PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN INOVASI DI SMP BINA UTAMA DI DESA CIMACAN,CIPANAS. KABUPATEN CIANJUR Desi Amaliah1*). Ratih Siti Aminah2. Firdanianty31,2,3 Universitas Pakuan. Bogor. Indonesia *) Surel korespondensi: desiamalaiah@unpak. Kronologi Naskah: diterima 27 Oktober 2023. direvisi 19 November 2023. diputuskan 13 Desember 2023 Abstract The need for innovation in education is one of the important things that needs to be applied to every lesson in school. The development of technology and communication drags every individual to keep up with the times. Digital literacy in education requires special attention for rural schools. Not all schools have technological facilities that can support the use of digital media in learning. The active role of teachers and students in utilizing digital literacy to improve creative and innovative teaching and learning activities. Bina Utama Junior High School is one of the schools located in the Cianjur district. The main problem faced by Bina Utama Junior High School in this digital era is the lack of communication and information technology facilities available, as well as teachers' lack of understanding of online learning applications. In addition, students are only partially utilizing digital literacy as a learning medium. These factors cause the teaching and learning process to feel boring and lack innovation. And the school promotion process is limited because not all resources know how to create social media content. Seeing conditions like this is a challenge for Bina Utama Junior High School managers and teachers. This communication and information technology has positive and negative effects for its users. The use of technology and information is expected to be able to overcome the obstacles of teachers and students in the teaching and learning process so that innovation continues to emerge. With the training of online learning applications for teachers and students, it is expected to increase updated literacy so that education in rural areas can also compete with schools in urban areas. In addition, the utilization of school social media should be actively used as a school promotion. Keywords: Community. Literation, social media. Abstrak Kebutuhan inovasi dalam pendidikan menjadi salah satu hal penting yang perlu diterapakan pada setiap pembelajaran di sekolah. Perkembangan teknologi dan komunikasi menyeret setiap individu untuk mengikuti arus perkembangan zaman. Literasi digital dalam dunia pendidikan memerlukan perhatian khusus bagi sekolah- sekolah di pedesaan. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas teknologi yang mampu menunjang penggunaan media digital dalam pembelajaran. Peran aktif guru dan murid dalam memanfaatkan literasi digial guna meningkatkan aktivitas belajar mengajar yang kreatif dan inovatif. SMP Bina Utama merupakan salah sekolah yang berlokasi di wilayah kabupaten Cianjur. Permasalahan utama yang dihadapi oleh SMP Bina Utama pada era digital ini adalah kurangnya fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang tersedia, juga para guru kuang memahami aplikasi belajar online. Selain itu, para siswa dan siswi hanya sebagian saja yang memanfaatkan literasi digital sebagai media pembelajaran. Faktor- faktor ini menyebabkan proses belajar mengajar terasa membosankan dan kurang inovasi. Serta proses promosi sekolah menjadi terbatas karena tidak semua sumber daya mengetahui cara pembuatan konten media sosial. Melihat kondisi seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola dan guru SMP Bina Utama. Teknologi komunikasi dan infromasi ini memberikan efek positif dan negative bagi penggunanya. Penggunaan teknologi dan informasi ini diharapkan mampu mengatasi kendala para guru dan murid dalam proses belajar mengajar sehingga inovasi terus bermunculan. Dengan adanya pelatihan aplikasi belajar online bagi guru dan murid diharapkan dapat meningkatkan literasi yang ter-update sehingga pendidikan yang berada di pedesaan juga dapat bersaing dengan sekolah di perkotaan. Selain itu, pemanfaatan media sosial sekolah harus sudah mulai aktif digunakan sebagai promosi Kata Kunci: komunitas. Literasi. media sosial. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Di Indonesia sendiri media digital memainkan peranan yang penting dalam aspek kehidupan sehari- hari, dimulai dari layanan publik, pendidikan dan pengajaran hingga sosial ekonomi. Dunia internet seakan menimbulkan addiction bagi para penggunanya. Pola konsumsi internet remaja Indonesia meningkat seiring perkembangan teknologi. Menurut data penetrasi internet yang dilakukan APJII (Asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesi. menyatakan bahwa di tahun 2023 sudah sekitar 215 jiwa yang menggunakan internet. Berbagai penelitian menunjukkan meningkatnya konsumsi internet terjadi pada masa dan pasca Covid-19 termasuk remaja siswa- siswi yang berada di daerah. Kabupaten Cianjur dikenal sebagai kabupaten yang memiliki potensi maju tak kalah dengan kota disekitarnya, yakni Sukabumi dan Bogor. Teknologi informasi semakin berkembang seiring dengan adanya melek media bagi warganya terutama remaja dan anak sekolah. Fokus era digital tidak hanya pada kesempatan belajar, internet dan sumber daya online, tetapi juga pada kemauan guru untuk mahir dalam literasi digital, yang merupakan hal terpenting saat berhadapan dengan pengajaran digital (Anggraeni dkk, 2. Dengan memanfaatkan literasi digital, dinilai dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para pelajar termasuk pendidik. Seorang literat digital mampu memproses dan memahami informasi, juga berkomunikasi efektif untuk berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif, menciptakan dan bekerja sesuai dengan aturan etika, sehingga terlahirlah tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif (Damayanti, 2. SMP Bina Utama merupakan salah satu SMP swasta terakreditasi unggulan A yang berada di Kawasan Desa Cimacan dengan jumlah siswa dan siswi sekitar 450 orang. SMP Bina Utama memiliki banyak prestasi diantaranya yaitu juara 3 Utama lomba The Creation 2. 0 tingkat SMP/MTS sederajat seJawa Barat yang dilaksanakan oleh MAN 2 Cianjur. Market day SMP Bina Utama dan Permasalahan utama yang dihadapi adalah fasilitas teknologi pembelajaran yang kurang memadai seperti jaringan internet dan komputer, serta pemahaman aplikasi digital belajar mengajar masih kurang di lingkungan SMP Bina Utama yang harus bersaing dengan SMP Negeri disekitar wilayah Kecamatan Cipanas. Dilihat dari aktivitasnya, tahun ini SMP Bina Utama mulai memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari media komunikasi, penunjang kegiatan, kreativitas, pengetahuan juga sebagai sarana iklan dan promosi sekolah. Namun, disayangkan karena hanya sedikit sumber daya yang bisa Pemanfaatan media digital ini pula memberikan asumsi bahwa SMP Bina Utama terus berkeinginan untuk berinovasi apalagi sebagian siswa dan siswinya aktif dalam menggunakan internet. Peluang ini perlu ditingkatkan guna mempersiapkan para siswa dan guru untuk lebih aktif berkreasi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu sekolah baik dari kualitas pendidik, ekstrakulikuler, juga kreativitas siswa. Oleh karenanya, usulan kegiatan workshop yang dilakukan oleh dosen universitas Pakuan ini sangat terkait dengan upaya pencapaian IKU ditetapkan dalam Kepmendikbud No. 754/P/2020, yakni berkenaan dengan kegiatan tridarma perguruan tinggi (IKU . dan hasil kinerja ini dapat digunakan oleh masyarakat luas(IKU . khususnya SMP Bina Utama. SOLUSI DAN TARGET LUARAN Sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa- siswi dan para guru di SMP Bina Utama yang berlokasi di Jl. Kebun Raya Cibodas No. 118 Kp. Rarahan RT 003/003 Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur- Jawa Barat. SMP Bina Utama didirikan pada 13 Juli 1983 yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Bani Ibrahim Al-Islamiyyah. Pada 2 Desember 2021 SMP Bina Utama mendapatkan akreditasi unggul A. Permasalahan yang diidentifikasi bahwa SMP Bina Utama adalah kurangnya fasilitas teknologi pembelajaran dan pengembangan inovasi belajar mengajar antara guru dan siswa. Pemanfaatan teknologi internet sudah banyak digunakan semua orang baik dalam lingkup pendidikan atau non pendidikan. Kemajuan teknologi juga sudah menjadi salah satu alat literasi bagi siswa siswi baik di kota maupun