MAHSEER: Vol 7 No 2 Juli 2025 43-48 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 12 Juni 2025 / Revised 23 Juni 2025 / Accepted 14 Juli 2025 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/mahseer Analisis Dosis Yang Berbeda Untuk Pembiusan Calon Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Dengan Minyak Cengkeh (Euginia aromatic. Pada Transportasi Tertutup [Analysis Of Different Doses For Anesthesization Of Prospective Nila Fish (Oreochromis niloticu. Parents With Cloves (Euginia aromati. Oil In Closed Transportatio. Humeira1. Kurnia2*. Maulizar3. Inayatsyah4 1,2,3,4 Progam Studi Teknologi Produksi Benih dan Pakan Ikan. Politeknik Indonesia Venezuela. Aceh e-mail: kurniahakim26@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini menganalisis dosis terbaik dari minyak cengkeh (Euginia aromati. untuk calon induk ikan nila (Oreochromis niloticus. dalam perlakuan transportasi tertutup dan menganalisis kelangsungan hidup calon induk (Oreochromis niloticu. Lokasi penelitian ini dari Aceh Besar sampai Aceh Jaya dengan jarak 139 km/jam. Satu wadah/pakingan memiliki tujuh ekor/kg Calon induk ikan nila (Oreochromis niloticu. dan air sebanyak 10 Setiap perlakuan memiliki dosis yang berbeda yaitu A=0,5 mili. B=1 mili. C=1,5 mili dan D=2 mili. Hasil pengamatan di setiap jam memiliki kondisi pengerakan yang berbeda dimana pukul 16. 00 mulai dipingsangkan dan pukul 19. 00 sudah sadar sepenuhnya. Warna insang diwadah A memiliki warna merah dan memiliki struktur dan sekresi mucus sangat baik. Wadah B memeiliki warna insang merah agak gelap, tidak memiliki tekstur dan memiliki sekresi mucus yang baik. Wadah C memiliki warna insang merah gelap, tidak terstruktur dan kurang baik sekresi mukus. Sedang wadah D memiliki warna insang merah gelap, tidak memiliki terstruktur dan sangat kurang baik pada sekresi mukusnya. Dosis yang terbaik di wadah A yaitu 0,5 mili/10 liter. Kata Kunci: Calon Induk Ikan Nila. Minyak Cengkeh dan Bius Abstract This study aims to analyze the best dose of clove oil (Euginia aromatic. for prospective tilapia broodstock (Oreochromis niloticus. in closed transportation treatment and analyze the survival of prospective broodstock (Oreochromis niloticu. The location of this study was from Aceh Besar to Aceh Jaya with a distance of 139 km/hour. One container/package has seven/kg of prospective tilapia broodstock (Oreochromis niloticu. and 10 liters of water. Each treatment has a different dose, namely A = 0. 5 milli. B = 1 milli. C = 1. 5 milli and D = 2 The results of observations at each hour have different movement conditions where at 16. 00 they began to be stunned and at 19. 00 they were fully conscious. The color of the gills in container A is red and has a very good structure and mucus secretion. Container B has a rather dark red gill color, has no texture and has good mucus Container C has a dark red gill color, is unstructured and has poor mucus secretion. While container D has dark red gills, has no structure and is very poor in mucus secretion. The best dose in container A is 0. 