JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 FAKTOR MANUSIA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP MANAJEMEN KEAMANAN PENERBANGAN REGULATED AGENT BANDARA YIA I Gusti Ngurah Willy Hermawan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, igusti@unsurya. Abstrak Keamanan penerbangan (Avse. merupakan komponen yang sangat penting dalam industri penerbangan, personel Avsec bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan seluruh penumpang, awak pesawat, kargo, dan semua orang yang berinteraksi dengan pesawat. Yogyakarta International Airport (YIA) merupakan salah satu Bandara yang diresmikan tahun 2020 di Indonesia. Bandara ini memegang peranan yang penting dalam wilayah operasinya, semakin banyak frekuensi penerbangannya maka seiring dengan peningkatan yang ada ancaman keamanan penerbangan selalu Keamanan penerbangan yang berfungsi untuk melindungi operasi penerbangan dari pelanggaran hukum dengan menggunakan kombinasi sumber daya manusia, fasilitas, dan prosedur harus selalu siaga dalam menangkal ancaman keamanan dalam bentuk apapun. Kemampuan dan kehandalan personel Avsec, kiranya berkaitan dengan faktor manusia dan lingkungan kerja dimana mereka bertugas, dalam penelitian pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara offline, menggunakan 30 responden petugas Avsec di Regulated Agent. Adapun hasil yang telah dianalisa dapat diperoleh yaitu faktor manusia tidak berpengaruh . idak terkai. secara parsial terhadap manajemen keamanan penerbangan, lingkungan kerja berpengaruh . secara parsial terhadap manajemen keamanan penerbangan dan faktor manusia dan lingkungan kerja berpengaruh . aling berkaita. secara simultan terhadap manajemen keamanan penerbangan. Kontribusi faktor manusia dan lingkungan kerja dengan manajemen keamanan penerbangan mempunyai nilai sebesar 43,2%, sedangkan 56,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci : faktor manusia. lingkungan kerja. keamanan penerbangan. Abstract Aviation security (Avse. is a very important component in the aviation industry. Avsec personnel are responsible for ensuring the safety of all passengers, crew, cargo, and everyone who interacts with the aircraft. Yogyakarta International Airport (YIA) is one of the airports inaugurated in 2020 in Indonesia. This airport plays an important role in its area of operations. the more flight frequencies there are, the more aviation security threats lurk alongside the increase. Aviation security, which functions to protect aviation operations from legal violations by using a combination of human resources, facilities, and procedures, must always be on alert to ward off security threats in any form. The capability and reliability of Avsec personnel are presumably related to human factors and the work environment where they are on duty. In this research, data collection was carried out by distributing questionnaires offline, using 30 Avsec officer respondents at a Regulated Agent. The results that have been analyzed show that the human factor does not partially affect . s not related t. aviation security management, the work environment partially affects . s related t. aviation security management, and the human factor and work environment simultaneously affect . re interrelated wit. aviation security management. The contribution of the human factor and work environment to aviation security management has a value of 43. 2%, while 56. 8% is influenced by other variables not discussed in this study. Keywords: human factors. work environment. aviation security. 