Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DAN ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariff. DAN DAUN PEGAGAN (Centella asiatic. PADA TIKUS WISTAR JANTAN DENGAN OBESITAS Marita Kaniawati*. Agus Sulaeman. Elis Susilawati. Daula Zahra Zinan. Cepy Okta Irviansyah Fakultas Farmasi. Universitas Bhakti Kencana Email: marita. kaniawati@bku. Artikel diterima: 13 Desember 2024. Disetujui: 23 Maret 2025 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Salah satu pemicu obesitas adalah makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat yang meningkatkan asam lemak bebas dan Reactive Oxygen Species (ROS). Hal ini merangsang peningkatan stres oksidatif dan inflamasi kronis, yang berperan dalam berbagai penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan dosis efektif kombinasi ekstrak etanol bunga rosela (Hibiscus sabdariff. dan daun pegagan (Centella asiatic. terhadap stress oksidatif . iwakili oleh kadar Malondialdehid atau MDA) dan pengaruhnya terhadap inflamasi . iwakili oleh kadar Tumor Necrosis Factor alpha atau TNF-). Metode penelitian ini adalah preventif eksperimental secara in vivo menggunakan 35 ekor tikus yang terbagi menjadi kelompok normal, kelompok induksi, kelompok pembanding kurkumin 1,8 mg/kgBB, kelompok uji 1 EDP 200 mg/kgBB, kelompok uji 2 EBR 250 mg/kgBB, kelompok uji 3 EBRDP 125:200 mg/kgBB dan kelompok uji 4 EBRDP 250:100 mg/kgBB. Pengukuran MDA menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 532 nm dan pengukuran TNF menggunakan kit ELISA yang dilakukan pada hari ke-60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kadar MDA darah pada kelompok uji EDP 200 mg/kgBB. EBR 250 mg/kgBB dan EBRDP 250:100 mg/kgBB dan penurunan kadar MDA di hati pada kelompok uji EDP 200 mg/kgBB dan EBRDP 250:100 mg/kgBB. Selain itu terdapat penurunan kadar TNF- kelompok uji EDP 200 mg/kg BB. EBR 250 mg/kgBB, dan kombinasi EBRDP dosis 125:200 mg/kgBB. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi EBRDP dosis 250:100 mg/kgBB efektif dalam menurunkan kadar MDA pada darah dan hati. Kombinasi EBRDP dosis 125:200 mg/kgBB efektif menekan peningkatan kadar TNF- pada Kata kunci: Centella asiatica. Hibiscus sabdariffa. Malondialdehid. Obesitas. Tumor Necrosis Factor Alpha ABSTRACT One of the triggers for obesity is high fat and high carbohydrates foods which increase Free Fatty Acid (FFA) and Reactive Oxygen Species (ROS), that Marita Kaniawati, dkk | 128 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 trigger oxidative stress and chronic inflammation, which play a role in various degenerative diseases. This study aims to determine the potency and effective dose of ethanol extract of roselle flowers (Hibiscus sabdariff. and gotu kola leaves (Centella asiatic. combination on oxidative stress . epresented by Malondialdehyde or MDA) and its effect on inflammation . epresented by Tumor Necrosis Factor- or TNF-). This research used in vivo experimental preventive method using 35 mice which were divided into normal group, induction group, comparison group curcumin 1. 8 mg/kgBW, test group 1 EDP 200 mg/kgBW, test group 2 EBR 250 mg/kgBW, test group 3 EBRDP 125:200 mg/kgBW and test group 4 EBRDP 250:100 mg/kgBW. MDA levels were measured using UV-Vis spectrophotometry at 532 nm and TNF- levels were measured using an ELISA kit on the 60th day. The results showed a decrease in blood MDA levels in EDP 200 mg/kgBW. EBR 250 mg/kgBW and EBRDP 250: 100 mg/kgBW and in liver MDA levels in EDP 200 mg/kgBW and EBRDP 250:100 mg/kgBW. The study also showed decreasing TNF- levels in EDP 200 mg/kg BW. EBR 250 mg/kgBW, and the combination of EBRDP dose 125:200 mg/kgBW. In conclusion, the combination of EBRDP dose 250:100 