PENGARUH EFISIENSI ANGGARAN TERHAAP PERILAKU KERJA INOVATIF PEGAWAI : PERAN MEDIASI SELF DIRECTED LEARNING Syukrillah1. Agus Seswandi2. Richa Afriana Munthe3 Universitas Lancang Kuning Jln. Yos Sudarso Km 08 Rumbai Telp. 52581 Fax. E-mail : syukrillah@gmail. com (Korespondens. Abstract: This study aims to examine and analyze the effect of budget efficiency on employee innovative work behavior with self-directed learning as a mediating variable. Using a quantitative approach with the Partial Least Squares (SEM-PLS) analysis method, this study was conducted at strategic agencies within the local government. The results show that budget efficiency has a positive and significant influence on employee innovative work behavior. Furthermore, budget efficiency was also shown to have a positive effect on self-directed learning, indicating that resource limitations encourage employees to be more independent in developing their competencies. Self-directed learning was found to have a positive effect on innovative work behavior and acted as a significant mediator in the relationship. In conclusion, budget efficiency policies can trigger innovation in the bureaucracy if supported by a strong culture of self-learning among employees as a compensatory mechanism for limited formal Keywords: Budget Efficiency. Self-Directed Learning. Innovative Work Behavior Reformasi birokrasi dan meningkatnya pemerintah menjadi lebih adaptif, transparan, dan responsif. Peningkatan kinerja ASN menjadi kunci, sehingga perilaku kerja mempromosikan, dan mengimplementasikan gagasan baru menjadi kebutuhan strategis. Inovasi memerlukan dukungan sumber daya yang dikelola secara bijaksana. Dalam konteks ini, efisiensi anggaran berperan krusial, bukan sekadar pemotongan biaya, melainkan optimalisasi penggunaan dana untuk mencapai kinerja maksimal. Sistem kontrol anggaran yang efektif memengaruhi keputusan investasi pada pengembangan SDM. Pengelolaan anggaran yang strategis mampu mengurangi pemborosan dan mengarahkan sumber daya pada perbaikan proses serta penguatan inovasi di sektor Tantangan utama terletak pada mekanisme yang menghubungkan efisiensi fiskal dengan perubahan perilaku individu. Efisiensi anggaran yang terlalu kaku berpotensi menimbulkan tekanan kerja, sehingga dibutuhkan mekanisme internal agar pegawai tetap adaptif dan inovatif Penelitian mengajukan self directed learning (SDL) sebagai jembatan psikologis dan perilaku kunci, yakni inisiatif pegawai mengelola proses belajar secara mandiri di luar pelatihan formal. Dalam konteks efisiensi. SDL mendorong penguatan kompetensi, orientasi tujuan belajar, dan efikasi diri yang mendukung lahirnya inovasi. Studi ini menguji peran mediasi SDL dalam hubungan efisiensi anggaran dan perilaku kerja inovatif. Pada 2025. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menghadapi defisit anggaran dan menerapkan efisiensi belanja, sembari memperkuat SDM melalui pengangkatan pK dan CPNS guna meningkatkan kualitas birokrasi. Permasalahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi. berkaitan dengan rendahnya perilaku kerja inovatif akibat efisiensi anggaran ketat dan belum Pemangkasan belanja nonprioritas, termasuk Pengaruh Efisiensi Anggaran Terhaap Perilaku Kerja Inovatif Pegawai : Peran Mediasi Self Directed Learning (Syukrillah. Agus Seswandi. Richa Afriana Munth. pelatihan formal, membatasi akses pegawai terhadap pengembangan kompetensi dan ruang eksperimen ide baru. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya inisiatif belajar mandiri, padahal hal tersebut dapat menjadi alternatif di tengah keterbatasan fiskal. Akibatnya, minimnya inovasi bukan sekadar persoalan budaya kerja, tetapi juga dampak kebijakan dan kapasitas individu. Secara ideal, efisiensi anggaran diarahkan pada efektivitas dan prioritas berbasis output, seperti insentif inovasi. Di sisi lain, budaya belajar mandiri perlu diperkuat melalui elearning, komunitas praktisi, dan coaching internal agar keterbatasan anggaran tidak menghambat lahirnya solusi kreatif dan Di Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, kebijakan efisiensi anggaran tahun 2025 menjadi hambatan struktural bagi perilaku kerja inovatif. Defisit dan pemangkasan belanja memperkuat kelangkaan sumber daya yang berpotensi menekan keberanian mengantisipasi minimnya dukungan dan