JURNAL BANUA OGE TADULAKO Vol. : 91-97. Mei 2025 ISSN: 2828-2353 Penerapan Model PBL melalui Pendekatan Culturally Responsive Teaching(CRT) Menggunakan Media Quizizz Kertas untuk Meningkatkan Hasil Belajar (Application of the PBL Model through the Culturally Responsive Teaching (CRT) Approach Using Paper Quizizz Media to Improve Learning Outcome. Nurcholis. Baharuddin. Kusnaeni. Universitas Tadulako1,2 SMAN 5 Palu3 e-mail: nurcholisrahman015@gmail. oresponding autho. Abstract Advances in information technology have an impact on education. The aim is to improve mathematics learning outcomes regarding exponential numbers through the Problem Based Learning (PBL) model and the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach and using paper quizizz media. Classroom Action Research (PTK) carried out at SMA Negeri 5 Palu totaled 32 students in 2024-2025. The indicators are the results of student observations, the results of teacher observations, and an assessment of learning outcomes of at least 80% with minimum completeness criteria (KKM=. increase in student observation results in cycle I, namely 60% and cycle II increased to 87. the increase in teacher observation results in cycle I was 63% and cycle II increased by 93%. the average increase in learning outcomes in cycle I obtained 11 students completing, namely 63. 24%, and in cycle II it increased to 24 students, namely 83. 87% of students who completed. All data obtained is of course in accordance with achievement indicators. So it is useful for teachers to develop innovative learning with the help of Quizzizz so that students are more active. Keywords: improved learning outcomes, interactive media, classroom action research metode ceramah namun kurang dalam praktik. Matematika PENDAHULUAN adalah mata pelajaran yang mempunyai beberapa masalah Teknologi komunikasi dan informasi mempunyai peranan salah satunya diantaranya banyak siswa yang masih yang penting dalam memberikan kreativitas dan inovasi beranggapan bahwa mata pelajaran ini membosankan dan khususnya pada pembelajaran . Dengan mengembangkan sulit . Sehingga menimbulkan rasa malas untuk belajar media pembelajaran berbantuan teknologi, komunikasi dan bukan karena mata pelajarannya namun dari dasar pemikiran informasi yang perkembangannya sangat cepat maka guru Teori-teori yang dipelajari siswa untuk memahami dituntut untuk mengadakan penyesuaian yang signifikan mata pelajaran matematika masih belum mencukupi kadar terhadap pembelajaran . Apalagi masa yang serba implementasi yang terkait dalam kehidupan anak itu sendiri. digitalisasi lebih modern yang sering disebut revolusi Salah satu faktor pendukung terjadinya keberhasilan proses 0 yang diperkirakan akan menuju ke era 5. pembelajaran adalah guru yang tentunya membutuhkan sehingga ditinjau dari skala negara telah terjadi percepatan adaptasi terhadap komponen-komponen pendidikan seperti pendidikan di Indonesia. Dampak dari berkembangnya sekolah, perangkat asesmen, karakteristik sehingga siswa teknologi komunikasi informasi sangat penting dalam dapat mencapai kemampuan belajar terbaiknya . Dalam pelbagai segi kehidupan terutama dalam bidang pendidikan pembelajaran dikelas guru mempunyai eksistensi untuk . mengelola, memperbaiki, mengevaluasi pembelajaran yang Permasalahan pendidikan saat ini adalah kurangnya dapat meningkatkan kreativitas, motivasi, dan kompetensi. efektivitas media dalam proses pembelajaran karena siswa Beberapa siswa menyatakan bahwa mata pelajaran yang dituntut hanya untuk belajar teorinya saja menggunakan paling tidak diminati atau tidak disukai adalah matematika http://jurnal. id/index. php/jbot JBOT 4 . : 91-97. Mei 2025 Nurcholis et al dikarenakan siswa telah lebih dulu menganggap mata yang mampu menciptakan kesungguhan dalam belajar . mempunyai banyak rumus-rumus dan sangat sulit . Mengingat pentingnya pelajaran matematika harus mengikuti Menurut Arista et al. matematika adalah ilmu yang harus perkembangan zaman dan perubahan kurikulum sesuai dipelajari siswa. Selain itu Arista et al. juga mengatakan dengan tahun ajaran. Belajar