Journal Research of Economic and Bussiness Volume 5. Issue 1. January 2026 E-ISSN : 2828-3716 . P-ISSN : 2828-3708 Journal Research of Economic dan Bussiness journal homepage: https://journal. id/index. php/j-reb Analisis Penilaian Persediaan Obat-obatan Berdasarkan SAK EMKM Pada Apotek Nanda Medika Kiki Wulan Dari1*. Sunanto2. Dian Ofasari3 . Tika Handayani4. Rahmawati Hasibuan5 Politeknik Sekayu1. Politeknik Negeri Sriwijaya2, 3, 4, 5 sunanto@polsri. *Correspondence: sunanto@polsri. id* https:journal. id/j-reb | Submission Received : 11-01-2026. Revised : 20-01-2026. Accepted : 26-01-2026. Published : 27-01-2026 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian persediaan Obat-obatan dengan menggunakan rumus biaya MPKP . asuk pertama keluar pertam. dan Rata-rata Tertimbang (Averag. Berdasarkan SAK EMKM Pada Apotek Nanda Medika. Apotek Nanda Medika merupakan kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang perdagangan berbagai macam obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, sedangkan subjek dari penelitian ini adalah Apotek Nanda Medika, dan yang menjadi objek dari penelitian ini persediaan obatobatan Mexon. Dexsa, dan Graze. Jenis data berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, kuisioner dan wawancara. Jenis data berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu, melakukan perhitungan persediaan obat-obatan menggunakan metode MPKP dan Average berdasarkan SAK EMKM. Hasil analisis penilaian 3 jenis obat persediaan dengan menggunakan rumus biaya MPKP dan Average berdasarkan SAK EMKM pada Apotek Nanda Medika dilakukan berdasarkan data saldo awal, pembelian, dan penjualan. Berdasarkan pembahasan diperoleh bahwa penilaian bahan Obat-obatan Apotek Nanda Medika belum melakukan penilaian persediaan baik dengan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP) dan metode rata-rata tertimbang (Averag. Berdasarkan hasil perhitungan harga pokok penjualan dengan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP) lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang (Averag. hal tersebut akan menyebabkan laba yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP) akan mengghasilkan laba dan saldo akhir yang lebih tinggi dari perhitungan rata-rata tertimbang (Averag. Kata kunci: Persediaan. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP). Rata-rata Tertimbang (Moving Averag. SAK EMKM A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Abstract This study aims to determine how the inventory of medicines is assessed using the FIFO cost formula . irst-in first-ou. and the Weighted Average (Averag. based on SAK EMKM at the Nanda Medika Pharmacy. Nanda Medika Pharmacy is a business activity that is engaged in trading various kinds of drugs. This research is a quantitative descriptive study, while the subject of this research is Nanda Medika Pharmacy, and the objects of this research are the inventory of Mexon. Dexsa, and Graze drugs. The types of data are primary data and secondary data. Data collection techniques in this study were in the form of observation, questionnaires and interviews. The type of data in the form of primary data and secondary data. The data analysis technique used is calculating drug inventory using the FIFO and Average methods based on SAK EMKM. The results of the analysis of the assessment of 3 types of drug inventory using the FIFO and Average cost formulas based on SAK EMKM at Nanda Medika Pharmacy are based on initial balance, purchase, and sales data. Based on the discussion, it was found that the assessment of drug materials at Nanda Medika Pharmacy had not yet carried out an inventory assessment using both the first-in-first-out (FIFO) method and the weighted average (Averag. method and based on the results of the calculation of the cost of goods sold using the first-in-first-out (FIFO) method was lower than using the weighted average (Averag. This will cause the profit generated from the calculation using the first-in-first-out (FIFO) method to produce a higher profit and ending balance than the weighted average (Averag. Keywords: Inventory. First-in First-out Method (FIFO). Moving Average. SAK EMKM PENDAHULUAN Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan dalam membantu mewujudkan tercapainya derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat. Persediaan adalah semua barang dagangan dan bahan yang dimiliki oleh pebisnis untuk dijual dipasar demi mendapatkan keuntungan. Persediaan . merupakan istilah untuk barang tersedia yang akan dijual dan bahan mentah yang digunakan untuk menghasilkan barang tersedia yang dijual. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses barang jadi ataupun suku cadang, apabila persediaan besar akan timbul biaya persediaan dan persediaan kecil terjadi kekurangan persediaan. Apotek mengikuti standar akuntansi keuangan (SAK) yaitu, dimana membahas tentang akuntansi persediaan yang merupakan pedoman atas perlakuan akuntansi untuk persediaan dan memuat tentang standar pencatatan serta penilaian dan pelaporan atas persediaan. SAK EMKM diterbitkan diberlakukan terhitung mulai 1 januari 2018. SAK EMKM diharapkan dapat membantu Apotek dalam mengatasi masalah akuntansi yang semakin luas dan kompleks seiring dan berkembangnya teknologi dan imformasi. Apotek Nanda Medika terletak di Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh dan sudah beroperasi sejak tahun 2016. Apotek Nanda Medika menjual berbagai macam obat-obatan. Berdasarkan hasil wawancara kepada pemilik Apotek Nanda Medika Persediaan obat yang dijual sudah dicatat dengan pembukuan secara sederhana, tetapi data pembelian tidak dicatat hanya melihat arsipan dari dokumen pembelian dari pemasok, hal ini akan mengakibatkan A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). jumlah persediaan tidak dapat diketahui setiap saat dan akan berpengaruh terhadap besarnya harga pokok penjualan dan laba kotor yang didapat Apotek Nanda Medika tidak menunjukkan nilai yang sebenarnya dan Apotek Nanda Medika tidak mengetahui nilai persediaan akhir dari jumlah persediaan yang tersisa dan toko ini hanya mengalikan harga beli terakhir dengan jumlah persediaan akhir. Apotek Nanda Medika juga tidak melakukan perhitungan fisik . tock opnam. setiap akhir tahun sehingga Apotek Nanda Medika sulit untuk mengetahui saldo persediaan akhir perusahaan. Melihat permasalahan tersebut penilaian persediaan harus dilakukan untuk membandingkan biaya dengan pendapatan yang saling berkaitan dalam rangka menghitung laba bersih pada akhir periode atau pada waktu penutupan dalam menyusun laporan keuangan. Persediaan harus dihitung menurut persatuannya maupun nilainya karena persediaan tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap laba rugi perusahaan. Penelitian (Hernawati, 2. , (Jessica Violita Hadi & Tries Ellia Sandari, 2. , (Ni Luh De Erik Trisnawati & Ketut Suryaningsih, 2. , bahwa hubungan persediaan barang dagang terhadap laba usaha termasuk kategori kuat dan berpengaruh. Penelitan yang dilakukan oleh (Taalempuangan et al. , 2. (Hutabarat & Rajagukguk, 2. menyatakan bahwa penilaian persediaan berdampak pada keakuratan informasi keuangan dan dapat meminimalkan resiko kerugian. Maka tujuan penelitian untuk mencoba menerapkan penilaian persediaan berdasarkan SAK EMKM dengan menggunakan metode MPKP (Masuk pertama keluar pertam. / FIFO dan metode rata-rata TINJAUAN LITERATUR Pengertian Persediaan Menurut (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. Persediaan adalah aset: Untuk dijual dalam kegiatan normal. Dalam proses produksi untuk kemudian dijual atau Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. (Sujarweni, 2. mengatakan bahwa persediaan barang dagang adalah barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan dan termasuk dalam akun aktiva lancar. Sedangkan persediaan barang dagang adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan yang siap dijual dalam operasi (Martini & Dwi, 2. mengatakan bahwa persediaan merupakan salah satu aset yang sangat penting bagi entitas baik bagi perusahaan ritel, manufaktur, jasa, maupun entitas lainnya. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa persediaan merupakan aset yang dimiliki untuk dijual kembali oleh perusahaan dagang sebagai sumber pendapatan bagi perusahaan. Oleh karena itu, persediaan harus dikelola dan dicatat dengan baik agar perusahaan tidak mengalami kekurangan stok dan kegiatan usahanya tetap berjalan dengan Jenis-jenis Persediaan Menurut (Martini & Dwi, 2. Perusahaan manufaktur membeli bahan mentah lalu mengkonversinya . erakit atau mengubahny. menjadi barang jadi. Perusahaan seperti ini umumnya memiliki tiga jenis persediaan, yaitu : Persediaan bahan baku (Materia. Adalah persediaan dimana barang-barang yang digunakan adalah barang tahap awal dalam proses produksi. Persediaan barang dalam proses (Work in prose. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Adalah persediaan dimana barang-barang yang digunakan adalah sebagai pelengkap dari bahan baku . dan untuk melanjutkan pada tahap barang jadi . inish Persediaan barang jadi (Finish goo. Adalah persediaan dimana barang-barang yang ada adalah barang-barang yang sudah selesai diproduksi atau diolah dan siap untuk dijual atau yang sering disebut dengan finish good. Fungsi-fungsi Persediaan Efisiensi operasional suatu perusahaan dapat ditingkatkan karena berbagai fungsi penting persediaan. Menurut (Sujarweni, 2. fungsi-fungsi tersebut meliputi : Menghilangkan risiko keterlambatan datangnya barang atau bahan-bahan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Menghilangkan risiko barang yang rusak. Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan. Mencapai penggunaan mesin yang optimal. Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi konsumen. Metode Penilaian Persediaan Penilaian persediaan bertujuan untuk mengetahui nilai persediaan yang dipakai atau dijual atau persediaan yang tersisa dalam suatu periode. Persediaan merupakan pos yang sangat berarti dalam aktiva lancar. Hal ini menyebabkan metode penilaian persediaan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Menurut (Sujarweni, 2. terdapat 2 . metode yang digunakan untuk menilai persediaan, yaitu: Metode First In First Out (FIFO) Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan awal . masuk akan dijual digunakan terlebih dahulu, sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk . Metode ini cenderung menghasilkan persediaan yang nilainya tinggi dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang dibeli. Metode Rata-rata (Averag. Dengan menggunakan metode ini nilai persediaan akhir akan menghasilkan nilai antara nilai persediaan metode FIFO dan nilai persediaan LIFO. Metode ini juga akan berdampak pada nilai harga pokok penjualan dan laba kotor. Metode biaya rata-rata tertimbang didasarkan pada asumsi bahwa seluruh barang tercampur, sehinggan mustahil untuk menentukan barang mana yang terjual dan barang mana yang tertahan di persediaan. Harga persediaan ditetapkan berdasarkan harga rata-rata yang dibayarkan untuk barang tersebut. Metode Pencatatan Persediaan Menurut (Hery, 2. terdapat dua macam metode pencatatan persediaan yaitu : metode mutasi persediaan . erpectual inventory metho. Pada metode mutasi persediaan setiap mutasi persediaan dicatat dalam kartu persediaan. Metode persediaan fisik . hysical inventory metho. pada metode persediaan fisik hanya tambahan persediaan dari pembelian saja yang dicatat sedangkan mutasi berkurangnya persediaan karena pemakaian tidak dicatat dikartu persediaan. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Pengertian Pengendalian Pengendalian Internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin tersedianya informasi akuntansi perusahaan yang akurat, serta memastikan bahwa semua ketentuan . hukum/undang-undang serta kebijakan manajemen telah dipatuhi dan dijalankan sebagaimana mestinya oleh seluruh karyawan perusahaan (Hery, 2. Menurut (Cahyanti, 2. Pengendalian merupakan aset yang mudah digunakan, mudah disalah gunakan, dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengendalian perlu dikendalikan dan dilindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Ada beberapa macam pengendalian terhadap kas : Terdapat pemisahan tugas antara yang melakukan otoritas dengan pemegangan kas. Penggunaan tempat penyimpanan kas yang aman seperti brankas dan sejenisnya. Pengeluaran kas dengan cek sehingga terdapat pengendalian pencatatan oleh pihak Penerimaan kas dilakukan dengan cek sehingga terdapat pengendalian pencatatan oleh pihak lain. Rekonsilisi bank antara pencatatan perusahaan dengan rekening koran bank. Pencatatan kas keluar dan masuk menggunakan no urut. Menggunakan sistem voucer. Pengendalian persediaan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting bagi Karena persediaan fisisk pada perusahaan akan melibatkan investasi yang sangat besar pada pos aktiva lancar. Pelaksanaan fungsi ini akan berhubungan dengan seluruh bagian yang bertujuan agar usaha penjualan dapat intensif serta produk dan penggunaan sumber daya dapat maksimal (Khadijah, 2. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengendalian persediaan aset yang dimiliki oleh perusahaan telah diamankan sebagaimana mestinya dan hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan semata, bukan untuk kepentingan individu . oknum karyawan tertentu. Tujuan Pengendalian Persediaan Menurut (Nurul, 2. kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik menuju tercapainya maksimalisasi profit. Bahkan tidak hanya dari segi operasional saja yang akan berjalan dengan tertib dan baik sesuai prosedur, akan tetapi dari segi finansial perusahaan juga dapat lebih ter-monitor dengan baik. Pengertian Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) SAK EMKM merupakan standar akuntansi keuangan yang berdiri sendiri yang dapat digunakan oleh entitas yang memenuhi definisi entitas tanpa akuntanbilitas publik yang signifikan sebagaimana dalam SAK ETAP. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam (SAK EMKM. , 2. menjelaskan bahwa: SAK EMKM dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas mikro, kecil, dan menengah. Entitas mikro, kecil, dan menengah adalah entitas tanpa akuntabilitas publik yang signifikan, sebagaimana didefinisikan dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), yang memenuhi definisi dan kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, setidaknya selama dua tahun berturut-turut. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Ruang Lingkup SAK EMKM Berdasarkan ruang lingkup Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) maka standar ini dimaksudkan untuk entitas, mikro, kecil dan menengah serta dapat digunakan untuk entitas yang tidak memenuhi kriteria. EMKM dalam (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. Entitas. Mikro. Kecil, dan Menengah adalah entitas tanpa akuntabilitas publik yng signifikan. Sebagaimana didefinisikan, sebagaimana didefinisikan dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Yang memenuhi difinisi dan kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di indonesia, setidaktidaknya selama dua tahun berturut-turut. Pengakuan dan Pengukuran Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam (SAK EMKM. , 2. terdapat beberapa Pengakuan dan Pengukuran, yaitu: Entitas mengakui persediaan ketika diperoleh, sebesar biaya perolehannya. Biaya perolehan persediaan mencakup seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lainnya yang terjadi untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi siap Teknik pengukuran biaya persediaan, seperti metode biaya standar, seperti metode eceran, demi kemudahan, dapat digunakan jika hasilnya mendekati biaya perolehan. Entitas dapat memilih menggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP) atau rata-rata tertimbang dalam menentukan biaya perolehan persediaan. Jumlah persediaan yang mengalami penurunan dan/ atau kerugian, misalnya karena persediaan rusak atau usang, diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan dan/ atau kerugian tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, sedangkan subjek dari penelitian ini adalah Apotek Nanda Medika, dan yang menjadi objek dari penelitian ini persediaan obat-obatan Mexon. Dexsa, dan Graze. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara dan observasi. Penulis membutuhkan beberapa informasi mengenai profil Apotek Nanda Medika, struktur organisasi, sistem pencatatan transaksi, adakah informasi keuangan dan informasi lainnya dengan teknik wawancara sedangkan teknik observasi yang dilakukan penulis yaitu berupa buku pencatatan pembelian dan pembelian, nota pembelian dan penjualan, dan informasi lainnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data deskriptif kuantitatif (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini membahas tentang penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil dan menengah (SAK EMKM). Langkah-langkah analisis data yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan klafisikasi transaksi perusahaan dan perancangan akun-akun perkiraan pada perusahaan. Pemrosesan data melalui aplikasi Akuntansi UKM sehingga menghasilkan laporan keuangan yang diinginkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Perhitungan Obat Mexon Apotek Nanda Medika Tahun 2025 Perhitungan penilaian persediaan obat-obatan untuk Obat Mexon dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dapat dilihat pada kartu persediaan. Dari kedua analisis tersebut, metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. menghasilkan nilai persediaan akhir yang lebih besar dibanding dengan metode Rata-rata Tertimbang. Nilai persediaan akhir dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. sebesar Rp 18. 000, sedangkan nilai A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). persediaan akhir dengan metode Rata-rata Tertimbang sebesar Rp 10. ata diambil dari saldo akhir hasil olahan kartu persediaan dengan metode MPKP dan metode Rata-rata Tertimbang. Data Perhitungan Obat Dexsa Apotek Nanda Medika Tahun 2025 Perhitungan penilaian persediaan obat-obatan untuk Obat Graze dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dan perhitungan penilaian persediaan obat-obatan untuk produk ini dengan metode Rata-rata Tertimbang dapat dilihat perbedaan nilai persediaan akhir antara kedua metode. Metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. menghasilkan nilai persediaan akhir yang lebih besar dibanding dengan metode Rata-rata Tertimbang. Nilai persediaan akhir dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. sebesar Rp 78. sedangkan nilai persediaan akhir dengan metode Rata-rata Tertimbang sebesar Rp 73. ata diambil dari saldo akhir hasil olahan kartu persediaan dengan metode MPKP dan metode Ratarata Tertimbang. Setelah melakukan analisis perhitungan penilaian persediaan obat-obatan untuk masingmasing obat, dapat dilihat perbedaan nilai persediaan akhir antara kedua metode yang Nilai persediaan akhir untuk masing-masing produk dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. semuanya menghasilkan nilai yang lebih besar daripada dengan menggunakan metode Rata-rata Tertimbang. Berdasarkan analisis tersebut. Apotek sebaiknya menggunakan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dalam melakukan perhitungan penilaian persediaan barang dagang, karena nilai persediaan akhir yang besar akan menghasilkan harga pokok penjualan yang kecil sehingga laba kotor yang diperoleh menjadi Data Perhitungan Obat Graze Apotek Nanda Medik Tahun 2025 Perhitungan penilaian persediaan obat-obatan untuk Obat Graze dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dan perhitungan penilaian persediaan Obat-obatan untuk produk ini dengan metode Rata-rata Tertimbang dapat dilihat perbedaan nilai persediaan akhir antara kedua metode. Metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. menghasilkan nilai persediaan akhir yang lebih besar dibanding dengan metode Rata-rata Tertimbang. Nilai persediaan akhir dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. sebesar Rp 78. sedangkan nilai persediaan akhir dengan metode Rata-rata Tertimbang sebesar Rp 73. Setelah melakukan analisis perhitungan penilaian persediaan Obat-obatan untuk masing-masing obat, dapat dilihat perbedaan nilai persediaan akhir antara kedua metode yang Nilai persediaan akhir untuk masing-masing produk dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. semuanya menghasilkan nilai yang lebih besar daripada dengan menggunakan metode Rata-rata Tertimbang. Berdasarkan analisis tersebut. Apotek sebaiknya menggunakan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dalam melakukan perhitungan penilaian persediaan barang dagang, karena nilai persediaan akhir yang besar akan menghasilkan harga pokok penjualan yang kecil sehingga laba kotor yang diperoleh menjadi Perbandingan Nilai Persediaan Akhir Berdasarkan hasil analisis perhitungan penilaian persediaan barang dagang untuk masing-masing produk, maka dapat dilihat perbandingan antara nilai persediaan akhir menurut perusahaan dengan nilai persediaan akhir metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dan nilai persediaan akhir metode Rata-rata Tertimbang. Berikut disajikan perbandingan nilai persediaan akhir menurut perusahaan, menurut metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dan menurut metode Rata-rata Tertimbang, yaitu sebagai berikut: A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Tabel 1. Perbandingan Nilai Persediaan Akhir Apotek Nanda Medika Tahun 2025 (Dalam Rupia. Hasil Analisis MPKP Nama No. Rata-Rata Tertimbang Barang Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah Mexon Dexsa Graze Sumber: Data Diolah, 2025 Data di atas merupakah saldo akhir dari kartu persediaan untuk ketiga produk yaitu. Mexon. Dexsa, dan Graze berdasarkan perhitungan menggunakan metode MPKP dan menurut metode Rata-rata Tertimbang. Dapat diketahui bahwa nilai persediaan akhir menggunakan metode MPKP jumlah unitnya lebih kecil sementara harganya lebih besar dari pada me tode Rata-rata Tertimbang untuk obat Mexon dan Dexsa. Sedangkan untuk obat Graze sebaliknya, yaitu untuk metode MPKP jumlah unitnya lebih besar sementara harganya lebih kecil dari pada metode Rata-rata Tertimbang. Perbandingan Hasil Laba Kotor Penggunaan metode dalam penilaian persediaan barang sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan, yaitu berpengaruh pada nilai persediaan akhir di laporan posisi keuangan dan harga pokok penjualan di laporan laba rugi. Jika metode yang digunakan dalam penilaian persediaan barang dagang tidak tepat, maka nilai persediaan akhir di laporan posisi keuangan tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Begitu juga dengan harga pokok penjualan di laporan laba rugi, jika metode yang digunakan dalam penilaian persediaan barang dagang tidak tepat maka harga pokok penjualan pada laporan laba rugi tidak mencerminkan nilai yang Berdasarkan hasil analisis penilaian persediaan barang dagang dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dan metode Rata-rata Tertimbang, maka dapat diketahui harga pokok penjualan yang sebenarnya untuk masing-masing produk. Berikut disajikan perbandingan hasil laba kotor menurut perusahaan, menurut metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dan menurut metode Rata-rata Tertimbang, yaitu sebagai berikut: Tabel 2. Perhitungan Harga Pokok Penjualan Menggunakan Metode MPKP Nama Obatobatan Persediaan Awal Pembelian Mexon Rp 30. Rp 2. Dexsa Rp 120. Graze Rp 200. Sumber: Data Diolah, 2025 Rp 1. Rp 1. Persediaan Akhir HPP Data di atas diambil dari data kartu persediaan barang dagang dengan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. Berdasarkan data hasil perhitungan harga pokok penjualan A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). menggunakan metode MPKP tersebut dapat diketahui bahwa. HPP Mexon sebesar Rp 000. HPP Dexsa Rp 1. 000, dan HPP Graze sebesar Rp 1. Tabel 3. Perhitungan Harga Pokok Penjualan Menggunakan Metode Rata-rata Terimbang ( Average ) Nama Obatobtan Persediaan Awal Pembelian Persediaan Akhir HPP Mexon Rp 30. Rp 10. Rp 2. Dexsa Rp 120. Rp 23. Rp 1. Graze Rp 200. Sumber: Data Diolah, 2025 Rp 73. Rp 1. Data di atas diambil dari data kartu persediaan barang dagang dengan metode Rata-rata Tertimbang. Berdasarkan data hasil perhitungan harga pokok penjualan menggunakan metode Rata-rata Tertimbang tersebut dapat diketahui bahwa. HPP Mexon sebesar Rp 2. HPP Dexsa Rp 1. 000, dan HPP Graze sebesar Rp 1. Tabel 4. Perbandingan Hasil Laba Kotor Apotek Nanda Medika Tahun 2025 (Dalam Rupia. Mexon Hasil Analisis MPKP Rata-Rata Tertimbang (Masuk Pertama Keluar Pertam. (Averag. Laba Laba Penjualan HPP Penjualan HPP Kotor Kotor Dexsa Graze Nama Barang Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan tabel perbandingan di atas, dapat dilihat perbedaan hasil laba kotor menurut metode MPKP (Masuk Pertama-Keluar Pertam. dan metode Rata-rata Tertimbang (Averag. Untuk produk Obat Mexon, metode MPKP mencatat lebih besar dibandingkan metode Rata-rata Tertimbang dengan selisih sebesar Rp 8. 000, sedangkan untuk produk Obat Dexsa, metode MPKP mencatat lebih besar dibandingkan metode Rata-rata Tertimbang dengan selisih sebesar Rp 31. 000, dan Untuk produk Obat Graze, metode MPKP mencatat lebih besarl dibandingkan metode Rata-rata Tertimbang dengan selisih sebesar Rp 4. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, penggunaan metode MPKP (Masuk Pertama Keluar Pertam. menghasilkan laba kotor yang lebih besar dibandingkan dengan metode Rata-rata Tertimbang (Averag. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya menggunakan metode MPKP (Masuk Pertama Keluar Pertam. dalam melakukan penilaian persediaan barang KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Apotek Nanda Medika, maka terdapat beberapa yang dapat disimpulkan yaitu: A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Apotek Nanda Medika belum pernah melakukan penilaian persediaan obat-obatan. Hal tersebut menyebabkan Apotek Nanda Medika sulit untuk mengetahui barang yang masuk dan barang yang keluar dan juga Apotek Nanda Medika sulit untuk melihat saldo akhir dari setiap jenis obat-obatan. Berdasarkan penilaian yang dilakukan terhadap persediaan obat-obatan yang dimiliki Apotek Nanda Medika berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dengan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama MPKP dan metode rata-rata tertimbang (Moving Averag. Harga pokok penjualan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP) menghasilkan nominal yang rendah daripada menggunakan metode ratarata tertimbang (Averag. dan Laba kotor. Berdasarkan simpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut: Sebaiknya Apotek Nanda Medika melakukan penilaian persediaan obat-obatan agar memudahkan Apotek Nanda Medika dalam mengetahui berapa jumlah obat-obatan yang masuk dan keluar serta agar dapat mengetahui saldo akhir dari obat-obatan. Untuk melakukan penilaian persediaan Apotek Nanda Medika dapat melakukan penilaian dengan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP) karena metode MPKP akan menghasilkan laba atau saldo akhir yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang (Averag. Bagi peneliti selanjutnya agar menyarankan pada setiap Entitas Mikro Kecil dan Menengah (EMKM) dapat menerapkan SAK EMKM serta menggunakan metode MPKP (Masuk PertamaOeKeluar Pertam. dalam melakukan penilaian persediaannya agar menghasilkan laba kotor yang lebih besar. DAFTAR PUSTAKA