347 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENDAHULUAN keadaan yang melindungi operasi penerbangan Latar Belakang Masalah dari pelanggaran hukum dengan menggunakan Keamanan kombinasi sumber daya manusia, fasilitas, dan Bisnis penerbangan karena bertanggung jawab untuk prinsip-prinsip berikut: keberagaman, yang menjamin keselamatan seluruh penumpang, mendorong persatuan dan kerja sama. adil dan awak pesawat, kargo, dan semua orang yang berinteraksi dengan pesawat. Keberhasilan kedaulatan negara. keterbukaan dan anti keamanan penerbangan tidak terlepas dari dan kebangsaan dan kenusantaraan. (Airnav, 2. manusia dan lingkungan kerja yang ada dalam industri ini. Karena kebutuhan akan mobilitas cepat untuk pekerjaan, perjalanan, bisnis, dan Faktor manusia mencakup aspek-aspek berbagai aktivitas lainnya, jumlah orang yang seperti perilaku, keterampilan, pengetahuan, dan kesadaran masing-masing individu yang Transportasi udara menjadi populer terlibat langsung dalam operasi penerbangan, karena kebutuhan akan mobilitas cepat. mulai dari pilot, cabin crew, teknisi pesawat. Jumlah kargo yang dikirim melalui udara terus hingga petugas darat (Ground handlin. , aviation security (Avse. penggunaan transportasi udara. Oleh karena Sementara termasuk lingkungan fisik tempat kerja, diperlukan regulasi, teknologi, dan prosedur kebisingan, serta lingkungan psikologis, seperti tekanan kerja, budaya organisasi, dan seluruh kargo yang dibawa. Pendekatan Untuk memastikan bahwa faktor diperlukan untuk mewujudkan keberhasilan manusia dan lingkungan kerja bekerja sama manajemen keamanan penerbangan. Hal ini dengan baik, sangat penting bahwa setiap termasuk memberikan pelatihan yang memadai orang dapat melakukan tugasnya dengan bagi seluruh staf yang terlibat, baik dalam hal non-teknis, kemungkinan insiden atau kecelakaan yang mengelola stres, berkomunikasi dengan baik, dan membuat keputusan dalam situasi kritis. Keamanan penerbangan didefinisikan dalam Pemantauan dan evaluasi rutin prosedur Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan sebagai penerbangan juga sangat penting untuk 348 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Dengan menerapkan langkah- produktivitas dan keselamatan kerja pekerja sektor penerbangan. Strategi untuk menciptakan keseimbangan dan sinergi antara faktor manusia dan keselamatan, serta membangun kepercayaan Tantangan dalam mengelola dan memantau Kolaborasi yang erat antara pihak berwenang, maskapai penerbangan, dan faktor manusia dan lingkungan kerja untuk memastikan keamanan penerbangan. Peran dari pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan menjaga keamanan penerbangan secara Dalam konteks manajemen keamanan penerbangan, seringkali terjadi Pentingnya kebijakan dan regulasi yang mengatur standar lingkungan kerja yang berdampak pada keberhasilan atau kegagalan aman dan sehat bagi pekerja penerbangan. dalam mencapai tingkat keamanan yang (Santosa, 2. Rumusan Masalah Beberapa permasalahan yang dapat Apakah faktor manusia terkait secara parsial diangkat terkait keterkaitan faktor manusia terhadap pencapaian manajemen keamanan dan lingkungan kerja terhadap pencapaian penerbangan regulated agent Yogyakarta manajemen keamanan penerbangan, antara International Airport? lain : (Ramdhana Jufri, 2. Apakah lingkungan kerja terkait secara Dampak dari perilaku dan kesadaran terhadap keselamatan penerbangan. Pengaruh parsial terhadap pencapaian manajemen keamanan penerbangan regulated agent Yogyakarta International Airport? Apakah faktor manusia dan lingkungan pengetahuan pekerja industri penerbangan kerja terkait secara simultan terhadap dalam menjamin keamanan penerbangan. Peran pada kondisi fisik lingkungan kerja seperti kebisingan, pencahayaan, dan tata penerbangan regulated agent Yogyakarta International Airport? letak dalam mendukung kinerja pekerja KERANGKA TEORI Pengaruh kondisi psikologis lingkungan Manajemen Keamanan Penerbangan Peraturan Menteri Perhubungan 349 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2024 penerapan