ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima: 28 Mei 2026 Direvisi: 12 Juni 2026 Dipublikasi: 26 Juni 2026 DOI: https://doi. org/10. 58518/darajat. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIK TANPA PEMBERIAN TUGAS RUMAH DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH HIDAYATUL QOMARIYAH Wiwin Yunita Universitas Bengkulu. Indonesia wyunita@unib. Ari Putra Universitas Bengkulu. Indonesia ariputra@unib. Rahmatika Maduri Universitas Bengkulu. Indonesia tikamaduri04@gmail. Fajri Hidayah Universitas Bengkulu. Indonesia mfajrihidayah@gmail. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji seberapa penting pelaksanaan pembelajaran berbasis praktik tanpa pemberian tugas rumah di lingkungan pondok pesantren salafiah hidayatul qomariah. selain itu juga penelitian ini dilakukan karena adanya dilatar belakangi oleh perbedaan antara sistem sekolah formal dengan pesantren salafiah, yang dimana Pondok Pesantren Salafiah Qomariah ini lebih menekankan pada pembelajaran praktik langsung, musyawarah, dan hapalan dibandingkan memberikan tugas rumah (PR) sebagai penguat materi disekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif, dengan Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung, wawancara, serta serta metode dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif dengan cara mengelompokkan, menginterpretasikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan di lapangan. Dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa, pembelajaran berbasis praktik tanpa PR di Pondok Pesantren Salafiah Qomariah kota Bengkulu dinilai mampu meningkatkan pemahaman materi, keterampilan, kedisplinan, serta penguatan nilai-nilai keagaman para santri. Selain itu, sistem ini juga membantu santri lebih fokus pada pengembangan karakter, ibadah, dan keterampilan hidup tanpa di bebani oleh tugas PR seperti sekolah formal. Kata kunci: Pembelajaran. Pondok Pesantren Salafiah. Sistem Pesantren. Abstract This study was conducted to assess the importance of implementing practice-based learning without homework at the Salafiah Hidayatul Qomariah Islamic Boarding School. This study 33 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat was also conducted due to the differences between the formal school system and the Salafiah Islamic boarding school system. The Salafiah Qomariah Islamic Boarding School places greater emphasis on hands-on learning, deliberation, and memorization than on homework as reinforcement of school material. The method used in this study was descriptive qualitative, with data collection techniques utilizing direct observation, interviews, and The data obtained will be analyzed descriptively by grouping, interpreting, and drawing conclusions based on field findings. The results revealed that practice-based learning without homework at the Salafiah Qomariah Islamic Boarding School in Bengkulu City is considered capable of improving students' understanding of the material, skills, discipline, and strengthening religious values. Furthermore, this system also helps students focus more on character development, worship, and life skills without the burden of homework unlike in formal schools. Keywords: Learning. Salafiyah Islamic Boarding School. Islamic Boarding School System PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha secara sadar untuk mewujudkan sesuatu pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Pendidikan menjadikan generasi ini sebagai sosok panutan dari pengajaran generasi yang terdahulu. sedangkan Ilmu pendidikan merupakan kelanjutan dari pendidikan. Ilmu pendidikan lebih berhubungan dengan teori pendidikan yang mengutamakan pemikiran ilmiah. Pendidikan dan ilmu pendidikan memiliki keterkaitan dalam artian praktik serta teoritik. Sehingga, dalam proses kehidupan manusia keduanya saling berkolaborasi1 Pendapat lain mengatakan bahwa pendidikan adalah suatu usaha terencana untuk menciptakan lingkungan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif dan memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak, ilmu hidup, pengetahuan umum, serta keterampilan yang diperlukan. Hal ini berlaku secara umum bagi masyarakat selaras dengan Undang-undang2. Menurut Menteri Agama era Orde Baru, sistem pendidikan dan pengajaran agama Islam di Indonesia yang paling baik adalah sistem pendidikan yang mengikuti sistem pesantren, hal ini dikarenakan di dalamnya diresapi dengan suasana Lugasnya, system pengajaran yang mengikuti sistem madrasah/sekolah yang ada dalam pesantren adalah sistem pengajaran dan pendidikan agama Islam terbaik 3. Jadi, pada dasarnya. Peningkatan sebuah pendidikan yang fokus pada proses belajar yang aktif dan bermakna bisa mendorong munculnya berbagai metode pembelajaran, salah satunya adalah pembelajaran berbasis praktik. Sistem ini sesuai dengan ciri khas pendidikan pesantren yang lebih menekankan pada . pengalaman langsung. penguatan nilai-nilai keagamaan. Abd Rahman. Sabhayati Asri Munandar. Andi Fitriani. Yuyun Karlina. Yumriani. AuPengertian Pendidikan. Ilmu Pendidikan Dan Unsur-Unsur Pendidikan,Ay Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam 2, no. 1Ae8. 2 Laurensius Dihe and Yvonne Wangdra. AuPendidikan Adalah Faktor Penentu Daya Saing Bangsa,Ay Prosiding Seminar Nasional Ilmu Sosial Dan Teknologi (SNISTEK) 5, no. September . : 84Ae90. 3 Muhammad Hasan. AuInovasi Dan Modernisasi Pendidikan Pondok Pesantren,Ay Karsa: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman 23. No. : 295Ae305. Https://Doi. Org/10. 19105/Karsa. V2312. 34 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Pondok pesantren, khususnya Sala-fiah sebagai lembaga pendidikan nonfor-mal yang tumbuh dan berkembang di ma-syarakat,umumnya berada di daerahpe-desaan4. Pendapat lain juga menyebutkan bahwa pesantren ialah sebuah lembaga pendidikan yang berorientasi masa depan tentu memiliki tujuan, kurikulum, visi dan misi dalam usaha membentuk bangsa yang lebih beradab. Tujuan yang direncanakan oleh pesantrenpun harus sesuai dengan pendidikan yang sesuai dengan norma-norma agama Islam dan selalu bersifat tafaqquh fi Aol-dyn5. Salah satu bentuk pendidikan yang masih mempertahankan nilai-nilai tersebut adalah pendidikan di pondok pesantren. dimana lembaga pendidikan ini menekankan pembentukan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Proses belajar di pesantren biasanya tidak hanya mengandalkan teori, tetapi lebih menekankan pada pengalaman langsung, praktik, serta kegiatan Karakteristik dari pesantren ialah memberikan warna tersendiri dari visi, misi dan tujuan pesantren. Tidak hanya tentang keagamaan, tetapi pesantren juga memberikan sebuah upaya terhadap pencapaian dalam bidang ilmu pengetahuan, kesehatan jasmani dan rohaniserta meningkatkan kecakapan hidup 6. dalam sistem pembelajaran bersifat praktik pondok pesantren ialah sebuah pembelajaran yang membahas tentang strategi pembelajaran bersifat dasar. Artinya, strategi tersebut hanya membahas tentang bagaimana mengajarkan keterampilan dasar kepada murid7. Pendapat lain mengatakan bahwa, pembelajaran berbasis praktik ialah proses dimana peserta didik tidak hanya mendapatkan pemahaman dari materi yang diberikan oleh guru lewat pembelajaran di kelas, tapi juga dapat mendapatkan pemahaman materi dengan langsung melakukan praktik dalam proyek pembelajaran yang hanya diberikan oleh guru berdasarkan dengan materi ajar yang disampaikan8. Kegiatan pembelajaran di pondok pesantren dengan sekolah formal cukup berbeda, dimana Kegiatan pembelajaran disekolah formal merupakan suatu proses pemberian ilmu yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik dan Keberhasilan seorang guru dalam memberikan pengajaran kepada anak didiknya tak bisa lepas dari bagaimana cara yang ia gunakan dalam menyampaikan materi ajarnya 9. Sedangkan dalam kegiatan pembelajaran pesantren sebagai lembaga institusi pendidikan berbasis keagamaan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi dalam praktiknya mereka juga sebagai sarana pembentukan sikap dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek utama dalam pendidikan pesantren adalah 4 Kamin Sumardi. AuPortrait Of Character Education In Salafiah Boarding School,Ay Jurnal Pendidikan Karakter 3 . 5 Atsmarina Awanis. AuSistem Pendidikan Pesantren,Ay Jurnal Cakrawala Iainu Kebumen. Manajemen Pendidikan Islam (Mp. No. : 57Ae74. 6 Mahrus AsAoad. AuKarakteristik Pesantren Dan Peranannya Dalam Mengembangkan Kecakapan Hidup,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam No. 1811Ae30. Https://Doi. Org/10. 30868/Ei. V12i02. 7 Suhartini. AuImplementasi Pembelajaran Berbasis Proyek ( Pjbl ) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Praktikal Dalam Pembelajaran Biologi ( Mikrobiologi Kesehatan ) Di Smk Samarinda,Ay Sultan Idris Pendidikan Profesi Guru (Si-Pp. No. : 205Ae14. 