mg/kgBW is the most effective dose in reducing MDA levels. The combination of EBRDP dose 125:200 mg/kgBW is the most effective dose in suppressing TNF- levels. Keywords: Centella asiatica. Hibiscus sabdariffa. Malondialdehyde. Obesity. Tumor Necrosis Factor Alpha PENDAHULUAN rendah yang menjadi karakteristik Obesitas merupakan salah satu obesitas (Deledda et al, 2. Inlamasi kronik dapat dipicu oleh stress oksidatif sebagai akibat Hal ini dibuktikan dengan dari ketidakseimbangan radikal bebas meningkatnya biomarker inflamasi dan antioksidan. Salah satu sumber pasien dengan obesitas dibandingkan antioksidan alami dapat diperoleh dari dengan pasien dengan berat badan tanaman rosela (Hibiscus sabdariff. normal (Deledda et al, 2. Beberapa senyawa bahan alam (Centella Bagian kelopak bunga rosela diketahui memiliki kandungan antosianin dan antiinflamasi, diantaranya antosianin. memiliki aktivitas sebagai antioksidan Aktivitas yang mampu menetralisir radikal telah terbukti memiliki efek protektif terhadap inflamasi kronik tingkat bebas (Zofania dkk. , 2. Pada penelitian sebelumnya Marita Kaniawati, dkk | 129 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 daun pegagan diketahui mengandung rosela dan pegagan ini dilakukan karena kedua tanaman ini memiliki berperan sebagai antioksidan serta dapat menstabilkan radikal bebas yang melengkapi, yaitu antosianin dari ada dalam tubuh (Yahya dkk. , 2. rosela dan asiatikosida dari pegagan. Rosela (Hibiscus sabdariff. yang berpotensi memberikan efek dan pegagan (Centella asiatic. juga sinergis dalam menurunkan inflamasi dan stres oksidatif. Kombinasi kedua Pada tanaman ini juga diharapkan dapat sebelumnya ditemukan bukti bahwa flavonoid bunga rosela terdiri dari sediaan nutrisi esensial di masa depan. pigmen antosianin sebagai antioksidan METODE PENELITIAN Metode Antioksidan Persetujuan untuk penelitian mengurangi bahkan menghilangkan inflamasi sehingga rosela dinyatakan Penelitian Universitas Padjadjaran Bandung (Kusumastuti dkk. , 2. Daun dan Komite Etik 706/UN6. KEP/EC/2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan dosis efektif kombinasi ekstrak etanol glikosida triterpenoid, memiliki sifat bunga rosela (Hibiscus sabdariff. dan antiinflamasi dan terbukti terlibat pada daun pegagan (Centella asiatic. inflamasi akut dan kronis (Harsa. TNF- dan MDA, pada tikus obes Penelitian ke arah aktivitas yang diinduksi pakan tinggi lemak antioksidan dan antiinflamasi dengan tinggi karbohidrat dan diberi minum menggunakan kombinasi bahan alam fruktosa 30%. masih jarang dilakukan. Penelitian Metode penelitian ini adalah uji preventif secara eksperimental Marita Kaniawati, dkk | 130 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 tikus dengan jumlah menggunakan hewan tikus wistar minimal perlakuan tiap kelompok dihitung menggunakan rumus Federer. Alat dan Bahan Ada 7 kelompok yang akan diuji Alat dalam penelitian ini. diantaranya adalah rotary evaporator (Buchi Rotavapor R-. Berdasarkan rumus Federer dihasilkan jumlah pengulangan setiap spektrofotometer uv-vis (Shimadzu UV-1. Dalam penelitian ini Multiscan dilakukan jumlah pengulangan setiap skyhig. , timbangan analitik (Mettler kelompok sebanyak 5 kali sehingga Toled. , timbangan hewan (Mettler Toled. sebanyak 5 x 7 kelompok uji = 35 ekor (Thermo Scientific. Bahan yang digunakan adalah bunga rosela (Hibiscus sabdariff. dan Tikus Wistar daun pegagan (Centella asiatic. ari penelitian ini berusia 2-3 bulan dengan Balai Penelitian Tanaman Obat dan berat badan 200-300 gram. Kelompok AromatikAeBalitro, normal diberi pakan normal Na- hewan standar, pakan hewan tinggi CMC 1%, kelompok induksi diberi lemak dan karbohidrat, fruktosa 30%, pakan tinggi lemak tinggi