risiko penolakan ide. Akibatnya, efisiensi dapat menciptakan lingkungan yang kurang ramah terhadap inovasi. Dampak ini seharusnya dinetralisir oleh self directed learning (SDL) sebagai prasyarat penting SDL meningkatkan adaptabilitas dan kemampuan ambidextrous pegawai dalam memanfaatkan pengetahuan baru untuk solusi Namun, lemahnya budaya belajar mandiri di Inhil membuat fungsi kompensasi ini tidak optimal. Ketika pelatihan formal dipangkas, ketiadaan inisiatif belajar otonom menyebabkan pegawai kekurangan modal pengetahuan untuk mengonversi tekanan fiskal menjadi inovasi hemat biaya dan Berdasarkan permasalahan yang telah mengajukan pertanyaan apakah efisiensi anggaran berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pegawai ? jika ya, apakah self directed learning memediasi hubungan antara efisiensi anggaran dan perilaku kerja inovatif pegawai? Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Resource Based View Theory Penelitian ini berlandaskan resource based view yang menekankan keunggulan organisasi bersumber dari pengelolaan sumber daya bernilai. Efisiensi anggaran dipandang sebagai sumber daya strategis yang memicu kapabilitas dinamis, termasuk self directed learning, guna menghasilkan perilaku kerja inovatif. Efisiensi Anggaran Kebijakan efisiensi anggaran merupakan strategi pemerintah untuk memastikan setiap pengeluaran menghasilkan output dan outcome maksimal dengan sumber daya Sebagai bagian dari prinsip value pencapaian hasil optimal secara costeffective, melalui pengurangan pemborosan dan pengalokasian anggaran pada program Self Directed Learning Dalam manajemen SDM, self directed learning adalah kesiapan dan kemampuan pengembangan kompetensinya. Proses ini mencakup penetapan tujuan, identifikasi sumber belajar, pemilihan strategi, dan evaluasi hasil pembelajaran terhadap Pendekatan ini menempatkan pengembangan diri, terutama di tengah perubahan teknologi cepat. Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Inovasi berkelanjutan menjadi kunci daya saing organisasi dan bergantung pada perilaku kerja inovatif pegawai. Perilaku ini bukan sekadar munculnya ide spontan, melainkan rangkaian tindakan terencana yang menghasilkan manfaat nyata. Perilaku kerja inovatif mencakup identifikasi masalah, pengembangan dan pengadopsian . , menjadi solusi, prosedur, atau produk yang fungsional bagi organisasi. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Efisiensi Anggaran Terhaap Perilaku Kerja Inovatif Pegawai : Peran Mediasi Self Directed Learning (Syukrillah. Agus Seswandi. Richa Afriana Munth. METODE Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Menurut Sanusi . , desain penelitian kausalitas adalah desain penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya sebab akibat antar Desain penelitian kausalitas dianggap sesuai dengan penelitian ini karena penelitian kausalitas digunakan untuk mempengaruhi . ariabel beba. dan variabel mana yang merupakan akibat . ariabel terika. , serta untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini. HASIL Karakteristik Responden Pada tabel 4. 1 dibawah ini akan diuraikan secara deskriptif mengenai penyebaran data latar belakang responden pada penelitian ini yang terdiri dari berbagai perbedaan karakteristik. kapasitas analitis yang kuat dalam pengelolaan anggaran serta kecenderungan kemandirian belajar yang mendukung inovasi di tengah kebijakan efisiensi. Efisiensi Anggaran(X. Hasil dari tanggapan responden terhadap variabel efisiensi anggaran, dapat dilihat pada Tabel 4. 2 berikut: Tabel 4. 2 : Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Efisiensi Anggaran Tabel 4. 1 : Karakteristik Responden Mayoritas responden adalah laki-laki . ,16%) dan perempuan 36,84%, dengan dominasi pria terutama di Dinas PUTR dan BKAD. Keberagaman memperkaya perspektif dalam pemecahan masalah saat organisasi melakukan efisiensi anggaran tanpa menurunkan kualitas layanan. Dari sisi usia, sebagian besar berada pada rentang 31Ae40 tahun . ,21%) dan 41Ae45 tahun . ,68%), menunjukkan fase usia produktif matang yang ditandai pengalaman kerja memadai serta dorongan inovasi yang tinggi melalui Self-Directed Learning. Ditinjau dari pendidikan, 73,68% lulusan S1 dan 13,16% S2 . otal 86,84%), mencerminkan Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. PERNYA TAAN Unit kerja i kualitas. Sarana &