1107 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 SKRINING GLUKOSA DARAH DALAM UPAYA CEGAH DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT DI DESA KEPAU JAYA. KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR RIAU Oleh Aisyara Yuliandari1*. Hartini H2. Puspita Daeli3. Alfredo Triseptian Silalahi4 1,2,3,4Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru Email: 1aisyara@akjp2. Article History: Received: 11-07-2025 Revised: 26-07-2025 Accepted: 14-08-2025 Keywords: Diabetes Melitus. Edukasi. Glukosa Abstract: Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat merupakan salah satu penyebab tingginya kasus Diabetes Melitus (DM)di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah skrining dan pemberian edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya pencehagan DM pada masyarakat di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau melalui skrining glukosa darah dan pemberian edukasi terkait DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah pada masyarakat menggunakan metode POCT, kemudian diikuti dengan pemberian edukasi terkait DM. Berdasarkan hasil kegiatan dari 25 peserta, hanya 2 orang peserta yang memiliki kadar glukosa Ou 200 mg/dL. Kegiatan ini sangat bermaanfaat bagi masyarakat desa Kepau Jaya dan berharap terus dilakukan kegiatan pengabdian berkelanjutan di desa tersebut. PENDAHULUAN Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan yang kini menjadi perhatian serius bagi dunia. PTM perlu dikendalikan karena penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Salah satu PTM yang menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat adalah Diabetes Melitus (DM) (Handayani et al. , 2. Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia (Putri et al. , 2. Hiperglikemia merupakan suatu kondisi tingginya kadar glukosa darah karena produksi insulin yang rendah atau sel-sel tubuh resisten terhadap insulin yang diproduksi (Salsabila et al. , 2. DM biasanya diikuti dengan gangguan kesehatan lainnya seperti hipertensi, obesitas, rendahnya kadar HDL dan tingginya kadar trigliserida (Najmi & Yohana, 2. Jika kondisi hiperglikemia ini terus dibiarkan, maka akan berdampak komplikasi pada berbagai sistem organ (Sumakul et al. , 2022. American Diabetes Association, 2. Menurut International Diabetes Federation (IDF). Indonesia merupakan peringat ke tujuh di dunia dengan sekitar 10,7 juta kasus diabetes (Hartati et al. , 2. Kasus DM diprovinsi Riau pada tahun 2019 sebanyak 9,8 % dan mengalami peningkatan di tahun 2020 menjadi 70,2 %. Berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2020, kasus DM di provinsi Riau banyak ditemukan di Kabupaten Kampar (Husnawati et al. , 2. Salah satu faktor penyebab tingginya kasus DM pada Kabupaten Kampar adalah kurangnya kesadaran http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Salah satu upaya yang harus terus dilakukan adalah melakukan skrining glukosa darah dan memberikan edukasi terkait DM kepada masyarakat. Skrining glukosa darah merupakan langkah awal deteksi dini individu yang memiliki resiko tinggi DM. Skrining dan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat agar kadar glukosa darah selalu berada dalam batas normal. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendukung upaya pencehagan DM pada masyarakat di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah pada masyarakat Kepau Jaya. Kecamatan Siak Hulu. Kabupaten Kampar. Riau. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan menggunakan metode POCT. Setelah melakukan pemeriksaan, pengabdi memberikan edukasi kepada masyarakat terkait DM. Tahapan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari tiga bagian yaitu pesiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pengabdian. Tahap persiapan kegiatan pengabdian dimulai dari tim pengabdi berkunjung dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Kepau Jaya dan penyusunan rancangan kegiatan yang akan dilakukan. Tahap pelaksanaan pebgabdian dilakukan dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah pada masyarakat Kepau Jaya. Kecamatan Siak Hulu. Kabupaten Kampar. Riau. Setelah melakukan pemeriksaan, pengabdi memberikan edukasi kepada masyarakat terkait DM. Tahap evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan dengan menyebar pertanyaan dalam bentuk kuesioner kepada masyarakat. Hasil kuesioner digunakan sebagai penilaian objektif mengenai manfaat dari kegiatan pengabdian HASIL Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah pada masyarakat Desa Kepau Jaya. Kecamatan Siak Hulu. Kabupaten Kampar Riau. Hasil pemeriksaan Glukosa darah seluruh peserta dilakukan analisis, kemudian disajikan pada Tabel 1. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah pada masyarakat Desa Kepau Jaya. Kecamatan Siak Hulu. Kabupaten Kampar. Riau Usia Kadar Nama Jenis Kelamin (Tahu. Glukosa . g/dL) Darmajuita Perempuan Turahman Laki-laki Bustami Arifin Laki-laki Nur Perempuan Leni Perempuan Riska Perempuan Eni Perempuan Dina Perempuan Iis Perempuan Sumarni Perempuan Hayati Perempuan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Juarni Perempuan Jariyah Perempuan Firdawati Perempuan Desriyanti Perempuan Nurmawilis Perempuan Riswana Perempuan Siti Perempuan Longo Perempuan Gusmawati Perempuan Nurjani Perempuan Yet Perempuan Suri Perempuan Irawati Perempuan Wahida Perempuan Keterangan: nilai rujukan kadar glukosa O200 mg/dL (Kemenkes 2. Setelah melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah, kegiatan dilanjutkan melalui edukasi terkait DM. edukasi yang diberikan kepada masyarakat disebarkan dalam bentuk brosur, lalu ceramah dan tanya jawab. Gambar 1. Kegiatan Pengabdian di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan berdasarkan kuisioner yang diberikan kepada masyarakat (Tabel . Tabel 2. Hasil Analisis Kuesioner Kegiatan Pengabdian Jawaban (%) Pertanyaan Kegiatan pengabdian dibutuhkan oleh Kegiatan pengabdian sesuai dengan Pengabdi pengabdian yang menarik Penyajian materi sangat mudah http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI STS ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 dipahami oleh peserta Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan waktu yang cukup Pengabdi menyediakan waktu diskusi untuk menjawab setiap pertanyaan atau permasalahan yang diajukan oleh peserta Peserta mendapatkan manfaat setelah mengikuti pengabdian ini Kegiatan meningkatkan pengetahuan masyarakat Peserta puas dengan kegiatan Kegiatan pengabdian perlu dilakukan secara berkelanjutan Keterangan: SS = Sangat Setuju. S = Setuju. TS = Tidak Setuju. STS = Sangat Tidak Setuju PEMBAHASAN Pemeriksaan glukosa darah dilakukan menggunakan alat tes digital. Pemberian edukasi terkait DM kepada masyarakat, dilakukan setelah pemeriksaan glukosa darah. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan bantuan mahasiswa AKJP 2 yang telah memahami dan memiliki cukup pengetahuan terkait DM. Edukasi DM diberikan langsung oleh pengabdi yaitu Aisyara Yuliandari. Biomed dan Hartini H. Si. Berdasarkan tabel 1, masyarakat Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau yang mengikuti kegiatan pengabdian ini berjumlah 25 orang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada jam 10. 00 WIB. Pada jadwal tersebut, sebagian besar masyarakat sedang bekerja di perkebunan, sehingga hanya 25 orang masyarakat yang bisa mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan jenis kelamin, masyarakat yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 2 orang laki-laki dan 23 orang perempuan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, ditemukan sebanyak 2 orang yang memiliki kadar glukosa Ou 200 mg/dL yaitu bapak Bustami Arifin . 236 mg/dL dan ibu Juarni . 346mg/dL. Menurut Kemenkes 2024, salah satu gejala klinis DM yaitu kadar glukosa darah Ou 200 mg/dL. Saat dilakukan wawancara secara langsung kepada 2 peserta yang memiliki kadar glukosa darah Ou 200 mg/dL, salah satu diantaranya ada yang memiliki gejala poliuria dan Berdasarkan gajala tersebut sudah mengarah ke DM, namun untuk penegakan diagnosisnya peserta harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas layanan kesehatan atau rumah sakit terdekat. Menurut Kemenkes RI . , diagnosis DM dapat ditegakkan apabila memenuhi salah satu kriteria yaitu Ditemukannya gejala klinis poliuria, polidipsia, nokturia, enuresis, penurunan berat badan, polifagia, dan kadar glukosa plasma sewaktu Ou 200 mg/dL atau kadar glukosa plasma puasa Ou 126 mg/dL. atau kadar glukosa plasma Ou 200 mg/dL . ,1 mmol/L) pada jam ke-2 TTGO (Tes Toleransi Glukosa Ora. HbA1c >6,5% . engan standar NGSP dan DCCT). Setelah kegiatan pemeriksaan, pengabdi memberikan materi terkait DM. Pengabdi menyarankan kepada masyarakat yang memiliki kadar glukosa Ou 200 mg/dL untuk ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Hal ini diharapkan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan keadaan hiperglikemia dapat segera Masyarakat Desa Kepau Jaya sangat antusias mengikuti kegiatan ini, karena kegiatan ini memberi dampak positif dilingkungan mereka. Hal ini dapat terlihat dari pengisian kuisioner, mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pemberian edukasi yang dilaksanakan oleh tim. Masyarakat dapat memahami penyebab, tanda, gejala dan faktor resiko DM. Masyarakat juga memahami pentingnya mengetahui kadar glukosa darah dan upaya pencegahan DM. Masyarakat juga meminta untuk dilakukan kegiatan pengabdian secara berkelanjutan di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau. KESIMPULAN Pemeriksaan glukosa darah dan pemberian edukasi terkait DM sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Kepau Jaya. Kecamatan Siak Hulu. Kabupaten Kampar. Riau. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan yang diberikan. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian berkelanjutan di Desa Kepau Jaya. Kecamatan Siak Hulu. Kabupaten Kampar. Riau khususnya dalam bidang parasitologi . Hal ini disarankan oleh masyarakat setempat karena ada beberapa masyarakat yang bekerja diperkebunan diduga terinfeksi cacing tambang. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih Kepada Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau. Direktur Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru yang telah mendukung kegiatan pengabdian ini. Terima kasih kepada Karyawan. Dosen dan Mahasiswa Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. REFERENSI