TINGKAT PENGETAHUAN. SIKAP DAN TINDAKAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI KABUPATEN KUTAI BARAT Anindayana Yunisa Exelsa1. Achmad Kadri Ansyori1. Fitri Handayani1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Email: achmad. ansyori@gmail. ABSTRACT Coronavirus disease 2019 (COVID-. is a new type of infectious disease. Prevention of COVID-19 is supported of knowledge as a basis for someone in making decisions and determining attitudes and actions in dealing with the COVID-19 pandemic problem. Pharmaceutical Technical Personnel (TTK) has an important role as the front line in dealing with the COVID-19 pandemic The purpose of this study was to determine the level of knowledge, attitudes and actions of pharmaceutical technical personnel on the prevention of COVID-19 in West Kutai Regency. This study uses quantitative methods, the type of descriptive analytic research . on-experimenta. It is observational with a cross sectional approach. Data were obtained from the research subject, namely Pharmaceutical Technical Personnel (PTP) who worked in West Kutai Regency with give them a questionnaire. The data analysis method is a univariate analysis to see the frequency of the level of knowledge, attitudes and actions of pharmaceutical technical personnel in West Kutai Regency towards the prevention of COVID-19. The results of the study showed that 48 respondents were declared good with a total average score of 3. 92%). Bivariate analysis stated that there was a significant relationship between the respondent's characteristics of age, place of work and length of work with the level of knowledge, attitudes and actions of PTP towards COVID-19 The conclusion is that the category of assessment of the level of knowledge, attitudes and actions of Pharmaceutical Technical Personnel (PTP) in West Kutai Regency is good. There is a significant relationship between the respondent's characteristics of age, place of work and length of work with the total value of the level of knowledge, attitudes and actions of Pharmaceutical Technical Personnel (PTP). Keywords: Prevention of COVID-19, pharmaceutical technical personnel, knowledge, attitudes and PENDAHULUAN Kasus Coronavirus disease 2019 (COVID-. menurut KEMENKES RI tahun 2020 yaitu berawal dari WHO China Country Office melaporkan terdapatnya 44 pasien pneumonia berat serta tidak diketahui etiologinya disuatu wilayah yaitu Kota Wuhan. Provinsi Hubei. Cina dengan dugaan awal hal ini terkait dengan pasar basah yang menjual ikan, hewan laut dan berbagai hewan lain,pada Desember Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru Coronavirus disease 2019 (COVID-. , virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. COVID-19 kesehatan masyarakat yang serius dan telah mengancam dunia dengan sangat cepat Hingga Juni 2021 dilaporkan virus penyebab COVID-19 telah menginfeksi 556 orang secara global di seluruh dunia, dari jumlah tersebut sebanyak 312 kasus telah dinyatakan sembuh 122 orang meninggal dunia (Arnani, 2. Indonesia mencatat jumlah kasus tertinggi infeksi virus SARS CoV-2 di ASEAN 41. 431 kasus positif dengan jumlah angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia juga yang tertinggi di Asia Tenggara adalah 2. 276 korban (Azanella, 2. Kalimantan Timur pada Juni 2021 mengalami peningkatan yang signifikan, satgas COVID-19 Kalimantan Timur menyampaikan total pasien yang menjalani perawatan sejumlah 3. 203 orang. Kabupaten Kutai Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang terus mengalami kenaikan kasus COVID-19 tercatat sebanyak 3. 819 kasus terkonfirmasi positif dan jumlah kasus sembuh sebanyak 669 dengan kasus meninggal sebanyak 68 orang oleh karena itu saat ini Kabupaten Kutai Barat juga telah di tetapkan sebagai zona Merah . asus positif >51 kasu. (Handayani, 2. Dilihat dari pekerjaan TTK sangat sering kontak langsung dengan Tenaga Kesehatan lainnya di tempat fasilitas (Rumah Sakit. Puskesmas, apotek dan toko oba. ataupun saat berada di apotek, apotek adalah unit perawatan kesehatan yang paling mudah diakses oleh pasien, farmasi seringkali menjadi titik kontak pertama bagi orang yang sakit, bisa saja pasien yang telah terinfeksi COVID-19 namun termasuk OTG . rang tanpa gejal. ataupun yang bergejala, oleh sebab itu TTK berisiko terkena virus SARSCoV-2 penyebab pandemi COVID-19 (Anonim, 2. Hamed, et all . menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan keseluruhan tenaga kesehatan diMesir terhadap COVID19 secara umum baik, terutama dikalangan dokter, namun hasil penilaian persepsi risiko tenaga kesehatan takut terinfeksi COVID-19 dan takut menularkannya pada keluarga dinyatakan Tinggi . ,2%). Hasil penelitian Fang, et al . menyatakan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan di Punjab. Pakistan sudah siap untuk menghadapi pandemi COVID-19, tetapi penelitian ini juga menyebutkan bahwa Apoteker menunjukkan tingkat pengetahuan yang relatif lebih rendah dan praktik mereka menunjukkan bahwa mereka berisiko lebih tinggi tertular infeksi dibandingkan dengan dokter dan perawat. Berdasarkan latar belakang diatas mengingat pentingnya mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan TTK terhadap pencegahan pandemi COVID-19 yang terus mengalami peningkatan kasus di Kabupaten Kutai Barat serta ditinjau dari penelitian sebelumnya penelitian ini belum pernah dilakukan di Kabupaten Kutai Barat sehingga merupakan penelitian baru yang pengetahuan, sikap dan tindakan TTK terhadap pencegahan COVID-19. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik yang bersifat observasional dengan Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2021. Penelitian ini dilakukan pada Tenaga Teknis Kefarmasian di Kabupaten Kutai Barat. Populasipenelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 55 orang kemudian dilakukan perhitungan jumlah minimal sampel, diperoleh hasil 48 Rumus perhitungan jumlah sampel yang digunakan adalah rumus Slovin sebagai Keterangan : : Jumlah sampel : Jumlah populasi : Taraf kesalahan 1%, 5% dan 10% . ada penelitian ini 5%) (Sugiyono, 2. Berdasarkan rumus yang diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: = 48,35 1 1,1375 Data diperoleh dari kuisioner elektronik yang dibagikan kepada tenaga teknis kefarmasiandi Kabupaten Kutai Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan daftar pernyataan dalam bentuk jawaban . engklik menentukan pilihan jawaban yaitu Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Tidak Setuju (TS). Sangat Tidak Setuju (STS). Kriteria penilaian dengan menggunakan kuesioner Skala Likert Jawaban responden akan diberikan nilai berdasarkan jenis pertanyaan positif atau Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi karakteristik responden dan analisis bivariate untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan total nilai tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan TTK terhadap pencegahan COVID19 di Kabupaten Kutai Barat. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Distribusi Karakteristik responden pada penelitian ini terdiri dari 25 orang . ,08%) berumur 17-25 tahun, 18 orang . ,50%) berumur 26-35 tahun dan 5 orang . ,42%) berumur 36-45 tahun. Hal ini dikarenakan umur 17-25 tahun merupakan menyelesaikan pendidikan kefarmasian dan masuk ke dalam dunia pekerjaan. Persentase berdasarkan jenis kelamin terdiri dari 10 orang . ,84%) laki-laki dan 38 orang . ,16%) perempuan. Hal tersebut berkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ismail . bahwa kuantitas penerimaan mahasiswa baru kefarmasian banyak diminati oleh perempuan sehingga lapangan kerja nya pun didominasi oleh perempuan. Berdasarkan jenis pekerjaan terdiri dari 14 orang . ,17%) Pegawai Negeri Sipil (PNS)/ASN dan 34 orang . ,83%) Pegawai Swasta/Honorer. Hal ini berkaitan dengan umur responden yang dominan berumur 1725 tahun atau baru menyelesaikan pendidikan kefarmasian dan baru memulai bekerja. Tempat bekerja TTK di Kabupaten Kutai Barat paling banyak yaitu 16 orang . ,33%) di rumah sakit, 5 orang . ,42%) di klinik, 13 orang . ,08%) di puskesmas, 4 orang . ,33% di toko obat, 8 orang . ,67%) di apotek dan 2 orang . ,17%) di dinas Hal ini karena TTK lebih banyak dibutuhkan pada pelayanan yang berinteraksi langsung dengan pasien dan kuantitas pasien lebih banyak berobat dirumah sakit, perlu diketahui bahwa hanya terdapat satu rumah sakit di Kabupaten Kutai Barat. Lama bekerja terdiri dari 18 orang . ,50%) <1 tahun, 23 orang . ,92%) 1-5 tahun, 6 orang . ,50%) 6-10 tahun dan 1 orang . ,08%) > 10 tahun. Data tersebut kefarmasian yang bekerja di Kabupaten Kutai Barat sebagian besar memiliki lama bekerja dengan interval 1 sampai 5 tahun sebanyak 23 orang dengan persentase 47,92%. Penghasilan TTK yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan Kabupaten Kutai Barat yaitu 6 orang . ,50%) Rp. Hal ini berkaitan dengan jenis pekerjaan responden yang lebih banyak sebagai pegawai swasta/honorer. Berdasarkan diperoleh responden menjawab 30 orang . ,50%) pernah, 18 orang . ,50%) tidak pernah dan dari yang menjawab pernah terdiri dari 13 orang . ,10%) mengikuti 1 kali, 15 orang . ,20%) mengikuti 2-5 kali dan 2 orang . ,20%) mengikuti >6 kali. Hal ini diasumsikan karena organisasi PAFI cabang Kutai Barat selalu membagikan informasi terkait seminar tentang COVID-19 kepada anggota nya sehingga setiap anggota berkesempatan menerima informasi terkait COVID-19. Teknis Kefarmasian Terhadap Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat Analisis statistik deskriptif yang terdiri atas tingkat pengetahuan secara umum, tingkat pengetahuan tentang sikap, tingkat pengetahuan tentang praktek. Responden berjumlah 48 orang sebagian besar hasil analisis deskriptif terdiri dari 35 responden dengan persentase terbesar 72,92% memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik COVID-19 Kabupaten Kutai Barat. Kemudian sebanyak 13 responden dengan persentase 27,08% memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang sangat baik mengenai pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. Ratarata skor pengetahuan total adalah 3,22 dengan nilai median 3,00 dan nilai minimum maksimum adalah 3 . sampai 4 . angat bai. yang berarti tidak terdapat responden dengan kategori buruk dan sangat buruk. Data diperkuat dengan standar deviasi 0,449 > 0,05 yang dapat dinyatakan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan TTK COVID-19 Kabupaten Kutai Barat adalah baik. Deskripsi penilaian dapat dilihat pada tabel1 Deskripsi Penilaian Total Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Tindakan Tenaga Tabel 1. Hasil Penilaian Total Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Tindakan TTK Terhadap Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat Skala Variabel Penelitian Kelas 1,00 Ae 1,75 1,76 Ae 2,50 2,51 Ae 3,25 3,26 Ae 4,00 Total dan Rerata Responden Interval Sangat Buruk Buruk Baik Sangat Baik BAIK Pengetahuan. Sikap dan Tindakan Rerata Frekuensi . Persentase % Kategori 2,96 3,49 72,92 % 27,08 % 3,22 Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan pada masyarakat di Desa Sumerta Kelod yang memiliki hasil distribusi pengetahuan yang baik terkait pandemi COVID-19 (Diantari, dkk. , 2. Penelitian Godman, et al . juga menunjukkan bahwa mahasiswa farmasi di Saudi Arabia memiliki pengetahuan yang baik serta sikap dan praktik yang baik terhadap COVID-19 dan tindakan pencegahannya. Penelitian lain yang sejalan dilakukan oleh Pham, et al . sebanyak 327 petugas kesehatan di rumah sakit Distrik 2. Kota Ho Chi Minh Vietnam memiliki skor rata-rata pengetahuan dan sikap masing-masing 8,17 1,3 mereka menunjukkan pengetahuan dan sikap yang baik. Pengetahuan tenaga teknis kefarmasian khususnya dalam mencegah transmisi penyebaran virus SARS-CoV-2 sangat berguna dalam menekan penularan virus Dengan memiliki pengetahuan yang baik terhadap suatu hal, seseorang akan memiliki kemampuan untuk menentukan dan mengambil keputusan bagaimana ia dapat menghadapinya (Purnamasari, 2. Hubungan Antara Karakteristik Responden Terhadap Nilai Total Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian Dalam Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat Analisis membuktikan ada tidaknya hubungan antara karakteristik responden umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, tempat bekerja, lama bekerja, penghasilan dan informasi terhadap tingkat pengetahuantenaga teknis kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hubungan Karakteristik Responden Umur dengan Nilai Total Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Tindakan dalam Pencegahan COVID-19 Total Kategori Umur 17-25 Tahun 26-35 Tahun 36-45 Tahun Frekuen si . Persenta 52,08 37,50 10,42 Valu Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa responden yang berumur 17-25 tahun, 26-35 tahun dan 36-45 tahun berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan TTK terhadap pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. Setelah dilakukan uji hubungan diperoleh nilai p value=0. 003 kurang dari nilai = 0,05 . esalahan penelitian secara statistik adalah 5%), hal ini berarti H0 ditolak. Jadi, terdapat hubungan yang signifikan antara Usia produktif merupakan usia yang paling berperan dan memiliki aktivitas yang padat serta memiliki kemampuan kognitif yang baik, sehingga pada umur ini memiliki . (Pangesti, 2. Dapat dinyatakan secara bertahap responden remaja akhir menjadi dewasa awal dan dewasa akhir memiliki tingkat kognitif yang semakin baik. Semakin bertambah umur akan semakin berkembang pula daya pengetahuan yang diperolehnya semakin baik. Selanjutnya dilakukan uji hubungan pada kategori tempat bekerja, dapat dilihat bahwa diperoleh nilai p value=0. 011 kurang dari nilai = 0,05 . esalahan penelitian secara statistik adalah 5%), hal ini berarti H0 ditolak. Dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden tempat bekerja dengan tingkat pengetahuan atau dengan kata lain responden yang bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, toko obat, apotek dan dinas kesehatan mempengaruhi tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan TTK terhadap pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan Rahayu . diketahui bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan karyawan. Menurut penulis, tenaga teknis kefarmasian yang bekerja di rumah sakit dan puskesmas lebih banyak berinteraksi dan bertukar pikiran dengan tenaga kesehatan lain mengenai COVID-19 sehingga informasi yang diperoleh lebih baik di bandingkan dengan tenaga kesehatan yang bekerja di apotek, toko obat, klinik dan dinas kesehatan. Setelah diketahui bahwa tempat bekerja mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terhadap pencegahan COVID-19 maka perlu di berlakukan persamarataan informasi yang telah diperoleh dengan selalu membagikan informasi yang telah diketahui dari setiap pihak pada forum grup organisasi yang telah dibuat. Hal ini guna meningkatkan tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian agar semakin baik dalam pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. Uji hubungan pada karakteristik responden berdasarkan tempat bekerja dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hubungan Karakteristik Responden Tempat Bekerja dengan Nilai Total Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Tindakan dalam Pencegahan COVID-19 Kategori Tempat Bekerja Rumah Sakit Klinik Puskesmas Toko Obat Apotek Dinas Kesehatan Total Frekuen si . Persenta 33,33 10,42 27,08 8,33 16,67 4,17 Valu Setelah dilakukan uji hubungan pada karakteristik responden berdasarkan lama bekerja dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hubungan Karakteristik Responden Tempat Bekerja dengan Nilai Total Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Tindakan dalam Pencegahan COVID-19 Total Kategori Lama Bekerja Frekuen si . Persenta < 1 Tahun 1-5Tahun 6-10 Tahun >10 Tahun 37,50 47,92 12,50 2,08 Valu Diperoleh nilai p value=0. 007 kurang dari nilai = 0,05 . esalahan penelitian secara statistik adalah 5%), hal ini berarti H0 ditolak. Hubungan yang signifikan antara karakteristik responden lama bekerja dengan tingkat Responden yang memiliki lama kerja <1tahun, 1-5 tahun, 6-10 tahun dan>10 pengetahuan, sikap dan tindakan TTK terhadap pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. Penelitian lain oleh Puspita . di Pekan Baru menyimpulkan bahwa ada hubungan antara lama bekerja responden dengan tingkat pengetahuan, semakin lama seseorang bekerja pada suatu perusahaan atau organisasi, semakin diperoleh. Pengalaman kerja yang diperoleh dari pendidikan dan latihan akan mempengaruhi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta usaha untuk memberikan kemungkinan perubahan sikap seseorang. Data penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama responden bekerja menghasilkan nilai pengetahuan semakin baik. Walau demikian tenaga teknis kefarmasian yang baru mulai bekerja harus tetap meningkatkan rasa ingin tahu terkait isu-isu COVID-19 menghasilkan pengetahuan yang jauh lebih baik SIMPULAN Nilai total tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian COVID-19 Kabupaten Kutai Barat kategoribaik dengan nilai rata-rata adalah 22 dengan persentase 72,92 %. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden pada umur, tempat bekerja dan lama bekerja dengan nilai total tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan TTK dalam pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. DAFTAR PUSTAKA