merupakan tanggung jawab bahwa dalam kegiatan belajar mengajar yang bersifat abstrak yang diberikan kepada seluruh siswa dan hasil belajar seperti eksponen agar perlunya guru dituntut untuk lebih dan tergantung daripada kemampuannya . inovatif menggunakan berbagai teknologi informasi seperti peneliti di kelas X SMA Negeri 5 Palu Kelurahan Tondo, mempermudah siswa untuk membayangkan secara visual Kecamatan Mantikulore. Kota Palu Timur bahwa informasi materi-materi yang akan dipelajari. Menurut Budiman . tentang hasil belajar matematika siswa yang didapatkan dapat dilihat bahwa salah satu yang menjadi terjaminnya terhadap materi bilangan berpangkat . terkhusus Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan oleh memanfaatkan media pembelajaran. Media pembelajaran permasalahan dan dapat di lihat dari hasil ulangan rata-rata di kelas X semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Kesulitan- kesulitan dalam proses pembelajaran adalah pada saat informasi dalam pembelajaran secara efektif dan efisien . penyampaian bahan pelajaran yang belum maksimal Media interaktif bertujuan untuk menampilkan informasi dikarenakan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan dan jelas dan dapat yang berbasis informasi, model yang digunakan belum sesuai digerakkan sesuai keinginan pengguna. dengan kehidupan sehari-hari. Tujuannya untuk memahami Penggunaan media interaktif dalam pembelajaran dapat aspek penilaian terutama kualitas pembelajaran dapat dilihat menaikkan suasana yang baik serta membuat proses pada tes hasil belajar yang digunakan dalam pembelajaran pembelajaran dapat menarik, aktif, efektif, serta interaktif antara guru dan siswa sehingga dapat memunculkan motivasi Keunikan dari media quizizz yang digunakan meningkatkan diri dalam pembelajaran . Dengan adanya media keterampilan siswa dalam menjawab seperti jawaban benar- interaktif juga dapat membentuk daya imajinasi seorang anak salah, menjodohkan, pilihan ganda, tebak gambar dan lain- pada mata pelajaran yang di ajarkan. Keseriusan dalam lain sehingga cukup jelas bagi siswa untuk menyesuaikan pembelajaran matematika akan memberikan pengaruh pada siswa sehingga guru dapat mengatasi permasalahan dengan menggunakan tulisan teks saja namun ada beberapa media menggunakan model, metode, teknik, pendekatan dan yang tambahan seperti menampilkan gambar, video, teks. Selain sesuai dengan kebutuhan mereka. Matematika adalah salah itu juga dapat menjadi evaluasi pembelajaran sehingga guru satu mata pelajaran yang sangat sulit di mana siswa sudah dapat melakukan refleksi terhadap siswa agar tidak merasa cepat bosan dan dapat memvisualisasikan pembelajaran sehari-hari mengakibatkan proses pembelajaran mengalami penurunan . dengan jelas secara interaktif. motivasi seperti mendapati kesulitan dan ingin menyerah METODE sebelum mengerjakan. Selain itu sebagian besar siswa beranggapan bahwa mata pelajaran matematika mengandung Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan rumus yang sulit untuk dipahami dan membosankan . Kelas (PTK) terhadap proses pembelajaran dan melihat hasil Dalam pembelajaran guru harus merancang pembelajaran http://jurnal. id/index. php/jbot Penelitian JBOT 4 . : 91-97. Mei 2025 Nurcholis et al melakukan beberapa prosedur penelitian yaitu siklus Teknik Pengumpulan Data berulang atau memiliki tahap-tahap tertentu yang memiliki Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMAN 5 Palu tujuan pembelajaran untuk meningkatkan atau memperbaiki yang beralamat Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas kualitas di kelas . Selain itu menurut Pauweni et al. X Merdeka 3. Jenis data dalam penelitian ini adalah data penelitian tindakan kelas memiliki macam-macam metode Prosedur yang dilakukan mengikuti rancangan terhadap pembelajaran menurut Mc Taggart dan Kemmis. siklus yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan Tujuan utama penelitian tindakan kelas diantaranya adalah meningkatkan hasil belajar, mutu pembelajaran, masukan. Observasi Guru dan Siswa proses dan terutama pada saat mengelola pembelajaran . Teknik observasi dilakukan untuk mengumpulkan data- Tes adalah instrumen yang digunakan pada penelitian di data penelitian tentang kegiatan siswa dan guru pada proses dalam kelas. Dasar dari keberhasilan dalam penelitian ini pembelajaran melalui penggunaan media quizizz kertas. Dalam teknik observasi tersebut, perlu diperhatikan kategori pembelajaran yang berupa aspek-aspek penilaian keaktifan penskoran atau penilaian terhadap lembar pengamatan guru siswa maupun nilai tes objektif hasil belajar matematika. dan siswa. Adapun kategori yang dimaksud dapat diamati Tujuannya yaitu meningkatkan hasil belajar matematika pada tabel 1 dan tabel 2 berikut. seorang siswa dengan menggunakan media quizizz kertas. Tabel 1. Kriteria penskoran lembar pengamatan guru Model pembelajaran yang digunakan adalah problem based learning (PBL) di mana metode lebih mengarahkan pada permasalahan kehidupan sehari-hari dan menyelesaikan Skor Kriteria Keterangan kriteria guru Sangat Guru pembelajaran tanpa mengalami kesulitan Baik Guru sesekali merasa kesulitan melaksanakan kegiatan pembelajaran Cukup Guru sering kali mengalami kesulitan saat melaksanakan kegiatan pembelajaran Kurang Guru sangat kesulitan dalam melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran permasalahan dengan bergotong royong. Model yang digunakan oleh para ahli yaitu Mc Taggart dan Kemmis mengatakan bahwa ada beberapa siklus pembelajaran yang perlu dilalui yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, observasi di dalam kelas dan refleksi pembelajaran selanjutnya apabila belum mencapai kriteria maka di lanjutkan pada siklus berikutnya. Langkah-langkah penelitian Tabel 2. Kriteria penskoran lembar pengamatan siswa tindakan kelas tersebut merupakan suatu putaran atau siklus Skor Kriteria Keterangan Sangat Siswa pembelajaran tanpa adanya kesulitan Baik Siswa sesekali mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Cukup Baik Siswa melaksanakan pembelajaran Kurang Siswa merasa sangat artinya sesudah akhir kegiatan pembelajaran dan evaluasi masih ada siswa yang belum tuntas atau belum terpenuhi sesuai indikator yang di tentukan maka peneliti akan melanjutkan dengan siklus selanjutnya dengan menggunakan rancangan yang berbeda. Namun di akhir siklus apabila telah dipenuhi syarat ketuntasan tes hasil belajar maka peneliti tidak perlu lagi melanjutkan siklus ke tahap selanjutnya. Subjek dalam penelitian tindakan kelas adalah seluruh siswa di kelas X SMA Negeri 5 Palu sebanyak 32 siswa. Siswa Tes Hasil Belajar sesuai dengan jenis kelamin diantaranya adalah 17 orang Tes ini dalam bentuk soal objektif yang membutuhkan laki-laki dan 15 perempuan. http://jurnal. id/index. php/jbot jawaban berupa analisis dan pembahasan melihat bagaimana JBOT 4 . : 91-97. Mei 2025 Nurcholis et al nSD2t = skor deviasi total membandingkan jawaban satu dengan lainnya agar mereka Tabel 4. Kriteria reliabilitas aktif dalam menyelesaikan tes tersebut. Selain itu tes ini Kriteria reliabilitas Keterangan untuk mengukur sampai di mana capaian yang diperoleh 81 - 100 % Sangat Tinggi dengan menggunakan media quizizz kertas pada hasil belajar 61 - 80 % Tinggi 41 - 60 % Cukup 21 - 40 % Rendah 0 - 20 % Sangat Rendah Ada dua jenis tes hasil belajar yakni uji validitas empirik dan uji reliabilitas. Adapun uji kriteria reliabilitas dan uji kriteria validitas dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 Uji validitas empirik menggunakan rumus korelasi point HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ycycyycaycnyc = ycAycy Oe ycAyc ycy Oo ycIyccyc yc dilaksanakan di sekolah SMA Negeri 5 Palu, sebanyak 4 kali Hal ini yang dapat dirincikan pada pembelajaran siklus I terdapat 2 kali pertemuan dan siklus II terdapat 2 kali Keterangan: Proses pembelajaran penelitian tindakan kelas rpbis = koefisisen korelasi biserial setiap siklus terdiri atas beberapa tahapan yakni dari awal = rerata penskoran dari subjek yang jawabannya benar = rerata skor seluruhnya atau skor total menyusun modul ajar, asesmen dan perangkat pembelajaran Sdt = Standar deviasi skor total Pelaksanaannya di