Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 21-32 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. Jurnal Kebidanan XVi . 21-32 Jurnal Kebidanan http : //w. SUPLEMENTASI TABLET Fe DAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER II-i: ANALISIS KEPATUHAN DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2025 Ratna Prahesti. Fatimah Dewi Anggraeni . , . Dosen Program Studi S1 Kebidanan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta E-mail: ratna. curve@gmail. com, dewianggraeni303@gmail. ABSTRAK Anemia selama masa kehamilan masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan peningkatan risiko morbiditas pada ibu maupun bayi yang dikandungnya. Suplementasi zat besi dalam bentuk tablet Fe merupakan salah satu intervensi berbasis bukti ilmiah yang direkomendasikan sebagai strategi pencegahan anemia pada masa kehamilan. Namun, konsistensi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsinya masih sangat bervariasi. Urgensi kepatuhan mengalami peningkatan signifikan pada trimester kedua dan ketiga seiring dengan meningkatnya kebutuhan zat besi untuk mendukung perkembangan janin secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan prevalensi anemia pada ibu hamil trimester II dan i yang memanfaatkan layanan antenatal di Puskesmas Jetis. Kota Yogyakarta. Studi ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang . ross sectiona. Subjek penelitian mencakup seluruh ibu hamil trimester II maupun i yang terdaftar di Puskesmas Jetis. dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sedangkan status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin (H. dari hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji Chi-Square. Temuan deskriptif menunjukkan bahwa kelompok ibu hamil yang tidak patuh cenderung memiliki proporsi anemia lebih tinggi dibandingkan kelompok yang patuh. Namun demikian, hasil uji statistik menghasilkan nilai p = 0,277 . > 0,. , yang berarti tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester IIAei di Puskesmas Jetis. Yogyakarta. Kata Kunci: Kepatuhan. Tablet Fe. Anemia. Ibu Hamil. Trimester II dan i IRON SUPPLEMENTATION AND ANEMIA INCIDENCE IN PREGNANT WOMEN IN THE II-i TRIMESTER: COMPLIANCE ANALYSIS AT JETIS PUBLIC HEALTH CENTER. YOGYAKARTA CITY IN 2025 ABSTRACT Anemia during pregnancy remains a public health concern closely associated with increased risk of morbidity in both mothers and their unborn infants. Iron supplementation in the form of Fe tablets is one evidence-based intervention widely recommended as a preventive strategy against anemia during pregnancy. However, the consistency of adherence among pregnant women in consuming these supplements remains highly variable. The urgency of adherence increases significantly in the second and third trimesters, as iron requirements rise substantially to support optimal fetal development. This study aims to analyze whether a statistically meaningful association exists between the level of Fe tablet adherence and the prevalence of anemia among second- and third-trimester pregnant women attending antenatal services at Jetis Primary Health Center. Yogyakarta City. This study employed a cross-sectional analytical observational design. The study subjects comprised all second- and third-trimester pregnant women registered at Jetis Primary Health Center, selected purposively based on predetermined inclusion criteria. Data were collected through structured questionnaires and maternal and child health records (KIA book. , while anemia status was determined based on hemoglobin (H. levels obtained from laboratory examinations. The Chi-Square test was used to evaluate associations between Descriptive findings indicated that non-adherent pregnant women tended to have a higher proportion of anemia compared to their adherent counterparts. However, statistical analysis yielded a p-value of 0. > 0. , indicating no statistically significant association between Fe