karbohidrat aquadest, etanol 96%. Na-CMC 1%, kurkumin dan kit TNF- (Bioassay pembanding diberi pakan tinggi lemak Technology Laborator. Bahan kimia tinggi karbohidrat kurkumin 1,8 lain yang digunakan adalah standar mg/kgBB Na-CMC 1%, kelompok uji 1 diberi pakan tinggi lemak tinggi Bogo. , (TMP). Na-CMC (TCA), karbohidrat ekstrak etanol bunga (TBA). NaCl 0,9%, rosela 250 mg/kgBB Na-CMC 1%, neutral buffered formalin 10% (NBF), kelompok uji 2 diberi pakan tinggi phosphate buffered saline (PBS). lemak tinggi karbohidrat ekstrak Pengelompokan Hewan Uji etanol daun pegagan 200 mg/kgBB Penelitian ini menggunakan Na-CMC 1%, kelompok uji 3 diberi Marita Kaniawati, dkk | 131 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 pakan tinggi lemak tinggi karbohidrat terjadinya inflamasi (Jang et al, 2. kombinasi ekstrak etanol bunga Pada rosela:daun 250:100 pengambilan darah dari vena di bagian mg/kgBB Na-CMC 1%, kelompok bawah mata, kemudian dimasukkan ke uji 4 diberi pakan tinggi lemak tinggi mengandung EDTA 0,1% sebagai etanol bunga rosela:daun pegagan Sentrifugasi dilakukan 125:200 mg/kgBB Na-CMC 1%, selama 15 menit dengan kecepatan dengan durasi penelitian selama 60 3000 rpm. Kadar TNF- diukur Pengukuran parameter indeks sandwich ELISA. Microplate reader berat badan dilakukan setiap hari. digunakan untuk mengukur densitas Pemeriksaan optik di panjang gelombang 450 nm. TNF- MDA dilakukan pada hari ke-60. Kriteria Uji Aktivitas Antioksidan bobot badan > 20%. (Linder, 2. Uji dilakukan dengan mengukur kadar Nilai normal TNF- dan MDA (MDA). MDA untuk tikus belum tersedia. Dalam peroksidasi lipid akibat terjadinya penelitian ini hasil pengukuran TNF- stress oksidatif (Midah dkk. , 2. MDA Untuk MDA dibandingkan secara statistik terhadap dalam darah dibutuhkan 100 l serum TNF- MDA dengan 0,5 ml TCA 20% dan 1 ml TBA Uji Aktivitas Antiinflamasi Tabung berisi campuran dipanaskan Uji dalam waterbath pada suhu 95-100AC dilakukan dengan mengukur kadar selama 10 menit hingga berubah Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF- ) dalam serum. TNF- kemudian didinginkan dalam bejana berisi air dingin. Larutan yang sudah 0,67%. Marita Kaniawati, dkk | 132 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dingin dimasukkan ke dalam tabung perbedaan antara kelompok uji. Bila Eppendorf dan dilakukan sentrifugasi data tidak berdistribusi normal atau selama 10 menit pada kecepatan 3000 varians data tidak homogen maka Absorbansi diukur pada panjang gelombang 532 analisis Kruskal Wallis untuk melihat nm (Kurniasari dkk. , 2. Untuk MDA memiliki perbedaan bermakna dan uji dalam hati dilakukan hal yang sama Mann Whitney untuk mengetahui seperti penentuan MDA dalam serum perbedaan antara kelompok uji. Organ hati dibuat menjadi homogenat terlebih dahulu. Cara HASIL DAN PEMBAHASAN pembuatan homogenat hati adalah Determinasi untuk identifikasi sebagai berikut: Organ hati ditimbang (Hibiscus sebanyak 500 mg dari masing-masing hewan uji kemudian digerus halus dan (Centella dimasukan ke dalam eppendorf lalu Laboratorium Taksonomi Tumbuhan ditambahkan 0,5 ml PBS pH 7,4%. Jurusan Biologi FMIPA UNPAD. Setelah itu disentrifugasi selama 15 dengan nomor sertifikasi determinasi menit pada kecepatan 3000 rpm. 60/HB/05/2024 dan 61/HB/05/2024. (Anggraini dkk. , 2. Hasil Pengukuran Bobot Badan Uji Statistika Pengukuran Dari data yang diperoleh, dilakukan setiap hari selama 60 hari. dilakukan analisis secara statistika Tujuan dari pengukuran bobot badan menggunakan aplikasi SPSS 26. ini adalah untuk mengetahui kenaikan Pada bobot badan tikus yang digunakan normalitas serta uji homogenitas, serta untuk menentukan apakah bobot apabila distribusi data normal dan tikus yang digunakan sudah