5 milli/10 Keywords: Prospective Tilapia Parent Fish. Clove Oil and Anesthesia Kurnia, et al. Analisis Dosis Yang Berbeda Untuk Pembiusan Calon Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Dengan Minyak Cengkeh (Euginia aromatic. Pada Transportasi Tertutup yang berbahaya bagi ikan, manusia dan lingkungan. PENDAHULUAN Residu pada tubuh ikan dapat menyebabkan Ikan Nila (Oreochromis terhambatnya pertumbuhan hidup ikan, menurunnya merupakan jenis ikan air tawar yang dimana ikan ini daya tetas telur, toksisitas dan penurunan kualitas sebagai ikan konsumsi dan pelengkap protein dan telur ikan sehingga perlu dicari bahan alternatif yang salah satu sumber ketahanan pangan terbanyak di lebih baik dalam pembiusan ikan. Menurut Saskia Indonesia. KKP . Menyatakan, salah satu al . penggunaan bahan pembius sintetis protein sebagai sumber ketahanan pangan dengan dapat berdampak negatif bagi ikan dan juga yang total konsumsi 1,43 juta ton/tahun yaitu Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Ikan ini juga merupakan Hasil pengamatan awal, minyak cengkeh jenis ikan yang ekonomis dan mudah dilakukan pembiusan untuk ikan dalam budidaya (Hendriana et al, 2. kota, salah satunya adalah Melakukan Ikan Nila (Oreochromis niloticu. (Oreochromis niloticu. amatlah mudah, dimana Namun kelangsungan hidup ikan ini cukup tahan pada kualitas air yang ekstrim. Oleh karena itu judul mampu bertahan pada gangguan penyakit yang pengaruh pemberian minyak cengkeh (Euginia sering dialami oleh biota lainnya, perawatan yang aromatic. untuk calon induk ikan nila . rechromis mudah dan biaya murah namum memiliki hasil niloticu. pada transportasi tertutup dari Aceh Besar relatif menguntungkan. Menurut Saleh et al . , ke Aceh Jaya perlu dilakukan. Tujuan pada hal yang menguntungkan yaitu memiliki sepasang penelitian ini adalah menganalisisi dosis minyak induk ikan nila (Oreochromis niloticu. maka cengkeh (Euginia aromatic. yang tepat untuk menghasilkan 250-1000 telur. Sehingga pihak pengiriman dan melihat kelangsungan hidup calon budidaya melakukan budidaya ikan ditimbang ikan induk ikan nila (Oreochromis niloticu. dari Kabupaten Aceh Besar menuju Aceh Jaya. Manfaat Hasil dari melakukan budidaya perikanan penenlitian ini nantinya sebagai informasi bagi adalah pemasaran baik dari benih hingga induk. pihak pembudidaya untuk mengirimkan dan Hasil data stastik menyatakan, produksi ikan nila menginformasikan kelangsungan calon induk ikan (Oreochromis niloticu. kondisi hidup meningkat nila (Oreochromis niloticu. dari Aceh Besar 13,64% dimana tahun 2023 mencapai 5,35 juta /ton menuju Aceh Jaya. dan meningkat ditahun 2024 mencapai 6,37 juta/ton (KKP, 2. Peningkatan ini dikarenakan METODE PENELITIAN masyarakat sudah memulai tertarik pada kegiatan Penelitian dilaksanakan dua lokasi yaitu di budidaya ikan nila (Oreochromis niloticu. Hasil Politeknik Indonesia Venezuela. Aceh Besar dan pengamatan awal, daerah provinsi Aceh memiliki Gampong Lageun. Aceh Jaya Profinisi Aceh. Kedua kendala pada pengiriman ikan nila (Oreochromis lokasi memiliki jarak tempuh mencapai 139 km/jam. dari luar kota maupun dalam kota. Hasil Kegiatan yang ada di Politeknik Indonesia pengamatan dimana ikan yang dikirim dari Aceh Venezuela yaitu mempersiapkan bahan, alat dan Barat menuju Banda Aceh untuk kelangsungan transportasi yang ingin dilakukan. Selanjutnya hidup hanya mencapai 60%, hal ini memiliki dugaan sesudaj sampai di Gampongg Lageun. Aceh Jaya karena memiliki jalan tempuh yang jauh, kurang maka calon induk ikan nila (Oreochromis niloticu. tepatnya pemekingan serta kurang tepatnya dosis di amati. Sani . menyatakan, untuk Pengamatan ini mengunakan alat yaitu melakukan pemasaran ikan nila (Oreochromis ATK, handphone, pelastik paking, timbangan, niloticus. terutama calon induk wajib memiliki ember