Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI BALITA DI POSYANDU MELATI 6 KRATON KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN Bintari Aulina Wulandari*1. Silvia Prasetyowati 2. A Kusuma Astuti N. 1,2,3 Jurusan Kesehatan Gigi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya e-mail co Author: aulinawldr@gmail. ABSTRAK Masalah : Masalah penelitian ini adalah tingginya karies dengan presentase sebesar 69% dengan kriteria tinggi di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun 2021. Kondisi ini dipengaruhi oleh pengetahuan ibu. Tujuan : Diketahuinya pengetahuan ibu tentang karies pada anak balita di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun 2021. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah 36 ibu balita di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan. Pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner. Teknik analisis data yang digunakaan dalam penelitian adalah menghitung rata-rata jawaban benar bedasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang diperoleh dari responden dihitung dalam presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil : hasil yang diperoleh adalah pengetahuan ibu tentang pengertian karies gigi dan penyebab karies gigi dalam kategori cukup. pengetahuan ibu tentang pencegahan karies gigi dalam kategori kurang. pengetahuan ibu tentang akibat karies gigi dan perawatan karies gigi dalam kategori cukup. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu balita di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tentang karies gigi termasuk dalam kategori cukup. Kata kunci : Pengetahuan Ibu. Karies gigi. Balita PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut yang buruk merupakan salah satu faktor yang berperan terhadap terjadinya karies gigi. Kondisi yang mencerminkan kebersihan mulut yang buruk pada anak meliputi frekuensi menyikat gigi, asupan makanan, dan program promosi kesehatan gigi. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan perilaku dalam kesehatan gigi dan mulut berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat mencegah terjadinya karies gigi (Made et , 2. Keterlibatan orang tua khususnya pada ibu tentang kesehatan gigi merupakan faktor penting yang dapat berdampak pada kesehatan dan penyakit gigi anaknya. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Keluarga yang memiliki pengetahuan kebersihan mulut yang buruk memiliki kesulitan dalam menerapkan kebiasaan menjaga keadaan mulut yang sehat di Pengetahuan dan pemahanan kesehatan gigi yang kurang pada orang tua akan membawa dampak perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak yang kurang mendukung. Orang tua bertindak sebagai penjaga untuk perawatan kesehatan pada anak prasekolah. Oleh karena itu pengetahuan kesehatan gigi, nilainilai kepercayaan, sikap dan perilaku secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan anak. Kurangnya kesadaran ini akan berdampak pada kesehatan mulut terhadap kesehatan umum selama perjalanan hidup anak tersebut (Rahina et al. , 2. Gigi sulung pada anak balita yang mengalami karies dan tidak mendapatkan perawatan dengan segera, maka fungsi pengunyahan akan terganggu, gigi akan tanggal secara cepat sebelum waktunya dan akan mempengaruhi pertumbuhan gigi Pengetahuan ibu mengenai kesehatan gigi sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak kedepannya baik, namun bagi ibu tahu saja tidak cukup, perlu adanya kepedulian yang tinggi dan tindakan yang nyata, karena pada dasarnya anak masih sangat perlu dibimbing dalam hal kebersihan gigi dan mulut. Peran ibu sangat diperlukan dalam proses membimbing anak untuk paham dan mengerti pentingnya kesehatan gigi sejak dini (Youventri et al. , 2. Usaha ibu sebagai edukator yang dapat dilakukan dirumah untuk mencegah terjadinya karies gigi adalah dengan menyikat gigi dan kontrol diet. Gigi anak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Waktu menyikat gigi sebaiknya dilakukan teratur minimal 2 kali sehari setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Kontrol diet merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya karies gigi. Ibu dapat mengajarkan anak-anak untuk mengurangi ngemil, karena ngemil dapat menciptakan kelangsungan penyediaan nutrisi untuk menciptakan asam bakteri didalam mulut (Keumala & Mardelita, 2. Prevalensi reratan karies gigi pada anak usia 5-6 tahun dmft sangat tinggi, menurut usia standar WHO tahun 2018 yakni tingginya mencapai 8,43. 