Jurnal Dialektika Loka Vol. 1 No. 1 (Mei 2. Hal. 1 - 13 ANALISIS PESAN TOLERANSI DALAM FILM BUMI ITU BULAT Lailatus Solihah Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Dakwah. Universitas Al-Qolam Malang . mail: lailatussolihah18@alqolam. Abstrak Film merupakan salah satu bentuk media komunikasi massa yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada khalayak umum dengan kelebihan audio visualnya. Sebagai negara yang majemuk. Indonesia memiliki permasalahan intoleransi yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Melalui film Bumi itu Bulat, masyarakat diberikan sebuah tontonan sekaligus tuntunan dengan mengusung berbagai jenis perbedaan seperti agama, suku, budaya, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang lebih mendalam kemudian disajikan dalam bentuk rangkaian kalimat agar dapat lebih terarah dan sesuai dengan tujuan Dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce, film Bumi itu Bulat akan dibedah menggunakan teori segitiga makna atau triangle meaning dengan melihat suatu hubungan antara tanda, objek, dan makna. Proses pemaknaan tersebut dibentuk oleh hubungan antara tanda atau representamen yang berhubungan dengan objek yang dirujuknya kemudian hubungan tersebut menumbuhkan interpretant atau penafsiran. Hasilnya, terdapat nilai-nilai toleransi dalam film Bumi itu Bulat yang mengacu pada empat sikap yang menjadi indikator toleransi, seperti memberikan kebebasan dan kemerdekaan, mengakui hak setiap orang, menghormati keyakinan orang lain, dan saling mengerti. Kata Kunci: film. Abstract Film is a form of mass communication media that is effective in conveying messages to the general public with its audio-visual advantages. As a diverse country. Indonesia has the problem of intolerance which continues to increase every year. Through the film Bumi is Bulat, the public is given a spectacle and guidance by bringing up various types of differences such as religion, ethnicity, culture, and so on. This research uses a qualitative approach to obtain more in-depth data which is then presented in the form of a series of sentences so that it can be more focused and in line with the research objectives. Using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis method, the film Bumi is Bulat will be dissected using the meaning triangle theory by looking at the relationship between signs, objects and meaning. The meaning process is formed by the relationship between signs or representations related to the object they refer to, then this relationship gives rise to the interpretant or interpretation. As a result, there are values of tolerance in the film Bumi itu Bulat which refer to four attitudes that are indicators of tolerance, such as providing freedom and independence, recognizing everyone's rights, respecting other people's beliefs, and understanding each other. Keywords: communication. Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. Pendahuluan Komunikasi dalam konteks massa sejatinya dapat berlangsung dengan atau tanpa media, namun dewasa ini banyak komunikator yang memanfaatkan media sebagai alat atau sarana menyebarkan sebuah informasi. Bittner mengemukakan, bahwa komunikasi massa adalah proses komunikasi kepada khalayak luas yang dilakukan oleh suatu organisasi media massa (Ali, 2. Media mampu menyebarluaskan kepada khalayak luas karena dapat menembus batas ruang dan waktu sehingga bukan lagi menjadi batasan dan penghalang untuk pelaku komunikasi (Kusuma. Hal ini membuat media dalam lingkungan publik sebagai pelopor perubahan ke arah positif bahkan negatif dalam pola dan tingkah laku masyarakat melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan, dan pesan-pesan lainnya yang dapat ditinjau oleh masyarakat luas (Khatimah, 2. Film merupakan salah satu sarana media komunikasi dalam menyampaikan suatu pesan dengan berbagai macam kelebihan seperti audio visual, menjangkau banyak segmen, dan memiliki pengaruh besar berupa imitasi atau peniruan. Sarana tersebut mampu mengemas pesan yang ingin disampaikan dengan cerita semenarik mungkin agar penonton mampu menyerap pesan yang ingin Salah satu film yang memiliki pesan positif bagi penontonnya terutama bagi masyarakat Indonesia adalah film Bumi itu Bulat yang mengandung pesan-pesan toleransi. Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan komposisi etnis yang beragam mulai dari ras, agama, aliran kepercayaan, bahasa, adat istiadat, orientasi kultur kedaerahan, pandangan hidup, dan lain sebagainya tentu sangat butuh pengamalan sikap toleransi (Sumbulah & Nurjanah, 2. Kerukunan umat dalam bangsa multikultural seperti di Indonesia memang akan mengalami banyak kendala, namun hal itu bukan berarti tidak bisa terjalin dengan baik. Terciptanya kerukunan umat bisa terjalin dengan baik apabila penduduk masyarakatnya bisa saling menghormati, saling mengerti, saling menghargai dalam kesetaraan perbedaan, dan mampu bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara (Sumbulah & Nurjanah, 2. Sejatinya, keberagaman adalah rahmat yang patut disyukuri karena merupakan anugerah yang indah dari Tuhan Yang Maha Esa agar kita bisa saling mengenal dan saling menyayangi. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia masih kerap sekali terjadi konflik yang dilandasi keberagaman perbedaan (Ajeng, 2. Kasus intoleransi yang telah mencoreng kebhinnekaan negara kita terus menerus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2021, hasil survei yang dilakukan oleh Wahid Institute menyebutkan bahwa sikap intoleransi yang terjadi di Indonesia meningkat 8%, dari persentase 46% di tahun 2020 menjadi 54% di tahun 2021 (Puspadini, 2. Sejatinya, keberagaman adalah rahmat yang patut disyukuri karena keberagaman merupakan anugerah yang indah dari Tuhan Yang Maha Esa agar kita bisa saling mengenal dan saling menyayangi. Indonesia yang kaya akan keberagaman seharusnya menjadikan keberagaman tersebut sebagai kekayaan negara dimana dari keberagaman tersebut dapat menciptakan sikap saling menghargai, menghormati, dan saling menguatkan nilai-nilai di dalamnya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia masih kerap sekali terjadi konflik yang dilandasi keberagaman Kasus intoleransi yang telah mencoreng kebhinnekaan negara kita terus menerus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2021, hasil survey yang dilakukan oleh Wahid Institute menyebutkan bahwa sikap intoleransi yang terjadi di Indonesia meningkat 8%, dari persentase 46% di tahun 2020 menjadi 54% di tahun 2021 (TV, 2. Hal tersebut terjadi karena Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. masyarakat Indonesia masih belum memiliki sikap toleransi yang tinggi sehingga belum bisa merangkul dan menerima keberagaman. Film Bumi itu Bulat mengusung tema tentang toleransi dengan mengangkat persoalan intoleransi yang mengandung pesan tentang rasa saling peduli dan pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat majemuk. Film Bumi itu Bulat yang diproduksi oleh Robert Ronny yang bekerja sama dengan Inspira Picture. Astro Shaw. Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan Ideosource Entertainment berhasil membuat Chief of Malay Nusantara and Business. Content Group Astro Shaw. DatoAo Khairul Anwar Salleh memilih untuk berkolaborasi dengan film Indonesia untuk yang pertama kali dari Inspiration Pictures. Film yang berdurasi 103 menit . jam 43 meni. ini menceritakan tentang kehidupan lima mahasiswa yang menjadi sahabat dan membentuk grup musik dengan nama Rujak Accapella. Mereka berlima dari suku, ras dan bahkan agama yang Namun, perbedaan itu tidak membuat batasan di dalam persahabatan, perjuangan dan pertaruhan mereka dalam membawa mimpi banyak memuat nilai-nilai toleransi. Film ini berhasil membuat Chief of Malay Nusantara and Business. Content Group Astro Shaw. DatoAo Khairul Anwar Salleh memilih untuk berkolaborasi dengan film