Nursing Arts Vol 19. No 1. Juni 2025 ISSN: 1978-6298 (Prin. ISSN: 2686-133X . HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DAN PROKRASTINASI TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) PADA MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER V Sri wahyuni1. Arniawan2*. Ismunandar Wahyu Kindang3 Universitas Widya Nusantara Email Korespondensi: arniawan@uwn. Artikel history Dikirim. Jan 22nd, 2025 Ditinjau. Jan 24th, 2025 Diterima. Jan 26th, 2025 ABSTRACT Poor time management is also in line with procrastination due to the absence of good prioritization for activities that must be done which can affect the cumulative achievement index (GPA) of students. The purpose of this study was to analyze the relationship between time management and procrastination on the cumulative achievement index (GPA) of fifth semester This type of research is quantitative analytic using a cross-sectional study approach. The population in this study were all fifth semester nursing students at Widya Nusantara University as many as 220 people and the number of samples used was 69 respondents, with a proportional stratified random sampling technique. The analysis used the Chi-Square Test statistical test. The results of the chi-square statistical test of time management on the cumulative achievement index (GPA) showed a p value = 0. > 0. and procrastination on the cumulative achievement index (GPA) showed a p value = 0. > 0. The conclusion is that there is no relationship between time management and procrastination on the cumulative achievement index (GPA) of fifth semester nursing students. Keywords: Time Management. Procrastination. Cumulative Achievement Index ABSTRAK Manajemen waktu yang buruk juga sejalan dengan prokrastinasi yang dikarenakan tidak adanya penyusunan prioritas yang baik untuk kegiatan yang harus dilakukan yang dapat memepengaruhi indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan manajemen waktu dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa semester V. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa keperawatan semester V di Universitas Widya Nusantara sebanyak 220 orang dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 69 responden, dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified random sampling. Analisis menggunakan uji statistisk Chi-Square Test. Hasil uji statistisk chi-square manajemen waktu terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) menunjukan nilai p=0,360 . >0,. dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) menunjukan nilai p=0,279 . >0,. Kesimpulan tidak ada hubungan manajemen waktu dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan semester Kata Kunci: Manajemen Waktu. Prokrastinasi. Indeks Prestasi Kumulatif Sri Wahyuni dkk. Hubungan Manajemen Waktu dan Prokrastinasi terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) PENDAHULUAN Kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi perhatian, kondisi tersebut terlihat dari kemampuan mahasiswa di Indonesia yang masih sangat rendah. Kualitas rendah dalam pendidikan ini tidak lepas dari masalahan-masalahan yang muncul pada saat proses pembelajaran terjadi, seperti kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, juga kualifikasi kesejahteraan pengajar yang belum optimal, serta kurangnya keseriusan dalam penerapan kurikulum yang relevan dan efektif (Zega & Kurniawati, 2. Kunci kompetensi akademik mahasiswa sebanding dengan prestasi yang mereka raih, adapun salah satu faktor yang dapat memengaruhi prestasi akademik yaitu kemampuan dalam manajemen waktu (Astuti & Zakaria, 2. Manajemen waktu yang buruk juga sejalan dengan prokrastinasi atau penundaan tugas yang dikarenakan tidak adanya penyusunan prioritas yang baik untuk kegiatan yang harus dilakukan. Prokrastinasi biasanya melibatkan pola pikir yang tidak rasional, yang menyebabkan seseorang menunda memulai atau menyelesaikan tugas akademik. Prokrastinasi akademik didasarkan pada sesuatu hal yang dilakukan dengan sengaja menunda pekerjaan meskipun mereka menyadari bahwa hal tersebut merupakan hal yang buruk (Ambarwati et al. , 2. Prokrastinasi sering kali disebabkan oleh tugas yang dianggap sulit, mudahnya perhatian teralihkan, serta kurangnya kontrol diri dalam dalam memanajemen waktu (Sofiyanti et al. , 2. Manajemen waktu dan prokrastinasi merupakan beberapa hal yang dapat memepengaruhi indeks prestasi kumulatif (IPK). Rendahnya prestasi akademik mahasiswa akan mempengaruhi hasil tes kompetensi nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2 Tahun 2020, persentase kelulusan akademik ditentukan oleh 60% nilai akademik dan 40% ujian kompetensi. Selain itu, sesuai dengan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2016, mahasiswa keperawatan di akhir semester diwajibkan mengikuti ujian kompetensi Hal ini sama halnya dengan prinsip Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), yang didirikan pada 29 Juni 2021, yang mengharuskan lulusan sarjana keperawatan untuk mengikuti program profesi keperawatan agar diakui dan dapat bekerja sebagai perawat (Setiawati et al. , 2. Berdasarkan penelitian (Jauhar et al. , 2. pada siswa kelas IV SD manyatakan bahwa ratarata siswa cenderung menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas dan tidak menyerahkannya tepat waktu. Kebiasaan ini tidak hanya terjadi pada tugas-tugas yang harus dikumpulkan selama proses pembelajaran berlangsung, namun juga pada tugas-tugas yang diberikan tenggat waktu yang panjang, baik di sekolah maupun di rumah. 