83 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (Project Based Learnin. TERHADAP KECAKAPAN KOMUNIKASI SISWA PADA KONSEP BIODIVERSITAS Iing Dwi Lestari. Suroso Mukti Leksono. Siti Romlah Noer Hodijah, dan Wulan Agustina Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa iingdwiles@yahoo. ABSTRACT Effect of Implementation Project Based Learning Model to the Communication Skills of Students on the Concept of Biodiversity This study aimed to determine the effect of projectbased learning model to the communication skills of students on the concept of biodiversity. The method used is a quasiexperimental design with randomized control group only. This research was conducted at SMA Negeri 5 Kota Serang class X academic year 2011/2012. The sampling technique used in this research were cluster random sampling. Data retrieval research using the assessment presentations and reports. Results of the research is the average value of communication skills of students in the experimental class is 68. 4% . and the control class is 45. Based on t-test obtained tcount . Ou ttable . or significance 0. It can be concluded that there is significant implementation project based learning model on the concept of biodiversity to the communication skills of students of SMAN 5 Serang. Keywords: Project based learning model. Communication skills. Biodiversity. PENDAHULUAN Kecakapan keterampilan atau kemampuan untuk dapat memungkinkan siswa mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif. Kecakapan hidup mencakup lima jenis, ialah kecakapan kecakapan sosial, kecakapan akademik, serta kecakapan kejuruan (Depdiknas, 2. Kecakapan hidup memiliki makna yang luas mencakup berbagai kemampuan dalam untuk hidup seperti kemampun berkomunikasi secara efektif . ommunication skil. , kemampuan mengambil keputusan . ecision makin. , kemampuan mengelola sumber daya dan waktu . esource and time merencanakan . lanning skil. , kemampuan bekerja sama, kemampuan melaksanakan peran sebagai siswa yang bertanggung jawab, disiplin, berkarakter, memiliki etika dalam bekerja dan bermasyarakat (Iswari. Sehingga untuk melatih kecakapan tersebut kepada peserta didik, maka perlu diperhatikan penerapan dan penggunaan suatu model pembelajaran dalam proses kegiatan belajar. Salah satu model pembelajaran yang komunikasi peserta didik adalah model pembelajaran berbasis proyek . roject based Kelebihan model pembelajaran . Meningkatkan motivasi:siswa merasa belajar dengan . Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah: dalam pembuatannya siswa dapat berpikir kreatif sehingga siswa dapat lebih aktif dan berhasil . Meningkatkan kolaborasi: dengan adanya proyek dapat meningkatkan komunikasi siswa baik dalam kelompok maupun antarkelompok. Meningkatkan keterampilan memperoleh sumber: sesuai dengan tuntutan model proyek siswa harus mememperoleh informasi secara cepat dari berbagai sumber. Meningkatkan keterampilan mengelola mengorganisasi proyek, membuat alokasi waktu dan menyiapkan perlengkapan untuk menyelesaikan tugas (Moursund dalam Wena, 2. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek. roject based learnin. terhadap kecakapan komunikasi siswa pada konsep biodiversitas. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Kota Serang kelas X Semester II tahun ajaran 2011/2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental semu yaitu eksperimen dengan melakukan pengontrolan terhadap salah satu variabelnya yang dianggap paling dominan (Syaodih, 2. Desain penelitian yang digunakan ini adalah Desain randomized control group only. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Kota Serang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X3 . elas eksperime. dan X6 . elas kontro. dengan teknik cluster sampling. Kecakapan dengan menggunakan lembar penilaian presentasi dan laporan. Lembar penilaian presentasi digunakan untuk mengukur kecakapan komunikasi secara lisan dengan melakukan presentasi. Sedangkan lembar penilaian laporan bertujuan untuk mengukur kecakapan komunikasi siswa secara tertulis dengan menilai laporan hasil pengamatan Lembar penilaian ini diisi oleh observer berdasarkan kriteria yang telah Instrumen diuji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan software anates versi 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Kemampuan komunikasi adalah kemampuan menyampaikan dan memperoleh fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan dalam bentuk suara, visual, atau suara visual. Contoh keterampilan mengkomunikasikan adalah mendiskusikan suatu masalah, membuat laporan, membaca peta dan kegiatan lain yang sejenis. Komunikasi merupakan bagian penting dari sains, dengan komunikasi dapat membangun model yang bisa menjelaskan fenomena yang sedang diteliti seperti grafik, tabel, laporan, dan diskusi lisan. Pentingnya komunikasi dalam pembelajaran karena setiap memiliki kebutuhan untuk mengungkapkan ide dan perasaan dalam pemecahan masalah baik secara lisan dan tulisan (Dimyati dan Mudjiono, 2. Berdasarkan hasil perhitungan uji tdiperoleh t hitung . dengan df = 58 ttabel (-2. , dapat disimpulkan bahwa thitung . Ou ttabel . atau signifikansi . < 0. Data ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, yang artinya model pembelajaran berbasis proyek . roject based learnin. pada konsep biodiversitas berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi siswa SMAN 5 Kota Serang. Siswa kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata sebesar dengan kriteria baik dan kelas kontrol sebesar 45. 