pelastik, tabung oxygen, karet dan motor. perhitungan yang baik dari dosis pembiusan. Penelitian ini menggunakan bahan yaitu calon induk pemekinggan serta transportasi baik tertutup ikan nila (Oreochromis niloticu. , minyak cengkeh maupun terbuka. (Euginia aromatic. dan air. Pemanfaatan bahan pembiusan . Metode pada penelitian ini adalah dilakukan untuk menghindari sebuah permasalahan pengamatan di mana calon induk ikan nila transportasi tertutup berupa aktivitas metabolisme (Oreochromis niloticu. dilakukan pembiusan dari ikan yang tinggi yang dapat menyebabkan stres dan Aceh Besar menuju Aceh Jaya dengan waktu 2 Jam memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah. 47 Menit. Setiap pemikingan memiliki empat dosis Bahan yang biasa digunakan dalam pembiusan ikan yang berbeda dimana pelakuan A=0,5 ml. B= 1 ml, sebelum ditransportasikan adalah minyak cengkeh C=1,5 ml dan D=2 ml dimana setiap kemasan diisi (Euginia aromati. Minyak cengkeh (Euginia air sebanyak 10 liter dan 7 ekor calon induk ikan nila aromati. berfungsi sebagai stimulant, anestesi, (Oreochromis niloticu. karminatif, antimetik, antiseptik dan antipasmodic Penelitian ini lakukan dengan lima prosedur yang disebabkan oleh fenol euganol yang terkandung yaitu persiapan wadah dan media penelitian, dalam minyak cengkeh (Euginia aromati. persiapan organisme uji, persiapan bius, persiapan (Nurdjannah, 2. Penggunaan bahan kimia kemasan ikan dan persiapan perlakuan. Hal ini dapat sebagai bahan anestetik dapat meninggalkan residu dilihat sebagai berikut: MAHSEER: Vol 7 No 2 Juli 2025 25-30 Persiapan Wadah dan Media Air Penelitian Penelitian ini menggunakan wadah plastik paking bening, persiapan wadah dimulai dengan membeli plastik paking Bening dengan ukuran 50 x 100 cm. Plastik Paking yang dalam penelitian ini kemudian diisi air dengan ketinngian 10 liter agar ikan di dalam plastik paking tidak kekurangan air. Persiapan Organisme Uji Persiapan organisme uji ini terbagi menjadi dua tahap dimana calon induk ikan nila (Oreochromis niloticu. di beli dari pengumpulan ikan di Aceh Besar dan sebelum pembiusan calon induk ikan nila di puasakan selama 1 hari hal ini bertujan untuk mengurangi pembuangan feses yang akan mengakibatkan steres pada ikan yang diuji. Persiapan Bius Persiapan pembiusan memiliki empat tahapan dimana calon induk ikan nila (Oreochromis niloticu. untuk bahan utama penelitian. Mempersiapkan air dan minyak cengkeh (Euginia aromatic. 1 liter/ 1 ml minyak cengkeh dalam 4 wadah dengan dosis yang berbeda untuk bahan pembiusan calon induk ikan nila. Mempersiapkan 4 wadah pembiusan Untuk melakukan pembiusan. Serta, mempersiapkan 4 kertas kemasan untuk calon induk ikan nila yang sudah di bius Persiapan Paking Ikan Persiapan paking ada beberapa bahan yang harus di siapakan dimana calon induk ikan nila untuk bahan penelitian. Persiapkan air dan minyak cengkeh untuk bahan anastesi, persiapkan kemasan plastik untuk calon induk ikan nila yang sudah di bius, mempersiapkan oksigen yang terlarut agar ikan tidak kekuragan oksigen saat sudah di bius dan mempersiapakan karet untuk mengikat kemasan plastik agar oksigen yang ada dalam kemasan plastik tidak keluar. Persiapan Perlakuan Persiapan perlakuan memiliki dua cara yang dimana calon induk ikan nila di bawa ke aceh jaya kecamatan setia bakti dan ikan akan di bawa pada siang hari keberangkatan pada waktu 13. Parameter Yang Diamati Parameter yang diamati dapat dilihat