daerah, termasuk pelosok pedesaan. Penggunaan internet tidak hanya dimanfaatkan sebagai literasi digital saja, namun juga harus dimanfaatkan dengan bijak penggunaannya agar ide yang dimilki bisa menjadi inovasi pembaharu. Terdapat banyak aplikasi belajar online tidak berbayar yang bisa digunakan siswa dan siswi serta guru dalam proses pembelajaran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk menyelesaikan permasalahanan yang dialami oleh warga SMP Bina Utama. Optimalisasi Penggunaan Media sosial dan website belajar mengajar untuk Inovasi pembelajaran Peningkatan Teknik kamera dan Video kegiatan Ekstrakulikuler Organisasi sekolah Teknik menulis kreatif Pelatihan Company Profile SMP Bina Utama Unit Ekstrakulikuler Media Digital SMP Bina Utama Gambar 1 Roadmap Kegiatan PKM METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Agar dapat memberikan solusi terhadap masalah yang sudah diidentifikasi dan tersebut di atas dan agar pendampingan dapat berjalan dengan lancar maka sebagai kegiatan penyuluhan kali ini akan menggunakan beberapa pendekatan atau metode. Adapun metode yang digunakan adalah: Workshop. Metode ini dipilih untuk menyampaikan konsep- konsep penting untuk dimengerti dan dikuasi oleh guru dan siswa-siswi SMP Bina Utama. Penggunaan metode ini dengan pertimbangan bahwa metode ceramah bisa dikombinasikan dengan gambar- gambar, animasi dan display dapat menciptakan suasana diskusi yang komunikatif, cepat dan mudah. Materi yang diberikan meliputi: Penggunaan dan pemanfaatan website/aplikasi belajar online tidak berbayar sebagai sarana belajar mengajar di SMP Bina Utama. Latihan. Metode ini digunakan untuk memberikan tugas kepada para murid dan guru untuk mempraktikan penggunaan aplikasi belajar. Untuk murid akan tim sediakan games cerdas menggunakan aplikasi sebagai warming up sebelum guru memberikan kuis atau soal ujian. Selanjutnya guru akan mempraktikan aplikasi tersebut untuk murid yang mengikuti pelatihan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam 3 kali pertemuan yang terbagi dalam 2 tim. Satu tim akan memberikan materi kepada murid dan satu tim lainnya akan memberikan materi kepada guru yang berdurasi masing- masing 60 menit. Pertemuan pertama akan menjelaskan mengenai perkembangan teknologi informasi dan optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah. Pertemuan kedua akan berisi sesi mengenai bagaimana penggunaan aplikasi belajar pada media digital dan penggunaan media sosial dalam mengembangkan potensi sekolah. Pertemuan ketiga atau pertemuan terakhir adalah praktik bagaimana siswa-siswi mengerjakan kuis melalui telepon selular atau komputer dan guru membuat konten belajar/kuis menggunakan aplikasi belajar online tidak berbayar. Setelah itu tim akan mempersilahkan guru mempraktikan bersama siswa. Selanjutnya proses ini akan di dokumentasikan oleh pihak sekolah untuk disebarluaskan pada laman media sosial. Skema Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMP Bina Utama Materi Pengabdian Target Pertemuan 1 . hari 1 kali pertemuan 60 meni. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan optimalisasi penggunaan teknologi informasi di Mampu memahami pentingnya teknologi komunikasi dan informasi untuk sekolah. Pertemuan 2 . hari 1 kali pertemuan 60 meni. Penggunaan aplikasi belajar pada media digital dan penggunaan media sosial dalam mengembangkan potensi sekolah Mengetahui pemanfaatan aplikasi media digital dan pengaplikasian media sosial. Pertemuan 3 . hari 1 kali pertemuan 60 meni. Praktik pembuatan konten belajar pada aplikasi tidak berbayar dan pembuatan konten media sosial sebagai Mampu mempraktikan pembuatan konten belajar/kuis di aplikasi tidak berbayar dan pembuatan media belajar dan promosi. konten belajar dan promosi di media sosial. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa- siswi dan guru di SMP Bina Utama Desa Cimacan. Kecamatan Cipanas. Kabupaten Cianjur khususnya para anggota ekstrakulikuler Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan akan membawa dampak yang terlihat secara signifikan, karena proses praktik pembuatan konten belajar dan publikasi media sosial ini akan meningkatkan inovasi baru bagi guru dan siswa-siswi dalam proses belajar mengajar serta SMP Bina Utama lebih siap dalam publikasi media sosial. Kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin dan terus- menerus sehingga capaian akan terlihat dengan Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi dan pengontrolan setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Bentuk penilainnya tercantum dalam format berikut: Instumen Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Variabel Pengetahuan (Kogniti. Indikator Pemahaman mengenai aplikasi komunikasi dan informasi Pemahaman mengenai penggunaan aplikasi teknologi komunikasi dan informasi dalam membuat konten belajar mengajar Pemahaman mengenai penggunaan sosial untuk promosi sekolah Perasaan (Afeks. Sikap guru terhadap penggunaan aplikasi online Sikap siswa-siswi terhadap penggunaan aplikasi Keterampilan (Konas. Keterampilan guru aplikasi belajar online Kemampuan siswa-siswa dalam menggunakan aplikasi belajar online Khalayak Perguruan Tinggi Program studi Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) merupakan salah satu program studi yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Universitas Pakuan, sekitar 2913 mahasiswa tersebar dalam empat konsentrasi kajian, yakni Televisi. Radio dan Media Baru. Hubungan masyarakat. Komunikasi Pemasaran Digital, dan Jurnalistik. Dalam praktiknya. FISIB Universitas Pakuan berusaha untuk menyeimbangkan kegiatan Tridharma perguruan tinggi seperti pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pada pengembangan pengabdian kepada masyarakat. Prodi Ilmu Komunikasi FISIB didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) mendorong seluruh staf dosen di lingkungan Universitas Pakuan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyakarat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan FISIB yang diwakili tim dosen pada khususnya, misalnya telah menggelar kegiatan workshop di SDN Cimanggu 03 Cibungbulang Kp. Cimanggu Rt 003 Rw 01 Kabupaten Bogor. Pada kegiatan ini, esensinya adalah memberikan pencerahan bagi para guru dan murid bahwa pemanfaatan literasi digital perlu dilakukan secara bijak sehingga siswa bisa diarahkan ke hal positif dalam menggunakan internet. Dunia digitalisasi saat ini, teknologi dan media informasi mampu memberikan literasi apapun sesuai dengan kebutuhan masyarakat termasuk di dalamnya potensi dan ide yang siap digunakan oleh para pengajar maupun siswa dalam merealisasikan inovasinya. Oleh sebab itu, kecakapan para guru dan murid dalam menggunakan teknologi informasi ini sangatlah penting untuk promosi sekolah maupun belajar mengajar yang inovatif dan variative sehingga SMP Bina Utama tak hanya unggul dalam ekstrakulikuler, namun juga prestasi akademik juga meningkat. Untuk itu kompetensi narasumber sangat relevan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Narasumber terdiri dari dua orang. Narasumber pertama Muhammad Reza adalah dosen di bidang komunikasi yang memiliki spesifikasi psikologi dan pemasaran sosial untuk pengembangan di bidang promosi media sosial dan community based tourism. Narasumber kedua adalah Desi Amaliah adalah dosen di bidang komunikasi jurnalistik yang memiliki spesifikasi dalam komunikasi massa dan kajian media. Kepakarannya dalam proses informasi media digital sangat dibutuhkan untuk memberikan gambaran dan pengetahuan penulisan media digital. Narasumber ketiga. Ratih Siti Aminah adalah dosen di bidang komunikasi yang memiliki spesifikasi dalam komunikasi pembangunan dan jurnalistik. Pengalamannya dalam dunia komunikasi sudah banyak menghasilkan karya baik penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Narasumber ke empat. Firdanianty merupakan dosen komunikasi jurnalistik dan komunikasi keluarga. Kepakaran dalam bidang pembentukan karakter sanngat dibutuhkan dalam pengabdian ini. Kepakaran Tim Pengusul Dalam Kegiatan PKM Tim Pengusul Muhammad Reza Tugas Menjelaskan secara umum apa itu teknologi informasi dan komunikasi kepada guru SMP Bina Utama Menjelaskan promosi sosial media Desi Amaliah Menjelaskan secara umum apa itu teknologi informasi dan komunikasi kepada siswa-siswi SMP Bina Utama Menjelaskan Tata cara penggunaan aplikasi belajar online yang diselaraskan dengan guru Ratih Siti Aminah Menjelaskan penggunaan aplikasi belajar online yang bisa digunakan oleh guru SMP Bina Utama Menjelaskan Tata cara penggunaan aplikasi belajar online yang diselaraskan dengan guru Firdanianty Menjelaskan Cara bijak penggunaan literasi digital Khalayak Sasaran. Khalayak sasaran kegiatan Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Menumbuhkan Kesadaran Inovasi Belajar SMP Bina Utama Desa Cimacan. Cipanas. Kabupaten Cianjur ini adalah para guru dan siswa-siswi SMP Bina Utama. Kegiatan workshop ini akan diadakah di Aula SMP Bina Utama Kp. Rarahan RT 003/003 Cimacan-Cipanas. Adapun yang menjadi narasumber dari kegiatan ini adalah Muhammad Reza. Si (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakua. dan Desi Amaliah. A (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakua. yang memang memiliki fokus kajian di bidang pariwisata, pembangunan desa, media dan jurnalistik. HASIL DAN PEMBAHASAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Saat ini, siswa-siswi SMP banyak menghabiskan waktu mereka di media sosial. Literasi digital tidak hanya mengajarkan mereka cara menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko yang ada, seperti cyberbullying, penipuan online, dan pelanggaran privasi. Pemahaman ini sangat penting untuk membantu mereka mengidentifikasi dan menghindari situasi berbahaya di dunia Kegiatan ini baru pertama sekali di lakukan oleh SMP Bina Insan Utama Desa Cimacan mengenai literasi digital yang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Pakuan. Literasi digital memberikan pengetahuan tentang etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial, termasuk menghargai privasi orang lain, memahami dampak dari postingan yang dibagikan, dan berinteraksi secara positif di internet. Dengan ini, siswa dan siswi SMP Bina Insan Utama dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Dengan akses informasi yang tak terbatas, penting bagi para siswa dan siswi untuk membedakan antara fakta dan opini, serta berita asli dan hoaks. Literasi digital mengajarkan mereka keterampilan kritis dalam mengevaluasi sumber dan konten yang mereka temui online, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang berinformasi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu. Literasi digital menekankan pentingnya membangun citra digital yang positif. Siswa-siswi SMP diajarkan bahwa apa yang mereka posting di internet dapat memiliki dampak jangka panjang pada reputasi dan peluang mereka di masa depan, sehingga mereka harus bijak dalam memilih apa yang akan dibagikan. Literasi digital mengajarkan para siswa cara menjaga keamanan mereka di internet, termasuk membuat kata sandi yang kuat, mengenali email atau pesan mencurigakan, dan mengatur pengaturan privasi di akun media sosial mereka. Hal ini penting untuk melindungi mereka dari pencurian identitas dan kejahatan siber lainnya. Penggunaan media sosial yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan mental anak-anak SMP ini. Literasi digital membantu mereka memahami pentingnya keseimbangan antara kehidupan online dan offline, serta mengidentifikasi tanda-tanda ketika media sosial mulai berdampak negatif pada kesejahteraan mereka. Media sosial merupakan platform komunikasi utama bagi banyak anak SMP. Literasi digital mengajarkan mereka bagaimana berkomunikasi secara efektif dan sopan di ruang online, serta menghargai keberagaman opini dan budaya yang mereka Literasi digital membantu anak-anak SMP menjadi konsumen media yang lebih kritis dan berpikiran terbuka. Ini termasuk memahami bagaimana media dapat mempengaruhi persepsi dan sikap, serta mengembangkan kemampuan untuk menilai informasi dengan objektif dan berpikiran Melalui literasi digital, anak-anak SMP dapat menjelajahi dunia media sosial dengan lebih aman, bertanggung jawab, dan produktif, sambil mempersiapkan diri mereka untuk tantangan dan peluang di era digital yang terus berkembang. Di era digital saat ini, akses ke media sosial di kalangan remaja, termasuk anak-anak SMP, telah meningkat secara signifikan. Ponsel pintar dan tablet menjadi teman sehari-hari, membuka pintu ke dunia online yang luas. Namun, akses yang tidak terkontrol ini membawa dampak yang