langkah-langkah pengamanan yang Komunikasi dan kerjasama, semua barang dilarang yang dapat digunakan untuk pihak yang terlibat dalam operasi penerbangan mencegah tindakan melawan hukum. Namun, harus berkomunikasi dan bekerja sama secara agen yang diregulasi adalah badan hukum yang beroperasi di bidang agen kargo yang Pembelajaran melakukan pemeriksaan dan pengendalian organisasi penerbangan harus terus belajar dari keamanan kargo dan pos yang diangkut pesawat udara atau pesawat udara tanpa awak manajemen keamanan penerbangan mereka. Keamanan Penerbangan meliputi: Kebijakan keamanan bagi industri penerbangan dikenal sebagai manajemen keamanan penerbangan. Salah Metode sistematis untuk menemukan, harus memiliki kebijakan dan prosedur keamanan penerbangan. Penilaian resiko keamanan penerbangan, keamanan penerbangan adalah mengurangi jumlah kecelakaan dan insiden yang berkaitan penerbangan mereka. dengan keselamatan penerbangan. Untuk Elemen-elemen utama dari Manajemen berusaha dan proses pemeriksaan kargo . Program mencapai tujuan ini, pengelolaan faktor penerbangan, semua staf penerbangan manusia dan lingkungan kerja diperlukan, yang merupakan komponen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan . Sistem berikut: Akuntabilitas, setiap orang dalam harus memiliki sistem untuk melaporkan penerbangan didasarkan pada prinsip-prinsip organisasi penerbangan harus bertanggung Adapun . Audit keamanan penerbangan, organisasi Pengukuran dan analisis resiko, resiko mengaudit sistem manajemen keamanan keamanan penerbangan harus diidentifikasi, penerbangan mereka. diukur, dan dianalisis secara berkelanjutan. Perencanaan Pengendalian menggabungkan berbagai elemen dan tema 350 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 penting dalam perencanaan. Kebutuhan akan hingga tata letak ruangan yang efisien, yang tindakan berbasis resiko yang dievaluasi semuanya dirancang untuk meningkatkan secara teratur untuk mengetahui ancaman (Fiqram, 2. pemahaman, pengelolaan kemampuan dan keterbatasan manusia. Ini adalah penerapan Faktor menciptakan pengawasan nasional yang kuat terhadap sistem keamanan penerbangan di pembelajaran dari insiden sebelumnya dan seluruh negeri. (Sena, 2. mengoptimalkan keselamatan, kesejahteraan. Faktor Manusia dalam Keamanan Penerbangan Manajemen Faktor Faktor manusia adalah komponen Untuk mengidentifikasi permasalahan faktor manusia dan mengatasi kemampuan dan perilaku, keterampilan, pengetahuan, dan pendekatan yang dapat digunakan. (Anderson, sikap individu yang terlibat dalam operasi untuk mencapai satu atau lebih hal berikut: ketidakmampuan manusia seringkali menjadi Identifikasi karakteristik orang-orang yang penyebab utama kecelakaan atau insiden akan bekerja dalam sistem, atau menggunakan dalam industri penerbangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami faktor pekerjaan yang akan dilakukan. Evaluasi sifat pekerjaan, sistem, atau produk. Kesalahan mempengaruhi perilaku dan kinerja individu. Pendekatan ini biasanya bertujuan Kaitannya Identifikasi Human Factor atau faktor manusia penerbangan berperan sebagai elemen yang merujuk pada berbagai aspek yang berkaitan sangat penting untuk mengatur dan mengawasi dengan manusia baik itu psikologis, sosial, operasi penerbangan. fisik, maupun organisasional yang dapat Faktor yang ditimbulkan dapat berupa kelelahan fisik dan mental, kurang pengalaman, berinteraksi dengan sistem, teknologi, dan kesalahpahaman, ataupun masalah budaya lingkungan kerja mereka. Melibatkan studi tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan berbagai aspek dunia sekitar mereka, faktor manusia ditemukan sebagai faktor khususnya di tempat kerja. Mencakup segala dominan yang mempengaruhi keselamatan hal dari desain peralatan yang ergonomis penerbangan, karena sebagian besar kecelakaan