Indonesia untuk yang pertama kali dari Inspiration Pictures dan menayangkan film ini di Malaysia pada 18 April 2019. Mereka menuturkan bahwa iklim kekeluargaan dan persahabatan dalam film merupakan tema universal yang relevan di Malaysia (Michael, 2. Film ini tidak hanya mengambil fokus pada satu jenis perbedaan untuk dijadikan konflik dalam alur ceritanya. Film ini mengaca pada kemajemukan bangsa Indonesia yang memiliki beragam perbedaan, semua ragam tersebut dirangkul kemudian dikemas dalam sebuah cerita yang berbumbu kisah persahabatan, cinta, dan juga kekeluargaan. Selain itu, alur cerita film ini sengaja dibuat ringan agar pesan yang ingin disampaikan dapat dengan mudah diterima dan bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi penonton. Maka, peneliti memilih film Bumi itu Bulat agar tidak hanya dijadikan sebagai tontonan belaka, namun dapat menjadi tuntunan bagi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat di negara yang majemuk. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti akan mengkaji pesan toleransi dalam film Bumi itu Bulat menggunakan metode analisis semiotika pada setiap adegan yang berdialog maupun tanpa Semiotika merupakan studi ilmu dalam memahami dan memaknai tanda. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang dikenal dengan model Triangle meaning atau teori segitiga makna . epresentamen, object, dan interpretan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan-pesan toleransi yang terdapat pada film Bumi itu Bulat, adapun batasan dalam penelitian ini akan mengkaji pesan toleransi yang tersirat dalam film tersebut. Tinjauan Literatur Penelitian terdahulu ini dijadikan sebagai acuan dan rujukan bagi peneliti dalam merumuskan permasalahan dan sekaligus sebagai referensi selain buku, jurnal, dan artikel. Penelitian yang berjudul AuMakna Toleransi Beragama dalam Film Aisyah Biarkan Kami BersaudaraAy oleh Hilda Dziah Azqiah. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengkaji nilai toleransi umat beragama yang terkandung dalam film Aisyah Biarkan kami Bersaudara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pesan toleransi berupa saling menghormati agama lain, menerima dan menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak sendiri, serta saling tolong-menolong. Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. Penelitian tersebut sama-sama menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Charles Sanders Peirce akan tetapi lebih memfokuskan pada pesan toleransi dalam beragama (Azqiah, 2. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Nurul Wahida. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang memiliki judul AuPesan Toleransi dalam Film Animasi Religi Produksi Center For The Study Of Islam And Social Transformation (CISFORM)Ay. Hasil dari penelitian ini adalah film animasi menggambarkan pesan toleransi berupa mengedepankan kepentingan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menghilangkan prasangkaprasangka buruk kepada golongan beragama, menghormati perbedaan agama, menghargai dan mengakui adanya keberagaman. Penelitian tersebut menggunakan metode semiotika Roland Barthes untuk menganalisis pesan dalam film, analisis ini tidak hanya terpaku pada penanda . dan petanda . Tetapi juga menganalisis makna dengan denotatif dan konotatif (Wahida, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Zainal Arsadi. Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, fakultas Ushuluddin. Adab, dan Dakwah dengan judul AuNilai-nilai Toleransi Agama dalam Film Bulan Terbelah di Langit Amerika Part IAy. Hasilnya, bentuk toleransi agama seperti saling menghormati terhadap keyakinan orang lain, saling mengerti dan memahami yang diamalkan melalui sikap tidak mudah membenci serta sikap lemah lembut dan ramah, menerima dalam perbedaan yang diamalkan dengan sikap saling menjalin persaudaraan, tolong menolong dan bersikap adil terhadap orang yang memiliki perbedaan keyakinan dengan diri sendiri. tersebut menggunakan metode analisis semiotik Ferdinand de Saussure yang terkenal dengan teorinya tentang tanda yang memusatkan perhatian pada sifat dan perilaku linguistik nyata . capan Prinsip dalam teori Saussure ini adalah bahasa merupakan suatu sistem tanda . Tanda itu sendiri tersusun atas dua bagian, yaitu Signifier . dan Signified . (Arsadi. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang lebih mendalam yang disajikan dalam bentuk rangkaian kalimat agar penelitian tersebut dapat lebih terarah dan sesuai dengan tujuan penelitian. Metode kualitatif merupakan sebuah tata cara yang berfokus pada pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dalam memahami subjek penelitian dan dideskripsikan secara deskriptif dalam kata-kata dalam suatu konteks. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari adegan-adegan dalam film Bumi itu Bulat sebagai data primer dan data sekunder didapatkan dari dokumen tertulis seperti buku, jurnal, hasil penelitian terdahulu, dan sebagainya yang berkaitan dengan data primer. Peneliti melakukan observasi untuk mengumpulkan data dengan menonton film Bumi itu Bulat kemudian mengamati setiap adegan dengan menandai dan mencatat setiap pesan toleransi. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan dan mempelajari data-data yang relevan melalui literatur dan sumber bacaan, seperti buku ataupun artikel di internet. Setelah mendapatkan data, peneliti menganalisis menggunakan teknik analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan triangle meaning atau teori segitiga makna yaitu suatu hubungan antara tanda, objek, dan makna. Proses pemaknaan pada teori Pierce dibentuk oleh hubungan antara tiga titik yaitu tanda . Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. disebut juga dengan representamen yang berhubungan dengan objek yang dirujuknya, kemudian hubungan tersebut menumbuhkan interpretant atau penafsiran (Herbayu, 2. Setelah itu peneliti melakukan upaya pengecekan kembali dalam sebuah penelitian untuk mencapai kredibilitas, upaya ini disebut dengan validasi data. Validitas data diukur dengan validitas semantik, yaitu cara menafsirkan data dengan mengukur tingkat sensitivitas makna simbolik yang relevan dengan konteks yang dianalisis. Validitas semantik yang dilakukan dalam penelitian ini dengan cara mengukur data berupa peristiwa yang mengandung nilai-nilai toleransi, sehingga dapat dimaknai sesuai keseluruhan cerita dan konteksnya. Analisis data merupakan teknik dasar dalam pengolahan data serta pengambilan kesimpulan dari suatu penelitian. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisis semiotika. Menurut Alex Sobur semiotika merupakan suatu ilmu atau metode untuk mengkaji tanda (Alex, 2. Lebih jelasnya lagi. Segers mengemukakan bahwa semiotika adalah suatu disiplin ilmu yang menyelidiki semua bentuk komunikasi yang terjadi dengan sarana signs Aotanda-tandaAo dan berdasarkan pada sign system . Aosistem tandaAo (Alex, 2. Dalam semiotika terdapat beberapa tokoh dengan teorinya masingmasing, salah satunya adalah Charles Sanders Peirce. Semiotika teori Charles Sanders Peirce dikenal dengan triangle meaning atau teori segitiga makna yaitu suatu hubungan antara tanda, objek, dan makna. Proses pemaknaan pada teori Pierce dibentuk oleh hubungan antara tiga titik yaitu tanda . disebut juga dengan representamen yang berhubungan dengan objek yang dirujuknya, kemudian hubungan tersebut menumbuhkan interpretant atau penafsiran (Herbayu, 2. Oleh karena itu, bagi Pierce suatu tanda tidak pernah berupa suatu entitas yang sendirian, tetapi memiliki ketiga aspek yang saling berkaitan tersebut (Alex, 2. Dalam penelitian ini dengan mengunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce diharapkan mampu menemukan pesan toleransi dalam film Bumi itu Bulat. Hasil Hasil kajian analisis pesan toleransi yang terdapat dalam film Bumi itu Bulat dengan pendekatan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan menggunakan sistem penandaan melalui 3 aspek utama (Representament. Object, dan Interpretan. Kemudian hasil dari sistem penandaan tersebut diklasifikasikan berdasarkan indikator-indikator toleransi yang Memberikan kebebasan dan kemerdekaan Perhatikan sistem penandaan pada tabel berikut ini: Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. Representament Gambar 1. adegan 1 . ada menit ke 0:06:45 - 0:07:. Gambar 2. adegan 1 . ada menit ke 0:06:45 - 0:07:. Gambar 3. adegan 1 . ada menit ke 0:06:45 - 0:07:. Objek Gambar 1 : Tiara menghela nafas dan mengalihkan pandangan saat Rahabi merebut formulir Banser milik Hito, dan mencegah Hito untuk menjadi Banser. Gambar 2 : Tiara mengambil formulir ditangan Rahabi tanpa ragu kemudian bertanya Aukenapa emang kalau Hito jadi Banser?Ay Gambar 3 : Tiara memberikan Formulir Banser ke Hito dengan Interpretant Dalam gambar 1 ini menginterpretasikan bahwa Tiara tidak suka terhadap perlakuan Rahabi pada Hito yang menghalangi dan membatasi keinginan Hito untuk bekerja sesuai cita-citanya. Interpretasi pada gambar 2 adalah sikap berani Tiara dalam menunjukkan sikap tidak setuju terhadap Rahabi yang merebut formulir Banser milik Hito dalam memilih pekerjaan merupakan hak bagi setiap orang. Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. Interpretasi pada gambar 3 adalah mengembalikan hak berupa hak memilih pekerjaan sesuai yang diinginkan dan menghargai setiap pilihan orang lain. Berdasarkan tabel 3 di atas, gambar 1 memiliki interpretant AuTiara tidak suka terhadap perlakuan Rahabi pada Hito yang menghalangi dan membatasi keinginan Hito untuk bekerja sesuai cita-citanyaAy. Menghalangi dan membatasi merupakan antonim dari kebebasan. Sedangkan, ketidaksukaan Tiara terhadap sikap Rahabi yang tidak memberikan kebebasan menunjukkan sikap yang bertolak belakang dengan sikap Rahabi, yaitu tidak ingin mengganggu atau membatasi kegiatan/tindakan orang lain selama kegiatan tersebut tidak merugikan dan tidak melanggar Sementara itu, pada gambar 2 memiliki interpretant Ausikap berani Tiara dalam menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap sikap Rahabi yang merebut formulir Banser milik Hito. Di mana, memilih pekerjaan merupakan hak bagi setiap orangAy. Merebut hak merupakan antonim dari dari Sedangkan, ketidaksetujuan Tiara terhadap sikap Rahabi yang tidak memberikan kemerdekaan hak menunjukkan sikap yang bertolak belakang dengan sikap Rahabi, yaitu tidak merampas atau merebut hak orang lain. Pada gambar 3 memiliki interpretant Aumengembalikan hak berupa hak memilih pekerjaan sesuai yang diinginkan dan menghargai setiap pilihan orang lainAy. Menunjukkan sikap memberikan kebebasan kepada orang lain dalam bertindak sesuai prinsipnya. Seperti definisi kebebasan itu sendiri yaitu kemampuan seseorang dalam melakukan apa yang diinginkan. Ketiga sikap di atas yang ditunjukkan pada gambar 1, gambar 2, dan gambar 3 merupakan penjabaran dari indikator toleransi yang pertama yakni memberikan kebebasan dan kemerdekaan. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa, pesan toleransi yang terkandung dalam adegan 1 ini adalah sikap memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada orang lain, dengan tidak mengganggu atau membatasi kegiatan/tindakan orang lain selama kegiatan tersebut tidak merugikan dan tidak melanggar hukum. tidak merampas atau merebut hak orang lain. dan memberikan kebebasan kepada orang lain dalam bertindak sesuai prinsipnya. Mengakui Hak Setiap Orang Representament Gambar 4. adegan 2 . ada menit ke 1:25:48 - 1:27:. Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. Objek Pada gambar 4 tersebut mendeskripsikan mengenai Banser yang berada di garda terdepan saat terjadi demo masyarakat yang ingin menutup Gereja. Rahabi dan teman-temannya ikut membantu menenangkan amukan massa. Dialog saat terjadi demo: Massa : tutup Gereja ini!!! Syaiful : sebentar, sebentar. Tidak ada alasan untuk menutup Gereja ini. Jadi biarkan mereka beribadah sebagaimana mestinya. Massa : . assa semakin riuh, melempar Syaiful dengan bat. Syaiful : tolong saudara-saudaraku. Dengarkan saya baik-baik. Kita semua ini bersaudara di sini. Saya minta dengan hormat, kembali ke tempatnya masing-masing dengan damai Massa : gak bisa. Gereja ini harus ditutup!!! Tiara : . aju ke garda depa. saya muslim, saya berjilbab. Kalian tidak bisa seenaknya dengan mereka. Sayyid : . kut maju ke garda depan bersama Markus dan Hit. awak juga muslim, dan awak calon penulis terkenal. Kalian endak boleh menggangu mereka beribadah disini. Rahabi : . aju ke garda depan mengikuti teman-teman lainny. saya Rahabi sulaiman. Kita semua orang Indonesia. Pancasila dan bhinneka tunggal ika ada didalam darah kita Jadi kita jangan saling membenci. Interpretant Pada gambar 4 tersebut sikap Banser. Rahabi, serta teman-teman dalam membantu menenangkan amukan massa yang ingin menutup Gereja menginterpretasikan bahwa mereka dapat menerima perbedaan dengan Dialog 1 : Syaiful Ausebentar, sebentar. Tidak ada alasan untuk menutup Gereja ini. Jadi biarkan mereka beribadah sebagaimana mestinyaAy menginterpretasikan sikap membiarkan perbedaan karena memahami bahwa setiap orang memiliki perbedaan keyakinan yang tidak bisa Dialog 2 : Syaiful Autolong saudara-saudaraku. Dengarkan saya baik-baik. Kita semua ini bersaudara di sini. Saya minta dengan hormat, kembali ke tempatnya masing-masing dengan damaiAy menginterpretasikan sikap mengajak hidup damai dan nyaman bersama siapa saja meskipun terdapat Dialog 3 : Tiara Au. aju ke garda depa. saya muslim, saya berjilbab. Kalian tidak bisa seenaknya dengan merekaAy menginterpretasikan sikap dapat menolak perbedaan dengan baik. Maju ke garda terdepan menginterpretasikan berani dalam bersikap toleransi. Dialog 4 : Sayyid Au. kut maju ke garda depan bersama Markus dan Hit. awak juga muslim, dan awak calon penulis terkenal. Kalian endak boleh mengganggu mereka beribadah di siniAy menginterpretasikan sikap dapat menolak perbedaan dengan baik. Ikut maju ke depan menginterpretasikan sikap ikut memberikan pemahaman mengenai kita harus bersikap toleransi. Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. Dialog 5 : Rahabi Au. aju ke garda depan mengikuti teman-teman lainny. saya Rahabi Sulaiman. Kita semua orang Indonesia. Pancasila dan bhinneka tunggal ika ada di dalam darah kita semua. Jadi kita jangan saling membenciAy menginterpretasikan sikap mengajak untuk menerapkan sikap persatuan Pancasila dan bhinneka tunggal ika yaitu bersatu meskipun terdapat perbedaan. Maju ke garda terdepan menginterpretasikan sikap membantu menenangkan dan memberi pemahaman kepada massa. Berdasarkan tabel di atas, gambar memiliki Interpretant Audapat menerima perbedaan dengan baikAy. Selain itu, beberapa dialog dalam adegan ini juga memiliki Interpretant, yaitu di antaranya pada dialog 1 memiliki Interpretant Ausikap membiarkan perbedaan karena memahami bahwa setiap orang memiliki perbedaan keyakinan yang tidak bisa disamakanAy. Pada dialog 2 memiliki Interpretant Ausikap mengajak hidup damai dan nyaman bersama siapa saja meskipun terdapat perbedaanAy. Pada dialog 3 memiliki Interpretant Ausikap dapat menolak perbedaan dengan baikAy. Dialog 4 memiliki Interpretant Ausikap dapat menolak perbedaan dengan baikAy. Pada dialog 5 memiliki Interpretant Aumengajak untuk menerapkan sikap persatuan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yaitu bersatu meskipun terdapat perbedaanAy. Sikap-sikap Interpretant tersebut merupakan penjabaran dari sikap indikator toleransi yang kedua yakni mengakui hak setiap orang. Maka dapat diketahui bahwa dalam adegan 5 ini terdapat pesan toleransi berupa sikap mengakui hak setiap orang. Adegan ini mengajarkan kita untuk bisa mengakui perbedaan hak yang dimiliki orang lain. Perbedaan dalam adegan ini dideskripsikan dengan