8 Camel Gantonio Mundaeng. Revolson A Mege. And Yermia S Mokosuli. AuPenerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas Xii Di Sma Negeri 1 Kabaruan,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 7. No. Maxmanroe 2022 . : 25731Ae40. 9 Mundaeng. Mege, and Mokosuli. 35 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat pembelajaran ibadah, khususnya salat fardhu yang menjadi kewajiban pokok bagi setiap Muslim10. Dengan berkembangnya pendidikan modern yang menekankan pembelajaran aktif dan bermakna, muncul pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang mengutamakan keterlibatan langsung siswa. Metode ini sesuai dengan cara belajar di pesantren yang biasanya tidak terlalu memberi tugas rumah, melainkan lebih banyak kegiatan praktik, menghafal, dan diskusi. Model pembelajaran berbasis praktik dan musyawarah ini juga menjadi ciri khas pembelajaran dipesantren salafiyah Qomariah Kota Bengkulu yang mampu membentuk kemandirian dan disiplin santri, dimana jika dilihat dari pada pondok pesanten lainnya pemberian pekerjaan rumah atau tugas rumah sering diberikan sebagai sebuah penguat pembelajaran disekolah. Sehingga berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk Mengetahui dan memahami implementasi pembelajaran berbasis praktik dan musyawarah tanpa memberikan tugas rumsah di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah yang berada di Kota Bengkulu. tidak hanya itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami cara belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar santri, seperti praktik langsung, menghafal, berdiskusi, dan lain sebagainya. METODE Dalam artikel ini, metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi mendalam tentang fenomena pembelajaran berbasis praktik dan musyawarah dalam penguatan karakter santri di lingkungan pondok pesantren salafiyah hidayatul Proses ini dimulai dengan mencari dan mengumpulkan dengan cara observasi dan wawancara langsung dari tangga l1 mei sampai 30 mei tahun 2026 ke lokasi pondok pesantren salafiyah qomariyah dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam proses belajar di pesantren, seperti ustaz, ustazah, pengurus pesantren, dan para santri. Objek dalam penelitian ini adalah implementasi pembelajaran berbasis praktik dan musyawarah dalam penguatan karakter santri tanpa tugas rumah yang dilakukan di lingkungan pesantren. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pengamatan dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana proses belajar, interaksi antara ustadz dan santri, serta praktik ibadah yang dijalankan. Wawancara mendalam digunakan untuk menyelidiki informasi tentang pengalaman, pemahaman, dan tantangan yang ada. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk menambah data yang berupa catatan kegiatan, foto, dan dokumen lain yang Dokumentasi digunakan untuk menambah data penelitian, yang mencakup foto-foto kegiatan, catatan yang diambil di lapangan, arsip pesantren, dan dokumen lain yang berhubungan dengan penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif sangat penting agar data yang didapatkan lebih lengkap, mendalam, dan sesuai dengan keadaan di lapangan11. Untuk memastikan data yang ada sudah valid, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi ialah sebuah cara membandingkan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triangulasi bertujuan untuk meningkatkan kevalidan dan kepercayaan hasil penelitian, sehingga data yang didapat 10 Rijal Yasrif Al-Amin. Fatkhurrohman, and Sofan Rizqi. AuPembelajaran Kitab Fasalatan Dalam Meningkatkan Pemahaman Dan Praktik Salat Santri,Ay Jurnal Ilmiah Multidisiplin 3, no. : 99Ae105. 11 Bakharudin All Habsy and Mochamad Nursalim. AuJenis-Jenis Metode Pengumpulan Data ( Qualitative Research ),Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. : 9932Ae38. 