E-ISSN 2798-8678 SEGARA WIDYA Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Volume 13 No. 2, 2025 P154-162 Penggunaan Aplikasi Procreate untuk Membantu Desainer Membuat Graffiti dalam Format Digital Sandy Yulio Program Studi Magister Desain. Program Pascasarjana. Institut Seni Indonesia Bali yuliosandy1@gmail. Artikel ini bertujuan untuk menunjukan proses membuat graffiti secara digital dengan menggunakan aplikasi Procreate pada iPad. Pembuatan graffiti digital bertujuan untuk mengisi layout buku, majalah dan media cetak lain seperti merchandise. Perolehan data dilakukan secara kualitatif dengan mewawancarai Zedho dari Jombang dan Jeus dari Jember sebagai pelaku graffiti dengan dua aliran yang berbeda, yaitu wildstyle dan character. Selain pelaku graffiti Zedho merupakan pemilik toko graffiti bernama Blackcanz, sehingga ia sangat memahami berbagai karakteritik hasil semprotan berbagai macam caps graffiti. Sedangkan Jeus akan menjelaskan berbagai brush yang dapat digunakan untuk membuat karakter graffiti di aplikasi Procreate. Hasil dari artikel ini adalah langkah-langkah mebuat gambar digital yang bertekstur seperti graffiti yang ada di jalanan. Graffiti digital tidak merusak ruang publik, tidak mudah hilang, dan dapat diterapkan pada berbagai produk selanjutnya. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pelaku graffiti untuk melatih skill, mengembangkan konsep, atau berkarya secara digital. Selain itu, dapat juga menjadi referensi pengguna iPad untuk membuat graffiti secara digital pada Procreate. Kata Kunci: Procreate. Digital. Graffiti This article aims to show the process of creating digital graffiti using the Procreate application on the iPad. The purpose of creating digital graffiti is to fill the layout of books, magazines and other printed media such as merchandise. Data acquisition was carried out qualitatively by interviewing Zedho from Jombang and Jeus from Jember as graffiti artists with two different styles, namely wildstyle and character. In addition to being a graffiti artist. Zedho is also the owner of a graffiti shop called Blackcanz, so he understands the various characteristics of the spray results of various graffiti caps. Meanwhile. Jeus will explain the various brushes that can be used to create graffiti characters in the Procreate application. The results of this article are the steps to create digital images that are textured like graffiti on the streets. Digital graffiti does not damage public spaces, is not easily lost, and can be applied to various subsequent products. This article can be a reference for graffiti artists to practice skills, develop concepts, or work digitally. In addition, it can also be a reference for iPad users to create digital graffiti on Procreate. Keywords: Procreate. Digital. Graffiti Sandy Yulio (Penggunaan A) Volume 13 No. 2, 2025 PENDAHULUAN Berbagai teknologi untuk mendukung kebutuhan desainer terus berkembang, baik di bidang perangkat keras . maupun perangkat lunak . Apple sebagai perusahaan produsen komputer dan telepon genggam yang selalu inovatif tidak ingin tertinggal dengan Wacom dalam mengembangkan teknologinya. Setelah merilis iPad . omputer tablet milik Appl. Apple menciptakan Apple Pencil sebagai perangkat keras pendukung tabletnya. kemudian muncul sebuah aplikasi menggambar yang dirilis oleh James Cuda dan Lloyd Bottomley setelah melalui lebih dari 100 ulasan desain dan tiga pembuatan ulang, yaitu Procreate (Apple Inc. , 2. Aplikasi ini sangat memenuhi kebutuhan pengguna Apple yang mengutamakan kepraktisan, interface yang simpel, cepat dan intgrasi yang mulus atau seamless. Silawati dalam artikel online IDN Times menulis bahwa keunggulan Procreate adalah sekali bayar, pilihan brush yang beragam, dan fitur yang lengkap baik untuk pemula maupun profesional (Silawati, 2. Graffiti berasal dari kata Italia "graffito" yang berarti goresan atau guratan (Fawzi & Muhajir, 2016, p. Secara