Dalam beberapa penelitian, 351 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 terjadi akibat adanya human error atau Petugas Aviation Security kesalahan manusia. (Avse. harus mampu menyajikan pelayanan Upaya pengamanan kargo dan pos yang sempurna . ervice excellen. kepada para dilakukan oleh petugas Aviation Security pegguna jasa di bandar udara, berupa perilaku (Avse. di Regulated Agent dasar pada santun namun tegas, sehingga seorang petugas Peraturan Menteri No. 9 (Tahun, 2. Avsec harus mampu memberikan keputusan Pelaksanaan tanggung jawab pengamanan yang tepat apakah kargo yang diperiksa layak Kargo dan pos. Pelaksanaan pendelegasian untuk terbang atau tidak dengan tetap menjaga dan kewenangan. Penerimaan kargo dan pos. moto Auno search no flyAy. (Wahyudono, 2. Pemeriksaan keamanan kargo dan pos. Pemuatan ke sarana transportasi darat. Lingkungan Kerja dalam Keamanan Penerbangan Manajemen Pengendalian Keamanan pengangkutan darat Lingkungan kerja yang baik merupakan kargo dan pos ke Bandara. Pelaksanaan serah terima kargo dan pos yang sudah diperiksa. Pelindungan keamanan kargo dan pos. faktor penentu dalam menciptakan keamanan Lingkungan kerja mencakup kondisi Pemuatan kargo dan pos ke pesawat udara. Penanganan Faktor-faktor seperti pencahayaan, kebisingan. Penanganan kargo dan pos transfer. Upaya pengamanan kargo dan pos sebagaimana dimaksud harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Program Keamanan Penerbangan Nasional. Ada beberapa masalah yang dapat muncul sebagai akibat dari pekerjaan yang berat di Aviation Security (Avse. , seperti kelelahan, stres, jam kerja berdasarkan shift, dan keinginan selalu berpedoman pada standart operational SOP yang dijalankan menjamin bahwa yang dilaksanakan sudah ketentuan yang telah ditetapkan. Setiap SOP tersebut harus mengacu pada peraturan dan tugasnya secara efektif dan aman. Selain itu, aspek psikologis seperti dukungan sosial, kepemimpinan, dan kejelasan peran juga memiliki peran penting dalam menciptakan keamanan penerbangan. (Adhifa Muqarramah. Lingkungan kerja merupakan suatu penerbangan, seorang personel Avsec harus procedure (SOP). suhu, dan kelelahan dapat mempengaruhi untuk menurunkan staf. Untuk fisik dan psikologis di mana pekerja beroperasi. tempat yang terdapat sejumlah kelompok dimana di dalamnya terdapat beberapa fasilitas pendukung untuk mencapai tujuan perusahaan (Lestary, 2. Lingkungan kerja dalam keamanan penerbangan adalah area yang terkait dengan operasional Regulated Agent, di mana Aviation 352 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Security (Avse. memainkan peran penting Pengawasan fasilitas keamanan Regulated dalam menjaga keamanan dan keselamatan Agent, petugas Avsec mengawasi fasilitas Pada lingkungan kerja ini, keamanan penerbangan untuk memastikan Avsec harus memastikan bahwa semua aspek penerbangan, termasuk kargo, kendaraan, dan melawan hukum yang terjadi. fasilitas di Regulated Agent, aman dan bebas Pengawasan pemuatan kargo ke dari gangguan dan tindakan melawan hukum. Peran Aviation Security (Avse. dalam pengangkut, petugas Avsec mengawasi diperiksa ke dalam truk pengangkut untuk regulated agent sangat penting dan beragam di kirim ke Bandara untuk memastikan yang meliputi : (Sulung, 2. melawan hukum yang terjadi. Pemeriksaan kargo yang datang secara fisik, petugas Avsec memeriksa kargo Pengawasan keamanan dan keselamatan yang tiba secara fisik untuk memastikan tidak ada kemasan yang rusak dan layak untuk diperiksa serta dokumen penyerta keamanan dan keselamatan penerbangan kargo yang lengkap. saat mengirim kargo ke Bandara, dengan Pemeriksaan Avsec Avsec ikut mengawal di dalam truk serta memeriksa kargo dengan menggunakan memastikan bahwa fasilitas keamanan dan mesin x-ray dan dilanjutkan melakukan pemeriksaan terhadap