36 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat menjadi lebih tepat dan dapat diandalkan 12. Dengan cara ini, informasi yang didapat bisa diuji kebenarannya. Lalu, data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan cara analisis data kualitatif. Langkah pertama adalah mengumpulkan data, yaitu mengumpulkan semua hasil dari pengamatan, wawancara, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian 13. Tahap kedua adalah pengurangan data atau pengelompokan data, yaitu proses memilih dan menyederhanakan data yang dianggap penting sesuai dengan fokus penelitian14. Setelah itu, data disajikan dalam bentuk penjelasan yang deskriptif agar lebih mudah Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan, yaitu merangkum hasil penelitian berdasarkan data yang sudah dianalisis 15. sehingga kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan pembelajaran yang berbasis praktik tanpa tugas rumah di pesantren. PEMBAHASAN Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam pertama yang masuk ke Indonesia. Sejarah mencatat bahwa sebelum pesantren, ada institusi/ lembaga pendidikan Islam yang mengawalinya, yaitu Surau dan Meunasah. Keberadaan kedua lembaga pendidikan Islam ini mewarnai sejarah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia sampai pada masa kejayaan pesantren16. Pendapat lain juga menyebutkan bahwa pesantren ialah sebuah lembaga pendidikan yang berorientasi masa depan tentu memiliki tujuan, kurikulum, visi dan misi dalam usaha membentuk bangsa yang lebih beradab. Tujuan yang direncanakan oleh pesantrenpun harus sesuai dengan pendidikan yang sesuai dengan norma-norma agama Islam dan selalu bersifat tafaqquh fi Aol-dyn17. Kurikulum pada sebuah pesantren merupakan sebuah seperangkat rencana dan sebuah pengaturan berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar dan cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan di pesantren 18. Kurikulum di pasantren mencakup seluruh aspek kehidupan para santri, baik dalam menjalankan hubungan dengan sesama manusia dan alam, aspek-aspek individual maupun sosial. Hal ini sependapat dengan teori pembiasan, diaman menurut pendapat lain, pembentukan karakter terjadi melalui kebiasaan dan contoh yang terlihat dalam kegiatan sehari-hari19. Santri dibentuk melalui aktivitas yang dilakukan berulang kali setiap hari, seperti salat berjamaah, menghafal kitab, musyawarah, disiplin waktu, dan menjaga kebersihan. Kebiasaan yang dilakukan secara rutin dapat membantu membentuk sikap disiplin, rasa tanggung jawab, dan kemandirian bagi para santri. Selain itu, pembelajaran dipesantren 12 Mhd Husnul Fikri. Sri Murhayati, and Ronal Darmawan. AuKebebasan Data Dalam Penelitian Kualitatif,Ay Jurnal Pendidikan Tambusa 9, no. : 13057Ae65. 13 Diah Ayu Rahmani. Sri Muhayati, and Idham Kholis. AuAnalisis Data Kualitatif,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 9, 2 . : 13037Ae48. 14 Rahmani. Muhayati, and Kholis. 15 Rahmani. Muhayati, and Kholis. 16 Fiska Amelia Kusuma Wardani. Dinamika Pembelajaran Di Pesantren Dalam Merespon Revolusi Industri 4. (Studi Pada Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkul. , vol. 0, 2022. 17 Awanis. AuSistem Pendidikan Pesantren. Ay 18 A. Samad Usman And Abdul Hadi. AuKurikulum Dan Sistem Belajar Di Pondok Pesantren,Ay Jurnal Intelektualita 7. No. : 65Ae74. 19 Maryam Jamilah Batubara. AuImplementasi Pendidikan Karakter Di Pesantren,Ay Jurnal Pendidikan Dan Riset 1. No. : 189Ae95. 37 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat tidak hanya melalui pemberian materi, tetapi santri juga langsung merasakan dan mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari. hal ini selajal dengan pembelajaran experiental learning yaitu sebuah pebelajaran dimana para ustazah/ustaz harus memberikan pemahaman kepada santri agar menjadi lebih baik karena mereka belajar dari pengalaman nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari20. Maka dari itu juga, pembelajaran di pesantrenpun sedikit berbeda dengan pembelajaran yang ada di sekolah-sekolah formal atau madrasah pada umumnya. Pembelajaran adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar 21. di pondok pesantren salafiah hidayatul qomariah, system pembelajarannya berbeda, dimana mereka tidak menggunakan tugas dirumah sebagai tugas penguat materi disekolah tetapi mereka menggunaka metode pembeljaran praktik langsng/musyarah. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan memahami dan mengekspor tentang pelaksaan pembelajaran berbasis praktik tanpa tugas di rumah di pondok pesantren salafiyah hidayatul qomariah kota Bengkulu. dimana metode pembelajaran ini merupakan salah satu ciri khas dari pembelajaran dipesantren salafiyah qomariah di kota Bengkulu, yang dimana biasanya pada sekolah formal atau pondok pesantren lainnya, para santri/siswa sering kali di berikan tugas dirumah oleh gurunya sebagai penguat materi pembelajaran disekolah, sedangkan di pondok pesantren salafiyah hidayatul qomariah kota Bengkulu. Penguatan pembelajaran dilakukan dengan cara melalui praktik