Jurnal Peduli Masyarakat Volume 5 Nomor 2. Juni 2023 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PELATIHAN DOSEN KEPERAWATAN TENTANG PENEREPAN SISTEM INFORMASI DOKUMENTASI KEPERAWATAN Mulyono. Emilia Puspitasari Sugiyanto* Program Studi Di Keperawatan. Fakultas Keperawatan Bisnis dan Teknologi. Universitas Widya Husada Semarang. Jl. Subali Raya No. Krapyak. Semarang Barat. Semarang. Jawa Tengah 50146. Indonesia *ummu_kifah @yahoo. ABSTRAK Dokumentasi merupakan aspek penting dalam proses asuhan keperawatan. Dokumentasi yang mudah dan cepat menjadi tujuan dalam pengembangan teknologi sekarang ini. Perkembangan teknologi tentu saja perlu diimbangi dengan SDM yang mempunyai kemampuan dalam penggunaanya. Proses pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan SDm yang mampu menguasai Dosen mempunyai peran penting untuk melakukanya. Uraian tersebut menggambarkan perlunya kegiatan pelatihan untuk dosen mengenai system dokumentasi keperawatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dosen dalam penggunaan sistem dokumentasi keperawatan. Kegiatan pelatihan tersebut dilakukan pada 12 Dosen Keperawatan Universitas Widya Husada Semarang. Metode yang digunakan dengan cara diskusi dan demonstrasi tentang penggunaan sistem dokumentasi keperawaatan. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dosen. Dari kegiatan tersebut didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mengenai penggunaan sistem dokumentasi keperawatan. Kata kunci: dosen. pengetahuan system dokumentasi keperawatan. NURSING LECTURER TRAINING ON THE IMPLEMENTATION OF NURSING DOCUMENTATION INFORMATION SYSTEMS ABSTRACT Documentation is an important aspect in the nursing care process. Easy and fast documentation is a goal in today's technology development. Technological developments, of course, need to be balanced with human resources who have the ability to use them. The learning process in tertiary institutions must be able to prepare human resources who are able to master technology. Lecturers have an important role to do this. The description describes the need for training activities for lecturers regarding the nursing documentation system. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of lecturers in the use of the nursing documentation system. The training activities were carried out at 12 Nursing Lecturers at Widya Husada University. Semarang. The method used is by means of discussions and demonstrations about the use of the nursing documentation system. The result of the activity is an increase in the lecturer's knowledge. From these activities it was found that there was an increase in knowledge and skills regarding the use of the nursing documentation system. Keywords: knowledge of nursing documentation system. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group PENDAHULUAN Asuhan keperawatan terdiri dari proses pengkajian , perumusan diagnose, perumusan intervensi ,implementasi dan evaluasi. Kemampuan pendokumentasian menjadi dasar kemampuan seorang perawat yang harus dimiliki. artonah, 2. Proses adalah suatu proses yang sistematis untuk mengatasi masalah kesehatan pasien yang meliputi terdiri dari lima tahap yaitu pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan . , pelaksanaan tindakan . , dan evaluasi. Sebagai bentuk legalitas proses tersebut harus terdokumantasikan dengan baik dan benar. (Tampubolon, 2. Dokumentasi asuhan keperawatan mencakup pernyataan dan pelaporan tentang pengkajian . engumpulan dat. , diagnosis keperawatan, rencana tindakan keperawatan, tindakan dan evaluasi keperawatan. Sejalan dengan penelitian (Pramono, 2. menjelaskan bahwa dokumentasi adalah salahsatu aspek legal dalam praktik keperawatan, dan kemampuan ini harus dipunyai oleh perawat dalam melaksanakan praktiknya. (Ardenny & Idayanti, 2. Dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting dilihat dari berbagai aspek seperti aspek hukum, kualitas pelayanan, komunikasi, keuangan, pendidikan, penelitian, dan Dokumentasi menjadi penting dan harus dikuasai oleh seorang perawat. dosen harus mempunyai pengetahuan tentang hal yang diajarkan kepada peserta didiknya. Ketrampilan dalam melakukan dokumentasi keperawatan akan semakin terampil jika sejak menjadi mahasiswa sudah terbiasa melaksanakan dokumentasi proses asuhan keperawatan yang sesuai dengan lahan kerjanya yaitu berbasis computer saat selama proses pendidikan. (Mulyono, 2. menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mendasari pelaksanaan dokumentasi keperawatan berbasis teknologi adalah tingkat pemahaman dalam menggunakan komputerisasi. Menjadi penting peran dosen dalam membekali mahasiswa perawat untuk dapat menguasai teknologi dokumentasi keperawatan. Simarmata . menjelaskan tentang prinsip profesionalisme seorang dosen diantaranya adalah kemampuan pedagogoik atau kemampuan mengajar dosen, dengan kata lain dosen mempunyai peran penting dalam memberikan pengalaman mahasiswa dalam dokumentasi keperawatan selama proses pendidikan. Universitas widya husada semarang memiliki tiga program studi keperawatan yang saat ini dalam penyusunan tugas laporan asuhan keperawatan masih menggunakan cara konvensional dengan menulispenyusunan tugas dokumentasi asuhan keperawatan mahasiswa. Uraian tersebut menggambarkan perlunya kegiatan pelatihan untuk dosen mengenai system dokumentasi keperawatan. Tujuan kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dosen. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dosen tentang penerapan system dokumentasi keperawatan dalam proses pembelajaran. METODE Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 12 Dosen Keperawatan Universitas Widya Husada Semarang. Metode penulisan artikel ini adalah dengan metode deskriptif yaitu dengan menggambarkan secara keseluruhan tentang metode prosedur kegiatan dan hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan system dokumentasi keperawatan untuk dosen. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan diikuti oleh 12 dosen Keperawatan Universitas Widya Husada Semarang. Kegiatan dimulai dengan penyusunan proposal kegiatan, selanjutnya proposal kegiatan diajukan kepada pimpinan institusi untuk mendapatkan ijin. Setalah didapatkan ijin dilakukan penyusunan modul kegiatan pelatihan. Selanjutnya pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 februari 2023. Dari hasil evaluasi yang dilakukan didapatkan peningkatan pengetahuan dosen dalam menggunakan system dokumentasi keperawatan. berikut adalah uraian Hasil kegiatan tersebut Gambar 1. Gambar Kegiatan pengabdian Kegiatan Pelatihan pada 12 Dosen Keperawatan Universitas Widya Husada Semarang Pengembangan teknologi pada dokumentasi keperawatan di dunia pendidikan keperawatan saat ini diperlukan. Untuk mempermudah tugas perawat maka diperlukan sebuah system yang mampu memanipulasi, dan mengelola informasi Asuhan keperawatan. Baderi, . Menjelaskan teknologi informasi adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Alat bantu tersebut diharapkan dapat digunakan oleh mahasiswa untuk menyusun, laporan asuhan keperawatan yang sesuai standar dengan pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi informasi komunikasi digunakan untuk memproses dan mentransfer data antar perangkat sehingga proses menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat. Prasetyanto, . menjelaskan bahwa saat ini banyak system informasi yang dikembangkan untuk dokumentasi keperawatan. Hal tersebut bisa dijadikan dasar untuk instansi Pendidikan untuk mempersiapkan calon perawat yang mempunyai kemampuan dan ketrampilan dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan berbasis computer. Arizal, . dalam penelitiannya menjelaskan pelaksanaan pendokumentasian yang terintegrasi akan lebih praktis dalam penggunaanya dan lebih efisien ketimbang yang paper base. (Diyanto, 2. Menjelaskan bahwa formas akep konfensional terlamu panjang formatnya dan memerlukan banyak waktu untuk (Silvia & Tobing, 2. menjelaskan bahwa system dokumentasi asuhan keperawatan membantu perawat dalam melaksanakan dokumentasi keperawatan menjadi lebih mudah dan efisien. Hallila LE, . menjelaskan bahwa saat ini computer dan internet menjadi penting dalam proses pembelajaran, dan mahasiswa perawat harus mempunyai ketrampilan dalam Dengan kata lain saat menjadi mahasiswa perlu dikenalkan atau dibiasakan dalam menggunakan computer dalam mempermudah tugasnya. (Mulyono, 2. menjelaskan bahwa kemampuan mahasiswa akan lebih terampil jika pelaksanaan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group pendokumentasian keperawatan berbasis komputer dimulai dari saat menjadi mahasiswa, sehingga saat bekerja perawat baru sudah menjadi terbiasa dan terampil dalam melakukan dokumentasi keperawatan berbasis computer saat sudah bekerja. Hambatan yang ditemui salah satunya masih sedikitnya institusi pendidikan khususnya keperawatan menggunakan pencatatan tugas laporan asuhan keperawatan berbasis computer, saat ini laporan asuhan keperawatan mahasiswa sebagian besar masih menggunakan cara konvensional dengan (Sugiyanto et al. , 2. menjelaskan bahwa saat ini masih sedikit institusi pendidikan yang menerapkan laporan dokumentasi asuhan keperawatan menggunakan system dokumentasi dalam laporan askep mahasiswa. Sarana pendidikan saat ini perlu melakukan perubahan terhadap proses pembelajaranya yang sebelumnya confensional dan manual menjadi berbasis system teknologi. Kemampuan dan pengetahuan dosen menjadi penting dalam dokumentasi keperawatan yang berbasis system. (Simarmata, 2. Beberapa prinsip profesionalisme yang harus dimiliki seseorang menurut undang-undang ini, antara lain adalah, bakat, komitmen, tanggung jawab, kwalifikasi akademik, dan kompetensi yakni kompetensi pedagogic, profesi, sosial dan kepribadian. Peningkatan kemampuan professional tersebut dapat ditingkatkan salah satunya dengan pelatihan. SIMPULAN Hasil pengabdian didapatkan peningkatan pengetahuan dosen dalam pengembangan system informasi dokumentasi keperawatan dalam pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA