DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Pengaruh Financial Technology Terhadap Financial Management Behavior Pada Mahasiswa di Kota Semarang Beta Baroka Imania, 2Ratih Pratiwi Manajemen. Universitas Wahid Hasyim. Semarang E-mail: 1388beta@gmail. com , 2rara@unwahas. ABSTRAK Perkembangan teknologi keuangan . inancial technolog. telah membawa perubahan signifikan dalam perilaku pengelolaan keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial technology terhadap financial management behavior di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa pengguna layanan financial technology yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan financial technology, sedangkan variabel dependen adalah financial management behavior yang mencakup aspek perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan keuangan. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh variabel. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana pemanfaatan fintech memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa, serta menjadi masukan bagi mahasiswa dalam meningkatkan literasi dan kedisiplinan keuangan, maupun bagi penyedia layanan fintech dalam mengembangkan produk yang lebih edukatif. Kata kunci : financial technology, financial management behavior, mahasiswa ABSTRACT The development of financial technology . has brought significant changes in financial management behavior, especially among the younger generation. This study aims to analyze the influence of financial technology on the financial management behavior of students in Semarang City. The research method used is a quantitative approach with a survey technique. Data were obtained by distributing questionnaires to students who use fintech services, selected using purposive sampling. The independent variable in this study is the use of financial technology, while the dependent variable is financial management behavior, which includes aspects of financial planning, control, and decision-making. Data analysis was performed using validity, reliability, and simple linear regression tests to examine the influence of the variables. The results of this study are expected to provide an overview of the extent to which the use of fintech affects students' financial management behavior, as well as provide input for students in improving their financial literacy and discipline, and for fintech service providers in developing more educational products. Keyword : financial technology, financial management behavior, students Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Pada era revolusi industri 4. 0 telah teknologi digital dan informasi secara Perubahan teknologi tersebut telah mendorong atas adanya perubahan pada sektor keuangan dengan ditandai oleh munculnya financial technology . (Ramadhantie & Lasmanah, 2. Era ini, mendorong perkembangan teknologi digital dalam sektor keuangan mengalami peningkatan yang sangat pesat Munculnya berbagai layanan financial technology, seperti mobile banking, dompet digital, dan platform investasi online, telah mengubah cara Namun, meskipun menawarkan kemudahan akses seperti aplikasi mobile banking, peer-to-peer lending, dan robo-advisor, pengaruhnya terhadap perilaku pengelolaan keuangan individu masih menjadi isu yang lain, kemudahan akses tersebut tidak Banyak individu, khususnya generasi muda, memanfaatkan fintech bukan hanya untuk tujuan produktif seperti menabung atau berinvestasi, tetapi juga untuk konsumsi berlebih karena transaksi digital dianggap lebih praktis dan tanpa terasa mengurangi saldo secara Kota Semarang sebagai salah satu kota besar sekaligus kota pendidikan di Indonesia memiliki populasi mahasiswa yang cukup besar. Mahasiswa dikenal sebagai kelompok yang cepat beradaptasi dengan teknologi, termasuk dalam penggunaan layanan fintech. Transaksi sehari-hari, mulai dari pembayaran transportasi, belanja kebutuhan pokok, hingga pemesanan makanan, kini banyak dilakukan melalui dompet digital atau mobile banking. Selain itu, sebagian mahasiswa juga mulai mencoba layanan investasi digital yang menawarkan modal kecil dan proses mudah. Namun, kemudahan akses tersebut tidak selalu sejalan dengan perilaku pengelolaan keuangan yang sehat. Di Semarang, banyak mahasiswa yang memanfaatkan layanan fintech bukan hanya untuk menabung atau berinvestasi, melainkan juga untuk kebutuhan konsumtif. Misalnya, penggunaan fitur paylater atau pinjaman online untuk belanja di marketplace atau memenuhi gaya hidup. Hal ini dapat memicu perilaku keuangan yang kurang bijak karena transaksi digital terasa lebih praktis dan tidak langsung terlihat mengurangi saldo secara nyata. Mahasiswa tantangan dalam mengatur keuangan mereka sendiri, seperti mengalokasikan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari, biaya kuliah, dan pengeluaran untuk aktivitas sosial dan hiburan (Pamungkas & Prasetyo, 2. Mereka cenderung berpikir jangka pendek dan seringkali identik dengan praktik belanja impulsif, sehingga