3% anak usia 5 tahun memiliki angka pengalaman karies gigi . Ou6 masuk dalam kategori karies anak usia dini yang parah. AuBerdasarkan hasil utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa 63,7% anak usia 5 tahun memiliki angka pengalaman karies gigi . Ou6 . asuk dalam kategori karies anak usia dini yang parah / Severe Early Childhood Caries (S-ECC). Usia 5-6 tahun prevalensi gigi karies masih sangat tinggi yakni 93%, artinya hanya 7% anak Indonesia yang bebas dari karies gigi. Dampaknya diperkirakan tingginya gangguan pengunyahan yang berkontribusi pada hambatan asupan Gizi dan gangguan maloklusi gigi (Amelia, 2. Ay Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, presentase perilaku waktu menyikat gigi benar pada usia 3 tahuan keatas di Jawa Timur . ,83%). Masalah Karies gigi di Jawa Timur tahun 2018 mengalami peningkatan Prevalensi . ,22%), sebanyak 21 Kab/Kota mempunyai prevalensi masalah gigi dan mulut diatas angka nasional Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 (Hanifa, 2. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah responden 30 ibu balita dan datang ke Posyandu Balita Melati 6 Kelurahan Kraton dengan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakaan dalam penelitian adalah menghitung rata-rata jawaban bedasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang diperoleh dari responden dihitung dalam presentase dan disajikan dalam bentuk Tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi frekuensi jawaban responden dari pengetahuan tentang pengertian karies gigi dan penyebab karies gigi di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun 2021 Jawaban Responden No. Pernyataan Benar Salah Pengertian Penyebab utama terjadinya gigi berlubang pada balita Penyebab jika sisa makanan dalam mulut tidak segera Faktor menyebabkan gigi berlubang Tanda-tanda mengalami gigi berlubang Jumlah total Rata-rata 65,02 34,98 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa responden yang menjawab benar sebesar 65,02% jadi pengetahuan ibu tentang pengertian karies gigi dan penyebab karies gigi dalam kategori cukup. Beberapa responden yang belum mengetahui tentang tanda anak yang mengalami gigi berlubang sebesar 34,98%. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Tabel 2. Distribusi frekuensi jawaban responden dari pengetahuan tentang pencegahan karies gigi di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun 2021 Jawaban Responden No. Pernyataan Benar Waktu menyikat gigi Kandungan sebaiknya ada di dalam 13 pasta gigi Cara menyikat gigi pada bagian gigi depan Cara pencegahan gigi berlubang pada balita Makanan apa yang baik untuk pencegahan gigi 27 Jumlah total Rata-rata 61,66 Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa responden yang menjawab benar sebesar 61,66% jadi pengetahuan ibu tentang pencegahan karies gigi dalam kategori Beberapa responden yang belum mengetahui tentang cara menyikat gigi bagian depan sebesar 38,34%. Tabel 3. Distribusi frekuensi jawaban responden dari pengetahuan tentang akibat karies gigi dan perawatan karies gigi di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun 2021 Jawaban Responden No. Pernyataan Benar Akibat berlubang tidak dirawat Yang akan terjadi jika Yang anda lakukan jika Dalam Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 perhatikan agar anak Waktu minimal yang memeriksakan gigi Jumlah total Rata-rata 68,88 31,12 Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang menjawab benar sebesar 68,88% jadi pengetahuan ibu tentang akibat karies gigi dan perawatan karies gigi dalam kategori cukup. Beberapa responden yang belum mengetahui tentang waktu minimal yang tepat untuk memeriksakan gigi sebesar 31,12%. Tabel 4. Rekapitulasi Pengetahuan ibu balita diwilayah Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun 2021 Jawaban Responden Benar (%) pengetahuan ibu tentang pengertian 65,02 karies gigi dan penyebab karies gigi Jawaban Kriteria Responden Salah (%) 34,98 Cukup pengetahuan ibu tentang pencegahan 61,66 karies gigi Pengetahuan ibu tentang tentang 68,88 akibat karies gigi dan perawatan karies Rata Ae Rata 65,18 38,34 Cukup 31,12 Cukup 34,81 Cukup Pernyataan Berdasarkan