p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Kinerja Staf Tata Usaha Dalam Melayani Administrasi Guru di SMA Negeri 1 Lubuk Keliat Ogan Ilir Barika1. Saipul Annur 2. Hidayat3 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. UIN Raden Fatah Palembang. Palembang. Indonesia Correspondence Author : Barika, barikashj@gmail. Palembang Indonesia DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis bagaimana kinerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru di SMA Negeri 1 Lubuk Keliat Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif Teknik pengambilan sampel menggunakan skala likert dengan jumlah sampel 20 Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner atau angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke 5 indikator tersebut yang tergolong rendah sebanyak 25% . , yang tergolong sedang sebanyak 55% . , yang tergolong tinggi sebanyak 20% . dan dapat disimpulkan bahwa yang paling dominan adalah kategori sedang yang mana dengan persentase 55% . Kata Kunci : Kinerja. Staf Tata Usaha. Administrasi Guru Abstrack This study aims to analyze how the performance of administrative staff in serving the administration of teachers at SMA Negeri 1 Lubuk Keliat Ogan Ilir. This research uses a type of quantitative research using a quantitative descriptive approach. The sampling technique used a Likert scale with a sample of 20 teachers. Data collection is done by questionnaire or The results showed that of the 5 indicators, 25% . were classified as low, 55% . were classified as moderate, 20% . were high, and it can be concluded that the most dominant category was which one is with a percentage of 55% . Keywords: Performance. Administrative Staff. Teacher Administration Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 PENDAHULUAN Lembaga pendidikan merupakan suatu organisasi yang menghasilkan layanan pendidikan yang pengembangannya sangat dipengaruhi berdasarkan biaya, dimana hal itu berguna dalam meningkatkan kualitas Pendidikan yang ada di suatu sekolah. Berhasilnya suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berada di Salah satu contohnya yaitu bagaimana kinerja staf tata usaha dalam memberikan pelayanan kepada stakeholder yang ada di dalam lingkungan sekolah tersebut. Untuk menopang proses belajar mengajar di sekolah diperlukan adanya sesuatu yang mendukung kegiatan tersebut yaitu tata usaha sekolah. Tata usaha sendiri menurut The Liang Gie adalah suatu rangkaian kegiatan, menghimpun, mencatat, mengelolaa, mengadakan, mengirim, dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap organisasi. (The Liang Gie, 2. Tingkatan pada jenjang sekolah, administrasi Pendidikan bisa dilihat berdasarkan 3 tingkatan yaitu pertama, tingkatan instuti yang merupakan tingkatan yang berhubungan dengan Lembaga Pendidikan dan lingkungan eksternal, yang kedua tingkatan manajerial yang merupakan tingkatan yang berkaitan dengan kepemimpinan serta organisasi Lembaga Pendidikan, dan yang ketiga tingkatan teknisi yang merupakan tingkatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran. Maka dari itu diperlukan tenaga staf tata usaha yang berpengalaman pada bidangnya. Hal tersebut lantaran merupakan salah satu yang berperan penting bisa memajukan suatu sekolah sebab dengan semakin berpengalamannya tenaga staf tata usaha maka semakin maju suatu sekolah. Dengan itu diperlukan adanya penanggulangan dalam hal meningkatkan keahlian pada bidang ketata usahaan. Administrasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan tata usaha sekolah saja tetapi juga berhubungan dengan aktivitas sekolah, baik itu menyangkut materi, personel, perencanan. Kerjasama, kepemimpinan, kurikulum, dan lain-lain. (M. Ngalim Purwanto, 2. Dengan meningkatkan kinerja staf tata usaha bisa berdampak pada mutu dari sekolah tersebut, akan tetapi sayangnya pada saat ini hal itu tidak terlalu menjadi perhatian khusus. Yang mana disini sekolah kebanyakan hanya memperhatikan sarana dan prasarana tanpa menanggulangi atau memberikan bimbingan serta ajaran kepada staf tata usaha yang berkaitan dengan ketata usahaan, hal tersebutlah yang menjadi terhambatnya pengembangan pada setiap tenaga tata usaha. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 Menurut Ary Gunawan, ada tiga fungsi tata usaha/administrasi pendidikan yaitu, . Merancanakan kegitan-kegiatan yang strategis. Mengusahakan pelaksanaannya secara sungguh-sungguh dengan cara-cara yang terarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, yang disertai pembinaan demi peningkatan pendidikan. Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar dan mengajar. (Ary Gunawan, 2. Keahlian dalam memberikan pelayanan yang baik haruslah di miliki oleh tenaga kependidikan atau staf tata usaha. Pelayanan yang baik merupakan salah satu unsur dari keahlian social yang perlu dimiliki oleh staf tata usaha sekolah di samping keahlian-keahlian yang lain. Tata usaha merupakan support system, dengan adanya staf tata usaha yang perfesional, baik kepala sekolah, guru serta siswa tidak akan merasa kesulitan dalam hal menangani aktivitas Pendidikan dan pembelajaran. Maju tidaknya suatu sekolah sangatlah dipengaruhi oleh baik atau tidaknya pengelolaan administrasinya. Dengan memiliki staf tata usaha yang berkualitas dapat memberikan dampak yang positif terhadap hasil kerja yang telah dilakukan. METODE Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Deskriptif Kuantitatif. Penelitian Kuantitatif merupakan jenis penelitian yang spesifikasinya dinyatakan secara sistematis, terencana dan terstruktur secara rinci dengan menggunakan angka sebagai penunjang data. (Sandu Siyoto dan Ali Sodik, 2. Menurut pendapat Bugin penelitian Deskriptif Kuantitatif merupakan penelitian yang memiliki tujuan untuk menjelaskan serta menggambarkan sebuah fenomena, kondisi, situasi atau variabel penelitian berdasarkan peristiwa yang bisa diungkapkan melalui dokumentasi seperti wawancara dan penyebaran skala atau angket. (Burhan Bugin, 2. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di SMA Negeri 1 Lubuk Keliat Ogan Ilir yang berjumlah 35 guru, dan sampel yang digunakan sebanyak 20 guru. Untuk pengumpulan data tentang kinerja staf tata usaha digunakan kuesioner atau angket dengan pola skala Likert. Angket atau kuisioner merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan beberapa daftar pertanyaan kepada responden guna menghasilkan suatu data penelitian. (Suharsimi Arikunto, 2. Dalam penelitian ini uji validitas data dilakukan dengan bantuan program SPSS (Sould Product Solution Statisti. dimana analisis dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 dengan rtabel, sedangkan untuk reliabilitas data dilakukan dengan bantuan program SPSS (Sould Product Solution Statisti. dimana analisis dilakukan dengan melihat nilai dari Alpha Cronbach. Dalam melaksanakan analisis data untuk penelitian ini adalah menggunakan persentase serta HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kinerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru, menunjukkan hasil bahwa kinerja staf tata usaha ini telah berjalan dengan baik dan sesuai baik itu dalam melayani guru pada bidang kearsipan maupun yang lainnya. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil data yang telah diperoleh dari jawaban responden pada pertanyaan yang sudah diberikan sesuai dengan indikator kinerja. Selanjutnya akan dijelaskan kinerja staf tata usaha pada masing-masing sub indikator kinerja. Berikut merupakan data indikator kinerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru, yaitu: Tabel 1. Kuantitas Pekerjaan Kategori Interval Frekuensi Rendah X < 20 Sedang 20 O X < 25 Tinggi X Ou 25 Berdasarkan tabel di atas, didapatkan hasil bahwa 20% . yang berpendapat bahwa kuantitas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori rendah, selanjutnya 50% . yang berpendapat bahwa kuantintas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori sedang, dan 30% . yang berpendapat bahwa kuantitas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori tinggi. Tabel 2. Kualitas Pekerjaan Kategori Interval Frekuensi Rendah X < 25 Sedang 