dan posttest dapat dilihat pada gambar 1. 82,75 65,25 Pretest 35,75 30,75 Posttest Ekperimen Kontrol Gambar 1. Rata-Rata Hasil Belajar Siswa Nilai rata-rata pretest dikelas kontrol diperoleh sebesar 30,75 dan nilai posttest sebesar 65,25, sedangkan kelas eksperimen di peroleh nilai pretest 35,75 dan posttest sebesar 82,75. Dari hasil pengujian diperoleh nilai signifikasi 2 Aetailed sebesar 0,000. Lebih rendah dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran predict, observe and explain terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi fluida statis. Pembahasan Tes awal adalah tes yang dilakukan terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan. Tes awal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa kelas eksperimen dan kontrol. Hasil tes awal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa menunjukkan kedua kelas eksperimen dan kontrol adalah homogen, yang berarti bahwa kelas eksperimen dan kontrol mempunyai kemampuan awal kognitif yang sama sebelum adanya perlakuan. RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. Berdasarkan uji prasyarat, data pretest kelas eksperimen dan kelaas kontrol bersifat parametrik dan homogen. Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,07 dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan asumsi pengambilan keputusan, maka nilai . - taile. > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa h 0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum diterapkan model pembelajaran. Sedangkan data posttest kedua kelas bersifat nonparametrik, sehingga menggunakan uji mann- whitney test dan diperoleh hasil sig. -taile. sebesar 0,00 dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan asumsi pengambilan keputusan, maka nilai sig. - taile. < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa h0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah diterapkan model pembelajaran. Maka penerapan model pembelajaran predict, observe and explain memberikan pengaruh yang signifikan pada materi fluida statis di kelas xi sma negeri 1 nisam. Dari kedua nilai tersebut terlihat bahwa adanya perbedaan rata-rata hasil belajar. Ratarata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran poe yang diterapkan pada kelas eksperimen memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran direct instruction yang diterapkan pada kelas kontrol. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil belajar fisika siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, salah satunya adalah diterapkannya model pembelajaran poe pada kelas eksperimen. Model pembelajaran dengan sintaks yang sederhana . redict observe and explai. , memberikan dampak kepada siswa, yaitu proses pembelajaran berjalan dengan menyenangkan dan memunculkan motivasi siswa untuk belajar dan berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran POE adalah model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif dalam setiap langkah pembelajarannya. Siswa menemukan konsep yang dipelajarinya melalui 3 . Pertama prediksi, dimana siswa yang pada awalnya takut mengekspresikan pendapat mereka, dengan dorongan dari guru, siswa menjadi termotivasi untuk lebih mampu mengemukakan pendapat mereka. Pada tahap kedua siswa melakukan pengamatan sekaligus percobaan, siswa dapat menemukan kebenaran dari konsep yang dipelajarinya. Tahap akhir adalah penjelasan, yakni siswa mengemukakan hasil pengamatan mereka sesuai atau tidak dengan pendapat mereka. Model ini siswa terlibat aktif mulai dari menemukan masalah sampai pada tahap memecahkan masalah secara berkelompok, keterlibatan siswa dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar dengan materi yang dipelajari (Syahfitri, 2. Selama proses penelitian berlangsung peneliti mengalami kesulitan dalam pengelolaan alokasi waktu dalam belajar. Model POE pada kenyataannya memerlukan waktu yang cukup lama agar setiap tahapan-tahapan pembelajarannya dapat berjalan efektif (Harjono, 2. Bahwa model pembelajaran POE memerlukan waktu yang lebih dalam proses pembelajaran. Pada penelitian ini hal tersebut terjadi karena pada tahap awal dalam model pembelajaran POE, yaitu prediksi kebanyakan siswa takut untuk mengekspresikan pendapat mereka terhadap permasalahan yang diberikan. Adapun beberapa siswa belum percaya diri memberikan penjelasan kepada teman mereka, sehingga siswa perlu didorong untuk minat belajar dan bukan hanya melihat bahwa guru satu-satunya sumber informasi. Hal ini menunjukkan bahwa minat yang baik akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa (Ardiannisa et al. , 2. Dengan kata lain minat yang baik akan menumbuhkan rasa ketertarikan terhadap suatu hal. PENUTUP Model predict, observe and explain berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa. Respon siswa terhadap model pembelajaran predict, observe and explain memiliki respon yang RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. baik, siswa senang belajar dengan menggunakan model pembelajaran ini. DAFTAR PUSTAKA