Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontemporer: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Zuhra Latifa1. Tatik Mariyatut Tasnimah 2 Muhammad Iwan Burhani3 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta1,2,3 21201012012@student. uin-suka. id1, tatik. tasnimah@uin. muhammadiwanburhani@gmail. Received: 08/02/2023 Accepted: 15/08/2023 Publish: 31/08/2023 Abstract: The development of literary criticism in the Arab world has gone through a long process, where some methods also changed and developed along with the development of literary works in the Arab world. Not much different from the world of Arabic literature which has been echoed since the jahiliyah era, since that time also literary criticism began to surface. In the realm of Arabic literary criticism, classical literary criticism is the root that exerts an influence on contemporary literary criticism. The popularity of Arabic poetry became a stimulus for the birth of criticism to the point of giving birth to several figures with their own styles of criticism. This article aims to provide a glimpse into the journey of literary criticism in the contemporary period, by presenting some of the figures who struggled and were directly involved in the develoment process of contemporary literary criticism. Keywords: Contemporary. Literary. Criticism. Arabic Abstrak: Perkembangan kritik sastra di dunia Arab dari segi kemunculannya mengalami proses yang panjang, beberapa metode pun ikut berubah dan berkembang seiring dengan berkembangnya karya sastra di dunia Arab. Tidak jauh berbeda sebagaimana dunia kesusastraan Arab yang sudah digemakan sejak zaman jahiliyah, sejak masa itu pula kritik sastra mulai muncul ke permukaan. Dalam ranah kritik sastra Arab, kritik sastra klasik merupakan akar yang menghadirkan pengaruh pada kritik sastra kontemporer. Popularitas puisi Arab menjadi stimulus lahirnya kritik hingga melahirkan beberapa tokoh dengan gaya kritiknya masing-masing. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan sekilas perjalanan kritik sastra pada periode kontemporer, dengan menghadirkan beberapa tokoh yang berjuang dan terlibat langsung dalam proses perkembangan kritik sastra kontemporer. Kata Kunci: Kontemporer. Sastra. Kritik. Arab Pendahuluan Sastra merupakan hasil pengalaman dari seorang sastrawan yang dituangkan dalam tulisan. Pengarang menghasilkan ide cemerlangnya berdasarkan perjalanan hidup yang diperolehnya dari realita kehidupannya dalam bermasyarakat. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa sastra bukanlah sesuatu yang terpisah dari masyarakat yang telah ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus melahirkan dan menikmatinya. Sastra mempunyai kedudukan, peran, dan kegunaan tertentu dalam masyarakat. Oleh karena itu, sastra senantiasa mengalami pergeseran dari waktu ke waktu dan munculnya perbedaan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. 1 Karya sastra diciptakan oleh sastrawan untuk dinikmati, dimanfaatkan dan difahami oleh masyarakat. sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium, dan bahasa itu sendiri merupakan suatu ciptaan sosial. Sastra adalah sebuah karya seni yang tidak hanya berupa lisan maupun tulisan, tetapi sastra mencakup seluruh aspek kehidupan yang bersumber dari pengalaman sastrawan secara individu maupun kelompoknya di dalam masyarakat atau sebuah Penilaian terhadap sebuah karya sastra tidak memiliki batasan yang pasti, apakan karya tersebut memiliki nilai seni atau tidak. Penilaian tehadap suatu karya sastra selalu disertai dengan menghadirkan intuisi atau rasa. Sastra di jazirah Arab dijadikan sebagai alat atau sarana dalam mengangkat harkat dan martabat suku. Sastra dijadikan senjata yang luar biasa oleh sebagian orang, hingga saat ini sastra masih saja digunakan sebagai sarana dalam mengekspresikan perasaan baik yang bersifat fositif maupun negatif. Berdasarkan periode perkembangan, sastra Arab melewati berbagai perubahan dengan inovasi baru yang membedakannya dengan periode sebelumnya. Fase modern khususnya, sastra Arab memiliki berbagai aliran sastra yang muncul silih berganti, baik untuk menyempurnakan aliran lainnya maupun karena adanya kritikan terhadap model sastra yang muncul sebelumnya. 