termasuk varians data sama atau homogen . >0,. maka dilanjutkan ke analisis pengukuran bobot badan dapat dilihat One Way Anova. Post Hoc Test pada Tabel 1. Hasil Marita Kaniawati, dkk | 133 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Tabel 1. Rata-rata bobot badan tikus setelah perlakuan selama 60 hari . SD) kelompok tikus normal. Kondisi ini Kelompok Normal Induksi Kurkumin H60 195,00 A 3,56 211,00 A 21,49 227,00 A 3,27# 289,75 34,98* 158,25 6,99*# 187,25 12,58# 207,25 24,73# 181,50 19,60*# 183,33 15,63# 181,25 A 8,77 EDP 200 197,75 A 8,58 EBR 250 223,00 A 5,77 EBRDP 125:200 210,00 A 12,03 EBRDP 250:100 199,00 A 21,28 Peningkatan (%) 16,44 A 2,59# 37,38 A 9,28* -12,42 A 6,68*# -1,23 A 12,11# normal mengalami kenaikan berat badan sebesar 16,44 2,59%. Hal ini dapat disebabkan karena tikus dalam mempengaruhi penyerapan asupan gizi dan protein sehingga terjadi kondisi sehat (Ernest et al. , 2017. Khasanah et al. , 2. Bobot tikus kelompok induksi mengalami kenaikan sebesar 37,38 A 9,28% di hari ke-60. Pemberian meningkatkan berat badan secara setelah 60 hari perlakuan kelompok -7,08 A 9,12# -13,75 A 4,39*# makanan tinggi lemak dan tinggi Dari tabel 1 terlihat bahwa -5,16 A 6,85# Keterangan: (*) Berbeda bermakna terhadap kelompok normal (P<0,. , (#) Berbeda bermakna terhadap kelompok Induksi (P<0,. EDP: Ekstrak Daun Pegagan. EBR: Ekstrak Bunga Rosela. EBRDP: Ekstrak Bunga Rosela Daun Pegagan signifikan yang dapat mengakibatkan kondisi obesitas. Penelitian Nathasia pemberian makanan tinggi lemak tinggi karbohidrat bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan bobot badan (Nathasia Kondisi obesitas ini mengakibatkan terjadinya produksi ROS berlebih yang diikuti dengan terbentuknya kondisi stress oksidatif sehingga menurunkan kadar antioksidan dan meningkatkan kadar malondialdehid (Ismanto, 2019. Tun et al. , 2. Kadar Malondialdehid (MDA) Pengukuran MDA terlebih dahulu kurva standar MDA (TEP) Marita Kaniawati, dkk | 134 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 konsentrasi 30, 50, 70, 90 dan 110 (Priyanto dkk. , 2. Pada kondisi adalah y = 0,006x 0,0474 . 2 = normal di dalam tubuh terdapat 0,9. Tabel 2. Rata-rata kadar Malondialdehid (MDA) pada hari ke60 . mol/mL SD) jumlah radikal bebas dan antioksidan. Persamaan Kelompok Normal Induksi Kurkumin EDP 200 EBR 250 EBRDP 125:200 Serum Homogenat 10,76 A 5,89 19,87 A 13,84 12,54 A 5,18 8,68 A 4,58 10,46 A 10,77 20,69 A 10,42 13,30 A 5,17# 34,71 A 15,22* 22,68 A 7,55 (SOD) Kadar MDA pada kelompok induksi berbeda secara signifikan . <0,. kecuali dengan kelompok Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak 12,72 A 5,99# 14,50 A 9,92# 18,14 A 12,22# EBRDP 8,88 A 12,81 A 250:100 4,89 4,81# Keterangan : (*) Berbeda bermakna terhadap kelompok normal (P<0,. , (#) Berbeda bermakna terhadap kelompok Induksi (P<0,. EDP: Ekstrak Daun Pegagan. EBR: Ekstrak Bunga Rosela. EBRDP: Ekstrak Bunga Rosela Daun Pegagan Tabel 2 menunjukkan rata-rata bunga rosela daun pegagan efektif dalam mencegah terjadinya kondisi stress oksidatif dan menekan kenaikan kadar MDA pada tikus yang diinduksi makanan tinggi lemak dan tinggi Kadar MDA kelompok induksi dibandingkan pada sampel darah. Hal kadar MDA dari darah dan dari hati. metabolisme dan tempat terjadinya Dari tabel 2 dapat diketahui bahwa kelompok normal memiliki kadar menghasilkan produk MDA lebih MDA yang rendah. Proses peroksidasi banyak dibandingkan dengan darah lipid dalam tubuh dalam keadaan (Serang dkk. , 2. Hasil penelitian normal akan terbentuk secara perlahan dan dapat dihambat oleh antioksidan dalam tubuh diantaranya adalah enzim karbohidrat dapat menjadi katalase, glutation peroksidase dan penyebab terjadinya kondisi stress Marita