sebagai - Survival Rate (SR) Kelangsungan hidup ikan dapat diketahui dengan menggunakan rumus dari Phonna et al . yaitu sebagai berikut: ycAyc SR = x 100% ycAycu Keterangan : SR : Tingkat Kelulushidupan ikan (%) No: Jumlah ikan pada awal penelitian . Nt : Jumlah ikan pada akhir penelitian . Pergerakan dan Tingkah Laku Ikan Tingkah laku pada pembiusan ini dapat diamati dua waktu yaitu waktu ikan pingsan dan Tahap pertama dimana waktu pingsan dilihat dari ikan mulai dimasukan ke dalam wadah berisikan minyak cengkeh hingga ikan kehilangan kesadaran. Tahap kedua yaitu pengamatan waktu sadar dimana ketika ikan mulai dipindahkan ke dalam wadah berisikan air bersih dengan aerator penuh hingga ikan dapat sadar dan bergerak normal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan pada penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: Survival Rate (SR) Hasil kelangsungan hidup calon induk ikan nila nirwana yang diteliti selama 7 hari menunjukan bahwa perbedaan pada masing-masing perlakuan pembiusan mengunakan minyak cengkeh dengan pemberian dosis yang berbeda. Kelangsungan hidup pada akhir penelitian yaitu nilai tertinggi pada perlakuan A = Pemberian minyak cengkeh 0,5 ml / 1 L = 5 ml / 10 L dengan nilai . %) dan perlakuan B = Pemberian minyak cengkeh 1 ml / L = 10 ml / 10 L dengan nilai . %). Hasil dapat dilihat pada Gambar 1. Survival Rate (SR) Calon Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Kurnia, et al. Analisis Dosis Yang Berbeda Untuk Pembiusan Calon Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Dengan Minyak Cengkeh (Euginia aromatic. Pada Transportasi Tertutup Gambar 1 menunjukkan dimana perlakuan tingkat kelangsungan hidup calon induk ikan nila A memiliki nilai yang tinggi ditimbang perlakuan semakin menurun bila dibandingan dengan Kelangsungan hidup pada perlakuan A yaitu perlakuan A dan B. Hal ini diduga konsentrasi bahan memiliki nilai mencapai 57%. Kelangsungan hidup anestesi yang semakin tinggi pada perlakuan C yang paling rendah di dosis 1,5-2 ml, dimana dengan dosis 1,5 ml/L dan perlakuan D dengan dosis nilainya mencapai 0%. 2 ml/L menyebabkan proses pingsan lebih lama yang Hasil pengamatan dimana, ketika ikan membuat daya tahan ikan menurun, ikan menjadi dimasukan awalnya terlihat gesit perlahan-lahan lemah selama transportasi hal ini dianggap dosis ikan terlihat tenang didasar, ini menunjukkan bahwa yang diberikan terlalu berlebihan untuk digunakan zat anastesi mulai masuk kedalam tubuh calon induk karna daya anastesi yang diberikan terlalu besar. Hal ikan menyebabkan laju lespirasi pada calon induk ini sesuai dengan pendapat Kaya dan Leuhenapessy ikan berkurang. Penurunan laju respirasi tersebut . , pemberian dosis minyak cengkeh yang lebih menyebabkan hilangannya seluruh rasa pada bagian tinggi dapat menghasilkan induksi anastesi secara tubuh ikan sebagai akibat dari penurunan fungsi siknifikat lebih pendek dan waktu pemulihan lebih saraf sehingga dalam pengiriman ikan tidak dalam Mulyani dan Cahyono, . juga kondisi stres. Kandungan eugenol dalam minyak menyatakan, semakin tinggi dosis minyak cengkeh cengkeh yang dapat menyebabkan menurunnya akan semakin cepat waktu induksi, semakin lama fungsi saraf pada otak. Hal ini sesuai dengan pingsan, semakin lama recovry dan semakin rendah pendapat Puspito et al . , ikan yang hidup dalam kondisi pingsan tidak mengalami stres dan dapat Pergerakan dan Tingkah Laku Ikan Pergerakan ikan nila setelah