perbedaan hak dalam berkeyakinan . Menghormati Keyakinan Orang Lain Representament Gambar 5. adegan 3 . ada menit ke 1:32:44 - 1:35:. Objek Grup Acapella menyanyi di pembukaan Asian Games di Indonesia 2018 yang ditonton oleh masyarakat Indonesia dengan menjunjung bendera Indonesia. Interpretant Adegan ini menginterpretasikan mengenai persatuan dalam beragam Bersama menyongsong label Indonesia. Berdasarkan tabel 8 di atas, gambar 9 memiliki Interpretant Ausikap orang tua yang baik yaitu tidak hanya mementingkan tentang dirinya sendiri dan tidak merasa paling benar sendiriAy. Nasehat Hartini dalam adegan ini mengajarkan kita untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri dan tidak merasa bahwa dirinya yang paling benar. Sikap tidak merasa bahwa dirinya yang paling benar Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. merupakan salah satu bentuk sikap penjabaran dari indikator toleransi yang ketiga, yaitu menghormati keyakinan orang lain. Adegan ini juga mengajarkan kita mengenai penerapan sikap toleransi yang tidak hanya dibutuhkan dalam lingkup masyarakat saja. Akan tetapi, dalam keluarga juga dibutuhkan penerapan sikap toleransi agar tidak terjadi perpecahan. Sikap toleransi dalam keluarga yang diajarkan oleh adegan ini adalah sikap saling menghormati. Sesuai dengan definisi menghormati itu sendiri yaitu menganggap bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama dengan kita. Menghormati dalam keluarga berarti tidak membeda-bedakan kedudukan dalam keluarga. Baik itu ayah, ibu, maupun anak memiliki kedudukan yang sama juga memiliki hak yang sama. Sikap Saling Mengerti Representament Gambar 6. adegan 4 . ada menit ke 0:58:52 - 1:00:. Objek Rahabi mewawancarai Bu Farah . osen yang dipecat karena difitna. Wawancara Rahabi dan Bu Farah Rahabi: ibu Farah, apa menurut ibu alasan tindakan dibalik pemecatan ibu sebagai Farah: paranoid, pikiran yang picik. Mereka takut terhadap pemikiran yang terbaik untuk negara ini. Rahabi: pemikiran seperti apa bu? Farah: negara ini dalam bahaya. Moral merosot dimana-mana. Negara ini butuh Rahabi: lalu apa yang ibu inginkan? Farah: menegakkan hukum Allah. Negara ini negara taghut. Dan saya akan mewujudkannya, dengan cara apapun. Rahabi: termasuk dalam cara teror dan pengeboman Farah: kami tidak pernah melakukan hal itu, kami bukan teroris. Rahabi: baik, pertanyaan terakhir. Apa ibu masih berniat kembali untuk mengajar? Farah: iya. Rahabi: menurut saya, jika ibu tetap bersikeras bersikap seperti itu. Mungkin mengajar tidak cocok buat ibu. Terima kasih untuk wawancaranya. Selamat siang. Assalamualaikum Farah: waalaikumsalam Interpretant Dalam dialog wawancara yang dilakukan oleh Rahabi terhadap Bu Farah. Jawaban-jawaban Bu Farah menginterpretasikan bahwa Bu Farah memiliki sikap tidak bisa membiarkan adanya perbedaan orang lain dengan dirinya serta memaksakan kehendak kepada orang lain agar keinginannya dapat tercapai. Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. Berdasarkan tabel di atas. Interpretant gambar 6 didapatkan dari dialog wawancara yang dilakukan Rahabi dan bu Farah yaitu Aumemiliki sikap tidak bisa membiarkan adanya perbedaan orang lain dengan dirinya serta memaksakan kehendak kepada orang lain agar keinginannya dapat tercapaiAy. Sikap tersebut tidak mencerminkan toleransi dan bertolak belakang dengan sikap yang menjadi penjabaran dari indikator saling mengerti yakni membiarkan perbedaan orang lain dengan dirinya dengan lapang dada, dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Namun secara garis besar adegan ini memiliki pesan toleransi yang sama yaitu sikap saling Sikap saling mengerti merupakan sikap seseorang yang dapat mengerti apa yang dirasakan orang lain. Pesan toleransi dalam adegan ini mengajarkan kita agar dapat saling mengerti dengan mengamalkan sikap membiarkan perbedaan orang lain dengan dirinya dengan lapang dada, dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Diskusi