Kaniawati, dkk | 135 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Penelitian juga menjelaskan bahwa pemberian ROS. ekstrak daun pegagan pada dosis 200 mg/kgBB dapat memberikan efek menunjukkan adanya kesamaan, di mana makanan tinggi lemak tinggi penyebab pembentukan ROS pada (Choi et al. , 2. Kadar MDA pada kelompok ekstrak bunga rosela 250 mg/kgBB sehingga menghasilkan MDA tinggi lebih rendah dibandingkan dengan (Kobi et al. , 2. kelompok induksi. Hal ini dapat Kelompok terjadi karena kandungan antosianin kurkumin memiliki kadar MDA lebih pada bunga rosela dapat berfungsi sebagai antioksidan sehingga mampu menurunkan kadar MDA. Hasil ini sesuai dengan penelitian lain yang mengurangi konsentrasi MDA dalam menjelaskan bahwa pemberian ekstrak Hal meningkatkan aktivitas antioksidan di mg/kgBB dapat menekan kadar MDA dalam tubuh (Alizadeh et al. , 2019, (Alyani dkk. , 2. Jakubczyk et al. , 2. Kadar MDA pada kelompok Kadar MDA pada kelompok uji kombinasi ekstrak bunga rosela ekstrak daun pegagan 200 mg/kgBB dan daun pegagan dosis 250:100 mg/kgBB lebih rendah dibandingkan kelompok induksi. Hal ini disebabkan oleh kombinasi senyawa antosianin kandungan asiatikosida pada ekstrak dan asiatikosida pada ekstrak bunga daun pegagan dapat menurunkan rosela dan daun pegagan mampu kadar MDA dan meningkatkan kadar antioksidan di dalam tubuh (Yahya sehingga kadar MDA dalam tubuh , 2. Penelitian sebelumnya menurun (Alyani dkk. , 2. Hal Marita Kaniawati, dkk | 136 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Kadar TNF- kelompok uji terbukti efektif dalam Tabel 3 menunjukkan kadar rata-rata TNF- setelah 60 hari peradangan yang berperan dalam produksi sitokin pro-inflamasi. Hasil memiliki nilai TNF- yang lebih besar ini menunjukkan potensi bunga rosela dan pegagan sebagai agen terapi untuk Kelompok normal . <0,. Hal ini bisa diartikan terjadinya kondisi inflamasi kronik tingkat rendah akibat obesitas yang kronis (Tuong et al. , 2. mengakibatkan aktivasi makrofag dan Penelitian Harsa menyatakan infiltrasi monosit darah yang akan bahwa kandungan asiatikosida pada (Susantiningsih et al. , 2. Tabel 3. Rata-rata kadar TNF- pada hari ke-60 . g/L SD) menurunkan kadar TNF- di dalam TNF- Kelompok TNF- Normal 170,4 A 90. Induksi 333,2 A 25,5* Kurkumin 129,1A 49,5# EDP 200 97,4 A 8,8# EBR 250 72,9 A 18,8*# EBRDP 125:200 65,6 A 10,3*# EBRDP 250:100 124,5 A 11,5# Keterangan: (*) Berbeda bermakna terhadap kelompok normal (P<0,. , (#) Berbeda bermakna terhadap kelompok Induksi (P<0,. EDP: Ekstrak Daun Pegagan. EBR: Ekstrak Bunga Rosela. EBRDP: Ekstrak Bunga Rosela Daun Pegagan Kelompok seluruh kelompok uji menunjukkan kadar TNF- yang lebih rendah . <0,. Hal (Harsa. Penelitian sebelumnya juga menyebutkan bahwa sebagai antiinflamasi dan pemberian 250 mg/kgBB ekstrak bunga rosela TNF- (Kusumastuti dkk. , 2014. Umeoguaju et al. , 2. Kelompok aktivitas antiinflamasi paling tinggi EBRDP 125:200 mg/kgBB, ditunjukkan dengan kadar TNF- dengan kelompok uji lainnya. membuktikan bahwa kurkumin dan Marita Kaniawati, dkk | 137 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 128-140 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 KESIMPULAN Level in Rat Liver. Jurnal Gizi dan Pangan, 16, 1, 57-62. Pemberian kombinasi ekstrak etanol bunga rosela dan daun pegagan memiliki pengaruh terhadap kadar MDA dan TNF-. Kombinasi ekstrak etanol bunga rosela dan daun pegagan dengan dosis 250:100 mg/kgBB dapat MDA tinggi, sedangkan kombinasi ekstrak etanol bunga rosela dan daun pegagan 125:200 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar TNF-. UCAPAN TERIMA KASIH Riset ini dapat terlaksana atas bantuan DRPM Universitas Bhakti Kencana 039/02. PPM/UBK/VII/2024. DAFTAR PUSTAKA