dalam kelas dengan melakukan = perbandingan subjek yang mendapatkan jawaban pengamatan yang dilakukan observer dan refleksi kembali benar pada butir soal yang dicari butir soal yang dicari . =p-. Tabel 3. Kriteria validitas Keterangan 81 - 100 % Sangat tinggi 61 - 80 % Tinggi 41 - 60 % Cukup 21 - 40 % Rendah 0 - 20 % Sangat rendah terkait evaluasi pembelajaran atau memiliki hambatan- = perbandingan subjek yang menjawab salah pada Kriteria validasi yang akan direfleksikan pada pembelajaran ditetapkan belum terpenuhi. Selain itu informasi penelitian didapatkan dari hasil pengamatan kegiatan guru sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dan juga untuk pengamatan kegiatan siswa serta tes hasil yang digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator terhadap siswa materi bilangan berpangkat . Hasil Observasi Guru Uji kriteria reliabilitas menggunakan rumus Kuder Berdasarkan penilaian yang dilaksanakan pada kegiatan Richardson: pengamatan guru terhadap kegiatan belajar mengajar terdiri RK 21 = [ M. Oe M) ] . Oe nOe1 nSD2t atas 20 aspek penilaian yang dapat dirincikan yaitu 4 aspek kegiatan guru membuka pembelajaran atau pendahuluan, 13 Keterangan: aspek kegiatan dalam mengelola pembelajaran atau kegiatan RK 21 = Reliabilitas yang dicari inti, dan 3 aspek penilaian dalam mengakhiri pertemuan atau = mean menutup pembelajaran. = banyak butir tes http://jurnal. id/index. php/jbot JBOT 4 . : 91-97. Mei 2025 Nurcholis et al Penilaian terhadap hasil kegiatan guru dalam mengelola capaian 60% sedangkan sisanya 16 siswa tidak tuntas dengan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran matematika persentase 40%. berbasis media quizizz kertas guna meningkatkan hasil Hasil Belajar Siklus II belajar matematika siswa terhadap bilangan berpangkat Hasil observasi guru siklus II. Berdasarkan penilaian . di kelas X SMA Negeri 5 Palu. Dengan dilaksanakan terhadap kegiatan guru di atas maka pada siklus menggunakan LKPD atau lembar kerja siswa dan juga RPP ke II ini proses kegiatan belajar mengajar terdiri atas 20 atau rencana pelaksanaan pembelajaran maka skor total aspek penilaian dimana 4 aspek untuk kegiatan guru dalam seluruh aspek penilaian yang terpenuhi sesuai indikator pendahuluan atau membuka pembelajaran, 13 aspek untuk mencapai kriteria baik yaitu 60%. kegiatan mengelola pembelajaran atau kegiatan inti, dan 3 Hasil Observasi Siswa Observasi yang dilakukan terhadap kegiatan siswa dilaksanakan oleh teman sejawat atau rekan penelitian yang Penilaian terhadap hasil penilaian pelaksanaan kegiatan atau yang memberikan penilaian pada saat kegatan belajar mengajar sedang menerapkan pembelajaran matematika berbasis media quizizz Pengamatan yang dilakukan oleh rekan kertas guna meningkatkan hasil belajar matematika siswa penelitian terhadap pembelajaran kepada siswa yang terdiri materi bilangan berpangkat . di kelas X SMA dari beberapa aspek diantaranya 18 aspek penilaian secara Negeri 5 Palu. Dengan menggunakan lembar kerja siswa atau keseluruhan di mana 4 aspek penilaian pada kegiatan LKPD dan juga rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP maka didapatkan skor total untuk seluruh aspek yang pembelajaran serta 2 aspek kegiatan pada kegiatan penutup. memenuhi indikator capaian persentase yaitu 87,5%. Dengan demikian penilaian terhadap hasil penilaian kegiatan Hasil II. Pelaksanaan pengamatan yang dilakukan terhadap penilaian siswa oleh pembelajaran matematika berbasis media quizizz kertas guna rekan penelitian atau teman sejawat sebagai pengamatan meningkatkan hasil belajar matematika siswa materi bilangan pada waktu kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. dikelas X SMAN 5 Palu yaitu skor Observasi yang dilakukan secara tatap muka yang terdiri dari total seluruh aspek penilaian di mana pencapaian indikator 18 aspek penilaian diantaranya adalah 4 aspek pada kegiatan belum terpenuhi secara keseluruhan yaitu 63%. pembelajaran, 12 penilaian kegiatan inti serta 2 aspek pada kegiatan menutup Hasil Belajar Siswa atau mengakhiri pelajaran. Tes yang diberikan kepada 32 siswa dengan