4 Adapun peran kritik dalam kesusastraan bertujuan untuk mengungkap makna karya sastra secara maksimal dengan memberikan penilaian dari segi kekuatan dan kelemahannya, serta membangkitkan kesadaran juga menghidupkan ketajaman pikiran. Kritik sastra pada awalnya hanya dipahami sebagai upaya penghakiman terhadap suatu karya sastra. 1 Laily Wagadinata. Wildana. Fitriani. Sastra Arab Dan Lintas Budaya, 1st ed. (Malang: UIN Malang Press, 2. 2 Sapardi Djoko Damono. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1. , 1. 3 Betty Mauli Rosa Bustam. Sejarah Sastra Arab Dari Beragam Perspektif (Deepublish, 2. 4 Sitti Maryam. AuHistorisitas Aliran Neo-Klasik Dalam Kesusastraan Arab,Ay Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies 2, no. : 121Ae41. 5 Ambarini Asriningsari and Nazla Umaya. AuJendela Kritik SastraAy (UPGRIS PRESS, 2. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Perkembangan kritik di dunia Arab mengalami proses yang panjang dari segi kemunculan dan perubahan metodenya seiring dengan berkembangnya karya sastra di Arab. Sebagaimana dunia kesusastraan Arab yang sudah digemakan sejak zaman jahiliyyah, sejak masa itu pula kritik mulai muncul ke permukaan. Dalam konsep kritik sastra Arab, kritik sastra Arab klasik merupakan akar yang memberi pengaruh pada kritik kontemporer. Seperti konsep iAojaz dan balaghah yang menjadi komponen utama dalam proses penilaian karya sastra. Perkembangan kritik sastra Arab kontemporer muncul karena adanya interaksi terhadap budaya sastra saat ini, dengan maksud mempertahankan aset estetika. Popularitas puisi Arab menjadi stimulus lahirnya kritik hingga melahirkan beberapa tokoh dengan gaya kritiknya masing-masing. 7 Perkembangan kritik sastra Arab kontemporer cenderung sulit ditemui dalam literature yang berbahasa indonesia, oleh karena itu penulis bermaksud untuk berkontribusi dalam memperkaya literature yang membahas tentang kritik sastra khususnya pada masa kontemporer. Adapun pada tulisan ini penulis akan membahas gambaran umum perkembangan sastra beserta kritik sastra pada masa kontemporer dengan menghadirkan beberapa kritikus yang bergelut dalam karyanya pada masa kontemporer. Pembahasan An-naqd al-adaby atau kritik sastra merupakan pembahasan mengenai suatu karya seni sastra, yang akan dinilai sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Kritik sastra secara langsung membicarakan karya sastra dengan memfokuskan pada titik Oleh karena demikian, aspek pokok didalam kritik sastra adalah analisis, interpretasi . , serta evaluasi atau penilaian. Dalam konteks kajian sastra, kritik sastra didefinisikan dengan pertimbangan baik buruknya sebuah karya sastra dan pertimbangan apakah ia bernilai seni atau tidak. 6 Fitriani. AuKritik Sastra Arab: Kritik Al-Amidi Dan Relevansinya Dengan Kritik Sastra Kontemporer,Ay Nady Al-Adab: Jurnal Bahasa Arab 18, no. : 18Ae28. 7 Nia Hailiyati. AuThe Terms of Contemporary Arabic Literary Criticism: The Terms of Contemporary Arabic Literary Criticism,Ay Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealot. 6, no. : 31Ae40. 8 Mardjoko Idris. AuKritik Sastra Arab: Pengertian. Sejarah. Dan Aplikasinya,Ay Yogyakarta: Sukses Offset. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Faktor Kemakmuran Kritik Sastra Kontemporer Kekuasaan dan politik Barat membawa pengaruh yang sangat besar di tengah- tengah jazirah Arab yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Tidak hanya menguasai wilayah di negeri Arab, mereka juga mempengaruhi budaya Arab, khususnya dalam hal sastra. Berdasarkan historis, perkembangan sastra Arab klasik dari segi gaya bahasanya cenderung menampilkan karya sastra yang sarat dengan kaidah sajak dan badiAo, walaupun tema yang diangkat berupa kritik keagamaan dan kritik Namun pada abad ke-19 perkembangan sastra Arab dalam bentuk sajak dan badiAo ini mengalami kemunduran. Penyebabnya adalah karena keterbatasan perbendaharaan