data yang diperoleh dari pengumpulan lembar kuisioner, dari 36 responden pada ibu balita, dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak balita termasuk ke dalam kategori cukup. Pengetahuan pengetahuan tentang pengertian karies gigi dan penyebab karies Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu balita diwilayah Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tentang pengertian karies gigi dan penyebab karies gigi termasuk dalam kategori Sebagian responden memahami tentang pengertian dari karies gigi, tetapi sebagian besar responden tidak mengetahui penyebab karies gigi, mengenai faktor penyebab gigi berlubang dan tanda awal anak yang mengalami gigi berlubang. Hal ini disebabkan karena kurangnya penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan tentang kesehatan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan ibu tentang penyebab karies gigi dapat berpengaruh pada kesehatan gigi anaknya. Ditinjau dari teori Lawrence Green dan Hendrik L Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Blum dalam teori Notoatmodjo, . menyatakan bahwa terbentuknya perilaku seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi . redisposing factor. , faktor pemungkin . nabling factor. , dan faktor penguat . einforcing Dari teori Hendrik L. Blum dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu, faktor lingkungan, faktor perilaku, faktor pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan. Pengetahuan ibu merupakan sebuah bentuk perilaku yang dapat mengubah status kesehatan gigi anak, dalam hal ini pengetahuan yang dimaksud adalah dalam membimbing, memberi contoh, memberi pengertian, dan menyediakan fasilitas agar anak dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Riwanti, . didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu tidak mengetahui jenis makanan manis dan lengket yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut Hal ini sesuai dengan penelitian Jumriani, . yang menyatakan Faktor kejadian karies gigi antara lain faktor dari makanan, kebersihan mulut, kebiasaankebiasaan yang tidak sesuai dengan kesehatan seperti mengemut makanan dan pemberian makanan melalui botol. Selain dari faktor kebiasaan dan faktor makanan, faktor yang mempengaruhi terjadinya karies pada anak ini adalah karena ketidak pahaman orang tua terhadap penyebab utama terjadinya karies tersebut. Dapat disimpulkan hasil penelitian pengetahuan ibu tentang pengertian dan penyebab karies gigi pada balita di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan dalam kategori cukup, akan tetapi angka karies gigi pada anak tinggi perlu adanya penyuluhan atau informasi dari petugas kesehatan, sehingga para ibu tahu dan memahami karies gigi. Faktor penyebab karies gigi khususnya pada faktor makanan yang dikonsumsi oleh anak. Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi ibu dalam memperhatikan jenis makanan yang di konsumsi oleh Pengetahuan tentang pencegahan karies gigi Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu balita diwilayah Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tentang pencegahan karies gigi termasuk dalam kategori kurang. Sebagian besar responden tidak mengetahui pencegahan karies gigi, mengenai kandungan yang sebaiknya ada di dalam pasta gigi dan cara menyikat gigi pada bagian depan. Sebagian responden tidak mengetahui bahwa manfaat fluoride pada pasta gigi merupakan cara mencegah gigi berlubang dan tidak taunya responden cara menyikat gigi dengan benar. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hanifa, . menunjukkan, dimana ibu balita di PAUD Taman Posyandu Wildan Kraton sebagian besar dari responden tidak mengetahui pencegahan karies gigi. Kebanyakan responden tidak mengetahui seperti, cara sikat gigi yang baik dan benar, kapan waktu yang tepat untuk sikat gigi yang baik. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Usaha ibu sebagai edukator yang dapat dilakukan dirumah untuk mencegah terjadinya karies gigi adalah dengan menyikat gigi dan kontrol diet. Gigi anak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Waktu menyikat gigi sebaiknya dilakukan teratur minimal 2 kali sehari setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Kontrol diet merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya karies gigi. Ibu dapat mengajarkan anak-anak untuk mengurangi ngemil, karena ngemil dapat menciptakan kelangsungan penyediaan nutrisi untuk menciptakan asam bakteri didalam mulu (Keumala & Mardelita, 2. Dapat disimpulkan hasil penelitian pengetahuan ibu tentang pencegahan karies gigi pada balita di di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan dalam kategori kurang. Pengetahuan orang tua sangat berpengaruh pada cara berperilaku, apabila pengetahuan ibu baik, maka perilaku ibu juga akan baik khususnya pada pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut Perilaku inilah yang berpengaruh pada status kesehatan gigi dan mulut anaknya khususnya pada karies gigi. Status kesehatan gigi dan mulut juga dipenaruhi oleh factor lain, yaitu pelayanan kesehatan, lingkungan dan keturunan. Pengetahuan pengetahuan tentang akibat karies gigi dan perawatan karies gigi Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu balita diwilayah Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tentang akibat karies gigi dan perawatan karies gigi termasuk dalam kategori cukup. Sebagian responden memahami tentang perawatan dari karies gigi, tetapi sebagian besar responden tidak mengetahui akibat dan perawatan karies gigi, mengenai akibat jika gigi tidak dirawat dan minimal waktu untuk memeriksakan gigi. Hal ini disebabkan karena kurangnya penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan tentang kesehatan gigi dan mulut. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Isnanto et al. , . jika gigi berlubang tidak dirawat akan mengakibatkan rasa nyeri, kesulitan mengunyah, dan apabila gigi berlubang sudah besar dan dalam tidak bisa ditambal, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang pendidikan kesehatan tentang akibat karies gigi yang tidak dirawat. Menurut (Nurwari dkk, 2. dalam Marliah et al. , . keadaan mulut yang buruk, misalnya dengan banyaknya gigi yang hilang sebagai akibat gigi rusak atau trauma yang tidak dirawat, akan mengganggu fungsi dan aktivitas rongga mulut sehingga akan mempengaruhi status gizi serta akan mempunyai dampak pada kualitas hidup. Pada masa anak-anak, kondisi tersebut akan mempunyai dampak pada tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Anak-anak yang mempunyai kesehatan mulut buruk, 12 kali lebih banyak menderita gangguan aktivitas, termasuk tidak masuk sekolah dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kesehatan mulut yang baik. Dapat disimpulkan hasil penelitian pengetahuan ibu tentang akibat karies gigi dan perawatan karies gigi pada balita di di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan dalam kategori cukup. Ibu yang tidak mengetahui Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 tentang akibat karies yang tidak dirawat akan mengakibatkan rasa sakit, sehingga dapat mengganggu proses pengunyahan. Hal ini di sebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut khususnya terhadap karies gigi. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian Pengetahuan Ibu Tentang Karies pada Anak Balita di Posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan dalam kategori cukup, hal ini dapat disimpulkan bahwa: . Pengetahuan ibu tentang pengertian karies gigi dan penyebab karies gigi di posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan termasuk dalam kategori cukup, . Pengetahuan ibu tentang pencegahan karies gigi di posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan termasuk dalam kategori cukup, . Pengetahuan ibu tentang akibat karies gigi dan perawatan karies gigi di posyandu Melati 6 Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan termasuk dalam kategori cukup, kemudian saran dari penelitian ini adalah : . Bagi Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan, pihak puskesmas diharapkan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pada kader kesehatan di posyandu supaya lebih memperhatikan kesehataan gigi dan mulut balita dengan melakukan pengecekan keadaan gigi dan mulut balita setiap 6 bulan sekali pada pertemuan posyandu agar karies pada anak dapat terdeteksi sejak dini. Selain itu pencegahan terhadap gigi berlubang juga dapat dilakukan dengan melakukan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut tentang cara mencegah dan perawatan gigi berlubang oleh tenaga kesehatan dari puskesmas dibantu oleh kader kesehatan. DAFTAR PUSTAKA