umum graffiti dikenal dengan coretan, tulisan, atau gambar yang dibuat di ruang publik dengan menggunakan spidol besar, cat semprot, kuas, roll, dll. Citra graffiti cenderung negatif karena identik dengan vandalisme, meskipun graffiti yang artistik dan terkonsep dengan baik telah bermunculan di kota-kota besar. Untuk sebagian pelaku, graffiti merupakan permainan adrenalin, dan untuk sebagian lagi untuk tujuan artistik dan karir (Mattanza, 2017, p. Artinya tidak semua graffiti ditujukan untuk protes, merusak, atau menyuarakan perbedaan. Tapi juga medium berkarya seperti halnya seniman di kanvas yang melakukan pameran di galeri. Pandemi Covid19 telah membuat berbagai kegiatan beralih ke ruang digital. Simulasi telah beradaptasi menjadi bagian dari realitas. Simulasi yang muncul dalam konteks graffiti adalah #procreategraffiti yang ramai diunggah oleh para pelaku graffiti di internet. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah gambar digital itu termasuk graffiti? Bagaimana tahapan untuk membuat graffiti dengan menggunakan aplikasi Peocreate? Di buku Jalan Seni Jalanan Yogyakarta. Syamsul Barry menjelaskan, "Graffiti berasal dari bahasa Italia Aograffito-grafitiAo . entuk prural/jama. yang didefinisikan sebagai coretan atau gambar yang digoreskan pada dinding atau permukaan apa saja (Barry, 2008, p. " Jadi, graffiti seharusnya tidak terbatas alat, bahan, dan media. Apalagi di era sekarang yang semua telah beralih ke Graffiti digital adalah simulasi yang lebih praktis untuk merasakan pengalaman menggambar menggunakan cat semprot dan alat graffiti lainnya. Simulasi ini dapat menimbulkan kepuasan atau rasa gembira terhadap pelaku atau penggemar graffiti yang tidak dapat melakukan graffiti secara nyata. Pengalaman seperti itu disebut pengalaman estetik. Seperti yang disampaikan oleh Profesor Yasraf dalam bukunya Transestetika, "Pengalaman estetik kini juga bukan lagi pengalaman konvensional berhadapan dengan dunia material atau fisikal, melainkan pengalaman estetik di dunia nonmaterial" (Piliang, 2022, p. Graffiti digital adalah salah satu hasil dari perkembangan teknologi yang tentunya bermanfaat. Dengan adanya berbagai brush bertekstur caps . jung cat sempro. dan berbagai alat-alat graffiti lainnya. Procreate dapat menjadi media baru untuk berkarya. Para pelaku dapat melatih sketsa, mengembangkan style atau karakteristik karya, dan membuat konsep yang matang sebelum berkarya di jalanan. Pelaku yang baru akan memulai, dapat mencoba pengalaman menerapkan cat semprot dengan fitur tekanan pada apple Sandy Yulio (Penggunaan A) Volume 13 No. 2, 2025 Tekanan ini digunakan untuk mengatur besar-kecil dan tajam-tumpulnya garis yang digoreskan pada layar. Literatur Review Graffiti secara harfiah berarti menulis. Kata tersebut berasal dari istilah Italia graffito . amak: graffit. , yang berasal langsung dari kata kerja Yunani AIO . dan umumnya digunakan di sebagian besar bahasa Eropa (Valente dan Barazzetti, 2020:. Itulah mengapa pelaku graffiti disebut graffiti writer. Graffiti berkembang di kota New York pada tahun 70an, ditujukan untuk popularitas atau getting up, eksistensi nama dan kelompok, kritik sosial, atau segi visual dan karakteristik karya. Seiring perkembangannya, graffiti menjadi dua aliran, legal/artistik dan ilegal/getting up. Bagi pelaku graffiti ilegal, getting up bukan hanya tentang menulis nama di lokasi sebanyak mungkin, tapi juga mencari resiko, kebebasan, dan ritual (Jones, 2007, p. Sedangkan pelaku graffiti legal lebih mengekplorasi karakteristik dari tulisan sehingga membentuk visual yang artistik. Citra negatif erat kaitannya dengan graffiti, karena awal kemunculannya yang liar dan terlihat kotor. Bagi sebagian orang fokus utama mereka hanyalah melakukan vandalisme, sehingga mereka menentang karya yang ditugaskan karena mereka merasa hal ini bertentangan dengan grafiti (Chang, 2020:. Sebagian pelaku masih berusaha menjaga akar dari subkultur