kata dalam bahasa serta wawasan yang dimiliki oleh sastrawan saat itu, dan faktor lainnya karena karya yang sudah ada dianggap terlalu kaku dari segi gaya bahasanya serta tidak mengikuti perubahan zaman. Para sastrawan mulai beralih pada pengembangan sastra kontemporer yang bebas dari sajak dan badiAo. Kebangkitan sastra pada periode ini tidak lepas dari kebangkitan sastra dan keilmuan yang berkembang di Eropa. Tahthawi menjadi salah satu tokoh utama dalam pemikiran dan perkembangan sastra di wilayah Arab, sehingga pada era setelahnya sastra Arab mengalami kebangkitan baru yang dikenal dengan al-Aoasr an-nahdhah alhaditsah. Mahasiswa Mesir yang sebelumnya diutus untuk menggali keilmuan di negara-negara Eropa, kini ditarik kembali ke Mesir untuk mengembangkan apa yang telah mereka dapat selama di Eropa. Sastra Arab kontemporer tidak jauh berbeda dengan sastra pada masa modern. Konteks kontemporer lebih mengarah pada pembahasan kesusastraan Arab yang masih berkembang saat ini, yang mana sastra pada saat ini tidak jauh berbeda dengan situasi kesusastraan sebelumnya yang bersifat bebas dan terbuka dengan segala kemungkinan. Sastra pada masa kontemporer juga pascakolonialisme dalam kesusastraannya, hingga hal ini juga berdampak pada sastrawan dalam karya-karya yang dihasilkannya. 9 M Muizuddin. AuPerkembangan Sastra Arab Kontemporer,Ay Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam 12, no. : 150Ae62. 10 Iftitah. Teori Kesusastraan Arab Sebuah Pengantar (Yogyakarta: Cantrik Pustaka, 2. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Meskipun dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya, beberapa tema lama dalam tradisi kesusastraan Arab tetap dipertahankan oleh sebagian sastrawan, seperti tema wasf . , fakhr . embanggakan dir. , dan madh . Adapun an-naqd mengalami perkembangan pada masa ini, kritikan melalui sastra sudah ditujukan untuk kesejahteraan umat dan juga berkaitan dengan kepemimpinan, dari yang sebelumnya cenderung menghadirkan kritikan terhadap kelompok-kelompok tertentu. Hal ini terjadi tidak lain karena adanya persentuhan dengan keilmuan yang dikembangkan oleh dunia Eropa. Dalam kritik sastra Arab kontemporer para kritikus mulai mempertimbangkan pada ketepatan kaidah, orisinalitas, ukuran maknanya, gaya bahasa, dan dengan menggunakan metode perbandingan. Walaupun pada masa klasik banyak kritik yang berupa perbandingan, namun di masa kontemporer disusun dengan lebih sistematis mulai dari bentuk, cara dan juga tujuannya. Sastrawan pada periode kontemporer dalam karya-karya yang dihasilkannya, tidak jarang dari mereka banyak yang mengusung kritikan-kritikan terhadap wacana kolonialisme baik dalam karyanya yang berupa cerpen, novel, drama, maupun puisi. Teori Kritik Sastra Kontemporer Kritik yang artinya memberi komentar dengan alasan tertentu atau penuh pertimbangan sesuai dengan pengamatan. Kritik sastra tidak hanya sekedar perenungan estetis tanpa pamrih, tetapi harus melibatkan diri dalam suatu tujuan tertentu. Kritik merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan mampu mempengaruhi penciptaan Adapun kritikus memiliki tanggung jawab terhadap sastra klasik maupun sastra Para kritikus memfokuskan perhatiannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan sastra pada masa kontemporer. Dalam bahasa Arab teori kritik dikenal dengan istilah nazhariyah an-naqdiyah yang mana dapat dipahami dengan upaya memberi komentar terhadap suatu karya dengan dilandasi teori-teori tertentu. Hal ini guna meningkatkan pembacaan yang lebih mendalam dan luas dan juga sebagai bentuk alternatif pemahaman yang lebih bervariatif bagi setiap pembacanya, tentu sesuai dengan sudut pandang yang ditawarkan oleh ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus 11 Adapun sebuah teori dalam tradisi keilmuan sastra selalu mengalami perkembangan mengikuti alur permasalahan yang muncul di tengah-tengah sastra. Sebagaimana pemaparan berikut. Pascastrukturalisme dan Pascamodernisme Pascastrukturalisme dalam bahasa Arab disebut dengan ma baAoda al-binyawiyyah, sebagai aliran kritik