tablet adherence and anemia incidence among second- and third-trimester pregnant women at Jetis Primary Health Center. Yogyakarta Keywords: compliance, iron (F. tablets, anemia, pregnant women, second and third trimesters Submit : 30/05/2026 Review : 12/06/2026 Accepted: 24/06/2026 Publish : 29/06/2026 Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 21-32 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. PENDAHULUAN Perilaku mengonsumsi suplemen zat besi (F. terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. secara teratur merupakan salah satu Pola makan yang kurang beragam dan indikator penting dalam pemantauan rendah kandungan zat besi bioavailable, kesehatan maternal. Kondisi ini tidak kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi sekadar menyentuh aspek fisik, tetapi juga mencerminkan seberapa konsisten seorang ibu hamil mengikuti petunjuk berperan sebagai fasilitator penyerapan mencegah terjadinya anemia sekaligus zat besi, merupakan perilaku gizi yang secara langsung memengaruhi status secara optimal. Saat aktivitas fisik berlebihan tanpa dukungan nutrisi yang memadai, jarak kehamilan kemampuan eritrosit dalam mengangkut yang terlalu dekat, serta kurangnya oksigen ke jaringan ibu dan janin yang paparan terhadap informasi kesehatan sedang berkembang dapat terganggu. maternal juga menjadi faktor perilaku Kondisi yang perlu diperhatikan. Pemahaman diidentifikasi sebagai anemia gestasional. yang menyeluruh terhadap faktor-faktor Penyebabnya perilaku ini menjadi penting agar upaya rendahnya asupan zat besi, kekurangan asam folat, kadar vitamin B12 yang tidak bertumpu pada suplementasi Fe semata, mencukupi, hingga kondisi patologis melainkan mencakup perubahan perilaku kronis tertentu. kesehatan yang bersifat holistik dan Berbagai alasan melatar belakangi rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam berkelanjutan (Aini & Dewi, 2. Laporan WHO 35,5% antaranya: kebiasaan lupa menelan tablet, perempuan hamil berusia 15Ae49 tahun di kesulitan membawa obat saat bepergian, seluruh penjuru dunia terdampak anemia, serta ketidaknyamanan akibat gangguan dengan beban terberat ditanggung oleh pencernaan yang lazim muncul seperti negara-negara berpendapatan rendah dan mual atau sembelit (Safitri et al. , 2. Selain obstetrik dan peripartum berkontribusi suplementasi, terdapat sejumlah faktor terhadap sekitar 260. 000 kematian ibu Lebih Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. penanggulangan anemia sebagai agenda terkonsentrasi di negara berkembang. prioritas dalam kebijakan kesehatan ibu Data ini menegaskan bahwa gangguan gizi yang berakar pada anemia memberi (Kementerian Kesehatan RI, 2. andil besar terhadap tingginya angka kematian ibu di tingkat global (WHO. Yogyakarta, melaporkan bahwa Kota Yogyakarta Dari Daerah Dinas Istimewa Kesehatan DIY WHO mencatat prevalensi anemia ibu hamil mendefinisikan anemia dalam kehamilan tertinggi pada tahun 2024, yaitu sebesar 22,7% atau setara 12,3% dari total ibu hemoglobin di bawah 11 g/dL. CDC Tren konsumsi tablet Fe dalam Provinsi 2020Ae2024 berbeda: kurang dari 11 g/dL pada meningkat, meskipun sempat turun pada trimester I dan i, serta kurang dari 10,5 tahun 2024 akibat masih banyaknya ibu g/dL pada trimester II, dengan kadar kurang dari 10 g/dL pada masa nifas. memperoleh kuota lengkap 90 tablet. Anemia yang berlangsung pada trimester Secara menyeluruh, capaian tersebut sudah melampaui target nasional sebesar meningkatnya kemungkinan kelahiran 90% (Dinas Kesehatan DIY, 2. prematur serta bayi dengan berat badan Angka anemia bergerak fluktuatif: dari lahir rendah (BBLR), sekaligus dapat 23,31% pada 2020, mencapai puncak melemahkan daya tahan tubuh ibu 25,56% di 2021, kemudian turun ke terhadap perdarahan dan risiko infeksi. 20,58% pada 2022, sebelum kembali Data Profil Kesehatan Indonesia naik menjadi 21,42% pada 2023 dan tahun 2023 mengungkapkan bahwa lebih 22,69% pada 2024 (Dinas Kesehatan dari seperempat ibu hamil di Indonesia. Kota Yogyakarta, 2. 