bahan peledak dengan baik. untuk memastikan tidak ada bahan Pendampingan serah terima kargo di berbahaya atau ilegal yang terkait Bandara, petugas Avsec melakukan proses dengan aturan. serah terima kargo yang dibawa dari Pengawasan akses kontrol. Regulated Agent ke pihak terminal kargo Avsec mengawasi akses kontrol dari di Bandara. Memastikan proses serah daerah publik ke daerah keamanan terima berjalan dengan baik dan lancar. terbatas hal ini untuk memastikan tidak Dengan memasuki area yang sensitif. memainkan peran yang sangat penting dalam Agent, memastikan keamanan dan keselamatan melakukan pemeriksaan setiap personel yang akan memasuki daerah keamanan petugas avsec lainnya. Avsec menjaga lingkungan keamanan Regulated Pemeriksaan screening, petugas Avsec pemeriksaan gawang pemindai logam dan benda berbahaya lainnya. Keterkaitan Lingkungan Faktor Manusia Kerja dalam Manajemen 353 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Keamanan Penerbangan memastikan kelancaran dan keamanan operasi penerbangan. Faktor manusia dan lingkungan kerja Budaya saling terkait dan saling mempengaruhi dalam Sebaliknya, lingkungan kerja yang baik dapat mempengaruhi perilaku dan kinerja individu dalam menjalankan tugas-tugas keamanan merupakan dua elemen penting yang saling terkait dan berkontribusi besar terhadap manajemen keamanan penerbangan. (Afri Mulia, 2. Faktor manusia mengacu pada penerbangan, seperti Pilot, awak kabin, teknisi, petugas Avsec, dan personel lainnya. Faktor ini meliputi: (Amalia, 2. Lingkungan kerja mengacu pada kondisi penerbangan bekerja, faktor ini meliputi yaitu : Beban kerja yang Faktor manusia dan lingkungan kerja organisasi penerbangan. Faktor manusia, seperti tingkat pengetahuan, dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang ada. keselamatan harus ditanamkan di seluruh konteks manajemen keamanan penerbangan. keterampilan, dan sikap individu, dapat Desain tempat kerja yang ergonomis dan kelelahan dan meningkatkan kinerja. Lingkungan kerja yang kondusif dan suportif dapat meningkatkan moral dan motivasi personel penerbangan. Ketersediaan sumber daya yang memadai, seperti peralatan dan pelatihan, sangat penting untuk memastikan keselamatan Kemampuan dan pengetahuan personel penerbangan harus memiliki kualifikasi dan pelatihan yang memadai untuk menjalankan tugas mereka dengan aman Regulasi dan prosedur yang jelas dan efektif harus diterapkan untuk memastikan keselamatan penerbangan. dan efektif. Hubungan antara faktor manusia dan Kelelahan dan stres dapat menurunkan meningkatkan resiko kecelakaan. Kesadaran situasional, personel Avsec harus selalu menyadari situasi di sekitar mereka dan dapat mengantisipasi potensi lingkungan kerja, lingkungan kerja yang positif tim yang solid sangat penting untuk personel penerbangan dan mengurangi resiko Sebaliknya, lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan kelelahan, stres, dan sehingga meningkatkan (Wardani, 2. Manajemen Komunikasi yang efektif dan kerjasama yang efektif yaitu memberikan pelatihan dan pendidikan yang memadai kepada personel 354 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Avsec. Menerapkan Vol. Nomor 2 Juni 2024 adalah tim Aviation Security (Avse. di kelelahan dan stres. Mengembangkan budaya Regulated Agent, dengan jumlah populasi keselamatan yang kuat. Membuat desain sebanyak 30 responden. Apabila sampel kurang tempat kerja yang ergonomis dan aman. dari 100 orang, lebih baik sampelnya diambil Menyediakan sumber daya yang memadai. Menerapkan regulasi dan prosedur yang jelas penelitiannya merupakan penelitian populasi. dan efektif. (Kardi, 2. Untuk jurnal ini diambil pendapat Suharsimi Arikunto karena jumlah sampel kurang dari METODE PENELITIAN Lokasi melakukan penelitian yaitu di Yogyakarta International Airport (Suharsimi Arikunto