sastra kehadirannya membawa semangat pascamodernisme yang cenderung mengkritik situasi kemapanan yang di usung modernitas yang mengarah kepada strukturalis. Kaum pascamodernisme dan pascastrukturalisme ini sangat kritis terhadap strukturalisme dan marxisme, serta cenderung bersikap antagonistik pada semua teori yang bergerak melampaui apa yang tampak. Pada masa kontemporer, kritik sastra dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai teori yang telah dikembangkan oleh tokoh-tokoh pascastrukturalisme dan pascamodernisme, seperti teori sosiologi sastra, psikoanalisis, feminisme, dekonstruksi, dan semiotika. Pertama. Sosiologi Sastra. pada dasarnya sosiologi sastra merupakan gabungan antara ilmu yang berkaitan dengan sosial . dan sastra. Dalam sastra Arab, para kritikus cenderung menggunakan istilah sosiologi . s-susiyulujiyy. Wallek dan Warren membagi tiga jenis pendekatan yang berbeda dalam sosiologi sastra, yaitu sosiologi pengarang yang mempermasalahkan status sosial dan ideologi sosial, sosiologi sastra yang mepermasalahkan karya sastra itu sendiri, serta sosiologi sastra yang mempermasalahkan pembaca dan pengaruh sosial dari karya sastra. Sedangkan Ian Watt Sapardi mengemukankan tiga macam pendekatan yang berbeda dalam sosiologi sastra, yaitu konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, dan fungsi sosial 13 Tugas para kritikus berdasarkan teori ini adalah menghubungkan pengalaman tokoh yang digambarkan dalam karya dengan keadaan yang sebenarnya terjadi di dunia Wellek dan Warren menyebutkan bahwa masalah masyarakat dan sastra bersifat sempit dan eksternal. Pertanyaan yang muncul dalam teori ini biasanya mengenai hubungan sastra dan situasi sosial tertentu, sistem ekonomi, sosial dan politik. 11 Iftitah, 224. 12 Iftitah, hal. 13 Faruk. Pengantar Sosiologi Sastra (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Kedua. Psikoanalisis, dalam psikoanalisis ada tiga objek yang akan dibidik oleh kritikus sastra, yaitu. pertama, memahami unsur-unsur kejiwaan pengarang sebagai manusia dengan segala bentuk karakternya. kedua, memahami unsur-unsur kejiwaan tokoh fiksi yang terdapat dalam suatu karya sastra yang mana hal tersebut bisa saja merupakan representasi dari kehidupan nyata. ketiga, memahami unsur-unsur kejiwaan pembaca, baik dari aspek latar belakang maupun bagaimana penyampaiannya terhadap karya sastra. Teori psikoanalisis yang dipopulerkan oleh Sigmund Freud ini secara garis besar menyatakan bahwa ketidaksadaran pada individu mempunyai peran utama dalam diri seseorang. Freud menyebutkan bahwa teori ini digunakan untuk meneliti kepribadian seseorang terhadap proses psikis yang tidak dapat dijangkau oleh sesuatu yang bersifat ilmiah. Ketiga. Kritik Sastra Feminisme. Kritik sastra feminis didasarkan pada pemikiran feminisme yang memperjuangkan keadilan dalam memandang eksistensi perempuan, baik itu sebagai penulis ataupun tokoh-tokoh yang terdapat dalam karya sastra. Menurut Humm, munculnya kritik sastra feminis dikonstruksi oleh fiksi laki-laki. Kritik sastra feminis menawarkan kepada pembaca sebuah persepsi yang berbeda serta menumbuhkan kesadaran para peminat sastra mengenai adanya perbedaan antara lakilaki dan perempuan. Sedangkan tujuan dari kritik sastra feminis adalah untuk memperkenalkan gambaran positif perempuan baik itu dalam karya sastra maupun dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu juga untuk memicu kesadaran perempuan terhadap tekanan-tekanan yang mereka terima dalam kehidupannya. 15 Studi feminisme lebih bersifat interdisipliner, yang berkaitan dengan ilmu-ilmu lain seperti ilmu sosial, politik, ekonomi dan lainnya. Simone de Beauvoir merupakan salah satu tokoh yang banyak menuangkan pemikirannya tentang perempuan secara kritis dalam bukuya The Second Sex. Keempat. Semiotika, dapat diartikan sebagai ilmu yang membahas dan mempelajari tentang tanda-tanda, menguraikan sistem-sistem tanda dan juga berbagai 14 Ardiansyah Ardiansyah et al. AuKajian Psikoanalisis Sigmund Freud,Ay Jurnal Kependidikan 7, no. : 31. 