27,7%, Angka Sejumlah bahwa tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mencerminkan permasalahan gizi yang mengonsumsi tablet tambah darah masih jauh dari optimal. Studi Rahayu . di Kabupaten Bantul menemukan bahwa hanya 37,3% ibu hamil yang patuh, dan distribusi tablet tambah darah (TTD) 41,5% menyandang status anemia. Susilowati . turut mengkonfirmasi adanya Kondisi Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. korelasi signifikan antara keteraturan terstruktur terhadap masalah anemia di mengonsumsi suplemen darah dan risiko wilayah kerja Puskesmas Jetis guna anemia . < 0,. Kepatuhan tersebut meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, efek samping obat, motivasi internal, serta intensitas dukungan dari keluarga dan METODE tenaga kesehatan (Aini & Dewi, 2. Desain Rendahnya asupan besi harian akibat kuantitatif korelasional, yang diarahkan untuk mengidentifikasi besaran dan arah defisiensi yang bermuara pada anemia. Mengacu pada gambaran tingginya Kota mengonsumsi tablet Fe selaku variabel bebas dan kejadian anemia ibu hamil sebagai variabel terikat. Rancangan cross Yogyakarta serta lemahnya kepatuhan terhadap suplementasi besi, penelitian kedua variabel dilakukan dalam satu yang secara khusus menelaah keterkaitan momen waktu yang bersamaan. antara konsistensi minum tablet Fe dan Populasi kejadian anemia pada ibu hamil menjadi seluruh ibu hamil trimester II dan i Tujuannya adalah menghasilkan yang memeriksakan diri melalui layanan bukti empiris yang dapat dijadikan ANC landasan perancangan program intervensi Yogyakarta promotif-preventif yang lebih terarah. November 2025, berjumlah 87 orang. Puskesmas Jetis Kota JanuariAe Studi awal yang dilakukan di Dari populasi tersebut, 47 responden Puskesmas Jetis. Yogyakarta, pada 27 dipilih melalui teknik purposive sampling Oktober 2025 dengan memanfaatkan data dengan memperhatikan kriteria inklusi register KIA periode MeiAeOktober 2025 yang telah ditetapkan sebelumnya. menemukan bahwa sebanyak 87 ibu Data kepatuhan konsumsi tablet Fe hamil trimester II dan i mengakses dihimpun melalui pengisian kuesioner ANC Dari jumlah tersebut, 48 orang atau 47% dinyatakan mengalami anemia. Status anemia ditentukan sebuah angka yang mengindikasikan berdasarkan nilai hemoglobin (H. dari hampir separuh pengguna layanan masih pemeriksaan laboratorium menggunakan berhadapan dengan risiko ini. Kondisi ini alat standar. Pengujian hubungan antar variabel dilakukan melalui uji statistik KIA masing-masing Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Ibu Hamil di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta Tahun 2025 Karakteristik Keterangan Frekuensi Persentase Usia <20 dan 35 >20 dan 35 Total Pendidikan SMP SMA/SMK D3/Perguruan Tinggi Total Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Total Sumber: Data Primer, 2025 Tabel 1 menggambarkan profil demografis responden. Hampir seluruh ibu hamil . ,7%) termasuk dalam 20Ae35 Oleh merupakan fase reproduksi aktif, di mana mengonsumsi suplemen Fe tetap menjadi organ-organ gestasi telah matang secara langkah yang tidak dapat diabaikan. fungsional dan kemungkinan komplikasi menyelesaikan pendidikan SMA/SMK. Temuan Putri Dilihat dari tingkat pendidikan, . ,8%) . ,7%) D3/perguruan tinggi, 3 orang . ,4%) . ,1%) SMP, tingkat dasar. Pola ini mengindikasikan Meski begitu, berada di usia bahwa mayoritas ibu hamil memiliki reproduktif yang ideal tidak serta-merta membebaskan ibu dari ancaman anemia, terutama apabila asupan zat besi harian kesehatan,termasuk Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. pencegahan anemia. memiliki pekerjaan formal, sedangkan 16 orang . ,0%) tercatat aktif bekerja di Temuan ini senada dengan laporan luar rumah. Komposisi ini menunjukkan Rahayu . yang menggambarkan bahwa mayoritas responden merupakan dominasi pendidikan menengah dalam ibu rumah tangga penuh waktu yang populasi ibu