Toleransi merupakan sikap seseorang yang mampu membiarkan perbedaan yang kurang disukai dengan kesabaran dan lapang dada sehingga perbedaan tersebut tatap bertahan Identifikasi toleransi bukan hanya sebuah sikap, tetapi juga suatu cara berpikir untuk membatasi kebencian, pemaksaan, maupun kekerasan agar dapat menumbuhkan rasa saling menghargai, saling menghormati, dan saling menerima perbedaan. Sikap toleransi sebagai kunci persatuan akan selalu diangkat untuk menghadapi problem multikulturalisme di negara Indonesia sebagai negara yang heterogen. Film Bumi itu Bulat memberikan tontonan sekaligus tuntunan perihal pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat di negara yang majemuk. sebagaimana unsur-unsur atau indikator toleransi seperti memberikan kebebasan, mengakui hak setiap orang, menghormati keyakinan orang lain, dan saling mengerti semuanya terangkum dalam setiap adegan dalam film Selaras dengan pandangan Micheal Wazler, tujuan toleransi adalah membangun hidup damai (Peaceful Coexistenc. di berbagai perbedaan, dan secara keseluruhan film menampilkan hal Setiap adegan yang mengandung nilai toleransi kemudian dibedah menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan menggunakan sistem penandaan Representament. Object, dan Interpretant. Pada adegan 1 pesan toleransi yang terkandung adalah sikap memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada orang lain, dengan tidak mengganggu atau membatasi kegiatan/tindakan orang lain selama kegiatan tersebut tidak merugikan dan tidak melanggar tidak merampas atau merebut hak orang lain. dan memberikan kebebasan kepada orang lain dalam bertindak sesuai prinsipnya. Indikator toleransi untuk mengakui hak setiap orang terdapat pada adegan 2 yaitu mengajarkan kita untuk bisa mengakui perbedaan hak yang dimiliki orang lain. Perbedaan dalam adegan ini dideskripsikan dengan perbedaan hak dalam berkeyakinan . Sedangkan pada adegan 3. Interpretant yaitu Aupersatuan dalam beragam perbedaan. Bersama menyongsong label IndonesiaAy menggambarkan sikap menghormati tanpa memandang identitas seseorang. Sikap tersebut merupakan penjabaran dari dari indikator toleransi yang ketiga yakni saling menghormati. Secara garis besar dalam adegan 4 memiliki pesan toleransi sikap saling mengerti. Pesan toleransi dalam adegan ini mengajarkan kita agar dapat saling mengerti dengan mengamalkan sikap Analisis Pesan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat Jurnal Dialektika Loka Vol. No. 1 (Mei 2. membiarkan perbedaan orang lain dengan dirinya dengan lapang dada, dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Dari ke empat adegan tersebut mewakili pesan toleransi secara keseluruhan film Bumi itu Bulat. Film ini berfungsi sebagai media komunikasi massa yang dapat menyampaikan pesan toleransinya dengan baik untuk mengukuhkan sikap toleransi di hati penonton dalam bermasyarakat di tengah-tengah perbedaan terutama bagi masyarakat Indonesia. Kesimpulan Setelah penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data, menyajikan data, dan kemudian menganalisa data dengan menggunakan teori analisis sesuai yang peneliti pilih, didapatkan suatu kesimpulan bahwa dalam film Bumi Itu Bulat yang berdurasi 103 menit . jam 43 meni. banyak terkandung pesan-pesan toleransi. Film ini berfungsi sebagai media komunikasi massa yang dapat menyampaikan pesan toleransinya dengan baik untuk mengukuhkan sikap toleransi di hati penonton dalam bermasyarakat di tengah-tengah perbedaan terutama bagi masyarakat Indonesia. Nilai-nilai toleransi yang ada dalam film Bumi Itu Bulat mengacu pada empat sikap yang menjadi indikator toleransi, seperti memberikan kebebasan kepada orang lain dalam bertindak sesuai prinsipnya. Selain itu juga menakui perbedaan hak dalam berkeyakinan . , sikap menghormati tanpa memandang identitas seseorang, dan saling mengerti dengan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Referensi