15 Sugi Hastuti. Kritik Sastra Feminisme: Teori Dan Aplikasinya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. 16 Iftitah. Teori Kesusastraan Arab Sebuah Pengantar, 276. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus hukum-hukum yang mengaturnya. Melalui ilmu semiotika dapat diketahui beberapa unsur yang berhubungan dengan fenomena suara yang berupa kata, frasa, kalimat, unsur bentuk serta hasil dari penunjuk kode yang dinamakan unsur isi . Berbagai unsur tersebut terdapat dalam karya sastra yang mengarahkan pada keterhubungan antar unsur yang terdapat didalamnya untuk memperoleh makna. Seperti didalam puisi yang lebih mengarah pada bahasa, sedangkan didalam prosa cenderung menekankan pada unsur naratifnya secara keseluruhan. 17 Semiotik dirintis pada tahun 1906 oleh Ferdinan de Saussure yang merupakan seorang strukturalis asal Swiss. Ia disebut sebagai bapak semiotik karena merupakan tokoh utama peletak dasar semiotika modern. Dalam kajiannya. Saussure hanya membatasi diri pada bahasa . atural languag. Kelima, dekonstruksi. Jacques Derrida menggunakan istilah dekonstruksi untuk pertama kalinya di dalam bukunya yang berjudul De la gramatologi. Ia terpengaruh oleh pemikiran Martin Heidegger yang tertera dalam kitabnya yang berjudul Eksistensi dan Waktu. Dekonstruksi menurut Derrida bukan lah suatu lafaz yang mengandung makna negatif sebagaimana yang tertera dalam kamus Prancis yang bermakna melenyapkan atau menghancurkan, juga tertera dalam filsafat Friedrich Nietzsche. Akan tetapi menurut Jack Derida dalam bukunya, dekonstruksi memiliki pemaknaan positif yaitu membangun kembali dan menyusun kembali, memperbaiki suatu pemahaman, meruntuhkan pemikiran-pemikiran inti, dan memisahkan filsafat barat dari pemahaman inti seperti akal, kesadaran, struktur, aturan dan lain-lain. Maka, definisi dekonstruksi menurut Jack Derrida adalah kumpulan dari sebuah pemahaman yang dibangun di atas ontologi dan metafisika barat yang terpancar, tertolak, berubah. Kelompok Kritik Sastra Arab Kontemporer Kelompok Diwan Nama diwan merujuk pada sebuah buku dengan judul ad-diwan fi al-adab wa an- nuqad yang isinya membahas serangkaian kritik sastra yang dilakukan oleh Ibrahim alMazini. Abdurrahman Syukri dan Abbas Mahmud al-Aqqad. Tujuan dari buku ini 17 Iftitah, hal. 18 Ali Romdhoni. Semiotik Metodologi Penelitian (Literatur Nusantara, 2. , 14. 19 Djamil Hamdawi. Nadhariyat An-Naqd Al-Adabiy Wa Al-Balaghah Fii Marhalati Ma BaAoda AlHadatsah (Syabakah Alukah, n. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus adalah untuk menghancurkan gaya penulisan sastra neoklasik yang diusung oleh Ahmad Syauqi. Kelompok diwan lebih memunculkan sanggahan sebagai bentuk kritiknya terhadap neoklasik. Adapun bentuk kritikan yang ditujukan terhadap mazhab neoklasik diantaranya adalah. pertama, puisi-puisi hasil karya mazhab neoklasik dianggap tidak memiliki kesatuan yang utuh. Kedua, beberapa upaya yang dilakukan oleh penganut neoklasik membuat makna puisi menjadi kacau, karena cenderung berisi sesuatu yang tidak realistis, juga tidak dapat di terima oleh akal. Ketiga, puisi-puisi hasil karya aliran neoklasik dianggap hanya sebagai pengulangan dari apa yang telah dilakukan oleh sastrawan Arab terdahulu dengan cara mebolak-balikkan makna dan katanya. Keempat, penganut aliran neoklasik dinilai terlalu mementingkan eksistensi daripada subtansi karya yang dihasilkannya. Kelima, aliran neoklasik seringkali mendapat kritikan karena banyak mengumpulkan tauriyah, jinas, dan kinayah. Kelompok Apollo Nama Apollo diambil dari sebuah nama dewa puisi bangsa Yunani, nama tersebut bertujuan agar kelompok yang didirikan oleh Ahmad Zaki Abu Syadi pada tahun 1932 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para sastrawan. Beberapa tokoh yang bergabung dalam aliran ini diantaranya Khalil Mutran. Ali Mahmud Thaha. Ibrahim Naji. Abul al-Qasim as-Syabi, dan yang lainnya. Pada dasarnya kelompok Apollo bukanlah berupa aliran sastra yang jelas, melainkan hanya bergerak sebagai revolusioner untuk dapat mewujudkan kebebasan berpuisi hingga mencapai suatu Aliran ini juga menolak neoklasik yang cenderung berpegang teguh dengan tradisi puisi lama. Prinsip dasar dari aliran ini adalah melepaskan diri dari taqlid pada suatu karya. Menurut mereka sikap taqlid tidak boleh dilakukan dengan dengan alasan tradisi puisi lama harus dipilih atau diseleksi bagian yang baik sebagai pertimbangan untuk menghasilkan karya sendiri, sehingga karya yang dihasilkan nanti tetap terjaga Kelompok AoUsbah al-AoAsyirah Iftitah. Teori Kesusastraan Arab Sebuah Pengantar, 145. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Kelompok Aousbah al-Aoasyirah dipelopori oleh sepuluh sastrawan yang memiliki persamaan persepsi dalam kesusastraan dan bentuk kritiknya terhadap para sastrawan yang lain. Pendiri aliran ini yang terkenal, diantaranya adalah Miysyal Abi Syahla. Kahlil Taqiyuddin. Fuad Hubaisy, dan Ilyas Abu Syabakah. Kelompok ini cenderung menyerang para sastrawan-sastrawan tua, khususnya di Lebanon dan sekitarnya, dengan mengusung sebuah stereotipe bahwa mereka tidak pantas mendapat gelar sastrawan, karena mereka penganut tradisi klasik hanya menjiplak karya para penyair sebelumnya yang telah meninggal. Abu Syabakah mengemukakan prinsipnya bahwa dalam menulis karya sastra sebaikanya tidak mengikuti tradisi lama, melainkan dengan mengikuti kata hatinya dan sesuai dengan apa yang dialami oleh penulis sendiri. Suasana hati harus dijadikan acuan utama supaya tidak terjebak pada kekakuan dalam menghasilkan suatu karya. Mazhab al-Awail Mazhab al-Awail yang berarti puisi naluri, yaitu puisi yang mengungkapkan keadaan penuturnya dan memengaruhi jiwa. Penganut mazhab al-Awail adalah modernis seperti yang lain, tetapi mereka adalah modernis yang takut akan petualangan dan mencari kemudahan, dan karena itu mereka mencela istilah-istilah yang aneh, sebagaimana mereka mencela yang keras dalam arti. Dalam hal ini puisi juga tidak boleh menyimpang dari apa yang diketahui orang. Kritikus Terkemuka dan Prinsip Kritiknya Ibrahim Abdul Qadir al-Mazini Ibrahim Abdul Qadir al-Mazini dilahirkan di Kairo pada 6 Agustus 1890, di Al-Mazini berkebangsaan Mesir yang dikenal sebagai seorang penulis, penyair dan penerjemah yang terkemuka, ia juga merupakan pelopor kebangkitan kesusastraan Arab di awal abad ke-20. Tidak hanya itu, al-Mazini termasuk salah seorang pelopor pergerakan pembaharuan sastra pada masa itu. Iftitah, 155. 22 Syukri Muhammad AoIyad. A-Mazahib Al-Adabiyah Wa an-Naqdiyyah Aoinda Al-Arab Wa Al-Gharbiyyin (Kuwait: AoIlmu al-MaAorifah, 1. Hal. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Pendapat al-Mazini tentang tujuan syair tertuang dalam kitabnya yg diterbitkan pada tahun 1915 dengan judul Asy-Syi'ru Goyatuhu Wa Wasailuhu, dimana didalamnya menggabungkan antara Romansiya Al-Madmun dan Romziyah ta'bir, yang isinya tentang pandangan yang digaungkan oleh sekelompok pembaharu dengan menggunakan Kelompok tersebut mengatakan bahwa syair bukanlah suatu gambaran semata, namun aspek syair terletak pada intuisi atau rasa. Bahasa yang terdapat dalam syair dipersempit oleh seorang penyair. Bahasa yang dipakai lebih banyak menggunakan simbol-simbol yang belum dapat dipastikan makna sebenarnya. Adapun inti utama yang tertuang dalam kitab itu adalah meyakini terhadap hal yang bersifat fisik dan simbol, bahkan al-Mazini mendefinisikan Syair sebagai sebuah ide gagasan yang tidak selalu menggerakkan dada sehingga menemukan jalan keluar lalu kemudian menjadi saluran Makna dari definisi tersebut mengarah kepada bahwasanya Syair bukanlah sebuah tindakan administratif yang tema-temanya disesuaikan dengan sejarah dan kehidupan manusia modern, akan tetapi Syair itu adalah ketika kita menggerakkan segenap perasaan yang ada dalam dada kita yang kemudian dijadikan sebagai jalan keluar lalu mengalir dengan sendirinya menjadi sebuah instrumen lagu pribadi. Al-Mazini merupakan seorang kritikus sastra Arab modern yang terkenal. Sebagai kritikus sastra, al-Mazini banyak menyampaikan kritikan-krtikan melalui tulisan essai. Ia mengembangkan kritik sastra melalui kelompok diwan. Al-Mazini mencoba melepaskan diri dari gaya puisi Arab lama supaya tidak dianggap menjiplak. Diantara kritikan al-Mazini adalah ia mengkritik definisi puisi yang berbunyi Ausesungguhnya puisi adalah perkataan yang tersusun dan beriramaAy. Menurutnya kaidah tersebut tidak bermanfaat, karena melihat puisi hanya dari satu sisi saja dan tidak memperhatikan pada sisi yang lain. Menurut al-Mazini puisi adalah Aukaca di lintasan-lintasan yang abadi dan benarAy. 