langsung, kebiasaan yang dilatih, menghafal kitab-kitab, serta kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh santri. Santri belajar dengan berpartisipasi dalam aktivitas nyata di lingkungan pesantren. Ini menunjukkan cara belajar yang berbeda dibandingkan dengan sistem pendidikan formal biasa. Adapun perbedaan pembelajaran yang digunakan di pondok pesantren salafiyah hidayatul qomariah Kota Bengkulu: Metode pembelajaran yang digunakan Penerapan metode pembelajaran tertentu harus selaras dengan tujuan pendidikan dan materi yang diajarkan, serta alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur efektivitas guru dan keberhasilan siswa 22. Berdasarkan hasil pengumpulan data, metode pembelajaran di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah lebih menekankan pada pembelajaran yang berbasis praktik, musyawarah, dan pembiasaan. Sistem pembelajaran yang digunakan tidak hanya memberikan materi teori saja, tetapi juga melibatkan santri secara langsung untuk memahami dan menjelaskan kembali apa yang sudah dipelajari. Dalam proses belajar, guru atau ustaz bertindak sebagai fasilitator yang memandu jalannya diskusi dan praktik belajar. Pendekatan berupa diskusi dan musyawarah dilakukan untuk melakukan refleksi serta memberikan penjelasan mengenai materi yang dibahas. Sedangkan santri nantinya akan diminta Debi Tiara Wulan Dari. Ahmad Zainuri. And Muslim Gani Yasir. AuPembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learnin. Dalam Menumbuhkan Empati (Cinta Sesam. Di Pondok Pesantren Al-Khairiyah,Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 11. No. : 71Ae76. 21 Wardani. Dinamika Pembelajaran Di Pesantren Dalam Merespon Revolusi Industri 4. 0 (Studi Pada Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkul. 22 MiAoraj. AuImplementasi Metode Dan Evaluasi Pembelajaran Di Pondok Pesantren Jareqje Pambusuang Kabupaten Polewali Mandar,Ay Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan 16 . : 355Ae73. 38 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat untuk memahami kembali materi yang sudah dipelajari dan menjelaskannya, sehingga mereka lebih aktif dalam belajar. Penekanan pada menghafal kitab suci dan hapalan ayat-ayat menjadi bagian penting dari proses belajar. Praktik langsung di lapangan dilakukan guna memperdalam pemahaman, khususnya dalam kegiatan keagamaa. tidak hanya itu juga, evaluasi kinerja guru dilakukan secara rutin oleh pengurus madrasah dan pusat, dengan fokus pada pencapaian target hapalan dan penguasaan materi kitab. Selain itu, pesantren tetap menerapkan Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan nilai-nilai keagamaan Islam dan budaya pesantren. Pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan pendidikan karakter, disiplin, dan penguatan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari para santri. Kegiatan Pembelajaran Praktik Pada Santri Dalam kegiatan pembelajarannya, santri melakukan kegiatan praktik melalui berbagai bentuk pembelajaran langsung di dalam lingkungan pesantren. Santri tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga diminta untuk memahami dan menjelaskan kembali materi di pertemuan berikutnya melalui kegiatan musyawarah. Sistem ini dilakukan agara dapat membantu meningkatkan keberanian, kemampuan berpikir, dan pemahaman santri dalam materi yang dipelajari. Selain belajar di kelas, para santri juga diberi kebiasaan untuk ikut serta dalam kegiatan keagamaan, menghafal kitab, dan menerapkan disiplin dalam rutinitas seharihari. Santri juga melakukan latihan langsung seperti membaca dan menghafal AlQur'an selain itu juga, para santri melakukan kegiatan diskusi bersama, di mana para santri membahas dan menjelaskan materi yang akan dipakai pada hari berikutnya, dengan bantuan fasilitator . Kegiatan praktik ini dilakukan secara langsung dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keagamaan serta disiplin. Di bidang keterampilan sendiri, pesantren ini juga memiliki kegiatan usaha seperti penjualan minuman kalamansi kepada masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu akademik dan agama saja, tetapi juga membantu santri mengembangkan keterampilan serta semangat berwirausaha. Sistem Pembelajaran Tanpa PR Pesantren merupakan salah satu Instutusi pendidikan Islam tertua di Nusantara. Ia memiliki hubungan fungsional simbiotik dengan ajaran Islam. Yaitu, dari satu sisi keberadan pesantren diwarnai oleh corak dan dinamika ajaran