tidak selalu positif, terutama berkaitan dengan perilaku bullying. Media sosial memberikan semacam anonimitas yang sering kali dimanfaatkan oleh beberapa remaja untuk melakukan Anonimitas ini membuat mereka merasa leluasa untuk berkomentar negatif atau menghina tanpa takut diidentifikasi, yang sering kali lebih parah daripada bullying tatap muka. Korban bullying di media sosial sering mengalami dampak negatif pada kesehatan mental Rasa cemas, depresi, dan rendah diri adalah beberapa efek yang umum dialami. Kondisi ini diperburuk oleh fakta bahwa media sosial memungkinkan bullying terjadi 24/7, membuat korban sulit untuk 'melarikan diri'. Perilaku bullying ini tidak hanya terbatas pada ruang online. Sering kali, bullying di media sosial berlanjut atau memicu bullying di lingkungan sekolah. Hal ini menciptakan lingkungan yang tidak aman dan tidak mendukung untuk belajar. Bullying berdampak pada konsentrasi dan motivasi korban untuk belajar. Ini sering kali berujung pada penurunan prestasi akademik, yang memperburuk situasi bagi korban bullying. Situasi ini memerlukan aksi pencegahan yang serius dari pihak sekolah dan orang tua. Pendidikan tentang bahaya bullying dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab perlu menjadi bagian dari kurikulum. Orang tua juga perlu aktif memantau aktivitas online anak-anak mereka. Literasi digital tidak hanya tentang bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana berperilaku secara etis dan bertanggung jawab di dunia Pendidikan ini penting untuk membantu mengurangi kasus bullying di media Media sosial sering kali mempengaruhi cara remaja memandang diri sendiri dan orang lain. Persepsi ini bisa distorsi oleh gambaran 'hidup sempurna' yang sering dipamerkan di media sosial, meningkatkan perasaan iri dan ketidakpuasan yang bisa menjadi pemicu perilaku bullying. Hal yang tak kalah penting untuk memberdayakan korban bullying dan mengajarkan empati kepada pelaku. Program di sekolah yang menekankan pada kekuatan karakter dan empati bisa sangat berpengaruh dalam mengurangi kasus bullying. Melalui kombinasi pendidikan, pengawasan, dan dukungan, komunitas sekolah dan keluarga dapat bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif. Ini memungkinkan semua siswa, tanpa terkecuali, untuk berkembang dan belajar dalam lingkungan yang bebas dari intimidasi dan bullying. Dengan upaya bersama, kita dapat mengurangi dampak negatif media sosial dan mendorong penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab di kalangan remaja, khususnya di lingkungan SMP. Luaran Kegiatan Abdimas Kegiatan PKM ini menghasilkan layanan bimbingan konseling dan menjadi bagian matapelajaran budi pekerti terkait kesehatan digital bagi siswa-siswi SMP Bina Insan Utama untuk sadar betapa pentingnya kesehatan digital bagi remaja. Kendala yang Dihadapi dan Solusi Kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatn ini adalah lokasi yang jauh yang membutuhkan pendampingan secara kontinuitas saat peserta didik dan sekolah merasa antusias sekali dan membutuhkan layanan konseling untuk mengatasi masalah-masalah perilaku menyimpang yang di timbulkan dari aktivitas media sosial. Solusi yang di tawarkan adalah membuka sesi konsultasi secara on-line dan mengagendakan kembali untuk mengunjungi SMP Bina Insan Utama secara periodik Volume 1. Nomor 1. November 2022, hlm. 1 - 8 Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF SIMPULAN Anonimitas yang ditawarkan oleh media sosial sering kali dimanfaatkan untuk melakukan tindakan bullying yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental korban, termasuk meningkatnya kasus kecemasan, depresi, dan rendah diri. Situasi ini tidak hanya berdampak di dunia maya, tetapi juga merambah ke lingkungan sekolah, mempengaruhi prestasi akademik dan kesejahteraan siswa. Dengan demikian, melalui pendidikan, pengawasan, dan dukungan yang efektif dari semua pihak yang terlibat, kita dapat mengurangi dampak negatif media sosial dan mendorong penggunaannya secara sehat dan bertanggung jawab di kalangan remaja, khususnya di lingkungan SMP. Ini akan membantu menciptakan generasi muda yang lebih tangguh, empatik, dan siap menghadapi tantangan di era digital. REFERENSI