hamil. Ibu berpendidikan memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk lebih tinggi umumnya lebih responsif menghadiri jadwal pemeriksaan prenatal terhadap edukasi medis dan lebih disiplin maupun sesi penyuluhan. Studi Putri . menghasilkan pola serupa dalam Meski hal status pekerjaan. Walaupun berperan pendidikan formal tidak bisa dijadikan sebagai ibu rumah tangga memberikan satu-satunya prediktor status anemia, mengingat banyak variabel lain yang domestik yang padat dan membebani turut menentukan kadar hemoglobin (H. fisik ibu apabila tidak ditopang oleh selama masa gestasi. Dari keseluruhan responden, 31 orang . ,0%) merupakan ibu yang tidak menjadi salah satu pertimbangan dalam strategi pencegahan anemia. Tabel 2. Analisis Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Kepatuhan Anemia n(%) Konsumsi Tablet Fe Patuh ,1%) Tidak Patuh ,1%) Total ,7%) Sumber: Data Primer, 2025 Tabel 2 diatas menyajikan hasil analisis dari 47 subjek. Tidak Anemia n(%) Total n (%) P-value 34 . ,9 %) 0 . %) 34 . ,3%) 46 . ,9%) 1 . ,1%) 47 . %) yang melampaui ambang signifikansi di mana 0,05, sehingga secara statistik tidak . ,3%) tidak terbukti adanya keterkaitan yang nyata mengalami anemia dan 13 orang . ,7%) antara kepatuhan konsumsi tablet Fe terdiagnosis anemia. Dalam kelompok dengan status anemia ibu hamil. patuh, 12 dari 46 responden . ,1%) Analisis Univariat berstatus anemia, sedangkan 34 lainnya Karakteristik Usia Responden di . ,9%) tidak. Satu-satunya responden Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta sebanyak 34 orang Sebanyak 45 dari 47 responden anemia . %). Kendati demikian, nilai . ,7%) berusia antara 20Ae35 tahun. Chi-Square menghasilkan p-value 0,277 sementara sisanya . ,3%) berada di Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. luar rentang usia tersebut. Kelompok ini mengindikasikan bahwa mayoritas usia 20 hingga 35 tahun dipandang sebagai fase reproduksi yang secara fisiologis paling aman, di mana organ- termasuk instruksi terkait konsumsi lebih kecil dibandingkan usia di luar rentang tersebut. Temuan Karakteristik Pekerjaan Responden Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta laporan Putri . yang mencatat Dari keseluruhan responden, 31 dominasi kelompok usia produktif orang . ,0%) merupakan ibu yang Meski posisi di usia reproduktif yang ideal sedangkan 16 orang . ,0%) memiliki tidak secara otomatis melindungi ibu pekerjaan di luar rumah. Komposisi dari risiko anemia, terutama bila ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu asupan zat besi harian tidak mampu adalah pengurus rumah tangga penuh memenuhi kebutuhan yang meningkat waktu yang memiliki fleksibilitas sepanjang kehamilan. Oleh karena itu, lebih tinggi untuk menghadiri jadwal pemeriksaan prenatal maupun sesi menghasilkan pola serupa dalam hal menjadi langkah yang tidak bisa status pekerjaan responden. Karena itu, status pekerjaan perlu menjadi Karakteristik Pendidikan Responden di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta Studi Putri Kepatuhan Konsumsi Berdasarkan jenjang pendidikan, . ,8%) SMA/SMK, . ,7%) D3/perguruan tinggi, 3 orang . ,4%) berpendidikan SMP, dan 1 orang . ,1%) hanya bersekolah hingga tingkat dasar. Pola Hubungan Tablet Fe dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Dari 47 responden di Puskesmas Jetis tahun 2025, kelompok patuh . memperlihatkan 12 kasus anemia ,1%) dan 34 kasus tanpa anemia ,9%), satu-satunya Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. dipengaruhi oleh sumber besi dari pangan Uji Chi-Square . erutama p-value 0,277 ketersediaan vitamin C sebagai fasilitator melampaui ambang signifikansi 0,05, sehingga menunuukkan bahwa tidak absorpsi seperti teh, kopi, atau produk Faktor risiko lain seperti kerapatan bermakna antara konsistensi konsumsi antar kehamilan, riwayat gizi prahamil, tablet Fe dan kejadian anemia ibu hamil. infeksi kronis, serta kondisi komorbid Dari perspektif fisiologi kehamilan, besi