Saakilatin, 2. Kulon Hipotesis yang disampaikan adalah jika Progo Yogyakarta. Waktu untuk melakukan > penelitian di bulan Mei 2024, metoda ini hubungan yang linier dan jika sig. < maka Ho menggunakan kuantitatif. ditolak = ada hubungan yang linier. Metode Populasi adalah Auwilayah generalisasi maka Ho diterima = tidak ada yang terdiri atas obyek atau subyek yang survey melalui kuesioner dengan pengukuran menggunakan skala Likert 1 sampai 5. tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. (Sugiyono dalam Amin, 2. Populasi yang digunakan HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Coefficient Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. 7,191 7,902 Faktor Manusia Lingkunga n Kerja ,282 ,150 ,541 ,146 Standardized Coefficients Beta Sig. Std. Error ,910 ,371 ,278 1,883 ,071 ,547 3,706 ,001 Persamaan regresi yang diperoleh Y= 7,191 kerja (X. sama dengan 0, maka nilai akan 0,281X1 0,541X2 Hasil uji coefficients dijelaskan sebagai adalah 7,191 Koefisien regresi Faktor manusia (X. 7,191 sebesar 0,281, artinya variabel Faktor menyatakan bahwa jika variabel bebas manusia berpengaruh positif terhadap Faktor manusia (X. dan Lingkungan Manajemen keamanan penerbangan yang Nilai Konstanta 355 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 artinya berbanding lurus. Jika variabel Manajemen keamanan penerbangan akan Faktor manusia ditambah satu satuan mengalami penurunan sebesar 0,541. Manajemen Hasil nilai signifikansi Faktor manusia penerbangan akan mengalami kenaikan sebesar 0,071 > 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menolak Ha 0,281. Dan sebaliknya, jika variabel Faktor manusia dan menerima H0. dikurang satu satuan maka Manajemen Hasil nilai signifikansi Lingkungan kerja kemanan penerbangan akan mengalami sebesar 0,001 < 0,05, yang berarti bahwa penurunan sebesar 0,281. hipotesis dalam penelitian ini menolak Ho Koefisien regresi Lingkungan kerja (X . 0,541 dan menerima Ha. Lingkungan kerja berpengaruh positif Manajemen penerbangan yang artinya berbanding Jika variabel Lingkungan kerja ditambah satu satuan maka Manajemen keamanan penerbangan akan mengalami kenaikan sebesar 0,541. Dan begitu pula sebaliknya. Jika variabel Lingkungan Tabel 2. Tabel Anova Model Sum of Squares Mean Square Regression 101,539 50,769 Residual 133,428 4,942 Total 234,967 Dari data hasil uji Anova di atas pada kolom taraf signifikansi . ) diperoleh nilai Sig. 10,273 ,000. dalam penelitian ini Ho ditolak dan Ha 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa hipotesis Tabel 3. Koefisien Determinasi (R. Model ,657. R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,432 ,390 2,223 Berdasarkan hasil Uji Determinasi, diperoleh koefisien determinasi (R. sebesar 0,432 atau . ,2%). HASIL DAN PEMBAHASAN Keterkaitan Faktor Manusia (X. terhadap Manajemen Keamanan Penerbangan (Y) 356 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Hasil nilai signifikansi Faktor manusia sebesar 0,071 > 0,05, yang berarti Hipotesis dalam penelitian ini menolak Ha dan menerima H0. Manajemen Dapat dijelaskan dari hasil uji Adanya sebesar 0,001 < 0,05, yang berarti hipotesis dijalankan dengan sistem pembacaan menerima Ha. Lingkungan kerja Avsec Lingkungan kerja yang tidak kondusif terlibat dalam penanganan pemeriksaan kargo dapat menyebabkan kesalahan atau kekeliruan dalam penerapan prosedur Lingkungan kerja yang tidak mendukung seperti kurangnya penghargaan terhadap (Ardhiansah, 2. Pengawasan atau pemantauan yang secara ketat baik secara langsung Avsec mengabaikan dan menganggap remeh maupun melalui CCTV hal ini dilakukan pentingnya prosedur keamanan. untuk memastikan kepatuhan terhadap kurang tegasnya kepemimpinan dapat ketat, setiap proses keamanan dipantau petugas lapangan dan pihak lainnya yang sertifikasi atau lisensi untuk terlibat