23 Muhammad Mandzur. An-Naqd Wa an-Nuqad Al-MuAoashirun (Mesir: Dar Nahdhah Mishr, 1. Hal. 24 Bahrudin Achmad. Sastrawan Arab Modern Dalam Lintasan Sejarah Kesusastraan Arab (Jawa Barat: Guepedia, 2. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Khalil Mutran Khalil Mutran dilahirkan di BaAolabak. Lebanon pada tahun 1872. Mutran merupakan seorang anak dari ayah yang beragama Kristen Katolik dan dari ibu yang berkebangsaan Palestina. Kedua orangtua, khususnya sosok ibu yang juga merupakan seorang penyair sangat berpengaruh baginya dalam pembentukan diri menjadi sastrawan ulung. Dia belajar menulis dan dasar-dasar aritmatika di suatu sekolah dasar di Zahle, lalu melanjutkan pendidikannya di sekolah Patriarki Katolik Roma di Beirut. Sampai usianya tujuh belas tahun disekolah tersebut. Mutran mempelajari bahasa Arab di tangan seorang penulis pada masa itu, di tangan penulis tersebutlah ia memperoleh budaya Arab yang sangat baik. Bakat Mutran yang menarik perhatian adalah ketika ia mengarang puisi untuk melawan pemerintah. Dari puisi tersebut ia terkenal sebagai sosok revolusioner yang berjuang melawan ketidakadilan dan tirani. Karya-karya Mutran memiliki pengaruh langsung dari puisi romantik Prancis. Melalui karya-karyanya. Nayrun, menghancurkan pola qasidah lalu digantinya dengan pola perpusisian yang lebih bebas. Dalam karya yang dihasilkannya. Mutran cenderung menggambarkan visi pribadinya yang bersifat individualistik, ekspresif, dan introspektif, karena bagi Mutran puisi adalah seni yang berhubungan dengan kesadaran. Khalil Mutran juga merupakan sosok yang kritis terhadap situasi sosial yang ada disekitarnya, melalui makna dalam puisinya ia seringkali menyerang depotisme, pembedaan kelas, ketidakadilan sosial, dan juga perjuangan menuju arah kebebasan berpendapat dan berpikir. Adonis Ali Ahmad SaAoid Asbar lahir pada Januari 1930 di Qassabian, daerah penggunungan kecil di Syiria Barat. Ia lebih dikenal dengan sebutan Adunis atau Adonis, nama tersebut dipakainya saat usia 17 tahun ketika ia belajar Al-QurAoan dan sastra Arab. Adonis merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ia tidak mengenyam pendidikan formal sampai umurnya 12 tahun, tetapi belajar membaca dan 25 Yusuf Haikal. AuAl-Khallayn Dalam Romantisme Sastra Arab,Ay Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies 4, no. : 50Ae68. 26 Taufiq A Dardiri. AuPerkembangan Puisi Arab Modern,Ay AdabiyyAt: Jurnal Bahasa Dan Sastra 10, no. : 283Ae308. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus menulis pada seorang guru desa dan mendapatkan pendidikan Islam tradisional dari ayahnya yang merupakan seorang petani dan imam masjid. Pada tahun 1973. Adonis menyelesaikan pendidikan di bidang hukum dan filsafat Universitas Damaskus dan memperoleh gelar PhD dalam sastra Arab di Universitas St Joseph. Beirut. Adonis adalah seorang penyair yang karya-karyanya bervisi radikal ketika mengungkap sejarah dan kebudayaan Arab. Harapannya untuk memberikan perubahan dan moderenitas dalam pemikiran Islam. Pemikiran Adonis menimbulkan kontroversi yang mengakibatkan sebagian negara Timur Tengah menolak kehadirannya. Disamping itu. Adonis adalah seorang kritikus Arab-Islam yang mengkaji secara holistik tentang Arab-Islam. Dalam pendekatannya. Adonis lebih mengutamakan sastra sebagai media identifikasi kebudayaan, ia mampu menghadirkan unsur pokok perubahan yang ada dalam dunia Arab-Islam. Adonis yang dikenal sebagai intelektual muslim yang membangun jembatanjembatan pemikiran mengemukakan bahwa, puisi Arab telah dipenjara oleh pendekatan fungsional ke dalam kerangka yang sangat kaku, sehingga puisi-puisi tersebut menjadi berbeda dengan puisi lain. Menurut