individu dengan penghasilan yang cukup pun sering mengalami masalah keuangan karena perilaku keuangan yang kurang bertanggung jawab (Humaidi et al. , 2. Penjelasan pentingnya dilakukan penelitian terutama dalam segmen mahasiswa, oleh karena itu peneliti berfokus pada arah penelitian yang menekankan pada Pengaruh Financial Technology Terhadap Financial Management Behavior Pada Mahasiswa di Kota Semarang. Dimana hasil penelitian ini diharapkan akan menambah manajemen terutama dalam bidang manajemen keuangan. LANDASAN TEORI Financial Management Behavior Teori Aubehavioral managementAy membahas tentang model pengambilan keputusan rasional yang berdampak pada Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pengelolaan keuangan seseorang dan perilaku yang mereka tunjukkan ketika mengelola keuangan Perilaku pengelolaan keuangan merupakan tanggung jawab setiap individu terhadap keuangannya, karena akan berkaitan erat dengan sehari-hari kehidupan di masa yang akan datang, sehingga dengan memiliki perilaku pengelolaan keuangan yang baik akan dapat menghindarkan kita dari berbagai masalah keuangan (Jufrizen & Ariza. Financial Management Behavior adalah perilaku individu yang berkaitan dengan merencanakan dan mengelola keuangannya secara bertanggung jawab penganggaran keuangan, pemeriksaan keuangan, dan penyimpanan keuangan (Sheda, 2. Perilaku manajemen keuangan adalah keterampilan atau kemampuan dasar individu untuk mengelola keuangan sehari-hari seperti pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan. Perilaku cenderung mampu mengatur rutinitas dan keuangan dan mempersiapkan prosesnya dengan mengontrol pengeluarannya untuk menyeimbangkan kondisi keuangannya. Financial behavior dapat diartikan sebagai perilaku pengelolaan keuangan seseorang. Perilaku pengelolaan keuangan adalah perilaku mengelola keuangan dari sudut pandang psikologi dan kebiasaan. (Azizeh et al. , 2. Berdasarkan beberapa definisi para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku manajemen keuangan adalah keahlian setiap individu dalam merencanakan dan mengatur keinginan untuk membelanjakan uang yang dimiliki untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Indikator perilaku manajemen keuangan yang baik dapat dilihat dari cara individu dalam mengelola arus kas, kredit, tabungan dan investasi Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 (Jufrizen & Ariza, 2. Terdapat empat hal pokok dalam mengukur financial consumption, cash flow, savings and investment, dan credit management (Ramadhantie & Lasmanah, 2. Perilaku manajemen keuangan dapat diukur melalui sepuluh indikator, antara lain tujuan keuangan, perencanaan keuangan, keuangan untuk masa depan, peramalan keuangan, diskusi keuangan dengan pasangan, kebiasaan belanja, keuangan, masalah keuangan, dan menabung (Azizeh et al. , 2. Financial Technology Financial technology merupakan bentuk kombinasi diantara layanan keuangan dan teknologi yang kemudian dapat mengubah cara tradisional berbisnis menjadi model bisnis yang sederhana dimana sebelumnya pembayaran harus dilakukan secara langsung dan disediakan tunai, tetapi sekarang dimungkinkan untuk bernegosiasi dari jarak jauh dalam hitungan detik. Teknologi bisnis adalah penggunaan teknologi dalam manajemen Fintech dapat dipahami sebagai aplikasi fungsional dan startup industri keuangan, seperti kredivo, uang teman, tunai kita, aku laku dan lain sebagainya (Sari et al. , 2. Financial technology merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja. Financial technology atau yang biasa disebut fintech merupakan model layanan keuangan baru yang dikembangkan melalui inovasi di bidang teknologi informasi (Mahardhika & Asandimitra. Indikator yang dijadikan tolok ukur dari variabel financial technology yaitu efisien dan efektif (Mahardhika & P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Asandimitra, 2. Menurut (Sari et al. adapun indikator financial technolgy, yaitu cepat, efisien, dan mudah METODOLOGI Metode penelitian ini merupakan mengandalkan metode survei. Penelitian ini berlokasi di Kota Semarang. Periode penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 sampai Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan Data primer merupakan data yang peneliti kumpulkan dan olah penggunaan kuesioner dan dokumentasi. Informasi utama dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang berisi daftar pertanyaan kepada Kuesioner ini digunakan untuk Pengaruh Financial Technology Terhadap Financial Management Behavior pada Mahasiswa di Kota Semarang. Dalam penelitian ini kuesioner berisi serangkaian pertanyaan tertulis dengan pilihan jawaban yang telah disiapkan. Dalam penelitian ini tanggapan yang diberikan dinilai menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono . Data sekunder merupakan informasi tertulis yang meliputi referensi buku dan jurnal ilmiah, data arsip, dokumen pribadi, dokumen resmi, dan berbagai artikel di media. Data sekunder yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan informasi yang akan melengkapi data yang diperlukan untuk penelitian. Indikator variable financial technologi yang digunakan dalam penilitian ini yaitu . efisien, dan . mudah diakses. Adapun variable financial management behavior diukur menggunakan indokator: cash flow. savings and investment. credit Penentuan responden menggunakan Lemeshow . , karena jumlah populasi tidak diketahui. Berikut rumus Lemeshow. ycu = yc2ycy . Oeyc. ycc2AE Keterangan: n = Jumlah sampel z = Nilai standart = 1. p = Maksimal estimasi = 50% = 0. d = alpha . atau sampling error = Kemudian diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan penelitian ini adalah 96 responden dan akan dibulatkan oleh peneliti menjadi 100 Alasan peneliti menggunakan rumus Lemeshow . adalah karena populasi sasaran terlalu besar dengan jumlah yang bervariasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut disajikan hasil pengolahan data penelitian . untuk variabel Financial Technology (X) dan Financial Management Behavior (Y) berdasarkan 96 responden. Hasil analisis mencakup uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik regresi, serta analisis regresi linear sederhana antara variabel X dan Y. Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan terhadap butir-butir pernyataan . dalam kuesioner untuk memastikan setiap item mampu mengukur Terdapat 9 item untuk variabel Financial Technology (X) . Cepat. Efisien. Mudah Diakse. dan 12 Financial Management Behavior (Y) . Consumption. Cash Flow. Savings & Investment. Credit Managemen. Uji validitas dilakukan dengan teknik Corrected Item-Total Correlation, yakni mengukur korelasi Pearson antara skor setiap item dengan skor total variabel . engan skor item tersebut dikeluarkan dari tota. Suatu item dinyatakan valid apabila koefisien korelasi item-totalnya > 0,3 dan signifikan . < 0,. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dibuang karena semua memenuhi kriteria Ite Tabel 1. Hasil uji validitas item variabel X (Financial Technolog. dan variabel Y (Financial Management Behavio. Korel Signifika Keterang Total 0,621 0,000 Valid 0,706 0,000 Valid 0,608 0,000 Valid 0,745 0,000 Valid 0,730 0,000 Valid 0,816 0,000 Valid 0,540 0,000 Valid 0,756 0,000 Valid 0,632 0,000 Valid 0,546 0,000 Valid 0,663 0,000 Valid 0,510 0,000 Valid 0,641 0,000 Valid 0,594 0,000 Valid 0,602 0,000 Valid 0,457 0,000 Valid 0,446 0,000 Valid 0,691 0,000 Valid 0,685 0,000 Valid 0,684 0,000 Valid Y1 0,568 0,000 Valid Semua item pernyataan memiliki korelasi item-total di atas 0,3 dan signifikan . < 0,. Dengan demikian seluruh butir instrumen dinyatakan valid dalam mengukur konstruk variabelnya masing-masing. Tidak ada item yang Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Uji Reliabilitas Uji mengetahui konsistensi internal butirbutir pertanyaan dalam mengukur suatu Reliabilitas menggunakan koefisien CronbachAos Alpha. Suatu variabel dianggap reliabel jika nilai CronbachAos Alpha > 0,70. Tabel di bawah ini menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk variabel X dan Y: Tabel 2. Reliabilitas internal instrumen (CronbachAos Alph. Juml Item Cronbac hAos Alpha Keteran Financial Technolo gy (X) 0,908 Reliabel Financial Manage Behavior (Y) 0,887 Reliabel Variabel Nilai alpha untuk kedua variabel berada diatas 0,70 yang mengindikasikan reliabilitas yang tinggi. Variabel X memiliki = 0,908 dan variabel Y = 0,887, sehingga keduanya memenuhi kriteria sebagai instrumen yang konsisten dan handal dalam pengukurannya. Dengan kata lain, jawaban responden butir-butir stabil/konstisten antar item dalam satu Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis regresi linear, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan model regresi memenuhi prasyarat yang ditentukan. Uji asumsi klasik meliputi: uji normalitas residual, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, dan uji autokorelasi. Berikut hasil P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Uji Normalitas Pengujian normalitas residual dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) Hasil K-S menunjukkan nilai Asymp. Sig . = 0,662, yang lebih besar dari = 0,05. Dengan demikian residual berdistribusi normal . arena p > 0,. Temuan ini juga P-P titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal . idak ditampilkan di sin. , mengindikasikan pola yang mendekati distribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan metode Glejser, yaitu meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel Hasil Glejser menunjukkan koefisien regresi untuk variabel X tidak signifikan dengan p = 0,892 (>> 0,. Karena signifikansi > 0,05, dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model ini. Selain itu, plot scatter antara predicted value dan residual tampak menyebar acak dan tidak membentuk pola tertentu, semakin mengindikasikan varian residual yang homogen . Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan melihat ada/tidaknya korelasi tinggi antar variabel bebas dalam model. Karena model regresi ini hanya melibatkan 1 variabel (X), multikolinearitas secara definisi tidak ada. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk X adalah 1,00 dan tolerance = 1,00 . arena hanya satu predikto. , jelas berada di bawah ambang batas yang umum digunakan (VIF < 10 atau tolerance > 0,. Jadi, dapat dipastikan tidak terjadi Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk mendeteksi korelasi residual antara satu pengamatan dengan pengamatan lainnya. Karena data penelitian ini bersifat crosectional . ukan runtun wakt. , asumsi independensi antar pengamatan umumnya sudah terpenuhi. Meski demikian, analisis Durbin-Watson Nilai Durbin-Watson (DW) = 1,741, yang mendekati angka 2. Hal ini menunjukkan tidak terdapat autokorelasi pada residual. Secara aturan praktis, nilai DW yang mendekati 2 menandakan model regresi bebas dari autokorelasi . idak ada pola sistematis pada erro. Dengan demikian, semua asumsi klasik regresi telah terpenuhi, sehingga model regresi linear dapat digunakan untuk pengujian hubungan X dan Y. Analisis Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh Financial Technology (X) terhadap variabel Financial Management Behavior (Y). Berdasarkan pengolahan data . dengan 98 responden, diperoleh output model regresi sebagai berikut: Koefisien Korelasi (R) = 0,545, menunjukkan korelasi positif yang cukup kuat antara X dan Y. Arah positif berarti semakin tinggi penggunaan/kemanfaatan Financial Technology, semakin baik perilaku pengelolaan keuangan responden . esuai hipotesis penelitia. Koefisien Determinasi (RA) = 0,297 . ekitar 29,7%). Ini berarti 29,7% variabilitas dalam perilaku pengelolaan keuangan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel Financial Technology (X). Sisanya . ,3%) dipengaruhi oleh faktorfaktor lain di luar model. Nilai RA yang 0,30 pengaruh yang moderat dari X terhadap Uji F (ANOVA): Statistik F = 40,468 dengan p-value = 6,78y10AA OO 0,000 . < 0,. Ini menunjukkan model regresi secara keseluruhan signifikan. Artinya, variabel X secara simultan memiliki efek yang bermakna terhadap Y. Dengan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. df_regresi = 1 dan df_residual = 96, nilai F_hitung jauh melebihi F_tabel . ekitar 3,94 pada =0,. , maka HCA ditolak. Hal ini menguatkan bahwa model linear cocok XIeY Koefisien Regresi . Persamaan garis regresi yang diperoleh {Y} = X {Y} = 1,633 0,478X di mana: 1,633 adalah konstanta . , berarti jika nilai X = 0 maka prediksi Y = 1,633. (Catatan: secara konseptual X = 0 berada di luar rentang skala, sehingga konstanta lebih berfungsi sebagai penyesuaian 0,478 adalah koefisien regresi X . Koefisien ini positif dan signifikan dengan t_hitung = 6,361 dan p < 0,001. Ini mengindikasikan setiap peningkatan 1 satuan pada skor Financial Technology akan meningkatkan skor Financial Management Behavior sebesar 0,478 satuan, secara nyata. Pengujian parsial menunjukkan t_hitung . > t_tabel (OO1,. dan p < 0,05, sehingga HCA ditolak artinya pengaruh X terhadap Y terbukti Koefisien Beta Ternormalisasi (Standardized Bet. : Nilai standardized = 0,545. Angka ini sebenarnya sama dengan koefisien korelasi R, mengingat model sederhana dengan satu prediktor. = 0,545 menunjukkan tingkat pengaruh yang moderat. sumbangan pengaruh X terhadap Y bernilai positif setengah standar deviasi untuk setiap kenaikan satu standar deviasi X. Hal ini konsisten dengan temuan RA = 0,297 tadi. Hasil regresi linear sederhana di atas menegaskan bahwa penggunaan teknologi finansial (FinTec. berkontribusi positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan Responden yang merasakan FinTech semakin cepat, efisien, dan mudah diakses cenderung memiliki perilaku keuangan yang lebih baik . isalnya lebih mampu mengontrol Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 menabung/investasi, dan mengelola kredit dengan bija. Secara statistik, hubungan kepercayaan 95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan variabel Financial Technology (X) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap variabel Financial Management Behavior (Y) dalam penelitian ini. KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior mahasiswa di Kota Semarang. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi pemanfaatan fintech yang cepat, efisien, dan mudah diakses, maka semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa, terutama dalam hal konsumsi, pengaturan arus kas, tabungan atau investasi, serta pengelolaan kredit. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 29,7% menandakan bahwa fintech mampu menjelaskan hampir sepertiga variasi dipengaruhi faktor lain di luar model Seluruh instrumen yang digunakan terbukti valid dan reliabel, serta model regresi telah memenuhi asumsi klasik sehingga hasil analisis dapat Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan fintech berkontribusi nyata dalam membentuk disiplin dan mahasiswa ke arah yang lebih baik. UCAPAN TERIMA KASIH