25 O X < 30 Tinggi X Ou 30 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil bahwa 10% . yang berpendapat bahwa kualitas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori rendah, selanjutnya 70% . yang berpendapat bahwa kualitas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori sedang, dan 20% . yang berpendapat bahwa kualitas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori tinggi. Tabel 3. Ketepatan Waktu Penyelesaian Kerja Kategori Interval Frekuensi Rendah X < 19 Sedang 19 O X < 26 Tinggi X Ou 26 Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil bahwa 20% . yang berpendapat bahwa ketepatan waktu penyelesaian kerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori rendah, selanjutnya 80% . yang berpendapat bahwa ketepatan waktu penyelesaian kerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori sedang, dan 0% ( 0 gur. yang berpendapat bahwa ketepatan waktu penyelesaian kerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori tinggi. Tabel 4. Kehadiran Kategori Interval Frekuensi Rendah X < 15 Sedang 15 O X < 21 Tinggi X Ou 21 Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil bahwa 10% . yang berpendapat bahwa kehadiran staf tata usaha dalam kategori rendah, selanjutnya 90% . yang berpendapat bahwa kehadiran staf tata usaha dalam melayani kategori sedang, dan 0% . yang berpendapat bahwa kehadiran staf tata usaha dalam kategori tinggi. p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Tabel 5. Kemampuan Kerjasama Kategori Interval Frekuensi Rendah X < 19 Sedang 19 O X < 25 Tinggi X Ou 25 Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil bahwa 20% . yang berpendapat bahwa kemampuan kerjasama staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori rendah, selanjutnya 55% . yang berpendapat bahwa kemampuan kerjasama staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori sedang, dan 25% . yang berpendapat bahwa kemampuan kerjasama staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori tinggi. Berdasarkan indikator 1 sampai 5 maka dapat disimpulkan dan dijelaskan melalui tabel Tabel 6. Hasil Persentase Kinerja Staf Tata Usaha Dalam Melayani Administrasi Guru Kategori Frekuensi Rendah Sedang Tinggi Jumlah Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa 25% . yang berpendapat bahwa kinerja staf tata usaha dalam melayani administarasi guru kategori rendah, selanjutnya diperoleh 55% . yang berpendapat bahwa kinerja staf tata usaha dalam melayani administarasi guru kategori sedang, dan selanjutnya diperoleh 20% . yang berpendapat bahwa kinerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru kategori tinggi, maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kinerja staf tata usaha di SMA Negeri 1 Lubuk Keliat yang paling dominan adalah kategori sedang yang mana dengan persentase 55% . Berdasarkan hasil ini maka kinerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru sudah berjalan baik dan sesuai. Pembahasan Kuantitas Pekerjaan Kuantitas pekerjaan merupakan ukuran seberapa banyak pekerjaan yang bisa diperoleh atau diselesaikan dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan. Dapat disimpulkan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 dari hasil data pendapat responden terhadap pertanyaan dari indikator kuantitas pekerjaan bahwa kuantitas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru terkategori AuSedangAy yang mana bisa dikatakan sudah berjalan baik dan sesuai. Kuantitas pekerjaan sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai, yang mana jika semakin banyak pekerjaan terselesaikan semakin baik pula kinerja pegawai. Sehingga upaya dalam meningkatkan kuantitas pekerjaan staf tata usaha dapat dilakukan dengan pelatihan khusus yang berhubungan dengan ketatausahaan, kuantitas pekerjaan yang buruk biasanya lebih mengarah kepada kurangnya pengetahuan serta keterampilan tentang ketatausahaan. Kualitas Pekerjaan Kualitas pekerjaan merupakan seberapa baik pegawai dalam melakukan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan. Dapat disimpulkan dari hasil