Adonis, bentuk puisi yang baik adalah puisi klasik yang masih dengan irama dan mengikuti wazan. Adonis juga berpendapat bahwa ketidakjelasan yang terdapat di dalam puisi bukanlah merupakan kekurangan. Ketidakjelasan merupakan suatu bukti kekayaan, sebagaimana diungkapkan oleh para kritikus lainnya bahwa puisi yang paling membanggakan adalah puisi yang tidak Kritik puisi berkisar di seputar prinsip-prinsip mendengarkan dan hubungan antara puisi dan pendengarnya. Bakat puisi seorang penyair dinilai dari kemampuannya menciptakan kesan di dalam jiwa pendengarnya. Nilai sebuah puisi tidak terletak pada apa yang menjadi penegasan penyairnya, tetapi terletak pada cara penyair menegaskannya atau efek yang ditimbulkan kepada pendengarnya. 27 Abu Rokhmad and Nazar Nurdin. AuKonsep Al-Tsabit Dan Al-Mutahawwil Serta Implikasinya Dalam Hukum Islam: Telaah Pemikiran Ali Ahmad Said Asbar,Ay SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary 6, no. : 139Ae50. 28 Nanang Abdillah. AuAl-Tsabit Wa Al-Mutahawwil. Adonis Dan Kritik Terhadap Kejumudan Budaya Arab Islam,Ay Fikroh: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam 4, no. : 115Ae24. 29 Moh Kanif Anwari. AuPandangan Adonis Terhadap Puisi Dan Modernitas,Ay AdabiyyAt: Jurnal Bahasa Dan Sastra 11, no. : 197Ae216. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Konsep al-tsabit yang ditawarkan Adonis didefinisikannya sebagai pemikiran yang berdasar pada teks, dan sifat al-tsabit ini diterapkan baik dalam memahami maupun mengevluasi. Adonis mengemukakan pemaknaan bersifat dari teks karena umat Islam meyakini bahasa Arab sebagai bahasa satu-satunya dalam memahami kitab suci. Oleh karenanya tidak akan diterima pemaknaan lain yang bersumber dari selain bahasa Arab, dengan kata lain apabila ingin memahami kandungan syariah maka seseorang harus memiliki kemampuan berbahasa Arab yang baik. Adapun konsep al-mutahawwil yang dikemukakan Adonis, didefinisikan menjadi dua pengertian, diantaranya adalah. pertama, sebagai pemikiran yang didasari pada teks namun harus melalui interpretasi yang mendalam sehingga teks tersebut dapat beradaptasi dengan realitas dan perubahan. Yang kedua adalah sebagai pemikiran yang bersumber dari akal dan tidak termasuk dalam teks, karena disini teks sama sekali tidak mengandung otoritas. Pemikiran yang berubah ini merupakan bentuk dari refleksi kebudayaan. Kesimpulan An-naqd pada masa kontemporer mengalami perkembangan, dimana kritikan melalui sastra sudah ditujukan untuk kesejahteraan umat dan juga berkaitan dengan kepemimpinan, dari yang sebelumnya cenderung menghadirkan kritikan terhadap kelompok-kelompok tertentu. Hal ini terjadi tidak lain karena adanya persentuhan dengan keilmuan yang dikembangkan oleh dunia Eropa. Dalam kritik sastra Arab kontemporer para kritikus mulai mempertimbangkan pada ketepatan kaidah, orisinalitas, ukuran maknanya, gaya bahasa, dan dengan menggunakan metode perbandingan. Kritik sastra pada masa kontemporer sudah mulai tersusun dengan lebih sistematis, mulai dari bentuk, cara dan juga tujuannya. Teori kritik sastra yang muncul pada masa kontemporer meliputi beberapa teori yang telah di kembangkan oleh tokoh-tokoh pascastrukturalisme dan pascamodernisme, seperti teori sosiologi sastra, psikoanalisis, feminisme, semiotika dan dekonstruksi. Sedangkan madaris yang bergelut dalam kritik sastra kontemporer diantaranya adalah, kelompok Diwan, kelompok Apollo, kelompok AoUsbah al-AoAsyirah, dan mazhab al- 30 Rokhmad and Nurdin. AuKonsep Al-Tsabit Dan Al-Mutahawwil Serta Implikasinya Dalam Hukum Islam: Telaah Pemikiran Ali Ahmad Said Asbar. Ay ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus Awail. Adapun mengenai tokoh kritikus yang dipaparkan penulis dalam tulisan ini adalah Ibrahim Abdul Qadir al-Mazini. Khalil Mutran, dan Adonis. ADABIYA. Volume 25. No 2. Agustus, 2023. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Zuhra Latifa. Tatik Mariyatut Tasnimah. Muhammad Iwan Burhani: Perkembangan Kritik Sastra Arab pada Masa Kontempoter: Faktor Kemakmuran. Metode Kritik dan Kritikus DAFTAR PUSTAKA