pemberian memungkinkan dilakuakan pengangkutan lebih perlakuan dosis minyak cengkeh yang berbeda dengan 10liter air dilihat pada tabel 1: Perlakuan C dan D memiliki rata-rata Tabel 1. Pergerakan dan Tingkah Laku Ikan Perlakuan Waktu (Meni. 16:00 16:05 18: 00 18:10 18:15 18:25 18:15 18:45 19:00 A= 0,5 Mili 10 B = 1 Mili 10 C = 1,5Mili 10 D = 2 Mili 10 Liter Air Liter Air Liter Air Liter Air 7 ekor 7 ekor 7 ekor 7 ekor Perilaku ikan Perilaku ikan Perilaku ikan Perilaku ikan Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Tidak sadar Tidak sadar Tidak sadar Tidak sadar Ikan mulai Ikan mulai Ikan mulai Ikan mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Ikan Mulai Gelisah Gelisah Gelisah Gelisah Ikan Ikan Ikan Ikan Memberikan Memberikan Memberikan Memberikan Insang dan mulut Insang dan mulut Insang dan mulut Insang dan mulut Ikan mulai sadar Ikan mulai sadar Ikan mulai sadar Ikan mulai sadar ikan mulai ikan mulai ikan mulai ikan mulai Ikan sadar Ikan sadar Ikan sadar Ikan sadar MAHSEER: Vol 7 No 2 Juli 2025 25-30 Kondisi ikan yang disadarkan, yaitu dari ikan mulai dipindahkan ke wadah berisi air bersih hingga ikan sadar dan bergerak normal, tahap ini menggunakan aerasi penuh. Selanjutnya, laju metabolisme ikan tinggi sehingga produksi CO2 juga Hal ini dapat membuat pH air bertambah asam dan mengakibatkan ionisasi molekul amoniak pada ikan (Devani et al, 2. Pembiusan ikan menggunakan campuran minyak dengan konsentrasi tersebut memberikan efek pingsan sepenuhnya pada menit ke-5. Sedangkan untuk waktu transportasi yang mampu dilakukan hanya 2 jam 47 menit, saat ikan disadarkan telah dihitung tingkat kelangsungan hidup ikan. Histori Kualitas dan Kesegaran Calon Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Hasil pengamatan menunjukkan terhadap patologi anatomi insang ikan nila pada seluruh perlakuan ditemukan perubahan warna menjadi kecoklatan, struktur, dan cairan mukus berlebih pada insang, dapat di lihat pada tabel 2. Tabel 2. Kualitas dan Kesegaran Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Perlakuan Warna insang Struktur Sekresi mukus Merah Terstruktur Sangat Baik Merah agak gelap Tidak Terstruktur Baik Merah Gelap Tidak Terstruktur Kurang baik Merah Gelam Tidak Terstruktur Sangat kurang baik Wadah B. C, dan D warna insang ikan lebih gelap dibandingkan dengan kelompok A. Perubahan yang terjadi akibat rendahnya kadar oksigen sehingga sel-sel pada lamela tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sementara jantung terus memompakan darah ke insang dan memicu terjadinya nekrosis mengakibatkan darah keluar dari jaringan. Paterson et al. juga menambahkan bahwa tingginya jumlah sel darah dalam insang akan mempengaruhi warna insang. KESIMPULAN Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan: Bahan anestesi alami berupa minyak cengkeh diketahui memiliki efektifitas yang baik terhadap transportasi sistem tertutup bagi calon induk ikan nila untuk kelangsungan hidup, formula terbaik dari minyak cengkeh yaitu 0,5 ml dan 1 ml dengan waktu pingsan kurang dari 5 menit dan waktu sadar 6 menit. Setelah dilakukan uji transportasi sistem tertutup terhadap calon induk ikan nila di ketahui persen kelangsungan hidup sebesar . %) dan . %) dengan lama transportasi 2 jam 47 menit. Saran pada penelitian ini perlu diteliti tentang aktifitas pemeberian minyak cengkeh untuk biota non ikan seperti udang, lobster air tawar, kepiting dan jenis kerang. DAFTAR PUSTAKA