jumlah tes Dengan demikian penilaian kepada hasil pengamatan hasil belajar pada siklus I sebanyak 9 butir pertanyaan di kegiatan siswa dalam pengelolaan pembelajaran penerapan mana skor capaian maksimum adalah 66. Ketuntasan untuk setiap indikator keberhasilan pembelajaran matematika berbasis media quizizz kertas guna telah ditetapkannya standar meningkatkan hasil belajar matematika siswa materi bilangan kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 75. Mengacu berpangkat . di kelas X SMAN 5 Palu yaitu skor pada hasil analisis yang diberikan maka dilaksanakannya capaian untuk seluruh aspek kegiatan siswa yang memenuhi penelitian disekolah dengan jumlah seluruh siswa dikelas indikator capaian dengan kriteria baik yaitu 92%. yaitu 32 siswa, di mana hanya 11 siswa memperoleh nilai Hasil belajar siswa siklus II. Tes yang diberikan kepada skor di atas KKM yang telah ditetapkan dengan persentase 32 siswa dengan jumlah tes hasil belajar pada siklus II http://jurnal. id/index. php/jbot JBOT 4 . : 91-97. Mei 2025 Nurcholis et al sebanyak 5 butir soal di mana skor maksimumnya adalah 48. serta hasil belajar matematika siswa. Dapat dilihat bahwa Menurut Arsyad et al. hasil belajar matematika siswa biasanya rendah jika diketahui perolehan skor atau nilai yang persentasenya 60% dan setelah dilaksanakan kegiatan diberikan guru untuk skor rata-rata, belum terpenuhinya pembelajaran siklus II maka skor capaian meningkat menjadi sesuai standar kriteria ketuntasan minimal yaitu 75. Dengan 87,5%, dan kemudian untuk hasil kegiatan pengamatan siswa demikian setelah dilakukannya perputaran siklus berikutnya pada pembelajaran siklus II terdapat persentase capaiannya maka terdapat perubahan di mana adan peningkatan dari adalah 63% setelah dilakukannya tindakan lanjutan maka beberapa aspek penilaian. Mengacu pada data hasil belajar skor capaiannya meningkat menjadi 92% terhadap siklus ke menggunakan media quizizz kertas dapat dilihat bahwasanya II. Adapun tes hasil belajar matematika siswa pada siklus I analisis yang dilakukan terhadap hasil skor dari jumlah semua siswa sebanyak 32 siswa di mana terdapat 24 siswa dilakukan tindakan lanjutan dengan persentasenya yaitu yang memperoleh skor di atas 75 dengan persentase capaian 83,87% pada kegiatan pembelajaran siklus II. Dengan 83,87% sedangkan untuk sisanya hanya 3 siswa yang belum demikian untuk hasil kegiatan pengamatan guru maupun tuntas atau skornya berada di bawah standar Kriteria kegiatan pengamatan siswa serta tes hasil belajar matematika Ketuntasan Minimal atau KKM dengan selisih persentase menunjukkan bahwa indikator capaian keberhasilan tindakan yaitu 16,13%. Sehingga hasil belajar matematika dapat yang diharapkan telah terpenuhi. 63,24% dan mengalami perubahan setelah diamati pada tabel 5 berikut. KESIMPULAN Tabel 5. Hasil belajar siklus I dan II secara keseluruhan Nomor Skor Sumber data Penilaian pengamatan kegiatan guru Penilaian pengamatan kegiatan siswa Hasil belajar siswa Rata-rata Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap hasil Skor siklus 87,5% penelitian dan pembahasan di atas peneliti memberikan materi bilangan berpangkat . dapat ditingkatkan kesimpulan bahwasanya hasil belajar matematika pada melalui dua siklus pembelajaran, setelah peneliti melakukan 63,24% 62,08% 83,87% 87,79% tindakan lanjutan dengan menggunakan media quizizz kertas. Maka . Terdapat perubahan langsung yang positif pada Dalam proses pembelajaran matematika siklus I dapat kegiatan aktivitas pengamatan guru. Terdapat perubahan ditemukan bahwa hasil pengamatan guru mendapatkan skor langsung yang positif pada kegiatan aktivitas siswa. rata-rata dengan indikator pencapaian berada pada kategori Terdapat perubahan langsung yang positif terhadap hasil cukup baik atau dengan persentase capaian adalah 60%, belajar siswa dengan menggunakan media quizizz kertas. kemudian untuk kegiatan pengamatan siswa yang dilakukan Sehingga oleh observer maka hasil analisis sesuai dengan situasi dan diterima secara keseluruhan. penilaian yang belum maksimal pada kegiatan pembelajaran UCAPAN TERIMA KASIH