Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB Widijastuti1. Try Riduwan Santoso2 Mahasiswa Universitas Negeri Surakarta. Surakarta Dosen IAILM Suryalaya. Tasikmalaya widijastuti26@gmail. com, tryriduwan165@gmail. ABSTRAK Penggunaan metode Global memberikan pengalaman pembelajaran yag lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak SD. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa SD dalam meningkatkan kualitas membaca dengan menggunakan metode global. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh hasil tes kemampuan peserta didik dalam mengerjakan tes membaca permulaan. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan dalam proses pembelajaran berlangsung, berupa situasi, kondisi, dan keadaan peserta didik. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik dengan gangguan intelektual kelas IV SLB C Kembar Karya Pembangunan 3 dan peneliti kelas. Hasil penelitian ini bahwa metode Global mampu memberikan motivasi untuk peserta didik dalam hal membaca permulaan, hal ini terlihat dari antusias peserta didik saat belajar di kelas. Berdasarkan keterangan diatas jelas terlihat bahwa metode Global yang telah dimodifikasi ini mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik, hal ini terlihat dari meningkatnya nilai kemampuan membaca permulaan sesuai target yang diinginkan. Kata kunci: Metode Global, kemampuan membaca. Pembelajaran anak SD ABSTRACT The use of the Global method provides a more effective learning experience to improve early reading skills in elementary school children. This study aims to analyze the ability of elementary school students to improve their reading quality using the global method. The method used in this research is quantitative and qualitative. Quantitative data obtained from the results of students' ability tests in doing the initial reading test. While qualitative data obtained from observations in the learning process takes place, in the form of situations, conditions, and conditions of students. The data sources in this study were students with intellectual disabilities in class IV SLB C Kembar Karya Pembangunan 3 and class researchers. The results of this study show that the Global method is able to provide motivation for students in terms of beginning reading, this can be seen from the enthusiasm of students when studying in class. Based on the information above, it is clear that the modified Global method is able to improve students' initial reading skills, this can be seen from the increased initial reading ability scores according to the desired target. Keywords: Global method. Reading ability. Elementary School children's learning PENDAHULUAN Bahasa merupakan satu wujud yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahasa digunakan manusia sebagai alat dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Di negara Indonesia. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB masyarakat menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Menurut kurikulum berbasis kompetensi Bahasa Indonesia tahun 2006, standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia terbagi atas beberapa kemampuan, yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran membaca di kelas awal SD dibagi menjadi dua yaitu, membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca permulaan pada intinya merupakan suatu awalan untuk peserta didik belajar Setelah peserta didik telah dianggap mahir dan mampu membaca permulaan kemudian peserta didik dapat melanjutkan pada proses membaca dengan membaca lanjut . Dalam pendidikan peserta didik dengan gangguan intelektual, membaca bukanlah hal yang Kemampuan peserta didik gangguan intelektual berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung dari tingkatan intelegensinya, hal inilah yang menjadi masalah dalam pelayanan pendidikannya. Artinya pelayanan pendidikan pada setiap peserta didik gangguan intelektual akan berbeda, baik dalam materi yang dibutuhkan maupun metode dalam penyajiannya. Peserta didik gangguan intelektual yang peneliti temukan di lapangan, belum