Islam yang dianut oleh para pendiri dan kiai pesantren yang mengasuhnya. sedangkan pada sisi lain, ia menjadi jembatan utama . ain bridge. bagi proses internalisasi dan transmisi ajaran Islam kepada masyarakat. Sedangkan Sistem merupakan satu kesatuan unsur yang bekerja sesuai tugas atau fungsinya masing-masing23. Jadi pada dasarnya. Pesantren sebagai sistem merupakan gabungan elemen-elemen yang saling berkaitan dan bekerja bersama secara fungsional dengan cara saling mendukung dalam mengajarkan ajaran Islam. Tujuannya utamanya adalah membentuk hubungan timbal balik: pesantren dipengaruhi oleh ajaran Islam yang diberikan oleh kiai dan pendirinya, sekaligus berperan sebagai jembatan utama dalam menyebarkan dan meneruskan nilai-nilai Islam kepada masyarakat umum. 23 Usman and Hadi. AuKurikulum Dan Sistem Belajar Di Pondok Pesantren. Ay 39 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Pondok pesantren ini tidak menggunakan sistem tugas dirumah seperti yang biasa diterapkan di sekolah-sekolah formal atau Madrasah pada umumnya. Sebagai gantinya, pembelajaran lebih menekankan pada kegiatan belajar langsung di lingkungan pesantren dengan cara berpraktik, menghafal, dan berdiskusi. Para santri juga diberikan tugas untuk merefleksikan dan menjelaskan materi secara langsung melalui musyawarah dan diskusi, sehingga secara alami mereka mengulang dan memperdalam hafalan serta pemahaman terhadap kitab. Pendekatan ini lebih menekankan pada praktik langsung dan berdiskusi daripada memberikan tugas tulisan. Santri diberikan arahan untuk memahami materi secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Tidak adanya tugas dirumah bertujuan agar para santri dapat lebih fokus pada kegiatan belajar dan pembinaan karakter di lingkungan pesantren. Tabel Bentuk Pembelajaran Bentuk Pembelajaran Kegiatan Yang Dilakukan Santri berdiskusi dan bertemu secara Diskusi Kelompok kelompok untuk membahas materi pelajaran Santri menjelaskan kembali materi yang Presentasi Materi sudah dipelajari di depan teman-temannya Santri saling bertukar pendapat dan Musyawarah membahas isi pelajaran bersama Santri memahami materi melalui praktik dan Praktik Langsung pembahasan secara langsung Materi yang sudah dipelajari dibahas kembali Pengulangan Materi bersama teman dan ustaz Dengan bentuk pembelajaran ini, waktu santri lebih banyak digunakan untuk kegiatan pembiasaan, penguatan hafalan, ibadah, dan kegiatan praktik lainnya yang telah dijadwalkan oleh pesantren. Sistem hafalan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di pesantren. Santri wajib mencapai target hafalan kitab yang sudah Untuk memastikan tujuan tersebut tercapai, pesantren memiliki pengawas yang berperan mengawasi kemajuan hafalan dan pemahaman terhadap makna kitab yang dihafal para santri. Selain itu juga, penilaian hafalan dilakukan secara berkala setiap bulan oleh pihak pusat atau pengurus madrasah. Jika tujuan menghafal tidak tercapai, maka akan dikeluarkan surat peringatan sebagai bentuk evaluasi dan bimbingan kepada guru maupun peserta didik. Selain menghafal, pembelajaran juga dilakukan dengan cara berdiskusi atau bertemu secara kelompok. Dalam kegiatan tersebut, para santri diminta untuk membahas kembali materi yang sudah dipelajari di depan teman-teman mereka. Metode ini membuat santri lebih aktif, percaya diri, serta mampu memahami materi secara lebih dalam melalui praktik langsung. 40 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Peran Ustaz dan Ustazah dalam Pembelajaran Dokumentasi Pembelajaran Peran sebagai suatu perilaku atau tindakan yang diharapkan oleh sekelompok orang atau lingkungan untuk dilakukan oleh seseorang individu, kelompok, organisasi, badan atau lembaga yang karena status atau kedudukan yang dimiliki akan memberikan pengaruh pada sekelompok orang atau lingkungan tersebut 24. Ustadzah sebagai wakil orang tua ketika di pesantren sebagai pendidik yang mampu memberikan pendidikan dan pengawasan terhadap santri karena ustadzah di anggap memiliki pengetahuan luas dan mendalam mengenai ajaran agama Islam serta memiliki kepribadian yang Islami. Sedangkan Guru atau ustadz adalah komponen yang sangat penting dalam menentukan proses pendidikan Islam25. Dalam pondok pesantren salafiyah hidayatul Qomariyah ini. Ustaz dan ustadzah bertindak sebagai fasilitator, pembimbing, dan pengawas dalam proses belajar menghafal serta memahami kitab. Mereka juga berperan mengawasi tingkah laku santri dan menilai kinerja mereka secara teratur. Dalam acara musyawarah, mereka bertindak sebagai fasilitator yang membimbing santri untuk memikirkan kembali materi yang disampaikan dan mereka juga bertugas memberikan hukuman atau sanksi sesuai dengan aturan jika santri melanggar disiplin atau target hapalan tidak tercapai. Sistem disiplin Evaluasi Edukatif dan Evaluasi Hapalan Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah menerapkan sistem pendisiplinan yang cukup tegas untuk membentuk karakter dan tanggung jawab santri. Berdasarkan hasil wawancara, seluruh aturan dan bentuk hukuman telah disepakati sejak awal oleh para santri. Hukuman yang diberikan bersifat mendidik dan disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. Kemandirian, atau self-reliance, merupakan kemampuan seseorang untuk mengelola semua aspek hidupnya secara independen. Ini mencakup kemampuan dalam mengatur waktu, mengambil keputusan, dan menyelesaikan Anggun Feransiska. Peran Ustadzah Dalam Kegiatan Bimbingan Keagamaan Terhadap Perilaku Menyimpang Santri Putri Di Pondok Pesantren Al-Mukhlish Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah, 25 Feransiska. 41 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat masalah tanpa tergantung pada persetujuan orang lain26. Contohnya, santri yang tidak melaksanakan salat berjamaah akan diberikan hukuman berupa berdiri sambil membaca Al-QurAoan selama satu jam pada malam hari. Selain itu, terdapat pula hukuman berupa kegiatan kebersihan lingkungan pesantren sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Sistem disiplin ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan positif, tanggung jawab, serta meningkatkan kesadaran santri terhadap aturan yang berlaku di pesantren. Dalam setiap pelaksanaan Kegiatan pembelajaran terdapat evaluasi artinya adalah bagaimana cara melaksanakan evaluasi sesuai dengan perencanaan evaluasi, dalam perencanaan evaluasi telah disinggung mengenai tujuan, aspek, teknik yang semuanya sudah dipersiapkan pada tahap perencanaan evaluasi27. Evaluasi pembelajaran di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah dilakukan secara rutin oleh pihak pengurus madrasah dan pihak pusat pesantren. Evaluasi tersebut bertujuan untuk melihat perkembangan hafalan kitab, pemahaman materi, serta pencapaian target pembelajaran para santri. Tidak hanya santri, para guru dan ustaz juga mendapatkan evaluasi kinerja secara berkala. Penilaian dilakukan untuk melihat kemampuan guru dalam membimbing hafalan kitab dan mencapai target pembelajaran yang telah ditentukan. Jika target pembelajaran tidak tercapai, maka akan diberikan surat peringatan sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan terhadap tenaga pendidik. Selain itu, pesantren tetap menerapkan Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam dan budaya pesantren. Kurikulum tersebut diterapkan dengan menggabungkan pendidikan formal, pendidikan karakter, serta pembiasaan kehidupan religius dalam lingkungan pesantren. Penggunaan sumber belajar juga terintegrasi dengan baik, meskipun evaluasi menyoroti perlunya peningkatan akses terhadap sumber daya teknologi untuk mendukung pembelajaran. Tingkat pemahaman dan prestasi siswa menjadi fokus utama evaluasi, dan hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam di pondok pesantren ini memberikan kontribusi positif28. Fasilitas dan Kegiatan Pendukung Pesantren Dalam menunjang proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan fasilitas belajar mengajar yang memadai. Fasilitas belajar atau sarana prasarana pendidikan berperan penting dalam menunjang jalannya suatu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran 29. Berdasarkan hasil observasi, fasilitas di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah tergolong cukup lengkap untuk menunjang kegiatan belajar santri. Namun, masih terdapat beberapa fasilitas yang memerlukan perbaikan dan pengembangan Mochammad Syafiuddin Shobirin And Umi Nur Azizah. AuEvaluasi Pendidikan Kemandirian Santri,Ay Pediaqu:Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 3. No. : 1118Ae28. 27 Ahmad Faisal. AuEvaluasi Pembelajaran Di Pondok Pesantren,Ay Journal Regy Research In Education And Technology 1. No. : 103Ae6. 28 Aziddin Harahap and Rahmad Hidayat. AuTujuan. Fungsi. Dan Prinsip Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung,Ay JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Pendidikan xx, no. : 37Ae43. 