merupakan turut memperumit gambaran ini. Aspek dominan anemia gestasional. Ekspansi dipertimbangkan adalah dimensi kualitas volume darah, pembentukan eritrosit kepatuhan yang tidak terukur dalam baru, dan pemenuhan kebutuhan plasenta penelitian ini. Konsumsi yang secara serta janin memerlukan peningkatan suplai besi yang signifikan. Atas dasar dilakukan dengan tata cara yang tepatAi inilah WHO dan berbagai organisasi minuman penghambat absorpsi. Praktik suplementasi besi-folat sebagai prioritas konsumsi yang keliru dapat melemahkan efektivitas suplemen meski kuantitasnya komplikasi persalinan lainnya. penelitian ini Meski Namun, tidak adanya hubungan statistik dalam dijelaskan oleh beberapa faktor. Dari sisi kelompok patuh memiliki proporsi non- anemia lebih tinggi. Ini menguatkan timpang antara kelompok patuh . argumen bahwa kepatuhan tetap relevan dan tidak patuh . menyebabkan uji sebagai komponen strategi pencegahan, mendeteksi perbedaan yang bermakna. Ketidakseimbangan konseling gizi, edukasi cara minum pembatas utama dalam analisis bivariat. Dari layanan ANC. Temuan Selain suplemen yang benar, dan penguatan Yunika et al. yang mendapati bahwa korelasi antara kepatuhan dan Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. secara metodologis secara menyeluruh penelitian ini. Ketimpangan distribusi Pratiwi sampel yang sangat signifikan di mana Safitri . pun melaporkan hal serupa kelompok tidak patuh hanya diwakili dengan p = 0,229. Kajian tersebut satu responden menjadi keterbatasan menggarisbawahi bahwa pengetahuan ibu mengenai anemia dan cara konsumsi memengaruhi kekuatan uji statistik dan suplemen memiliki peran mediasi dalam keandalan kesimpulan bivariat. Dalam rantai kepatuhanAeefektivitas. konteks ini, prinsip metodologi menuntut Dari kehati-hatian efektivitas absorpsi besi tidak hanya perbedaan antar studi, sebab perbedaan ditentukan oleh frekuensi perbedaan fenomena, melainkan juga perbedaan desain, ukuran sampel, teknik penghambat seperti tanin dan fitat, serta pengukuran kepatuhan, serta karakteristik kapasitas mukosa usus dalam menyerap populasi yang mendasarinya. Kondisi anemia yang sudah berlangsung sebelum trimester II pun PENUTUP dapat membuat dampak suplementasi Studi pada 47 ibu hamil trimester tidak dapat langsung terlihat dalam II dan i di Puskesmas Jetis Kota jangka waktu penelitian yang terbatas. Yogyakarta Secara analitis bivariat, nilai NA bahwa sebagian besar responden . ,7%) hitung = 2,66 . f = . lebih kecil dari NA tabel = 3,841 pada = 0,05, dengan p- mayoritas berpendidikan menengah, dan value = 0,103. Hasil ini mengkonfirmasi 66,0% merupakan ibu rumah tangga. penerimaan HCA dan penolakan HCA, artinya Tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe konsumsi tablet Fe bukan prediktor sangat tinggi 97,9% patuh dan 2,1% tidak independen yang cukup kuat untuk Sementara itu, 27,7% responden menentukan status anemia di Puskesmas menyandang status anemia dan 72,3% Jetis. Perbedaan Uji statistik menghasilkan p-value penelitian Nurmasari dkk. yang 0,277 (> 0,. , sehingga hipotesis yang melaporkan risiko anemia 3,46 kali lebih menyatakan adanya hubungan antara tinggi pada ibu tidak patuh perlu dikaji kepatuhan konsumsi tablet Fe dan angka Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 1-147 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. kejadian anemia tidak dapat dibuktikan. Hasil ini menegaskan bahwa anemia selama kehamilan merupakan kondisi yang ditentukan oleh banyak faktor, tidak suplemen saja. Aspek kualitas diet, kondisi medis, dan kapasitas absorpsi besi perlu mendapat perhatian setara Untuk longitudinal seperti kohort prospektif atau uji intervensi yang mampu menelaah hubungan temporal antara kepatuhan dan kejadian anemia secara lebih definitif. Penambahan variabel penjelas seperti sosial-ekonomi, dukungan keluarga, dan pengetahuan kesehatan, disertai sampel yang lebih meningkatkan validitas eksternal temuan. DAFTAR PUSTAKA