dapat mengetahui sepenuhnya dalam menyebutkan lambang huruf konsonan. Khususnya huruf konsonan seperti b, d, p, q, m, dan n peserta didik ML hanya mampu mengenal huruf konsonan c, f, h, k, dan r. Peserta didik DM mampu mengenal huruf konsonan c, f, g, dan h. Peserta didik FZ mampu mengenal huruf konsonan c, h, k, r, dan y. Peserta didik RR mampu mengenal huruf konsonan g, h, k, dan r. Peserta didik RL mampu mengenal huruf konsonan c, f, h, dan r. Hal ini terbukti berdasarkan fakta yang berada di lapangan setelah peneliti melakukan observasi pada Sekolah Luar Biasa Kembar Karya Pembangunan 3 kelas IV Perumnas I. Bekasi. Peserta didik terbiasa ribut dan tidak mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh peneliti. Dalam satu kelas tidak hanya terdapat peserta didik gangguan intelektual saja, tetapi terdapat satu peserta didik hambatan majemuk . angguan fisik dan gangguan intelektua. yang mengharuskan peneliti memberikan perhatian khusus. Kemampuan masing-masing peserta didik dalam satu kelas berbeda-beda. Hal ini membuat peneliti kesulitan dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. Metode Global berlandaskan berpikir analisis, dimana dalam penerapannya metode ini peserta didik dituntut untuk menganalisis sebuah gambaran umum menjadi rinci. Dengan langkah-langkah yang telah diatur sedemikian rupa, peserta didik dapat mudah mengikuti prosedur dan akan cepat membaca dengan lancar. Untuk itu diperlukan adanya metode global sebagai metode yang peneliti gunakan dalam pembelajaran membaca permulaan. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SLB C Kembar Karya Pembangunan 3. Jalan Mujair 1 no: 1 Perumnas 1 Bekasi. Metode penelitian yang peneliti gunakan untuk memperoleh data Ae data dan informasi mengenai meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan metode global adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tidakan kelas adalah penelitian yang menempuh langkah Ae langkah yang dilakukan secara siklus. Metode PTK terdiri dari 4 tahapan dalam satu siklus, yaitu : . perencanaan, . pelaksanaan atau tindakan, . pengamatan, dan . Peneliti menetapkan dua siklus dalam melakukan penelitian tindakan kelas, dimana peneliti menetapkan waktu yang diperlukan untuk setiap siklus sebanyak 6 kali pertemuan dan dilakukan 1 jam pelajaran atau 35 menit setiap tatap Metode penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan melakukan kerjasama dengan wali kelas dalam menerapkan materi yang akan diberikan pada peserta didik selama penelitian berlangsung. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah hasil tes kemampuan peserta didik dalam mengerjakan tes membaca permulaan. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan dalam proses pembelajaran berlangsung, berupa situasi, kondisi, dan keadaan peserta didik. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik dengan gangguan intelektual kelas IV SLB C Kembar Karya Pembangunan 3 dan peneliti kelas. Penelitian ini memerlukan teknik-teknik pengumpulan data. Teknik yang dapat digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini ada dua, yaitu tes dan non tes. Teknik tes merupakan teknik yang digunakan untuk memperoleh hasil Ae hasil belajar yang didapatkan dari menyelesaikan soal. Tes ini dilakukan juga untuk mengetahui kemampuan awal, selama tindakan dan akhir tindakan. Tes kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, proses tindakan, dan juga sebagai patokan kemajuan yang diperoleh sebagai akibat dari tindakan yang diberikan. Penelitian ini juga menggunakan teknik non tes dalam mengambil data pemantauan tindakan yaitu data proses pembelajaran selama tindakan diberikan. Data pemantau tindakan yang akan digunakan antara lain: . pengamatan langsung observasi yang dibantu oleh kolabolator saat peneliti melakukan action. catatan peneliti, selama proses tindakan dilaksanakan baik berupa kekurangan, atau yang perlu ditambah dan dipertahankan. dokumentasi, berupa foto-foto, serta video selama proses pelaksanaan tindakan berlangsung. Setelah data hasil dari instrumen penelitian kemampuan membaca permulaan terkumpul selanjutnya dilakukan analisis. Data diperoleh saat proses pembelajaran berlangsung, berupa situasi, kondisi, keadaan peserta didik dan tindakan peserta didik sebagai pendukung keberhasilan dari Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB penelitian tindakan. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan data kemampuan awal dengan data setelah tindakan. Setelah dianalisis dan mengetahui perbandingannya, maka disimpulkan apakah mengalami peningkatan atau tidak. Setelah dianalisi, data yang diperolah dijadikan pedoman untuk perbaikan siklus berikutnya. Berdasarkan hasil analisa data yang telah dilakukan, kemudian dilakukan intepretasi data. Interpretasi data dilakukan dengan cara melihat perbandingan persentase dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Penelitian ini dikatakan berhasil dan mengalami peningkatan apabila nilai hasil tingkat kemampuan membaca permulaan mencapai 65 pada sekitar siklus yang sesuai diharapkan peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah kegiatan membaca permulaan dilaksanakan, mulai dari kegiatan sebelum diberikan tindakan sampai pada kegiatan setelah diberikan tindakan, siklus I dan siklus II, diperoleh data-data dari hasil observasi yang kemudian dilakukan analisa data. Analisa data kuantitatif ini dilakukan dengan cara menghitung skor yang diperoleh peserta didik dalam kemampuan membaca di setiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian kelas pada siklus I peserta didik gangguan intelektual ringan, mengalami tingkat pencapaian kemampuan membaca, yaitu peserta didik TZ dalam kemampuan membaca awal memperoleh skor 8 dengan nilai 18,6 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 0, membaca suku kata : 0, mengurai suku kata menjadi huruf : 0, membaca huruf vocal : 2, membaca huruf konsonan : 0. ML hanya mampu memngenal huruf vocal i dan u membaca kata dengan menggunakan kartu kata bergambar. Setelah diberikan latihan siklus I kemampuan kemampuan membaca TZ memperoleh skor 14 dengan nilai 32,5 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 3, membaca suku kata : 1, mengurai suku kata menjadi huruf : 2, membaca huruf vocal : 2, membaca huruf konsonan : 0. Siklus II kemampuan membaca ML memperoleh skor 26 dengan nilai 60,4. Dimana kemampuan membaca kata dengan kartu kata : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 5, membaca suku kata : 5, mengurai kata menjadi huruf : 5, membaca huruf vocal : 3, membaca huruf konsonan : 2. Peserta didik TZ mengalami kemajuan dalam beberapa indikator walau belum mampu sepenuhnya membaca dengan sempurna dan masih mengeja huruf per huruf. Peserta didik MA dalam kemampuan membaca awal memperoleh skor 9 dengan nilai 20,9 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 0, membaca suku kata : 0, mengurai suku kata menjadi huruf : 0, membaca huruf vocal : 3, membaca huruf konsonan : 0. Setelah diberikan latihan siklus I kemampuan kemampuan membaca MA Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB memperoleh skor 16 dengan nilai 37,2 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 2, membaca suku kata : 3, mengurai suku kata menjadi huruf : 2, membaca huruf vocal : 3, membaca huruf konsonan : 0. Siklus II kemampuan membaca MA memperoleh skor 29 dengan nilai 67,4. Dimana kemampuan membaca kata dengan kartu kata : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 4, membaca suku kata : 4, mengurai suku kata menjadi huruf : 8, membaca huruf vocal : 4, membaca huruf konsonan : Peserta didik MA mengalami kemajuan dalam beberapa indikator walau belum mampu sepenuhnya membaca dengan sempurna dan masih mengeja huruf per huruf. Peserta didik RP dalam kemampuan membaca awal memperoleh skor 11 dengan nilai 25,5 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 0, membaca suku kata : 0, mengurai suku kata menjadi huruf : 0, membaca huruf vocal : 5, membaca huruf konsonan : 0. Setelah diberikan latihan siklus I kemampuan kemampuan membaca RP memperoleh skor 18 dengan nilai 41,8 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 