data pendapat responden terhadap pertanyaan dari indikator kualitas pekerjaan bahwa kualitas pekerjaan staf tata usaha dalam melayani administrasi guru terkategori AuSedangAy yang mana bisa dikatakan sudah berjalan baik dan sesuai. Kualitas pekerjaan pegawai tata usaha tidak hanya dilihat dari selesai atau tidak nya pekerjaan yang diberikan tetapi juga berkaitan dengan kesesuai, kerapihan, serta lengkap atau tidak nya pekerjaan yang diselesaikan itu. Sehingga upaya dalam meningkatkan kualitas pekerjaan yaitu dengan memberikan pelatihan yang berhubungan dengan ketatausahaan guna memperoleh pengetahuan berkaitan tentang administrasi serta memperketat pengawasan kepada pegawai tata usaha supaya bisa bekerja secara maksimal. Ketepatan Waktu Penyelesaian Kerja Ketepatan waktu adalah sesuatu yang berkaitan dengan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan berdasarkan dengan waktu yang telah diberikan. Visi dan misi suatu organisasi akan tercapai jika pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dapat berjalan dengan waktu yang telah ditatapkan. Dapat disimpulkan dari hasil data pendapat responden terhadap pertanyaan dari indikator ketepatan waktu penyelesaian kerja bahwa ketepatan waktu penyelesain kerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru terkategori AuSedangAy yang mana bisa dikatakan sudah berjalan baik dan sesuai. ketepatan waktu dalam penyelesaian kerja dapat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan dari sekolah, maka semakin cepat pekerjaan selesai semakin maju sekolah tersebut begitu juga sebaliknya. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 Kehadiran Kehadiran adalah hal yang diukur secara tingkat absensi serta kesesuaian kehadiran dan ketepatan waktu pulang kerja (Ida Bagus Udayana Putra dkk, 2021: 13-. Dapat disimpulkan dari hasil data pendapat responden terhadap pertanyaan dari indikator kehadiran bahwa kehadiran staf tata usaha dalam melayani administrasi guru terkategori AuSedangAy yang mana bisa dikatakan sudah berjalan baik dan sesuai. Sehingga upaya dalam meningkatkan kedisiplinan itu sendiri yaitu dengan memperketat pengawasan kepada pegawai tata usaha serta menciptakan lingkungan pekerjaan yang nyaman dan kondusif supaya bisa membuat pegawai semangat dalam hal pekerjaan. Kemampuan Kerjasama Kemampuan kerjasama merupakan kesanggupan dalam melaksanakan komunikasi dan koordinasi baik itu anatara rekan kerja maupun atasan. Dapat disimpulkan dari hasil data pendapat responden terhadap pertanyaan dari indikator kemampuan kerjasama bahwa kemampuan kerjasama staf tata usaha dalam melayani administrasi guru terkategori AuSedangAy yang mana bisa dikatakan sudah berjalan baik dan sesuai. kemampuan kerjasama tim sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Kerjasama tim yang baik akan melatih keefektifan dan kefesienan guna menciptakan pegawai yang Kemampuan kerjasama yang baik dapat dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang solid dan nyaman. Tim yang solid yaitu tim yang paham serta disiplin terhadap tanggung jawabnya masing-masing. SIMPULAN Kinerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru dihasilkan berdasarkan lembar observasi guru yang berisi beberapa indikator yang telah bisa mencapai indikator-indikator kinerja tersebut, yaitu kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian kerja, kehadiran, dan kemampuan kerjasama. Dari ke 5 indikator tersebut yang tergolong rendah sebanyak 25% . , yang tergolong sedang sebanyak 55% . , yang tergolong tinggi sebanyak 20% . Dari ke 5 indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa yang paling dominan adalah kategori sedang yang mana dengan persentase 55% . Hasil tersebut bisa dijelaskan bahwa data kinerja staf tata usaha dalam melayani administrasi guru sudah berjalan dengan baik dan sesuai. berarti pelaksanaan pelayanan staf tata usaha dalam membantu guru dibidang administasi sudah berjalan dengan sesuai berdasarkan kategori kinerja yang baik. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal: 78-86 REFERENSI