untuk komunikasi antar personel Avsec, pelatihan yang ketat dan mendapatkan kelalaian dalam prosedur. Pelatihan dan sertifikasi bagi personel tentunya hal ini dapat mengakibatkan Avsec, setiap personel harus menjalani individu personel Avsec. turunnya kewaspadaan, konsentrasi dan dilakukan dengan konsisten dan tepat, berlebihan dan jam kerja yang panjang Penerapan SOP yang ketat, dirancang Stres dijelaskan dari hasil uji sebagai berikut: bahan peledak untuk meminimalkan Manajemen keamanan penerbangan. Dapat hasil pemindai mesin x-ray dan deteksi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap sebagai berikut : Kerja (X . Keamanan Hasil nilai signifikansi Lingkungan kerja atau faktor manusia tidak berpengaruh secara signifikan secara parsial Keterkaitan Lingkungan Manajemen Penerbangan (Y) Lingkungan kerja yang panas, kurang terang atau lainnya dapat mengganggu Avsec menjalankan tugasnya. 357 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Keterkaitan Faktor Manusia (X. dan Lingkungan Kerja (X. Manajemen Keamanan Penerbangan (Y). Hasil uji Anova pada taraf signifikansi dengan aman. Lingkungan kerja yang Manajemen mendukung, seperti fasilitas pelatihan keamanan penerbangan. Dapat dijelaskan sebagai berikut : Perilaku dan kinerja manusia dalam Faktor manusia memerlukan pelatihan manusia dan lingkungan kerja berpengaruh mengoperasikan sistem dan peralatan Ho ditolak dan Ha diterima atau faktor dan kualifikasi yang memadai untuk berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini . ) diperoleh nilai 0,000 < 0,05 yang secara simultan personel penerbangan. keamanan penerbangan (Avse. sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja di Prosedur Hal ini menunjukan bahwa kontribusi operasi kerja yang jelas, serta suasana variabel bebas Faktor Manusia (X. dan kerja yang kondusif, dapat membantu Lingkungan kerja (X. terhadap variabel mengurangi kesalahan manusia dan Koefisien Determinasi (R. terikat Manajemen keamanan penerbangan (Y) meningkatkan keamanan. adalah sebesar 43,2%, sedangkan 56,8% Lingkungan kerja yang buruk, seperti dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak jadwal kerja yang padat, tekanan waktu, dibahas dalam penelitian ini. dan kondisi lingkungan yang tidak nyaman, dapat menyebabkan stres dan KESIMPULAN Berdasarkan pada personel keamanan penerbangan (Avse. Kondisi ini dapat penelitian, maka diperoleh hasil kesimpulan meningkatkan resiko kesalahan manusia sebagai berikut : yang dapat mempengaruhi keamanan Faktor Budaya keselamatan yang kuat dalam Manajemen keamanan penerbangan. organisasi penerbangan tergantung pada Lingkungan kerja berpengaruh signifikan kombinasi antara faktor manusia dan lingkungan kerja yang baik. Lingkungan keamanan penerbangan. kerja yang mendukung komunikasi Manajemen Faktor manusia dan Lingkungan kerja berpengaruh . aling berkaita. secara simultan terhadap Manajemen keamanan 358 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 SARAN Terus mempertahankan dan meningkatkan sistem keamanan yang terstandarisasi, proses keamanan yang dijalankan dengan sistem pembacaan hasil pemindai mesin x-ray dan deteksi bahan peledak untuk meminimalkan kesalahan dalam penilaian proses keamanan. Memastikan penerapan SOP yang ketat secara konsisten, karena SOP yang dirancang untuk memastikan setiap proses dilakukan keputusan individu personel Avsec. Mengoptimalkan beban kerja dan jam kerja personel Avsec untuk mencegah stres dan kelelahan kerja aviayang berlebihan. Hal ini dapat dilakukan dengan penjadwalan yang lebih baik, rotasi tugas, dan memastikan waktu istirahat yang cukup. Menerapkan sistem penghargaan atau insentif yang memadai bagi personel Avsec yang patuh terhadap prosedur keamanan. Selain itu, kepemimpinan yang tegas dan keamanan juga sangat penting. DAFTAR PUSTAKA