ini untuk tetap berkarya secara ilegal sehingga graffiti tetap menjadi perbincangan. Itu karena seni memberikan resolusi yang berbeda untuk individu yang berbeda, seperti bagi sebagian orang menjadi motivasi dan hiburan, di sisi lain bagi sebagian orang itu memberikan perasaan tidak nyaman berdasarkan intrepetasi mereka (Chaudhary, 2022, p. Legal atau ilegal, graffiti tetap memiliki gaya, pesan, dan karakteristik visual dalam setiap alirannya. Keberadaan graffiti di jalanan mulai marak di Indonesia memasuki tahun 1980-an, tepatnya seiring dengan merebaknya pengaruh tarian breakdance dan gank di kalangan anak muda (Barry, 2008, p. Gerakan graffiti yang terus berlanjut hingga pertengahan tahun 1990 corak atau gaya graffiti masih berupa coretan-coretan liar dari cat semprot maupun spidol. Namun seiring dengan terbukanya informasi dan teknologi yang memungkinkan masyarakat dapat mengakses berita dari ruang maya . , menjadi- kan pada sekitar tahun 2000 graffiti menemukan gayanya yang baru di Indonesia (Wicandra, 2006:. Penguatan gaya, ciri khas atau karakteristik karya dalam graffiti disebut Kemunculan stylewriting di Amerika Serikat dan skena global tidak eksplosif, itu juga tidak terjadi dalam semalam/instan (Kelly, 2024, p. Berkembangnya graffiti diikuti perlahan-lahan menggeser citra buruk graffiti yang dianggap kotor dan merusak keindahan ruang publik. Pada saat ini, para penulis grafiti semakin menjadi pelukis grafiti, dan berupaya memberikan kontribusi untuk mewarnai kota dengan lukisan yang lebih mudah dipahami dan mengubah kota menjadi galeri kreasi artistik (Valle & Weiss, 2010, p. Sebagian besar pelaku graffiti tidak lagi mengejar ketenaran melalui vandalisme yang ugal-ugalan, tapi lebih mempertimbangkan konsep visual yang menarik. Dengan berbagai teknologi yang mendukung proses pembuatan graffiti, para writer semakin mudah untuk berlatih, mengembangkan, dan mematangkan sketsa-sketsa karyanya sebelum diterapkan pada dinding. METODOLOGI PENELITIAN Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara pada dua pelaku graffiti, yaitu Zedho dari Jombang dan Jeus dari Jember. Penelitian Sandy Yulio (Penggunaan A) Volume 13 No. 2, 2025 kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialamu oleh subjek penelitian (Nurpasha et al. , 2020, p. Kedua pelaku mewaliki dua aliran dalam graffiti, yaitu wildstyle yang berfokus pada pengembangan huruf dan tulisan dan character yang berfokus pada gambar yang berbentuk karakter pada graffiti. Zedho yang juga merupakan pemilik toko graffiti bernama Blackcanz akan menjelaskan tentang berbagai macam karakteristik hasil semprotan berbagai macam caps, dan Jeus akan menjelaskan berbagai brush yang dapat digunakan untuk membuat karakter graffiti. Peneliti kualitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena berdasarkan pandangan-pandangan dari para partisipan/narasumber (Creswell, 2014, p. Teknik pengumpulan data dari artikel ini adalah dengan mendeskripsikan data primer yang dikumpulkan dari pengalaman kedua narasumber dalam menggunakan aplikasi Procreate. Kedua narasumber mencoba berbagai brush graffiti dengan tujuan utntuk mengetahui perbandingan antara graffiti asli di dinding dan graffiti digital di aplikasi Procreate. Mereka juga menjelaskan langkah-langkah dan nama brush yang digunakan, bagaimana penerapannya, hingga penyimpanan file akhir yang dapat digunakan untuk berbagai tahapan selanjutnya. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Hasil Penelitian Hasil dari penelitian ini adalah langkah-langkah membuat graffiti digital dari kedua narasumber, yaitu Zedho dan Jeus. Langkah-langkah ini dapat menjadi referensi tentang penerapan brush graffiti di Procreate. Kedua narasumber membuat gambar digital di perangkat masing-masing, kemudian hasilnya dijadikan satu oleh Paket Brush yang digunakan adalah Street Brush by 14K, yang dirilis oleh pelaku graffiti dari Bandung bernama Andre 14K. Paket brush ini cukup lengkap dan menyerupai aslinya, karena pembuatnya adalah seorang pelaku graffiti yang sangat Dalam paket brush ini terdapat banyak sekali brush graffiti, diantaranya rol cat, kuas cat, spidol tinta, spidol kaligrafi, needle caps, maclaim caps, level 1 caps, berbagai macam fat caps, hingga berbagai elemen yang mendukung graffiti digital seperti tekstur semprotan, estinguisher, motif bata, dan kawat berduri. Kedua narasumber hanya akan menggunakan beberapa brush yang dibutuhkan dalam graffiti mereka. Gambar 1. Tabel Hasil Goresan Beberapa Brush 14K di Procreate. (Dokumentasi: Sandy Yulio, 2. Sandy Yulio (Penggunaan A) Volume 13 No. 2, 2025 Langkah pertama adalah mencoba berbagai brush grafiti untuk mengetahui pressure dan penerapannya. Kedua narasumber mencoba membuat berbagai elemen graffiti seperti bintang, panah, tanda seru, dan sedikit alfabet. Jeus mengatakan, "Ini ornamen yang biasa ada pada tags, yaitu tanda tangan para pelaku graffiti dengan menggunakan satu warna dan biasanya satu tarikan saja". Kemudian kedua narasumber membuat sketsa kasar sebagai awalan yang nantinya akan dirapikan pada tahap selanjutnya. Gambar 2. Percobaan Graffiti Brush dan Pembuatan Sketsa di Proceate. (Sumber: Penulis, 2. Langkah kedua adalah membuat garis utama. Zedho dan Jeus menggunakan Level 1 Caps, karena ini adalah caps yang paling bersih, tipis, dan tajam di Graffiti. Zedho mengatakan, "Caps ini aslinya berwarna hijau terang, paling enak digunakan untuk membuat garis yang rapih makanya paling laris di toko (Blackcan. Garis dibuat pada lembar layer yang berbeda dengan sketsa, sehingga sketsa dapat disembunyikan atau dihapus jika sudah tidak diperlukan nanti. Gambar 3. Pembuatan Garis Utama dengan Caps Level 1. (Sumber: Penulis, 2. Sandy Yulio (Penggunaan A) Volume 13 No. 2, 2025 Selanjutnya menambahkan warna dasar menggunakan Fat caps yang memiliki output lebar yang dapat mengisi warna dengan cepat. Namun, brush ini juga bisa tipis atau tajam jika Apple Pencil ditekan perlahan. Fitur pressure di Procreate dapat memudahkan kita untuk mengatur ukuran dan hasil goresan yang kita lakukan dengan apple pencil. Nama caps yang digunakan adalah NY Fat Caps dan Astro Cloged. Menurut Zedho, kedua caps ini disukai para pelaku bombing . raffiti ilega. karena hasil semprotan yang besar dan cepat. Gambar 4. Proses Pengisian Warna dengan Fat Caps. (Sumber: Penulis, 2. Langkah selanjutnya adalah menambahkan lebih banyak detail, highlights, dan efek dengan brush maclaim soft pressure, splatters-fat agar graffiti lebih artistik, kemudian ditambahkan latar belakang dengan brush brick small-smooth, dan barbed wire agar terkesan lebih urban. Setiap warna tetap berada dalam layer terpisah sehingga dapat diedit dan mudah dicetak. Latar belakang diberi warna hitam agar detail warna semakin terlihat stand out. Maclaim memiliki hasil yang kecil dan halus, splatter digunakan untuk membuat percikan-percikan ala cat semprot. Brick menghasilkan motif batu bata, dan barbed wire digunakan untuk membuat kabel kawat berduri secara instan dan cepat. Dengan adanya berbagai varian brush ini, kita dapat membuat efek, bentuk, atau pola dengan sekali gores. Hal ini sangat membantu desainer untuk mebuat graffiti digital lebih instan, cepat, mudah dan praktis. Sandy Yulio (Penggunaan A) Volume 13 No. 2, 2025 Gambar 5. Penambahan Detail dan Efek agar Semakin Graffiti. (Sumber: Penulis, 2. Sebagai tahapan akhir hasil graffiti digital pada aplikasi Procreate disimpan dalam bentuk PNG untuk ditempelkan pada foto totebag, kaos, dan jaket sebagai Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui ukuran dan posisi yang tepat ketika graffiti digital tersebut dicetak ke media selanjutnya. Mockup juga dapat menjadi pelengkap informasi suatu produk ketika diunggah di internet atau dipasarkan. Gambar 6. Mockup graffiti digital pada pakaian. (Sumber: Penulis, 2. Sandy Yulio (Penggunaan A) Volume 13 No. 2, 2025 Diskusi