Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 PERENCANAAN DAN PENATAAN SEMPADAN JALAN DI KAWASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN KOTA PEMATANG SIANTAR M Ade Kurnia Harahap1*. Ummu Harmain2. Sofian Purba3. Viyona Leonita Sembiring4. Riski Winanda5 1,2,3,4,5 Universitas Simalungun Kota Pematang Siantar Email korespondensi: adekur2000@gmail. ABSTRAK Kajian ini dilakukan untuk merespons permasalahan tata ruang pada sempadan jalan di kawasan Universitas Simalungun yang mengalami kesemrawutan akibat pertumbuhan aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kondisi eksisting sempadan jalan, menganalisis kriteria perencanaan berbasis konsep livable street, serta menyusun rekomendasi desain Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tahapan observasi lapangan, pemetaan, serta diskusi kelompok masyarakat. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar peraturan PUPR No. 07/P/BM/2023 dan SNI 03-1733-2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pedestrian belum memenuhi standar, terdapat ketidakteraturan penggunaan lahan sempadan jalan, serta minimnya fasilitas penunjang kenyamanan. Rekomendasi desain yang diajukan meliputi pengaturan ulang jalur pedestrian, penambahan street furniture, ruang hijau, serta tata parkir yang ramah lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan sempadan jalan terintegrasi untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan citra kawasan pendidikan yang berkelanjutan Kata Kunci: Infrastruktur Jalan. Livable Street. Penataan Ruang. Sempadan Jalan ABSTRACT This study was conducted to address spatial planning issues in the road setbacks around Universitas Simalungun, which have become disorganized due to the growth of social, economic, and educational The objective was to identify existing conditions of the road setbacks, analyze planning criteria based on the livable street concept, and provide design recommendations. A qualitativedescriptive method was applied through field observations, mapping, and community meetings. The analysis compared existing conditions with PUPR Regulation No. 07/P/BM/2023 and SNI 03-17332004 standards. The results indicate that pedestrian pathways do not meet the standards, land use in the setback areas is irregular, and supporting facilities are lacking. The recommended design includes reorganizing pedestrian paths, adding street furniture, green spaces, and environmentally friendly parking arrangements. These findings highlight the importance of integrated road setback planning to improve comfort, safety, and the sustainable image of educational areas. Keyword: Livable Street. Road Setback. Spatial Planning. Streetscape PENDAHULUAN Kota Pematang Siantar dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Sumatera Utara yang memiliki dinamika sosial dan ekonomi cukup tinggi. Universitas Simalungun menjadi salah satu institusi pendidikan yang berperan penting dalam perkembangan kota. Peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahun berdampak pada meningkatnya aktivitas lalu lintas, ekonomi informal, dan kebutuhan ruang publik di kawasan sekitar kampus. Namun, kondisi sempadan jalan di sekitar USI masih menghadapi persoalan seperti kemacetan, jalur pedestrian yang This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 semrawut, keterbatasan lahan parkir, serta keberadaan pedagang kaki lima yang menempati ruang pejalan kaki. Hal ini menurunkan kenyamanan, keselamatan, dan kualitas lingkungan kawasan pendidikan. Dalam perencanaan kota modern, jalan tidak hanya dipandang sebagai jalur lalu lintas . treet as lin. tetapi juga sebagai ruang publik . treet as plac. yang berfungsi sosial, ekonomi, dan estetika (Moughtin, 2. Menurut (Walters & Brown, 2. menekankan bahwa desain jalan berbasis komunitas harus mengakomodasi berbagai kebutuhan pengguna jalan, tidak hanya pengendara bermotor, tetapi juga pejalan kaki, pesepeda, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, kualitas streetscape yang baik dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, interaksi sosial, serta nilai ekonomi kawasan (Moughtin, 2003. Walters & Brown, 2. Konsep livable street semakin mendapat perhatian dalam konteks pembangunan Livable street adalah jalan yang dirancang untuk memberikan keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, serta mendukung fungsi ekologis dan sosial (Kementerian PUPR. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa penerapan livable street dapat mengurangi dominasi kendaraan, meningkatkan jumlah pejalan kaki, memperbaiki kualitas udara, dan menciptakan ruang interaksi yang inklusif (Sutrisno & Hamdani, 2. Selain itu, kriteria teknis jalur pedestrian sebagaimana diatur dalam SNI 03-1733-2004 dan Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014 menegaskan pentingnya standar lebar, aksesibilitas untuk disabilitas, serta kelengkapan fasilitas pejalan kaki. Namun, penelitian spesifik terkait penataan sempadan jalan di kawasan perguruan tinggi pada kota menengah seperti Pematang Siantar masih terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih fokus pada kawasan pusat kota, komersial, atau permukiman (Sihotang et al. Di sisi lain, kawasan pendidikan memiliki karakteristik unik yang membutuhkan integrasi antara tata ruang kampus dan tata kota secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini menghadirkan kebaruan . dengan menerapkan konsep livable street dalam penataan sempadan jalan kampus, sekaligus menyesuaikannya dengan regulasi nasional (Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014. SNI 03-1733-2. Tabel 1. Permasalahan Eksisting Sempadan Jalan di Kawasan Universitas Simalungun Permasalahan Jalur pedestrian sempit . Ae1,5 . PKL menggunakan trotoar Lahan parkir tidak tertata Minim ruang hijau Sumber: Observasi lapangan, 2025 Dampak Pejalan kaki beralih ke badan jalan, rawan kecelakaan Menurunkan kenyamanan dan estetika Mengganggu arus lalu lintas Meningkatkan suhu mikro, menurunkan kenyamanan Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: . mengidentifikasi kondisi eksisting sempadan jalan di kawasan Universitas Simalungun, . menganalisis kriteria khusus penataan sempadan jalan berbasis konsep livable street, dan . menyusun rekomendasi desain perencanaan yang mendukung aksesibilitas, keselamatan, kenyamanan, serta estetika kawasan pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting sempadan jalan di kawasan Universitas Simalungun serta merumuskan desain penataan berbasis konsep livable street. Metode kualitatif dipilih karena This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 mampu memberikan gambaran mendalam terkait kondisi fisik, sosial, dan lingkungan yang ada di lapangan (Creswell & Creswell, 2014. Sugiyono, 2. Lokasi dan Populasi Penelitian Lokasi penelitian berada di kawasan sempadan jalan di sekitar Universitas Simalungun. Kota Pematang Siantar. Populasi penelitian mencakup pengguna jalan yang terdiri atas mahasiswa, dosen, masyarakat sekitar, pengendara bermotor, pejalan kaki, dan pedagang kaki Teknik Pengambilan Sampel Teknik sampling dilakukan secara purposive, yaitu dengan memilih responden yang dianggap paling relevan dalam memberikan informasi tentang kondisi sempadan jalan. Responden terdiri atas pejalan kaki, pengguna kendaraan, mahasiswa, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut. Teknik purposive sampling dinilai tepat untuk penelitian perencanaan karena memungkinkan peneliti memperoleh informasi yang mendalam dari informan kunci (Sugiyono, 2. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: Data primer: diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara singkat dengan pengguna jalan, serta dokumentasi visual. Data sekunder: berasal dari dokumen perencanaan tata ruang Kota Pematang Siantar, peraturan nasional seperti Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014. SNI 03-1733-2004, serta Pedoman Teknis Fasilitas Pejalan Kaki (Kementerian PUPR, 2. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahapan utama: Observasi lapangan . alk-through analysi. untuk mengidentifikasi kondisi fisik jalur pedestrian, tata parkir, dan ruang sempadan. Pemetaan . untuk memvisualisasikan kondisi eksisting serta menentukan titik-titik Diskusi komunitas . ommunity meetin. yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar sebagai bentuk partisipasi dalam merumuskan desain sempadan jalan. Teknik Analisis Data Teknik analisis data adalah alat yang digunakan dalam mengolah data, baik data primer maupun data sekunder. Dalam bidang perencanaan kota, terdapat teknik analisis data yang lebih spesifik dan akurat karena memang diperuntukkan bagi bidang perencanaan kota. Adapun rangkaian metode dalam perencanaan sebuah kota ialah sebagai berikut: Gambar 1. Tahapan Metode Perencanaan Dari diagram diatas, pada bagian analisis, perencanaan ini menggunakan tiga teknik analisis, yaitu Walk-through Analysis. Mapping, dan Community Meeting. Walaupun jenis This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 analisisnya adalah kualitatif, tetapi teknik analisis data yang digunakan ini dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Teknik Walk-through Analysis digunakan untuk menilai kualitas kawasan melalui penelusuran, observasi, dan dokumentasi kondisi fisik di sepanjang jalur. Hasil pengamatan dianalisis dengan kriteria 4C . onspicuous, comfortable, convenient, convivia. dan dipadukan dengan wawancara, sehingga dapat disusun arahan penataan sempadan jalan di Kawasan Universitas Simalungun. Teknik Mapping berfokus pada perilaku dan sirkulasi masyarakat di koridor jalan dengan cara merekam, memetakan, serta mengelompokkan aktivitas, kemudian dianalisis untuk merumuskan konsep desain berbasis kebutuhan pengguna . ehavior/activity mappin. Teknik Community Meeting melibatkan masyarakat melalui wawancara untuk menggali pendapat dan masukan terkait penataan sempadan jalan, baik pada tahap pradesain maupun pascadesain, sehingga desain lebih tepat sasaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Eksisting Sempadan Jalan Observasi lapangan menunjukkan bahwa sempadan jalan di sekitar Universitas Simalungun belum berfungsi optimal sebagai jalur pedestrian. Lebar trotoar rata-rata hanya 1Ae 1,5 meter, di bawah standar minimal 2 meter menurut SNI 03-1733-2004. Banyak bagian trotoar digunakan PKL untuk berjualan, sementara sebagian lainnya digunakan sebagai lahan Kondisi ini menyebabkan pejalan kaki beralih ke badan jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tabel 2. Kondisi Eksisting Kondisi Eksisting Jenis Fasilitas Drainase Vegetasi This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 Kondisi Eksisting Jenis Fasilitas Pedestrian Road Barrier Berdasarkan hasil observasi lapangan diidentifikasi bahwa pada Sempadan Jalan di Kawasan Universitas Simalungun tidak terdapatnya tempat duduk sebagai sarana bagi pengguna Jalur Pedestrian Tempat Duduk (Street Furnitur. Dari hasil observasi lapangan maka diidentifikasi bahwa Sempadan Jalan di Kawasan Universitas sudah terdapat lampu penerangan, akan tetapi merupakan lampu penerangan untuk ruas jalan, belum ada lampu penerangan yang khusus untuk Jalur Pedestrian yang dapat dimanfaatkan oleh penggunanya Penerangan Jalan (Street Furnitur. Dari hasil observasi, maka diidentifikasi bahwa tidak tersedianya tempat sampah pada Sempadan Jalan di Kawasan Universitas Simalungun. Hal ini berdampak munculnya titik Aetitik timbunan sampah di tepi jalan hingga parit/drainase di sepanjang Sempadan Jalan. Tempat Sampah (Street Furnitur. Berdasarkan hasil observasi, dapat diidentifikasi bahwa tidak terdapat rambu Ae rambu bagi pengguna Jalur Pedestrian sebagai alat komunikasi antara pengguna jalur pedestrian. Rambu Ae rambu This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 Kondisi Eksisting Jenis Fasilitas Halte Secara umum, kondisi eksisting sempadan jalan di Kawasan Universitas Simalungun masih kurang layak bagi pejalan kaki. Hasil observasi menunjukkan jalur pedestrian belum memenuhi sebagian besar persyaratan yang tercantum dalam Permen PU No. 03/PRT/M/2014 tentang penyediaan dan pemanfaatan sarana ruang pejalan kaki di perkotaan. Penilaian dilakukan dengan tanda (O. untuk aspek yang sudah terpenuhi dan (X) untuk yang belum terpenuhi, sebagaimana ditunjukkan pada tabel : Tabel 3. Hasil Penilaian Berdasarkan Permen PU No. 03/PRT/M/2014 Kesesuaian Lebar Jalur Permukaan Jalur Tekstur Lantai Derajat Kemiringan . Drainase Jalur Hijau Lampu Penerangan Tempat Duduk Tempat Sampah Rambu dan Marka Halte Sumber: Data primer diolah, 2025 Keterangan Minimal 1,8 meter Stabil, kuat, dan rata Halus dan tidak licin Maksimum 70 Minimal 50x50 cm Lebar 150 cm Terletak setiap 10 meter, tinggi maksimal 4 meter Terletak setiap 10 meter, lebar 40-50 cm Terletak setiap 20 meter Khusus pejalan kaki Radius 300 meter Hasil Oo Oo Oo Oo Oo Dari tabel diatas dapat dilihat berdasarkan hasil observasi lapangan yang sudah dapat diidentifikasi bahwa jalur pedestrian yang ada pada Sempadan Jalan di Kawasan Universitas Simalungun memili kondisi fisik hingga fasilitas pendukung yang kurang baik. Analisis Kriteria Khusus Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur pedestrian belum memenuhi kriteria yang diatur dalam Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014 dan SNI 03-1733-2004, terutama terkait lebar trotoar, fasilitas penyeberangan, serta kebutuhan ruang gerak pejalan kaki (Kementerian PUPR. Kawasan pendidikan memerlukan penataan yang memperhatikan lingkungan, sirkulasi, dan ruang terbuka agar tercipta atmosfer akademis yang kondusif. Hasil identifikasi menunjukkan sempadan jalan di Universitas Simalungun masih kurang sesuai dengan standar Permen PU No. 3/PRT/M/2014. Oleh karena itu, kajian ini menyusun rekomendasi teknis untuk This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 meningkatkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan aksesibilitas. Elemen yang dievaluasi Jalur pedestrian Ae sebagian sudah sesuai . inggi dan lebar trotoa. , namun permukaan tidak rata, terdapat kerusakan, dan belum ramah difabel. Drainase Ae masih terbuka dan tersumbat, menimbulkan genangan saat hujan. Vegetasi Ae ada pohon besar yang tidak terawat. perlu diganti dengan pohon peneduh estetis seperti tabebuya. Halte Ae tersedia, tetapi kondisinya kurang terawat. Street furniture Ae sebagian besar belum ada . ampu pedestrian, pagar pengaman, tempat duduk, tempat sampah, bollard, emergency box, dan papan informas. Rambu dan marka Ae masih minim, zebra cross dan rambu pejalan kaki belum memadai. Fasilitas difabel Ae belum tersedia jalur pemandu, ramp, maupun informasi aksesibilitas sesuai standar. Secara keseluruhan, kondisi eksisting masih jauh dari standar teknis yang ditetapkan (Kementerian PUPR, 2. , sehingga diperlukan penataan ulang agar jalur pedestrian menjadi aman, nyaman, inklusif, dan berestetika. Tabel 4. Hasil Desain Jalur Pedestrian Pada Sempadan Jalan di Kawasan Universitas Simalungun Berdasarkan Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki oleh Kementrian PUPR No. 07/ P/ BM/ 2023 Lebar Jalur dan Permukaan Jalur Pedestrian Kriteria Khusus: Jalur Pedestrian harus mampu mengakomodasi semua pengguna jalan baik pejalan kaki dan penyandang . Jalur Pedestrian harus mampu memberikan rasa nyaman dan aman bagi semua penggunanya Konsep: Lebar Jalur Pedestrian 3. 5 Ae 4m . Ketinggian jalur pejalan kaki (Trotoa. adalah 15 Ae 20 cm . Terdapat jalur khusus untuk penyandang disabilitas . Lebar efektif lajur pejalan kaki berdasarkan kebutuhan dua orang pengguna kursi roda berpapasan atau dua orang dewasa dengan barang berjalan berpapasan sekurang- kurangnya adalah 185 cm . Permukaan Jalur Pedestrian terbuat dari bahan bahan yang keras dan tidak licin. Ramp dibuat dengan kemiringan maksimum 8% . dan area ramp harus memiliki penerangan yang . Kemiringan memanjang trotoar dan fasilitas pejalan kaki berkebutuhan khusus maksimum 8% . dan disediakan landasan datar setiap jarak 9,00 m dengan panjang minimal 1,50 m. Kemiringan melintang trotoar dan fasilitas pejalan kaki berkebutuhan khusus harus memiliki kemiringan permukaan 2% sampai dengan 3% untuk kepentingan penyaluran air permukaan. Arah kemiringan permukaan disesuaikan dengan perencanaan drainase. Desain Rencana Penataan Berdasarkan hasil pemetaan dan diskusi komunitas, disusun rancangan penataan sempadan jalan dengan elemen utama sebagai berikut: Pelebaran jalur pedestrian hingga Ou 2 meter. Penambahan street furniture . ampu, bangku, tempat sampa. Penataan parkir di luar jalur pedestrian. Penghijauan melalui pohon peneduh dan rain garden. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 Tabel 5. Arahan Rencana Desain Livable Street di Kawasan USI No. Teori Kriteria Livable street Streetscape Design based on Urban Design Suatu jalan yang dapat memberikan ketertarikan tersendiri bagi pejalan Para pejalan kaki dapat berjalan kapan saja di jalan tersebut. Area jalan sebaiknya mampu mengakomodasi semua aktivitas di jalan, misalnya duduk-duduk, membaca buku, menunggu transportasi umum, bermain, dan lain-lain. Para pejalan kaki harus nyaman dalam berjalan. Desain jalan harus benar-benar membedakan antara jalur kendaraan, jalur sepeda, dan jalur pejalan kaki. Jalan dapat menciptakan interaksi antar individu pengguna jalan. Jalan dapat membuat para pengguna jalan memilki rasa peduli dan kepemilikan yang tinggi terhadap jalan tersebut. Lalu lintas kendaraan seimbang dengan aktivitas pejalan kaki. Lalu lintas kendaraan tidak mengintimidasi pejalan kaki. Terdapat ruang di jalur pedestrian bagi para pedestrian untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Proporsi jalan dan jalur pedestrian yang sesuai, yang menimbulkan kenyamanan bagi pejalan kaki. Tidak hanya berupa elemen jalannya saja tetapi mencakup semua elemen yang ada di sekitar alan tersebut, misalnya street furniture, jalur pedestrian, jalur tanaman, pertokoan, bangunan, dan lain sebagainya. Mencakup tentang : Apa yang masyarakat suka? Apa yang masyarakat tidak suka? Apa yang diusulkan oleh masyarakat? Kriteria Khusus Kejelasan . Kenyamanan . Kesesuaian . Keramahan . Sumber: Data primer diolah, 2025 Berikut adalah gambaran desain alternatif dari kondisi eksisting jalur pedestrian pada Sempadan Jalan di Kawasan Universitas Simalungun mengenai fasilitas jalur pedestrian serta elemen Ae elemen pendukung lainnya: This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 Alternatif 1: Paving Blok/conblok tipe hexagon E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 Alternatif 2: Paving Blok/conblok tipe bata Alternatif 3: Paving Blok/conblok tipe kubus Gambar 2. Hasil Desain PEMBAHASAN Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sempadan jalan di kawasan Universitas Simalungun belum berfungsi optimal sebagai ruang publik. Jalur pedestrian yang sempit dan terhambat aktivitas PKL mengurangi kenyamanan serta memaksa pejalan kaki berbagi ruang dengan kendaraan bermotor. Hal ini sejalan dengan temuan (Moughtin, 2. yang menyatakan bahwa jalan tanpa harmoni antara fungsi fisik dan sosial akan kehilangan identitasnya. Analisis terhadap standar teknis menunjukkan bahwa kondisi eksisting tidak sesuai dengan Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014 dan SNI 03-1733-2004, terutama terkait lebar jalur, aksesibilitas, dan kelengkapan fasilitas. Padahal, menurut (Walters & Brown, 2. , jalan harus dirancang berbasis komunitas agar dapat mengakomodasi semua pengguna. Rekomendasi penataan dengan konsep livable street di kawasan USI meliputi pelebaran jalur pedestrian, penambahan street furniture, ruang hijau, serta tata parkir yang ramah Hal ini sejalan dengan penelitian (Sutrisno & Hamdani, 2. bahwa desain ruang publik yang ramah pejalan kaki dapat meningkatkan kualitas sosial-ekonomi masyarakat. Dengan demikian, penerapan konsep livable street di kawasan pendidikan seperti Universitas Simalungun dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan estetis. Selain itu, penataan ini diharapkan menjadi model perencanaan sempadan jalan yang dapat direplikasi pada kawasan perguruan tinggi lain di Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penataan sempadan jalan di kawasan Universitas Simalungun masih menghadapi tantangan berupa ketidakteraturan jalur pedestrian, penggunaan ruang oleh PKL, dan kurangnya fasilitas pendukung. Melalui konsep livable street, penelitian ini merekomendasikan desain sempadan jalan yang mengintegrasikan aspek aksesibilitas, keselamatan, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Temuan ini diharapkan menjadi contoh penataan kawasan pendidikan yang dapat direplikasi di kota-kota menengah lainnya di Indonesia. Saran Pemerintah Kota Pematang Siantar perlu mengintegrasikan konsep livable street dalam rencana tata ruang dan kebijakan transportasi, khususnya di kawasan pendidikan. Universitas Simalungun perlu mengambil peran aktif dalam pengelolaan ruang jalan di sekitar kampus, termasuk penyediaan parkir yang memadai untuk mengurangi beban trotoar. Partisipasi masyarakat dan mahasiswa penting untuk menjaga ketertiban sempadan jalan, termasuk penataan PKL agar tetap ramah lingkungan dan tidak mengganggu jalur Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model kuantitatif dengan mengukur tingkat kepuasan pengguna jalan atau mengkaji dampak ekonomi dari penerapan livable street. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI: 10. 36985/knhhjs75 E Ae ISSN: 2302 Ae 5980 Vol. 7 No 2 Agustus 2025 DAFTAR PUSTAKA