4, membaca suku kata : 0, mengurai suku kata menjadi huruf : 2, membaca huruf vocal : 5, membaca huruf konsonan : 1. Siklus II kemampuan membaca RP memperoleh skor 30 dengan nilai 69,7. Dimana kemampuan membaca kata dengan kartu kata: 6, mengurai kata menjadi suku kata: 4, membaca suku kata: 3, mengurai suku kata menjadi huruf: 8, membaca huruf vocal: 5, membaca huruf konsonan: 4. Peserta didik RP mengalami kemajuan dalam beberapa indikator walau belum mampu sepenuhnya membaca dengan sempurna dan masih mengeja huruf per huruf. Peserta didik RA dalam kemampuan membaca awal memperoleh skor 9 dengan nilai 20,9 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 0, membaca suku kata : 0, mengurai suku kata menjadi huruf : 0, membaca huruf vocal : 3, membaca huruf konsonan : 0. Setelah diberikan latihan siklus I kemampuan kemampuan membaca RA memperoleh skor 15 dengan nilai 34,8 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 6, mengurai kata menjadi suku kata : 2, membaca suku kata : 1, mengurai suku kata menjadi huruf : 2, membaca huruf vocal : 3, membaca huruf konsonan : 1. Siklus II kemampuan membaca RA memperoleh skor 28 dengan nilai 65,1. Dimana kemampuan membaca kata dengan kartu kata: 5, mengurai kata menjadi suku kata: 5, membaca suku kata: 6, mengurai suku kata menjadi huruf: 5, membaca huruf vocal: 3, membaca huruf konsonan: 4. Peserta didik RA mengalami kemajuan dalam beberapa indikator walau belum mampu sepenuhnya Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB membaca dengan sempurna, suara RA sangat kecil sekali jadi peneliti harus benar-benar mendengar apa yang diucapkan RA. Peserta didik ES dalam kemampuan membaca awal memperoleh skor 7 dengan nilai 16,7 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 4, mengurai kata menjadi suku kata : 0, membaca suku kata : 0, mengurai suku kata menjadi huruf : 0, membaca huruf vocal : 3, membaca huruf konsonan : 0. Setelah diberikan latihan siklus I kemampuan kemampuan membaca ES memperoleh skor 15 dengan nilai 34,8 dimana indikator membaca kata dengan kartu kata bergambar : 4, mengurai kata menjadi suku kata : 1, membaca suku kata : 3, mengurai suku kata menjadi huruf : 0, membaca huruf vocal : 5, membaca huruf konsonan : 2. Siklus II kemampuan membaca ES memperoleh skor 27 dengan nilai 62,7. Dimana kemampuan membaca kata dengan kartu kata : 5, mengurai kata menjadi suku kata : 4, membaca suku kata : 5, mengurai suku kata menjadi huruf : 6, membaca huruf vocal : 1, membaca huruf konsonan : Peserta didik ES mengalami kemajuan dalam beberapa indikator walau belum mampu sepenuhnya membaca dengan sempurna. Kelemahan ES terletak pada rasa tidak percaya diri yang RL miliki, seingga ES sering bergantung dengan teman walau sebenarnya ES anak yang pandai. ES memiliki mood yang dapat berubah-ubah dan mempengaruhi pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran sendiri, peserta didik mengalami banyak kemajuan disetiap siklusnya, ini dikarenakan peserta didik mulai terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakan, peneliti pun memberikan reward ketika peserta didik mengerjakan atau mengikuti kegiatan pembelajaran dengan benar sehingga peserta didik semakin termotivasi disetiap pertemuaannya dan hasil kemampuan peserta didik pun semakin meningkat disetiap pertemuaannya. Kondisi kelas yang awalnya gaduh dan sulit dikondisikan, pada siklus II mulai berkurang dan sedikit lebih tenang dengan diberikan pekerjaan bersama-sama pada papan tulis. Peserta didik dapat leih fokus dan mengerti perintah yang diberikan peneliti sehingga kinerja peserta didik dapat meningkat sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hasil analisis evaluasi pada siklus II skor perolehan rata-rata kelas mencapai 65. hasil ini mengalami peningkatan dari skor perolehan pada siklus I peningkatan terlihat dari skor pada saat evaluasi dan selama proses pembelajaran. Perolehan skor pada siklus II sudah mencapai target yang diharapkan oleh peneliti maka dari itu penelitian dihentikan pada siklus II. Dengan melihat skor yang