8% dengan kriteria Hasil tersebut memperlihatkan sebagian besar indikator dalam kemampuan berkomunikasi pada kelas eksperimen sudah baik dikuasai oleh siswa. Komunikasi kemampuan seseorang dalam menyampaikan ide atau gagasan yang telah diperolehnya dari kegiatan pengamatan secara langsung melalui kegiatan presentasi. Penilaian komunikasi lisan berdasarkan indikator yang telah ditentukan dapat dilihat pada gambar 1. Nilai Rata-rata Kelas (%) 40 40,7 Indikator komunikasi lisan Keterangan : A : menjelaskan hasil pengamatan B : menjelaskan data hasil pengamatan secara ilmiah C : menguasai materi dengan baik D : menyajikan data hasil pengamatan secara komunikatif E : menjawab pertanyaan teman dengan logis dan ilmiah F : kemampuan menyimpulkan hasil pengamatan G : kemampuan menghargai pendapat teman H : kemampuan kerjasama dengan teman kelompok Kelas eksperimen Kelas kontrol Gambar 1. Nilai rata-rata komunikasi lisan siswa Gambar 1. komunikasi lisan siswa tertinggi pada indikator A yaitu menjelaskan hasil pengamatan. Pada kelas eksperimen dalam menjelaskan hasil pengamatan memiliki nilai sebesar 80% dengan kriteria baik sekali dan kelas kontrol memiliki nilai 7% dengan kriteria kurang. Sebagian besar kelas eksperimen sudah mampu menjelaskan hasil pengamatan secara lengkap, sistematis namun bahasanya tidak lugas, sementara siswa kelas kontrol sudah mampu menjelaskan hasil pengamatan dengan lengkap namun tidak sistematis dan bahasanya tidak lugas. Penerapan model pembelajaran berbasis proyek. rojectbased learnin. telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk kolaboratif di dalam kelas, hal ini didukung dengan hasil catatan lapangan yang menunjukan siswa antusias dalam menjelaskan hasil pengamatan sesuai topik yang telah diperolehnya. Sedangkan kemampuan komunikasi lisan terendah pada indikator F yaitu kemampuan siswa dalam menyimpulkan hasil pengamatan. Kemampuan siswa dalam menyimpulkan hasil pengamatan pada kelas eksperimen memiliki nilai sebesar 40. memiliki kriteria kurang dan kelas kontrol memiliki nilai sebesar 24% memiliki kriteria kurang sekali. Sebagian besar siswa kelas eksperimen mampu menyimpulkan materi yang telah disampaikan dengan lengkap, namun tidak sesuai tujuan, dan tidak ringkas, sementara pada kelas kontrol siswa tidak mampu menyimpulkan materi yang telah disampaikan dengan lengkap, sesuai tujuan, dan ringkas. Kurangnya kemampuan siswa tersebut dapat dipengaruhi oleh kurang kondusifnya kegiatan diskusi yang terlalu didominasi oleh pertanyaan-pertanyaan dari tiap kelompok, sehingga waktu presentasi pun lebih banyak digunakan untuk diskusi, sementara dalam menyimpulkan siswa hanya menyampaikan secara sekilas saja. Penerapan berbasis proyek . roject based learnin. terhadap kemampuan komunikasi lisan siswa pada kelas eksperimen dapat terjadi melalui proses belajar siswa. Menurut Slameto belajar menghubungkan merangkaikan dua objek atau peristiwa menjadi lebih mudah apabila kedua objek atau peristiwa itu terjadi melalui proses pengamatan secara langsung. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan keaktifan selama proses diskusi serta menanggapi setiap pertanyaan maupun sanggahan yang disampaikan penyaji dan guru saat komunikasi secara lisan . Hal tersebut didukung oleh Nilai rata-rata Kelas (%) Utami . bahwa pemberian topik yang berbeda-beda dapat meningkatkan serta menjadikan siswa antusias dan kompetitif sehingga dapat mengembangkan keberanian mengungkapkan pendapat. Komunikasi secara lisan . pada kelas kontrol tidak terjadi secara interaktif karena hanya siswa tertentu saja yang aktif dan yang lain cenderung diam. Moursund . alam Wena 2. menjelaskan salah satu kelebihan model pembelajaran berbasis proyek . roject based dengan adanya proyek dapat meningkatkan komunikasi siswa baik dalam kelompok maupun antar-kelompok. Desmita 48,7 44 kemampuan siswa dalam berkomunikasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti perbedaan kecerdasan, pembawaan, lingkungan, fisik, dan organ bicara. Komunikasi kemampuan seseorang dalam menuangkan hasil yang diperoleh melalui kegiatan pengamatan dalam bentuk laporan atau Komunikasi tulisan pada kelas eksperimen ditunjukan dalam bentuk proyek sementara pada kelas kontrol dalam bentuk Penilaian komunikasi tulisan berdasarkan indikator yang telah ditentukan dapat dilihat pada gambar 2. 82,780 85,3 57,3 53,3 48,7 44 Indikator komunikasi tulisan Keterangan: A : Format B : Judul dan tujuan C : Latar belakang D : Dasar teori E : Alat dan bahan F : Cara kerja G : Data Hasil Pengamatan H : Pembahasan I : Jawaban Pertanyaan J : Kesimpulan K : Daftar Pustaka