13 Nursing Arts. Vol. Nomor 1. Juni 2025 hlm: 11-18 Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan pada bulan Juni 2024 di Universitas Widya Nusantara, bahwa mahasiswa semester V banyak yang mengatakan sering menunda tugas, atau bahkan melupakan tugas mata tugas mata kuliah terutama dikarenakan jadwal yang mulai padat sehingga mereka lebih memilih mengerjakan aktivitas yang lebih menyenangkan. Dari total 220 mahasiswa yang berada di semester V, dilakukan wawancara pada 21 mahasiswa. Dengan hasil, 8 dari 21 mahasiswa tersebut mengatakan sering menunda atau bahkan melupakan tugas mata kuliah, 10 orang lainnya mengatakan kesibukan sehari-hari sebagai alasan utama, dan 3 mahasiswa mengalami penurunan nilai dikarenan jarang mengumpulkan Selain itu, ditemukan bahwa ada 40 mahasiswa yang tidak aktif karena IPK mereka rendah, serta 3 mahasiswa aktif tetapi IPK-nya tidak memuaskan. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti manajemen waktu dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan manajemen waktu dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan semester V. METODE Metode yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dimana peneliti mengukur dan menilai variabel-variabel secara bersamaan dan menguji apakah ada keterkaitan diantara variabel-variabel tersebut secara bersamaan (Hikmawati, 2. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Widya Nusantara pada tanggal 28 Oktober - 01 November 2024. Populasi yaitu semua mahasiswa keperawatan semester V sebanyak 220 orang, yang terbagi dalam 4 ruang kelas. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yakni menggunakan rumus slovin. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa keperawatan semester V di Universitas Widya Nusantara sebanyak 220 orang yang terbagi dalam 4 ruang kelas. Sampel pada penelitian ini sebanyak 69 responden dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Alat ukur untuk variabel bebas (Independen. yakni manajemen waktu dan prokrastinasi akademik menggunakan kuesioner yang di adopsi dari peneliti sebelumnya yakni (Sera, 2. , sedangkan alat ukur variable terikat (Dependen. yakni indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa menggunakan lembar observasi. Peneliti melakukan analisa terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkrelasi. Data dikumpulkan kemudian Sri Wahyuni dkk. Hubungan Manajemen Waktu dan Prokrastinasi terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diuji statistik menggunakan Chi-Square dengan tabel 2x2 dengan derajat kemaknaan atau tingkat signifikansi <0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi frekuensi Manajemen Waktu Mahasiswa Keperawatan Semester V Manajemen waktu Sedang Tinggi Total Frekuensi . Presentase (%) Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak adalah responden yang memiliki manajemen waktu tinggi sebanyak 48 responden dengan presentase . ,6%) dan responden yang memiliki manajemen waktu sedang sebanyak 21 responden dengan presentase . ,4%). Tabel 2. Distribusi frekuensi Prokrastinasi Mahasiswa Keperawatan Semester V Prokrastinasi Sedang Tinggi Total Frekuensi . Presentase (%) Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak adalah responden yang memiliki prokrastinasi sedang yaitu 58 responden dengan presentase . ,1%) dan responden yang memiliki prokrastinasi tinggi yaitu 11 responden dengan presentase . ,9%). Tabel 3. Distribusi frekuensi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Keperawatan Semester V Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Sangat memuaskan Pujian cumlaude Total Frekuensi . Presentase (%) Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak adalah responden yang memiliki nilai IPK pujian . yaitu 62 responden dengan presentase . ,4%) dan responden yang memiliki nilai IPK sangat memuaskan yaitu 7 responden dengan presentase . ,1%). 15 Nursing Arts. Vol. Nomor 1. Juni 2025 hlm: 11-18 Tabel 4. Hubungan Manajemen Waktu terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada Mahasiswa Keperawatan Semester V Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Manajemen Waktu Sangat Memuaskan Pujian (Cumlaud. Total P-Value Sedang Tinggi 0,360 Total Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa dari 21 . ,4%) responden yang memiliki manajemen waktu sedang dengan IPK sangat memuaskan yaitu sebanyak 3 . ,3%) responden dan IPK dengan hasil pujian . yaitu 18 . ,7%) responden. Kemudian terdapat 48 . %) responden yang memiliki manajemen waktu tinggi dengan IPK sangat memuaskan yaitu 4 . ,3%) responden dan IPK dengan hasil pujian . 44 responden . ,7%). Berdasarkan hasil uji statistika dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,360 . >0,. yang artinya Ho diterima, tidak ada hubungan manajemen waktu terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan semester V. Peneliti berasumsi bahwa mahasiswa memiliki manajemen waktu yang tinggi dengan mendapatkan predikat IPK pujian . dikarenakan dengan kebiasaan mahasiswa mengatur waktu dengan baik dan mampu mengerjakan tugas dengan efektif sesuai waktu yang ditentukan serta mahasiswa cenderung memiliki sikap disiplin atas peraturan yang telah di tetapkan sehingga dalam proses pembelajaran mereka tidak berpengaruh dengan hasil belajar. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Efendi, 2. yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat manajemen waktu dengan tingkat IPK mahasiswa. Adapun penelitian yang dilakukan oleh (Sunarya et al. , 2. yang menyatakan bahwa mahasiswa dengan kemampuan dan prestasi akademik yang tinggi cenderung sangat memperhatikan waktu belajar, memiliki cara untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar, serta menjaga keseimbangan antara belajar, istirahat, dan beraktivitas. Mereka tidak hanya membuat jadwal, tetapi juga lebih memperhitungkan waktu yang digunakan dan manfaat yang diperoleh. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Nurlaila & Rigianti, 2. yang mengatakan bahwa semakin baik kemampuan peserta didik dalam mengelola waktu, semakin tinggi pula pencapaian akademik yang dapat mereka raih, sebaliknya jika kemampuan pengaturan waktu peserta didik buruk maka pencapaian akademik yang diperoleh pun cenderung menurun. Di sisi lain, mahasiswa dengan kemampuan akademik sedang atau kurang Sri Wahyuni dkk. Hubungan Manajemen Waktu dan Prokrastinasi terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) biasanya belajar berdasarkan mood mereka, sehingga hasil belajar yang diperoleh cenderung tidak efisien. Tabel 5. Hubungan Prokrastinasi terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada Mahasiswa Keperawatan Semester V Prestasi Akademik Prokrastinasi Sangat Memuaskan Pujian (Cumlaud. Total P-Value Sedang Tinggi 0,279 Total Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa dari 58 . %) responden yang memiliki prokrastinasi sedang dengan IPK sangat memuaskan yaitu sebanyak 7 . ,1%) responden dan IPK dengan hasil pujian . yaitu 51 . ,9%) responden. Kemudian terdapat 11 . %) responden yang memiliki prokrastinasi tinggi dengan IPK sangat memuaskan yaitu 0 . ,0%) responden dan IPK dengan hasil pujian . 11 responden . %). Berdasarkan hasil uji statistika dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,279 . >0,. yang artinya Ho diterima, tidak ada hubungan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan semester V. Peneliti berasumsi bahwa mahasiswa yang memiliki prokrastinasi sedang dengan mendapatkan predikat IPK pujian . dikarenakan mahasiswa terkadang kesulitan dalam menyelesaikan tugas tepat waktu, sehingga dapat membuat mahasiswa menjadi cenderung untuk menuda tugasnya. Akan tetapi prokrastinasi pada mahasiwa bukanlah suatu penghalang untuk meraih nilai yang bagus, karna sebagian mahasiswa aktif dalam suatu proses pembelajaran, dengan keaktifan mereka di kelas itu kunci suatu pencapaian pembelajaran. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Yuhan & Yamleam, 2. menyatakan bahwa tidak semua mahasiswa menunjukkan perilaku prokrastinasi dalam pembelajaran namun, ada beberapa mahasiswa yang meskipun memiliki tingkat prokrastinasi tinggi, tetap dapat mencapai prestasi akademik yang baik. Adapun penelitian yang dilakukan oleh (Dinata & Nurcahyo, 2. yang mengatakan bahwa mahasiswa yang kesulitan membagi waktunya antara kuliah dan organisasi akan merasa kesulitan dalam mempertahankan nilai akademik dan konsentrasi selama perkuliahan sebaliknya, mahasiswa yang mampu menjalankan kedua peran tersebut dengan baik, baik dalam perkuliahan maupun organisasi, cenderung meraih nilai akademik yang memuaskan. Namun, seorang mahasiswa yang lebih mengutamakan kepentingan organisasi dan merasa lebih senang terlibat dalam aktivitas organisasi dari pada 17 Nursing Arts. Vol. Nomor 1. Juni 2025 hlm: 11-18 menyelesaikan tugas atau kewajiban akademik dapat dikategorikan sebagai memiliki perilaku prokrastinasi akademik (Prayitno et al. , 2. Meskipun demikian, hal ini bukanlah patokan bahwa mereka akan otomatis memperoleh prestasi yang baik, karena pencapaian akademik dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya waktu yang dihabiskan untuk kegiatan akademik semata. Prokrastinasi pada mahasiswa keperawatan bukan hanya berdampak pada penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Kebiasaan menunda tugas atau tanggung jawab akademik dapat menimbulkan perasaan cemas, stres, rasa bersalah, dan rendah diri. Tekanan ini, jika berlangsung terus-menerus, dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan motivasi belajar, serta berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis mahasiswa secara keseluruhan (Raka et al. , 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat hubungan manajemen waktu dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa keperawatan semester V. Oleh sebab itu mahasiswa perlu memperhatikan dan mengontrol faktor-faktor lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi IPK terutama faktor motivasi, kecerdasan, lingkungan, cara belajar, serta organisasi kemahasiswaan yang diikuti. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang mengkaji faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa keperawatan. Selanjutnya, pengembangan program intervensi untuk meningkatkan manajemen waktu dan motivasi dapat membantu mengurangi prokrastinasi serta meningkatkan faktor-faktor lain yang berkontribusi pada prestasi akademik mahasiswa. UCAPAN TERIMA KASIH