diperoleh peserta didik pada siklus II terjadi peningkatan, terlihat bahwa penelitian dengan menggunakan metode membaca Global dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik gangguan intelektual ringan kelas IV dapat diterima. Analisis data Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB kualitatif dilakukan dengan cara mengolah data hasil catatan pada lembar observasi yang berupa uraian berdasarkan hasil analisis data kualitatif pada siklus I. Peserta didik TZ. MA. RP. RA dan ES masih memerlukan bantuan dalam membaca. Mengacu pada hasil tindakan kelas yang dilakukan pada siklus I peneliti melihat kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik sebagian besar yaitu sama, kesulitan dalam membaca kata, membaca suku kata serta membedakan lambang huruf yang hampir sama. Akhir dari pelaksanaan tindakan kelas pada siklus II ini, terlihat adanya perubahan kemampuan peserta didik membaca secara mandiri. Peneliti dan peneliti kelas menyimpulkan bahwa pembelajaran telah sesuai dengan perencanaan. Metode membaca Global dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada peserta didik gangguan intelektual ringan dikelas IV SLB Kembar Karya Pembangunan 3 Bekasi. HASIL Penelitian dikatakan berhasil dan mengalami peningkatan yang optimal apabila nilai kemampuan membaca pada peserta didik gangguan intelektual ringan meningkat mencapai 65 pada akhir siklus, sebagaimana yang telah disampaikan pada interprestasi hasil analisis. Siklus I nilai kemampuan membaca permulaan pada peserta didik gangguan intelektual ringan sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kemampuan sebelum diberi tindakan, tetapi tingkat kemampuan yang diperoleh belum mencapai 65. Maka dari itu penelitian ini dilanjutkan dengan melaksanakan siklus II. Nilai akhir yang diperoleh TZ 60. MA 67. RP 69. 7,RA 65. ES 62. Dengan demikian metode membaca global dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik gangguan intelektual ringan kelas IV di SLB Kembar Karya 3 Bekasi. Tabel 12 Rekapitulasi Perkembangan Penguasaan Kemampuan Membaca Awal. Siklus I dan Siklus II No Nama KKM Skor Nilai Skor Nilai Skor Nilai Ket. Awal siklus siklus siklus siklus Jumlah Rata-rata 36,22 Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso 65,06 MBT MBT Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB Keterangan: MBT : Meningkat Belum Tuntas : Meningkat Tuntas Hasil analisis data dengan nilai peningkatan yang diharapkan 65 diketahui bahwa analisis data pada siklus I diperoleh nilai akhir kemampuan membaca peserta didik pada siklus I, peserta didik TZ 5 , peserta didik MA 37. 2, peserta didik RP 41. 8, peserta didik RA 34. 8 dan peserta didik ES 34. Sementara hasil analisis data siklus II, peserta didik TZ 60. 4, peserta didik MA 67. 4, peserta didik RP 7, peserta didik RA 65. 1, dan peserta didik ES 62. Digambarkan oleh grafik maka akan terlihat peningkatan pada kemampuan awal, siklus I, dan siklus II perolehan nilai tingkat penguasaan kemampuan membaca dari sebelum diberi tindakan hingga setelah meningkat pada siklus II. Kemampuan Awal. Siklus I, dan Siklus Kemampuan Awal Siklus I Siklus II Gambar 5. Grafik Kemampuan Awal. Siklus I. Dan Siklus II Grafik diatas menunjukan adanya peningkatan pada sebelum diberikan tindakan, siklus I, dan siklus II pada penelitian ini dikatakan berhasil. Tindakan yang diberikan berupa pengenalan kata dengan kartu kata bergambar, mengurai menjadi suku kata, membaca suku kata, mengurai suku kata menjadi huruf, dan membaca huruf vokal serta konsonan. Proses pembelajaran membaca pada peserta didik gangguan intelektual ringan sebaiknya dilakukan latihan yang terus menerus, sehingga akan membuat peserta didik menjadi terbiasa untuk melakukan belajar membaca secara mandiri dan cepat Diperlukan kerjasama yang baik antara peneliti dan orangtua, sehingga peningkatan yang Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB dialami peserta didik dapat dimonitoring dengan baik dari program yang telah diajarkan disekolah tetap dapat dilaksanakan dirumah. PEMBAHASAN Metode global sangat cocok untuk mengajarkan peserta didik mengenai mengurai kata, suku kata, dan huruf dibandingkan dengan mendiskriminasikan huruf. Hal ini dapat terlihat dari hasil perolehan pada indikator mengurai, peserta didik lebih mampu mengurai dibandingkan membedakan Dalam proses pembelajaran sendiri, peserta didik sudah cukup paham dengan perintah yang diberikan peneliti untuk mengurai karena perintah dilakukan secara berulang-ulang. Seperti yang kita ketahui karekteristik anak dengan gangguan intelektual ringan harus melakukan kegiatan secara berulang-ulang serta bertahap agar peserta didik lebih mudah paham dan mengerti. Hal ini sesuai dengan teori dari behavioristik yang dikemukaan oleh Ivan P. Pavlov yang mengatakan bahwa stimulus yang diberikan berkali-kali dapat meningkatkan respon atau disebut juga dengan teori Classical Conditioning. Penelitian ini akan berhasil jika dilakukan berkali-kali pada peserta didik, sehingga peserta didik mampu memberikan respon yang diharapkan oleh peneliti. Penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Muhlisin. Usada, dan Djaelani yang menunjukan peningkatan nilai keterampilan membaca permulaan pada peserta didik melalui penggunaan metode global berbasis media audio visual secara klasikal dari pra siklus hingga siklus II dan telah tercapai ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa metode global mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat terlihat bahwa tujuan penelitian telah tercapai, yaitu meningkatnya kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode Global yang dimodifikasi pada peserta didik gangguan intelektual ringan kelas IV di SLB-C Kembar Karya Pembangunan 3 Bekasi. Hal ini dapat terlihat dari refleksi hasil tes kemampuan awal, siklus I dan siklus II. Kemampuan awal membaca permulaan peserta didik memiliki nilai yang sangat rendah, kemudian dioptimalkan dengan menggunakan metode membaca Global. Kemampuan pada siklus I membaca permulaan peserta didik telah mengkat, akan tetapi belum mencapai target yang ditetapkan. Kemudian dilanjutkan dengan siklus II, kemampuan membaca permulaan peserta didik telah meningkat dan tuntas melampaui KKM yang telah ditetapkan. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB Metode Global mampu memberikan motivasi untuk peserta didik dalam hal membaca permulaan, hal ini terlihat dari antusias peserta didik saat belajar di kelas. Berdasarkan keterangan diatas jelas terlihat bahwa metode Global yang telah dimodifikasi ini mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik, hal ini terlihat dari meningkatnya nilai kemampuan membaca permulaan sesuai target yang diinginkan. Implikasi Berdasarkan kesimpulan diatas maka implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan metode global dapat memecahkan masalah sehingga dapat meningkatkan kemapuan membaca permulaan peserta didik gangguan intelektual ringan kelas IV. Hal ini terlihat dari hasil perolehan skor pada saat dilaksanakannya evaluasi, selain itu peningkatan juga terlihat pada saat proses kegiatan belajar Penggunaan metode global juga memberikan dampak kepada peneliti sehingga dapat berpikir kreatif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada peserta didik gangguan intelektual Peneliti dapat dengan mudah menerapkan metode ini melalui penguraian yang dimulai dari yang umum dengan kata, kemudian menjadi satuan terkecil yaitu huruf, sehingga peserta didik mampu meningkat pada kemampuan membaca permulaannya. Dengan adanya latihan secara terus-menerus di sekolah maupun dirumah dan ditunjang dengan metode yang tepat bagi peserta didik, dapat menumbuhkan motivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Seperti yang kita ketahui bahwa peserta didik gangguan intelektual memiliki karakteristik mudah lupa, sehingga pembelajaran yang diulang dan terus menerus akan membantu proses peningkatan kemampuan membaca permulaannya. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 1 Ae 12 Widijastuti. Try Riduwan Santoso Implementasi Metode Global dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SLB DAFTAR PUSTAKA