29 Parit Baru Village. Sungai Raya District, and Kubu Raya. AuPembuatan Fasilitas Pendukung Infrastruktur Belajar Mengajar Di Pondok Pasantren Hidayatul Muslimin 1 Di Jalan Parit Sembin Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya,Ay PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat 10, no. : 1142Ae48. 42 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat lebih lanjut. Salah satu fasilitas yang masih kurang diminati oleh santri adalah Selain kegiatan pembelajaran, pesantren juga memiliki kegiatan keterampilan dan kewirausahaan berupa penjualan minuman kalamansi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktik bagi santri dalam mengembangkan keterampilan usaha dan kemandirian ekonomi. Penguatan Karakteristik Life Skill Dalam menjaga lingkungan pesantren tetap aman dan nyaman, pihak pesantren juga menangani kasus pembulian atau bullying antar santri. Jika terjadi pembulian, pihak pesantren akan memanggil santri yang terlibat untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah tersebut. Setelah itu, santri akan diberikan peringatan dan pembinaan agar tidak mengulangi perilaku tersebut. Pendekatan yang digunakan lebih mengutamakan pembinaan karakter dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan sehingga hubungan antar santri tetap terjaga dengan baik. Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah juga memiliki berbagai prestasi akademik dan keagamaan yang menunjukkan kualitas pembinaan santri yang Selain itu, pesantren juga pernah menghasilkan berbagai karya santri yang diikutsertakan dalam perlombaan, meskipun saat ini kegiatan perlombaan sudah tidak lagi aktif dilakukan. Diagram Sebaran Kelulusan Sebagian besar lulusan pesantren melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sebagian lainnya menjadi tenaga pengajar di masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara, sekitar 80% lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan pesantren mampu mendorong santri untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di masyarakat. 43 Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik. | Yunita Wiwin et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Santri Putra Santri Putri Diagram Jumlah Santri Berdasarkan data jumlah santri di ondok pesantren salafiah qomariah, yang belajar di pesantren ini berasal dari berbagai daerah, terutama dari Bengkulu. Jambi, dan beberapa wilayah di Pulau Jawa. Jumlah santri putri sebanyak 167 orang, sedangkan jumlah santri putra sebanyak 152 orang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem implementasi pembelajaran berbasisi praktik tanpa pemberian tugas rumah dilingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah di Kota Bengkulu memiliki keunikan yang berbeda dari sekolah formal pada umumnya. Pembelajaran lebih fokus pada praktik langsung, diskusi, kebiasaan, dan menghafal tanpa memberikan pekerjaan rumah yang menjadi kebaharuan dari penelitian ini. Sistem ini dapat menciptakan suasana belajar yang aktif karena santri tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam memahami, mempraktikkan, dan menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari. Dengan pembelajaran yang berfokus pada praktik, para santri dibentuk menjadi orang yang lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki pengetahuan agama yang Kegiatan rutin seperti salat bersama, menghafal kitab, diskusi kelompok, dan praktik ibadah sangat penting dalam membentuk karakter santri sehari-hari. Selain itu, adanya sistem penilaian yang teratur dan pengawasan dari ustaz dan ustazah juga membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan disiplin santri di pesantren. Pesantren tidak hanya mengutamakan pendidikan agama dan akademik, tetapi juga mengajarkan keterampilan hidup melalui kegiatan kewirausahaan, seperti menjual minuman kalamansi kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren berusaha untuk menciptakan santri yang tidak hanya mengerti agama, tetapi juga memiliki keterampilan, semangat sosial, dan kemampuan untuk hidup dalam masyarakat. Dengan begitu, sistem pembelajaran yang fokus pada praktik tanpa pekerjaan rumah di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah bisa menjadi salah satu cara pendidikan yang membantu memperkuat karakter, memberikan pengalaman belajar langsung, serta mengembangkan keterampilan hidup santri secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA